cover
Contact Name
Nailurriza Asma’urrahman
Contact Email
journalpijarpelita@gmail.com
Phone
+6285855839035
Journal Mail Official
journalpijarpelita@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Sutami Gg. Suhada' No: 91, RT/RW: 03/03, Jrebeng Kidul, Kec. Wonoasih, Kota Probolinggo
Location
Kota probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 30897769     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Pijar Pelita Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education is a scientific journal published by PT Rizkarya Cendekia Pustaka. This journal is a means of publishing research results and theoretical studies related to early childhood education, both in the context of general education and Islamic education. Pijar Pelita aims to contribute to the development of science in the field of early childhood education, and is open to lecturers, students, teachers, and the general public who have related studies. Pijar Pelita journal is published three times a year, namely in January, May and September, with ISSN Online 30897769. With a scope that includes various approaches and methods in early childhood education, Pijar Pelita is expected to be a forum for the development and dissemination of knowledge and innovations in the world of early childhood education, both in the context of formal and non-formal education. The editorial office of Pijar Pelita Journal is located at Jl. Ir. Sutami Gg. Suhada No 91, Probolinggo City, East Java.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2026): Januari" : 22 Documents clear
Pengalaman Self-Harm pada Remaja Putri dengan Kesehatan Mental yang Buruk Umairatu nisa; Sri Nurhayati Selian
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan penting yang ditandai dengan pembentukan identitas diri serta paparan terhadap tekanan emosional dan sosial. Ketika remaja gagal mengelola tekanan tersebut, kesehatan mental mereka dapat terganggu dan memicu munculnya perilaku maladaptif seperti self-harm. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kesehatan mental yang buruk dapat memicu perilaku melukai diri sendiri pada remaja perempuan, serta mengidentifikasi faktor psikologis, sosial, dan keluarga yang berpengaruh. Tiga partisipan perempuan berusia 15–17 tahun dengan riwayat self-harm diwawancarai menggunakan pedoman semi-terstruktur. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola dan makna utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik keluarga, tekanan akademik, dan hubungan sosial yang tidak sehat menyebabkan tekanan emosional, rasa hampa, dan kesulitan mengendalikan emosi negatif, sehingga self-harm menjadi mekanisme koping sementara. Penelitian ini menegaskan bahwa self-harm merupakan ekspresi dari penderitaan emosional yang tidak terselesaikan. Empati, komunikasi keluarga, dan kesadaran kesehatan mental penting untuk pencegahan dan penanganan.
Strategi Guru Mengelola Kelas dalam Pembelajaran Anak Usia Dini di TK Kristen Generasi Ungul Bajawa TURE, YASINTA; WEA, LUDGARDIS; ENE, MARIA ASRI; FONO, YASINTA MARIA
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers are managers or administrators who play a role in creating a conducive classroom for students. Early childhood education (PAUD) is a crucial early stage in forming the foundation for children's intellectual, emotional, social, and spiritual development. The purpose of this study was to determine the strategies teachers employ in managing the classroom at the Generasi Ungul Christian Kindergarten in Bajawa. The method used in this study was a descriptive qualitative research method. The subjects were teachers at the Generasi Ungul Christian Kindergarten in Bajawa. The results showed that teachers' strategies in managing the classroom at the Generasi Ungul Christian Kindergarten in Bajawa include creating a safe classroom environment free of objects that could harm children. They also established simple and positive classroom rules, such as neatness, raising their hands before speaking, sharing, and involving children in creating rules to foster a sense of ownership. These strategies are considered effective in creating a safe and comfortable learning environment that supports the social and emotional development of early childhood.
Media Video Animasi sebagai Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Erniawati, Erniawati; Novi Nurdian; Zulparis, Zulparis
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengalaman guru dan siswa dalam penggunaan media video animasi sebagai inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain naratif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu guru kelas IV di SDN Tamban Lupak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi dua dimensi (2D) berbentuk naratif mampu membantu visualisasi materi abstrak, meningkatkan fokus, partisipasi aktif, serta pemahaman siswa terhadap materi. Hambatan yang muncul meliputi keterbatasan sarana, gangguan teknis, dan kesulitan memilih konten yang sesuai. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui perencanaan matang dan kreativitas guru. Dengan demikian, penggunaan video animasi terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Inovasi Guru Kelas II dalam Meningkatkan Minat Membaca melalui Media Buku Cerita Bergambar di Sekolah Dasar Nabila, Nabila; Zulparis, Zulparis; H. Abdul Khair Amrullah
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat membaca siswa kelas II masih rendah sehingga memengaruhi perkembangan literasi. Guru memanfaatkan buku cerita bergambar sebagai media yang memadukan teks dan ilustrasi berwarna agar menarik perhatian siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan cara guru meningkatkan minat membaca melalui buku cerita bergambar serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi naratif partisipan penelitian ialah guru kelas II SDN Sabangau Kecil yang berjudul 1 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan melaui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudia dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan guru menerapkan membaca. Buku cerita bergambar membuat kegiatan membaca menyenangkan dan meningkatkan minat antusiasme siswa. Kendala utama adalah keterbatasan buku dan fokus pada gambar.
Lingkungan Sekolah dalam Membangun Motivasi Belajar Larawati, Larawati; Novi Nurdian; Zulparis, Zulparis
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan sekolah dalam membangun motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi wawancara. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari satu orang guru sekolah dasar yang dipilih secara purposive. Analisis data meliputi pengorganisasian data, pemberian kode dan kategorisasi, interpretasi, serta validasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan tertata rapi dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. Hubungan sosial yang positif antara guru dan siswa maupun antar siswa menciptakan suasana belajar yang kondusif. Guru berperan penting dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar serta membangun hubungan emosional dengan siswa. Meskipun keterbatasan fasilitas belajar masih menjadi tantangan, kreativitas guru dalam menggunakan alat peraga sederhana tetap efektif dalam meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan sekolah yang mendukung dan keterlibatan guru saling melengkapi dalam membangun motivasi belajar siswa.
Perilaku Bullying di Sekolah Dasar Kecamatan Basarang: Faktor Penyebab dan Pencegahan Marselina Tinora; Abdul Khair Amrullah; Novi Nurdian
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku bullying (bullying behavior) di sekolah dasar Kecamatan Basarang, mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya bullying, serta mendeskripsikan upaya pencegahan melalui penerapan sanksi akademik (academic sanctions). Fenomena bullying merupakan masalah serius yang dapat mengganggu perkembangan psikologis dan sosial peserta didik, sehingga penanganannya memerlukan strategi yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, mengambil data melalui wawancara terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap guru, kepala sekolah, pelaku, dan korban bullying di SDN 1 Maluen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying terjadi dalam bentuk fisik, verbal, dan psikologis dengan dampak trauma baik secara verbal maupun non-verbal pada korban. Faktor penyebab bullying berasal dari individu pelaku, lingkungan sosial, dan interaksi antar siswa. Penerapan sanksi akademik secara mendidik terbukti efektif sebagai upaya pencegahan dan memberikan efek jera kepada pelaku. Peran aktif guru, kepala sekolah, orang tua, serta dukungan sosial sangat menentukan dalam mengatasi bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendidikan karakter, pelibatan orang tua, dan konseling sebagai bagian dari strategi komprehensif dalam pencegahan bullying.
Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar Lisna, Lisna; Zulparis, Zulparis; Novi Nurdian
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika pada siswa kelas II sekolah dasar. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SDN Basirih 11 Banjarmasin. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru kelas II dan dua siswa yang mengalami kesulitan belajar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran berupa penggunaan media konkret seperti stik es krim dan koin, penerapan pendekatan kontekstual dengan mengaitkan soal matematika pada kehidupan sehari-hari siswa, pelaksanaan pembelajaran remedial secara bertahap, pemberian dukungan emosional berupa motivasi dan pujian, serta pelaksanaan asesmen formatif untuk mendeteksi kesulitan siswa sejak dini. Strategi tersebut meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan pemahaman konsep siswa. Meskipun demikian, guru menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan antar siswa, dan keterbatasan fasilitas. Secara keseluruhan, strategi guru yang adaptif dan kontekstual terbukti efektif membantu siswa mengatasi kesulitan belajar matematika baik secara kognitif maupun afektif.
Potret Kesulitan Membaca Permulaan di SD Pedesaan Nur Qomariyah; Novi Nurdian; Zulparis, Zulparis
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan membaca permulaan merupakan hambatan yang masih dialami sebagian siswa sekolah dasar, termasuk di SDN 1 Maluen. Padahal, membaca permulaan menjadi fondasi keterampilan literasi yang sangat menentukan keberhasilan belajar di jenjang berikutnya. Fenomena ini menunjukkan adanya masalah yang perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi, serta mengetahui upaya guru dalam mengatasinya. Desain yang digunakan pada penelitian ini ialah studi kasus. Partisipan penelitian adalah 1 Orang siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa meliputi keterlambatan mengenal huruf, kesulitan menggabungkan suku kata, membaca kata sederhana, serta memahami makna bacaan. Faktor internal yang memengaruhi adalah rendahnya minat baca, motivasi belajar yang lemah, dan keterbatasan kemampuan kognitif siswa. Faktor eksternal meliputi kurangnya dukungan orang tua, keterbatasan metode pembelajaran guru, serta minimnya fasilitas literasi baik di rumah maupun sekolah. Upaya guru yang dilakukan antara lain memberikan bimbingan tambahan, menggunakan metode membaca berulang, serta menerapkan permainan fonetik. Namun, upaya tersebut masih terkendala keterbatasan sarana dan rendahnya keterlibatan orang tua.
Pelaksanaan Stimulasi Perkembangan Anak Prasekolah oleh Orang Tua di Rumah Sumartini, Erwina
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia pra sekolah merupakan usia dimana anak sangat memerlukan perhatian dalam setiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya karena pada masa ini potensi anak dapat berkembang secara maksimal apabila diperhatikan sejak dini. Diperkirakan sekitar 5%-10% anak mengalami suatu keterlambatan (delay) dalam perkembangannya dan dapat diprediksikan sekitar 1% - 3% anak dibawah 5 tahun mengalami keterlambatan dalam perkembangan secara umum. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan stimulasi perkembangan anak prasekolah di rumah oleh orang tua. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariabel sehingga menghasilkan distribusi frekuensi pada tiap variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden, diantaranya: 51,52% responden memiliki umur pada kategori 36-50 tahun, 39,40% responden memiliki pendidikan terakhir SMA dan 72,73% responden bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sebanyak 51,52% responden melaksanakan stimulasi perkembangan anak di rumah pada kategori cukup. Stimulasi perkembangan sangat penting dilaksanakan demi memastikan tumbuh kembang optimal
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Pengaruhnya terhadap Pemahaman Al-Qur’an Bramantyo, Bramantyo; Marisha Rapa Azzahra; Hikmah Nur Rahmi; M. Raditya Kurniawan; M. Raihan Fajri; Defta Apriyuda Dinata; Nandi Hasan Albana; Abu Mansur
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan pembentukan karakter. Dalam perspektif Al-Qur'an, ilmu memiliki kedudukan istimewa yang menjadikan manusia lebih unggul dibanding makhluk lain dalam menjalankan peran kekhalifahannya. Oleh karena itu, penanaman nilai spiritual agama dalam pembelajaran sains menjadi penting untuk menumbuhkan iman dan takwa melalui pemahaman terhadap fenomena penciptaan alam semesta. Artikel ini menggunakan desain kajian literatur dengan langkah-langkah meliputi pengumpulan sumber pustaka, pembacaan dan pencatatan, serta perbandingan berbagai literatur terkait sains dan Islam. Data yang digunakan berupa data sekunder dari buku teks, jurnal, dan artikel ilmiah. Dalam Islam, pengembangan ilmu pengetahuan didasarkan pada tiga pilar utama: ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Implementasi integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran sains dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum, integrasi proses pembelajaran, serta integrasi sains atau islamisasi sains, sehingga pendidikan tidak hanya menghasilkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk spiritualitas peserta didik.

Page 1 of 3 | Total Record : 22