cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Studi Eksperimen Pengaruh Dimensi Pipa Kapiler Pada Sistem Air Conditioning Dengan Pre-Cooling Awan Satya Darmawan; Ary Bachtiar Khrisna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.731 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20263

Abstract

Penggunaan air conditioner semakin banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari diiringi dengan harga jual energi yang semakin mahal. Pada studi eksperimen kali ini mencoba mengoptimalisasi dan menigkatkan efisiensi energi pada sistem air conditioner dengan cara menambahkan satu buah evaporator dan satu buah pre-cooling, dimana pre-cooling dimanfaatkan untuk memanaskan air yang nantinya akan digunakan untuk keperluan rumah tangga. Pada sistem pengkondisian udara yang telah dimodifikasi tersebut maka dilakukan studi eksperimen dengan variasi panjang pipa kapiler, diameter pipa kapiler d=0,054 in, dengan panjang kapiler 1 = 35 cm, kapiler 2 = 65 cm, kapiler 3 = 95 cm. Hasil yang didapat dari studi eksperimen kali ini adalah semakin bertambahnya panjang pipa kapiler, kapasitas pendinginan evaporator, kerja kompresor dan COP dari sistem juga akan semakin kecil dan juga mengakibatkan temperatur masuk evaporator akan semakin kecil, yang akan mengakibatkan efek pendinginan akan semakin besar. Pada variasi pipa kapiler terpendek 35 cm menghasilkan data kapasitas pendinginan total sebesar 2,25 kW, kerja kompresor 0,433 kW, temperatur masuk evaporator 7,26°C, COP sebesar 5,21 dan HRR sebesar 1,16. Sedangkan pada variasi pipa kapiler terpanjang 95 cm kapasitas pendinginan total sebesar 0,72 kW, kerja kompresor 0,332 kW, temperatur masuk evaporator 1,64°C, COP sebesar 4,35 dan HRR sebesar 1,26.
Analisa Kegagalan Poros Pompa Centrifugal Multistage (GA101A) Sub Unit Sintesa Urea PT. Petrokimia Gresik Angga Setiawan; Witantyo Witantyo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.514 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20274

Abstract

Amonia Feed Pump GA101A merupakan pompa jenis centrifugal multistage dan merupakan salah satu critical equipment pada pabrik urea PT. Petrokimia Gresik. Kegagalan yang terjadi pada pompa GA101A adalah patahnya poros. Patah poros pompa dianalisa dengan melalui beberapa tahapan, yaitu pengamatan makroskopis, melakukan pemodelan CAD, kemudian melakukan analisa Finite Element. Analisa thermal expansion yang dilakukan yakni dengan membandingkan material ring sebelum dan sesudah modifikasi serta mengetahui thermal expansion yang terjadi pada poros. Dari analisa didapatkan mekanisme yang menyebabkan poros pompa GA101A patah, yaitu vibrasi tinggi pada pompa yang menyebabkan gesekan dan kenaikan temperatur melebihi temperatur kerja pompa. Temperatur akibat gesekan menyebabkan ekspansi material kedua komponen, sehingga ring mengunci poros hingga akhirnya patah. Langkah preventif dari hasil analisa adalah memperbesar clearance poros-ring sebesar 0.40mm tanpa mengganti jenis material, yakni Stainless Steel 304, sedangkan jika dengan material Stainless Steel 410 clearance minimal yang dibutuhkan adalah sebesar 0.35mm.
Strategi Pemilihan Kalimat pada Peringkasan Multi Dokumen Satrio Verdianto; Agus Zainal Arifin; Diana Purwitasari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.223 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20283

Abstract

Ringkasan berita diartikan sebagai teks yang dihasilkan dari satu atau lebih kalimat yang menyampaikan informasi penting dari berita. Salah satu fase penting dalam peringkasan adalah pembobotan kalimat (sentence scoring). Dimana pada peringkasan berita, metode pembobotannya sebagian besar menggunakan fitur dari berita sendiri. Berdasarkan hasil dari penelitian [3] bahwa untuk pembobotan kalimat pada dokumen yang memiliki karakter teks pendek dan terstruktur seperti berita maka teknik pembobotan kalimat terbaik adalah dengan menggunakan kombinasi dari keempat fitur yaitu word frequency, TF-IDF, posisi kalimat, dan kemiripan kalimat terhadap judul (Resemblance to the title ). Pada penelitian ini kombinasi keempat fitur tersebut dibandingkan dengan kombinasi tiga fitur dan dua fitur dan dievaluasi menggunakan nilai ROUGE-N dan dievaluasi berdasarkan lama waktu eksekusi. Berdasarkan hasil uji coba didapatkan hasil bahwa yang paling optimal diantara keempat kombinasi fitur tersebut adalah kombinasi antara dua buah fitur yakni fitur posisi kalimat dan word frequency dengan nilai ROUGE-N sebesar 0.679 dan lama waktu eksekusi 28.458 detik.
Analisa Kegagalan Pipa Udara A312 Tipe 304H Pada Line A-1011-14” (25P2J) Unit Amonia PT. Petrokimia Gresik Sopan Prayoga; Witantyo Witantyo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.87 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20292

Abstract

Line A-1011-14”(25P2J) menggunakan pipa tahan karat TP304H berdiameter 14 inch. Pipa mengalami pecah saat beroperasi pada temperatur 800oC (overheating) dan crack ditemukan pada hampir semua sambungan las. Kegagalan pipa dievaluasi dengan metode RCFA (root cause failure analysis) didukung pengujian Metalografi, SEM-EDX, dan OES. Metode ini digunakan untuk mengetahui akar penyebab kegagalan pipa udara  TP304H pada line A-1011-14”(25P2J). Hasil analisa didapat adanya pre-existing crack mengakibatkan tegangan pipa 12978.55 psi masih di bawah tensile strength material TP304H pada temperatur 800oC yaitu 18000 psi. Hasil pengujian SEM dan metalografi menyatakan bahwa, kegagalan yang terjadi pada las longitudinal diakibatkan adanya IGSCC (intergranular stress corrosion cracking) yang mengakibatkan batas butir mengalami sliding, dan terjadi penurunan kekuatan pada material. Adanya sensitisasi dibuktikan dengan pengujian EDX yang menunjukkan kenaikan persentase unsur krom dan karbon pada batas butir yaitu 1.4% dan 21.64%. Untuk menghindari kegagalan yang sama, maka material TP304H welded pipe perlu diganti TP304H seamless pipe. Crack yang terjadi pada las circumferential diakibatkan adanya IP (incomplete penetration) yang menyebabkan tumbuhnya crack yang menjalar dari ujung IP menuju fusion zone, untuk mencegah hal tersebut maka setiap proses pengelasan yang dilakukan harus disesuaikan dengan prosedur.
Rancang Bangun Aplikasi Edutainment untuk Anak SD dengan Teknik Gamifikasi Berbasis Octalysis dan Machinations Framework Imam Kuswardayan; Darlis Herumurti; Ardha Putra Santika
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.635 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20347

Abstract

Teknologi berbasis edukasi terasa kurang begitu nampak aplikasinya di ranah pendidikan. Banyak faktor penarik, di antaranya lemahnya sisi User experience. Gamifikasi menawarkan perancangan aplikasi yang menyematkan elemen game sehingga lebih memiliki daya tarik terhadap konten aplikasi karena konsep game yang telah dikenal menyenangkan dan mudah dipahami. Konsep gamifikasi dirancang dengan Octalysis Framework yang menganalisis dari delapan sisi psikologi game. Perancangan gamifikasi kemudian divisualisasikan secara interaktif melalui Machinations Framework. Selanjutnya, diimplementasikan pada platform mobile menjadi aplikasi Edutainment. Didapatkan dari pengujian usabilitas sepuluh penguji bahwa gamifikasi yang diujikan memiliki dampak membuat aplikasi lebih menarik, edukatif, tidak membosankan, dan bisa meningkatkan ketertarikan anak dalam belajar.
Studi Eksperimen Proses Tempering Terhadap Kekerasan Permukaan dan Estimasi Keausan Windra Sampurna; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.024 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20542

Abstract

Langkah-langkah penelitian yang dilakukan adalah melakukan proses heat treatment pada spesimen pin piston non original dibawah titik lebur 850ºC dan ditahan selama 30 menit, kemudian di quenching dengan media air setelah itu dilanjutkan dengan proses tempering pada suhu 200ºC,400ºC dan 600ºC dengan waktu penahanan 60 menit. Hasil pengujian kekerasan didapatkan bahwa nilai rata-rata kekerasan dengan metode Rockwel pada spesimen yang tidak diberikan perlakuan panas pada suhu ruang 28ºC yaitu sebesar 55 HRC untuk spesimen pin piston original dan 54 HRC untuk spesimen pin piston non original setelah melewati tahap proses heat treatment dan proses quenching, pin piston non original memiliki kenaikan masing-masing sebesar 7,4 %, 1,85 % dan penurunan sebesar 11,11 % pada setiap proses tempering 200ºC, 400ºC  dan 600ºC. Spesimen pin piston non original dengan proses tempering 200ºC adalah spesimen yang nilai kekerasannya mendekati spesimen pin piston original. Dengan peningkatan kekerasan sebesar 5,45 % dibandingkan dengan spesimen original.
Penerapan Blockchain dan Kriptografi untuk Keamanan Data pada Jaringan Smart Grid Hafizh Fianto Putra; Wirawan Wirawan; Ontoseno Penangsang
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.992 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38525

Abstract

Smart grid adalah salah satu komponen dari smart city yang memperkenalkan komunikasi dua arah antara pelanggan dengan perusahaan penyedia listrik. Salah satu masalah yang dapat terjadi pada jaringan smart grid adalah data pelanggan yang jatuh ke pihak yang tidak bertanggungjawab karena saluran transmisi yang tidak aman. Oleh karena itu, penggunaan blockchain dan kriptografi dapat diterapkan pada jaringan smart grid untuk menyelesaikan masalah tersebut. Blockchain memberikan keamanan tambahan untuk penyimpanan data pada pusat pengatur jaringan dan kriptografi memberikan kerahasiaan dan autentikasi pada pertukaran data dalam jaringan. Sistem yang baru diciptakan ini harus bisa menyesuaikan frekuensi pengambilan data pada jaringan smart grid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu komputasi yang dibutuhkan dari kedua proses tersebut dengan menyusun suatu simulasi jaringan smart grid. Simulasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi MATLAB dan tersusun dari dua program utama, yaitu program kriptografi menggunakan algoritma RSA dan program pembuatan blockchain sederhana. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa rentang waktu komputasi RSA pada suatu jaringan smart grid lebih cepat dari frekuensi pengambilan data yang ditentukan, yaitu sebesar satu menit. Sementara itu, rentang waktu penyusunan blockchain dengan ketentuan tertentu tidak dapat memenuhi persyaratan yang sama.
Identifikasi Jumlah dan Tingkat Aktivitas Orang Berbasis Pengolahan Citra Menggunakan Raspberry Pi Daniel Krisrenanto; Muhammad Rivai; Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.756 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21397

Abstract

Air conditioner (AC) merupakan suatu perangkat yang paling banyak digunakan sebagai pendingin ruangan. Walaupun AC saat ini sudah menggunakan teknologi hemat energi, namun apabila tidak digunakan dengan baik maka penggunaan AC hanya menjadi suatu pemborosan listrik saja. Untuk mengurangi pemborosan listrik pada AC, maka pengaturan suhu harus disesuaikan dengan kondisi ruangan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi ruangan antara lain adalah jumlah orang serta tingkat aktivitas dalam ruangan. Sebagai upaya penghematan konsumsi listrik pada AC, maka dalam penelitian ini dilakukan rancang bangun suatu sistem identifikasi jumlah orang dan tingkat aktivitas. Pada sistem ini digunakan kamera USB sebagai perangkat pengambil citra. Pada pengolahan citra menggunakan metode Histogram of Oriented Gradient (HOG) sebagai penghitung jumlah orang, sedangkan metode background subtraction digunakan sebagai penghitung tingkat aktivitas. Sistem ini diimplementasikan ke dalam Raspberry Pi 3 sebagai mikrokontroler. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mendeteksi orang dari jarak 3 m sampai 9 m dan membedakan 2 orang dengan jarak antara 30 cm sampai 150 cm. Sistem juga dapat membedakan tingkat aktivitas sedikit, sedang dan tinggi.
Studi Eksperimen dan Analisa Laju Keausan Material Alternatif pada Sepatu Rem Lokomotif Eskaridho Gultom; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.51 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20765

Abstract

Sepatu rem yang digunakan pada sistem pengereman lokomotif pada umumnya, sering mengalami keausan dini yang diakibatkan oleh beban lokomotif berikut gerbong penumpang dan jarak tempuh pengereman yang cukup jauh. Hal ini terjadi dikarenakan adanya kontak antara brake shoes dan material besi sebagai roda lokomotif. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui laju keausan material alternatif sepatu rem baru dengan menggunakan SS316 sebagai kontak pergesekan.Spesimen uji ditimbang dengan timbangan digital sebelum dilakukan pengujian untuk mengetahui berat awal dan mengetahui harga kekerasan material altenatif baru sepatu rem resin serbuk baja. Pengujian dilakukan dengan menggunakan kecepatan konstan maksimum yaitu 59,2 rpm dengan tiga variasi beban mendekati maksimum hingga maksimum sebesar 90 N, 120 N dan 150 N dan beban konstan maksimum sebesar 150 N dengan tiga variasi kecepatan mendekati maksimum hingga maksimum sebesar 52,4 rpm, 56 rpm dan 59,2 rpm. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah analisa laju keausan antara material alternatif resin serbuk baja dengan dua dimensi spesimen pengujian yang digesekkan dengan material stainless steel 316 sebagai disk. Pada kedua metode pengujian memperoleh nilai rata-rata laju keausan 4114,9658 mm3/m3 untuk variasi kecepatan dan 5593,7517 mm3/m3 untuk variasi beban dari perolehan wear volume sebesar 1.554063 mm3 dan 1.685238 mm3. Pada tingkat laju keausan tertinggi, diperoleh umur masing-masing spesimen berdasarkan alat uji tribometer pin on disk untuk variasi kecepatan selama 1,12 tahun dan 1,48 tahun untuk pengujian dengan variasi beban.
Analisis Kesalahan Pengukuran Kecepatan Akibat Distorsi Lensa Yudha Hardhiyana Putra; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.248 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20775

Abstract

Gambar yang terdistorsi tentunya merugikan jika digunakan sebagai piranti untuk mengukur kecepatan. Hal ini terjadi karena efek distorsi bisa mengurangi tingkat ketepatan pengukuran. Pada penelitian ini dilakukan analisis kesalahan pengukuran kecepatan dengan perekaman video terhadap partikel yang bergerak lurus. Kecepatan partikel ini telah diketahui dan dijaga konstan. Video yang dihasilkan kemudian di-extract menjadi rangkaian gambar. Koordinat-koordinat titik pada rangkaian gambar tersebut merupakan bahan untuk analisis perpindahan. Data perpindahan selanjutnya diolah untuk analisis kecepatan sesaat. Hasil analisis kecepatan sesaat kemudian dibandingkan dengan kecepatan konstan partikel guna mengetahui sejauh mana keakuratan metode penelitian ini. Selain itu, dilakukan juga analisis distorsi untuk mengetahui seberapa besar distorsi yang berlaku pada beberapa focal length. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesalahan pengukuran kecepatan partikel dengan focal length 22 mm cenderung lebih kecil daripada saat menggunakan focal length 10 mm. Di sisi lain, distorsi lensa yang berlaku pada focal length 22 mm juga jauh lebih kecil. Maka dapat disimpulkan bahwa distorsi dan tingkat kesalahan memiliki korelasi yang berbanding lurus.

Page 46 of 398 | Total Record : 3978