cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perancangan Lifting System pada Forklift Elektrik Menggunakan Power Screw Wicaksono, Rama Anggoro Walindra; Guntur, Harus Laksana
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.146536

Abstract

Forklift adalah salah satu alat yang umum digunakan saat aktivitas bongkar muat pada perusahaan jasa ekpedisi. Penerapan power screw sebagai lifting system pada forklift memiliki beberapa keunggulan seperti kontrol yang lebih presisi, kestabilan yang lebih baik, memiliki komponen yang lebih sedikit sehingga bersifat compact serta perawatan yang lebih ekonomis. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perancangan, besar biaya produksi dan kelebihan serta kekurangan dari perancangan lifting system pada forklift menggunakan power screw. Penelitian diawali dengan identifikasi komponen yang dibutuhkan pada forklift, kemudian penentuan material per komponen, selanjutnya pembuatan desain 3 dimensi dari rancangan yang kemudian disimulasikan dengan aplikasi ANSYS R2 2022 dengan variasi ketinggian fork dari atas tanah dengan variasi 1 770mm, variasi 2 1000mm dan variasi 3 1450 mm untuk melihat respon komponen fork, power screw, nut dan frame terhadap deformasi dan maximum stress yang terjadi akibat pembebanan. Setelah hasil simulasi dinilai memuaskan, penelitian dilanjutkan dengan menentukan biaya produksi per komponen dan menganalisa kelebihan dan kekurangan dari rancangan.
Perencanaan Stasiun Kereta Api di Kota Makassar Berdasarkan Peramalan Demand 50 Tahun Prabakti, A.Alfiana Setia; Herijanto, Wahju
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.146660

Abstract

Peningkatan permintaan transportasi kereta api di pulau Sulawesi disebabkan oleh sulitnya transportasi massal yang menghubungkan kota dan kabupaten. Salah satu proyek nasional di bidang transportasi ialah pembangunan jalan rel Kereta Api Trans Sulawesi pada rute Makassar-Parepare. Sistem transportasi kereta didukung dengan adanya stasiun yang berfungsi sebagai akses penumpang untuk naik dan turun dari moda transportasi kereta. Perencanaan stasiun merupakan pemberhentian terakhir dari rute Makassar - Parepare berlokasi di dekat pelabuhan New Port Makassar dengan perencanaan jalur ganda (double track) dan jalur layang (elevated). Untuk mendapatkan bentuk dan luasan stasiun, maka perlu mempertimbangkan demand penumpang kereta dan antrian pembelian tiket. Perencanaan dilakukan dengan mengumpulkan literatur mengenai perencanaan stasiun dan fasilitas stasiun diantaranya parkir dan perhentian bus. Metode yang digunakan untuk peramalan demand penumpang 50 tahun mendatang menggunakan metode regresi linier berdasarkan laju pertumbuhan jumlah penduduk dan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kota Makassar. Analisis yang dilakukan pada perencanaan Stasiun Makassar diperoleh demand penumpang sebesar 3.200 penumpang/jam dengan kedatangan kereta setiap 30 menit dari pengoperasian stasiun selama 18 jam/hari. Luasan ruang loket dan ruang tunggu stasiun diperlukan untuk merancang dimensi stasiun menggunakan LOS (Level of Service). Luasan peron yang diperlukan untuk umur rencana 50 tahun mendatang berdasarkan jumlah penumpang sebesar 1.808 m2 dengan panjang 226 m dan lebar 8 m. Luasan bangunan stasiun sebesar 3.150 m2 dengan satu rangkaian kereta berkapasitas 800 penumpang. Antrian yang terjadi di stasiun pada saat pembelian tiket dan juga antrian parkir kendaraan menggunakan metode antrian FIFO (First In First Out). Fasilitas parkir Stasiun Makassar direncanakan parkir mobil yang dapat menampung 191 SRP dan parkir motor sebanyak 595 SRP. Adanya fasilitas perhentian bus sebagai konektivitas moda transportasi kereta dengan angkutan umum bus untuk memfasilitasi penumpang kereta yang hendak beralih ke transportasi umum bus.
Perancangan Kontroller Neural Network untuk Kontrol Kecepatan Motor BLDC Percival, David; Iskandar, Eka; Agustinah, Trihastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.149381

Abstract

Pada Penelitian Terdahulu Penggunaan Neural Network digunakan dikarenakan kemampuan adaptibilitas dari Neural network terhadap perubahan Plant dan juga kemampuan dari NN untuk mempelajari data secara real-time.Penelitian ini bertujuan merancang kontroler Neural Network untuk meningkatkan sistem pengaturan kecepatan motor DC. Dalam era modern ini, motor DC menjadi komponen vital dalam berbagai aplikasi, termasuk otomotif dan industri. Peningkatan kompleksitas sistem memerlukan pendekatan kontrol yang lebih canggih, dan Neural Network muncul sebagai solusi yang potensial. Penelitian ini memfokuskan pada analisis perbandingan antara kontroler Neural Network dan metode tradisional dalam konteks pengaturan kecepatan motor DC. Pendekatan machine learning dan deep learning, terutama Neural Network, dievaluasi untuk memahami kemampuan mereka dalam meningkatkan kinerja pengaturan kecepatan. Eksperimen dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai parameter seperti jumlah lapisan tersembunyi, fungsi aktivasi, dan variasi dataset. Dalam tahap awal, metode Neural Network berhasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam respons sistem, mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh kontroler konvensional. Hasil analisis mendalam mencakup efisiensi kontroler Neural Network dalam mengatasi ketidakpastian dan fluktuasi lingkungan. Selain itu, pendekatan ini memberikan hasil yang lebih baik dalam hal adaptabilitas terhadap perubahan keadaan operasional motor DC. Meskipun memerlukan pelatihan awal yang cermat, kontroler Neural Network menunjukkan potensi untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap gangguan dan meningkatkan presisi pengaturan kecepatan. Dari Penelitian Ini diharapkan dapat mendapat kontrol kecepatan motor BLDC yang lebih optimal dari penelitian sebelumnya dengan adaptasi jika terjadi perubahan kondisi.
Alternatif Kajian Hidraulis dan Stabilitas Tipe Bangunan Pelimpah pada Studi Kasus Bendungan Jlantah, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Affendi, Aviar Yusuf; Sa'ud, Ismail; Alam, Rizki Robbi Rahman
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.143846

Abstract

Analisis pada bangunan pelimpah perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi bangunan pelimpah. Analisis yang perlu dilakukan adalah analisis hidraulis dan stabilitas. Dua aspek tersebut berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan. Analisis hidraulis bangunan pelimpah perlu dicek untuk mengetahui perilaku aliran dan syarat-syarat pada masing-masing bagian bangunan pelimpah, seperti kondisi kecepatan aliran, tinggi muka air, angka froude, analisis terhadap kavitasi, aliran getar, aliran silang, dan potensi gerusan lokal. Sedangkan pada analisis stabilitas bangunan pelimpah perlu dicek kondisi stabilitas terhadap guling, geser, rembesan, dan eksentrisitas. Hasil analisis hidraulis bangunan pelimpah, pada saluran transisi didapatkan hasil analisis bahwa saluran transisi tidak memenuhi kriteria karena terjadi aliran silang, maka diperlukan sebuah alternatif desain untuk mengatasi hal tersebut. Alternatif yang dilakukan yaitu dengan memperbesar sudut penyempitan pada saluran transisi dari yang sebelumnya 16,72° menjadi 12,5°. Dari hasil analisis pada saluran transisi alternatif, didapatkan bahwa saluran transisi aman terhadap aliran silang. Sedangkan pada saluran pengarah, pelimpah, saluran peluncur, kolam olak, dan escape channel sudah memenuhi kriteria kajian hidraulis. Pada simulasi aliran menggunakan Ansys, aliran bangunan pelimpah alternatif lebih stabil dan memenuhi kriteria kajian hidraulis dibandingkan kondisi eksisting. Dan hasil analisis stabilitas pelimpah didapatkan hasil nilai safety factor sudah memenuhi syarat stabilitas terhadap rembesan, guling, geser, dan eksentrisitas.
Analisis Sedimentasi dan Operasional Sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) Hidayati, Nurul; Harijanto, Didik; Kuntjoro, Kuntjoro
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.143940

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan salahsatu sungai yang melewati Provinsi Jawa barat dan DKI Jakarta yang kerap terjadi banjir dikarenakan tingginya pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan. Untuk menangani banjir yang terjadi di Jakarta dan memaksimalkan kapasitas Kanal Banjir Timur (KBT), dibangun sudetan yang mengalirkan mengalirkan debit Sungai Ciliwung sebesar 60 m³/dt ke Kanal Banjir Timur (KBT) melalui Sungai Cipinang dengan rencana panjang sudetan sepanjang 1.2 km. Sudetan yang berada pada kawasan hilir Sungai Ciliwung tinggi sedimentasi yang terjadi sehingga perlu dikakukan analisis sedimentasi untuk memaksimalkan fungsi dari sudetan dan umur dari sudetan. kemudian dapat diketahui operasional dan rencana pemeliharaan yang dapat dilakukan untuk menjaga kapasitas dari sudetan sehingga tetap efektif dalam mengalirkan air dari Sungai Ciliwung untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi di Jakarta. Permodelan untuk mengetahui debit yang masuk ke dalam sudetan menggunakan HECRAS 1D dengan modeling Unsteady Flow didapatkan debit yang masuk ke sudetan sebesar 17.2 m³/dt - 47.84 m³/dt. Permodelan sedimen sudetan menggunakan HECRAS 1D dengan modeling Quasi Unsteady didapatkan sedimen yang masuk kedalam kolam outlet sudetan berkisar 145-222 ton dalam 36 jam pengaliran dan sedimen yang mengendap sebesar 0.1-0.06 ton dengan butiran yang dominan yaitu butiran lanau berkwarsa dengan diameter 0.0625-0.0325 mm. Diamater sedimen 0.0625 dapat tererosi jika sudetan dilakukan pengaliran yang memiliki kecepatan pengaliran rata-rata 1 m/dt kemudian selanjutnya akan dipompa dengan sludge pump dan dibuang ke disposal area. Operasional sudetan bergantung pada elevasi muka air pada Sungai Ciliwung, Sungai Cipinang, dan Outlet.
Perencanaan Perbaikan Pondasi pada Bendungan Bagong untuk Mengatasi Gejala Sufosi (Piping) dan Sembulan (Boiling) Nurlaila, Nafik; Kuntjoro, Kuntjoro; Ralindra, Deris Faisa
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.143941

Abstract

Bendungan tipe urugan sangat riskan terhadap keruntuhan akibat dari tekanan hidrostatik, tekanan air yang diterima maupun dari geometrik bendungan itu sendiri. Bendungan harus direncanakan dengan material pembentuk bendungan yang baik dan berdiri di atas pondasi yang stabil. Persyaratan pondasi agar bendungan stabil salah satunya adalah stabil terhadap erosi akibat rembesan. Rembesan pada bendungan dan pondasi merupakan faktor penting dalam sta-bilitas bendungan. Rembesan merupakan aliran yang secara terus menerus mengalir dari hulu menuju hilir. Aliran air ini merupakan aliran dari air waduk melalui material yang lulus air (permeable), baik melalui tubuh bendungan maupun pon-dasi. Rembesan yang dapat menimbulkan gejala sufosi (piping) dan sembulan (boiling) yang sangat membahayakan keamanan bendungan. Oleh sebab itu, pola aliran dan debit rembesan yang keluar melalui tubuh bendungan dan pondasi sangat pen-ting dan perlu diperhatikan. Dalam studi ini akan dianalisis rembesan pada kondisi tanpa perbaikan pondasi untuk kemudian diren-canakan beberapa alternatif perbaikan pondasi menggunakan program SEEP/W. Analisis yang dilakukan untuk STA +575, STA +425 dan STA +225 pada kondisi Muka Air Normal dan Muka Air Banjir. Penyusunan hasil analisis dilakukan dalam 2 tahap, tahap pertama analisis dilakukan pada kondisi tanpa perbaikan pondasi dan tahap kedua analisis dilakukan ter-hadap beberapa alternatif perbaikan pondasi yaitu grouting, cut off wall, dan upstream blanket. Faktor keamanan terhadap gejala piping dan boiling untuk masing-masing STA pada kondisi Muka Air Banjir adalah 3.1; 3.2; dan 2.4. Untuk perbaikan pondasi alternatif 1 yaitu grou-ting adalah 8.7; 71.0; dan 30.3. Untuk perbaikan pondasi alter-natif 2 yaitu cut off wall adalah 9.4; 19.6; 50.4. Sedangkan untuk perbaikan pondasi alternatif 3 yaitu upstream blanket adalah 16.5; 38.7; dan 30.
Optimasi Operasional Pemanfaatan Air Waduk Bagong sebagai Pengendali Banjir, Irigasi, Air Baku, dan Pembangkit Listrik Menggunakan Program Linear Romadhona, Abella Nurul; Kuntjoro, Kuntjoro; Indriyani, Dwi
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.143945

Abstract

Waduk Bagong yang terletak terletak di Kab. Trenggalek, Jawa Timur disiapkan untuk menampung debit banjir dan mengeluarkannya saat musim kering, juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi. Guna mencapai keseimbangan pengeluaran air dari waduk, dilakukan analisis optimasi pada Waduk Bagong yang bertujuan untuk memaksimalkan fungsi waduk. Analisis potensi penambahan fungsi waduk sebagai pembangkit listrik juga ditambahkan guna menambah sumber energi terbaharukan di Indonesia. Dalam optimasi pemanfaatan waduk, data hidrologi, teknis waduk, jumlah penduduk, dan data pendukung lainnya dikumpulkan dan diolah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir, inflow, kebutuhan air yang harus dipenuhi, serta ketersediaan air di waduk. Optimasi dilakukan untuk memaksimalkan intensitas tanam pada irigasi dengan metode program linear pada Add-ins Solver Microsoft Excel. Dari optimasi yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa waduk mampu memenuhi semua kebutuhan air dengan hasil optimasi pola tanam Padi – Padi – Padi dan Tebu pada seluruh musim tanam dengan intensitas tanam 300% pada mulai tanam bulan Februari periode I, air baku untuk Kecamatan Trenggalek, Pogalan, dan Bendungan sebesar 312,14 L/det, dan mampu mereduksi banjir sebesar 12,08% pada periode ulang 1000 tahun dan 9,07% pada periode ulang Probable Maximum Flood (PMF). Pada analisis potensi pembangkit listrik, didapatkan besar debit untuk memutar turbin adalah 0,7 m3/det dengan hasil energi 34.924,83 MWh.
Analisis Jaringan Distribusi PDAM Kota Surabaya Akibat Kenaikan Kebutuhan Air Bersih di Zona 1, Kota Surabaya Ramadhani, Firdaus Laila; Harijanto, Didik; Sa'ud, Ismail
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.143954

Abstract

Di Kota Surabaya, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur dan kota metropolitan dengan pertumbuhan yang pesat, bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi memicu pengembangan infrastruktur, termasuk vertical building seperti apartemen dan kondominium. Pembangunan ini menimbulkan peningkatan pelanggan PDAM Kota Surabaya dan kebutuhan air bersih. Sehingga perlu direncanakan pengembangan jaringan distribusi air bersih untuk memastikan pasokan yang memadai dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan ini berfokus di zona 1. Dengan analisis yang tepat, pengembangan jaringan distribusi air di Kota Surabaya harus dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara kuantitas dan kontinuitas. Analisis yang dilakukan meliputi analisis teknis dan financial. Analisis jaringan dilakukan menggunakan bantuan program WaterGEMS V10.03 untuk mensimulasikan hidrolik yang memiliki output berbagai hasil analisis seperti tekanan, aliran, kecepatan dan lain sebagainya. Hasil analisis pengembangan jaringan pada pengembangan I dan II, kebutuhan air rata-rata sebesar 2142,16 l/s dan 2315,13 l/s. Hasil analisis jaringan distribusi menunjukkan 12 lokasi pada pengembangan I dan II dengan tekanan < 0,5 atm, dan dilakukan alternatif dengan perencanaan pipa di lokasi tersebut serta pompa cadangan di IPAM Karang Pilang 3. Total RAB untuk pengembangan I adalah Rp21.403.296.593 dan pengembangan II adalah Rp10.095.525.884.
Tinjauan Desain Alternatif Dimensi Tubuh Bendungan Tipe Urugan (Main DAM) pada Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek Jawa Timur Prasetio, Faiz Adifa; Kuntjoro, Kuntjoro; Ralindra, Deris Faisa
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.143965

Abstract

Pembangunan bendungan adalah jenis konstruksi yang memerlukan ketelitian teknis dan ekonomis. Selain memberikan manfaat penting bagi manusia, pembangunan bendungan juga dapat menyebabkan bencana jika tidak direncanakan dengan matang. Penelitian ini mengambil topik tentang "Tinjauan Desain Alternatif Dimensi Tubuh Bendungan Tipe Urugan (Main DAM) Pada Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek Jawa Timur" Tujuannya adalah untuk menentukan dimensi optimum dan volume timbunan yang dibutuhkan untuk tubuh bendungan dengan memodifikasi kemiringan lereng hulu dan hilir. Dalam penelitian ini menggunakan empat desain alternatif dimensi tubuh bendungan dengan mempertimbangkan volume timbunan serta stabilitas rembesan dan longsoran sesuai dengan syarat minimum pada SNI 8064-2016. Ditinjau dari kondisi Muka Air Normal, Muka Air Banjir, Muka Air Rendah, dan Waduk Kosong dengan menambahkan beban gempa pada tiap kondisinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua desain alternatif bendungan memenuhi kebutuhan material timbunan dengan ketersediaan material yang ada di lapangan. Analisis stabilitas terhadap rembesan dan longsoran pada desain eksisting dan alternatif juga menunjukkan hasil yang memenuhi persyaratan keamanan. Desain alternatif 2 terbukti sebagai pilihan yang paling efektif dengan tingkat safety factor yang memenuhi persyaratan stabilitas rembesan dengan batasan debit rembesan < 1% dari debit rata-rata sungai atau memiliki nilai dibawah 0,0664 m3/s. Pada stabilitas longsoran, desain ini memiliki nilai safety factor sesuai dengan syarat minimum yang telah ditetapkan pada SNI 8064-2016. Serta penggunaan bahan yang lebih efisien dibandingkan dengan desain eksisting dan alternatif lainnya.
Analisis Stabilitas Lereng Tebing Inlet Terowongan Menggunakan Progran Software Geostudio pada Proyek Pembangunan Bendungan Bagong, Trenggalek Salsabilla Margiarti, Tasya Azizah; Kuntjoro, Kuntjoro; Khoiri, Mohamad
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.144164

Abstract

Bangunan pengelak adalah konstruksi berupa terowongan yang berfungsi untuk mengalihkan air sungai untuk sementara waktu sehingga kegiatan konstruksi main dam dapat berlangsung. Inlet terowongan Bendungan Bagong memiliki tebing-tebing terjal. Adanya getaran tanah akibat gempa karena tidak bisa diperhitungkan waktu dan besarannya, maka hal tersebut perlu ditinjau. Pada tebing inlet terowongan perlu dianalisis stabilitas lerengnya serta perkuatan berupa rockbolt yang dibutuhkan guna mencegah terjadinya kelongsoran pada tebing inlet terowongan. Dalam studi ini, dilakukan analisis stabilitas lereng dengan dan tanpa perkuatan. Perhitungan stabilitas lereng yang digunakan adalah perhitungan manual dengan menggunakan metode Fellenius dan perhitungan software dengan menggunakan Geostudio. Analisis yang dilakukan untuk potongan memanjang, melintang P2, dan melintang P3 pada kondisi kosong, muka air normal (MAN), muka air banjir (MAB), muka air banjir cofferdam (MAB cofferdam), dead storage, dan rapid drow down. Hasil dari studi ini, dalam keadaan tanpa perkuatan dengan kondisi kosong menggunakan perhitungan manual, untuk masing-masing potongan didapatkan nilai safety factor sebesar 5,22; 5,52; dan 5,15. Sedangkan dalam keadaan adanya perkuatan rockbolt menggunakan Geostudio, untuk masing-masing potongan didapatkan nilai safety factor sebesar 5,49; 5,86; dan 5,50. Kemudian, dalam keadaan tanpa perkuatan dengan kondisi muka air banjir menggunakan perhitungan manual, untuk masing-masing potongan didapatkan nilai safety factor sebesar 7,49; 8,60; dan 7,99. Sedangkan dalam keadaan adanya perkuatan rockbolt menggunakan Geostudio, untuk masing-masing potongan didapatkan nilai safety factor sebesar 7,74; 8,95; dan 8,46.