cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Penentuan Strategi Diversifikasi Pemasok dengan Mempertimbangkan Supplier Reliability Menggunakan Simulasi Monte Carlo (Studi Kasus : Industri Alat Kesehatan) Amalia, Salsabilah Putri; Putera, Rizki Revianto
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.147913

Abstract

Pengelolaan rantai pasok yang optimal membutuhkan strategi pengadaan yang efektif untuk mengatasi ketidakpastian pasokan. Pengadaan yang tidak efektif dapat menyebabkan hambatan dalam aliran barang dan material di sepanjang rantai pasok. Masalah ini sering timbul akibat gangguan seperti ketidakmampuan pemasok untuk memenuhi pesanan, masalah transportasi, dan bencana alam. Perusahaan yang bergantung pada satu pemasok utama untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya sering menghadapi risiko tinggi, seperti kekurangan stok yang menyebabkan hilangnya penjualan dan peningkatan biaya akibat pembelian dari pemasok alternatif dengan harga lebih mahal. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi diversifikasi pemasok yang optimal dengan mempertimbangkan keandalan pemasok. Strategi diversifikasi pemasok yang akan dibandingkan adalah single supplier dan backup supplier. Penelitian ini menggunakan metode Simulasi Monte Carlo untuk memprediksi biaya persediaan yang ditimbulkan berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa untuk kondisi pemasok dengan keandalan yang rendah dengan penurunan nilai lambda pada MTBF dan peningkatan nilai lambda pada MTTR, backup supplier menjadi alternatif terbaik karena total biaya persediaan yang didapatkan sebesar Rp 1.506.622.555 dibandingkan dengan single supplier sebesar Rp 1.541.503.473,- dengan penurunan total biaya persediaan sebesar 2,26%. Selain itu, pemilihan strategi diversifikasi pemasok lebih sensitif terhadap perubahan MTTR dibandingkan MTBF. MTTR dengan penurunan lambda sebesar 25% dapat mengubah keputusan perusahaan untuk memilih strategi single supplier. Hal tersebut selaras dengan analisis sensitivitas yang menunjukkan bahwa Mean Time Before Failure (MTBF), Mean Time to Restore (MTTR) dan biaya kapasitas reservasi adalah variabel yang mempengaruhi pada total biaya persediaan dan tingkat keandalan dari pemasok utama.
Inovasi Proses Produksi Bone Graft dari Komposit Hidroksiapatit Cangkang Rajungan dan Polikaprolakton Skala Industri Gumelar, Tobing; Febriani, Vita Fatichah Rizqiyah; Suprapto, Suprapto; Ningrum, Eva Oktavia
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.148065

Abstract

Kebutuhan akan bone graft di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, terutama seiring dengan meningkatnya pencangkokan gigi atau guided bone regeneration (GBR). Namun, sebagian besar bahan cangkok tulang komersial tidak memenuhi sifat-sifat ideal bone graft, terutama untuk kasus cacat atau atrofi tulang yang besar dan vertikal. Oleh karena itu, penggunaan hidroksiapatit sebagai material implan menjadi pilihan, meskipun rentan terhadap kerapuhan (brittle), sehingga diperlukan modifikasi struktur dengan pembentukan komposit PCL/HAp. Polimer Polikaprolakton (PCL) dipilih karena tahan korosi, degradasi lambat, biokompatibel, dan tergolong dalam kategori medical grade. Pabrik direncanakan berlokasi di Cirebon dengan kapasitas produksi harian sebesar 2 ton hidroksiapatit, yang sebagian akan digunakan untuk memproduksi 29 ribu buah implan gigi setiap hari untuk pemasaran asia pasifik. Inovasi ini meliputi analisis neraca massa dan energi, serta konsiderasi spesifikasi alat. Diestimasikan produksi bone graft mendapat break event point sebesar 15,48%.
Evaluasi dan Pemeliharaan Perkerasan Lentur Ruas Jalan Mastrip-Driyorejo KM 15+000-25+000 Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) dan Bina Marga Nafil, Tabrizy Azkiyan; Mawardi, Amalia Firdaus; Prajitno, Achmad Faiz Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.145703

Abstract

Jalan Mastrip–Driyorejo merupakan jalan provinsi menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik. Jalan ini merupakan kawasan industri sehingga banyak kendaraan besar yang melintas masuk atau keluar pabrik. Hal tersebut mengakibatkan kerusakan pada struktur perkerasan jalan. Pada penelitian ini membahas tentang evaluasi perkerasan lentur jalan pada ruas Jalan Mastrip–Driyorejo KM 15+000–KM 25+000. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penilaian kondisi perkerasan jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan metode Bina Marga. Setelah itu kemudian menentukan jenis perbaikan mengacu pada Manual Bina Marga No. 001-02/M/BM/2011 kemudian menghitung rencana anggaran biaya pada perbaikan tersebut. Adapun pemetaan lokasi kerusakaan menggunakan program bantu ArcGIS untuk menunjukkan lokasi jalan yang ditinjau beserta kerusakan yang terdapat di jalan tersebut. Hasil analisis, nilai PCI sebesar 65 dan Urutan Prioritas sebesar 7. Dari hasil tersebut menghasilkan program perbaikan berupa pemeliharaan rutin dengan metode pelaksanaan antara lain P2 pengaspalan sebesar 7,54%, P3 penutupan retak 0,88%, P4 pengisian retak 0,91%, P5 penambalan lubang 79,11%, dan P6 perataan 11,57%. Besar rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan jalan sebesar Rp 629.466.300.
Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Lentur Jalan Depok Outer Ring Road (DORR) Sebagai Alternatif Penghubung Wilayah Kota Depok Bagian Barat dan Timur Haq, Febrian Ashar; Herijanto, Wahju; Buana, Cahya
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.145763

Abstract

Kota Depok memiliki laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan memiliki daya tarik bagi para pekerja di Jakarta untuk bertempat tinggal di kota tersebut. Kota Depok terbagi menjadi dua zona, yaitu bagian barat dan timur yang dipisahkan oleh Sungai Ciliwung. Jalan utama yang dapat dilalui untuk menuju wilayah barat dari pusat kota atau wilayah timur hanya dapat melalui Jl. Raya Sawangan dan Jl. Raya Muchtar. Namun, masih sering terjadi kemacetan pada kedua jalan tersebut sehingga Pemerintah Kota Depok berencana untuk mengembangkan jaringan jalan guna memecah konsentrasi pada jalan eksisting dengan membangun Depok Outer Ring Road (DORR) tetapi belum ada detail perencanaan jalan tersebut. Pada studi ini akan dibahas terkait perencanaan untuk pemilihan trase jalan, trip assignment, geometrik jalan, dan konstruksi perkerasan lentur pada rencana jalan DORR. Perencanaan geometrik jalan mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan No. 13/P/BM/2021 dan perencanaan perkerasan lentur mengacu pada Manual Desain Perkerasan Jalan No. 04/SE/Db/2017. Alternatif trase jalan dipilih melalui analisis multi kriteria (matriks zero-one) dan trip assignment dianalisis menggunakan metode Smock (1962). Perencanaan saluran drainase menggunakan Pedoman Perencanaan Sistem Drainase Jalan (Pd. T-02-2006-B) dan Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan (SNI 03-3424-1994). Hasil dari studi ini adalah perencanaan jalan DORR dengan trase baru yang memiliki panjang 9,870 Km. Kinerja lalu lintas (DS) di Jalan Raya Sawangan mencapai 1,077 (hari kerja) dan 1,011 (akhir pekan). Sedangkan, DS di Jalan Raya Muchtar mencapai 1,086 (hari kerja) dan 1,013 (akhir pekan). Perpindahan kendaraan berdasarkan analisis trip assignment dari jalan eksisting ke DORR sebesar 79,63% (hari kerja) dan 81,01% (akhir pekan). Geometrik jalan DORR direncanakan memiliki 7 titik alinemen horizontal dan 47 titik alinemen vertikal dengan perkerasan lentur setebal 40 mm (AC-WC), 60 mm (AC-BC), 75 mm (AC-Base), 150 mm (CTB), dan 150 mm (LFA Kelas A).
Evaluasi dan Penanganan Perkerasan Lentur Jalan Nasional pada Ruas Surabaya – Mojokerto KM 33+800 – KM 38+400 dan KM 41+800 – KM 44+200 Dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) dan Metode Bina Marga Jaya, Bintang Pradita; Mawardi, Amalia Firdaus; Basuki, Rachmad
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.145782

Abstract

Evaluasi kondisi perkerasan merupakan faktor utama saat menentukan penanganan jalan guna menjaga kualitas fungsional dan struktural jalan. Pada penelitian ini evaluasi perkerasan jalan dilakukan di ruas jalan Surabaya – Mojokerto KM 33+800 – KM 38+400 dan KM 41+800 – 44+200 sepanjang 7 km. Pada ruas jalan tersebut terdapat beberapa kerusakan seperti retak, alur, pelepasan butir di beberapa titik, serta berakibat terjadinya beberapa kecelakaan lalu – lintas. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui keadaan eksisting ruas jalan Surabaya – Mojokerto, menentukan tingkat kondisi perkerasan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan urutan prioritas menggunakan metode Bina Marga serta merencanakan langkah pemeliharaan perkerasan lentur dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) di ruas jalan tersebut. Metode Pavement Condition Index (PCI) memiliki rentang nilai 0 hingga 100 dihitung berdasarkan hasil survei pengamatan yang menentukan jenis dan tingkat kerusakannya. Metode Bina Marga dengan menentukan Urutan Prioritas (UP) kondisi jalan yang merupakan hasil perhitungan kelas LHR dan nilai kondisi jalannya. Pengambilan data primer dilakukan dengan survei visual di lokasi dan data sekunder didapatkan dari instansi terkait. Hasil dari penelitian ini didapatkan tipe kerusakan yang dominan iaalah retak buaya (30,45%) dan pelepasan butir (28,27%). Nilai PCI didapatkan 74,44 masuk dalam kategori “Satisfactory” dan nilai Urutan Prioritas Bina Marga 6, dengan menggunakan kedua metode tersebut dihasilkan program pemeliharaan berkala. Rekomendasi perbaikan yang dilakukan adalah dengan perbaikan setempat P2, P3, P4, P5 & P6 serta perbaikan overlay di beberapa STA dengan ketebalan yang berbeda pada masing – masing STA. Estimasi biaya pena ruas jalan pada penelitian ini sebesar Rp 5.383.528.700 (Lima miliar tiga ratus delapan puluh tiga juta lima ratus dua puluh delapan ribu tujuh ratus rupiah).
Analisis Produktivitas Alat Berat pada Pekerjaan Pengecoran Bored Pile di Jembatan Bandar Ngalim Kediri Ainul Yaqin, M Lukman; Rohman, Mohammad Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.145827

Abstract

Pembangunan proyek konstruksi berkembang pesat, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Semakin berkembangnya proyek konstruksi maka semakin berkembang juga teknologi alat berat konstruksi yang digunakan. Penggunaan alat berat dalam proses pelaksanaan proyek konstruksi harus dilakukan secara efisien karena dapat menunjang keberhasilan suatu proyek konstruksi. Proyek pembangunan Jembatan Bandar Ngalim merupakan salah satu proyek konstruksi infrastruktur jembatan yang berada di Kota Kediri Jawa Timur. Tugas Akhir ini bertujuan untuk menganalisis hasil produktivitas alat berat pada pekerjaan pengecoran bored pile di Jembatan Bandar Ngalim Kediri serta mendapatkan komposisi alat berat yang lebih baik dari segi waktu dan biaya antara kondisi eksisting di lapangan dengan kondisi yang direncanakan pada pekerjaan pengecoran bored pile di Jembatan Bandar Ngalim Kediri. Pada penelitian ini akan dilakukan perhitungan produktivitas setiap alat berat pada proyek pembangunan Jembatan Bandar Ngalim. Setelah mendapatkan nilai produktivitas setiap alat berat, dilakukan pengelompokan atau komposisi alat berat dengan perhitungan 3 alternatif dan dipilih salah satu alternatif yang lebih baik antara kondisi eksisting di lapangan dengan kondisi yang direncanakan. Penelitian ini, didapatkan hasil kombinasi alternatif alat berat yang optimal adalah pada Alternatif 2 karena memiliki selisih waktu dan biaya terkecil yaitu -240 jam dan -Rp 13.765.234,41 dari kondisi eksisting. Selain itu, juga dapat dibuktikan dengan menggunakan penyetaraan waktu dan biaya masing-masing 50%, juga didapatkan hasil yang paling kecil diantara alternatif lain yaitu 1,00. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alternatif yang terpilih adalah alternatif 2 yaitu 1 unit Excavator Komatsu PC200, 2 unit Rig Bore XCMG, 2 unit Crawler Crane Hitachi Sumitomo, dan 10 unit Truck Mixer Jayamix SCG.
Perencanaan Rute dan Tarif Angkutan Feeder di Surabaya Selatan untuk Mendukung Bus Kota Surabaya Razani, Muhammad Rifki Rif'at; Herijanto, Wahju
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.145910

Abstract

Suroboyo Bus rute TIJ-Jono Soewojo dan Purabaya – Rajawali yang melayani Surabaya Selatan memiliki jumlah penumpang cukup sedikit yaitu sebanyak 500 penumpang per hari pada rute TIJ – Jono Soewojo dan rute Purabaya - Rajawali sebanyak 1500 penumpang per hari. Oleh karena itu, muncul rencana pengadaan feeder yang difungsikan sebagai penghubung penumpang yang hendak naik Suroboyo Bus atau Trans Semanggi Suroboyo. Diperlukan perencanaan rute, informasi permintaan masyarakat terhadap layanan feeder, jumlah armada yang dibutuhkan dan tarif yang optimal. Salah satu metode yang digunakan dalam perencanaan layanan feeder yaitu studi analisis potensi demand, analisis kebutuhan armada, dan Willingness To Pay (WTP) dengan pengumpulan data melalui metode stated preference. Hasil perencanaan rute berupa tiga rute yaitu Rute Hijau (16,7 Km) yang melalui Mall City of Tommorow – Royal Plaza, Rute Merah (19,33 Km) yang melalui Masjid Al-Akbar – Terminal Intermoda Joyoboyo, dan Rute Biru (25,5 Km) melalui Universitas Kristen Petra – RSAL Surabaya. Hasil dari analisis perencanaan transportasi didapatkan rute hijau akan memiliki jumlah penumpang sebanyak 665 orang per hari, rute merah sebanyak 568 orang per hari, dan rute biru sebanyak 1813 orang per hari. Berdasarkan pertimbangan kelancaran operasional digunakan 6 armada dan headway 15 menit pada rute hijau, rute merah memerlukan 10 armada dan headway 10 menit, rute biru memerlukan 14 armada dan headway 10 menit. Hasil analisis Willingness to Pay menunjukkan tarif yang pengguna terima yaitu sebesar Rp. 5000 dengan integrasi antar angkutan umum.
Perancangan Geometrik dan Perkerasan Jalan Akses Tempurejo-Pos Pantai Bandealit Chandra, Ryo Prayuda; Prastyanto, Catur Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.146172

Abstract

Banyak sekali pantai indah di Indonesia yang masih sulit dijangkau karena keterbatasan akses. Dari sekian banyaknya pantai yang sulit dijangkau, diantaranya terdapat Pantai Bandealit yang berlokasi di Taman Nasional Meru Betiri, Jember. Kondisi dari jalan akses eksisting yang penuh bebatuan dan hanya cukup dilewati oleh 1 mobil membuat Bupati Jember Hendy Siswanto merencanakan bahwa perbaikan pada jalan akses perlu dilakukan agar nyaman dilewati oleh para pendatang. Perancangan ini memiliki tujuan agar menghasilkan hasil yang sesuai dengan peraturan yang diikuti yaitu Surat Edaran Nomor 20/SE/Db/2021 tentang Pedoman Desain Geometrik Jalan untuk geometrik jalannya, Manual Desain Perkerasan Jalan tahun 2017 untuk perkerasan jalannya, SNI 03 3424 1994 tentang Tata Cara Desain Drainase untuk saluran drainasenya, serta PP No 13 tahun 2014 tentang Rambu Jalan dan PP No 34 tahun 2014 tentang Marka Jalan untuk rambu dan marka jalannya. Perancangan ini menghasilkan lengkung horizontal sebanyak 46 titik Point of Intersection dan 25 titik Point of Vertical Intersection. Pada perkerasan jalan didapatkan tebal perkerasan berupa 50 mm untuk lapisan AC-WC, serta 400 mm untuk lapisan pondasi agregat kelas A. Pada drainase jalan digunakan 4 saluran berbeda yang berbentuk persegi dengan tebal saluran beton 15 cm pada setiap salurannya, saluran paling kecil memiliki lebar 0,5 m dan tinggi 0,9 m, serta saluran paling besar memiliki lebar 1,2 m dan tinggi 1,7 m. Rambu jalan akan dipasang di kedua sisi jalan, dan diperlukan 381 buah rambu jalan. Total estimasi biaya yang diperlukan sebesar Rp 63.485.893.000,00 (terbilang “Enam Puluh Tiga Milyar Empat Ratus Delapan Puluh Lima Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Tiga Ribu Rupiah”).
Perencanaan Jalur Pejalan Kaki pada Ruas Jalan Panglima Besar Sudirman Lumajang sebagai Akibat Adanya Pemberhentian Angkutan Umum Kota Kurniawan, Jefri; Kartika, Anak Agung Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.146234

Abstract

Jalur pejalan kaki menjadi salah satu ruang publik yang memiliki tingkat interaksi sosial yang sangat tinggi. Pada daerah perkotaan, ketersediaan, kenyamanan dan keamanan fasilitas pejalan kaki sering menjadi salah satu permasalahan yang perlu adanya perhatian lebih. Salah satu wilayah di Kabupaten Lumajang yang memiliki tingkat mobilitas tinggi adalah terdapat pada Ruas Jalan Panglima Besar Sudirman. Wilayah ini menjadi pusat aktivitas perekonomian di Kabupaten Lumajang. Namun, pada wilayah ini tidak tersedia pemberhentian angkutan umum kota dan berakibat pada kelancaran lalu lintas. Guna mengantisipasi adanya pemberhentian angkutan umum kota maka perlu dilakukan perencanaan ulang jalur pejalan kaki. Aspek-aspek yang dianalisis meliputi volume dan kecepatan pejalan kaki, asal tujuan pedestrian, tingkat pelayanan eksisting, tingkat pelayanan tahun rencana, dan perencanaan fasilitas pedestrian. Berdasarkan analisis dan hasil perhitungan diketahui bahwa kondisi eksisting trotoar sepanjang ruas Jalan Panglima Besar Sudirman Lumajang didapatkan volume tertinggi weekday 431 ped/jam dan weekend 528 ped/jam yang terjadi pada segmen 4 titik 4-T2, kecepatan rata-rata pria maupun wanita baik weekday atau weekend sebesar 1,08 m/det, dimana sebagian besar pejalan kaki pada wilayah ini termasuk pejalan kaki non-reguler atau tidak rutin, dengan tingkat pelayanan (level of service) eksisting sebagian besar adalah kategori LOS A dan hanya pada segmen 4 titik 4-T2 termasuk LOS C, sehingga perencanaan jalur pejalan kaki pada tahun 2030 sebesar 3 m sampai 4 m.
Evaluasi Kinerja Gate Assignment pada Terminal Domestik dan Internasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali Hutapea, Sean Ivander Sahata; Ahyudanari, Ervina
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.146456

Abstract

Gate merupakan pintu yang digunakan sebagai penghubung penumpang dari ruang tunggu menuju ke pesawat. Kondisi ideal dari keberadaan gate di bandar udara yaitu, memiliki jarak tempuh dari ruang tunggu menuju ke pesawat tidak terlalu jauh serta kapasitas yang dapat mencukupi setiap jadwal penerbangan dengan penugasan gate (gate assignment) yang teralokasikan dengan baik. Untuk itu, pengaturan gate yang baik sangat krusial untuk mengoptimalkan waktu pemakaian gate. Beberapa keterlambatan penerbangan dapat disebabkan karena kurang optimalnya penugasan gate sehingga menyebabkan pesawat harus mengantri untuk melakukan lepas landas maupun parkir di apron setelah mendarat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi untuk mengetahui apakah kondisi eksisting sudah memenuhi waktu penggunaan gate yang sesuai. Evaluasi dilakukan dengan cara pengumpulan data lamanya kegiatan pesawat saat menggunakan gate serta jadwal penerbangan yang kemudian diolah untuk mendapatkan data penerbangan turn around flight, kesesuaian jadwal penerbangan aktual dan scheduled, dan kesesuaian alokasi gate aktual dan scheduled. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, bahwa dari 66 penerbangan turnaround flight pada terminal internasional hanya 21 penerbangan yang termasuk ke dalam kategori on time sedangkan pada terminal domestik dari 91 penerbangan turnaround flight hanya 16 penerbangan saja yang termasuk ke dalam kategori on time, sisanya mengalami keterlambatan diatas 15 menit. Kesesuaian alokasi gate aktual dengan jadwal pada terminal internasional sebesar 85% sedangkan pada terminal domestik sebesar 96%. Dari hasil pengamatan 12 pesawat terkait proses ground handling, kegiatan yang paling banyak melebihi estimasi durasi adalah kegiatan pengecekan logbook dan membongkar muatan.