cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perancangan Kebijakan Perawatan Menggunakan Metode RCM II untuk Meningkatkan Nilai Overall Equipment Effectiveness Mesin Filling R-24 A (Studi Kasus PT X) Indriyani Rachmayanti; Yudha Prasetyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55469

Abstract

PT X merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi kosmetik lokal. Salah satu mesin yang digunakan dalam proses produksi kosmetik adalah mesin filling R-24 A yang digunakan untuk mengisi cairan ke dalam botol-botol kosmetik pada unit produksi cairan kental berupa milk cleanser. Mesin ini sering mengalami kerusakan pada komponen penyusunnya sehingga produktivitas perusahaan terganggu. Hal ini dibuktikan dari target tahunan yang sering tidak tercapai akibat tingginya downtime. Penelitian ini membahas mengenai penjadwalan maintenance menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II. Penggunaan RCM II information worksheet dilakukan untuk melakukan failure mode and effect analysis (FMEA) dari setiap kegagalan. Selain itu, penggunaan RCM II Decision worksheet juga digunakan untuk menentukan kegiatan pemeliharaan yang tepat. Kemudian dilakukan perhitungan interval perawatan sebagai dasar pembuatan kalender penjadwalan maintenance. Hasil dari analisis menggunakan RCM II adalah terdapat 5 komponen dengan kegiatan perawatan scheduled on condition, 2 komponen dengan kegiatan perawatan scheduled restoration task, 2 komponen menggunakan perawatan scheduled on discard task dan 1 komponen dengan kegiatan no scheduled maintenance. Estimasi peningkatan nilai Overall Equipment Effectiveness pada mesin filling R-24 A adalah sebesar 7,44% dan efisiensi biaya sebesar 16,63% atau setara dengan Rp. 33.308.442.
Simulasi Delaminasi Laminat Komposit Serat Karbon terhadap Variasi Arah Serat Menggunakan Teknik Cohesive Zone Model (CZM) dan Virtual Crack Closure (VCC) dengan Metode Elemen Hingga Iqbal Bagaskoro; Mas Irfan Purbawanto Hidayat; Hosta Ardhyananta
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55512

Abstract

Perkembangan teknologi material komposit terutama di material komposit laminat sangat pesat. Material komposit laminat tersusun dari beberapa gabungan lamina-lamina yang berikatan sehingga sering menyebabkan terjadinya deformasi. Salah satu dari model kerusakan kritis pada komposit laminat yaitu delaminasi. Untuk mengetahui proses delaminasi, dimodelkan double centilever beam dengan pembebanan beban berupa displacement. Dalam penelitian ini dilakukan analisa delaminasi laminat terhadap variasi arah serat yaitu [0/+45/+45/0]2s dan [0/+45/+90/-45]2s dengan menggunakan teknik Cohesize Zone Model (CZM) dan Virtual Crack Closure (VCC) menggunakan ANSYS Workbench 19.I dengan modal static structural. Kemudian dilakukan analisa dari hasil simulasi numerik delaminasi pada material sesuai dengan teori. Dengan menggunakan 3750 elemen, 7500 elemen dan 15000 elemen didapatkan hasil bahwa nilai critical force dari variasi [0/+45/+90/-45]2s jauh lebih besar daripada [0/+45/+45/0]2s dan juga dianalisis karakterisasi stress-strain hasil dari simulasi.
Evaluasi Pergudangan dengan Pendekatan Lean Warehousing dan Linear Programming (Studi Kasus PT. X) Naufal Ghani Ibrahim; Yudha Prasetyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55529

Abstract

PT X adalah perusahaan yang memproduksi alat kesehatan yang berfokus pada implan ortopedi yang saat ini masih didominasi oleh produk impor. Beberapa produk yang diproduksi oleh PT X antara lain: straight plate, angled blade plates, special plates, dynamic hip screw plates dan bone screws. PT X berdiri pada tahun 2017 sehingga masih terdapat beberapa masalah yang dapat menyebabkan proses produksi menjadi terhambat, terutama di area gudang. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pergudangan untuk meminimalkan pemborosan (waste) adalah langkah yang harus dilakukan. Menerapkan konsep lean manufacturing adalah salah satu metode untuk mengurangi waste. Konsep lean manufacturing untuk warehouse telah diterapkan selama dua dekade terakhir untuk meningkatkan logistik internal perusahaan. Penerapan prinsip lean di perusahaan tidak hanya dilakukan diarea manufaktur, tetapi juga dalam semua proses yang dilakukan di dalam perusahaan. Penerapan prinsip lean di area gudang adalah salah satu langkah untuk meningkatkan proses dan kinerja gudang. Sebagian besar penelitian yang telah dilakukan sebelumnya hanya berfokus pada pengurangan waste dan belum mempertimbangkan biaya implementasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi waste yang mungkin dapat muncul dalam proses pergudangan menggunakan value stream mapping. Setelah waste berhasil diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan dengan menggunakan aktivitas rekomendasi perbaikan dan menghitung manfaat yang diberikan dengan linear programming. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan, cycle time yang ditempuh oleh gudang bahan baku dan produk jadi secara berurut sebesar 48,6 menit dan 67,3 menit. Melalui perhitungan linear programming, rekomendasi yang diusulkan berupa penerapan label dengan barcode, pemasangan ERP dan penerapan E-Kanban. Dengan pendekatan simulasi, penerapan rekomendasi perbaikan yang diberikan dapat menghilangkan beberapa waste yang ada pada gudang sehingga, cycle time yang ditempuh oleh gudang bahan baku dan produk jadi secara berurut menjadi 41,2 menit dan 59,8 menit.
Pra-desain Pabrik Vanillin dari Kraft Lignin Agra Yuba Bachtiar; Nelly Fatria Wahani; Sri Rachmania Juliastuti; Nuniek Hendrianie
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55646

Abstract

Vanillin merupakan senyawa yang digunakan untuk perasa vanilla sintetik, antioksidan guna kosmetik, dan salah satu bahan untuk senyawa farmasi. Sebagai salah satu negara agraris, masyarakat indonesia melakukan bercocok tanaman vanilla guna bahan baku utama dalam produksi vanillin. Meskipun demikian, berdasarkan data dari Food Agricultural Organization (FAO), bila diproyeksikan, kebutuhan vanillin nasional pada tahun 2025 akan mencapai sekitar 47.000 ton/tahun. Dengan ini, peluang untuk dibukanya industri yang memproduksi vanillin sintetik akan terbuka lebar untuk memenuhi kebutuhan yang masih belum tercukupi. Proses pembuatan vanillin sintetik dilakukan dengan kraft lignin sebagai bahan baku utama. Mula-mula kraft lignin akan mengalami reaksi oksidasi menjadi vanillin yang dibantu dengan senyawa nitrobenzene pada tekanan 10 bar dan suhu 110 oC. Vanillin yang dihasilkan diekstrak menggunakan pelarut etil asetat dan dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan kolom distilasi pada suhu 88 oC dan tekanan 1 bar. Vanillin didapat dari kolom distilasi bagian bawah. Vanillin yang didapat kemudian mengalami kristalisasi, lalu dicuci, dikeringkan, dan selanjutnya disimpan untuk dijual. Untuk dapat mendirikan pabrik ini, diperlukan total modal investasi sebesar Rp. 220.572.130.151 dengan total biaya produksi sebesar Rp. 355.372.802.387 untuk produksi 100% kapasitasnya sebanyak 6880 ton/tahun. Estimasi umur pabrik adalah 10 tahun dan waktu pengembalian pinjaman sekiranya selama 4,88 tahun. Dari perhitungan yang telah dilakukan, internal rate of return (IRR) diperoleh sebesar 21,48%, payout time (POT) selama 4,46 tahun, dengan Break Even Point (BEP) sebesar 22,21%.
Perancangan Aktivitas Perawatan pada Conveyor System Batu Bara dengan Metode Risk Based Maintenance (RBM) dan Reliability Centered Maintenance II (Studi Kasus: PLTU Tenayan Raya) Farouk Giffari; Yudha Prasetyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56031

Abstract

Conveyor system merupakan salah satu proses bisnis pada PLTU Tenayan Raya. Perusahaan menerapkan perawatan pada konveyor dengan metode corrective maintenance. Metode perawatan ini kurang efektif karena dapat menyebabkan operasi pada pembangkit secara keseluruhan berhenti. Menurut data riwayat kerusakan, terdapat 71 kali gangguan pada conveyor system PLTU Tenayan selama 3 tahun terakhir. Hal ini menyebabkan tingginya kegiatan corrective maintenance yang dapat meningkatkan biaya perawatan, downtime, dan risiko kerugian yang dihasilkan. Pada penelitian ini menggunakan metode Risk Based Maintenance (RBM) dan Reliability Centered Maintenance II untuk merancang aktivitas perawatan preventive pada mesin konveyor batu bara. Langkah yang dilakukan adalah analisis risiko maintenance pada RBM, analisis FMEA, evaluasi mode kegagalan dengan RCM II Decision diagram, dan menentukan aktivitas serta kalender perawatan. Hasil RBM menunjukkan bahwa 3 dari 8 komponen memiliki nilai risiko di atas 5% yaitu komponen belt (6%), pulley (30%), dan motor (6%). Ketiga komponen tersebut dilanjutkan ke tahap evaluasi jadwal perawatan dengan metode RCM II. Dari hasil analisis RCM II menunjukkan ketiga komponen tersebut mendapat preventive maintenance antara lain: 1) Scheduled restoration task untuk komponen belt sekali dalam 8 hari. 2) Finding failure task untuk komponen pulley sekali dalam 47 hari, dan 3) On-condition task untuk komponen motor sekali dalam 0,5 tahun. Kegiatan perawatan tersebut dirancang menjadi kalender perawatan berdasarkan perhitungan interval waktu perawatan tiap komponen untuk kurun waktu 1 tahun dari Januari hingga Desember 2020.
Pra-Desain Pabrik Pembuatan Ethylene dari Sales Gas dengan Teknologi Oxidative Coupling Methane Akas Steven Tambunan; Kartiko Agung Pramudito; Juwari Purwo Sutikno; Rendra Panca Anugraha
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56010

Abstract

Ethylene salah satu produk intermediate dari gas alam, merupakan salah satu senyawa penting dalam mata rantai industri petrokimia. Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementrian Perindustrian Indonesia, permintaan ethylene di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 2000 KTPA. Ethylene dapat diproduksi dari Metana yang merupakan komponen utama penyusun gas alam. Untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, saat ini pemerintah mendukung penuh berbagai pengembangan industri, salah satunya industri kimia dasar berbasis minyak dan gas. Pengembangan industri kimia dasar berbasis migas ini akan meningkatkan nilai jual migas secara keseluruhan. Karena selama ini migas di Indonesia hanya digunakan untuk pembangkit tenaga listrik dan ekspor dengan nilai jual yang kecil. Ethylene umumnya diproduksi menggunakan Teknologi Thermal Cracking dengan bahan baku yang mahal. Di Indonesia, produksi gas alam masih memiliki potensi yang besar untuk diolah. Pada penelitian ini dilakukan perancangan pabrik mengolah komponen utama gas alam sebagai bahan baku alternatif untuk memproduksi ethylene menggunakan Oxidative Coupling of Methane (OCM). Untuk mencapai 600 produksi ethylene KTA, pabrik ini direncanakan berlokasi di Blok Masela, mendekati pusat sumber daya alamnya yang akan dieksploitasi dan dikembangkan. Proses utamanya adalah mereaksikan metana dengan oksigen di dalam OCM Reactor. Dari hasil analisis ekonomi didapatkan IRR sebesar 19,47%, POT selama 5,8 Tahun, BEP sebesar 31,194 %. Maka dapat disimpulkan dari segi teknis dan ekonomis pabrik ini layak untuk didirikan.
Perbaikan Proses Produksi Jerrycan 5 Liter di PT. KEMASAN Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Aisyah Pontiana; Moses Laksono Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56067

Abstract

PT. KEMASAN adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi packaging plastik. Produk jerrycan 5 liter merupakan produk yang paling banyak dipesan oleh customer VVIP dan diproduksi secara kontinu. Pada kondisi aktual terdapat permasalahan yang dapat menurunkan kepuasan pelanggan dilihat dari complaint berupa ketidaksesuaian produk, produk defect melebihi standar 3%, persentase breakdown melebihi standar 2.5%, dan adanya keterlambatan pengiriman produk jerrycan 5 liter sebanyak sembilan kali pada tahun 2019. Permasalahan-permasalahan tersebut dapat menurunkan kepercayaan konsumen dan bahkan menyebabkan kerugian finansial. Adanya defect dan breakdown merupakan indikasi pemborosan pada proses produksi yang dapat dikurangi melalui pendekatan lean manufacturing. Penelitian dimulai dari identifikasi proses produksi dan waste dengan tools value stream mapping, process activity mapping, observasi, dan diskusi dengan perusahaan. Kemudian dilakukan penentuan waste kritis dengan metode Borda dan didapatkan hasil waste kritis yaitu waste defect dan waste unnecessary motion. Selanjutnya dilakukan analisis akar penyebab waste kritis dengan metode 5 why’s dan dilakukan penentuan kategori risiko dengan FMEA untuk kemudian dibuat rekomendasi perbaikan. Diusulkan 3 alternatif perbaikan dan kombinasinya untuk kemudian dilipih alternatif terbaik menggunakan pendekatan value analysis. Dengan penerapan alternatif terpilih dihasilkan future state value stream mapping dengan penurunan lead time dari 3058 detik menjadi 2898 detik dan nilai value added bertambah sebanyak 1.2%.
Peningkatan Fasilitas Bank Sampah sebagai Upaya Pengurangan Timbunan Sampah Perkotaan di TPS Surabaya Danis Mandasari; Budisantoso Wirjodirdjo; Maria Anityasari
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56123

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota dengan pengelolaan sampah perkotaan terbaik di Indonesia. Meskipun begitu, jumlah sampah Surabaya terus meningkat setiap tahunnya dan lebih dari 50% dari total sampah yang dihasilkan berakhir di Tempat Pembuangan Sampah Surabaya (TPS). Pengembangan kebijakan pengelolaan sampah diperlukan dalam rangka mengurangi jumlah produksi sampah, penumpukan sampah di TPS dan intensitas pengangkutan sampah ke fasilitas pengolahan akhir sampah. Selain itu, kebijakan pengelolaan sampah diharapkan dapat meningkatkan jumlah pendapatan dari pengelolaan sampah, mengurangi kebutuhan biaya, dan meningkatkan penyerapan pekerja pengelolaan sampah sehingga berkelanjutan di masa depan. Pada penelitian ini, dilakukan pemodelan dengan Metodologi Sistem Dinamik untuk memodelkan proses pembentukan sampah Surabaya, fasilitas TPS, dan merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang dapat meningkatkan jumlah sampah terolah dan mengurangi jumlah produksi sampah, serta dapat berkelanjutan di masa depan. Perumusan kebijakan dilakukan dengan memperhatikan detail keterkaitan antar variabel sistem pengelolaan sampah. Terdapat tiga skenario yang diusulkan yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario pengembangan fasilitas bank sampah sebesar 1.200 ton memberikan dampak paling signifikan dibandingkan dengan kondisi eksisting, yang ditinjau dalam hal jumlah timbunan sampah, jumlah sampah menjadi bahan baku dan sumber energi, dan peningkatan penyerapan pekerja.
Pra Desain Pabrik Triacetin (Triacetyl Glycerol) dari Produk Samping Produksi Biodiesel (Crude Glycerol) Dwi Arimbi Wardaningrum; Muhammad Iqbal Fauzie; Susianto Susianto; Ali Altway
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56094

Abstract

Salah satu produk turunan gliserol yakni triacetin. Kegunaan triacetin sendiri cukup banyak di kalangan industri, baik industri makanan maupun non makanan. Kegunaan triacetin banyak digunakan sebagai penambah aroma, platisizer, pelarut, bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking pada mesin (menaikkan nilai oktan), serta dapat digunakan sebagai zat aditif untuk biodiesel. Di Indonesia masih belum ada pabrik triacetin sehingga nilai produksi dan ekspor triacetin kosong atau tidak ada dan nilai impor sebesar 46.000 ton/tahun. Pabrik direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2023 dengan kapasitas sebesar 46.000 ton/tahun dengan tujuan mensubstitusi nilai impor yang ada. Lokasi pendirian pabrik berada di Dumai, Riau. Produksi triacetin dari gliserol dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pre-treatment, esterifikasi, dan purifikasi. Di bagian pre-treatment, crude glycerol memasuki flash tower, lalu dilanjutkan  memasuki kolom distilasi untuk dimurnikan hingga 99,99% gliserol. Di bagian esterifikasi, gliserol dan asam asetat dialirkan menuju reaktor esterifikasi R-210. Reaksi yang terjadi dalam reaktor adalah reaksi esterifikasi antara gliserol dengan asam asetat berlebih membentuk monoacetin, diacetin, dan triacetin dengan menggunakan katalis Amberlyst-15. Jenis reaktor yang digunakan adalah Batch. Setelah 4 jam reaksi, dihasilkan konversi 100% dengan menghasilkan 2% monoacetin, 54% diacetin, dan 44% triacetin. Kemudian, hasil reaksi esterifikasi diumpankan menuju proses selanjutnya yaitu decanter dan dua kolom distilasi untuk dilakukan pemurnian dengan pemisahan menjadi produk utama triacetin dan produk samping diacetin. Dengan estimasi umur pabrik 20 tahun, dapat diketahui internal rate of return (IRR) sebesar 18,36%, pay out time (POT) 6,5 tahun dan break even point (BEP) sebesar 29,57 %.
Analisa Nilai Tambah Produk Olahan Susu Segar dalam Penentuan Produk Unggulan Lokal di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali Aditya Galih Sekaring Putri Hartin; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56264

Abstract

Kabupaten Boyolali memiliki sebutan sebagai Boyolali Kota Susu dikarenakan Kabupaten Boyolali menjadi penghasil susu terbesar. Sebanyak 20% produksi susu di Indonesia dan 70% produksi susu di Jawa Tengah berasal dari Kabupaten Boyolali. Kondisi Industri susu segar di Desa Sukorejo masih cenderung lemah karena dalam produksi susu sapi, para peternak hanya sampai produksi susu segar saja kemudian dijual ke KUD Setempat dengan harga yang murah dan belum adanya produk turunan yang dihasilkan. Padahal Desa Sukorejo merupakan desa dengan jumlah sapi perah terbanyak. Kondisi ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai pengolahan susu segar menjadi produk turunan dan juga alur pemasaran dari komoditas tersebut sehingga menyebabkan peternak sapi perah hanya bisa menjual hasil produksinya ke KUD setempat. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menentukan produk olahan susu yang memiliki nilai tambah terbesar sebagai produk Pengembangan Ekonomi Lokal di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Terdapat dua tahapan untuk mencapai tujuan penelitian antara lain mengidentifikasi produk turunan susu segar menggunakan metode Content Analysis. Tahap kedua menentukan produk turunan komoditas susu di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali menggunakan metode analisis nilai tambah. Hasil dari penelitian ini adalah produk olahan susu segar dengan nilai tambah terbesar sebagai produk Pengembangan Ekonomi Lokal di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Dari hasil analisis nilai tambah dihasilkan bahwa produk kefir yang memiliki nilai tambah terbesar yaitu sebesar Rp 74.800 dengan harga jual outputnya sebesar Rp 180.000 untuk tiap 1 liter. Dengan dikembangkannya produk olahan susu segar kefir akan meningkatkan produktifitas industri pendukung lainnya dan juga dapat memicu munculnya klaster industri produk olahan susu lain selain kefir.