cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Pengaruh Konduktivitas Bahan, Ukuran Lubang, dan Ketebalan Lapisan Mesh Terhadap Volume Air yang Ditangkap oleh Fog Catcher Miftahulyusro, Munif; Syafei, Arie Dipareza
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.132294

Abstract

Kondisi geografis di Dusun Nglambur, Desa Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupatern Kulon Progo cocok untuk dilakukan kegiatan fog harvesting. Fog harvesting adalah proses menangkap kabut menggunakan jaring vertikal (fog catcher). Kejadian kekeringan pada musim kemarau perlu diwaspadai. Kondisi La Nina yang terjadi sejak 2020 diprediksi akan berakhir musim kemarau tahun 2023. Fog catcher pada penelitian ini tidak menggunakan mesh SFC (standard fog catcher) maupun LFC (large fog catcher) pada umumnya, namun menggunakan bahan yang mudah didapatkan di pasar lokal sehingga hasil penelitian dapat dibuat dengan mudah oleh warga. Pada simulasi menggunakan generator kabut piezoelectric, rata-rata hasil tangkapan mesh stainless steel tipe 304 setara dengan polyethylene (19,2 dan 18,9 mL). Hasil tangkapan mesh 60 lebih baik dari mesh 40 (20,3 dan 17,3 mL). Dan hasil tangkapan layer 2Y lebih baik dari layer 1 dan 2X (23; 14,7; dan 18,7 mL). Kualitas air tangkapan di Dusun Nglambur memiliki TDS 105-256 ppm dan pH 5,9-8.
Kajian Hidraulika Pelimpah Gergaji di Bendung Gandong Kerik Kabupaten Magetan Lativa, Dika Khulashotul; Sa’ud, Ismail; Alam, Rizki Robbi Rahman
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.143709

Abstract

Mercu karet di Bendung Gandong Kerik sobek. Oleh karena itu, dilakukan penggantian bendung karet menjadi bendung tetap dengan pelimpah gergaji. Perubahan tipe pelimpah menyebabkan perubahan hidraulika aliran. Maka kajian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh desain pelimpah gergaji terhadap aspek hidraulika aliran agar aman untuk hulu-hilir, memenuhi kebutuhan irigasi, dan memper-kecil pembongkaran konstruksi eksisting. Pelimpah gergaji didesain dengan tinggi mercu (P) 1,2m dan tinggi muka air (H) 0,75 m. Pelimpah gergaji dibangun dengan membongkar ter-junan 1 pada konstruksi eksisting, sedangkan lantai transisi dan terjunan 2 dipertahankan. Aliran yang jatuh melalui pelimpah gergaji terjun pada jarak 6,65 m dengan Fr = 5,34. Profil muka air yang melalui ujung gigi depan pelimpah gergaji membentuk muka air yang tinggi di ujung lantai transisi sehingga muka air lanjutannya seakan-akan menerus ke loncatan hidraulik di hilir. Sedangkan profil muka air yang melalui ujung gigi belakang membentuk muka air yang kecil sehingga profil muka air lanjutannya mengalir ke arah kolam olak mengikuti geometri bendung (terjunan 2). Profil muka air di ujung terjunan 2 membentuk Fr = 4,96, V = 12,49 m/detik, y_2 = 4,22 m, y_2^' = 3,78 m. Pola loncatan hilir adalah y_2^'
Evaluasi dan Perencanaan Perbaikan Tanah Dasar Timbunan Jalan Kereta Api Mojokerto-Sepanjang KM. 48+800 s.d 48+850 dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) Zulfa, Muhammad Alfiyan; Mochtar, Indrasurya Budisatria; Arif, Mustain
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.144959

Abstract

— Proyek pembangunan jalur ganda lintas selatan yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) adalah salah satu bentuk upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas transportasi kereta api di Pulau Jawa. Pada section Mojokerto – Sepanjang pekerjaan paket delapan (8) atau tepatnya pada ruas KM. 48+800 s.d KM. 48+850, direncanakan timbunan tinggi tanpa dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu. Kondisi tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui bagaimana keamanan tanah dasar terhadap pemampatannya. Sekaligus direncanakan bagaimana perbaikan tanah dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) untuk mempercepat pemampatan. Berdasarkan hasil analisis data tanah, tanah dasar pada KM 48+800 s.d 48+850 didominasi oleh tanah kohesif berkonsistensi sangat lunak hingga sedang dengan kedalaman 8,8 meter. Berdasarkan hasil analisis, tanah dasar timbunan pada ruas yang ditinjau tidak aman terhadap pemampatan tanah dasar yang terjadi, karena rate of settlementnya melebihi batas izin yang telah ditentukan oleh Kementerian PUPR (> 2 cm/tahun) selama lebih dari 4 tahun pertama proses konstruksi. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan tanah menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pola persegi jarak 0,8 meter dengan kedalaman 9 meter. Dibutuhkan waktu 10 minggu untuk mencapai derajat konsolidasi 90% dan 24 minggu untuk mencapai derajat konsolidasi mendekati 100%. Proses pemampatan akan berlangsung ketika beban preloading berupa tanah timbunan setinggi 6,8 meter dengan rencana kecepatan penimbunan setinggi 0,6 meter/minggu telah berlangsung.
Perencanaan Alternatif Pondasi dan Perbaikan Tanah Dasar pada Timbunan Oprit Jembatan Bandar Ngalim Kota Kediri Burhanudin, Muhammad; Satrya, Trihanyndio Rendy; Suwarno, Suwarno
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.144963

Abstract

Proyek KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) sedang gencar dilakukan oleh Kementrian PUPR salah satunya adalah proyek penggantian dan/atau duplikasi 37 Jembatan yang ada di Pulau Jawa. Salah satu jembatan yang masuk dalam proyek KPBU adalah Jembatan Bandar Ngalim. Jembatan tersebut memiliki panjang 148.4 m dengan struktur utama berupa steel box girder yang ditopang oleh 2 pilar dan 2 abutment. Di belakang abutment, direncanakan tinggi timbunan oprit pada abutment 1 dan abutment 2 adalah masing-masing 1.7 m dan 2.17 m dengan kemiringan rencana 1:2. Tanah pada BH-01 jembatan merupakan tanah lanau kelempungan dengan konsistensi medium; tanah pada BH-02 terdapat tanah pasir sampai kedalaman 7 m dan dilanjutkan lempung sampai kedalaman 30 m; tanah pada BH-03 didominasi oleh lempung kepasiran sampai dengan kedalaman 28 m dan dilanjutkan oleh pasir sampai kedalaman 30 m; dan tanah pada BH-04 didominasi oleh lempung sampai kedalaman 10 m. Pada jembatan eksisting ditopang pondasi dengan jenis bored pile dengan diameter 1 m. Dari hasil perencanaan, diperoleh alternatif pondasi yang aman, kuat, dan efisien adalah pondasi spun pile dengan diameter 80 cm. Jumlah, kedalaman, dan harga berurutan dari A1; P1; P2; dan A2 yaitu 18 buah, 12 m, Rp140.400.000; 15 buah, 24 m, Rp234.000.000; 15 buah, 20 m, Rp195.000.000; dan 18 buah, 15 m, Rp175.500.000. Timbunan oprit A1 dan A2 keduanya tidak membutuhkan perbaikan tanah dasar karena memiliki rate of settlement 1.37 dan 1.36 cm/tahun kurang dari yang diizinkan yaitu 2 cm/tahun. Berdasarkan cek overall stability dalam kondisi undrained, timbunan oprit A1 dan A2 memiliki safety factor 1.9 dan 2.2 lebih dari 1.5 sehingga lereng timbunan tidak membutuhkan suatu perkuatan (geotextile). Dari cek Hkritis, didapatkan untuk timbunan oprit A1 dan A2 adalah 8.68 m dan 8.2 m yang masing-masing sudah melebihi tinggi timbunan eksisting 1.7 m dan 2.17 m sehingga tidak membutuhkan proses timbunan bertahap.
Rancang Bangun Game Simulasi Penyajian Kuliner Tradisional Indonesia Brianto, Billy; Yuniarti, Anny; Fabroyir, Hadziq
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.149744

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan melimpah dan warisan kuliner tradisional yang sangat beragam. Pada zaman yang modern ini, makanan tradisional menjadi kurang umum sebab banyak orang menganggap makanan tradisional sebagai hidangan kuno dan mulai beralih pada gaya hidup kontemporer. Tugas Akhir ini bertujuan untuk melawan anggapan di atas melalui game yang dirancang untuk mengajak pemain menjelajahi cara pembuatan masakan tradisional Indonesia. Tujuan utama Tugas Akhir melibatkan pengembangan desain mekanik game, implementasi game, dan pengukuran kepuasan pengguna. Game yang dirancang menggabungkan mekanika dan narasi untuk mendidik pemain tentang persiapan kuliner tradisional Indonesia. Dalam game, pemain dapat menggunakan panduan untuk memasak dan memenuhi permintaan makanan penguji. Dengan cara ini, diharapkan pemain dapat memahami pentingnya kuliner Indonesia. Oleh karena itu, game diharapkan dapat menjadi upaya konkret dalam melestarikan dan memperkenalkan kuliner tradisional Indonesia.
Pra Desain Pabrik Selulosa Asetat dengan Proses Asetilasi Berbahan Baku Alfa Selulosa dan Berkatalis Asam Sulfat Mandonza Eba, Eugenia Natasha; Pangaribuan, Sagita Friska; Zullaikah, Siti
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.125605

Abstract

Selulosa asetat adalah produk turunan yang dihasilkan dari selulosa dan memiliki banyak aplikasi industri, seperti serat tekstil, filter rokok, plastik, film fotografi, pelapis kertas, dan membran. Kebutuhan selulosa asetat di Indonesia terus meningkat, namun industri dalam negeri masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk mengurangi impor, diusulkan pendirian pabrik selulosa asetat di Sidoarjo, yang direncanakan beroperasi pada tahun 2026. Pemilihan lokasi pabrik didasarkan pada beberapa aspek penting, termasuk pasokan bahan baku, pemasaran, fasilitas transportasi, tenaga kerja, dan pertimbangan strategis serta lingkungan. Pabrik ini akan menggunakan alfa selulosa sebagai bahan baku utama yang diperoleh dari pabrik selulosa yang berlokasi di Sidoarjo, serta bahan baku pendukung lainnya seperti asam asetat, asam sulfat, asam asetat anhidrat, magnesium asetat, dan magnesium sulfat. Kapasitas produksi pabrik direncanakan sebesar 122.145 ton per tahun, dengan operasi kontinyu selama 330 hari per tahun. Proses produksi menggunakan proses asetilasi dengan katalis asam sulfat, melalui beberapa tahap seperti aktivasi selulosa, reaksi asetilasi, hidrolisis, penetralan, dan pengeringan hingga menjadi produk selulosa asetat. Analisis ekonomi dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan pabrik, termasuk perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Out Time (POT), dan Analisis Sensitivitas IRR. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan NPV sebesar Rp 1.055.168.655.881, yang menunjukkan bahwa pabrik ini akan menguntungkan jika didirikan. Nilai IRR yang lebih besar dari bunga pinjaman modal ke bank, yaitu 37,34% per tahun, dan periode payback minimal adalah 3 tahun dengan estimasi umur pabrik selama 10 tahun. Dengan demikian, pabrik ini dianggap menguntungkan jika didirikan.
Pra Desain Pabrik Garam Farmasi dari Garam Olahan Dengan Kapasitas 2000 Ton/Tahun Firdaus, Hanifah Nisrina; Harun, Muhamad Fauzan; Rahmawati, Yeni; Susianto, Susianto
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.124500

Abstract

Saat ini industri farmasi Indonesia masih sangat tergantung pada bahan baku impor, dimana hampir 95% bahan baku obat (BBO) yang diperlukan masih harus diimpor. Salah satu bahan yang masih diimpor adalah garam farmasi. Dalam industri farmasi, garam farmasi merupakan bahan baku yang banyak digunakan antara lain sebagai bahan baku sediaan infus, produksi tablet, pelarut vaksin, sirup, oralit, cairan pencuci darah, minuman kesehatan dan lain- lain. Suplai kebutuhan garam farmasi di Indonesia hingga saat ini sebagian besar masih dipenuhi oleh produk impor. Pabrik garam farmasi ini memiliki kapasitas 2000 ton/tahun dengan 330 waktu kerja yang akan didirikan Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Diperlukan total investasi sebesar (TCI) Rp285.325.635.054,89; modal tetap (FCI) Rp10.929.958.517.059,70 ; biaya produksi per tahun (TPC) Rp12.954.107.538.634,00. Dengan estimasi penjualan per tahun Rp45.000.000.000,00 yang akan diperoleh IRR 23,4%; waktu pengembalian modal (POT) 5,4 tahun ; dan NPV positif sebesar Rp 46.141.825.519,23 yang menunjukkan bahwa pabrik garam farmasi ini layak didirikan.  
Analisis Hidrodinamika dan Sistem Tambat pada Perencanaan Floating Breakwater (Studi Kasus: Pelabuhan Tanjung Emas Semarang) Putra, Mochammad Sharif Rezanta; Armono, Haryo Dwito; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.154196

Abstract

Salah satu metode untuk mendapatkan gelombang yang relatif tenang pada daerah pelabuhan adalah dengan menggunakan breakwater sebagai peredam energi gelombang. Pada artikel ini akan dilakukan analisis hidrodinamika dan sistem tambat struktur floating breakwater yang akan digunakan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan metode numerik. Analisis hidrodinamika yang akan diperhitungkan adalah redaman gelombang yang terjadi dengan variasi layout, periode gelombang, dan tinggi gelombang. Sedangkan analisis sistem tambat yang akan diperhitungkan adalah tension tali tambat dengan variasi diameter dan panjang tali tambat. Dari analisis hidrodinamika yang telah dilakukan, didapat bahwa layout dengan penempatan breakwater secara tertutup mempunyai hasil yang paling baik dalam meredam energi gelombang di area Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pada pemodelan tersebut, tinggi gelombang dengan arah dominan barat laut yang terjadi di area pelabuhan berkisar antara 0.803 – 1.073 m. Sedangkan dengan arah dominan timur, tinggi gelombang yang terjadi di area pelabuhan berkisar 0.292 - 0.414 m. Pada analisis konfigurasi sistem tambat, tali tambat yang direkomendasikan adalah tali tambat dengan ukuran diameter 19 mm dengan panjang 18 m. Tension terbesar yang terjadi pada struktur breakwater dengan lebar 10 meter sebesar 119.94 kN dengan safety factor 2.79. Sedangkan struktur breakwater dengan lebar 6 m memiliki tension terbesar yaitu 94.82 kN dengan safety factor 3.53.
Estimasi Fault Aktuator USV Menggunakan Metode Adaptive Kalman Filter Ananda, Mirdha Suci; Asfihani, Tahiyatul
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.155000

Abstract

Aktuator merupakan komponen yang mengendalikan sistem kemudi Unmanned Surface Vehicle (USV) dan kehandalannya menjadi penentu kritis keselamatan operasi USV. Aktuator USV berisiko mengalami degradasi performa, yang berpotensi menjadi kesalahan aktuasi yang dapat berujung pada kegagalan dan ketidakstabilan sistem. Oleh karena itu, kesalahan (fault) aktuator perlu dideteksi sedini mungkin untuk kemudian dapat dilakukan mitigasi. Metode model-based sering digunakan dalam mendeteksi fault karena kemampuanya dalam menggambarkan dinamika proses dan kesalahan secara fisik dan real-time. Diantara metode model-based, metode Adaptive Kalman filter (AKF) sangat cocok diimplementasikan. AKF yang robust terhadap noise dan memungkinkan penyesuaian parameter filter secara dinamis berdasarkan kondisi operasi dapat meningkatkan akurasi dalam deteksi fault pada aktuator. Pada penelitian ini model dinamika USV yang digunakan mempertimbangkan gerakan sway, yaw rate, dan sudut yaw dengan menggunakan data dari kapal Covertte Kelas Sigma. Simulasi estimasi fault menggunakan metode AKF dilakukan sebanyak 1000 iterasi dengan dua skenario referensi fault. Hasil dari kedua scenario menunjukkan bahwa estimasi fault menggunakan AKF mampu menghasilkan estimasi yang cukup akurat dengan RMSE 0.0293 dan 0.0662.
Perencanaan Reklamasi dan Shore Protection Pulau G Teluk Jakarta Pribadio, Nabila Cahayuni; Wahyudi, Herman; Lastiasih, Yudhi
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.155797

Abstract

Reklamasi merupakan usaha untuk menambah lahan berdasarkan peningkatan kebutuhan lahan untuk kedepannya. Salah satu kegiatan reklamasi yang akan dilakukan adalah reklamasi Pulau G di Provinsi DKI Jakarta. Dengan meningkatnya kebutuhan hunian masyarakat di lokasi DKI Jakarta, perluasan Pulau G merupakan salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Berdasarkan data tanah, kondisi tanah dasar pada area reklamasi kurang menguntungkan untuk dilakukannya reklamasi. Kondisi tanah dasar pada perairan pantai dominan berjenis lempung dan sedikit tanah lanau dengan NSPT nol hingga kedalaman 10 meter. Karena hal tersebut, tanah dasar memiliki stabilitas yang rendah. Selain itu, tanah dasar yang dominan lempung juga mengakibatkan pemampatan yang besar jika diberi timbunan dengan volume yang besar. Timbunan reklamasi terletak pada perairan laut yang mengakibatkan pastinya ada gangguan oleh gelombang air laut. Maka dari itu selain perkuatan, dibutuhkan percepatan pemampatan tanah dasar dan bangunan pengaman pantai untuk mengatasi masalah tersebut. Dari hasil perencanaan, diperoleh perencanaan percepatan konsolidasi dengan menggunakan Prefabrifated Vertical Drain dengan spesifikasi CT-D812 panjang pemasangan 8 m jarak 1,5 pola persegi. Untuk memperkuat stabilitas tanah dasar akibat timbunan awal, direncanakan sandkey dengan ketebalan pada Zona 1, Zona 2, dan Zona 3 secara berturut-turut yaitu 7 m, 7 m, dan 4 m sehingga diperoleh rata-rata safety factor pada kondisi statis sebesar 1,58; 2,09; dan 3,56. Sedangkan safety factor pada kondisi seismik sebesar 1,30; 1,22; dan 1,84. Shore protection dipasang menggunakan material batu pecah sepanjang lereng tinggi timbunan Lebar puncak shore protection pada Zona 1, Zona 2, dan Zona 3 berturut-turut yaitu 1,5 m; 2,0 m; dan 4,0 m.