cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Konsep Arsitektur Hijau Sebagai Penerapan Hunian Susun di Kawasan Segi Empat Tunjungan Surabaya Putu Dera Lesmana Prawibawa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.762 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12702

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mewujudkan suatu tempat di kawasan Segi Empat Tunjungan yang dihuni secara  massal serta kelompok rumah tinggal yang dilengkapi sarana dan prasarana. Demi terciptanya suatu tatanan perkotaan dan penduduk kota yang ideal, sehat, aman, serasi, dan teratur, serta  memberi peluang besar terhadap calon penghuni dan sekitar secara berkelanjutan, maka penerapan konsep arsitektur hijau digunakan sebagai pendekatan desain. Metode desain yang digunakan adalah metode Generating Architectural Concept and Idea yang kemudian akan dikembangkan selama proses desain dan menghasilkan desain yang skematik. Hasil dari studi ini adalah desain rumah susun yang mampu menerapkan konsep arsitektur hijau yang dapat menciptakan lingkungan kampung Segi Empat Tunjungan menjadi lingkungan yang sehat, aman, serasi, dan teratur.
Perancangan Pasar Tradisional dengan Konsep Modern Maya Monica Adianti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.326 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12823

Abstract

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman terjadi perubahan tuntutan dan standar konsumen terhadap pasar tradisional sehingga posisi pasar tradisional mulai tergantikan oleh pasar modern. Hal itu juga terjadi pada Pasar Larangan yang terletak di kabupaten Sidoarjo (gambar 1). Redesain Pasar Tradisional Larangan Sidoarjo dengan konsep modern adalah sebuah usaha meningkatkan citra pasar tradisional dengan menawarkan fasilitas yang lebih baik dan mengaplikasikan perkembangan teknologi terkini. Guna mewujudkan fungsi pasar tradisional yang lebih baik dan akomodatif, dibutuhkan suatu aplikasi yang lebih modern. Perwujudan dari aspek tersebut untuk mendapatkan hasil perancangan pasar tradisional dengan konsep modern, perlu dilakukan pendekatan pada sistem bangunan masa kini dan penggunaan material pada bangunan yang memberi citra khas sehingga diharapkan dengan kerangka acuan dan konsep perancangan pasar tradisional dengan konsep modern ini dapat mengembalikan daya saing pasar tradisional terhadap menjamurnya pasar-pasar modern saat ini.
Perancangan Apartemen dengan Alat Bantu Software Simulasi Aliran Angin Abdun Nasir
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.79 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12922

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya penduduk telah mendorong kota Surabaya berkembang menjadi kota Megapolitan, Hal ini ditandai dengan bertambahnya kebutuhan hunian terutama hunian vertikal seperti apartemen. Pada perkembangannya kehadiran bangunan tinggi ini menyebabkan beberapa dampak terhadap pemukiman informal sekitar, salah satunya adalah berubahnya arah pergerakan angin di sekitar bangunan tinggi tersebut. Perubahan pergerakan arah angin ini menyebabkan terganggunya sistem pendinginan udara pasif pada pemukiman informal (kampung kota). Salah satu cara untuk meminimalisir dampak tersebut adalah dengan memperbarui metode perancangan pada bangunan tinggi, terutama pengguanaan software simulasi sebagai alat bantu dalam proses perancangan, untuk menentukan model bangunan yang ideal di lingkungan kampung kota.
Pembinaan Pemain Muda Melalui Akademi Sepak Bola Rengga Ryandah Zudha P; Tjahja Tribinuka
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.449 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.15450

Abstract

Permainan sepak bola digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Indonesia berupaya menjaga eksistensinya di dunia sepak bola. Segala macam kompetisi pun diikuti agar persepak bolaan Indonesia bisa diakui di kancah internasional. Namun minimnya kualitas sumber daya manusia menghambat tim nasional (Timnas) Indonesia untuk banyak menghasilkan prestasi di kancah internasional. Dari fakta-fakta tersebut sebuah akademisepak bola menjadi alternaltif dalam mencetak pemain-pemain yang memiliki bakat serta memiliki prilaku yang baik . Ide yang konsep yang di tawarkan yaitu sebuah akademi pemain sepak bola muda dengan konsep rancangan yang bisa merangsang motivasi, jiwa kompetisi serta kebersamaan. Akademi ini diharapkan mampu berkontribusi terhadap persepak bolaan nasional dan menjadi harapan kita semua
Perancangan untuk Pendidikan Karakter Anak Christ Siwi Prawesthi; Ima Defiana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.204 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.15542

Abstract

Pada era globalisasi seperti saat ini banyak dampak dan perubahan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia, adanya dampak dan perubahan yang ada tidak terbatas pada usia individu. Dampak negatif yang dirasakan akibat globalisasi adalah keberadaan teknologi canggih yang tersedia ditengah keterbatasan berpikir dan kultur budaya, agama yang memudar sehingga lambat laun akan terjadi degradasi moral bangsa. Sayangnya, yang paling merasakan dampak negatif globalisasi adalah anak-anak, padahal mereka adalah generasi penerus bangsa kelak. Untuk itu perlu dicari jalan terbaik untuk membangun dan mengembangkan karakter anak bangsa agar memiliki karakter yang baik, unggul dan mulia ditengah dampak negatif arus globalisasi. Upaya yang tepat untuk itu adalah melalui pendidikan karakter, karena pendidikan ini memiliki peran penting dan sentral dalam pengembangan potensi manusia, termasuk potensi mental. Isu pendidikan karakter ini, penulis angkat sebagai salah satu solusi untuk menekan degradasi moral generasi anak bangsa Indonesia yang diselesaikan melalui arsitektur. Melalui perancangan ini, diharapkan terjadi transformasi yang dapat menumbuhkembangkan karakter positif serta mengubah watak anak dari yang tidak baik menjadi baik.
Penerapan Metafora "Paramadiwa" Pada Perancangan Pusat Kesenian Jawa Timur "Paramadiwa" Surabaya Adinda Sukma Bidari; Rullan Nirwansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.665 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.15587

Abstract

Seni pertunjukan di Indonesia telah ada dan berkembang sejak zaman pra sejarah hingga saat ini, dari yang dulunya terkenal dengan kesenian tradisional, hingga banyaknya pengaruh mancanegara yang masuk. Saat ini, banyak kreator yang berkreasi dengan memadukan kesenian lokal dengan mancanegara. Namun di tengah maraknya akulturasi budaya yang tengah terjadi di Indonesia, para seniman lokal di Surabaya masih tetap gencar untuk melestarikan kesenian tradisional, dengan mengadakan pertunjukan rutin setiap tahun, yang sudah terjadwal kegiatannya. Isu yang diambil dalam perancangan ini adalah isu tentang bidang Seni Pertunjukan Tradisional, disoroti dari segi kondisi tempat penyelenggaraan pertunjukan seni di Surabaya. Tempat penyelenggaraan pertunjukan di Surabaya memiliki kekurangan masing – masing yang ingin dijawab melalui perancangan ini. Metoda desain yang digunakan adalah metoda “Issue Based Programming  :  a Tool for Managing The Design Process”, yang dicetuskan oleh Donna P. Duerk, dengan pendekatan metafora “Paramadiwa” yang artinya Surga. Obyek metafora ini diambil dari salah satu kisah pewayangan “Semar Mbangun Kayangan”
APARTEMEN FLEKSIBEL Anak Agung Bagus Adithya Jelantik Shusena
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.915 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.15879

Abstract

Kepadatan penduduk adalah salah satu permasalah yang terjadi pada kota-kota besar. Perihal ini dikarenakan banyaknya perpindahan penduduk. Banyak faktor yang menarik terjadinya perpindahan penduduk tersebut seperti: sarana dan prasarana yang lebih memadai, banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia, atau fasilitas pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Surabaya, khususnya Surabaya Timur memiliki banyak fasilitas pendidikan yang menjadi faktor penarik terjadinya perpindahan penduduk yang mayoritas berstatus mahasiswa. Pertambahan penduduk akibat faktor penarik ini sayangnya tidak diimbangin dengan daya dukung akan penyediaan fasilitas hunian yang layak. Akhirnya daerah Surabaya Timur terjadi kepadatan penduduk. Berdasarkan pada permasalahan ini, perancangan menggunakan pendekatan intrinsik dengan Teori Metabolisme Arsitektur sehingga terbentuknya konsep fleksibilitas. Apartemen yang fleksibel dan memiliki daya dukung terhadap pertambahan penduduk dengan modul huniannya yang dapat bertambah. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah metode kombinasi antara metode data dengan metode superimpose.
Penentuan Nilai Insentif dan Disinsentif Pada Pajak Bumi dan Bangunan Sebagai Instrumen Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian di Sidoarjo Ichsanul Karim; Putu Gde Ariastita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.435 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.21068

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Sidoarjo dari tahun 2009-2015, yang semula 23,539 Ha, menjadi 19,544 Ha, artinya pada rentan waktu 5 tahun lahan di Kabupaten Sidoarjo telah mengalami penyusutan sekitar 4,995 Ha. Pajak Bumi dan Bangunan dapat berpotensi menekan laju alih fungsi lahan pertanian karena berpeluang mempengaruhi petani untuk mempertahankan lahannya dan berpotensi menghambat pihak lain untuk mengalih fungsikan lahan pertanian melalui skema insentif dan disinsentif. Namun di Sidoarjo belum ada insentif dan disinsentif Pajak Bumi dan Bangunan. Oleh karena itu tujuan penelitian adalah menentukan nilai insentif dan disinsentif pada Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang dapat menjadi instrumen untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Sidoarjo. Sasaran yang disusun dalam penelitian ini adalah menentukan tipologi LP2B di Kabupaten Sidoarjo dengan teknik overlay menggunakan software ArcGIS. Berdasarkan hasil tipologi tersebut maka akan dirumuskan nilai insentif dan disinsentif dari Pajak Bumi dan Bangunan untuk dapat mempertahankan lahan pertanian berdasarkan tipologi di Kabupaten Sidoarjo menggunakan teknik analisa Probit Logit. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis probit , nilai insentif yang dapat mempertahankan lahan pertanian pada tipologi  1 adalah dengan nilai pajak sebesar 0% dengan presentase 93% pemilik lahan akan mempertahankan lahannya sedangkan disinsentifnya dengan nilai pajak sebesar 10%. Nilai insentif untuk tipologi 2 yaitu dengan nilai pajak sebesar 0% dengan presentase 90% pemilik lahan mempertahankan lahannya sedangkan disinsentifnya dengan kenaikan pajak menjadi 8,75%. Nilai insentif untuk tipologi 3 yaitu sebesar 0% dengan presentase pemilik lahan mempertahankan lahannya sebesar 90.70% dan untuk disinsentifnya dengan kenaikan pajak menjadi 10%. Nilai insentif untuk tipologi 4 yaitu sebesar 0% dengan prosentase pemilik lahan mempertahankan lahannya adalah 90% dan disinsentif nya sebesar 10% sehingga dapat mempertahankan lahan pertanian di Kabupaten Sidoarjo.
Ruang Rehumanisasi: Proses Pembauran Manusia Melalui Perjalanan Ruang Gracia Etna Criestensia; Hari Purnomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.86 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17399

Abstract

Dalam hidup ini setiap manusia memiliki kodrat yang sama, baik kaya miskin, tua muda, sehat sakit, terpelajar atau tidak, dan lain sebagainya. Manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam lingkungan sosialnya dan secara naluriah setiap manusia memiliki keinginan untuk turut ambil bagian dalam lingkungan tersebut. Tetapi seiring berjalannya waktu manusia mulai terpisah-pisah, mereka mulai menciptakan gap-gap yang tidak kasat mata yang sebenarnya itu hanya hasil pemikiran mereka tanpa tahu fakta atau kebenarannya dan parahnya terkadang pemikiran yang salah tersebut dibawa secara turun temurun dan berubah menjadi stigma. Banyak kelompok-kelompok masyarakat atau komunitas yang akhirnya dirugikan karena mendapat stigma negatif dari masyarakat sekitarnya, secara tidak sadar hak mereka tidak diperhatikan dan kewajiban mereka diabaikan. Banyak dari kelompok masyarakat ini yang mulai terisolir dan tidak diterima oleh orang-orang disekitarnya, salah satunya adalah mantan penderita kusta. Tempat atau penampungan yang disediakan bagi mereka malah sebagian besar membuat mereka semakin terisolir dan menguatkan stigma negatif tersebut, sehingga tidak hanya orangnya saja tetapi tempat hidup mereka juga mendapat dampak dari stigma negatif tersebut. Padahal untuk menghapus stigma ini diperlukan adanya pengenalan yang benar, dan pengenalan didapat dari bergaul serta menjalani aktifitas bersama. Pemilihan tema ruang rehumanisasi diambil dari arti rehumanisasi itu sendiri, yaitu proses memanusiakan manusia kembali, karena sebenarnya yang dibutuhkan oleh orang-orang terpinggirkan, dalam kasus ini mantan penderita kusta bukan hanya penyembuhan secara fisik tetapi yang lebih utama adalah penyembuhan secara mental guna membangkitkan kepercayaan diri mereka kembali untuk berbaur dalam masyarakat luas.
Penerapan Konsep Ambiguitas dalam Merekayasa Persepsi Manusia melalui Arsitektur Dyah Arieni Larasati; Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.718 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17430

Abstract

Persepsi merupakan cara manusia melihat suatu hal yang dipengaruhi oleh konteks dan situasi sosial sehingga masing-masing orang dapat melihat suatu hal yang sama dengan cara yang berbeda dimana persepsi akan muncul sesuai pengalaman sensoris tiap individunya melalui penstimulasian panca inderanya. Persepsi menjadi penting karena membantu individunya untuk mengerti dan memahami apa yang dilakukannya sehingga menjadi bermakna. Dengan penerapan konsep ambiguitas pada arsitektur seperti pengolahan ruang dimana fungsi maupun sirkulasinya dibuat memiliki tidak hanya satu fungsi, penghadiran warna dan cahaya membuat suasana ruang menjadi ambigu karena pengguna tidak mengetahui kondisi sebenarnya akan tetapi di sisi lain dapat membuat pengguna menyadari kondisi sebenarnya secara tidak langsung dimana penerapannya disesuaikan dengan aktifitas yang diwadahi, serta pemilihan material yang mendukung pengaplikasian konsep ambiguitas pada pengolahan elemen lainnya sehingga elemen arsitektural tersebut tidak hanya dilihat memiliki satu fungsi/arti saja dan dapat mempengaruhi mood dari manusianya dimana juga akan berpengaruh dalam merekayasa persepsi manusianya.