cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Visualisasi 3 Dimensi Tinggi Bangunan terhadap Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Nabila, Cut Sahda; Budisusanto, Yanto
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.131118

Abstract

Keselamatan penerbangan adalah suatu keadaan yang mensyaratkan keselamatan dalam moda transportasi udara terpenuhi. Untuk mendukung terwujudnya keselamatan penerbangan di Indonesia, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, yang salah satunya membahas tentang ruang udara bebas di sekitar bandara yang disebut dengan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Berdasarkan peraturan tersebut, seharusnya tidak ada objek apapun dalam wilayah KKOP yang dapat membahayakan penerbangan. Namun, masih banyak ditemukan objek-objek yang terindikasi sebagai rintangan di dalam wilayah KKOP berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM.5 tahun 2004 bab 3. Di sekitar Bandara Juanda Surabaya, terdapat bangunan yang dianggap melebihi batas KKOP, yaitu gedung City of Tomorrow karena memiliki ketinggian 115 m di dalam radius 8 hingga 10 km. Perlu dibuat sebuah model visualisasi yang dapat menggambarkan ketinggian-ketinggian dari objek di sekitar bandara agar proses pendataan dan seleksi dapat dilakukan dengan akurat. Visualisasi 3 dimensi dari objek dapat ditampilkan secara lebih mudah teridentifikasi dan dapat terlihat lebih jelas ketika melebihi ketinggian KKOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 bangunan yang melebihi batas ketinggian KKOP. Empat diantaranya berada di kawasan permukaan kerucut.
Desain dan Analisis Kekuatan Struktur Suspensi All Whell Drive Vehicle Wijayanto, Madha Rizaldy; Guntur, Harus Laksana
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.131161

Abstract

Salah satu bidang yang mengalami kemajuan seiring perkembangan teknologi adalah kekuatan struktur dalam dunia otomotif. Penelitian ini fokus pada analisis statis dan dinamis suspensi all-wheel drive vehicle dengan metode elemen hingga di ANSYS Workbench 2021 R2. Material yang digunakan adalah structural steel dan baja AISI 1085. Analisis statis mencakup pengujian static structural untuk mendapatkan nilai tegangan von-misses dan total deformasi. Analisis dinamis melibatkan pengujian modal analysis untuk mengetahui mode shape dan natural frequency, serta pengujian harmonic response analysis untuk memahami pembebanan dinamis akibat getaran grafik frequency response. Dari penelitian ini pada simulasi statis, dengan menggunakan material carbon steel dan AISI 1085, dan terdapat dua desain. Didapatkan nilai maximum stress pada kedua desain sebesar 309,7 MPa dan 325,2 MPa, total deformation kedua desain sebesar 95,707 mm dan 102 mm, dan untuk safety factor kedua desain adalah sebesar sebesar 1,34 dan 1,27. Dari besar maximum stress kedua desain yang masih dibawah yield strength material dan safety factor kedua desain diatas 1 (S_f>1), maka desain kedua desain aman digunakan pada berat 1200 kg. Pada pengujian modal analisis didapatkan frekuensi kedua desain yaitu sebesar 28,367 Hz dan 27,445 Hz. 3. Pada pengujian fatigue harmonic response nilai alternating stress didapatkan secara berturut-turut, yakni 3750,27 dan 3760,145 MPa. Dan safety factor dari kedua desain adalah 0.22.
Analisis Mitigasi Risiko Rantai Pasok dengan Metode House of Risk (HOR) dan Fuzzy Logic pada Industri Bahan Kimia Pelentur Plastik Budhi, Ameera Qonita; Vanany, Iwan
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.131456

Abstract

PT X merupakan industri yang bergerak pada bidang pembuatan liquid atau cairan yang bernama Dioctyl Phthalate (DOP) dan Diisononyl Phthalate (DINP) yang merupakan bahan baku plastik atau PVC. Saat ini PT X dalam penerapan manajemen risikonya menggunakan ISO tabel14000, dan ISO 9000 yang mana framework ini dirasa masih kurang sesuai bagi PT X dikarenakan meskipun telah menerapkan mitigasinya, masih terdapat tingkat risiko yang tinggi dalam hasil skoringnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode House of Risk (HOR) dan Fuzzy Logic. House of Risk digunakan untuk menentukan peringkat risiko beserta mitigasinya, sedangkan fuzzy logic digunakan dalam perhitungan severity dan occurrence. Didapatkan 22 kejadian risiko yang berpengaruh dalam proses supply chain perusahaan. Identifikasi kejadian risiko ini terbagi pada masing-masing proses bisnis yaitu 6 kejadian risiko di proses plan, 4 kejadian risiko di proses source, 10 kejadian risiko di proses make, dan 2 kejadian risiko di proses deliver. Selain itu terdapat 53 agen risiko, yaitu 12 agen risiko di proses plan, 9 agen risiko di proses source, 44 agen risiko di proses make, dan 6 agen risiko di proses deliver. Setelah dilakukan perhitungan FARP dan dilakukan perankingan, didapatkan 3 agen risiko prioritas yaitu A9 (perubahan jadwal produksi supplier), A44 (target produksi tidak tercapai), dan A5 (persediaan bahan baku kurang). Pada HOR 2 diberikan 8 usulan strategi mitigasi. Berdasarkan diagram pareto, strategi mitigasi yang menjadi prioritas yaitu P1 (melakukan perhitungan re order point).
Model Preferensi Komuter Sidoarjo – Surabaya Terhadap Bus Trans Jatim dengan Metode SEM Bagaskara, Hananta Rizky Brahmantya; Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.131527

Abstract

Bus Trans Jatim Koridor 1 pertama kali beroperasi pada Tanggal 19 Agustus 2022 setelah diresmikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Terminal Porong Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Bus Trans Jatim melayani wilayah Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi komuter Sidoarjo – Surabaya terhadap penggunaan Bus Trans Jatim. Metode analisis yang digunakan adalah SEM (Structural Equation Model), dimana bertujuan untuk mengukur besar pengaruh indikator karakteristik pelaku perjalanan, karakteristik pola perjalanan, operasional, kenyamanan dan keamanan, integrasi akses, serta informasi komunikasi terhadap preferensi komuter menggunakan Bus Trans Jatim. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang menjadi preferensi komuter Sidoarjo – Surabaya terhadap penggunaan Bus Trans Jatim yang cukup signifikan adalah indikator karakteristik pelaku perjalanan (X1) serta kenyamanan-keamanan (X4). Pada indikator X1, variabel teramati yang memiliki pengaruh cukup signifikan dalam preferensi pengguna adalah pendapatan serta kepemilikan kendaraan pribadi. Sedangkan untuk indikator X4, variabel yang memiliki nilai pengaruh cukup signifikan adalah keamanan pada halte bus, kenyamanan-keamanan di dalam bus. Analisis yang dilakukan menghasilkan suatu model matematis seputar preferensi pengguna Bus Trans Jatim, yakni Y = 0,096 X1+0,261 X4. Hasil tersebut diharapkan akan bermanfaat bagi pengembangan pelayanan Bus Trans Jatim pada koridor – koridor baru kedepannya, serta dapat dijadikan sebagai masukan untuk mengoptimalkan pelayanan Bus Trans Jatim pada koridor 1.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Pepen-Ahmad Yani, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur Ramadhan, Rafly Rizky; Kartika, Anak Agung Gde; Buana, Cahya
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.132614

Abstract

Selama tahun 2022 terjadi kelonggaran mobilitas masyarakat akibat Covid-19 yang mulai melandai hal ini ditandai dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupatan Malang. Sebanyak 5 kecamatan terdata sebagai penyumbang kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia, salah satu diantaranya ialah Kecamatan Kepanjen. Dengan tingginya angka kecelakaan ini membuat perlunya dilakukan audit di ruas jalan utama yang termasuk ruas jalan nasional yakni ruas Jalan Raya Pepen sampai dengan ruas Jalan Raya Ahmad Yani. Analisis dilakukan dengan tujuan mengetahui besar angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi menggunakan metode Accident Rate, mencari titik lokasi rawan kecelakaan (Black spot) dengan metode Cummulative Sumarry (Cusum), menghitung biaya korban akibat kecelakaan yang terjadi dengan metode The Gross Output (Human Capital). Dengan penelitian ini, diharapkan ditemukan alternatif solusi yang tepat guna untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di masa mendatang. Dari hasil analisis diperoleh angka kecelakaan tertinggi dengan tipe kecelakaan berat berada pada ruas Jalan Raya Panglima Sudirman pada tahun 2020 dengan angka kecelakaan sebesar 4,17 kecelakaan/100JPKP dan untuk tipe kecelakaan sedang berada pada ruas Jalan Raya Ngadilangkung pada tahun 2022 dengan angka kecelakaan sebesar 40,12 kecelakaan/100JPKP. Titik lokasi rawan kecelakaan (Black Spot) berdasarkan terletak pada STA 102+700 s.d. 103+700, STA 104+800 s.d. 105+000 dan STA 106+000 s.d. 107+000. Total biaya korban kecelakaan pada tahun 2020 sebesar Rp 726.251.841, untuk tahun 2021 sebesar Rp 20.514.038, dan tahun 2022 sebesar Rp 91.082.330.
Penurunan Kandungan BOD, COD, TSS, dan Warna pada Limbah Cair Industri Batik Menggunakan Cyperus papyrus dan Eleocharis dulcis dengan Sistem Reed Bed Rofiqoh, Aina Nur; Titah, Harmin Sulistiyaning
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.121950

Abstract

Proses pembuatan batik menggunakan pewarna sintetis dan bahan kimia menghasilkan air limbah mengandung zat-zat kimia yang meningkatkan kandungan BOD, COD, TSS, dan warna pada air limbah. Pengolahan air limbah dengan sistem reed bed merupakan salah satu alternatif yang banyak digunakan karena kemudahan dalam konstruksi dan pemeliharaannya. Struktur utama reed bed system (RBs) yaitu lapisan bawah yang kedap air, terdapat kerikil dan pasir sebagai media penyaringan alami, dan tumbuhan. Tumbuhan Cyperus papyrus dan Eleocharis dulcis dapat meningkatkan kualitas air karena mempunyai kemampuan menyerap pencemar dalam air. Penelitian ini menganalisis kemampuan tumbuhan Cyperus papyrus dan Eleocharis dulcis dalam menurunkan kandungan pencemar pada air limbah industri batik menggunakan sistem reed bed dengan tipe pengaliran free surface flow (FSF) secara batch selama 7 hari. Karakteristik limbah cair industri batik di salah satu home industry batik di Kecamatan Kauman, Tulungagung mempunyai kandungan BOD 1123,65 mg/L, COD 2488,89 mg/L, TSS 1380 mg/L, pH 7,4, dan warna 0,859 A. Hasil Range Finding Test (RFT) tumbuhan dapat bertahan hidup pada konsentrasi limbah 10%. Penurunan kandungan BOD, COD, TSS, dan warna limbah cair industri batik paling efektif dan memenuhi baku mutu yaitu pada reaktor menggunakan tumbuhan Cyperus papyrus dengan waktu tinggal 5 hari dengan kandungan BOD 24,56 mg/L, COD 114,29 mg/L, TSS 50 mg/L, dan warna 0,038 A. Efisiensi penyisihan BOD 78,14%, COD 54,08%, TSS 63,77%, dan warna 56,34%.
Perencanaan Pengelolaan limbah Industri Makanan Ringan Skala Rumah Tangga Berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R) di Desa Watubonang Kabupaten Ponorogo Maharsiwi, Anindya Zahra; Marsono, Bowo Djoko
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.121956

Abstract

Salah satu industri pangan berskala rumah tangga yang memproduksi makanan ringan berbahan ikan di Ponorogo belum memiliki belum memiliki pengelolaan limbah yang baik, sehingga semua limbah hasil produksi langsung dibuang ke saluran irigasi dan lahan kosong. Limbah yang dihasilkan oleh industri tersebut memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi sehingga mengakibatkan timbulnya beberapa permasalahan, antara lain bau busuk, kematian ikan dan biota lainnya pada badan perairan penerima limbah, serta eutrofikasi karena kelebihan nitrogen dan fosfor. Dalam upaya untuk mencegah pencemaran lingkungan, mengurangi peredaran limbah, dan mewujudkan proses produksi yang lebih baik dapat dilakukan pengelolaan limbah cair dan padat dengan konsep 3R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Data yang dikumpulkan berupa data primer dengan cara survey lapangan, wawancara, sampling dan analisis laboratorium dan penelitian lapangan, serta data sekunder didapat melalui studi literatur. Perencanaan mencakup pengelolaan berbasis 3R untuk limbah cair dan padat, serta engineering design unit untuk kegiatan pengelolaan limbah beserta BOQ dan RAB. Berdasarkan hasil analisis reduce dilakukan pada limbah cair, limbah padat compostable dan non-recycable. Reuse dilakukan pada limbah cair dan limbah padat recyclable. Recycle dilakukan pada limbah padat compostable dan recyclable. Berdasarkan perhitungan Engineering Design (ED) pengolahan limbah cair dilakukan dengan unit grease trap berukuran panjang 0,5 m; lebar 0,25 m; kedalaman 0,45m, bak ekualisasi yaitu panjang 0,65 m; lebar 0,8 m; kedalaman 0,8 m, anaerobic baffled reactor yaitu panjang 0,65 m; lebar 0,7 m; kedalaman 1,3 m, dan constructed wetland yaitu panjang 5 m; lebar 0,8 m; kedalaman 1 m. Pewadahan limbah padat menggunakan bak plastik HDPE tertutup dengan ukuran, untuk limbah compostable 120 L, limbah recycable dan non-recycable 240 L. Pengomposan dilakukan pada limbah padat compostable secara aerob di dalam bak plastik HDPE ukuran 280 L sebanyak 8 buah.
Pra Desain Pabrik Pulp dari Limbah TKKS dengan Metode Organosolv Prakoso, Adidoyo; Izza, Lianti Nur; Juliastuti, Sri Rachmania
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.122046

Abstract

Industri pulp dan kertas nasional memiliki prospek yang cukup cerah di masa depan, dan berpeluang untuk terus berkembang. Hal ini antara lain didukung oleh prospek permintaan meningkat pada kertas kemasan (packaging). Proses produksi kertas merupakan suatu rangkaian proses yang merubah fibrous feedstocks menjadi pulp. Pada produksi pulp menggunakan metode organosolv terdapat lima tahapan proses yaitu pre-treatment, pulping process, washing and separation, dan ethanol recovery. Proses pertama yaitu pre-treatment dilakukan untuk mereduksi ukuran bahan baku utama yaitu tandan kosong kelapa sawit. Selanjutnya dilakukan proses pulping menggunakan ethanol dalam digester bertekanan 15 atm. Kemudian dilakukan tahap pencucian dan pemisahan slurry pulp dengan filtrat berupa larutan lignin. Lalu pulp akan dikeringkan menggunakan tray dyer sebelum dimasukan pada tangki penampung produk berupa pulp. Pabrik pulp dari TKKS ini didirikan di Kawasan Industri Dumai, Riau. Kawasan tersebut dipilih dikarenakan ketersediaan bahan baku yang amat melimpah di daerah tersebut (luas lahan kelapa sawit terluas di Riau dan terdapat banyak pabrik CPO), ketersediaan air melimpah, sumber energi listrik cukup memadai, jumlah tenaga kerja pada usia kerja memenuhi, dan dilandaskan hukum serta topologi daerah yang memadai jika dibangun pabrik di daerah tersebut. Adapun, dari hasil analisa perhitungan ekonomi didapatkan IRR 18,48%, POT 7 tahun, dan BEP 57,76%. Jika dilihat secara keseluruhan, rata-rata %IRR, BEP dan POT masih menunjukkan bahwa pabrik pulp dari tandan kosong kelapa sawit menggunakan metode organosolv ini layak untuk didirikan.
Pra Desain Pabrik Amonia dari Gas Alam Menggunakan Metode KBR-Purifier Berkapasitas 2900 MTPD Mujiburrosyid, Ahmad; Sholehudin, Mukhlis; Widjaja, Tri
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.122132

Abstract

Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3 yang memiliki sifat kaustik dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Senyawa yang pertama kali ditemukan oleh J. B. Priestly pada tahun 1774 ini banyak digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan pupuk, mulai dari urea, amonium fosfat, amonium nitrat, hingga kalsium amonium nitrat. Oleh karena itu, industri amonia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan pupuk dan umumnya akan meningkat ketika masa cocok tanam yang membuat petani akan lebih sering menggunakan pupuk. Proses pembuatan Amonia menggunakan metode KBR-Purifier dapat diuraikan menjadi beberapa tahapan proses berikut, diawali desulfurisasi, reforming, shift conversion, absorbsi, methanasi, drying, purifier, converter dan refrigerasi amonia.Bahan baku utama dalam proses pembuatan amonia yaitu gas alam dengan komposisi 94,46% hidrokarbon, 5,5% CO2, dan sisanya adalah N2. Kapasitas produksi Amonia direncanakan sebesar 957.000 ton/tahun. Perencanaan ini berdasarkan dari nilai produksi, konsumsi, ekspor, dan impor Amonia yang diproyeksikan hingga tahun 2025. Dalam memenuhi kapasitas produksi, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam sehari selama 330 hari setahun. Bahan baku gas alam yang digunakan dalam proses pembuatan Amonia berupa gas alam sebesar 5517 kgmol per jam atau kurang lebih sekitar 120 MMSCFD. Dari perhitungan analisa ekonomi, dengan harga jual Amonia sebesar $800 per ton. Diperoleh nilai Internal Rate Return (IRR) sebesar 26,08%. Dengan IRR tersebut mengindikasikan bahwa pabrik layak untuk didirikan dengan suku bunga 6% dan waktu pengembalian modal (pay out period) selama 2,7 tahun. Perhitungan analisa ekonomi didasarkan pada discounted cash flow. Modal untuk pendirian pabrik menggunakan rasio 40% modal sendiri dan 60% modal pinjaman. Modal total yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik adalah sebesar $ 777.765.687. Sedangkan Break Event Point (BEP) yang diperoleh adalah sebesar 55%.
Pra Desain Pabrik Metanol dari Batubara Visesa, I Made Deago Nugra; Trianjani, Aditya Luthfi; Wiguno, Annas; Kuswandi, Kuswandi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.122152

Abstract

Salah satu komoditas yang diprioritaskan dalam petrokimia hulu berdasarkan RIPIN 2025-2035 adalah metanol. Hal ini dikarenakan metanol telah banyak digunakan di berbagai sektor industri kimia sebagai pelarut, sebagai antifreeze, dan gas hydrate inhibitor pada industri migas. Metanol juga merupakan bahan baku yang memiliki banyak produk turunan. Berdasarkan pertimbangan di atas, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dan memajukan industri kimia nasional, dilakukan perencanaan pra desain pabrik metanol dengan bahan baku batubara kualitas rendah. Produksi metanol dari batubara melalui beberapa tahapan proses yaitu Preparasi Batubara, Proses Gasifikasi, Proses Purifikasi Syngas, Proses Sintesis Metanol, dan Proses Purifikasi Metanol. Rencana pendirian pabrik ini akan dilakukan selama dua tahun dengan umur pabrik selama 15 tahun. Untuk memproduksi Metanol sebanyak 630.000 ton/tahun, diperlukan Operating Expenditures (OPEX) sebesar $110.382.415 dengan Capital Expenditures (CAPEX) sebesar $205.310.456 total penjualan sebesar $252.000.000. Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 40% dan modal pinjaman sebesar 60%. Berdasarkan analisa ekonomi, Internal Rate of Return (IRR) pabrik ini sebesar 28.69% dengan bunga sebesar 8% per tahun dan laju inflasi 2,18%. Sedangkan untuk Pay Out Time (POT) selama 6 tahun 6 bulan, Break Even Point (BEP) sebesar 29.62% kapasitas pabrik, dan Net Present Value (NPV) yang bernilai positif yaitu sebesar $327.164.565.