cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Arsitektur Dan Teori Multiple Intelligences Sebagai Pemicu Kreativitas Bernadette Hesty Prameswari; Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.765 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17669

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan manusia sehari-hari, terutama demi kelangsungan hidup yang lebih maksimal. Tidak hanya aktivitas atau pekerjaan yang berhubungan dengan seni saja yang membutuhkannya, namun seluruh aktivitas yang ada, jika didasari dengan kreativitas akan membuahkan hasil yang lebih maksimal. Menumbuhkan dan memelihata kreativitas dalam diri seseorang sangatlah penting, mulai dari usia dini hingga usia lanjut. Upaya dalam meningkatkan kreativitas dapat dilakukan dengan banyak cara, yaitu dari faktor internal dan juga faktor eksternal. Peranan arsitektur pada dasarnya adalah memfasilitasi dan mengakomodasi kebutuhan dan aktivitas manusia. Melalui peranan arsitektur, dengan pendekatan teori Multiple Intelligences, karya yang berupa rancangan sekolah ini adalah upaya merancang arsitektur yang dapat mempengaruhi perkembangan kreativitas dari faktor eksternal, terhadap penggunanya. Teori Multiple Intelligences tersebut akan diterapkan pada penataan massa dan sirkulasi.
Pendekatan Vernakular Kontemporer dalam Desain Pasar Wisata Apung Surabaya di Area Mangrove Wonorejo Annisa Nur Ramadhani; Muhammad Faqih
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.438 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17850

Abstract

Surabaya merupakan kota yang kaya akan potensi perdagangan mikro dan perkembangan ekonomi kerakyatan yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya program bertemakan pengembangan ekonomi kerakyatan yang diprakarsai pemerintah Kota Surabaya. Diantaranya adalah penyediaan sentra PKL, pengembangan dan pembinaan UMKM, sampai tambahan suntikan modal bagi pelaku bisnis mikro. Namun dibalik banyaknya potensi tersebut, tersimpan banyak ancaman terhadap perkembangan perekonomian kerakyatan di Surabaya. Mulai dari kurangnya akses pasar untuk produk-produk mereka, persaingan dengan sektor ekonomi makro, sampai tantangan pasar global dan MEA. Dalam hal ini diperlukan fasilitas pasar yang dapat menjadi wadah dan sarana pedagang bagi pelaku ekonomi mikro sekaligus fungsi wisata sehingga dapat menarik minat pengunjung. Pendekatan vernakular kontemporer digunakan dalam desain pasar wisata ini, dengan tujuan menggali eksotisme lokalitas budaya yang dipadu dengan selera kontemporer masa kini, sehingga desain dapat menjadi destinasi wisata belanja khas Kota Surabaya. Penggunaan material lokal pada bangunan seperti bambu, kayu, batu-bata, dipadukan dengan elemen konstruksi kontemporer seperti beton dan baja juga membuat aksen tersendiri dalam desain bangunan. Selain lokalitas, pendekatan vernakular kontemporer memiliki nilai responsif dan adaptif terhadap lingkungan eksisting, sehingga desain bangunan sejauh mungkin meminimalisir kerusakan pada lingkungan eksisting dan memaksimalkan penggalian potensi tapak eksisting dalam desain yang ada. Hal ini sesuai dengan tapak terpilih yang berlokasi di area Mangrove Wonorejo. Bangunan didesain dengan struktur panggung sehingga meminimalisir kerusakan site eksisting yang berupa bozem atau waduk mangrove. Elemen ekosistim mangrove pun dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai elemen pendukung yang mengintervensi desain bangunan.
Superimposisi Tiga Pemaknaan Ruang Sebagai Pemicu Interaksi pada Ruang Publik Arabela Grania Chaniago; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.729 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17861

Abstract

Arsitektur pada hakikatnya selalu hadir karena adanya kebutuhan manusia yang lekat oleh fungsi waktu. Dengan demikian merupakan suatu hal yang umum jika ketika arsitektur tersebut tidak lagi berfungsi sesuai dengan kebutuhan pada zaman nya, arsitektur akan menghilang, digantikan dan membusuk seiring berjalanya waktu. Munculah pertanyaan besar manusia akan persepsi dari makna arsitektur bagi pengguna nya, selayaknya waktu, mungkinkah arsitektur abadi?. Untuk mencapai kualitas tersebut, Arsitektur sebagai variabel tempat hendaknya memberikan kesempatan pada user untuk berinterpretasi dan memberikan persepsi baru terhadap fungsi dan pengalaman arsitektur dalam suatu konteks. Pendekatan desain production of space oleh Henri Levebfre yang diarahkan kepada metoda desain superimposisi, menumpukkan ketiga layer dari pemahaman atau pemaknaan ruang oleh manusia [conceived, perceived, lived] akan mempengaruhi konsep desain sehingga ruang yang di produksi secara tiga dimensional dapat memicu interaksi
Penerapan Metode Open Building pada Transformasi Bangunan Evakuasi Akhir Menjadi Bangunan Penginapan Nurista Rizky Sagita; Vincentius Totok Nurwasito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.986 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17915

Abstract

Bangunan evakuasi akhir dapat mengalami kerusakan fasilitas akibat tidak adanya aktivitas pada bangunan dan fungsi lain dari bangunan tersebut selain sebagai bangunan evakuasi akhir. Bangunan evakuasi akhir membutuhkan suatu kemudahan dalam transformasi ruang sehingga bangunan dapat bersifat fleksibel.  Fungsi bangunan kemudian tidak hanya sigap sebagai tempat evakuasi akhir,  namun dapat berubah menjadi bangunan komersil dan publik yang dapat digunakan oleh penduduk setempat ketika tidak terjadi bencana alam gempa bumi tektonik dan tsunami. Dalam mencapai tujuan bangunan yang bersifat fleksibel dan mudah bertransformasi tersebut adalah dengan menggunakan metoda open building sebagai metode desain. Melalui metode open building, dapat ditemukan kemudahan struktur box dari kontainer dalam menciptakan konsep transformasi ruang.
Alam sebagai Fasilitator Perilaku Anak Dita Pranditya Putri; Collinthia Erwindi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.784 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17991

Abstract

Dewasa ini semakin marak perilaku buruk yang muncul pada anak, diakibatkan oleh menurunnya perhatian dari orang tua akibat orang tua sibuk bekerja. Banyaknya sikap destruktif yang muncul pada anak perlu diwaspadai dan dikontrol dengan cara memberi perlakuan atau respon tertentu yang dapat dilakukan oleh lingkungan terdekat anak, baik dari lingkungan orang tua, keluarga, teman, dan alam sekitar. Melalui pendekatan psikologis dan perilaku, maka pemilihan kegiatan juga desain dari objek diharapkan dapat meminimalisir perilaku buruk yang ada pada diri anak. Objek dirancang untuk menghadirkan suasana yang berbeda kepada pengguna, supaya tersampaikan pengalaman yang berbeda pula, sehingga memunculkan respon tertentu. Suasana alam dihadirkan dengan tujuan memberi penyegaran dari suasana perkotaan. Pemilihan kegiatan didasarkan dari sifat atau sikap yang ingin direspon dari pengguna, dan yang memberi dampak positif tertentu sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Dengan menggunakan metode merancang Aritektur Organik , penataan massa juga pembentukan objek merespon lingkungan eksisting pada lahan, sehingga diharapkan objek dapat beradaptasi dengan lingkungannya dengan baik.
Arsitektur dalam Konservasi Lingkungan dan Masyarakat Kadek Hendra Robiawan; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.87 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18023

Abstract

Lingkungan merupakan suatu hal yang mudah berubah di mana manusia memiliki andil yang besar dalam perubahan lingkungan tersebut. Salah satu contohnya adalah terumbu karang. Karena berbagai alasan, terumbu karang tersebut dirusak sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem di laut. Namun, belakangan ini usaha pelestarian terumbu karang mulai digalakkan. Bagaimana peran arsitektur dalam hal ini? Arsitektur bukan hanya untuk manusia saja, tapi juga bagi lingkungan tempatnya berada. Arsitektur di sini berperan mewadahi usaha pelestarian terumbu karang yang muncul karena kepedulian terhadap keseimbangan alam. Metode yang digunakan adalah Inquiry by Design. Mengembangkan desain terus-menerus sehingga bisa memenuhi apa yang dibutuhkan. Dengan demikian, fasilitas ini bisa memberikan opsi bagi masyarakat agar beralih dari kegiatan penambangan karang. Selain itu, obyek juga menyajikan sebuah wisata yang bersifat edukatif. Melalui objek rancangan ini, masyarakat setempat dan para wisatawan diajak untuk lebih peduli terhadap terumbu karang dan perannya terhadap ekosistem. Arsitektur di sini memiliki peran dalam kegiatan konservasi, baik terhadap alam maupun kehidupan masyarakat tempatnya berada
Bogor Tourism Information Center Rifandi Rahasanto; Andy Mappajaya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.022 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18026

Abstract

Bogor memiliki banyak potensi pariwisata yang tersebar di seluruh daerah. Banyak daerah yang menjadi kawasan wisata di Kota Bogor, seperti prasasti, lansekap, bangunan bersejarah, dan kuliner. Diperlukan sebuah rancangan yang bisa memunculkan potensi-potensi wisata yang ada di Bogor sehingga wistawan dapat meminati seluruh objek wisata dan pada akhirnya dapat menegmbangkan kepariwisataan Bogor. Tourism Information Center merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan potensi suatu daerah kepada wisatawan, tetapi tourism information center biasanya menjadi tempat yang kurang menarik sehingga wisatawan enggan untuk datang. Perancangan tourism information center dengan inovasi yang baru membuat rancangan lebih diminati oleh wisatawan. Tourism information center yang menyajikan informasi dalam media 3 dimensi dan juga media digital. Media ini membuat interaksi antara informasi dengan pengunjung yang datang
Integrasi Budaya dan Alam dalam Preservasi Candi Gambarwetan Shinta Octaviana Putri; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.703 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18062

Abstract

Banyak bangunan bersejarah atau cagar budaya yang mengalami kerusakan di Indonesia. Kerusakan ini dapat ditimbulkan oleh dua faktor. Faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain usia dan proses pelapukan. Sedangkan faktor eksternal antara lain faktor alam, lingkungan, dan manusia. Salah satu cagar budaya yang mengalami kerusakan adalah Candi Gambarwetan yang terletak di Desa Sumberasri, Kab. Blitar tepatnya di kaki Gunug Kelud. Candi ini masih dalam proses observasi oleh pihak BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Mojokerto. Pelestarian cagar budaya yang baik adalah pelestarian dengan mempertimbangkan aktifitas masyarakat lokal dan wisatawan serta kondisi lingkungan. Metode narasi adalah metode penyampaian informasi dengan melibatkan elemen bangunan dan pengguna. Metode narasi diterapkan pada jalur sirkulasi, dimana terdapat dua pengguna yang memiliki jalur sirkulasi berbeda namun selaras dan tidak saling terganggu. Dalam proses pelestarian candi Gambarwetan tidak hanya menjaga candi dari kerusakan, tetapi juga membuat interaksi antar pengguna berjalan harmonis. Preservasi Candi Gambarwetan dikemas dalam bentuk museum terbuka, dimana wisatawan mendapatkan informasi mengenai kegiatan masyarakat lokal dan menikmati alam dari kawasan candi Gambarwetan
Optimalisasi Fungsi Masjid Pendekatan superimposisi (Desain masjid bulak) Akbar Fala; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.095 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18080

Abstract

Masjid memiliki peran penting dalam kemajuan peradaban manusia pada masa kejayaan islam. Namun saat ini di Indonesia masjid mengalami penyempitan makna dan fungsi. Jumlahnya banyak namun tidak berkualitas dan tidak makmur. Menghadirkan peran fungsi masjid yang sebenarnya diharapkan dapat menjadikan masjid pusat kegiatan masyarakat dan menyelesaikan masalah kemiskinan di kelurahan kedung cowek. Permasalahan desain yang timbul adaalah bagaimana masjid dapat menjadi pusat dari beragam kegiatan dan ibadah masyarakat kecamatan kedung cowek. Untuk mewujudkan itu berarti masjid harus mewadahi berbagai aktivitas dengan beragam program, berarti menggabungkan tempat ibadah yang diharuskan kondusif dengan tempat umum yang kurang kondusif. Untuk menjawab permasalahan desain tersebut digunakan pendekatan desain superimposisi. Program di eksplorasi sedemikian rupa untuk menimbulkan event-event baru yang tidak terduga agar masjid hidup dan makmur. Metode desain yang dipakai adalah programmatic dissociations yang dipakai Bernard tschumi dalam mendesain Tokyo opera house. Hasil rancangan berupa masjid yang terbuka dan menjadi wadah pusat kegiatan masyarakat.
Hunian Vertikal Sewa dengan Konsep Eko-modular Arsitektur Nilla Ardya Prihatanti; Muhammad Faqih
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.896 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18095

Abstract

Sebuah kawasan akan menjadi tidak ideal ketika kerusakan lingkungan semakin meluas. Kerusakan lingkungan yang paling disorot adalah kondisi fisik lingkungan. Terdapat banyak kawasan yang menjadi permukiman kumuh dan mengganggu kualitas hidup manusia. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain tingginya angka urbanisasi, pertumbuhan kepadatan penduduk dan berkurangnya area tempat tinggal manusia. Oleh karena itu, hal tersebut harus ditangani melalui sektor permukiman dan sektor lingkungan. Dengan merespon tingginya angka urbanisasi di area industri maka Surabaya Industrial Estate Rungkut adalah kawasan paling potensial untuk ditangani. Sehingga objek arsitektural yang diusulkan adalah hunian vertikal sewa bagi pelaku urbanisasi dan penduduk musiman di Surabaya. Metode desain yang digunakan berdasarkan pada metode pencarian masalah. Fakta-fakta menentukan perfomance requirements dan konsep desain. Objek arsitektural ini menggunakan pendekatan ekologi arsitektur sehingga objek seharusnya mampu menjawab masalah permukiman di kawasan Rungkut Industri. Hunian vertikal sewa ini menerapkan konsep modular arsitektur pada setiap unitnya. Jenis modul berdasarkan pada skala manusia dan kebutuhan ruang gerak manusia. Sehingga terbentuk modul dengan ukuran 2,4 meter x 2,4 meter x 2,4 meter. Modul tersebut dapat diproduksi secara fabrikasi. Konsep ekologi arsitektur yang diterapkan adalah sustainable constraction, green living environment dan social cohesion.