cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Pusat Edukasi Pengolahan Sampah Surabaya Amas Brilian; Purwanita Setijanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.502 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17461

Abstract

Arsitektur selalu berkaitan erat dengan permukiman dan lingkungan, salah satunya adalah masalah sampah. Dengan adanya sampah ini maka permasalahan yang timbul di kawasan permukiman pasti bermacam-macam, diantaranya timbul suasanya tidak nyaman di sekitar kawasan permukiman. Namun selama ini permasalah yang ada belum terentasakan secara strategis sehingga dampak-dampak negatif selalu timbul bersama lingkungan dan masyarakat.Untuk solusi yang ditawarkan dalam menghadapi kasus ini adalah sebuah rancangan untuk mewadahi terkait dengan pengelolaan sampah dalam beraktifitas. Wadah untuk masyarakat dalam mempelajari nilai penting dari sampah baik secara negatif maupun positif. Bahkan, masyarakat tidak hanya menyaksikan namun juga berkontribusi mendaur ulang sampah-sampah buangan kawasan permukiman. Rancangan harus merespon isu serta bisa memberikan kontribusi dalam lingkup masyarakat permukiman
Perancangan Apartemen dengan Konteks Open Building di Area Urban Sprawl Wenda Pristi Listyandini; Ima Defiana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.017 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17570

Abstract

Sebagian orang beranggapan bahwa hidup di kota akan menjadikan mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik, hal tersebut yang mendorong peningkatan jumlah penduduk di kota semakin tinggi hingga berdampak pada kawasan pinggiran kota disekitarnya, fenomena ini disebut dengan istilah urban sprawl. Salah satu dampak nyata dari fenomena tersebut adalah kelangkaan kawasan rumah tinggal hingga dalam jangka waktu yang panjang akan mengakibatkan munculnya kawasan hunian ilegal. Sehingga salah satu penyelesaian yang dapat dilakukan adalah pengadaan kawasan hunian masal vertikal yang produktif seperti apartemen. Dalam kasus ini kalangan yang disasar adalah kalangan menengah yang produktif, sehingga memiliki kebiasaan yang berbeda dan dapat dilihat dari kehidupan sosial yang baik termasuk dalam memperlakukan rumah tinggalnya. Dalam sistem open building, terdapat suatu proses keterlibatan penghuni dalam proses berarsitektur. Maka dirasa akan sesuai untuk diterapkan pada apartemen dengan memerhatikan aspek behaviour setting penghuni termasuk penghadiran wujud bangunan yang menjadikan apartemen ini berbeda dengan apartemen lainnya. Bangunan akan bersifat akrab, adaptif, dan berkembang mengikuti kebutuhan penghuni dengan menerima keterbukaan dalam perubahan dan perkembangan tersebut.
Society Housing - Hunian Berlatar Sosial Herlina Eka Wulandari; Moch. Salatoen Pudjiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.517 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17574

Abstract

Manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial memiliki kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi untuk dapat melanjutkan hidupnya dan salah satunya adalah kebutuhan akan rasa aman yang akan terganggu apabila terdapat ancaman yang membuatnya tidak nyaman. Selain itu, manusia juga perlu berinteraksi dengan manusia lainnya pada suatu lingkungan tertentu misalnya pada ruang bertinggalnya yang pada proses interaksi tersebut sering terjadi permasalahan-permasalahan yang mengganggu ketentraman hidup sehingga menimbulkan rasa takut pada diri manusia tersebut. Untuk dapat hidup dengan nyaman maka manusia perlu mengatasi ancaman-ancaman yang memicu rasa takut itu. Cara yang dilakukan manusia untuk mengatasi rasa takutnya secara spasial adalah dengan memberi jarak pada sumber ancaman dan mengadakan batas agar tidak terjadi interaksi antara dirinya dan sumber tersebut. Penulisan ini akan membahas tentang keberadaan “gated community” di Surabaya dengan tujuan memberikan gambaran bagaimana reaksi terhadap ketakutan yang dirasakan masyarakat kota dimanifestasikan ke dalam ruang sehingga perasaan takut tersebut dapat teratasi. Pengamatan dan analisa penulis terhadap komunitas-komunitas tersebut dititikberatkan pada pengelolaan ruang dan karakter dari elemen yang pembentuk ruang tersebut.
Bandung eSport Arena Membangun Ekosistem eSport di Indonesia Muhammad Abdillah Wiguna; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.969 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17625

Abstract

Diluar negeri game bukanlah lagi sebuah wahana untuk menghabiskan waktu luang melainkan menjadi sebuah profesi dengan pendapatan yang cukup meyakinkan. Profesi tersebut dengan adalah menjadi atlit professional dalam kasus ini yang ahli dalam bermain video game atau yang sudah banyak dikenal orang dengan sebutan eAthlete. Jika sudah diberi judul atlit maka hal yang mereka lakukan dikategorikan dalam sebuah olahraga yang mana diberi nama eSport. Di Indonesia sendiri e-sport sudah cukup berkembang, terbukti dengan adanya beberapa turnamen berskala nasional yang dilaksanakan di berbagai tempat dan diakuinya Indonesia eSport Association (IeSPA) sebagai organisasi e-sport Indonesia oleh Kemenpora turut menjadi titik terang perkembangan olahraga ini di negeri kita. Meskipun event e-sport terlihat tidak sulit untuk dilakukan karena hanya dibutuhkan seperangkat komputer dengan spesifikasi yang mumpuni namun sebenarnya untuk melaksanakannya membutuhkan tempat dengan susunan ruang-ruang tertentu. Agar atlit yang akan bertanding bisa berkonsentrasi dalam permainannya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah tempat yang memang di desain khusus untuk melaksanakan sebuah event eSport. Objek rancangan ini selain bertujuan untuk menyokong kebutuhan lokasi untuk e-Sport juga dapat menjadi tempat untuk diadakannya event berskala internasional. Karena jika kita melihat arena e-Sport di negara lain selalu penuh didatangi oleh penonton dari negara mereka sendiri juga dari negara lain. Melalui objek rancangan ini, saya mencoba menggambarkan bahwa bermain game itu walaupun tetap kompetitif secara pertarungan, namun tetap bisa membuat orang yang melihat atau memainkannya merasa senang, karena tujuan dari dibuatnya game itu sendiri adalah agar pengguna nya bisa merasakan kebahagiaan.
Konsep Ruang Publik Warga sebagai Fasilitas Taman Geologi Lumpur Sidoarjo Ray Dhanitra Ahmad; Angger Sukma Mahendra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.575 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17641

Abstract

Rencana pemerintah untuk mengubah kawasan bencana Lumpur Sidoarjo menjadi sebuah taman geologi memerlukan beberapa pemenuhan syarat yang diajukan oleh organisasi dunia. Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah taman geologi adalah mengakomodir kegiatan edukasi, pelestarian budaya lokal, mendukung ekonomi sekitar, dan membangun sarana rekreasi. Taman geologi juga diwajibkan untuk memperbaiki lingkungan baik lingkungan hidup maupun lingkungan warga. Untuk lingkungan warga di sekitar kawasan kondisinya tidak seramai sebelum munculnya bencana, ini dikarenakan sebagain besar pemukiman dan pusat keramaian sudah tenggelam oleh lumpur. Hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk menciptakan sebuah ruang yang bertujuan untuk mengembalikan aktivitas masyarakat. Selain itu ruang publik juga menjadi salah satu komponen penting dari fasilitas terbangun yang dimiliki oleh taman geologi. Perancang menerapkan konsep pembentukan lansekap yang dikembangkan oleh Tadao Ando mengenai hubungan pengguna dengan alam sekitar. Dengan konsep tersebut diharapkan suasana dari taman geologi dirasakan oleh pengunjung selagi melakukan kegiatan tertentu pada ruang publik.
Ekowisata Mangrove Dusun Pucukan Dhita Dwidinita; Endrotomo Endrotomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.025 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17645

Abstract

Pada era globalisasi, masih saja terdapat desa / daerah tertinggal di Indonesia. Daerah tertinggal itu sendiri sebagian besar berada pada wilayah-wilayah terluar Indonesia. Salah satu penyebab yaitu jauhnya daerah dari pusat kota dan sulitnya akses menuju lokasi. Dusun Pucukan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur termasuk ke dalam kategori daerah tertinggal disebabkan oleh kehidupan warganya kurang layak. Keadaan dusun ini membutuhkan suatu perubahan agar kualitas hidup dan lingkungan warga menjadi lebih baik. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dusun Pucukan memiliki potensi mangrove yang belum tereksplorasi. Oleh karena itu, muncullah ide perancangan kawasan ekowisata mangrove di dusun Pucukan. Sebuah kawasan ekowisata diharapkan akan membantu meningkatkan kualitas ekonomi penduduk setempat, sehingga dusun Pucukan menjadi dusun yang mandiri. Kawasan ekowisata mangrove terdiri dari fasilitas riset dan pendidikan; wisata; dan industri yang berbasis masyarakat. Rancangan menggunakan pendekatan, green building, ecotourism society dan architecture promenade. Pendekatan green building dan ecotourism society dipilih agar desain yang tercipta tidak merusak alam dan kondisi lingkungan disekitar lokasi serta memberikan dampak positif pada penduduk setempat, sedangkan architecture promenade dipilih untuk menciptakan sekuen yang diinginkan pada rancangan.
Pengaruh Studi Bayangan Matahari sebagai Salah Satu Penentu Orientasi Fasad Objek dan Konsep Penataan Massa terhadap Pemilihan Tipe Tanaman dalam Vertical Urban Farming Company Hamida Kurniawati; Rullan Nirwansjah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.147 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17653

Abstract

Vertical Urban Farming sebagai solusi pertanian yang tidak lagi mendatar, yang menggunakan ruang cukup dengan tetap menjaga kualitas produk menggunakan teknologi dan life cycle pada energi dan unsur lain, mencoba menjadi satu oase kesegaran baru ditengah hiruk pikuk kota. Jalan Tunjungan sebagai kawasan yang strategis dengan segala potensi menjadi lokasi yang tepat yang berada dipusat kesibukan kota, namun lokasi lahan yang berada pada pertengahan dua kontradiksi konteks yang berbeda, Kota Lama di lingkungan sekitar objek dan kemodernisan objek itu sendiri yang akan menjadi bangunan hijau futuristic dengan banyak unsur teknologi di dalamnya. Namun tidak hanya itu, beberapa bangunan tinggi juga berdiri tegak di sekitar objek. Hal ini membuat objek menjadi sulit dalam menentukan orientasi yang tepat agar mendapatkan sinar yang cukup mengingat objek adalah model pertanian vertikal yang masih membutuhkan banyak cahaya matahari agar proses tumbuh di dalam objek bisa bekerja dengan maksimal.. Sehingga dengan menganalisa beberapa kemungkinan yang terjadi, dengan menggunakan metode desain proses diharapkan objek dapat terbangun dengan posisi dan orientasi yang tepat.
Arsitektur Untuk Membantu Menyembuhkan Kerusakan Psikis Pada Manusia (Kekerasan Pada Anak) Ulfa Mazaya; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.862 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17660

Abstract

Kekerasan terhadap anak di dalam kehidupan berumah tangga seakin meningkat setiap tahunnya. Sering sekali penyelesain masalah terhenti pada tahapan pengobatan fisik saja tanpa mempertimbangkan segi psikis anak selaku korban. Oleh karena itu, terjadi perputaran dari korban terdahulu menjadi pelaku di masa depannya dikarenakan tidak adanya penanganan psikis. Untuk itu diperlukan rehabilitasi untuk anak menyembuhkan masalah psikis dampak kekerasan yang dialaminya. Selain memberikan terapi penyembuhan, tingkat kenyamanan sangat diperlukan untuk menunjang penyembuhan anak. Tingkat privasi anak juga mempengaruhi proses penyembuhan sang anak. Dengan menggabungkan beberapa unsur arsitektural maka terciptalah suatu desain yang dapat membantu memenuhi kebutuhan anak akan kenyamanan. Unsur yang dipilih memiliki kemampuan healing dan menenangkan dari segi psikis untuk anak, beserta pengguna lainnya, disela kegiatan terapi. Dengan menggunakan metode desain Scientific Problem Solving.
Redevelopment Permukiman Informal untuk Peningkatan Kualitas Lingkungan Sosial Angelina Nina Arini Putri; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.878 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17661

Abstract

Permukiman informal berkaitan erat dengan permasalahan penurunan kualitas lingkungan, baik fisik maupun sosial. Permasalahan yang timbul antara lain RTH yang semakin berkurang, kaburnya batas moral baik danburuk, dan menurunnya tingkat kesehatan masyarakat. Olehkarena itu, dibutuhkan penyelesaian yang tepat dan menempatkan pemukim informal sebagai bagian dalam perkotaan. Konsep redevelopment yang mengacu kepada kampung merupakan sebuah konsep yang tepat sehingga penghuni permukiman tidak harus pindah dari tempat mereka berasal. Konsep redevelopment tersebut diwujudkan dalam obyek rancangan berupa Kampung City Block. Metode yang digunakan adalah cybernatics. Metode ini mengaitkan berbagai fenomena yang mempengaruhi hubungan antara manusia dan lingkungannya, termasuk lingkungan fisik dan sosial.
Pengolahan Siklus Energi: Near Zero-Net Energy Apartment Edelyn Elpetina Ibrahim; Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.924 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17667

Abstract

Fenomena krisis energi merupakan suatu hal yang tak terhidarkan dewasa ini yang dikarenakan penggunaan dan pengolahan energi yang kurang efektif. Perlu adanya penanganan dan perubahan yang dilakukan terhadap pengkonsumsian energi yaitu dengan cara membenahi dan menciptakan sebuah sistem siklus energi baru yang lebih efektif yang memberi keuntungan bagi manusa maupun alam. Respon arsitektur yang menjawab fenomena tersebut ialah bangunan yang menerapkan near zero-net energy. Dengan menggunakan metode yang berbasis riset, penentuan objek dan konsep desain merupakan respon dari pengolahan energi yang kurang efektif. Tujuan yang ingin dicapai dari obyek yang diusulkan adalah untuk memperbaiki sistem siklus energi yang dirasa kurang efektif dalam pengolahannya. Obyek diharapkan dapat menjadi pemicu bagi bangunan lainnya untuk dapat menerapkan hal yang sama perihal pengolahan energi, sehingga energi yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.