cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Healing Environment dalam Perancangan Community Health Hub Khansa Salma Aisyah; Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.57966

Abstract

Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan menjadi penting mengingat kesehatan merupakan kebutuhan dalam melakukan aktivitas sehari – hari. Sehingga optimalisasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai layanan kesehatan tingkat pertama sangat penting dalam mempromosikan kesehatan dan menyediakan layanan preventif terhadap penyakit. Merespons pada kebutuhan tersebut, desain Community Health Hub berupaya menghubungkan masyarakat sekitar yang meliputi komunitas remaja, ibu dan anak, serta lansia dengan aktivitas promosi kesehatan yang pada kenyataannya saat ini kurang tersampaikan secara optimal kepada masyarakat. Healing environment merupakan pendekatan desain yang memberi efek healing melalui kecenderungan manusia terhadap alam (biophilia). Salah satu efek tersebut berupa peningkatan produktivitas dan mengurangi stres, sehingga memberi efek fokus namun rileks. Dalam aplikasinya, diterapkan beberapa elemen biophilic sebagai strategi healing yang diintegrasikan dengan konsep sirkulasi, konfigurasi ruang dan fasad bangunan. Efek tersebut menjadikan hasil desain yang merupakan layanan kesehatan masyarakat dapat menjadi hub atau penghubung komunitas masyarakat dengan aktivitas promosi kesehatan melalui efek dari healing environment. Sehingga tumbuh awareness masyarakat terhadap kesehatan dan promosi kesehatan menjadi lebih optimal.
Hot Spring Resort Hotel sebagai Sarana Relaksasi di Kawasan Kota Wisata Batu Krisna Tata Maharani; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58071

Abstract

Pariwisata adalah kegaiatan yang biasa dilakukan pada waktu luang. Perjalanan wisata umumnya dilakukan pada saat seseorang bebas dari pekerjaan yang rutin dilakukan atau pada saat libur. Akibat rutinitas yang dilakukan sehari-hari seringkali membuat jenuh dan stress. Kurangnya waktu bersama keluarga juga menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya stress sehingga perlu adanya tempat yang menyediakan fasilitas untuk relaksasi yang jauh dari area perkotaan, sekaligus dapat sebagai tempat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Fasilitas yang dimaksud yaitu resort hotel dengan pendekatan Arsitektur organik yang memiliki fasilitas tambahan berupa hot spring yang cocok dijadikan sebagai destinasi untuk relaksasi. Konsep Arsitektur organik berakar pada bentuk-bentuk atau prinsip-prinsip alam.
Depresiasi Skala Pola Desain Urban 2040 pada Arsitektur Hub-Komunal Alya Putri Nabila Zahra; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58546

Abstract

Kepadatan penduduk yang kian bertambah seiring berjalannya waktu akan berdampak pada kepadatan bangunan dalam sebuah kota, hal ini menyebabkan sebuah bangunan selalu menyelesaikan permasalahnya sendiri (self-contained) dan terdapat ruang-ruang boros yang hanya digunakan pada waktu tertentu (wasted space). Melalui pendekatan desain Typological Urbanism oleh Sam Jacoby dan CM Lee diarahkan menggunakan metode tipologi untuk mengamati pola fungsi ruang dari tipologi yang berbeda, maka munculah sebuah objek rancang berisi fungsi ruang yang paling mendasar dari beragam bangunan. Konteks desain dengan adanya kemajuan teknologi mereduksi ruang menjadi lebih efisien dan sintesa ruang yang muncul bersifat komunal dimana manusia dapat melakukan aktivitas secara bersama. Dengan proyeksi di masa depan pada tahun 2040, Hub-Komunal mempunyai konsep pemusatan keterhubungan ruang komunal antar bangunan yang hanya mempunyai fungsi spesifiknya saja. Analisa pola dalam skala urban di masa kini dan mendatang menjadi penting untuk mengamati perbandingan pola transportasi, peruntukkan lahan maupun sirkulasi pada kawasan. Konsep transformasi bentuk lahan dan massa bangunan menerapkan metode superimposisi ketiga layer (pola) untuk menemukan bidang pemusatan dan menghubungkan akses objek rancang dengan fungsi spesifik di sekitar lahan. Perencanaan denah yang efektif dengan memusatkan alur sirkulasi ke satu titik untuk memfasilitasi mobilitas manusia yang tinggi. Kondisi ini dapat menghemat ruangan karena ruang komunal bisa saling berbagi antar fungsi spesifik.
Pembentukan Persepsi dalam Arsitektur Melalui Dasar-Dasar Penciptaan Sinema Muhammad Imam Adly; Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58426

Abstract

Arsitektur telah memiliki keterhubungan secara tidak langsung dengan sinema sejak pertama kali film diciptakan. Dari kedua bentuk keilmuan ini, terdapat banyak persinggungan tentang bagaimana mereka tercipta. Dalam sinema ada istilah montase yang menjadi teknik paling dasar dalam proses pembentukan film, yaitu bagaimana adegan-adegan dirangkai untuk mencapai sebuah narasi yang diinginkan. Montase adalah gagasan tentang sinekdoke, tentang bagaimana fragmen-fragmen kecil yang akan mengkonstruksi persepsi yang utuh dalam pikiran penikmatnya. Melalui irisan tersebut, proyek ini berusaha mengkonstruksi sebuah rancangan arsitektural melalui cara yang sama dengan bagaimana sinema membentuk dirinya. Karenanya, dilakukan sebuah pendekatan sinematik dalam proses merancangnya. Mulai dari bagaimana memposisikan diri sebagai seorang pengguna melalui penggalan-penggalan adegan sampai merumuskan gubahan bentuk arsitektural yang kemudian disusun untuk dapat memantik persepsi tertentu. Fungsi rancangan sendiri berupa bathing house yang diperuntukkan bagi mereka yang ingin melarikan diri dari tekanan urban di Kota Surabaya. Dengan nilai-nilai sinematik yang disematkan dalam rancangan, tempat ini akan menjadi sebuah tempat melepas diri dengan penyuntikan realitas yang terbelokan (altered reality) melalui fragmen-fragmen yang akan membentuk persepsi dalam pikiran.
Pengembangan Area Hiburan dan Edukasi di Area Paralayang Batu Nur Indah Sari; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.59163

Abstract

Kota Batu adalah kota yang berada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 15 km sebelah barat laut Malang dan sebelah barat daya Kota Surabaya. Kota Batu dahulu adalah bagian dari Kabupaten Malang, namun kemudian pada tanggal 17 Oktober 2001 batu ditetapkan menjadi kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang. Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata yang terbilang baik di Indonesia karena potensi keindahan alamnya yang indah dipandang. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, terdapat salah satu tempat wisata minat khusus yang akhir-akhir diminati oleh banyak orang, yaitu Gunung Banyak yang terdapat pada Batu Malang, olahraga yang terdapat pada Gunung Banyak ini yaitu paralayang. Kawasan Paralayang Gunung Banyak memiliki fasilitas olahraga paralayang untuk para wisatawan yang penasaran dan ingin mencoba bermain paralayang ini berbasis masyarakat. Rancangan menggunakan pendekatan green architecture. Pendekatan green architecture dipilih agar desain yang tercipta tidak merusak alam dan kondisi lingkungan disekitar lokasi serta memberikan dampak positif pada penduduk setempat.
Membongkar Hierarki Ruang Penjual-Pembeli pada Tempat Perbelanjaan Anggit Nurhandhika Ramadhan; Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.59179

Abstract

Dalam paradigma dekonstruksi terdapat konsep différance atau secara sederhana dipahami sebagai permainan batas. Secara arsitektural, permainan batas tersebut akan dilakukan dalam mengeksplorasi tatanan ruang yang telah ada dari sebuah objek. Objek yang diambil sebagai tempat pendemonstrasian konsep adalah Mal Malioboro. Ruang yang dibahas adalah ketika ia berkaitan dengan interaksi penjual dan pembeli. Ruang-ruang tersebut akan diekstraksi ke dalam medium arsitektural secara utuh, dilakukan evaluasi, dan dicari alternatif yang diperlukan dalam kaitannya dengan peleburan batas hierarki antara ruang belanja dan ruang non-belanja pada tempat perbelanjaan tersebut. Ketika batas antar ruang telah dilebur menjadi bentuk medium arsitektural, maka penyusunan kembali pada tatanan ruang akan dilakukan. Akhirnya, hierarki antara penjual dan pembeli diharapkan menjadi lebih lebur dengan tatanan ruang alternatif pada desain tempat perbelanjaan yang baru.
Penerapan Weighted Word Embedding pada Pengklasifikasian Teks Berbasis Recurrent Neural Network untuk Layanan Pengaduan Perusahaan Transportasi Muhammad David Rahman; Arif Djunaidy; Faizal Mahananto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i1.56145

Abstract

Twitter menjadi salah satu media sosial yang paling sering dan paling populer digunakan oleh perusahaan sebagai penyedia layanan pelanggan perusahaan. Adanya ribuan cuitan yang dapat masuk dalam setiap hari, tentu akan merepotkan operator layanan untuk mengkategorikan jenis berbagai cuitan tersebut, lebih-lebih jika proses pemilahan kategori cuitan harus dilakukan secara manual. Dalam Tugas Akhir ini, kategoriasi cuitan secara otomatis dibangun dan diimplementasi¬kan menggunakan model klasifikasi berbasis recurrent neural network (RNN) yang dikombinasikan dengan model weighted word embedding (WWE). RNN merupakan salah satu jenis jaringan syaraf tiruan yang populer dan banyak digunakan dalam persoalan klasifikasi, sedangkan WWE merupakan metode yang memungkinkan untuk meng-hubungkan kata-kata yang serupa dengan mengukur jarak semantik antara vektor yang disematkan pada kata tersebut dan memberikan bobot yang berbeda pada setiap kata pada suatu kelas tertentu. Implementasi model penggabungan RNN dan WWE diuji coba menggunakan data pengaduan di perusahaan transportasi untuk data cuitan pada tahun 2015-2016. Hasil uji coba menunjukkan bahwa implementasi WWE baik yang menggunakan model FastText (Weighted FastText) maupun model Word2Vec (Weighted Word2Vec) memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hasil kinerja yang menggabungkan RNN dan model word embedding biasa. Dengan menggunakan metode evaluasi berbasis 10-fold cross validation, model gabungan RNN-Weighted FastText dan RNN-Weighted Word2Vec berturut-turut memberikan hasil akurasi sebesar 88,2% dan 87,5%. Di lain pihak, dengan menggunakan metode evaluasi yang sama, model gabungan RNN-FastText dan RNN-Word2Vec memberikan hasil akurasi yang sama sebesar 83,4%.
Pemodelan Faktor yang Memengaruhi Angka Partisipasi Kasar SMA/sederajat di Papua Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Rizkiana Prima Rahmadina; Madu Ratna; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i1.53334

Abstract

Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah proporsi anak sekolah pada suatu jenjang terhadap penduduk pada kelompok usia tertentu. APK dapat digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan program pembangunan pendidikan. Pada tahun 2018, APK SMA/sederajat di Papua sebesar 63,26%, angka tersebut adalah yang paling rendah di Indonesia. Angka tersebut juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Adanya program wajib belajar 12 tahun, quality education dalam SDGs, dan penurunan nilai APK jenjang SMA/sederajat di Provinsi Papua, maka perlu dilakukan upaya peningkatan dengan mengetahui faktor yang memengaruhi APK jenjang SMA/sederajat. Penelitian ini menggunakan metode regresi nonparametrik spline karena lima variabel prediktor dengan unit observasi sebanyak 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua tidak memiliki suatu pola tertentu. Didapatkan nilai GCV yang paling minimum sebesar 243,7483 dengan model menggunakan kombinasi titik knot (1,3,1,3,3). Pengujian asumsi residual menunjukkan semua asumsi terpenuhi dengan nilai koefisien determinasi atau R2 yang menunjukkan ukuran kebaikan model sebesar 95,86%. Variabel yang digunakan adalah pengeluaran per kapita, persentase penduduk miskin, transfer daerah bidang pendidikan, rasio murid-guru, dan rasio murid-sekolah.
Investigasi Strategi Positioning Merek : Studi Kasus Industri E-commerce di Indonesia Raudina Salma; Berto Mulia Wibawa; Puti Sinansari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i1.55016

Abstract

Industri e-commerce merupakan pasar yang menjanjikan di Indonesia dengan persaingan yang kompetitif. Identifikasi strategi positioning merek berdasarkan persepsi konsumen menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, karena dengan ini perusahaan e-commerce akan menemukan posisi kompetitifnya sehingga dapat menciptakan keunggulan di benak konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana atribut kualitas layanan memengaruhi evaluasi konsumen terhadap positioning merek top five e-commerce di Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui online survey kuisioner kepada 290 responden. Berdasarkan hasil perceptual map, top-five e-commerce di Indonesia yaitu Tokopedia, Shopee, JD.ID, Bukalapak, dan Lazada dipersepsikan secara berbeda oleh pelanggan berdasarkan atribut kualitas layanan serta keunggulannya. Tokopedia dapat dikatakan sebagai e-commerce paling unggul karena memiliki dua atribut yaitu FF dan EC sebagai keunggulannya. Lazada berada di posisi paling lemah karena dipersepsikan oleh pelanggan sebagai e-commerce yang tidak memberikan keempat atribut kualitas layanan dengan baik. Setiap e-commerce harus mampu mempertahankan keunggulannya tanpa mengabaikan atribut kualitas layanan lainnya yang juga penting bagi pelanggan. E-commerce harus melakukan beberapa improvement pada atribut layanan yang tidak dirasakan secara maksimal oleh pelanggan serta perlu untuk lebih memperhatikan atribut layanan yang belum dirasakan oleh pelanggan. Oleh sebab itu, penelitian ini juga merumuskan implikasi manajerial untuk masing-masing e-commerce dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pengguna dan pelanggan e-commerce.
Evaluasi Rancangan Sampling pada Tahap Incoming Quality Control di PT. Genta Semar Mandiri Amelia Kurnia Salwa; Muhammad Mashuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i1.55549

Abstract

PT. Genta Semar Mandiri melakukan proses inspeksi kualitas bahan baku TV LED pada tahap awal produksi atau disebut Incoming Quality Control menggunakan metode acceptance sampling. Rancangan sampling yang digunakan oleh Perusahaan yaitu Military Standard 105E-level II dengan tipe pengambilan sampel tunggal. Pemeriksa sering kali (25% dari keseluruhan proses inspeksi bahan baku) mengambil jumlah sampel melebihi ketentuan tabel pemeriksaan sehingga tidak efisien. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi rancangan sampling yang selama ini digunakan Perusahaan. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan rancangan sampling yang digunakan oleh perusahaan saat ini dengan usulan metode rancangan sampling lainnya yaitu MIL STD 105E-Double Sampling dan Dodge-Romig. Pemilihan metode tersebut berdasarkan perlindungan terhadap risiko produsen maupun konsumen. Rancangan sampling yang tepat ditinjau dari bentuk Kurva OC, nilai risiko produsen (α) dan konsumen (β). Hasil evaluasi ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan pengambilan keputusan pada pemeriksaan lot bahan baku di Perusahaan. Usulan yang disarankan adalah menggunakan rancangan sampling Dodge Romig-Double Sampling untuk kategori kerusakan critical (bahaya), major (besar) serta minor (kecil) dengan LTPD masing-masing sebesar 3%, 5%, dan 10%. Nilai risiko konsumen yang dihasilkan dibawah 20% sedangkan risiko produsen bernilai dibawah 11%.