cover
Contact Name
Nugra Irianta Denashurya
Contact Email
ndenashurya@faperta.untan.ac.id
Phone
+62816330029
Journal Mail Official
sustainability.nexus@untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture
ISSN : -     EISSN : 30908221     DOI : https://doi.org/10.26418/snja
Core Subject : Agriculture,
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture terbit pertama kali pada tahun 2025. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. Fokus utama jurnal ini adalah publikasi hasil penelitian di bidang pertanian, termasuk agronomi, agroteknologi, agribisnis (sosial ekonomi pertanian), ilmu dan teknologi pangan, ilmu tanah, peternakan, dan bidang terkait lainnya. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan temuan-temuan ilmiah terbaru yang dapat meningkatkan kualitas dan keberlanjutan sektor pertanian, baik di Indonesia maupun secara global. Dengan proses peer review, Sustainability Nexus: Journal of Agriculture menyediakan wadah bagi para peneliti untuk berbagi inovasi dan solusi terkait isu-isu pertanian modern, serta perkembangan teknologi di sektor tersebut. Diharapkan jurnal ini dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan memberikan dampak positif bagi pembangunan pertanian di Indonesia. Sustainability Nexus: Journal of Agriculture mempublikasi isu utama berupa artikel penelitian, artikel review and semua penelitian dalam cakupan bidang pertanian. Periode terbit jurnal ini pada bulan Maret, Juni, Oktober dan Desember.
Articles 40 Documents
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kascing dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah PMK Silvany, Fitria Nova; Asnawati, Asnawati; Hendarti, Indri
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.96363

Abstract

Bawang daun (𝘈𝘭𝘭𝘪𝘶𝘮 𝘧𝘪𝘴𝘵𝘶𝘭𝘰𝘴𝘶𝘮 L.) merupakan komoditas sayuran penting yang banyak digunakan sebagai bumbu penyedap dan campuran makanan, namun permintaan yang terus meningkat tidak diimbangi dengan produktivitas yang memadai di Kalimantan Barat akibat penurunan hasil panen dan keterbatasan lahan subur. Untuk mengatasi hal ini, ekstensifikasi lahan pada tanah podsolik merah kuning (PMK) yang luas namun kurang subur. Menggunakan kombinasi pupuk kascing dan NPK, diharapkan dapat memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan aktivitas biologis, serta mendukung hasil panen bawang daun yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kombinasi pupuk kascing dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, selama 2 bulan dimulai dari Desember 2024 sampai Januari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasi dosis kascing dan NPK, perlakuan terdiri dari 5 taraf yaitu : P1 = 10 ton/ha kascing setara 30 g/tanaman + 425 kg/ha NPK setara 2,38 g/tanaman; P2 = 15 ton/ha kascing setara 45 g/tanaman + 375 kg/ha NPK setara 2,10 g/tanaman; P3 = 20 ton/ha kascing setara 60 g/tanaman + 325 kg/ha NPK setara 1,82 g/tanaman; P4 = 25 ton/ha kascing setara 75 g/tanaman + 275 kg/ha NPK setara 1,54 g/tanaman; P5 = 30 ton/ha kascing setara 90 g/tanaman + 225 kg/ha NPK setara 1,26 g/tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah anakan per rumpun (anakan), jumlah daun per rumpun (helai), berat segar tanaman per rumpun (g), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kascing 30 ton/ha dan NPK 225 kg/ha merupakan kombinasi yang efisien dalam penggunaan pupuk NPK pada pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah PMK.
Pengaruh Pupuk Kandang Bebek dan Pupuk Kalium terhadap Pertubuhan dan Hasil Pare pada Tanah Podsolik Merah Kuning Damayanti, Fena Ruthmayda Ernita; Zulfita, Dwi; Hendarti, Indri
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.95894

Abstract

Tanaman pare (Momordica charantia. L) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang termasuk ke dalam familia Cucurbitaceae. Prospek pengembangan tanaman pare di pasar cukup cerah, namun budidaya tanaman pare ditingkat petani masih bersifat usaha sampingan. Penggunaan tanah podsolik merah kuning (PMK) sebagai media tumbuh tanaman pare dihadapkan pada kendala sifat fisik dan kimia tanah yang kurang baik seperti tekstur yang padat, aerasi tanah yang kurang baik, permeabilitasnya yang rendah, produktivitas dan kandungan unsur hara yang cenderung rendah. Upaya untuk mengatasi masalah sifat fisik dan kimia tanah yaitu dengan pemberian pupuk kandang bebek disertai pemberian pupuk kalium untuk mendukung hasil panen pare yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk kandang bebek dan pupuk kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pare pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Sepakat 2, Gg. Racana Untan, Pontianak, dimulai pada bulan Maret - Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang bebek dengan simbol (B) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ton/ ha atau 40 g/polybag, b2 = 20 ton/ha atau 80 g/polybag, b3 = 30 ton/ha atau 120 g/polybag dan faktor kedua yaitu pupuk kalium (K) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 = 100 kg/ha atau 4 g/tanaman, k2 = 150 kg/ha atau 6 g/tanaman, dan k3 = 200 kg/ha atau 8 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa intaraksi antara dosis pupuk kandang bebek 20 ton/ha setara dengan 80 g/polybag dan dosis pupuk kalium 100 kg/ha setara dengan 4 g/tanaman merupakan dosis yang efisien untuk pertumbuhan dan hasil pare pada tanah PMK.
Aplikasi Abu Boiler dan Pupuk Majemuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame pada Tanah PMK Lande, Fresh; Sasli, Iwan; Palupi, Tantri
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.97786

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman bernilai jual tinggi namun sangat kurang di indonesia terkhususnya di kalimantan barat dengan wilayah yang luas khususnya tanah PMK. Optimalisasi tanah PMK sebagai media tanam sangat perlu dilakukan salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan pemberian Abu Boiler dan Pupuk Majemuk NK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi Abu Boiler dan Pupuk Majemuk NK yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, dimulai pada bulan Maret 2025 sampai bulan Mei 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Abu Boiler (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, A1 = 10 ton/ha setara 114,28 gram/polibag, A2 = 15 ton/ha setara 171,42 gram/polibag, A3 = 20 ton/ha setara 228,57 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk NK (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, B1 = 191 kg/ha setara 2,18 gram/polibag, B2 = 291 kg/ha setara 3,32 gram/polibag, B3 = 391 kg/ha setara 4,46 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 81 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 MST, 3 MST, 4 MST), volume akar, berat kering, jumlah polong, berat polong segar, jumlah polong isi, dan persentase polong hampa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Abu Boiler dosis 10 ton/ha dan pupuk K 291 kg/ha, merupakan dosis efektif untuk tinggi tanaman edamame 4 MST. Pemberian Abu Boiler dengan dosis 10 ton/ha dapat meningkatkan berat polong kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning.
Pengaruh Pupuk Kandang Kambing dan Pembelahan Umbi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang pada Tanah Gambut Maharani, Rizka Aulia; Zulfita, Dwi; Darussalam, Darussalam
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.95011

Abstract

Salah satu tanaman yang populer digunakan adalah bawang sabrang atau Dayak (Eleutherine bulbosa (L.) Merr.). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara pemberian pupuk kandang kambing dan pembelahan umbi bawang sabrang untuk mendapatkan hasil pertumbuhan terbaik bawang sabrang pada tanah gambut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing dengan simbol (K) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu K1 = 10 ton/ ha atau 200 g/polybag, K2 = 15 ton/ha atau 300 g/polybag, K3 = 20 ton/ha atau 400 g/polybag dan faktor kedua yaitu pembelahan umbi (U) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu U1 = tanpa pembelahan, U2 = umbi belah 2, U3 = umbi belah 4. Hasil penelitian ini adalah diduga interaksi pupuk kandang kambing dosis 15 ton/ha setara dengan 300 g/polybag dan umbi belah 2 dapat memberikan pertumbuhan dan hasil bawang sabrang yang terbaik pada tanah gambut.
Respon Tanaman Buncis terhadap Pemberian Kompos Ampas Kelapa dan Pupuk K pada Tanah Podsolik Merah Kuning Teleng, Andry Stevanus; Anggorowati, Dini; Ramadhan, Tris Haris
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.97698

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris l.) tergolong dalam tanaman kacang-kacangan yang memiliki peran cukup besar dalam pemenuhan nutrisi masyarakat. Budidaya tanaman buncis pada lahan podsolik merah kuning menghadapi masalah pada faktor kesuburan tanah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan pemanfaatan limbah ampas kelapa menjadi kompos dan penambahan pupuk K. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis yang optimal serta melihat hubungan interaksi antara kompos ampas kelapa dan pupuk K pada pertumbuhan dan hasil buncis di lahan podsolik merah kuning. Lokasi penelitian bertempat di Jl.Parit Haji Mukshin II, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dimulai pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu pemberian kompos ampas kelapa terdiri dari 3 taraf dengan dosis 5 ton/hektar (156 g/tanaman), 10 ton/hektar (312 g/tanaman), dan 15 ton/hektar (468 g/tanaman). Faktor kedua yakni pemberian pupuk K terdiri dari 3 taraf dengan dosis 75 kg/ha (2,3 g/tanaman), 150 kg/ha (4,6 g/tanaman) dan 225 kg/ha (7 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara kompos ampas kelapa dan pupuk K terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian kompos ampas kelapa dengan dosis 5 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap berat polong pertanaman yaitu 177,39 g/tanaman. Pemberian pupuk K menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.
Pengaruh Abu kotoran Ayam dan Pupuk N Terhadap Hasil Kedelai Edamame Pada Lahan Gambut Mulyadi, Adi Tegar; Abdurrahman, Tatang; Ramadhan, Tris Haris
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98134

Abstract

Kedelai edamame (Glycine max L. Merill) merupakan tanaman yang tergolong dalam kelompok sayuran yang berasal dari Jepang. Pengembangan tanaman kedelai edamame pada lahan gambut dihadapkan pada sejumlah kendala kesuburan tanah, Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memanfaatkan abu kotoran ayam dan pupuk N. Penelitian ini dilaksanakn untuk memperoleh dosis optimal serta melihat interaksi antara pemberian abu kotoran ayam dan pupuk N pada hasil panen kedelai edamame di lahan gambut. Lokasi penelitian ini berada di Patok 35, Dusun Banjar Sari, Desa Rasau Jaya II, Kec. Rasau Jaya, Kab. Kubu Raya, dari September hingga Desember 2024. Metode penelitian yang pakai yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan desain faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan abu kotoran ayam dalam tiga dosis, yaitu 10 ton per hektar (2 kg/petak), 15 ton per hektar (3 kg/petak), dan 20 ton per hektar (4 kg/petak). Faktor kedua adalah dosis pupuk N yang juga terdiri dari tiga perlakuan, yakni 50 kg per hektar (21 g/petak), 100 kg per hektar (43 g/petak), dan 150 kg per hektar (65 g/petak). Hasil penelitian memperlihatkan tidak terjadi interaksi antara abu kotoran ayam dan pupuk N pada semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Perlakuan abu kotoran ayam dosis 20 ton per hektar (4 kg/petak) memperoleh hasil berat polong per petak tertinggi. Pemberian pupuk N dengan dosis 150 kg per hektar (65 g/tanaman) menghasilkan jumlah polong isi tertinggi.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga terhadap Pemberian Pupuk Kandang Bebek dan KCl pada Tanah Podsolik Merah Kuning Sagita, Tiara Putri; Abdurrahman, Tatang; Zulfita, Dwi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.95893

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleracea L) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran jenis kol dengan bunga putih, kubis bunga ini yang mempunyai nilai gizi yang tinggi, kubis mengandung zat-zat gizi yang berguna bagi tubuh seperti vitamin A, B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), C dan E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil kubis bunga terhadap pemberian pupuk kandang bebek dan pupuk KCl pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian dilaksanakan di Jalan Sepakat 2, Gang Racana Untan, Pontianak, dari Bulan Maret 2025 - Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dan di ulang sebanyak tiga kali dan setiap perlakuan terdiri dari tiga sampel tanaman, sehingga total keseluruhan yaitu 81 tanaman. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang bebek (10, 20, dan 30 ton/ha), dan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl (300, 400, dan 500 kg/ha). Parameter yang diamati meliputi volume akar, luas daun, jumlah daun, berat kering tanaman, berat dan lingkar krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara kedua perlakuan terhadap semua variabel. Namun, kombinasi dosis 10 ton/ha pupuk kandang bebek dan 400 kg/ha pupuk KCl mampu memberikan hasil pertumbuhan dan produksi kubis bunga yang relatif baik pada tanah PMK. Pemberian pupuk organik dan anorganik ini juga terbukti meningkatkan pH tanah dari 4,65 menjadi 5,84, yang lebih mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan kesuburan tanah PMK melalui kombinasi pupuk kandang bebek dan KCl dapat meningkatkan hasil kubis bunga secara signifikan.
Pengaruh Abu sekam Padi dan Pupuk K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau pada Tanah Aluvial T Sari, Siska Ida Paninta; Listiawati, Agustina; Abdurrahman, Tatang
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98307

Abstract

Tanaman kacang hijau adalah salah satu tanaman kacang -kacangan dan polong-polongan. Kacang hijau biasanya dikonsumsi sebagai sayur yang di buat sebagai kecambah, atau bahan tambahan dalam hidangan kuliner.Optimalisasi tanah aluvial sebagai media tanam dapat dilakukan dengan pemberian Abu sekam padi.Penggunaan Abu sekam padi dapat memperbaiki sifat kimia tanah, terutama dengan menambah ketersediaan unsur hara dan meningkatkan pH yang rendah pada tanah aluvial. Perbaikan sifat kimia tanah tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan akar dan penyerapan unsur hara di dalam tanah. Kalium (K) merupakan unsur hara makro esensial yang diperlukan dalam jumlah besar. Keberadaannya unsur K tidak dapat digantikan oleh unsur hara lainnya. Fungsi kalium bagi tanaman yaitu memperbaiki tersedianya unsur hara tanaman, membantu dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur serta kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi Abu sekam padi dan pupuk K yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Sepakat 2, Kelurahan Bansir Darat, Kecematan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, dimulai pada Maret 2025 sampai bulan Juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu abu sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, a1 = 50 ton/ha setara 30 gram/polibag, a2 = 10 ton/ha setara 60 gram/polibag, a3 = 150 ton/ha setara 90 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk K (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, k1 = 50 kg/ha setara 0,30 gram/polibag, k2 = 100 kg/ha setara 0,60 gram/polibag, k3 = 150 kg/ha setara 0,90 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 , 3, 4, 5 MST) volume akar, berat kering, umur berbunga,jumlah cabang produktif,jumlah polong pertanaman, jumlah polong isi, persentase polong hampa, dan berat biji pertanaman dan bobot 100 biji.Berdasarkan hasil penelitian bahwa dosis terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial adalah 15 ton/ha abu sekam padi dan 150 kg/ha pupuk kalium.
Pengaruh Pemberian Kapur dan Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit di Lahan Gambut Parida, Parida; Sasli, Iwan; Syahputra, Edy
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98595

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas sayuran penting di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan tingkat konsumsi yang besar, baik dalam bentuk segar maupun olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara pemberian kapur dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit di lahan gambut, menentukan dosis kapur terbaik, serta dosis pupuk kalium yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Januari"“Mei 2025 menggunakan rancangan petak terbagi (split plot). Faktor utama adalah dosis kapur dolomit, terdiri atas: k1 = 2,16 kg/bedengan (10,8 ton/ha; pH 5,64), k2 = 3,47 kg/bedengan (17,3 ton/ha; pH 6,36), dan k3 = 4,79 kg/bedengan (23,9 ton/ha; pH 6,34). Anak petak berupa dosis pupuk KCl, yaitu: p1 = 120 kg/ha (2,7 g/tanaman), p2 = 240 kg/ha (5,4 g/tanaman), dan p3 = 360 kg/ha (8,2 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara kapur dan pupuk kalium terhadap variabel pertumbuhan dan hasil cabai rawit, serta dosis kapur tidak berpengaruh nyata terhadap variabel yang diamati. Meskipun demikian, dosis kapur terendah efektif meningkatkan pH tanah gambut. Pupuk kalium dengan dosis 360 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel volume akar dan berat kering tanaman.
Pengaruh Abu Cangkang Susuh Kura dan Pupuk Majemuk N dan K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Senangka, Vinsensius Bagus; Anggorowati, Dini; Rianto, Fadjar
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98441

Abstract

Pengembangan tanaman buncis pada lahan podsolik merah kuning (PMK) dihadapkan pada sejumlah kendala kesuburan tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memanfaatkan abu cangkang susuh kura dan pupuk majemuk N dan K. Penelitian ini dilaksanakn untuk memperoleh kombinasi dosis abu cangkang susuh kura dan pupuk majemuk N dan K yang menyebabkan hasil panen buncis terbaik di lahan PMK. Lokasi penelitian ini berada di daerah Jl. Parit Haji Muksin II, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Mulai Maret hingga Mei 2025. Metode penelitian yang pakai yaitu Rancangan Faktorial Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan abu cangkang susuh kura dalam tiga dosis, yaitu 439 kg/ha (1,75 g/polibag), 877 kg/ha (3,5 g/polibag), dan 1.316 kg/ha (5,25 g/polibag). Faktor kedua adalah dosis pupuk N dan K yang juga terdiri dari tiga perlakuan, yakni 50 kg/ha (0,75 g/tanaman), 150 kg/ha (2,25 g/tanaman), dan 250 kg/ha (3,75 g/tanaman). Variabel pengamatan yang di amati dalam penelitian ini, yaitu: volume akar (Cm3), berat kering tanaman (g), Jumlah polong/tanaman (buah), berat polong/tanaman (g), berat per polong (g). Selain variabel diatas juga dilakukan pengamatan terhadap perihal lingkungan yang meliputi: pH tanah, suhu udara ( °C), kelembaban udara (%) dan curah hujan (mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu cangkang susuh kura dosis 877 kg/ha memperoleh hasil berat polong per tanaman tertinggi yaitu 175,33 g/tanaman. Pemberian pupuk majemuk N dan K dengan dosis 150 kg/ha menghasilkan jumlah polong per tanaman tertinggi yaitu 176,66 g/tanaman.

Page 3 of 4 | Total Record : 40