cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Status Mutu Air Sungai Sumber Payung Kabupaten Pamekasan dengan Metode Storet dan Indeks Pencemaran Imania, R. Ayu Nadhifa; Marsono, Bowo Djoko
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.124391

Abstract

Sungai Sumber Payung menjadi salah satu sungai dengan tingkat aktivitas penduduk tinggi sehingga memiliki risiko tercemar. Sungai ini termasuk sungai besar di Kabupaten Pamekasan dengan panjang ±10 km yang mengalir melewati pemukiman penduduk dan pabrik tahu. Terjadinya pencemaran disebabkan oleh aktivitas manusia, limbah domestik, dan industri tahu rumahan yang berpengaruh terhadap self-purification serta penurunan kualitas sungai. Data DLH Kabupaten Pamekasan menunjukan bahwa hasil uji parameter BOD dan COD sampel air Sungai Sumber Payung tidak memenuhi baku mutu air kelas II sesuai peruntukannya. Dari kondisi tersebut dibutuhkan analisis kuantitas, kualitas, potensi sumber pencemaran, status mutu air sungai, serta rekomendasi pengendalian pencemaran. Sehingga, pada penelitian ini dilakukan kajian penentuan status mutu air Sungai Sumber Payung dengan metode STORET dan Indeks Pencemaran (IP). Metode ini merujuk pada Kepmen LH No. 115 Tahun 2003 melalui observasi tiga titik dengan grab sampling serta didukung data pemantauan DLH Kabupaten Pamekasan Tahun 2018-2022. Kedua metode bekerja dengan membandingkan data kualitas air sungai dengan nilai baku mutu pada PP No. 22 Tahun 2021 sesuai peruntukannya dengan parameter yang digunakan meliputi TSS, pH, BOD, COD, DO, NH3-N, PO4, dan total coliform. Hasil penelitian pada identifikasi sumber pencemar menyatakan bahwa beban pencemar COD, BOD, dan TSS pada sektor domestik lebih besar dari non-domestik. Daya tampung Sungai Sumber Payung bernilai negatif pada parameter TSS, BOD, COD, dan total fosfat. Status mutu air Sungai Sumber Payung menggunakan STORET masuk kategori cemar berat dan analisis dengan metode IP termasuk cemar sedang. Rekomendasi pengendalian pencemaran air sungai dilakukan melalui beberapa upaya, yakni, pengurangan beban pencemaran (pembangunan IPAL dan pengelolaannya), peningkatan kesadaran masyarakat mengenai sanitasi lingkungan, peningkatan penegak hukum terhadap industri tahu ataupun pelaku pencemaran lingkungan, serta pemetaan potensi sumber pencemar, penambahan titik sampel, dan pemantauan rutin yang didasari dari data curah hujan untuk menentukan kualitas air sungai yang dilakukan oleh DLH.
Analisis Highest and Best Use pada Lahan Terbangun di Jalan Braga No.41 Bandung Auliarachman, Muhammad Irham; Indryani, Retno
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.124513

Abstract

Kota Bandung adalah salah satu kota dengan penghasilan PDRB (produk domestik regional bruto) terbesar di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan dorongan agar pertumbuhan ekonomi bersama stabilitasnya terjaga di Kota Bandung. Salah satu upayanya dengan pengoptimalan pemanfaatan lahan. Salah satu lahan terbangun yang tidak dimanfaatkan dengan baik adalah lahan yang terletak di Jl. Braga No.41, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Saat ini lahan terbangun tersebut disewakan dengan tarif yang rendah sehingga pendapatannya tidak cukup untuk menutup biaya pemeliharaan. Lahan tersebut memiliki luas tanah 783 m2 dan luas bangunan 800 m2. Lahan ini terletak di lokasi yang strategis karena memiliki akses jalan protokol dan termasuk daerah alun-alun Kota Bandung. Lokasi yang strategis tanpa pemanfaatan lahan yang tepat membuat pemilik lahan merugi. Oleh karena itu perlu dilaksanakan analisis Higest and Best Use (HBU) untuk mengetahui penggunaan tertinggi dan terbaik untuk lahan terbangun dengan tujuan pengembangan properti. Aspek yang menjadi dasar dalam analisis HBU adalah aspek legal, fisik, finansial, dan produktivitas maksimum. Analisis aspek legal untuk mengetahui peruntukan apa saja yang memenuhi peraturan yang berlaku, dan mengevaluasi apakah bangunan yang ada memenuhi persyaratan dalam building code. Analisis aspek fisik untuk mendapatkan basic design didasarkan pada kondisi bangunan yang sudah ada. Analisis aspek finansial untuk mendapatkan alternatif yang layak secara finansial, dengan menggunakan parameter Net Present Value (NPV). Analisis produktivitas maksimum untuk mendapatkan alternatif yang memiliki nilai properti tertinggi. Dari hasil penelitian ini ditemukan dua alternatif properti yang ditetapkan untuk pengembangan properti, yaitu hotel dan pujasera. Berdasarkan tahapan analisis dari berbagai aspek, hotel merupakan alternatif yang memberikan nilai properti tertinggi dan terbaik. Pengembangan properti sebagai hotel memberikan kenaikan nilai properti dari Rp30.112.000.000 menjadi Rp33.589.450.990 atau dengan persentase kenaikan sebesar 112%.
Analisis Produktivitas Lahan Menggunakan Metode Highest and Best Use pada Lahan Kosong di Jalan Ahmad Yani Kota Surabaya Wikantyoso, Haryojati; Indryani, Retno
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.124526

Abstract

Dengan ketersediaan lahan di Surabaya yang terbatas, maka pemilik lahan perlu memaksimalkan lahan yang dimiliki untuk menghasilkan produktivitas tertinggi. Salah satu lahan yang masih belum digunakan adalah lahan kosong seluas 66.394 m2 di Jalan Ahmad Yani No. 333 Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya. PT. Podo Joyo Masyhur (PJM) selaku pemilik lahan belum memiliki rencana untuk menggunakan lahan tersebut. Lahan tersebut berada dekat Exit Tol Surabaya-Sidoarjo, Pintu Tol Dukuh Menanggal, dan memiliki akses jalan dari Jalan Arteri Ahmad Yani Surabaya. Penentuan jenis properti yang akan dikembangkan pada sebidang lahan sangat berpengaruh pada nilai lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui properti apa saja yang dapat dibangun dan memberikan nilai lahan tertinggi pada obyek penelitian. Metode yang digunakan adalah highest and best use. Terdapat empat kriteria yang perlu dipenuhi sebuah lahan agar dapat disebut sebagai penggunaan tertinggi dan terbaik yaitu analisis secara legal (Legally Permissibility), analisis secara fisik (Physically Possibility), analisis secara finansial (Financially Feasiblility), dan analisis produktivitas maksimum (Maximum Productivity). Analisis secara legal meliputi zoning dan bulding code. Analisis secara fisik (Physically Possibility) meliputi lahan, ukuran & bentuk lahan, aksesbilitas lahan, dan basic design. Analisis secara finansial (Financially Feasiblility) meliputi perencanaan biaya investasi, pendapatan, pengeluaran, dan analisis arus kas. Analisis produktivitas maksimum meliputi peningkatan nilai lahan terbesar dari setiap alternatif properti. Dari hasil penelitian didapatkan alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu kombinasi pusat perbelanjaan, perkantoran, dan apartemen atau hotel. Dari alternatif tersebut, pusat perbelanjaan, perkantoran dan hotel menjadi alternatif bangunan dengan penggunaan tertinggi dan terbaik. Alternatif properti tersebut memiliki nilai lahan sebesar Rp 54.729.176/m2 dengan persentase kenaikan nilai lahan adalah sebesar 211% dari nilai lahan awal.
Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Produk Olahan Bandeng Pulau Mengare Kabupaten Gresik Rahmawati, Ayunda; Santoso, Eko Budi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.124947

Abstract

Komoditas bandeng merupakan salah satu produk unggulan Pulau Mengare, Kabupaten Gresik. Namun, komoditas bandeng di Pulau Mengare masih belum dikembangkan secara maksimal karena kondisi masyarakat yang masih awam dalam hal berinovasi dan pemasaran serta peran kelembagaan yang kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk merumuskan arahan pengembangan produk olahan komoditas bandeng dengan pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) di Pulau Mengare. Untuk mencapai tujuan tersebut, diawali dengan pencarian variabel/faktor yang berpengaruh terhadap PEL dengan metode analisis Delphi, hasilnya terdapat 21 variabel/faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan ekonomi lokal berbasis produk olahan komoditas bandeng di Pulau Mengare. Kedua, dari variabel-variabel tersebut kemudian dianalisis dengan metode Content Analysis, ditemukan beberapa potensi seperti tenaga kerja yang terampil dalam bidang pengolahan, kualitas dan kuantitas bahan baku olahan yang baik, adanya peluang CSR, terdapat beberapa lembaga permodalan, serta infrastruktur pendukung yang memadai. Namun masih terdapat permasalahan lain seperti turunnya minat kelompok muda dalam bidang pengolahan ikan, kurangnya perhatian pada inovasi serta kompetensi, tidak aktifnya kelompok masyarakat dalam bidang perikanan dan pengolahan, teknologi pengolahan dan sistem pemasaran yang masih tradisional, kemitraan serta branding produk yang belum terlalu kuat, BUMDES yang masih belum bisa memberikan peminjaman modal usaha, adanya persepsi rumit dalam mengurus perizinan legalitas usaha dan persyaratan peminjaman modal, serta akses jalan yang kurang memadai untuk aksesibilitas kegiatan perekonomian. Terakhir, menyusun arahan pengembangan dengan metode triangulasi untuk menyelesaikan permasalahan serta memaksimalkan potensi yang ada di Pulau Mengare terkait pengolahan komoditas bandeng, di antaranya mengadakan pelatihan kewirausahaan, mendorong penggunaan teknologi pengolahan yang ramah tenaga kerja, mengoptimalkan fungsi BUMDES dalam pemberian bantuan modal, membentuk inclusive society terutama peningkatan kerja sama pihak swasta dan litbang, memperluas jaringan pemasaran melalui segmentasi pasar (identifikasi pasar) dan mengoptimalkan strategi pemasaran secara online melalui E-Commerce dan media sosial, dan sebagainya.
Identifikasi Permasalahan dalam Pengembangan Sentra Industri Batik Tulis Toket di Desa Toket Kabupaten Pamekasan Maisyaro, Rhosa Puri; Santoso, Eko Budi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.125170

Abstract

Desa Toket merupakan salah satu desa di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan yang memiliki potensi motif khas toket yang diwariskan secara turun menurun dan diproduksi sendiri oleh masyarakat Desa Toket. Meskipun potensi tersebut dapat menjadi pendorong perekonomian Kabupaten Pamekasan namun pengembangan sentra industri batik toket masih belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan dalam pengembangan sentra industri batik toket. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Delphi dan Analisis Root Cause. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat permasalahan pada faktor infrastruktur dan sarana, faktor pemasaran, dan faktor kelembagaan. Pada faktor infrastruktur dan sarana terdapat permasalahan yaitu aksesibilitas jalan yang buruk, tidak adanya alat pengelolaan limbah, serta minimnya fasilitas pendukung. Lalu pada faktor pemasaran terdapat permasalahan yaitu kurangnya strategi promosi dan luas pasar yang dicapai masih kurang jauh. Sedangkan pada faktor kelembagaan terdapat permasalahan dampak kebijakan pemerintah tidak dirasakan pengrajin, pengadaan pelatihan tidak dilakukan secara rutin, belum adanya pelatihan pengembangan diri atau manajemen bisnis, kurang baiknya kerja sama stakeholder, serta terdapat kelompok usaha yang masih belum memiliki proses produksi hingga akhir.
Analisis Highest and Best Use pada Lahan di Jalan Basuki Rahmat Baituaqsha, Muhammad Syah Alam; Utomo, Christiono
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.128904

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk dan tingkat perekonomian yang semakin meningkat di Kota Surabaya mengakibatkan kebutuhan terhadap lahan semakin tinggi. Namun masih terdapat lahan yang tidak dimanfaatkan secara optimal sehingga banyak ditemui lahan yang dibiarkan begitu saja. Lahan tersebut dapat dikembangkan dengan cara membangun properti komersial yang dapat memberikan produktivitas tertinggi. Salah satu lahan seluas 3.739 m2 yang belum dimanfaatkan dengan baik terletak di Jalan Basuki Rahmat No.80-82, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. Lahan tersebut terletak di daerah pusat kota yang berpotensi untuk dikembangkan. Lingkungan disekitar lahan tersebut terdapat Mall Tunjungan Plaza, Hotel Bumi Surabaya, Wyndham Hotel, Gand Dafam Hotel, Trillium Residence Apartemen, Grand Shamaya Apartemen, Gedung Bumi Mandiri, Graha Pacific Surabaya, dan sebagainya yang berada di kawasan Jalan Basuki Rahmat Surabaya. Metode yang digunakan adalah highest and best use yang bertujuan untuk menghasilkan produktivitas tertinggi terhadap penggunaan lahan yang sesuai dengan peruntukan kawasan tersebut. Penentuan jenis properti yang akan dikembangkan pada sebidang lahan sangat berpengaruh pada nilai lahan. Analisis highest and best use meliputi aspek legal, aspek fisik, aspek finansial dan aspek produktivitas maksimum. Aspek legal untuk menganalisis zonasi dan kode bangunan; aspek fisik menganalisis ukuran dan bentuk lahan, utilitas, aksesibilitas, dan desain awal alternatif; aspek finansial menganalisis biaya investasi, pendapatan properti, pengeluaran properti, aliran arus kas, dan Net Present Value (NPV); dan aspek produktivitas maksimum untuk menentukan alternatif properti yang memberikan nilai lahan tertinggi. Dari hasil penelitian didapatkan tiga alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu perkantoran, hotel, dan apartemen. Dari ketiga alternatif tersebut, pengembangan lahan sebagai properti komersial hotel merupakan alternatif bangunan dengan penggunaan tertinggi dan terbaik. Alternatif properti komersial hotel memiliki nilai lahan sebesar Rp 60.028.554,98/m2 dengan persentase kenaikan nilai lahan adalah sebesar 172% dari nilai lahan awal.
Pengaplikasian Rekayasa Nilai pada Proyek Apartemen Grand Shamaya, Kota Surabaya Rivki, Faisal Prayuda; Nurcahyo, Cahyono Bintang
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.129452

Abstract

Proyek Grand Shamaya merupakan sebuah proyek komplek apartemen yang terletak di Jl. Embong Sawo No.1, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota Surabaya. Proyek ini dimiliki oleh PT. PP Properti dengan kontraktor PT. PP (Persero). Pada saat ini tower yang sedang dilakukan pekerjaan adalah Aubrey Tower dengan total nilai proyek Rp. 803.862.498.379 dengan luas total bangunan yang dibangun adalah 13.981,74 m2. Setelah dilakukan Analisis Fungsi ditemukan beberapa item pekerjaan yang memiliki value lebih dari 1.5 kondisi ini mengindikasikan kemungkinan adanya unnecessary cost. Berdasarkan permasalahan tersebut memunculkan sebuah kebutuhan akan pengefisiensian biaya pembangunan Aubrey Tower dengan menggunakan metode Rekayasa Nilai. Metode Rekayasa Nilai yang digunakan pada Penelitian ini adalah dengan menggunakan rencana kerja yang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan tahap rekomendasi. Tahap Informasi yang memunculkan item pekerjaan yang dapat dilakukan Rekayasa Nilai yaitu pekerjaan dinding dan pekerjaan plat. Tahap Kreatif, yaitu pencarian alternatif terhadap item pekerjaan terpilih pada tahap ini didapat alternatif yang tersedia adalah dinding batako dan Hollow Core Wall untuk pekerjaan plat adalah Superfloor deck dan Hollow Core Slab. Tahap Analisis, terdiri dari analisis Life Cycle Cost dan analisis pemilihan alternatif menggunakan Analytical Hierarchy Process. Pada tahap ini didapat alternatif terbaik adalah Hollow Core Wall untuk pekerjaan dinding dan Hollow Core Slab untuk pekerjaan plat. Tahap Rekomendasi, pada tahap ini dilakukan rekapitulasi dan kesimpulan mengenai alternatif terbaik yaitu Hollow Core Wall untuk pekerjaan dinding dengan total penghematan 2% dan Hollow Core Slab untuk pekerjaan plat dengan total penghematan 74%.
Analisis Tree Counting Kelapa Sawit Menggunakan Metode Object-Based Image Analysis (OBIA) dan Random Forest Machine Learning (Studi Kasus: Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur) Abyanta, Raihan Daffa; Handayani, Hepi Hapsari; Ayani, Raudlah Hawin
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.129937

Abstract

Sebagai upaya mempercepat perhitungan jumlah pohon kelapa sawit guna asseting dalam produksi komoditas sawit, dapat menggunakan teknologi di bidang geomatika dengan mengaplikasikan pemanfaatan teknologi machine learning. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk perhitungan jumlah pohon kelapa sawit dengan tepat, dan cepat adalah dengan klasifikasi berbasis objek menggunakan data mozaik orthophoto. Data tersebut dapat diolah menggunakan metode klasifikasi berupa Object Based Image Analysis (OBIA) dan Random Forest Machine Learning. Dalam pengolahan menggunakan masing masing sample pada sawit, tanah dan non sawit diwakili 80 sampel. Didapatkan hasil berupa raster lalu diolah menggunakan metode multiresolution. Hasil dari pengolahan otomatisasi sebesar 3098 titik pohon sawit dan hasil uji validasi digitasi manual sebesar 3034 titik pohon sawit sehingga didapat deviasi sebesar 64 titik pohon. Melalui pengujian performa pemodelan machine learning, yakni confusion matrix dengan nilai sebesar 0,89 dan kappa sebesar 0,78.
Manajemen Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Tunnel pada Inlet Sudetan Kali Ciliwung Ke Kanal Banjir Timur Wulandari, Putri; Sa'ud, Ismail; Indriyani, Dwi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.130018

Abstract

Pembangunan Sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) yang memiliki Panjang 582 m dengan diameter 3.5 m. Metode yang digunakan dalam melaksanakan pembangunan tunnel menggunakan metode Micro Tunneling dan Pipe Jacking. MicroTunneling adalah metode konstruksi pembangunan yang menggunakan mesin bor MTBM (MicroTunnel Boring Machines) yang dikombinasikan dengan teknik Pipe Jacking, yang memiliki fungsi sebagai pembangun terowongan dengan dimensi 4 m, penelitian ini berfokus pada metode pelaksanaan dan Analisis durasi serta biaya pekerjaan microtunneling dan pipe Jacking pada proyek Pembangunan Sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Biaya pelaksanaan dihitung berdasarkan analisis yang sesuai antara literatur yang digunakan maupun peraturan yang berlaku untuk mendapatkan kesesuaian dengan kondisi pelaksanaan lapangan. Sedangkan pada perhitungan waktu pelaksanaan dilakukan analisis mulai dari kapasitas produksi, produk-tivitas, durasi dan penyusunan jadwal setiap pekerjaan di mana hal ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu Microsoft Project. Berdasarkan hasil Analisis perhitungan pada proyek Pembangunan Sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur diketahui bahwa total durasi yang didapatkan selama 286 hari dengan total biaya, yaitu Rp88.599.145.500,00.
Perhitungan Waktu dan Biaya Pelaksanaan Pembangunan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Menggunakan Aluminium Formwork Ma'arif, Mohammad Wildan Ma'arif; Fauzi, Aan
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.130799

Abstract

Perhitungan waktu dan rencana anggaran biaya pelaksanaan pada suatu proyek merupakan hal yang penting dalam manajemen konstruksi proyek karena pada dasarnya keberhasilan suatu proyek dapat ditinjau dari ketepatan waktu dalam proses pelaksanaan serta keuntungan dalam biaya. Maka kinerja proyek dapat direncanakan secara teliti dan cermat dengan dilihat dari indikator waktu dan biaya pembangunan proyek. Pemilihan material pada pekerjaan proyek sangat berpengaruh pada saat pelaksanaannya, terutama pada pemilihan jenis bekisting yang akan digunakan. Oleh karena itu, pada proyek tugas akhir ini Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur akan dilakukan perhitungan kembali dengan menggunakan metode bekisting aluminium formwork. Bekisting merupakan cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beban selama beton dituang hingga beton mengeras dan dibentuk sesuai dengan yang direncanakan. Bekisting aluminium ini memiliki ukuran cukup besar, namun ringan untuk seorang pekerja Bekisting aluminium jika dibandingkan dengan bekisting konvensional, dari segi durasi produktivitas, kualitas dan penggunaan bekisting aluminium merupakan bekisting yang efektif digunakan terutama pada proyek yang memiliki tipe lantai tipikal karena dapat digunakan berkali-kali dan biaya untuk tenaga kerja relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bekisting konvensional. Penyusunan proyek akhir dimulai dari mengidentifikasi item pekerjaan kemudian menghitung volume dan produktivitas. Perhitungan tersebut akan menentukan durasi item pekerjaan yang selanjutnya digunakan untuk menyusun penjadwalan. Penjadwalan menggunakan Crirical Path Metdhod (CPM) dengan mengaplikasikan program bantu Microsoft Project. Hasil analisa perhitungan waktu diperoleh selama 93 hari kerja dan biaya pelaksanaan sebesar Rp19,142,645,798.