cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Pabrik LNG dengan Proses Refrigerasi Propane Pre-Cooled Mixed Refrigerant (C3MR) di Bangkudulis, Kalimantan Utara Novandira, Belva Angeline; Integrity, Justian Immanuel; Widjaja, Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.147783

Abstract

Indonesia diketahui memiliki cadangan gas alam yang berlimpah dengan total per tahun 2021 yaitu sebesar 60,61 TSCF atau sekitar 6.061.000 MMSCFD menjadikannya energi primer terbanyak ketiga setelah minyak bumi dan batu bara. Pemanfaatan gas alam pun mulai banyak dilakukan sebagai salah satu solusi dalam pemenuhan kebuhan berbagai sektor di Indonesia. Pengolahan gas alam menjadi produk Liquified Natural Gas (LNG) menempati urutan pertama dalam presentase pemanfaatan gas alam. Untuk memenuhi kebutuhan akan LNG, dilakukan perancangan pabrik LNG yang berlokasi di Bangkudulis, Kalimantan Utara. Kalimantan diketahui memiliki potensi sumber gas alam yang cukup besar dengan cadangan terbukti sebesar 2924,71 per tahun 2021. Kapasitas produksi pada pabrik ini sebesar 250 MMSCFD. Empat unit yang digunakan dalam proses pengolahan pabrik LNG ini yaitu unit separasi dengan two phase horizontal separator, aMDEA Acid Removal Gas, Dehydration menggunakan molecular sieve berukuran 4A, 5A, dan 13X, fraksinasi menggunakan 2 fraksinator yaitu de-ethanizer dan de-butanizer, serta liquifikasi C3MR. Produk utama yang dihasilkan pabrik ini adalah LNG sebesar 181.085,70 kg/jam (211,5 MMSCFD) dengan produk samping LPG sebesar 22.921,890 kg/jam dan kondensat sebesar 7.245,16 kg/jam. Pabrik LNG ini memiliki kebutuhan panas atau energi sebesar 38.218,34 kW. Untuk mendirikan pabrik ini, diperlukan Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp 12.443.702.392.877,70 dengan perkiraan umur pabrik selama 10 tahun. Perhitungan untuk menganalisis ekonomi dilakukan dan diperoleh nilai IRR sebesar 22,52%, dengan waktu pengembalian modal (POT) selama 4,54 tahun dan BEP sebesar 28,28%.
Desain Pabrik Proses Produksi LNG Dengan Metode Refrigerasi Dual Mixed Refrigerant (DMR) Di Bangkudulis, Kalimantan Utara Al-Ghifari, Admiral Yagi; Maulidarsyah, Muhammad Fauzan; Widjaja, Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.147820

Abstract

Desain Pabrik Proses Produksi LNG ini menggunakan metode refrigerasi Dual Mixed Refrigerant (DMR) dengan bahan baku sebesar 250 MMSCFD dan kapasitas produksi sebesar 2,08277 MTPA yang berlokasi di Bangkudulis, Kalimantan Utara. Proses utama dari pabrik ini terdiri dari pre-treatment section, fractionation section, dan liquefaction section. Berdasarkan serangkaian proses yang telah dibuat, gas alam dengan laju alir massa 262.975,95 kg/jam dapat diolah menjadi beberapa produk berupa 183.384,14 kg/jam LNG, 22.828,34 kg/jam LPG, dan 7.345,33 kg/jam Condensate. Berdasarkan analisis ekonomi, dapat disimpulkan bahwa didapatkan nilai Capital Expenditure sebesar Rp 10.296.417.582.839; Operational Expenditure sebesar Rp 7.027.731.887.247; Internal Rate of Return sebesar 27,41%; Pay Out Time selama 4 tahun 9 bulan dengan estimasi umur pabrik selama 15 tahun; dan Break Even Point sebesar 35,53%. Dari data analisis kelayakan diatas, dapat disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan.
Desain Pabrik Biodiesel dari Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) Luciano, Trinetta Ayumi; Lisandi, Nabiilah Auralyaa; Ni'mah, Hikmatun
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.147937

Abstract

Biofuels atau Bahan Bakar Nabati (BBN), dianggap sebagai alternatif yang potensial untuk menggantikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan peningkatan produksi bioetanol dan biodiesel, Indonesia menjadi peringkat dua pada negara produsen biofuel terbesar setelah amerika. Pabrik pembuatan biodiesel dari Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) dibangun melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi metode Lurgi untuk memenuhi kebutuhan pasar biodiesel yang meningkat setiap tahunnya dengan kapasitas 270.000 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pabrik biodiesel adalah PFAD yang merupakan produk samping dari pemurnian Crude Palm Oil (CPO). Pabrik ini direncanakan akan dibangun di Provinsi Sumatera Utara di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, hal ini telah dipertimbangkan melalui beberapa aspek diantaranya adalah ketersediaan bahan baku dan wilayah pemasaran. Proses esterifikasi dan transesterifikasi akan dilakukan pada suhu 60 oC pada tekanan 1 atm dengan tingkat konversi 98% dan 99%. Dalam pembuatan biodiesel ini, H2SO4 digunakan sebagai katalis asam dalam proses esterifikasi yang merupakan asam kuat sehingga mampu untuk membantu meningkatkan laju reaksi pada proses esterifikasi. Sedangkan, NaOH digunakan sebagai katalis basa dalam proses transesterifikasi yang merupakan basa kuat untuk mengonversi trigliserida menjadi metil ester. Selain biodiesel, dalam proses ini terdapat produk samping yang dapat dihasilkan yaitu Gliserol yang dihasilkan dari proses transesterifikasi. Dari analisis perhitungan ekonomi, didapatkan modal CAPEX sebesar Rp905.496.880.571, OPEX sebesar Rp41.563.513.988/tahun. NPV yang didapatkan bernilai positif dengan nilai sebesar Rp2.381.564.919.242. Dari perhitungan tersebut, didapatkan IRR sebesar 25,16%, dengan POT selama 7,2 tahun. Sedangkan, BEP (Break Even Point) yang didapatkan adalah sebesar 35,35% Dengan hasil analisis yang dilakukan maka disimpulkan bahwa pabrik biodiesel dengan kapasitas 270.000 ton/tahun secara teknis layak untuk didirikan.
Desain Pabrik Bioetanol dari Batang Sorgum dengan Kapasitas 15.000 kL/Tahun Febiani, Evania Christiana; Felisia, Luciana; Kuswandi, Kuswandi; Wiguno, Annas
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.147983

Abstract

Kebutuhan energi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, sementara sumber daya utama yang sampai saat ini masih digunakan berbahan dasar fossil yang tak terbarukan. Hal tersebut menyebabkan mulai dikembangkannya berbagai alternatif, salah satunya bioetanol yang merupakan bagian dari biofuel. Bahan baku bioetanol banyak dikembangkan, salah satunya yang berasal dari batang sorgum. Penggunaan batang sorgum sebagai bahan baku bioetanol dinilai menguntungkan dari segi ekonomi maupun teknis, sehingga dirancang suatu pabrik bioetanol dari batang sorgum dengan rancangan kapasitas sebesar 15.000.000 L/tahun. Proses utama dari pabrik ini adalah pre-treatment untuk degradasi lignin, fermentasi dengan teknologi SSCF, dan purifikasi menggunakan distilasi serta molecular sieves. Pabrik yang didesain akan mulai beroperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2027 dengan asumsi operasi 330 hari dalam satu tahun. Analisis ekonomi dilakukan dan didapatkan data Capital Expenditure (CAPEX) sebesar Rp217.181.210.789; Operational Expenditure (OPEX) sebesar Rp170.197.041.372; Net Present Value (NPV) sebesar Rp84.770.408.771 dengan Internal Rate of Return sebesar 19,50%, Break Even Point (BEP) sebesar 50,55% dan Pay-out Time (POT) selama 6 tahun setelah pabrik beroperasi. Tak hanya itu, pabrik ini juga menekankan konsep green industry yang didasarkan pada peraturan pemerintah dengan adanya unit pengolahan limbah serta memanfaatkan kembali limbah yang meaish memiliki nilai ekonomi. Disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
Desain Pabrik Bioetanol Dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Martin, Gerardo; Nau, Steven Edvardomaris; Juliastuti, Sri Rachmania
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.148977

Abstract

Setiap tahun, kebutuhan energi yang meningkat mendorong banyak penelitian untukmencari alternatif bahan bakar fosil. Salah satunya adalah bioetanol, yang diharapkan dapatmenjadi pengganti bensin. Saat ini, bioetanol digunakan sebagai campuran dalam bensinuntuk meningkatkan kualitasnya. Hadirnya oksigen dalam bioetanol meningkatkan efisiensidan mengurangi emisi yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti partikulat dan gasnitrogen oksida. Bioetanol dapat diproduksi menggunakan bahan baku biomassa, sepertibagasse tebu.Proses produksi bioetanol telah berkembang dari generasi pertama hingga keempat.Generasi pertama menggunakan bahan pangan, generasi kedua menggunakan bahan nonpangan yang dianggap menguntungkan secara ekonomi dan teknis karena memanfaatkanlimbah agrikultur, generasi ketiga menggunakan mikro atau makro alga, sedangkan generasikeempat menggunakan organisme termodifikasi. TKKS masuk dalam generasi keduasehingga produksi bioetanol dari TKKS tidak hanya mengurangi limbah tetapi jugamenghasilkan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.Pabrik bioetanol dari TKKS ini bertujuan untuk mendukung program pemerintahdalam transisi energi ke green energy. Dengan kapasitas produksi 5.000.000 L/tahun selama330 hari operasi, pabrik direncanakan akan dibangun di Kawasan Industri Dumai, Riau,Sumatera. Lokasi ini dipilih untuk meminimalkan biaya transportasi bahan baku karenaberada di satu pulau.Proses produksi bioetanol dari TKKS melibatkan tiga proses utama: pre-treatment,fermentasi (sebagai proses utama), dan purifikasi. Proses pre-treatment bertujuan untukmereduksi ukuran TKKS, menghilangkan kotoran, dan mendegradasi lignin menggunakanlarutan natrium hidroksida encer. Proses fermentasi menggunakan teknologi Simultaneous Saccharification Co-Fermentation (SSCF) di mana hemiselulosa dan selulosa pada TKKSdikonversi menjadi etanol dengan bantuan mikroba seperti Saccharomyces cerevisiae danScheffersomyces stipitis. Proses purifikasi melalui distilasi dan dehidrasi bertujuan untukmemisahkan etanol dari impuritasnya.Tinjauan ekonomi rancangan pabrik ini didasarkan pada dua sumber dana, yaituinvestasi modal sendiri sebesar 60% dan biaya modal pinjaman bank sebesar 40%. Hasilanalisa ekonomi mendapatkan nilai-nilai sebagai berikut: Capital Expenditure (CAPEX) : Rp133.995.418.843, Operational Ecpenditure (OPEX) : Rp45.759.391.627, Net Present Value (NPV) : Rp155.179.870.172, Internal Rate of Return (IRR) : 19,62%, Pay Out Time (POT) : 5,23 tahun, Break Even Point (BEP) : 52,52%Berdasarkan hasil analisa ekonomi, nilai-nilai %IRR, BEP, dan POT menunjukkan bahwaPabrik Bioetanol dari TKKS ini layak didirikan.
Penentuan Faktor-Faktor yang Berpengaruh dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Berbasis Perikanan Tangkap di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Salim, Zhamira; Kusuma, Surya Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.122829

Abstract

Kecamatan Pasongsongan merupakan penghasil perikanan tangkap terbesar ketiga di Kabupaten Sumenep setelah Kecamatan Sapeken dan Raas. Potensi perikanan tersebut mampu memberikan kontribusi terhadap nilai PDRB. Dalam arahan RTRW Kabupaten Sumenep, Kecamatan Pasongsongan ditetapkan sebagai pusat kawasan minapolitan. Namun, sampai saat ini masih belum ada tindak lanjut dari proses pengembangannya. Saat ini ditemui kondisi TPI yang belum optimal dalam kegiatan pemasaran, kegiatan penangkapan serta kapal dan alat tangkap yang masih bersifat tradisional, kurangnya sarana dan prasarana pendukung seperti cold storage dan pabrik es, kurangnya pelayanan SPBN dalam menyediakan bahan bakar nelayan, dan masih adanya sistem ijon dalam kegiatan distribusi ikan hasil tangkapan. Permasalahan tersebut bisa berdampak terhadap menurunnya kesejahteraan nelayan dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan kawasan minapolitan berbasis perikanan tangkap di Kecamatan Pasongsongan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis delphi dengan responden sejumlah 8 responden. Terdapat 26 variabel yang digunakan dalam analisis delphi. Didapatkan 26 faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan minapolitan berbasis perikanan tangkap di Kecamatan Pasongsongan, di antaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, jaringan listrik, jaringan air bersih, jaringan persampahan, jaringan telekomunikasi, pelabuhan perikanan, TPI, cold storage, pabrik es, SPBU/SPDN, gudang pengepakan, docking/bengkel, mesin dan alat tangkap, lembaga masyarakat dan pemerintah, ketersediaan pasar, kegiatan distribusi, permodalan, ketersediaan dan kondisi jaringan jalan, pengolahan hasil perikanan, kontribusi pembiayaan, kebijakan pemerintah, pembinaan iklim usaha, dan pembinaan sumber daya manusia.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Harga Lahan pada Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika (Studi Kasus: Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat) Arrianta, Andika Mahendra; Navastara, Ardy Maulidy
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.126287

Abstract

Penentuan harga lahan merupakan suatu masalah yang cukup pelik di berbagai suatu daerah. Hal tersebut karena, seringkali penentuan harga lahan ditentukan berdasarkan faktor ataupun pengaruh yang jelas/pasti keberadaannya sebagai tolak ukur suatu harga lahan. Penggunaan dan kegiatan atas lahan dapat mengubah nilai suatu lahan yang memiliki dampak terhadap suatu harga lahan. Semenjak ditetapkannya kawasan penelitian Desa kuta menjadi salah satu desa yang berada di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika pada tahun 2014, Desa Kuta diduga mengalami ledakan harga lahan yang dapat dibilang sangat signifikan. Belum diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi harga lahan di kawasan penelitian ini memberikan dampak pada dinamisnya pasar lahan di kawasan setempat. Penelitian ini direalisasikan untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait apa saja yang mempengaruhi dinamika harga lahan sejak pertama kali dicetuskannya kebijakan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai KEK Pariwisata sejak tahun 2014 hingga sekarang, sekaligus menentukan faktor-faktor prioritas yang mempengaruhi dinamika harga lahan dari hasil identifikasi di kawasan penelitian Desa Kuta yang merupakan salah satu di antara Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika. Penelitian ini memiliki dua tahapan analisis, di antaranya: metode Delphi dan metode skala likert. Luaran atau hasil akhir dari penelitian ini ditemukan empat faktor prioritas yang menyebabkan dinamika harga lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika (Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah) berdasarkan hasil penilaian para stakeholders/expert. Faktor-faktor tersebut antara lain zoning regulations, jumlah lahan yang tersedia, manfaat lahan dan daya beli. Faktor zoning regulations dan jumlah lahan yang tersedia merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap ledakan harga lahan di kawasan penelitian Desa Kuta.
Evaluasi Keberlanjutan Urban Farming di Kampung Ngemplak Sutan, Kota Surakarta Rachmadillah, Fauziyyah Nur; Yusuf, Mochamad
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.123522

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki potensi sumber daya alam serta penduduk yang tersebar di berbagai pulau. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, sejalan dengan kebutuhan konsumsi yang turut meningkat. Urban farming menjadi salah satu upaya pemanfaatan lahan perkotaan yang terbatas melalui konversi lahan pekarangan menjadi lahan pertanian produktif, salah satunya berlokasi di urban farming di Kampung Sayur Organik, Kampung Ngemplak Sutan, Kota Surakarta. Namun dalam pelaksanaan terdapat permasalahan, seperti urban farming yang menjadi pekerjaan sampingan sehingga kurang diperhatikan, hingga masyarakat yang mulai tidak aktif dalam berkegiatan. Pengembangan urban farming juga merupakan sistem yang kompleks dan melibatkan banyak komponen serta unsur terintegrasi. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberlanjutan urban farming di Kampung Ngemplak Sutan, Kota Surakarta. Untuk mencapai tujuan, dilakukan pengumpulan data primer melalui observasi, kuesioner, dan wawancara, serta data sekunder melalui instansi dan literatur terkait. Kemudian dilakukan analisis Multidimensional Scaling and Rapid Appraisal for Sustainability (MDS/RAPS) untuk mengevaluasi keberlanjutan berdasarkan kondisi eksisting pelaksanaan urban farming di Kampung Ngemplak Sutan, Kota Surakarta. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa aspek sosial budaya memiliki nilai keberlanjutan tertinggi (75,44) dan termasuk kategori sangat berkelanjutan, sedangkan aspek ekonomi memiliki nilai keberlanjutan paling rendah (56,71) dan termasuk kategori cukup berkelanjutan.
Analisis Kualitas Jalur Pedestrian Jalan Kembang Jepun Kota Surabaya Budi, Dimas Setyo; Navastara, Ardy Maulidy
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.125401

Abstract

Koridor Jalan Kembang Jepun merupakan kawasan strategis di Kota Surabaya karena memiliki daya tarik wisata dan masuk dalam kawasan wisata Kota Lama Surabaya. Jalan Kembang Jepun juga memiliki fungsi sebagai area perdagangan dan jasa skala Kota Surabaya yang berpotensi berkembang ke skala regional. Namun kondisi jalur pejalan kaki di koridor Jalan Kembang Jepun belum optimal dan belum terfasilitasi dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas jalur pedestrian koridor Jalan Kembang Jepun. Analisis dilakukan dengan penilaian (skoring) persepsi dan harapan responden terharap kualitas jalur pedestrian koridor Jalan Kembang Jepun berdasarkan variabel yang telah ditetapkan. Penilaian ini melibatkan 100 responden, yakni pejalan kaki di Jalan Kembang Jepun atau masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di Jalan Kembang Jepun. Berdasarkan hasil penilaian kualitas pada seluruh variabel, didapatkan kualitas jalur pedestrian koridor Jalan Kembang Jepun secara keseluruhan memiliki persentase nilai 59% yang berarti “CUKUP BAIK”. Penelitian ini menghasilkan luaran bahwa ketersediaan fasilitas penunjang disabilitas termasuk kriteria tidak baik dengan persentase kualitas 22%, selanjutnya ketersediaan street furniture dan ruang interaksi sosial yang keduanya termasuk kriteria kurang baik dengan persentase kualitas 35%. Hal tersebut perlu mendapatkan prioritas peningkatan kualitas untuk mendukung pengembangan jalur pedestrian koridor jalan Kembang Jepun.
Faktor Prioritas Pengembangan Minawisata Di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Kurniawan, Jefriansyah Bayu; Santoso, Eko Budi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.124267

Abstract

Hampir di setiap sudut daerah Indonesia terdapat kawasan pesisir yang terkenal sebagai ekosistem perairan dengan sumberdaya yang melimpah, potensi budidaya perikanan, keanekaragaman hayati, dan daya tarik wisata bahari. Seperti kepingan logam yang saling bersatu, sektor perikanan dan pariwisata merupakan dua hal yang saling melengkapi satu sama lain. Terdapat dua pola pemanfaatan ruang dan sumberdaya dalam minawisata, yaitu gabungan pemanfaatan ruang dan irisan pemanfaatan ruang serta sumberdaya perikanan dan pariwisata yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor prioritas pengembangan minawisata di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan adalah metode analisis delphi untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh dalam pengembangan minawisata, setelah itu menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) guna mengetahui faktor-faktor prioritas pengembangan minawisata di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa faktor prioritas pengembangan minawisata di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik ada 4 faktor prioritas sebagai berikut, 1. Aksesibilitas; 2. Sumber daya manusia; 3. Daya dukung lingkungan; 4. Kelembagaan.