cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Identifikasi Potensi dan Masalah Kawasan Berdasarkan Faktor-Faktor yang Berpengaruh untuk Menguatkan Citra Kawasan Kota Samarinda Nari, Grace Maharani Surira; Navastara, Ardy Maulidy
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.143123

Abstract

Slogan ‘Samarinda Kota Tepian’ merupakan salah satu ciri khas dari Kota Samarinda yang terbentuk karena letak geografis kota yang berada di tepi sungai dan memiliki banyak sungai. Oleh karena itu, salah satu indikator citra kawasan Kota Samarinda adalah sungai. Namun, kondisi sungai yang terdapat di Kota Samarinda dalam keadaan yang tercemar, salah satunya Sungai Karang Mumus. Kondisi Sungai Karang Mumus yang tercemar dan terdapat banyak sampah mengakibatkan munculnya berbagai sebutan negatif yang dapat menurunkan citra kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dan menguatkan citra kawasan perkotaan dengan cara mengoptimalkan potensi kawasan yang bersifat unik dan berciri khas sehingga dapat dijadikan karakteristik dan ciri khas kawasan. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis isi (content analysis) berdasarkan wawancara secara mendalam dengan beberapa stakeholder terkait untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap penataan kawasan untuk meningkatkan citra kawasan Kota Samarinda. Setelah itu dilakukan analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui potensi dan masalah yang terdapat di kawasan hilir Sungai Karang Mumus. Dengan mengetahui potensi dan karakteristik kawasan diharapkan dapat mengembangkan kawasan sesuai dengan potensi dan ciri khas kawasan agar kualitas lingkungan dan kesan yang didapatkan oleh masyarakat dapat meningkat sehingga citra kawasan perkotaan juga dapat meningkat dan semakin kuat.
Evaluasi Sistem Drainase Saluran Sekunder dan Tersier, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya Aqiila, Javier; Masduqi, Ali
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.145052

Abstract

Kota Surabaya memiliki sistem drainase perkotaan terintegrasi, namun di beberapa titik masih terdapat genangan air hujan. Kecamatan Bubutan merupakan salah satu kecamatan yang memiliki beberapa titik genangan air sepanjang jalan di antaranya di Jalan Semarang. Ketinggian genangan air ± 20 cm dengan lama genangan 2 jam pada luas daerah tergenang 0,45 ha. Titik tergenang lainnya berada di sekitar Jalan Semarang yaitu pada Jalan Raden Saleh dengan tinggi genangan 10 cm selama 60 menit seluas 0,32 ha. Pada Perencanaan ini, Kecamatan Bubutan sebagai wilayah perencanaan saluran drainase sekunder dan tersier. Tujuan dari perencanaan ini adalah merencanakankan dimensi saluran untuk dapat mengalirkan debit banjir rencana agar tidak menimbulkan genangan. Perencanaan dilakukan dengan pengumpulan data dan survey lapangan. Hujan rencana dihitung dengan metode Gumbel, Log Pearson dan Log Normal. Untuk memilih hujan rencana dilakukan uji Chi Sqare dan Uji Smirnov Kolmogorov. Hasil perhitungan hujan rencana digunakan untuk menghitung debit banjir rencana masing-masing saluran tersier dengan metode Rasional. Saluran tersier eksisting dievaluasi kapasitasnya dengan membandingkan dengan debit banjir rencana. Kapasitas saluran Sekunder dievaluasi dengan software Storm Water Management Model (SWMM) Dimensi Saluran direncanakan dengan menggunakan persamaan Manning untuk saluran aliran terbuka. Hasil perencanaan diperoleh kapasitas saluran tersier di Kecamatan Bubutan berkisar antara 0.38 m3/detik sampai dengan 3,09 m3/detik. Tinggi hujan rencana periode ulang 5 tahun untuk saluran tersier adalah sebesar 107 mm. Hampir seluruh saluran-saluran tersier di Kecamatan Bubutan memiliki kapasitas lebih kecil dari debit banjir rencana, sehingga saluran-saluran tersebut perlu ditingkatkan kapasitasnya dengan memperbesar dimensi saluran yang menggunakan U-ditch berukuran sebagai berikut, yaitu U-ditch 80x80x120, 100x100x120, 120x120x120, 140x140x120, 150x150x120, 180x180x120. Untuk saluran sekunder di kecamatan bubutan kapasitas alir masih memenuhi.
Pemetaan Utilitas Bawah Permukaan Berdasarkan Perbandingan Penampang Resistivitas 2D Software Res2DINV dan ResIPY Python Dhiaulhaq, Rifqi Roid; Rochman, Juan Pandu Gya Nur; Komara, Eki
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.145629

Abstract

PT Asahimas Flat Glass akan dilakukan pembangunan transformator yang memerlukan pondasi bawah permukaan pada kedalaman tertentu sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui kondisi utilitas bawah permukaan. Metode yang digunakan adalah Resistivitas 2D. Telah dilakukan akuisisi metode Resistivitas 2D 1 lintasan (R1) menggunakan main unit Geolistrik MAE. Pengolahan menggunakan 2 software berbeda yaitu Res2DINV dan ResIPY. Didapatkan hasil penampang Resistivitas 2D pada pengolahan Res2DINV berupa utilitas kabel parit berbentuk kontras resistivitas tinggi (43,7 Ωm - 450 Ωm) dan anomali instalasi grounding resistivitas rendah (0,01 Ωm - 0,48 Ωm) serta jenis endapan lempung pasiran. Sedangkan pada pengolahan ResIPY didapatkan utilitas kabel parit dengan resisitivitas tinggi (23 Ωm - 149 Ωm) dan instalasi grounding resistivitas rendah (3, 2 Ωm - 22 Ωm). Berdasarkan kedua penampang didapatkan 4 buah utilitas kabel parit pada meter ke-15 hingga meter ke-25 dengan kedalaman hingga 1 meter. Sedangkan instalasi grounding besi ditemukan pada meter ke-13,75 hingga meter ke-26,25 dibawah plat beton. Didapatkan selisih nilai RMS Error penampang Resistivitas 2D software Res2DINV ( 27,9 %) dan ResIPY Python (15 %) adalah 12,9 %.
Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Pusat Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Ramadhan, Muhammad Ricky; Indryani, Retno
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.145632

Abstract

Proyek pembangunan Gedung Pusat Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Hasan Sadikin berlokasi di Jl. Pasteur No.38, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat. Rumah Sakit dengan luas bangunan 26.788 m2 menghabiskan biaya sebesar Rp 344.837.487.000 atau Rp 12.872.834/m2. Dari hasil identifikasi awal, ditemukan item dengan cost berbanding worth lebih dari 1,5 yang menunjukkan adanya biaya-biaya yang tidak diperlukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha efisiensi biaya dengan pendekatan value engineering tanpa menghilangkan fungsi item tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan value engineering pada proyek pembangunan Gedung Pusat Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Hasan Sadikin. Analisis dilakukan berdasarkan value engineering job plan menggunakan referensi dari Society of American Value Engineers (SAVE) 2007 yang terdiri dari fase informasi, fase analisis fungsi, fase kreatif, fase evaluasi, fase pengembangan, dan fase presentasi/rekomendasi. Fase informasi dan fase analisis fungsi memuat cost breakdown, analisis pareto, dan analisis fungsi untuk menentukan item yang akan dilakukan value engineering. Fase kreatif dan fase evaluasi memuat hasil brainstorming alternatif desain dari desain awal item terpilih. Fase pengembangan akan memuat life cycle cost (LCC), analisis multi kriteria menggunakan analytical hieararchy process (AHP), dan keputusan berbasis nilai untuk menentukan alternatif terbaik. Fase presentasi/rekomendasi akan memuat kesimpulan alternatif terbaik dan penghematan yang diperoleh. Hasil analisis dari cost breakdown, analisis pareto, dan analisis fungsi diperoleh item yang akan dilakukan value engineering, yaitu item slab. Alternatif terbaik yang didapat dari item slab adalah menggunakan Hollow Core Slab (HCS) Composite dengan penghematan sebesar Rp 2.785.598.342 atau sebesar 12,3% dari desain original slab.
Analisis Pengaruh Gerusan terhadap Perencanaan Turap pada Proyek Pelebaran Badan Jalan Bujangga STA 0+000 s.d 0+193,5, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Lutfirahman, Arzi Tectona; Satrya, Trihanyndio Rendy; Maulana, Mahendra Andiek; Maulana, Mahendra Andiek
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.145748

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana penting dalam menunjang kegiatan sehari-hari masyarakat sehingga kondisinya harus selalu diperhatikan oleh pemerintah. Salah satu jalan kabupaten yang perlu diberi perhatian adalah jalan Bujangga STA 0+000 s.d STA 0+193,5 (Section A), Kabupaten Berau. Jalan ini mengalami kelongsoran saat sedang dilaksanakan proyek pelebaran badan jalan. Menurut pihak yang terkait, hal tersebut disebabkan oleh posisi badan jalan yang berada pada tikungan sungai Segah. Posisi tersebut memungkinkan struktur terkena arus sungai dengan kecepatan tinggi sehingga terjadi gerusan di dasar sungai bagian depan turap perkuatan badan jalan. Gerusan tersebut menyebabkan tanah di depan turap terus tergerus sehingga pada akhirnya turap tidak dapat menahan tekanan akibat timbunan jalan, dan terjadilah kelongsoran. Dari masalah di atas, direncanakan perkuatan turap berangker. Namun, perlu dihitung terlebih dahulu kedalaman gerusan yang terjadi akibat arus sungai Segah. Kedalaman gerusan ini akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kedalaman tertanam turap. Untuk menghitung gerusan, dilakukan dengan dua cara, yaitu perhitungan manual dan pemodelan dengan program bantu HEC-RAS. Lalu, untuk perancangan turap digunakan perhitungan konvensional dan program bantu Geo5 dan PLAXIS untuk mengecek stabilitas timbunan dan turap. Selain itu, dilakukan juga perhitungan terhadap biaya materialnya. Berdasarkan hasil perhitungan, perkuatan turap yang dirancang memenuhi angka keamanan serta defleksi yang dizinkan. Adapun spesifikasi turap yang digunakan yaitu SP-10H dengan panjang total 39 m. Angker yang digunakan memiliki panjang total 40 m dengan grout length sepanjang 10 m, serta diameter grouting sebesar 0,65 m. Estimasi biaya material yang dibutuhkan senilai Rp47.072.016.000.
Rancang Bangun DC-DC Converter untuk Pengaturan Magnet Stator pada Generator Sinkron Fatihah, Iza Ainayya; Hadi, Harsono
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.150822

Abstract

Keluaran daya dari wind turbine bergantung pada kecepatan angin dan seringkali tidak optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengeluarkan daya yang optimal pada simulator wind turbine. Upaya untuk mendapatkan keluaran yang optimal dilakukan dengan mengatur magnet stator generator sinkron. Pengaturan keadaan medan magnet dilakukan sesuai masukan yang ada yaitu kecepatan elektromotor yang berperan sebagai turbin angin. Pemberian tegangan untuk pengaturan ini menggunakan DC-DC buck converter dengan pengaturan nilai duty cycle menggunakan algoritma hill climbing. Pengaturan setiap frekuensi elektromotor yang digunakan mulai dari 5 Hz hingga 40 Hz dengan kenaikan 5 Hz. Nilai duty cycle diatur sebesar 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90%. Hasil dari penelitian ini didaptkan bahwa rancang bangun DC-DC buck converter untuk pengaturan magnet stator telah mampu memengaruhi daya keluaran generator. Hasil keluaran daya aktif dari pengaturan magnet stator pada generator sinkron menggunakan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) dengan algoritma hill climbing memiliki keluaran sebesar 52 - 402 Watt. Lonjakan daya yang besar pada frekuensi 15 Hz sebesar 721 Watt.
Studi Eksperimen Kinerja Turbin Angin Savonius yang Terintegrasi Dengan Gedung “Studi Kasus untuk Sudu Returning Dekat dengan Dinding Gedung pada Jarak G/D = 1,8200 dan dengan Variasi Kecepatan Angin 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 m/s” Fajari, Farras Ahmad; Yuwono, Tri Yogi
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.153805

Abstract

Indonesia menjadi negara dengan konsumsi energi terbesar di Asia Tenggara seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Kapasitas di Indonesia masih didominasi oleh penggunaan energi tidak terbarukan. Oleh karena itu diperlukan energi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi dari energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia tersedia dalam jumlah yang cukup besar. Energi alternatif yang memiliki potensi adalah energi angin. Energi angin dengan kecepatan rendah dapat dimanfaatkan menggunakan turbin angin Savonius. Dikarenakan efisiensi turbin angin Savonius yang rendah, maka diperlukan penelitian untuk meningkatkan efisiensinya. Penelitian ini menggunakan turbin angin Savonius yang memiliki 2 blade dengan diameter turbin sebesar 165,2 mm, diameter end plate 321 mm, dan diameter poros turbin sebesa 19 mm. Penelitian ini dilakukan dengan G/D = 1,8200; H/L = 1; S/D = 4,91; T/D = 1,16; K/D = 1,31 dengan menggunakan variasi kecepatan angin 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 m/s. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan dinding didekat sudu returning pada jarak G/D = 1,8200 mampu meningkatkan performa turbin dibuktikan dengan peningkatan Cp maksimum sebesar 10,67% serta nilai Cm maksimum sebesar 6,3%. Adanya dinding bangunan dapat meningkatkan kemampuan self starting pada variasi kecepatan angin 4, 5, 6, 7, dan 10 m/s.
Studi Numerik Sistem Ventilasi pada Kandang Ayam Type Closed House dengan Variasi Ketebalan Evaporating Cooling Pad Fernando, David; Widodo, Wawan Aries
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.153978

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia terus meningkat dari ta-hun ke tahun. Salah satu kebutuhan pangan yang paling dimi-nati oleh masyarakat Indonesia adalah daging ayam. besarnya kebutuhan akan daging ayam perlu diimbangi oleh persediaan ayam itu sendiri. Salah satu parameter untuk menjaga produk-tivitas ayam adalah dengan menjaga temperatur, kecepatan dan kelembaban udara di dalam kandang. Oleh karena itu dilaku-kan studi numerik dengan Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mengetahui kondisi temperatur, kecepatan dan kelembaban udara di dalam kandang dan dapat memberikan petunjuk sistem ventilasi yang sesuai untuk kandang. Penelitian ini mempunyai objek penelitian, yaitu pada kandang closed house yang berada pada daerah Gresik. Aliran diasumsikan sebagai tiga dimensi (3D) dan steady. Turbulence viscous model yang digunakan adalah model k-???? RNG. Geometri dibuat sesuai dengan bentuk kandang yang ada pada lapangan. Pada simulasi ini ayam dan evaporating cooling pad di atur sebagai porous media dan dinding dianggap adiabatik. Material fluida yang digunakan adalah campuran dari udara dan air. Kondisi ling-kungan yang ingin dicapai untuk kondisi ayam berusia 29−35 hari. Di mana kondisi lingkungan yang dibutuhkan memiliki temperatur 21−23℃, kecepatan udara di dalam kandang tidak melebihi 3 m/s dan kelembaban relatifnya adalah 50−65%. Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi kete-balan Evaporating Cooling Pad. Untuk ketebalan evaporating cooling pad 150 mm dapat digunakan untuk ayam yang berusia 29−35 hari karena dapat memenuhi temperatur, kelembaban relatif, dan kecepatan udara di dalam kandang. Sedangkan un-tuk ketebalan evaporating cooling pad 100 mm sedikit melewati batas untuk ayam yang berusia 29−35 hari karena memiliki temperatur rata-rata pada ketinggian ayam y = 0,25 m sebesar 23,64℃. Untuk ketebalan evaporating cooling pad 200 mm dan 300 mm sedikit melewati batas untuk ayam yang berusia 29-35 hari karena memiliki kelembaban relatif rata-rata pada penam-pang z/l, yaitu sekitar 67% dan 68%.
Studi Pengaruh State of Charge dan C-Rate terhadap Karateristik Generasi Panas dan Disipasi Panas Menggunakan Phase Change Material pada Proses Discharging Baterai Li-Ion IFR 26650 Hidayat, Wahyu Nur; Sudarmanta, Bambang
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.155602

Abstract

Penelitian ini didorong oleh masalah polusi udara dan keterbatasan bahan bakar minyak mendorong pemerintah terus meningkatkan jumlah kendaraan listrik. Litium-ion menjadi kandidat yang direkomendasikan karena memiliki densitas energi yang tinggi, tidak ada memory effect, dan efek self-discharge yang rendah. Namun, memiliki sensitivitas terhadap temperatur. Sistem manajemen termal menggunakan PCM menjadi salah satu solusi untuk mengontrol temperatur baterai. PCM bekerja dengan menyerap panas bangkitan baterai sebagai kalor sensibel dan kalor laten dengan ciri khas dapat menyerap kalor dalam jumlah besar dengan adanya perubahan fasa. Perbedaan laju pengosongan dan State of Charge (SOC) menjadi dua faktor yang mempengaruhi laju pembangkitan panas. State of Charge (SOC) sendiri adalah energi yang tersedia di dalam sel baterai, biasanya dinyatakan dalam presentase, dan laju pengosongan akan dinyatakan dalam C-Rate yaitu ukuran perbandingan arus relatif terhadap kapasitas. Penelitian ini akan mempelajari pengaruh kondisi SOC dan C-Rate pada karakteristik generasi panas baterai lithium-ion IFR 26650 dan perbandingan disipasi panas konveksi bebas dengan PCM. Metode yang digunakan untuk menganalisis pembangkitan panas baterai sekaligus disipasi panas secara konveksi bebas adalah eksperimen dengan konsep energy balance. Sedangkan untuk disipasi panas menggunakan PCM akan dilakukan secara numerik menggunakan ANSYS FLUENT dengan dilakukan Grid Independency Test, Meshing Quality Mesh, dan pengumpulan data material untuk mendekati fenomena fisik yang terjadi. Simulasi ini dilakukan dengan input pembangkitan panas dan koefisien konveksi yang didapatkan dari eksperimen untuk mengetahui temperatur tertinggi beserta kontur temperatur dan fraksi pelelehan apabila baterai menggunakan sistem pendinginan PCM. Kondisi State of Charge (SOC) menyebabkan perbedaan pola pembangkitan panas dan laju pengosongan menyebabkan perbedaan nilai pembangkitan panas secara signifikan. Efektivitas pendinginan diamati meningkat pada C-Rate rendah. Untuk laju pengosongan 1C, efektivitas pendinginan bernilai rata-rata 41,33%, di laju pengosongan 2C efektivitas pendinginan bernilai rata-rata 23,5%, dan di laju pengosongan 3C efektivitas pendinginan bernilai rata-rata 18,16%.
Studi Eksperimental Tentang Karakteristik Aliran Fluida pada Airfoil Naca 0026 dengan Penambahan Transversal V-Riblets Sebesar S = H = 2 mm Sambodo, Adi Aryndra; Widodo, Wawan Aries
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.155678

Abstract

Airfoil adalah bentuk geometri yang menghasilkan gaya angkat tinggi dengan gaya hambatan rendah saat melalui fluida. Gaya angkat terjadi karena interaksi antara airfoil dan fluida yang mengalir, sedangkan gaya hambat disebabkan oleh gesekan antara airfoil dan fluida. Gaya drag dapat menyebabkan separasi dan stall pada airfoil pada sudut serang tertentu. Namun, aliran turbulen dapat menunda separasi karena memiliki momentum yang kuat. Oleh karena itu, Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan benda uji airfoil NACA 0026 yang dipasang riblets tipe V-Riblet dengan ukuran s = h = 2 mm pada area 25%-30% chord, dengan variasi sudut serang (α) = 0o, 5o, 10o, serta variasi bilangan Reynolds (Re) = 1x 105. Penelitian dilakukan pada open circuit subsonic wind tunnel di Departemen Teknik Mesin FT-IRS ITS dengan ukuran 660 cm x 660 cm x 1165 cm. Model benda uji airfoil NACA 0026 dibuat dengan ukuran span = 250 mm dan chord = 200 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan riblets V-Riblets dapat meningkatkan drag hingga 7.4% dan menurunkan lift hingga 5.32% pada variasi bilangan Reynolds (Re) = 1x 105 dan angle of attack (α) = 10o. Peningkatan bilangan Reynolds juga mempengaruhi stabilitas aliran dan karakteristik aerodinamika airfoil.