cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Aplikasi Digital Value Stream Mapping untuk Meminimasi Waste pada Proses Produksi Panel Listrik Fauzi, Muhammad Aditya; Singgih, Moses Laksono
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.129348

Abstract

Perusahaan Panel Listrik (PPL) merupakan perusahaan yang menerapakan sistem make to order dengan memproduksi panel listrik yang berbeda – beda dari sisi spesfikasi maupun jenisnya sesuai keinginan customer. Namun saat ini, masalah yang dihadapi PPL adalah waktu penyelesaian produk yang lama. Salah satu penyebabnya adalah kesalahan informasi pada ketersediaan material. Selain itu penyampaian informasi selama proses produksi masih secara verbal sehingga banyak informasi yang tidak tercatat dan harus melakukan pengulangan penyampaian informasi yang akan memakan waktu. Penggunaan media digital dalam penyampaian informasi juga belum optimal karena masih hanya berfokus untuk informasi berupa laporan. Untuk lebih memudahkan dalam mengidentifikasi waste atau pemborosan yang terjadi, aliran mateial dan aliran infromasi akan dipetakan menggunakan Digital Value Stream Mapping (DVSM). Pada penelitian ini, total lead time proses produksi panel listrik adalah 460,58 jam dengan proporsi aktivitas value added sebesar 50,7% serta skor digital information flow adalah 3,02. Waste yang teridentifikasi akan dicari akar penyebebnya menggunakan Root Cause Analysis (RCA), dimana waste yang ditemukan meliputi waiting, transportation, motion, defect dan inventory. Dengan mengeliminasi waste tersebut dan memberikan beberapa rekomendasi perbaikan, total lead time proses produksi panel listrik turun menjadi 457,03 jam dengan proporsi aktivitas value added sebesar 60% serta skor digital information flow adalah 2,76.
Pra-Desain Pabrik Biodiesel Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari Crude Palm Oil (CPO) dan Metanol dengan Metode Ester-Transesterifikasi dengan Kapasitas 460.000 kL/Tahun Pramoryza, Michellia; Ardhaneswara, Cheryn Ayudya; Darmawan, Raden; Fahmi, Fahmi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.126162

Abstract

Pra Desain Pabrik Biodiesel dari Crude Palm Oil ini menggunakan proses esterifikasi dan transestrifikasi yang beroperasi secara kontinu yaitu 24 jam per hari selama 330 hari dalam setahun untuk memproduksi 460.000 kL biodiesel dalam setahun. Pabrik ini direncanakan akan dibangun pada tahun 2025 di Kawasan Industri Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Esterifikasi dan transesterifikasi akan dilakukan pada suhu 60oC dan pada tekanan 1 atm menggunakan reaktor alir tangki berpengaduk dengan tingkat konversi reaksi 96% dan 98,5%. Berdasarkan analisis ekonomi pabrik ini, disimpulkan bahwa didapatkan Capital Expenditure sebesar Rp 759.071.381.776, Operational Expenditure sebesar Rp 6.640.239.068.924, Internal Rate of Return sebesar 96,37% dengan bunga pinjaman 8,62% per tahun. Pay Out Time selama 1 tahun 3 bulan. Break Even Point sebesar 14,17%. Dari data analisis kelayakan di atas disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan.
Pra-Desain Pabrik Crude Palm Oil dan Crude Palm Kernel Oil Skala Menengah dari Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Assidiqie, Gloria Islamy; Siregar, Albar Sutan Bahari; Gunawan, Setiyo
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.125729

Abstract

Pabrik CPO (Crude Palm Oil) dan CPKO (Crude Palm Kernel Oil) skala UMKM didirikan bertujuan untuk menyerap tandan buah segar (TBS) dari petani sawit yang terkadang sulit dijual, harganya rendah, atau petani tidak punya teknologi untuk mengolah sawitnya menjadi CPO dan CPKO. Pabrik ini memiliki kapasitas 330.000 kg/tahun. Lokasi pendirian pabrik ini direncanakan di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dipilih menjadi lokasi pendirian pabrik karena telah diseleksi terhadap dua lokasi lain, yaitu Provinsi Jambi dan Kalimantan Tengah terhadap enam kriteria, yaitu ketersediaan bahan baku, upah tenaga kerja, area pemasaran, fasilitas transportasi, ketersediaan tenaga kerja, dan ketersediaan utilitas. Untuk memproduksi CPO dan CPKO, mula-mula TBS disterilisasi, kemudian dipipil, kemudian dilumat dan dipress, sehingga menghasilkan dua produk yaitu CPO kasar dan biji kelapa sawit. CPO kasar tersebut mengandung CPO dan campuran serat TBS. Pemurnian CPO dilakukan dengan filtrasi minyak, kemudian dikeringkan dan akhirnya dikemas. Sedangan biji kelapa sawit mula-mula dipisahkan serat dengan bijinya. Bijinya kemudian dipecah dan dipisahkan antara cangkang dengan inti. Kemudian inti kelapa sawit dikeringkan dan kemudian dipress. Dan difiltrasi untuk menghasilkan CPKO Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam per hari selama 330 hari. Dengan bahan baku berupa TBS sebesar 9.570 ton/tahun dapat dihasilkan produk CPO sebesar 2.393 ton/tahun dan CPKO sebesar 234 ton/tahun. Pabrik ini tergolong Usaha Menengah. Untuk dapat mendirikan pabrik ini, dibutuhkan modal investasi Rp4.312.656.476,14 dan total biaya produksi sebesar Rp23.101.878.124,39/tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 12%, Pay Out Time (POT) 2 tahun 4 bulan, Break Even Point (BEP) sebesar 113%, dan NPV sebesar -Rp217.469.254,56. Berdasarkan analisa ekonomi tersebut, pabrik ini tidak layak untuk didirikan.
Analisis Risiko Instalasi Penurunan PLEM dengan Pendekatan Metode Semi Kuantitatif Sauqi, Saif Adam; Murdjito, Murdjito; Rosyid, Daniel Mohammad
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.147781

Abstract

Operasi penurunan Pipeline End Manifold (PLEM) memiliki peranan penting dalam keberhasilan instalasi PLEM. Kegagalan sering terjadi jika operasi ini tidak dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan studi analisis risiko secara semi kuantitatif terhadap operasi penurunan PLEM serta memberikan mitigasi risiko yang dianalisis secara numerik. Analisis risiko dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Identifikasi risiko dilakukan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) dan analisis risiko menggunakan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Analisis risiko kuantitatif dilakukan untuk mengetahui probabilitas kegagalan saat penurunan PLEM. Penelitian ini meninjau tegangan sling dan kekuatan struktur PLEM saat kondisi penurunan. Setelah analisis risiko, mitigasi risiko dipaparkann dan dianalisis secara numerik untuk membuktikan efektivitas mitigasi tersebut. Penelitian ini mengidentifikasi 21 potensi bahaya. Struktur terkena beban splash zone memiliki probabilitas terbesar dengan nilai 0.0027 dan score RPN sebesar 60 (severity 4, likelihood 5, detection 3). Potensi kegagalan diuji secara numerik memiliki nilai PoF 4 x 10^4 untuk potensi kegagalan(tengangan sling melebihi batas yang diizinkan) A.1.4 dan nilai PoF 3 x 10^2 untuk potensi kegagalan (tegangan struktur melebihi batas yang diizinkan) A.1.3, dengan hasil analisis yang konsisten dengan pendekatan kualitatif. Mitigasi risiko dilakukan dengan mengubah properties pada sling dan spreader bar, yang terbukti efektif dalam mengurangi potensi kegagalan.Penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko secara kualitatif dan kuantitatif efektif dalam menurunkan potensi kegagalan pada operasi penurunan PLEM.
Studi Pengaruh Perambatan Retak pada Struktur Pondasi Tangki SPB Arsana, Kadek Mahardhika Dwi; Zubaydi, Achmad; Sujiatanti, Septia Hardy
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.152397

Abstract

LNG diekspor mengggunakan kapal berjenis gas carrier. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan kapal LNG menjadi meningkat dikarenakan peningkatan kebutuhan pasar LNG. Kapal LNG memiliki tangki khusus yang dirancang untuk dapat menampung LNG pada suhu yang sangat rendah. IGC Code, tipe tangki muatan kapal LNG dapat diklasifikasikan menjadi membrane tank dan independent tank. Tangki independen terdiri dari independent spherical type-B, independent prismatic type-B, dan cylindrical type-C. Penelitian ini terfokus pada tangki tipe prismatic type-B atau yang lebih dikenal sebagai tangki IHI-SPB. Tangki SPB memiliki pondasi pada bagian bawah tangki yang berfungsi untuk menopang tangki LNG. Pada kondisi kapal beroperasi, pondasi tangki harus mampu menahan beban tangki dan beban muatan yang bersifat statis dan dinamis. Proses pengisian dan bongkar muat LNG menyebabkan perubahan beban yang dialami oleh pondasi. Hal ini menyebabkan pondasi mengalami perubahan tegangan yang berulang-ulang dan dapat menyebabkan terjadinya retak awal, yang kemudian akan terus merambat selama pondasi mengalami pembebanan yang berulang. Analisis pengaruh perambatan retak dilakukan dengan metode mekanika kepecahan pada pondasi tangki untuk mengetahui nilai stress intensity factor (SIF) dan laju perambatan retak hingga mencapai panjang retak kritis. Ketebalan pondasi tangki sebesar 15 mm dan panjang initial crack 10 mm dengan variasi pengisian LNG 75% dan 50% yang akan dianalisis pada penelitian ini. Dari hasil analisis, untuk pengisian LNG 75% didapatkan nilai SIF sebesar 8,17 MPa√???? pada retak awal dan 46,6 MPa√???? pada panjang kritis dengan nilai laju perambatan retak menuju panjang kritis sebesar 2,21x10-5 in/cycle. Untuk pengisian LNG 50% didapatkan nilai SIF sebesar 5,97 MPa√???? pada retak awal dan 44,77 MPa√???? pada panjang kritis dengan laju perambatan retak menuju panjang kritis sebesar 1,88x10-5 in/cycle.
Studi Pengaruh Penguatan Pada Struktur Lambung Berbahan HDPE terhadap Deformasi Kapal Menggunakan Metode Elemen Hingga Adifatama, Alifiansyah Surya; Setyawan, Dony; Ariesta, Rizky Chandra
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.152709

Abstract

Proses perancangan kapal merupakan tahap awal yang krusial dalam pembuatan kapal, di mana penentuan dimensi kapal harus sesuai dengan tujuan dan kebutuhan kapal yang akan diproduksi. Meskipun dimensi kapal telah dihitung dengan cermat, perubahan dimensi selama masa operasional masih mungkin terjadi dan berdampak pada tegangan struktur kapal. Kapal berbahan High Density Polyethylene (HDPE) dipilih sebagai objek penelitian karena kekuatan mekanik dan ketahanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan penguatan pada lambung kapal berbahan HDPE terhadap kekuatan kapal dan mengurangi deformasi yang terjadi. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga pada variasi kapal dengan panjang berbeda yaitu 6 m, 10,4 m, 16 m, dan 24 m, serta membandingkan penguatan menggunakan aluminium dan baja. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan penguatan pada lambung kapal berbahan HDPE secara signifikan mengurangi deformasi. 2. Pada variasi kapal 6 m didapatkan penguatan paling optimal pada kapal yaitu pada variasi material baja ketebalan 6 mm dengan deformasi maksimum sebesar 2,321 mm. Lalu, untuk variasi model kapal 10,4 m didapatkan penguatan paling optimal pada kapal yaitu pada variasi material alumunium ketebalan 6 mm dengan deformasi maksimum sebesar 3,357 mm. Kemudian untuk variasi model kapal 16 m didapatkan penguatan paling optimal pada kapal yaitu pada variasi material baja ketebalan 6 mm dengan deformasi maksimum sebesar 11,354 mm. Untuk variasi model kapal 24 m didapatkan penguatan paling optimal pada kapal yaitu pada variasi material baja ketebalan 8 mm dengan deformasi maksimum sebesar 41,263 mm.
Desain Catamaran Trash Skimmer Boat dengan Sistem Propulsi Elektrik untuk Mengatasi Pencemaran di Sungai Musi, Sumatera Selatan Kusumawardani, Bella Rosanti; Kurniawati, Hesty Anita
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.152818

Abstract

Sungai Musi, sebagai aset penting dan sumber kehidupan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan, mengalami ancaman serius akibat pencemaran yang disebabkan oleh sampah plastik dan limbah padat. Keadaan ini tidak hanya merugikan ekosistem sungai, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat yang bergantung pada Sungai Musi sebagai sumber air. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis teknis mengenai desain trash skimmer boat sebagai solusi dalam menangani masalah pencemaran di Sungai Musi. Skimmer boat ini diharapkan dapat secara efektif membersihkan sungai dari sampah plastik dan mikroplastik yang merugikan ekosistem sungai dan kesehatan masyarakat. Dengan memanfaatkan propulsi elektrik, skimmer boat ini diharapkan dapat beroperasi secara efisien dengan dampak lingkungan yang minimal. Selain itu, pemilihan lambung katamaran menjadi pertimbangan penting karena memberikan stabilitas lebih tinggi dan geladak yang lebih luas, sehingga meningkatkan stabilitas, kemudahan pengendalian, dan efektivitas operasional. Kapal ini dilengkapi conveyor untuk mengumpulkan sampah yang berada di sungai serta filter untuk mengumpulkan mikroplastik. Payload dari desain kapal ini sebesar 12.25 ton. Berdasarkan perhitungan analisis teknis dari trash skimmer boat ini, diperoleh ukuran utama: Panjang (Lpp) = 11 m; Lebar (B) = 5 m; Tinggi (H) = 1.75 m; Sarat (T) = 1,2 m; dan Kecepatan (Vs) = 3.85 knot. Setelah ukuran utama ditentukan, dibuat Gambar Rencana Garis, Gambar Rencana Umum, Model 3D, dan wiring diagram untuk propulsi elektrik. Estimasi biaya pembangunan kapal ini adalah Rp1,298,595,936, dengan estimasi biaya operasional tahunan sebesar Rp298,307,377.
Analisis Teknis dan Ekonomis Konversi Landing Craft Tank (LCT) menjadi Self-Propelled Split Hopper Barge (SPSHB) Silalahi, Dias; Kurniawati, Hesty Anita; Utama, Danu
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.152821

Abstract

Pembatasan operasional Landing Craft Tank (LCT) menjadi kapal penyebrangan tertuang pada Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. SK 885/AP.005/DRJD/2015 yang dikeluarkan pada tanggal 15 Maret 2015, menyebabkan maraknya konversi LCT menjadi jenis kapal lain, salah satunya menjadi split hopper barge yang berfungsi untuk mengangkut pasir atau lumpur. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mebuat desain modifikasi konversi LCT menjadi Self-Propelled Split Hopper Barge (SPSHB) yang terdiri dari modifikasi ruang muat dan modifikasi forecastle deck. SPSHB hasil konversi dianalisis berdasarkan ketentuan memanjang kapal yang disesuaikan dengan rules BKI, pemeriksaan freeboard yang memenuhi peraturan Garis Muat Indonesia, dan stabilitas kapal yang harus memenuhi ketentuan IMO. Penggambaran ulang (redrawing) terhadap data yang dikumpulkan juga dilakukan pada pengerjaan modifikasi kapal LCT menjadi SPSHB pada tugas akhir, setelah melakukan penggambaran ulang dilaksanakan permodelan lambung kapal menggunakan aplikasi. Modifikasi terhadap ruang muat dan forecastle deck dilakukan dalam konversi kapal, akhirnya akan dilakukan pemeriksaan kekuatan memanjang dan stabilitas kapal untuk mengetahui apakah kapal yang dikonversi memenuhi aturan. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh tegangan maksimum sebesar 367,56 kg/cm2, tinggi freeboard minimum adalah 0,352 meter, dan stabilitas kapal setelah konversi telah sesuai dengan aturan IMO. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan konversi dari LCT menjadi SPSHB adalah sebesar Rp1.481.748.743,00.
Implementasi Algoritma Kuantum Shor pada Platform IBM Quantum Abdurrasyid, Malik; Wirawan, Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.149037

Abstract

Di era komputasi modern, komputasi kuantum telah muncul sebagai teknologi revolusioner dengan potensi untuk menyelesaikan masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh komputer klasik dalam waktu yang cepat. Salah satu algoritma kuantum yang paling menonjol adalah Algoritma Shor, yang dapat memfaktorkan bilangan bulat menjadi faktor-faktor primanya secara eksponensial lebih cepat dibandingkan dengan algoritma klasik terbaik yang ada. Namun, implementasi Algoritma Shor dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti keterbatasan algoritma klasik dalam pemfaktoran bilangan besar, potensi ancaman terhadap keamanan kriptografi modern, dan tantangan teknis dalam implementasi algoritma kuantum. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Algoritma Shor pada platform IBM Quantum untuk memverifikasi keefektifan dan efisiensinya dalam pemfaktoran bilangan bulat, serta untuk mengatasi tantangan teknis yang muncul selama proses implementasi. Evaluasi performa dilakukan dengan menguji algoritma pada berbagai bilangan bulat untuk mengukur kecepatan dan akurasi hasil pemfaktoran. Hasil yang telah didapatkan dapat ditunjukan bahwa kompleksitas dari algoritma shor yaitu big O(n^3). Semakin besar nilai N yang ingin difaktorkan maka waktu yang dibutuhkan semakin lama. Didapatkan juga waktu rata – rata yang dibutuhkan algoritma shor untuk menemukan kunci yaitu sekitar 0.01 detik – 0.09 detik dan waktu algoritma faktorisasi klasik sekitar .0.001 detik – 0.008 detik. Perbedaan ini dikarenakan adanya tambahan program pada algoritma shor agar menghasilkan output pada excel.
Evaluasi Tata Kelola Teknologi Informasi untuk Peningkatan Indeks SPBE Berdasarkan Framework COBIT 2019 (Studi Kasus: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur) Rifliansah, Mutiara Nuraisyah Dinda; Ginardi, Raden Venantius Hari; Ciptaningtyas, Henning Titi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i3.148092

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu instansi pemerintah yang terus berupaya dan berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keterpaduan e-government melalui tata kelola dan manajemen Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Agar dapat mengetahu sejauh mana sistem tata kelola TI untuk membangun good governance berbasis e-government dibutuhkan evaluasi tata kelola teknologi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Untuk meningkatkan sistem tata kelola SPBE ketingkat yang dibutuhkan serta pengelolaan risiko dapat dilakukan melalui penggunaan model kerangka kerja yang menjadi standar penerapan teknologi informasi. Metodologi dalam penelitian ini berdasarkan kerangka kerja COBIT 2019 dan domain objektif yang dievaluasi akan ditentukan berdasarkan design factor toolkit. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat 3 objektif proses yang terpillih berdasarkan design factor toolkit COBIT 2019 adalah APO13, APO14 dan BAI09. Untuk tingkat kapabilitas objektif proses APO14 mencapai level 2 yang artinya proses mencapai tujuannya melalui penerapan serangkaian kegiatan dasar yang lengkap dan dapat dikategorikan beroperasi. Selanjutnya, untuk objektif proses APO13 dan BAI09 nilai tingkat kapabilitasnya mencapai level 3 yang artinya proses didefinisikan secara baik dan mencapai tujuannya dengan cara yang jauh lebih terorganisir. Keluaran dari penelitian ini akan berupa rekomendasi perbaikan yang bertujuan mencapai tingkat kapabilitas yang diharapkan sebagai acuan bagi Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengelola proses TI yang lebih baik sehingga dapat membantu meningkatkan nilai indeks SPBE.