cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Perancangan Kampanye Media Sosial Instagram ‘Youthoffers’ sebagai Channel Informasi Beasiswa Pendidikan Mahasiswa Indonesia Bella Citra Hadini; Baroto Tavip Indrojarwo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58955

Abstract

Berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang dirilis pada Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Dalam beberapa tahun terakhir, masih banyak informasi beasiswa yang tidak akurat dan desainnya kurang menarik. Untuk membantu mahasiswa mendapatkan informasi beasiswa yang kredibel dan tata cara mendaftar beasiswa yang baik dan benar, maka dirancanglah sebuah kampanye sosial media Instagram Youthoffers sebagai channel beasiswa yang terpercaya untuk mahasiswa. Tujuan perancangan ini adalah mengkaji permasalahan mahasiswa dalam mendapatkan beasiswa, serta menemukan materi yang sesuai dan pantas untuk dijadikan bahan kampanye. Metode penelitian dilakukan dengan cara studi eksisting video dan aplikasi beasiswa, depth Interview kepada ahli media dan digital marketing, stakeholder penyedia beasiswa YLI dan user untuk mendapatkan masukan tentang konsep karya dan pesan utama yang dibutuhkan. Kuisener online diisi oleh 203 pemuda dari >15 Kota di Indonesia untuk mengetahui inti masalah, preferensi media serta insight dalam pembuatan pesan kampanye yang efektif. Kampanye sosial media ini meliputi pembuatan 4 episode video motion grafis, 15 poster acara online, 12 podcast, 5 Ig live dan poster daily post yang jadwal pengunggahannya ditentukan dalam tenggat waktu tertentu. Dari hasil post-test terhadap karya melalui Insight Instagram, selama kurun waktu tiga bulan Instagram Youthoffers berhasil mendapatkan tambahan >5000 followers dengan profile visit rata-rata 7800 akun per dua minggu, 80-400 jumlah saved dan 4000 impression pada setiap post.
Perancangan Seri Buku Pengembangan Kemampuan Literasi Bertema Jelajah Indonesia untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas 4 Rucita Thea Vidhyanti; Senja Aprela Agustin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.59066

Abstract

Hasil penelitian PISA 2012 menyebutkan bahwa tingkat literasi Indonesia terburuk kedua dari 65 negara. Rendahnya literasi ini sejalan dengan lemahnya pemahaman terhadap bahasa Indonesia oleh generasi muda, terbukti dengan raihan nilai Ujian Nasional yang statis dan rendah dibanding mata pelajaran lain. Padahal, substansi literasi, yaitu keterampilan membaca dan menulis, terdapat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan komunitas, namun kesuksesan literasi tidak cukup hanya dengan penyediaan fasilitas. Dibutuhkan media yang mampu mengembangkan kemampuan anak dalam memahami dan melanar bacaan seiring dengan pembelajaran literasi di sekolah. Buku dapat menjadi media edukasi dan menstimulus kreativitas pengguna dengan melibatkan pelatihan dalam bentuk aktivitas baca, tulis, dan gambar. Bila dikembangkan dengan tema dan penyampaian yang menarik, buku mampu mengembangkan kemampuan siswa sekolah dasar untuk memahami dan menalar bacaan. Dari dua proses tersebut, akan terwujud ide yang mengarah pada kompetensi literasi produktif berupa menulis. Agar buku dapat dirancang dengan baik dan sesuai dengan target pengguna, diperlukan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian. Konten buku didapat dari studi literatur dan analisis media eksisting, sedangkan penentuan konsep, tema, dan elemen visual diperoleh dari hasil wawancara mendalam, kuesioner preferensi, dan riset eksperimental dengan ahli di bidang literasi anak.
Fasilitas Pendidikan Bagi Anak Tunanetra dengan Pendekatan Indera Datin Intan Baktara; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.54801

Abstract

Anak tunanetra adalah anak yang memiliki gangguan atau kerusakan pada indera penglihatannya, sehingga menyebabkan kemampuan penglihatannya berkurang atau bahkan tidak bisa melihat sama sekali. Tidak berfungsinya indera penglihatan menyebabkan seorang anak tunanetra harus mengandalkan indera-indera lainnya yang masih berfungsi dengan baik dalam menerima informasi dan dalam proses pendidikan untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri ketika dewasa. Arsitektur yang merespons pengguna tunanetra tentunya harus benar-benar memperhatikan aspek multisensori, yang mana arsitektur tersebut dapat dieksplorasi oleh penggunanya menggunakan kombinasi indera mereka. Metode naratif digunakan dalam proses perancangan untuk membangun suasana dan elemen-elemen sensori yang nantinya dapat dirasakan dan diidentifikasi secara inderawi oleh pengguna, dengan menarasikan ide-ide arsitektural sebelum dieksekusikan ke dalam bentuk tiga dimensi. Elemen-elemen kota dimasukkan pada obyek rancangan yang dapat dijadikan medan dan media pembelajaran anak-anak tunanetra untuk mengembangkan inderanya. Elemen-elemen tersebut dapat dideteksi melalui indera penglihatan, pendengaran, peraba, pembau, dan sistem orientasi dasar. Rancangan diharapkan mampu membiasakan persepsi anak tunanetra dalam mengenali sebuah ruang dan mengenali petunjuk yang sekiranya mampu membantu mereka melakukan aktivitas dengan hambatan yang minim.
Hunian Vertikal Bagi Masyarakat Menengah dengan Pendekatan Inkremental Mirra Kamila Ismail; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56353

Abstract

Tingginya mobilisasi di Kota Surabaya, salah satunya disebabkan oleh jarak rumah dengan tempat kerja yang jauh. Hal tersebut, biasa dialami oleh masyarakat kota Surabaya yang memilih tinggal di pinggir bahkan luar kota (Sidoarjo, Pasuruan, dan Gresik). Penyebabnya adalah harga hunian di luar kota yang lebih terjangkau dibanding dengan harga hunian di kota besar. Faktanya, masih banyak lahan kosong di Kota Surabaya yang bisa dikembangkan menjadi hunian terjangkau. Angka housing backlog yang tinggi di Jawa Timur serta waiting list rumah susun di Surabaya, menjadi data pendukung dalam rancangan ini. Melihat kultur masyarakat Indonesia yang selalu mengembangkan huniannya berdasar kebutuhan dan kondisi perekonomiannya, maka hunian akan dibuat dengan konsep rumah tumbuh. Pendekatan yang dipilih adalah inkremental, didukung dengan pendekatan affordable housing dan fleksibilitas sebagai aspek utama yang mendorong terbentuknya modul hunian.
Wisata Waduk Rowo Jombor dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan Hendra Setyabudi Ariyanto; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56367

Abstract

Waduk Rowo Jombor merupakan sebuah objek ekowisata yang terletak di Dukuh Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Ciri khas pada Waduk Rowo Jombor adalah warung apungnya. Namun, semakin bertambahnya tahun mengalami jumlah penurunan wisatawan yang cukup drastis akibat adanya pencemaran lingkungan. Kondisi lingkungan di Rowo Jombor banyak memiliki potensi dari segi ekonomi dan wisata. Penggunaan pendekatan Arsitektur Berkelanjutan dengan tujuan untuk mendukung pengembangan rancangan sebagai wadah yang memiliki manfaat dalam perekonomian masyarakat dan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. Konsep utama pada rancangan ini adalah membagi area menjadi tiga bagian yaitu air, bibir rawa, dan darat. Konsep ini adalah respon akibat pencemaran limbah dimana area berpenghasil limbah terbanyak dipindahkan ke posisi dekat dengan sistem pengolahan. Ke-tiga area dihubungkan dengan konsep sirkulasi tidak langsung. Konsep sirkulasi tidak langsung bertujuan untuk menciptakan sebuah urutan aktivitas yang jelas dan efisien. Aspek penghawaan pada rancangan juga ditonjolkan pada bagian ruang-ruangnya dimana bagian atap dengan struktur bentang lebar menjadi selubung bagi ruang-ruang dibawahnya tanpa keterhubungan struktur pada rancangan. Sehingga, penghawaan dapat dikelola dengan baik dalam rancangan. Unsur material dengan nilai maintenance yang rendah seperti bambu, ijuk dan konsep apung dengan menggunakan concrete floating sebagai aspek yang ditonjolkan pada rancangan ini.
Penerapan Arsitektur Simbiosis dalam Perancangan Hunian Mahasiswa sebagai Katalis Interaksi Zuhrotul Mawaddatil Ula; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56403

Abstract

Kehidupan berdampingan antara mahasiswa dengan masyarakat kampung beserta dampaknya terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat memberikan konsekuensi adanya interaksi antar keduanya. Seiring waktu, kualitas interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat kampung kian menurun. Jika sebelumnya hubungan yang terjadi bersifat kekeluargaan, kini cenderung bersifat ekonomis saja. Hal ini diantaranya disebabkan oleh kondisi fisik lingkungan binaan yang tidak mendukung terjadinya interaksi. Arsitektur sebagai lingkungan binaan berperan besar dalam membentuk budaya masyarakat penggunanya. Hunian mahasiswa kemudian menjadi objek yang diharapkan dapat menjadi sintesis dari permasalahan ini, yakni dengan menjadi wadah dan katalis interaksi mahasiswa dan masyarakat. Arsitektur simbiosis digunakan sebagai pendekatan utama untuk mengintegrasikan hunian mahasiswa dan hunian masyarakat sesuai dengan konteks wilayah guna meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi, yakni dengan keberadaan konsep intermediate space. Dengan metode pemetaan tipologi dan behavioral mapping, perancangan ini mencoba menciptakan sebuah pola pikir baru akan bagaimana hunian mahasiswa di wilayah kampung sekitar kampus dirancang hingga menghasilkan sebuah kondisi hidup berdampingan antara mahasiswa dan masyarakat yang ideal.
Pilihan Warna, Bentuk, dan Pengaruh Skala Antropometri pada Perancangan Taman Kanak-Kanak Aisyah Arimurti Afandi; Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56555

Abstract

Prasarana pendukung aktivitas kegiatan belajar anak usia dini yang kurang layak merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan aspek teknis edukatif pada fasilitas pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan arsitektur perilaku yang mempelajari karakteristik, baik secara fisik maupun psikologis, sebagai dasar perancangan, diusulkan sebuah wadah arsitektural berupa Taman Kanak-Kanak sebagai wadah aktivitas yang mampu beradaptasi dan membantu mengoptimalkan proses perkembangan anak usia dini. Proses perancangan menerapkan force based framework yang menempatkan pengguna dan aktivitas sebagai force utama untuk menjadi dasar penentuan konsep arsitektural dalam proses perancangan Taman Kanak-Kanak. Proses perancangan sangat erat kaitannya dengan skala, bentuk, dan pemilhan warna yang dirancang sesuai dengan sudut pandang dan kebutuhan anak usia dini. Dalam penerapannya ke dalam desain, untuk menentukan skala ruang didasarkan pada proporsi fisik anak-anak, penentuan bentuk bangunan yang didasarkan pada konteks, dan teori warna digunakan menjadi acuan dalam pemilihan warna pada elemen pembentuk ruang agar sesuai dengan fungsi masing-masing ruang.
Perancangan Integrasi Pasar dan Interchange Sebagai Kontrol Kawasan Manggarai Adam Bimoaji Ega Rahadianto; Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56558

Abstract

Manggarai merupakan sebuah kawasan vital di daerah Jakarta Selatan yang penuh dengan aktivitas. Di lain sisi, kawasan ini tetap diselimuti dengan kompleksitas permasalahan yang terjadi di dalamnya. Disintegrasi struktur urban pada sarana tranportasi mengakibatkan kawasan ini tidak maksimal dalam menggerakkan aktivitas kota. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya kekacauan dan ketidakteraturan pada wilayah tersebut. Terdapat friksi sosial yang terjadi antar masyarakat Manggarai dengan adanya fenomena tawuran yang bisa terjadi kapan saja. Hal ini menimbulkan keresahan dan juga kerugian bagi masyarakat yang terdampak. Manggarai juga kini kehilangan sebuah wadah berkumpul bagi warganya, yaitu Pasaraya yang sekarang seakan “mati”. Permasalahan tersebut masih terasa di Manggarai hingga saat ini. Permasalahan di atas direspon dengan mengajukan sebuah rancangan arsitektural dengan Concept Based Framework untuk langsung menentukan solusi dan fungsi dalam rancangan. Untuk mengontrol kondisi yang ada, pendekatan behavior setting diimplentasikan dalam rancangan. Metode transprogramming dan superimpose digunakan untuk menyusun program dalam elemen rancang. Serta, kontekstualisme menjadi metode untuk mengeluarkan ekspresi elemen kawasan Manggarai ke dalam rancangan. Dengan harapan berfungsi sebagai katalis, perancangan difokuskan untuk meningkatkan integrasi, konektivitas, dan permeabilitas kawasan Manggarai yang akan menciptakan vitalisasi kawasan itu sendiri. Pengintegrasian dari berbagai sisi, baik secara sosial, ruang, dan konteks urban dalam penciptaan wadah komunal, akan berperan dalam menciptakan interaksi antar elemen dan juga kontrol pada kawasan Manggarai. Yang pada akhirnya, akan tercipta kondisi yang teratur diantara ketidakteraturan Manggarai.
Konsep Ruang Hijau pada Permukiman Vertikal Surabaya dengan Pendekatan Terhadap Kesehatan Mental Penghuni Alfin Ragil Budi Perkasa; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.57264

Abstract

Pertumbuhan pada kota merupakan faktor besar yang mempengaruhi keterbatasan lahan dalam sebuah kota. Salah satu area yang mengalami pertumbuhan penduduk adalah Surabaya Barat. Surabaya Barat merupakan kawasan Central Business District yang ada di kota Surabaya. Kawasan Surabaya Barat mengalami peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya. Melihat kondisi tersebut, dengan keadaan lahan yang terbatas, membuat kemungkinan perancangan bangunan akan dirancang secara vertikal. Dengan kondisi vertikal, tentunya akan ada perubahan lingkungan yang terjadi bagi para penghuninya. Sebuah keadaan dimana mengalami pola aktivitas yang akan dilakukan dalam sebuah bangunan vertikal. Rancangan akan mengolah sebuah bangunan vertikal yang mampu memaksimalkan kualitas hidup penghuninya dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan mental yang ada. yang digunakan dalam meningkatkan kualitas kesehatan mental penghuninya adalah sebuah konsep ruang hijau.
Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual dengan Konsep Healing Environment Eva Mei Wulandari; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.57200

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu fenomena yang marak terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Tindakan kekerasan seksual kebanyakan terjadi kepada perempuan, kejadian kekerasan seksual kepada perempuan mengakibatkan gangguan pada kondisi psikologisnya atau yang sering disebut dengan Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD. Hal tersebut harus mendapatkan penanganan secara khusus, salah satunya yaitu dengan rehabilitasi khusus untuk korban kekerasan seksual. Agar penanganan dilakukan secara maksimal maka dibutuhkannya lokasi khusus untuk tempat rehabilitasinya agar mempercepat proses penyembuhan, yaitu respon dari lingkungannya. Healing environment menjadi salah satu konsep respon lingkungan dalam perancangan pusat rehabilitasi korban kekerasan seksual. Dalam proses penyembuhan korban kekerasan seksual, perancang berusaha menghadirkan pengalaman antar ruang interior dan eksterior dengan metode Evidence Based Design sebagai salah satu proses mendesain yang dapat mendukung konsep healing environment, yang berfokus pada penghadiran ruang-ruang yang terhubung visual akses dengan lingkungan alam. Dengan penghadiran hal tersebut akan timbul sebuah interaksi, pola perilaku atau aktivitas pengguna yang dapat menunjang proses penyembuhan korban, agar korban dapat bersersosialisi kembali dengan masyarakat sekitar dan sembuh dari yang dialaminya.