cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Kapasitas Pengendali Banjir Bendungan Bagong dengan Penambahan Pintu pada Spillway Cahyanti, Amalia Hari; Kuntjoro, Kuntjoro
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.144172

Abstract

Spillway merupakan bangunan hidrolik yang dibangun untuk menyalurkan aliran banjir lewat bendungan dengan tanpa membahayakan keamanan bendungan. Dari kelebihan kapasitas yang sudah meluap (overtopping) tersebut nantinya akan dialirkan ke bagian hilir. Bendungan dengan tambahan pintu pada pelimpah terbukti memiliki kemampuan mengurangi debit banjir dibandingkan dengan bendungan sejenis tanpa pintu atau pelimpah tetap. Kedudukan bangunan pelimpah sebagai tombak bangunan pengaman bendungan dari limpasan mengharuskan ketelitian dalam perencanannya. Waduk yang dibangun nantinya harus mampu menyimpan kapasitas air guna memenuhi kebutuhan air dan aman terhadap banjir yang direncanakan, sehingga diperlukan perencanaan pintu air spillway yang mampu mereduksi banjir. Dalam proyek akhir ini dilakukan analisis hidrologi yang nantinya akan digunakan sebagai dasar perencanaan. Setelah itu, direncanakan penambahan pintu spillway. Sistem operasi pintu yang dilakukan dengan menggunakan bantuan software HEC-HMS. Analisis yang dilakukan dengan membuat 6 skenario yang akan diterapkan menjadi beberapa kondisi. Pada sistem operasi pintu ini ditinjau sesuai perencanaan menggunakan debit banjir rancangan Q1000 dan sebagai kontrol menggu-nakan QPMF. Hasil perhitungan didapatkan perencanaan pintu spillway dengan desain tipe pintu slide gate. Dimensi pintu dengan lebar 6.3 m, tinggi pintu 3.5 m, dan lebar pilar 1.6 m. Kemudian hasil pemodelan menunjukkan bahwa pola operasi pintu yang memenuhi syarat jagaan minimum untuk Q1000 menghasilkan prosentase retensi tebesar yaitu 67.88% pada skenario 4 dengan bukaan 1 m. Sedangkan hasil pemodelan pola operasi pintu yang memenuhi syarat jagaan minimum untuk QPMF menghasilkan prosentase retensi terbesar yaitu 42.16% pada skenario 4 dengan bukaan pintu 3 m.
Analisis Banjir Akibat Keruntuhan Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek Menggunakan HEC-RAS 2D Aditya, Bima Tridaffa; Kuntjoro, Kuntjoro
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.144246

Abstract

Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek dibangun dengan tujuan sebagai pengendali banjir, pemenuhan kebutuhan air irigasi dan penyedia kebutuhan air baku. Di samping bermanfaat bagi kebutuhan manusia sehari-hari, bendungan juga memiliki potensi bahaya yang sangat besar apabila terjadi kesalahan pada saat proses pembangunan dan pengelolaannya. Keruntuhan bendungan (dam break) merupakan suatu peristiwa dimana suatu bendungan runtuh secara struktur yang otomatis akan menyebabkan air yang semula dibendung menjadi mengalir dan mengakibatkan banjir dengan skala yang besar di daerah hilir bendungan. Ada beberapa faktor penyebab dam break yaitu dikarenakan terjadinya overtopping dan piping. Metode dalam analisis hidrologi yang adalah Metode Polygon Thiessen untuk curah hujan rerata daerah, Metode normal, Log Pearson Type III dan Gumbel untuk analisis frekuensi dan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu untuk perhitungan hidorgraf banjir. Metode analisis keruntuhan Bendungan Bagong ini dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS 2D. Hasil perhitungan debit banjir kala ulang PMF adalah sebesar 382,783 m³/detik. Tinggi maksimum genangan banjir adalah sebesar 32,911 m. Terdapat 20 desa di 3 kecamatan pada Kabupaten Trenggalek yang tergenang banjir akibat keruntuhan Bendungan Bagong yaitu Desa Sengon, Srabah, Sambirejo, Sumberdadi, Sumbergedong, Surodakan, Ngares, Ngantru, Tamanan, Kelutan, Rejowinangun, Ngadirenggo, Ngetal, Pogalan, Gembleb, Bendorejo, Wonocoyo, Sukorame, Krandegan dan Melis. Genangan banjir akibat keruntuhan Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek memiliki jangkauan ± 36 km. Jumlah penduduk terdampak banjir adalah 21.607 orang. Maka Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek termasuk bendungan dengan klasifikasi bahaya tingkat sangat tinggi.
Perencanaan Sistem Drainase Terpadu Perumahan Neo Natura Pasuruan Interkoneksi pada Normalisasi Sungai Raci Alzooiya, Wildan Maulana; Harijanto, Didik
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.144266

Abstract

Pada saat pembangunan perumahan khususnya di perumahan Neo Natura Pasuruan dibutuhkan perencanaan drainase perumahan yang aman dan mencegah banjir bagi sekitarnya maupun dalamnya. Perencanaan drainase pada perumahan ini menggunakan metode zero delta-Q dimana setiap bangunan yang dibangun tidak boleh menambah debit pada saluran drainase perkotaan atau sungai. Dalam perencanaan drainase perumahan Neo Natura melalui distribusi frekuensi didapakai periode ulang menggunakan log person type III pada 10 tahun, Tc maks pada seluruh perumahan adalah 2,6 jam, kemudian dilakukan perencanaan penampang saluran, dan didapat debit total setelah pembangunan adalah 3,153 m³/s. Debit eksisting sebelum terbangun adalah 0,355 m³/s sehingga debit yang harus ditahan adalah 2.799 m³/s. Untuk menampung debit yang ditahan maka direncanakan kolam tampungan dengan kedalaman 1,25 m untuk menampung debit yang dihasilkan oleh perumahan. Untuk membuang debit ke sungai digunakan pompa berkapasitas 0,3 m³/s menyesuaikan dengan debit yang diizinkan dan pembuangan debit ke sungai dilakukan pada jam ke 2,6 dengan ketinggian muka air sungai sebesar 0,77 m. Setelah dilakukan analisis hidrologi dan hidrolika, maka dilakukan permodelan menggunakan aplikasi HEC-RAS.
Analisis Rembesan di Bawah Struktur Spillway Bendungan Bagong, Kabupaten Trenggalek Santoso, Rahmad Putra; Kuntjoro, Kuntjoro
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.144272

Abstract

Bangunan pelimpah sangat penting untuk mengatur debit yang berada di tampungan dan untuk mengeluarkan air jika terjadi debit banjir sehingga bangunan pelimpah harus aman terhadap tekanan yang ada supaya tidak mengalami kegagalan konstruksi. Tekanan yang mengakibatkan kegagalan konstruksi adalah tekanan hidrostatis, tekanan air yang diterima, dan tekanan dari geometrik pelimpah itu sendiri. Bangunan pelimpah harus direncanakan berdiri di atas batuan yang keras sehingga dapat difungsikan sebagai pondasi. Persyaratan pondasi agar bangunan pelimpah aman adalah aman terhadap erosi akibat rembesan. Oleh karena itu diperlukan analisis stabilitas dan rembesannya. Analisis rembesan yang terjadi di pondasi pelimpah menggunakan metode Lane dan GeoStudio. Analisis yang dilakukan meliputi kondisi Muka Air Normal (MAN) dan Muka Air Banjir (MAB). Stabilitas untuk kondisi MAN terhadap gaya guling adalah 8.9 > 1.5 dan gaya geser 2.21 > 1.5, untuk kondisi MAB 8.9 > 1.5 dan gaya geser 2.20 > 1.5. Panjang rembesan manual adalah 286.86 m untuk kondisi MAN dan MAB. Panjang rembesan Geo-Studio adalah 308.44 m untuk kondisi MAN dan 313.55 m untuk kondisi MAB. Rembesan yang terjadi masih dalam syarat aman karena panjang rembesan yang terjadi lebih besar dari panjang rembesan yang diijinkan. Debit rembesan yang terjadi adalah "2.98 ×" 〖" 10" 〗^"-3" m/detik untuk kondisi MAN dan "3.79 ×" 〖" 10" 〗^"-3" m/detik untuk kondisi MAB. Dua kondisi tersebut masih dalam syarat aman karena debit yang terjadi lebih sedikit dibandingkan debit ijinnya
Tipologi Struktur Wilayah Peri Urban di Kecamatan Menganti Berdasarkan Aspek Fisik Imaduddin, Bahtiar Rahmaan; Firmansyah, Fendy
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.132302

Abstract

Perkembangan Kota Surabaya sebagai kota metropolitan berlangsung pesat dengan jumlah penduduk yang terus meningkat. Ketersediaan lahan di Kota Surabaya bersifat tetap dan terbatas sehingga mengakibatkan perluasan wilayah kota menuju wilayah pinggiran atau biasa dikenal dengan istilah wilayah peri urban. Kecamatan Menganti merupakan wilayah peri urban yang memiliki ketersediaan lahan cukup luas, sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk tinggal dan berkegiatan di Kecamatan Menganti. Hal ini memicu terjadinya fenomena transformasi spasial yang mengubah sifat kedesaan menjadi sifat kekotaan sehingga Kecamatan Menganti memiliki dua kenampakan yang berbeda, yaitu kenampakan fisik desa di satu sisi dan kenampakan fisik kota di sisi yang lain. Untuk memudahkan perencanaan wilayah berdasarkan karakteristiknya maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipologi struktur wilayah peri urban di Kecamatan Menganti. Penelitian ini menggunakan variabel fisik yang ditinjau dari variabel proporsi lahan agraris, kepadatan bangunan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas pendidikan. Data variabel dianalisis menggunakan analisis spasial kernel density dan analisis overlay sehingga dapat diketahui deliniasi tipologi wilayah peri urban berdasarkan batas fungsional. Hasil analisis menunjukan bahwa Kecamatan Menganti memiliki 4 klasifikasi tipologi WPU yaitu Zona Bingkai Kota seluas 498,53 Ha yang merupakan pusat aktivitas dan kegiatan Kecamatan , Zona Bingkai Kota – Desa seluas 1.402,98 Ha dan Zona Bingkai Desa – Kota seluas 2.696,41 Ha yang merupakan wilayah transisi desa dan kota, dan Zona Bingkai Desa seluas 2.696,41 Ha yang merupakan bagian terluar dari Kecamatan Menganti.
Penilaian Kepuasan Pelanggan Terhadap Layanan Air Bersih di Kota Jakarta Pusat Anggarini, Fellyta Zahrah; Yusuf, Mochamad
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.132786

Abstract

Air merupakan sumber energi terpenting dan kebutuhan dasar insan di dunia. Produktivitas makhluk hidup sangat bergantung pada air lantaran air merupakan hal mendasar bagi kelangsungan siklus hidup di alam semesta. Kota Jakarta Pusat memiliki kepadatan penduduk paling tinggi di Provinsi DKI Jakarta. Kepadatan penduduk yang tinggi akan meningkatkan persentase perubahan penggunaan lahan terbuka, menjadi pemukiman yang mengurangi jumlah resapan air dan lahan terbuka hijau dan berdampak pada pelayanan air bersih baik berupa jumlah kebutuhan air, cakupan pelayanan dan sebagainya. Di satu sisi, target capaian untuk layanan air bersih sudah masuk didalam perencanaan pembangunan dalam RPJMN Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020 – 2024 dan rencana kerja PAM Jaya, namun di sisi lain, masih terdapat kesenjangan pada capaian kinerja layanan PAM Jaya. Masyarakat sebagai konsumen PAM Jaya memiliki persepsi terhadap layanan PAM Jaya, namun persepsi tersebut belum menjadi bagian dari capaian kinerja PAM Jaya. Untuk itu perlu diketahui sejauh mana kepuasan pelanggan dalam layanan air bersih di Kota Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualititaf dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menentukan kriteria kepuasan pelanggan terhadap layanan air bersih. Teknik deskriptif statistik menggunakan skala Likert untuk mengkaji tingkat kepuasaan pelanggan terhadap layanan air bersih di kota Jakarta Pusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan masih tidak puas terhadap layanan air bersih secara keseluruhan dan didapati variabel paling rendah yaitu pelayanan pelanggan dengan sub variabel program kegiatan dan waktu tanggap keluhan yang mendapatkan tingkat kepuasan tidak puas
Kajian Faktor Nilai Tanah Wilayah Peri Urban Surabaya (Studi Kasus Kecamatan Waru Sidoarjo) Wardhana, Septian Sastra Kusuma; Setiawan, Putu Rudy
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.132862

Abstract

Kota Surabaya memiliki tantangan akan dampak dari urbanisasi yang mengakibatkan wilayah peri-urban di sekitarnya terpaksa berkembang agar dapat menampung luapan kegiatan. Mempertimbangkan kedekatan lokasi, pertumbuhan fisik, dan terdapatnya zona industri membuat Kecamatan waru menjadi sasaran utama urban. Terdapat dilema dalam penentuan nilai tanah pada wilayah ini, di mana kawasan peri urban memiliki ciri kawasan perkotaan (urban area) dominan yang berpotensi bertransformasi menjadi kawasan perkotaan dengan nilai tanah tinggi, sementara itu fungsi utama wilayah peri urban sebagai kota penyangga masih diperlukan untuk menunjang aktivitas di Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai keterkaitan antara nilai tanah dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kecamatan Waru. Penelitian ini diawali dengan merumuskan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tanah menggunakan metode delphi. Selanjutnya dilakukan penentuan nilai keterkaitan antara nilai tanah dengan faktor-faktor yang telah dirumuskan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 14 faktor yang mempengaruhi nilai tanah di Kecamatan Waru, yakni ketersediaan lahan dengan nilai signifikansi 0,334, kepadatan penduduk dengan nilai signifikansi 0,283, laju pertumbuhan penduduk dengan nilai signifikansi 0,796 , struktur/jenis tanah dengan nilai signifikansi 0,556 fasilitas transportasi dengan nilai signifikansi 0,013, jalur angkutan umum dengan nilai signifikansi 0,620, kelas jalan dengan nilai signifikansi 0,581, jarak ke pusat kota dengan nilai signifikansi 0,349, jarak ke sarana kesehatan dengan nilai signifikansi 0,614, jarak ke sarana pendidikan dengan nilai signifikansi 0,032, jarak ke tempat kerja dengan nilai signifikansi 0,15, sarana kebersihan dan persampahan dengan nilai signifikansi 0,544 dan jaringan prasarana dengan nilai signifikansi 0,645. Dengan standar signifikansi <0,05  fasilitas transportasi, jarak ke sarana pendidikan, dan jarak ke tempat kerja menjadi faktor yang memiliki pengaruh tinggi terhadap nilai tanah di Kecamatan Waru.
Identifikasi Karakteristik Resiliensi Masyarakat dalam Pengembangan Heritage Tourism (Studi Kasus: Perkampungan Kelurahan Peneleh Kota Surabaya) Widya, Khafizh Salsabila; Idajati, Hertiari
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.133169

Abstract

Surabaya banyak menyimpan bukti peninggalan sejarah termasuk di Kelurahan Peneleh yang ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya hingga menjadi destinasi wisata kampung sejarah. Berbagai situs sejarah tersebar seperti: Langgar Dukur Kayu, Pesarean Mbah Pitono, Terakota, Rumah Puing, Rumah Jengki, Rumah Kayu, Sumur Majapahit Rumah Ir. Soekarno, Langgar Kuno, Museum HOS Tjokroaminoto, Masjid Jami’ Peneleh, kompleks pemakaman De Begraafplaats; dan makam-makam kuno. Kunjungan wisatawan Museum HOS Tjokroaminoto di Peneleh terus meningkat setiap tahunnya hingga hingga tahun 2019 mencapai 9.600 pengunjung. Namun fenomena pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan signifikan     jumlah wisatawan sebesar 72,29% pada tahun 2020 (2.600 pengunjung). Fenomena ini sangat berdampak bagi penurunan ekonomi masyarakat lokal. Permasalahan lain ditemukan seperti rendahnya partisipasi dan lemahnya kelembagaan masyarakat. Dalam menjaga eksistensi Peneleh sebagai kawasan wisata sejarah, perlu diketahui karakteristik masyarakat kaitannya dengan upaya pengembangan wisata Peneleh yang telah dilakukan. Konsep community resilience dipilih untuk mengidentifikasi resiliensi masyarakat dalam penelitian ini. Metode penelitian menggunakan content analysis dengan unit analisis kalimat pernyataan dari hasil in-depth interview berbagai informan seperti (kelompok sadar wisata, komunitas  pecinta sejarah, dan tokoh masyarakat). Hasil karakteristik resiliensi masyarakat menunjukkan upaya mereka dalam mempertahankan, beradaptasi, pulih dan mengembangkan empat komponen pariwisata (attraction, accessibility, amenity, ancellary services). Adanya modernisasi dan pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan masyarakat terindikasi kurang mendukung upaya resiliensi. Masyarakat tidak lagi mempertahankan atraksi event sejarah dan budaya serta belum menyesuaikan fasilitas pendukung pariwisata yang harusnya dapat mendatangkan manfaat ekonomi.
Prioritas Pengembangan Kawasan Wisata Religi: Harmoni Spiritual Pesarean K.H. Abdul Wahab Hasbullah di Kabupaten Jombang Salsabila, Nadya Shava; Navastara, Ardy Maulidy
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.139253

Abstract

Kawasan wisata religi Pesarean K.H. Abdul Wahab Hasbullah memerlukan pemeliharaan untuk meningkatkan kenyamanan lokasi. Kondisi eksisting Pesarean K.H. Abdul Wahab Hasbullah, yang juga termasuk Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai destinasi wisata, menghadapi tantangan dalam pemasaran dan perkembangan yang tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor prioritas pengembangan wisata religi di Pesarean K.H. Abdul Wahab Hasbullah menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis AHP menunjukkan prioritas faktor dan variabel pengembangan kawasan wisata religi berdasarkan penilaian stakeholder melalui kuesioner. Penelitian ini menghasilkan bahwa faktor sarana merupakan faktor prioritas yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Peningkatan dan pengembangan faktor sarana ini meliputi optimalisasi potensi lahan untuk parkir melalui pemanfaatan lahan eksisting dan penambahan lahan parkir baru melalui skema kerjasama antara yayasan dan pemerintah desa, pembangunan sentra kuliner, penambahan toilet umum, penambahan kapasitas musala serta integrasi musala dan Pesarean. Disamping ini prasarana jalan menjadi prioritas pengembangan yang dapat memberikan dampak yang signifikan pada aksesibilitas, keselamatan, dan kenyamanan bagi pengunjung serta memfasilitasi pertumbuhan destinasi wisata religi secara berkelanjutan.
Pemetaan Spasial Produksi Emisi Karbon Dioksida (CO2) pada Kawasan Industri di Koridor Jalan Lingkar Timur Kabupaten Sidoarjo Salsabila, Tiara; Susetyo, Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.140799

Abstract

Sektor industri termasuk sebagai salah satu sektor yang berkembang pesat di Indonesia terutama di Kabupaten Sidoarjo yang termasuk sebagai prioritas pengembangan kawasan industri di Jawa Timur sesuai RTRW Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2031 dengan pusat kegiatan industrinya berada di koridor Jalan Lingkar Timur. Pertumbuhan kegiatan industri tersebut selalu beriringan dengan pertumbuhan produksi emisi karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan adanya dampak negatif bagi berbagai sektor lainnya terutama lingkungan, sehingga diperlukan upaya mitigasi untuk mereduksi produksi emisi CO2 melalui kegiatan inventarisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemetaan spasial produksi emisi karbon dioksida (CO2) pada kawasan industri di koridor Jalan Lingkar Timur Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahapan yakni (1) Mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap produksi emisi CO2 primer berdasarkan kegiatan industri menggunakan metode analisis delphi, (2) Melakukan perhitungan estimasi jumlah emisi primer dari produksi emisi CO2 menggunakan metode perhitungan Faktor Emisi IPCC, dan (3) Melakukan pemetaan produksi emisi CO2 primer menggunakan metode analisis spasial berbasis grid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi emisi CO2 primer dengan klasifikasi sangat tinggi didominasi oleh perusahaan kategori industri pengolahan yang menggunakan bahan bakar solar untuk proses produksinya. Emisi CO2 primer tertinggi yang dihasilkan pada klasifikasi tersebut adalah sebesar 301 ton CO2 per tahun. Terdapat jenis penggunaan lahan lain yang terdampak oleh produksi emisi CO2 tersebut yakni permukiman, sawah, dan empang, sehingga tetap diperlukan upaya pencegahan guna mengurangi dampak yang ditimbulkan dengan melakukan penghijauan dan konversi penggunaan bahan bakar minyak bumi ke energi terbarukan.