cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Automatic Transfer Switch Dilengkapi Fitur Monitoring Website pada On-Grid Solar Home System Iqbal Aulia Lazuardi; Imam Wahyudi Farid; Ciptian Weried Priananda
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.68713

Abstract

Penggunaan photovoltaic sangat meningkat untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari. Namun saat ini penggunaan energi listrik dari photovoltaic belum dapat dimonitoring dan dikontrol dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari cepat rusaknya baterai dan sistem photovoltaic yang digunakan pada Solar Home System (SHS). Oleh karena itu, diperlukan sebuah perangkat monitoring serta kendali untuk membantu pembagian besaran daya yang keluar dari photovoltaic untuk suplai beban rumah tangga. Automatic Transfer Switch (ATS) merupakan alat yang dapat melakukan pergantian porsi suplai energi listrik secara otomatis memanfaatkan cara kerja relay dengan memperhatikan kondisi presentase dari baterai. ATS dilengkapi dengan sistem monitoring berbasis website dengan menggunakan metode Network Control System yang dapat melakukan kontrol dan monitoring secara real time. Sistem Automatic Transfer Switch dapat melakukan switching atau perpindahan beban dari sumber utama ke sumber cadangan berdasarkan kondisi presentase dari baterai saat mencapai nilai sebesar 11,4 Volt dengan kapasitas baterai berkisar antara 36%-38%. Sehingga ATS melakukan cut off sumber dari PLTS dan mengalihkan beban pada sumber PLN tanpa jeda. Pada sistem monitoring ATS menggunakan metode Moving Average sebagai filter hasil data yang tidak sesuai pada pengukuran keluaran photovoltaic, dan didapatkan grafik monitoring tegangan dan arus photovoltaic yang lebih stabil. Dengan MAE tegangan PV = 1,368 V, MAE arus PV = 0, 152 A dan MSE tegangan PV= 3,389 V, MSE arus PV = 0,079 A. Serta penggunaan metode Network Control System dengan pemograman millis interrupt pada kendali relay ATS didapatkan rata-rata hasil delay relay 1 dan relay 2 sebesar 1,034 seconds jauh lebih baik daripada penggunaan pemrograman tanpa millis interrupt yaitu sebesar 61 seconds. Hal tersebut tentunya berpengaruh pada keefektifan kerja dari relay kontrol.
Pengurangan Waktu Setup pada High Frequency Welding Perusahaan Manufaktur Pipa Baja dengan Metode SMED Fajrur Rido Ataubakumarwa; Moses Laksono Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.68796

Abstract

Perusahaan Manufaktur Pipa Baja (PMPB) merupakan salah satu perusahaan dalam negeri yang memproduksi pipa baja untuk oil and gas dengan sistem engineering to order (ETO) sesuai dengan standar API-5L. Peneliti memilih lini produksi high frequency welding (HFW) karena permasalahan waktu setup yang lebih lama dari waktu produksi. Waktu setup saat ini adalah 2.846 menit yang terdiri dari waktu setup internal adalah 1.922 menit dan waktu setup eksternal 922 menit. Waktu setup tersebut tidak sebanding dengan kecepatan produksi pipa baja, yaitu 12-20 meter per menit atau hanya membutuhkan waktu sekitar 2 hari untuk menghasilkan 70 pipa baja. Berdasarkan kondisi tersebut biaya setup yang dibutuhkan adalah sebesar Rp180.264.372. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah single minute exchange of dies (SMED) dengan pengurangan waktu setup secara keseluruhan adalah 2.504 menit (12,02%) yang terdiri dari pengurangan waktu setup internal sebesar 8,95% dan waktu setup eksternal sebesar 18,22%.
Pra Desain Pabrik Pembuatan Pupuk Urea dari Gas Alam Menggunakan Metode Snamprogetti dengan Kapasitas 626.000 Ton/tahun Claudya Stanila Koesnadi; Farhan Muhammad; Raden Darmawan
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.70571

Abstract

Kebutuhan pupuk di Indonesia cukup besar karena pupuk merupakan salah satu hal yang penting dalam mendukung hasil dan mutu tanaman. Salah satu jenis pupuk yang banyak digunakan yaitu pupuk urea dengan jumlah konsumsi pada tahun 2019 mencapai 5,425 juta ton berdasarkan dari data Asosiasi Pupuk Indonesia (APPI) [1]. Pembuatan pupuk urea menggunakan bahan baku gas alam yang diproses terlebih dahulu menjadi ammonia lalu masuk ke dalam proses produksi urea. Dalam proses produksi ammonia menggunakan teknologi Haldor Topsoe dengan pertimbangan efisiensi energi yang digunakan karena beroperasi pada tekanan lebih rendah dibandingkan dengan teknologi lain. Sedangkan proses produksi urea menggunakan teknologi Snamprogetti yang mempunyai konversi 98% dan menggunakan ammonia berlebih untuk menghindari korosi pada alat. Pabrik urea direncanakan didirikan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia. Pemilihan lokasi ini berdasarkan tujuh faktor pembanding meliputi pemasaran dan aksesibilitas transportasi, tenaga kerja, sumber energi dan air, ketersediaan bahan baku, iklim dan topografi, tata ruang wilayah serta peraturan dan hukum. Dengan didirikan pabrik urea ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri dan ekspor. Selain itu, dapat membantu mengembangkan kawasan industri yang terdapat di Kabupaten Banggai sesuai dengan rencana pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018 – 2038. Pabrik direncanakan dibangun pada tahun 2021 dan mulai beroperasi pada tahun 2023 dengan laju inflasi 1,68% pertahun dengan modal sendiri sebesar Rp 2.359.977.124.524,70 dan modal pinjaman Rp 3.539.965.686.787,05 dengan bunga 8,70%. Internal rate of return pabrik adalah 30,12% dengan pay out time selama 6,2 tahun dan break event point pada kapasitas produksi 19%. Kenaikan harga bahan baku dapat ditoleransi hingga 152,4% sedangkan untuk harga produk penurunan hingga 35,40%. Selain itu kenaikan TCI dapat ditoleransi hingga 88,42%. Kapasitas produksi urea sebesar 626.000 ton/tahun.
Pra-Desain Pabrik Bioetanol dari Jerami Padi Sholihatin Anggita; Kevin Rahmadi Sabar; Sri Rachmania Juliastuti; Nuniek Hendrianie
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.70675

Abstract

Bioetanol pada dasarnya merupakan etanol yang diproduksi dari biomassa. Bioetanol mudah untuk diproduksi dari bahan bergula, berpati dan berserat. Salah satu bahan pembuatan bioetanol adalah jerami padi. Jerami padi merupakan sumber biomasa yang mengandung banyak selulosa dan sedikit lignin, berpotensi sebagai bahan pembuatan bioetanol. Beberapa kelebihan dari bioetanol yaitu memiliki titik nyala yang lebih tinggi dibanding bensin, emisi hidrokarbon sedikit sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar yang aman. Proses pembuatan bioetanol dari jerami padi dengan proses fermentasi dibagi menjadi tiga tahap yaitu Pre-Treatment dimana dalam proses ini lignin akan dilarutkan dengan NaOH 1% dan lignoselulosa dengan H2SO¬4, selanjutnya tahap Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dimana proses hidrolisis dan fermentasi terjadi pada satu reaktor, enzim dan mikroorganisme disatukan, sehingga glukosa akan dengan cepat diubah menjadi etanol, dan terakhir distilasi untuk memurnikan etanol. Pabrik ini beroperasi secara kontinyu 24 jam selama 330 hari dengan kapasitas produksi 20.978 kL/tahun. Analisa perhitungan ekonomi didapatkan IRR 19,05%/tahun, Pay Out Time (POT) 5,02 tahun, dan Break Event Point (BEP) 27 %.
Analisis Sistem Pendinginan Absorpsi pada Intake Udara PLTGU Muhammad Nasution Pangestu
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.71832

Abstract

Performa turbin gas dapat bervariasi diakibatkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi performa turbin gas adalah temperatur udara lingkungan turbin gas. Salah satu cara untuk mendinginkan temperatur udara lingkungan turbin gas yaitu dengan menggunakan sistem pendinginan absorsi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis secara termodinamika sistem pendinginan absorption chiller binary working fluid single effect water/lithium bromide memanfaatkan waste heat HRSG dengan menggunakan bantuan Software Solver dan Cycle Tempo. Software Solver digunakan untuk menganalisis sistem pendinginan absorpsi dan Cycle Tempo digunakan untuk mengsimulasikan sistem pembangkit listrik tenaga gas. Dilakukan variasi temperatur kondenser dan temperatur flue gas pada analisis sistem pendinginan absorpsi dengan nilai variasi masing-masing 30;35;40;45;50 dan 101;103;105;107;109 dan variasi skema operasi pembebanan pada simulasi sistem pembangkit listrik tenaga gas dengan nilai variasi 224MW; 323MW; 383MW; 480MW. Hasil analisis menunjukkan sistem pendinginan intake udara PLTGU memanfaatkan waste heat HRSG pada PLTGU UP IP Grati POMU menggunakan absorption chiller Kalt CHP 150. Sistem pendinginan berkapasitas 5272 kW dengan nilai COP sebesar 0,7357. Daya net turbin gas naik sebesar 8,07%.
Studi Numerik Perpindahan Panas pada Corrugated Plate Heat Exchanger Chevron Type dengan Variasi Corrugation Angle pada Aliran Turbulen Shania Amna Sutandyo; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.72680

Abstract

Sistem oil cooler menggunakan heat exchanger atau alat penukar panas. Salah satu tipe heat exchanger yang memiliki performa tinggi yaitu plate heat exchanger (PHE) tipe chevron. Performa PHE dalam pendinginan oli sangat mempengaruhi performa dari sistem pelumasan yang akan berdampak pula pada performa turbin gas. Salah satu hal yang mempengaruhi performa PHE yaitu dalam aspek desain yaitu salah satunya pada bagian corrugation angle-nya. Dalam penelitian ini akan digunakan flat dan corrugated PHE tipe chevron dengan memvariasikan bagian corrugation angle pada 25°, 45°, dan 65° yang akan dilakukan pada aliran turbulen. Adapun simulasi yang dilakukan dengan bantuan software CFD pada salah satu channel fluida dingin dari PHE yang bertujuan untuk melihat bentuk aliran dan perubahan temperatur pada fluida air yang mengalir. Selain itu pada studi ini juga dilihat besarnya bilangan Nusselt dan friction factor serta nilai thermal enhancement factor. Dari simulasi yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa penggunaan corrugated PHE jauh lebih baik daripada penggunaan flat PHE. Kemudian dalam variasi sudut korugasi terlihat bahwasanya semakin besar sudut korugasi yang digunakan maka perpindahan panas yang terjadi semakin cepat serta penurunan tekanan yang semakin besar. Ditinjau dari perbandingan perpindahan panas dan penurunan tekanan antara flat dan corrugated PHE didapatkan hasil bahwasanya nilai thermal enhancement factor pada corrugated PHE paling tinggi pada sudut 65° yaitu sebesar 1,94 dan paling rendah pada sudut 25° yaitu sebesar 1,83.
Implementasi Kontrol Torsi Motor Servo Menggunakan Metode PI pada Sistem Automatic Pallet Dispenser Aulia Alfiana Yufrida; Lucky Putri Rahayu; Dwiky Fajri Syahbana
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.72970

Abstract

Teknologi pada sistem paletisasi menggunakan robot telah berkembang pesat untuk meningkatkan fleksibilitas dan kecepatan produktifitas. Salah satu yang sedang dikembangkan di sebuah industri yaitu Robotic Palletizer. Terdapat beberapa varian ukuran palet yang digunakan, oleh karena itu pada subsistem Automatic Pallet Dispenser diperlukan otomatisasi untuk menyesuaikan ukuran palet. Untuk memenuhi hal tersebut, diperlukan motor servo AC dengan menggunakan metode Proposional Integral (PI) dengan Auto Tuning. Proses tuning dilakukan untuk mengontrol kecepatan motor dan berhubungan dengan torsi. Selanjutnya torsi dikontrol untuk membatasi kinerja motor untuk menghimpit palet. Hasil Auto Tuning PI pada motor servo didapatkan nilai parameter yang sesuai adalah Kp=63,8 dan Ki=14,9. Kecepatan pada motor servo berhasil sesuai dengan set point dengan overshoot sebesar 1.6% dan mempercepat settling time selama 94 ms. Hasil kontrol torsi didapatkan dengan nilai limit torsi maksimum adalah 70% mampu menghimpit seluruh varian palet dan diperlukan roller limit switch sebagai sensor tambahan.
Analisa Energi dan Eksergi Unjuk Kerja Mesin Diesel Dual Fuel Biodiesel (B30)-Syngas Hasil Gasifikasi Pelet Kayu dengan Perubahan Air Fuel Ratio dan Beban Daya Hendro Hendro; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.76036

Abstract

Ketergantungan manusia akan penggunaan energi fosil sebagai sumber energi pembangkit listrik dapat direduksi dengan penggunaan syngas hasil gasifikasi biomassa yang dapat digunakan pada mesin diesel dual fuel. Pada mesin diesel dual fuel terdapat permasalahan berupa penurunan efisiensi termal yang disebabkan oleh rendahnya air fuel ratio (AFR), sehingga mengakibatkan terjadinya campuran kaya. Untuk mengetahui parameter unjuk kerja mesin diesel dual fuel dapat digunakan metode analisa eksergi yang mampu menunjukkan kualitas dan kuantitas suatu energi serta besarnya loses selama proses konversi energi. Penlitian ini menggunakan mesin diesel generator set yang dihubungkan dengan pembebanan lampu yang diatur dengan daya keluaran 500W-3000W dan kenaikan interval setiap 500W. Variasi yang dilakukan adalah dengan melakukan perubahan air fuel ratio (AFR) serta melakukan penambahan mass flowrate udara yang akan memasuki ruang bakar menggunakan blower. Terdapat 5 jenis variasi AFR yang diatur oleh dimmer sesuai dengan kapasitas blower. Nilai AFR yang digunakan adalah 10, 15, 20, 22, dan 25. Hasil yang didapatkan berupa variasi AFR 15 memberikan hasil yang optimum terhadap unjuk kerja mesin diesel dual fuel. Terdapat penurunan laju konsumsi bahan bakar biodiesel yang cukup signifikan yaitu 0,0001236 kg/s (0,1236 gram/s), dibandingkan dengan sistem single fuel yaitu sebesar 0,000287 kg/s (0,287 gram/s). Efisiensi thermal sistem single fuel masih berada di atas sistem dual fuel. Namun, efisiensi thermal pada variasi AFR 15 masih berada diatas variasi AFR lainnya dan memiliki nilai rata-rata sebesar 20%. Efisiensi eksergi sistem dual fuel masih berada dibawah sistem single fuel yang dikarenakan penambahan syngas membuat kinerja mesin diesel kurang optimal. Eksergi input yang masuk ke mesin diesel menjadi lebih besar sedangkan daya yang dihasilkan cenderung sama. Penghematan konsumsi biodiesel terbaik berada pada variasi AFR 15 dengan rata-rata jumlah biodiesel tersubstitusi atau jumlah penghematan sebesar 58%.
Analisa Energi dan Eksergi Unjuk Kerja Mesin Diesel Dual Fuel Diesel-Syngas Hasil Gasifikasi Woodchips dengan Perubahan Air Fuel Ratio dan Beban Daya Alfisyahrin Ariwanto; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.79546

Abstract

Diesel dual fuel adalah mesin standar diesel yang ditambahkan bahan bakar lain pada intake manifold dan penyalaan bahan bakar dilakukan oleh semprotan solaryang disebut pilot fuel. Pada sistem dual fuel biasanya mengalami permasalahan pada berkurangnya rasio udara dan bahan bakar. Adanya pemasukan syngas mengakibatkan jumlah udara pembakaran berkurang. Hal ini menyebabkan nilai AFR menjadi rendah. Untuk mengetahui permasalahan pada karakteristik unjuk kerja mesin diesel dual fuel dibutuhkan sebuah analisa. Namun sejauh ini penelitian mesin diesel dual fuel hanya menggunakan analisa energi, sedangkan analisa energi tidak dapat menghitung losses-losses yang terjadi selama pengkonversian energi. Maka dari itu dibutuh kan analisa yang lebih lengkap yaitu dengan analisa eksergi. Penelitian ini akan dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan mesin diesel generator set dengan bantuan blower untuk menambahkan suplai udara pada intake lalu dihubungkan pada lampu pembebanan listrik. Pada penelitian ini akan dilakukan dua pengujian yaitu pengujian single fuel dan dual fuel. Pada pengujian single fuel menggunakan bahan bakar diesel, sedangkan pada diesel dual fuel dengan bahan bakar diesel-syngas woodchips dari kayu di sekitar kampus ITS. Mesin diesel ini dikopel dengan generator set dan diberi beban 6 Lampu dengan daya 500 W sampai 3000 W dengan interval kenaikan 500 W dan dilakukan variasi AFR 15, 17, 20, 22 dan 25. Penelitian ini mendapatkan hasil yaitu pada variasi AFR 15 menghasilkan unjuk kerja yang paling optimum. Penurunan laju konsumsi bahan bakar diesel dari 0,000220 kg/s menjadi 0,000160 kg/s. Pada efisiensi termal variasi AFR 15 memiliki efisiensi yang lebih besar dari variasi AFR yang lain akan tetapi masih dibawah efisiensi termal pada pengujian single fuel. Pada analisa eksergi, pengujian dual fuel memiliki nilai diatas single fuel pada total eksergi, eksergi destruksi dan eksergi heat. Hal ini terjadi karena subtitusi diesel yang belum optimal karena laju syngas dijaga konstan. Terdapat juga penghematan diesel terbaik pada variasi AFR 15 yaitu dengan rata-rat penghematan sebesar 28%.
Implementasi Lean Manufacturing pada Perusahaan Beras Jatim (PBJ) Daniel Setyo Budi; Moses Laksono Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.81135

Abstract

Perusahaan Beras Jatim (PBJ) merupakan perusahaan yang memproduksi beras dengan kualitas premium. Untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin meningkat, PBJ melakukan efisiensi kerja dengan menerapkan Lean Manufacturing yaitu melakukan perbaikan proses pada lantai produksi. Penelitian ini berfokus untuk melakukan eliminasi waste yang terjadi pada Departemen Produksi. Batasan pada penelitian ini adalah pemetaan seluruh aktivitas proses produksi dari pemesanan gabah kering dan beras standar hingga menjadi beras premium dengan menggunakan Value Stream Mapping, kemudian semua aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dikelompokkan ke dalam seven waste manufacturing, selanjutnya mencari wastes dominan dengan menggunakan tool Pareto Chart. Waste dominan yang terjadi pada Perusahaan Beras Jatim adalah waste motion dan waiting. Waste motion dan waiting memiliki akar penyebab permasalahan yang sama yaitu ketidaksesuaian penempatan fasilitas dan layout pada lantai produksi. Dua perbaikan yang perlu dilakukan adalah: mengubah kegiatan material handling yang dilakukan dengan manusia menjadi menggunakan troli pada bagian pengeringan gabah dan pabrik beras standar, serta melakukan perbaikan layout pada pabrik beras premium yang bertujuan untuk menghasilkan aliran kerja yang lancar. Terjadinya penghematan dari segi biaya sebesar Rp 4.471.245 hingga Rp 6.391.500, motion sebesar 9 hingga 17 kali dari kondisi semula dan waktu proses melalui dua skenario perbaikan.