cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Kinerja Waktu pada Proyek Pembangunan Gedung Smart Automation Workshop PENS dengan Metode Earned Value Sultan, Sultan; Nurcahyo, Cahyono Bintang
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.131028

Abstract

Belakangan ini proyek konstruksi semakin bertumbuh pesat. Salah satu pembangunan proyek konstruksi yang sedang dibangun saat ini adalah Proyek Pembangunan Gedung Smart Automation Workshop PENS atau Politeknik Elektronika Negeri Surabaya yang terletak di Jl. Raya ITS, Kota Surabaya. Proyek ini direncanakan selesai dalam kurun waktu 69 minggu dimulai sejak Juli 2022 sampai dengan November 2023 dengan nilai kontrak sebesar Rp98.504.947.000. Waktu atau jadwal dalam pelaksanaan proyek memiliki batasan yang harus diperhatikan. Jika pelaksanaan melebihi batas waktu yang direncanakan atau mengalami keterlambatan, maka dapat mengakibatkan kerugian material dan immateriil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja waktu pada Proyek Pembangunan Gedung Smart Automation Workshop PENS dengan metode Earned Value sebagai bagian dari pengendalian proyek. Setelah mengetahui kinerja waktu proyek, maka dapat dihitung perkiraan waktu akhir yang diperlukan proyek dengan hasil kinerja yang telah didapatkan. Selain itu, dilakukan analisis faktor penyebab keterlambatan proyek dengan metode Fault Tree Analysis dan faktor penyebab kemajuan proyek yang terjadi dari hasil studi literatur dan wawancara. Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan peninjauan dari minggu ke-31 sampai dengan minggu ke-40 proyek. Berdasarkan hasil analisis, nilai SPI kurang dari 1 didapat pada minggu ke-31 sampai dengan minggu ke-33 yang menunjukkan bahwa waktu pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan. Sedangkan, nilai SPI lebih dari 1 didapat pada minggu ke-34 dan minggu ke-40 yang menunjukkan bahwa waktu pelaksanaan proyek lebih cepat dari perencanaan. Terdapat nilai yang menunjukkan waktu perkiraan penyelesaian akhir proyek selama 68 minggu pada minggu ke-36 yang lebih cepat 1 minggu dari waktu perencanaan. Tetapi terdapat nilai yang menunjukkan waktu perkiraan penyelesaian akhir proyek selama 70 minggu pada minggu ke-32 dan minggu ke-33 yang lebih lama 1 minggu dari waktu perencanaan. Faktor utama penyebab keterlambatan proyek terjadi pada pekerjaan tanah dan pondasi. Adapun faktor penyebab kemajuan merupakan dampak dari tindakan pengendalian dan percepatan terhadap basic event pekerjaan tanah dan pondasi mengalami keterlambatan.
Strategi Pengembangan Wisata Alam dan Budaya di Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru Menggunakan Konsep Place Branding Sitompul, Satya Raja; Koswara, Arwi Yudhi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.131614

Abstract

Setiap daerah memiliki potensi dan daya tarik wisata yang berbeda dan memiliki strategi pengelolaan dan pengembangan yang berbeda pula untuk menarik wisatawan. Kecamatan Rumbai Timur memiliki sumber daya alam yang menarik, termasuk hutan tropis, keindahan Sungai Siak dan keberagaman hayati. Dengan segala potensi pariwisata yang dimiliki, Kecamatan Rumbai Timur membutuhkan strategi pengembangan pariwisata dengan menerapkan konsep place branding yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan ciri khas Kecamatan Rumbai Timur sebagai destinasi pariwisata yang strategis. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Proses identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada pengembangan branding pariwisata dilakukan dengan teknik Content Analysis. Selanjutnya, dilakukan identifikasi potensi dan masalah dari setiap objek dan daya tarik wisata di Kecamatan Rumbai Timur menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Setelah itu, dilakukan identifikasi tingkat kepuasan pengunjung terhadap faktor-faktor branding dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Terakhir, untuk merumuskan strategi pengembangan wisata alam dan budaya di Kecamatan Rumbai Timur dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Dalam merumuskan strategi wisata alam dan budaya di Kecamatan Rumbai Timur dilakukan 4 tahap sasaran analisis. Berdasarkan hasil sasaran 1 diketahui bahwa terdapat 9 faktor pengembangan branding pariwisata yang terkonfirmasi. Pada sasaran 2 dilakukan kajian terhadap potensi dan masalah dari masing-masing faktor. Pada sasaran 3, dilakukan identifikasi untuk menilai kepuasan pengunjung terhadap fakor branding untuk menentukan tingkat kepentingan strategi pengembangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat total 33 strategi pengembangan pada kelima objek wisata yang diteliti. Strategi pengembangan difokuskan pada objek wisata yang mengalami penurunan kunjungan drastis yakni Danau Buatan, secara spesifik dalam aspek Brand Communication, strategi tersebut diantaranya adalah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dapat membantu pengelolaan Danau Buatan serta memperkuat peran lembaga kemasyarakatan yang mandiri dan profesional dalam mendukung pengembangan Danau Buatan.
Analisis Highest and Best Use pada Lahan Kosong di Jalan Mentawai II Kota Gresik Asyraf, Muhammad Rafly; Indryani, Retno
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.135254

Abstract

Lahan tidak termanfaatkan merupakan lahan yang memiliki dasar penguasaan, namun kurang dimanfaatkan oleh pemilik sesuai dengan sifat dan rencana tata ruang. Salah satu lahan yang kurang termanfaatkan dengan optimal adalah lahan kosong di Jalan Mentawai II Kota Gresik. Lahan seluas 5.502 m2 ini merupakan lahan milik PT. Bumi Lingga Pertiwi (BLP Properti). Saat ini lahan masih dalam keadaan kosong tanpa ada aktivitas di atasnya, padahal letak lahan tersebut berada pada kawasan komersial yang cocok untuk dikembangkan menjadi properti komersial seperti hotel, perkantoran, perto-koan apartemen, dan perumahan. Berdasarkan hal ini, maka perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis penggunaan lahan di Jalan Mentawai II Kota Gresik yang menghasilkan produktivitas maksimum. Untuk mengetahui peruntukan terbaik pada lahan di Jalan Mentawai II Kota Gresik dilakukan analisis dengan metode Highest and Best Use (HBU). Analisis HBU adalah penggunaan dari suatu lahan untuk mendapatkan peruntukan maksimum sehingga didapat penggunaan terbaik. Analisis ini meliputi empat hal pokok yaitu, aspek legal, aspek fisik, aspek finansial, dan produktivitas maksimum. Hal yang ditinjau dalam aspek legal meliputi zoning dan building code. Aspek fisik meliputi bentuk tanah, ukuran tanah, utilitas, dan aksesibilitas. Aspek finansial meliputi biaya investasi, penda-patan, pengeluaran, dan Net Present Value (NPV). Produktivitas maksimum meliputi nilai properti dan nilai bangunan untuk mendapatkan nilai lahan tertinggi. Dari hasil penelitian ini didapatkan tiga alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu pertokoan, apartemen, dan perkantoran. Dari ketiga alternatif tersebut, pengembangan lahan bangunan perkantor-an merupakan alternatif properti dengan penggunaan tertinggi dan terbaik bagi lahan obyek penelitian ini. Alternatif properti bangunan perkantoran memiliki nilai lahan sebesar Rp17.974.215,78/m2 dengan persentase kenaikan lahan sebesar 327% dari nilai lahan awal.
Analisis Highest and Best Use pada Lahan di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno Surabaya Firdaus, Muhammad Alvin; Indryani, Retno
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.135260

Abstract

Pertumbuhan penduduk Surabaya dan tingkat pere-konomiannya yang semakin meningkat menjadikan lahan seba-gai salah satu bidang investasi yang paling menjanjikan. Namun hal tersebut tidak seiring dengan ketersediaan lahan yang sema-kin terbatas. Potensi pengembangan lahan yang tidak terman-faatkan atau lahan kosong di Surabaya seiring berjalannya waktu terus berkembang. Salah satu lahan kosong di Surabaya seluas 5.785 m2 yang terletak di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Surabaya merupakan lahan da-lam keadaan kosong tanpa ada satu pun aktivitas di atasnya, meskipun letak lahan tersebut berdekatan pada kawasan komersial yang cocok untuk dikembangkan menjadi properti komersial seperti apartemen, hotel, perkantoran, dan peru-mahan. Untuk mengetahui penggunaan tertinggi dan terbaik pada lahan di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno Surabaya dilakukan dengan metode Highest and Best Use (HBU). Highest and Best Use (HBU) merupakan analisis terhadap kegunaan terbaik dan tertinggi dari suatu bidang tanah kosong, tanah yang dianggap kosong maupun properti yang sedang dalam tahap pengem-bangan. HBU ini meliputi empat kriteria, yaitu aspek legal, aspek fisik, aspek finansial, dan aspek produktivitas maksimum (maximally productive). Dari hasil penelitian ini didapatkan tiga alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu hotel, ruko, dan perkantoran. Dari ketiga alternatif properti tersebut, dapat disimpulkan bahwa alternatif properti yang dapat memberikan nilai lahan tertinggi dan terbaik dari nilai lahan awal adalah alternatif properti perkantoran yang memiliki nilai lahan sebesar Rp73.423.610,00/m2 dengan persentase kenaikan nilai lahan tertinggi, yaitu sebesar 357%.
Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Antara Metode Up Stage dengan Metode Down Stage pada Pekerjaan Grouting di Proyek Bendungan Lausimeme, Deli Serdang Fadhilah, Hilmy; Rohman, Mohammad Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.135306

Abstract

GGrouting merupakan suatu proses pemasukan suatu cairan dengan tekanan ke dalam rongga atau pori atau rekahan pada batuan, yang memadat dan keras secara fisika maupun kimiawi. Pada Proyek Pembangunan Bendungan Lausimeme, pekerjaan grouting pada posisi Riverbed perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum proses pekerjaan timbunan inti dilaksanakan. Oleh karena itu, pemilihan metode tersebut diharapkan mampu memenuhi aspek ekonomis, efektif, dan efisien pada proyek. Terdapat dua macam metode pelaksanaan pekerjaan grouting, yaitu Metode Up Stage dan Metode Down Stage. Namun, Metode Up Stage memiliki kemungkinan penggunaan material yang lebih banyak dibandingkan dengan Metode Down Stage karena pada Metode Down Stage sebagian rekahan di atasnya sudah digrouting. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan waktu dan biaya antara kedua metode tersebut. Analisis waktu ditentukan berdasarkan volume pekerjaan dan produktivitas total, dimana produktivitas total didapatkan dari penjumlahan antara produktivitas tenaga kerja yang didapatkan dari pengamatan di lapangan dan perhitungan produktivitas alat yang digunakan. Analisis waktu kemudian dilanjutkan dengan penjadwalan dengan menggunakan Bar Chart. Sedangkan analisis biaya dilakukan dengan menggunakan perhitungan berdasarkan Pedoman AHSP Bidang Umum Kementerian PUPR dan harga satuan didasarkan pada HSPK Kota Medan tahun 2022 kemudian dihitung RAB yang diperlukan untuk masing-masing metode. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil perbandingan dimana Metode Up Stage merupakan metode yang dapat dilaksanakan lebih cepat dengan selisih 16 hari serta biaya pelaksanaan yang lebih murah dengan selisih Rp 101.299.650 terhadap Metode Down Stage.
Pengaruh Perilaku Perjalanan Masyarakat Kawasan Pusat Kota Surabaya terhadap Produksi Emisi Karbon Anindya, Alfrida Ista; Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.130199

Abstract

Peningkatan suhu global yang terus berlangsung akibat pemanasan global telah menyebabkan dampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat di seluruh dunia. Sektor transportasi, khususnya kendaraan bermotor, telah diidentifikasi sebagai penyumbang utama emisi gas rumah kaca (GRK) yang berkontribusi pada pemanasan global. Indonesia, sebagai negara dengan populasi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, juga menghadapi masalah serius terkait emisi CO2 dari sektor transportasinya, dengan sektor transportasi darat sebagai penyumbang terbesar. Kawasan Surabaya Pusat, sebagai bagian penting dari kota metropolitan Surabaya dan pusat ekonomi, memiliki tingkat aktivitas transportasi yang tinggi dan menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan dan besaran pengaruh antara perilaku perjalanan masyarakat dan produksi emisi CO2 dari konsumsi bahan bakar kendaraan masyarakat di Kawasan Surabaya Pusat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui keterkaitan dan besaran pengaruh perilaku perjalanan masyarakat terhadap produksi emisi CO2 berdasarkan konsumsi bahan bakar kendaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan dan pengaruh perilaku perjalanan masyarakat terhadap produksi emisi CO2. Variabel perilaku perjalanan berupa pendapatan rumah tangga, jumlah motor, jumlah mobil dan panjang perjalanan apabila mengalami peningkatan, mempunyai keterkaitan serta pengaruh positif terhadap peningkatan produksi emisi CO2berdasarkan konsumsi bahan bakar kendaraan per rumah tangga.
Pola Mobilitas Pelajar Kampus dengan Layanan On-Demand Ride-Hailing di Surabaya Timur Berbasis Spatio-Temporal Rahma, Nur Zahro Charissa; Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.130664

Abstract

Paradigma saat ini transportasi publik di perkotaan belum mampu memenuhi kebutuhan orang terutama pada perjalanan bersekolah. Hal tersebut tercermin pada mobilitas mahasiswa yang belum diakomodasi melalui layanan sistem transportasi publik yang memadai di Surabaya Timur. Layanan ride-hailing dapat menjadi pelengkap yang dapat membantu melayani permintaan transportasi mahasiswa di Surabaya Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola mobilitas perjalanan bersekolah dengan menggunakan layanan on-demand ride-hailing di Surabaya Timur berbasis spatio-temporal. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan Crosstab Chi-square untuk mengetahui keterkaitan karakteristik pelaku pengguna terhadap penggunaan layanan ride-hailing. Selanjutnya, metode analisis Geographical Weighted Regression (GWR) digunakan untuk menganalisis faktor permintaan ride-hailing pada periode waktu yang berbeda pada perjalanan berangkat dan pulang dari kampus. Hasil menunjukkan bahwa terdapat variabel yang signifikan mempengaruhi perbedaan permintaan ride-hailing perjalanan mahasiswa di Surabaya Timur berdasarkan periode waktu yaitu tingkat kepadatan, jarak tempuh, waktu tempuh, dan biaya perjalanan. Perbedaan permintaan ride-hailing pada setiap periode waktu pada perjalanan bersekolah diantaranya pada pagi hari tersebar tinggi pada 9 kelurahan yaitu di Kelurahan Ploso, Kelurahan Pacarkembang, Kelurahan Kertajaya, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kelurahan Gunung Anyar, Kelurahan Kalijudan, Kelurahan Mojo, Kelurahan Gebang Putih, dan Kelurahan Penjaringansari. Pada siang hari tersebar tinggi pada 10 kelurahan di yaitu Kelurahan Mojo, Kelurahan Kertajaya, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kelurahan Gebang Putih, Kelurahan Penjaringansari, Kelurahan Gunung Anyar, Kelurahan Airlangga, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kelurahan Ploso, dan Kelurahan Menur Pumpungan. Sedangkan pada sore hari tersebar tinggi pada 6 kelurahan di yaitu Kelurahan Airlangga, Kelurahan Kertajaya, Kelurahan Gebang Putih, Kelurahan Keputih, Kelurahan Medokan Ayu, dan Kelurahan Pacarkembang.
Analisis Keselamatan Operasional Penerbangan dan Kebisingan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Amani, Farrell Zata; Ahyudanari, Ervina
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.130666

Abstract

Bandara Udara Sultan Syarif Kasim II adalah Bandar Udara terletak pada Kota Pekanbaru Riau yang melayani 268 penerbangan berjadwal setiap minggunya pada tahun 2023, Letak Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II berada pada jarak 5,8 km dari pusat Kota Pekanbaru. Pada tahun 2030 Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II direncakan akan menambah panjang landasan pacu menjadi 3200 meter. Hal tersebut dilakukan karena adanya ramalan prediksi lonjakan penumpang yang pergi atau menuju Kota Pekanbaru menurut penelitian terdahulu. Letaknya yang dekat dengan pemukiman penduduk mengakibatkan Bandar Udara SSK II sulit untuk melakukan pengembangan sisi udara di tambah lagi dengan adanya usulan dari Menteri Keuangan agar lokasi Bandara SSK II dipindah karena keberadaanya dapat membahayakan pemukiman penduduk sekitar. Analisis Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan dan Analisis Kebisingan pada perencanaan ini akan meninjau layout eksisting dan layout rencana bandara pada tahun 2030. Dalam perhitungan perencanaan ini menggunakan Metode Analisis Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan KM 44 tahun 2005. Untuk Metode Analisis Kebisingan dilakukan dengan menggunakan pola pergerakan pesawat terbang yang didapat dari aplikasi Flightradar24, Data yang digunakan dalam Analisis Kebisingan berasal dari EuroControl badan pengawas penerbangan yang mengatur tekait dengan kebisingan yang di hasilkan oleh Pesawat terbang, Data tersebut lalu di proses dengan menggunakan interpolasi permukaan dari titk menggunakan teknik inverse distance weighted pada aplikasi ArcGIS. Dari hasil penelitian Layout 2030 didapat bahwa Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara SSK II mengakibatkan wilayah penduduk yang berada dibawah Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan bertambah seluas 1,205 m2. Kebisingan yang ditimbulkan oleh Bandara SSK II dibawah Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan terjadi kenaikan yang diakibatkan oleh perpanjang landasan pacu pada tahun 2030.
Analisis Aksesibilitas Terhadap Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Moda Bus Transit Salsabila, Dhea Lutfiyah; Ahyudanari, Ervina
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.130763

Abstract

Bali, adalah salah satu provinsi di Indonesia yang cukup dikenal secara global. Setelah pandemi mereda pada akhir kuartal pertama 2022, jumlah pengunjung di Bali meningkat secara tajam. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi bandara tersibuk kedua di Indonesia karena tingginya jumlah wisatawan yang datang melalui jalur udara. Namun, peningkatan pesat jumlah pengunjung juga menyebabkan kemacetan lalu lintas, sebagian karena mayoritas orang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi publik. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah memperkenalkan sistem Bus Transit untuk meningkatkan layanan transportasi publik dan mengurangi kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas terhadap Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan sistem Bus Transit. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi destinasi wisata dan daerah sekitar rute bus, membaginya menjadi zona berdasarkan kecamatan, serta melakukan survei jarak dan waktu tempuh menggunakan Google Maps. Selain itu, dihitung juga Indeks Alpha, Indeks Beta, Indeks Gamma, dan Valued Graph Matrix untuk menentukan indeks aksesibilitas bandara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aksesibilitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menggunakan Bus Transit dipengaruhi oleh faktor jarak dan waktu tempuh dari setiap kecamatan menuju bandara, serta konektivitas antar kecamatan yang dilalui oleh rute Bus Transit. Indeks Alpha dan Indeks Beta menunjukkan bahwa Kecamatan Kuta Selatan adalah kecamatan dengan aksesibilitas paling rendah dengan nilai Indeks Alpha ( = 0, dan memiliki jaringan konektivitas yang paling sederhana dengan nilai Indeks Beta ( = 0.5. Sedangkan menurut Indeks Gamma, kecamatan dengan aksesibilitas paling rendah adalah Kecamatan Denpasar Timur dengan nilai Indeks Gamma (= 0.533. Berdasarkan hasil perhitungan Valued Graph Matrix, Kecamatan Ubud merupakan kecamatan dengan aksesibilitas paling rendah.
Model Perencanaan Distribusi Limbah Udang Pakpahan, Letarensky Thereshanauly Atanasia; Hadi, Firmanto; Lazuardi, Siti Dwi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.130853

Abstract

Udang merupakan komoditas dengan tingkat produksi cukup tinggi di Indonesia setelah nila dan lele serta memiliki potensi pasar domestik dan ekspor yang besar. Dengan potensi pasar yang besar serta dorongan pertumbuhan produksi komoditas udang melalui program Percepatan Tambak Udang Nasional produksi udang saat ini terus mengalami kenaikan. Akan tetapi, dengan kenaikan produksi udang, terdapat konsekuensi akan meningkatnya produk limbah udang yang saat ini masih belum memiliki model distribusi yang jelas. Oleh sebab itu, pada tugas akhir ini dilakukan Perencanaan model distribusi limbah udang dari wilayah luar Jawa Timur menuju wilayah Jawa Timur yang memiliki permintaan akan limbah udang cukup besar serta model distribusi dari hasil dari pengolahan limbah udang yaitu pakan udang menuju area tambak di Indonesia. Metode yang digunakan adalah set covering dan TSP untuk rute pabrik udang menuju pabrik limbah udang, optimasi pada rute serta armada pelayaran terpilih, optimasi penjadwalan keberangkatan kapal pengangkut limbah udang, serta CVRP dalam menentukan rute pabrik limbah udang menuju pabrik pakan udang dan seluruh biaya yang dibutuhkan dalam mengangkut limbah udang dan pakan udang. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa dalam pengiriman limbah udang dengan moda transportasi laut, skenario rute direct merupakan skenario optimum dalam mengirimkan limbah udang dengan total frekuensi kapal sebanyak 117 kali /tahun. Total biaya untuk mendistribusikan limbah udang dari pabrik udang beku menuju pabrik pakan udang sebesar Rp10.376.554.357 /tahun. Kemudian untuk distribusi pakan udang didapatkan total biaya Rp18.993.747.200 /tahun.