cover
Contact Name
Desti Verani, S.Pd
Contact Email
desti@iphorr.com
Phone
-
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
CHI JOURNAL OF Community Health Issues
ISSN : 28092511     EISSN : 28092724     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan komunitas meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, maupun kelompok. Penelitian sesuai tren terbaru dalam kesehatan komunitas ditinjau dari berbagai aspek pada budaya masyarakat yang tinggal di benua Asia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan April dan Desember.
Articles 21 Documents
Hubungan usia dan pengetahuan dengan persepsi petugas kesehatan terhadap vaksinasi Covid-19 Yunus, Muhammad; Alfarisi, Ringgo; Hermawan, Dessy; Megarahayu, Soelastika
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 1 No. 2 (2024): April Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v1i2.1122

Abstract

Background : Covid-19 is an infectious disease caused by the SARS-CoV-2 virus, and is declared a pandemic. The Covid-19 outbreak is spreading very fast. The development of a Covid-19 vaccine is an approach to dealing with the SARS-CoV-2 outbreak. From the Covid-19 vaccination program carried out, perception is fundamental to the acceptance and assessment of the vaccinations carried out. There are several factors that can influence perception including internal factors, external factors, functional factors (knowledge, age), situational factors, structural factors, and personal factors. Purpose: This study aims to determine the relationship between age and knowledge with the perception of health workers on Covid-19 vaccination in Cilamaya Kulon District, Karawang Regency. Methods: This type of research uses quantitative analytical research with a cross sectional approach. The sample used is health workers who work in the work area of Cilamaya Kulon District, Karawang Regency with as many as 87 people. Result: The percentage of health workers with positive perceptions is 52.9%. Health workers aged less than 45 years were 67.8%. And good knowledge of 52.9%. Based on the Chi-Square test, the relationship between age and perception of the Covid-19 vaccination obtained a P value of 0.436. Meanwhile, on the relationship between knowledge and perception of Covid-19 vaccination, a P value of 0.612 was obtained. Conclusion :There was no relationship between age and perception of Covid-19 vaccination and there was no relationship between knowledge and perception of Covid-19 vaccination in health workers. Keyword: Covid-19; Knowledge; Perception; Healthcare Workers; Age; Covid-19 Vaccination.   Pendahuluan: Covid-19 penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, dan dinyatakan sebagai pandemi. wabah Covid-19 menyebar sangat cepat. Pengembangan vaksin Covid-19 menjadi pendekatan untuk mengatasi wabah SARS-CoV-2.Dari program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan, persepsi merupakan hal mendasar atas peneriman dan penilaian terhadap vaksinasi yang dilakukan. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi persepsi diantaranya faktor internal, faktor eksternal, faktor fungsional (pengetahuan, usia), faktor situasional, faktor struktural, dan faktor personal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia dan pengetahuan dengan persepsi petugas kesehatan terhadap vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah petugas kesehatan yang bekerja di wilayah kerja Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang dengan sebanyak 87 orang. Hasil :Persentase petugas kesehatan dengan persepsi positif sebanyak 52,9%. Petugas kesehatan yang berusia kurang dari 45 tahun sebanyak 67,8%. Dan pengetahuan yang baik sejumlah 52,9%. Berdasarkan uji Chi-Square hubungan usia dengan persepsi terhadap vaksinasi Covid-19 didapatkan nilai Pvalue 0,436. Sedangkan pada hubungan pengetahuan dengan persepsi terhadap vaksinasi Covid-19 didapatkan nilai P value 0,612. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia dengan persepsi terhadap vaksinasi Covid-19 dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan persepsi terhadap vaksinasi Covid-19 pada petugas kesehatan. Kata Kunci: Covid-19; Pengetahuan; Persepsi; Petugas Kesehatan; Usia; Vaksinasi Covid-19.
Pengalaman siswi di SMK Kesehatan mengalami body shaming Rusyda, Asmi Yasyfa; Imelisa, Rahmi; Bolla, Ibrahim Noch
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1145

Abstract

Background: Body shaming is an act of comparing, criticizing, or insulting a person's physical appearance, or self- image by others or oneself that will cause feelings of shame. This is a type of bullying. This phenomenon could occur because of a person’s physical condition did not meet with one’s and surrounding’s expectations. This action have a negative impact to the victim if didnt prevented or handled properly. The act of body shaming was common in women, and this related to the self ideal of teenagers or early adults who experience many changes in their physical appearance. Purpose: This research aimed to explore the experiences of SMK Kesehatan students who experience body shaming. Methods:This research used a qualitative methods and phenomenological approach. There were 5 participants selected by purposive sampling technique. Data collected through in-depth interview and data analysis used the Collaizi’s method. Results:This study resulted 4 themes, namely : the incidence of body shaming in school, the causes of body shaming, the impact of body shaming, and the response of body shaming’s victim. Suggenstion: It was suggested that this research could be a basis to develop a prevention and control program for body shaming and bullying in general. Keywords : Body Shaming; Female Student; Experience; Phenomenology.   Pendahuluan: Body shaming merupakan tindakan membandingkan, mengkritik, atau menghina fisik, penampilan, atau citra diri seseorang yang dilakukan oleh orang lain ataupun diri sendiri yang akan menimbulkan perasaan malu. Tindakan body shaming merupakan salah satu tindakan bullying. Fenomena body shaming dapat terjadi karena ketidaksesuaian kondisi fisik seseorang dengan harapan diri sendiri maupun harapan dari lingkungan sekitar. Tindakan ini dapat berdampak negatif pada korbannya, jika tidak dicegah atau diatasi dengan baik. Tindakan body shaming lebih banyak terjadi pada perempuan, hal ini dapat berkaitan dengan ideal diri remaja/dewasa awal yang sedang mengalami banyak perubahan pada fisiknya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman siswi SMK Kesehatan yang mengalami body shaming. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskiptif. Terdapat 5 partisipan yang terpilih melalui teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis data menggunakan metode Collaizi. Hasil: Penelitian ini menghasilkan 4 tema yaitu: kejadian body shaming di sekolah, penyebab body shaming, dampak body shaming, respon korban body shaming. Simpulan: Perasaan malu sebagai dampak ketika seseorang mengalami tindakan body shaming. Dilakukan oleh teman-teman dan keluarga sendiri yang mengakibatkan kurangnya percaya diri. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program pencegahan dan penanggulangan body shaming dan bullying pada umumnya. Kata kunci : Body Shaming; Siswi; Pengalaman; Fenomenologi.
Hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja Saputra, Ahmad Diki; Hernanda , Rice
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1147

Abstract

Background: The phenomenon of smoking in everyday life is often found in various places, including government institutions, public places and also schools and universities. According to the Central Statistics Agency, in 2022, 28.62% of the Indonesian population aged 15 years and over smoked, this percentage increased by 0.36% points from last year which was 28.26%. Based on gender, the percentage of men in the country who smoke reaches 56.36%. Meanwhile, only 1.06% of Indonesian women smoke. Factors causing smoking behavior in adolescents are knowledge, attitudes, ease of obtaining cigarettes, peer influence, and family communication patterns. Family communication patterns can be seen from how families, especially parents, form models for teenagers to smoke. Purpose: To analyze the relationship between family communication patterns and smoking behavior in adolescents. Methods: Quantitative research with analytical survey research design and cross sectional approach. The object of the research is family communication patterns and smoking behavior. The research subjects were teenagers at Darusy Syafa`Ah Vocational School, Gajah City, Lampung. The number of samples in the research was 52 respondents. The method used for sampling was the random sampling method. This research uses the chi square statistical test. Results: A total of 52 respondents were known to have the highest family communication patterns, namely 34 respondents (65.4%) in the functional communication category and the highest smoking behavior was 29 respondents (55.8%) in the negative smoking behavior category. The statistical results of the Chi square test obtained a p-value = 0.000 < 0.05, meaning that there is a significant relationship between family communication patterns and smoking behavior in adolescents. Conclusion: Statistical analysis using the chi-square method shows that there is a significant relationship between family communication patterns and smoking behavior in adolescents, with a p-value of 0.000 (p < 0.05) which indicates that good family communication patterns can be a protective factor in preventing smoking behavior in adolescents. Keywords: Communication Patterns; Smoking Behavior; Teenager Pendahuluan: Fenomena merokok dalam kehidupan sehari-hari sering sekali ditemukan diberbagai tempat, diantaranya lembaga pemerintahan maupun di tempat umum dan juga disekolah maupun universitas. Menurut Badan Pusat Statistik Tahun 2022 penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang merokok sebesar 28,62% persentase tersebut meningkat 0,36% poin dari tahun lalu yang sebesar 28,26%. Berdasarkan jenis kelaminnya, persentase laki-laki di dalam negeri yang merokok mencapai 56,36%. Sementara, hanya 1,06% perempuan Indonesia yang merokok. Faktor penyebab terjadinya perilaku merokok pada remaja adalah pengetahuan, sikap, kemudahan mendapatkan rokok, pengaruh teman sebaya, dan pola komunikasi keluarga. Pola komunikasi keluarga bisa dilihat dari bagaimana keluarga terutama orang tua membentuk model bagi remaja untuk merokok. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan pendekatan cross sectional. Objek penelitiannya adalah pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok. Subyek penelitiannya adalah Remaja di SMK Darusy Syafa`Ah Kota Gajah Lampung. Jumlah sampel dalam penelitian adalah sebanyak 52 responden. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dengan menggunakan metode random sampling. Penelitian ini menggunakan uji stastitik chi square. Hasil: Sebanyak 52 responden diketahui pola komunikasi keluarga tertinggi yaitu 34 responden (65.4%) pada kategori komunikasi fungsional dan perilaku merokok tertinggi sebanyak 29 responden (55.8%) pada kategori perilaku merokok negatif. Hasil statistik uji Chi square diperoleh nilai p-value = 0,000 < 0,05 artinya terrdapat hubungan yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja. Simpulan: Analisis statistik dengan metode chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dan perilaku merokok pada remaja, dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang mengindikasikan bahwa pola komunikasi keluarga yang baik dapat menjadi faktor protektif dalam mencegah perilaku merokok pada remaja. Kata Kunci : Perilaku Merokok; Pola Komunikasi; Remaja
Hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat Hernanda, Rice; Masruroh, Siti
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1148

Abstract

Background: Gouty arthritis is a substance resulting from purine metabolism which is normally excreted in the urine. According to WHO, the prevalence of gout arthritis in the world is 34.2% and the prevalence in Lampung Province is 23,352. High uric acid levels can cause severe joint pain. The external factors that influence high uric acid levels are family knowledge and attitudes which can influence a person's response to the causes and treatment of illnesses and diseases suffered and influence achieving optimal health. Purpose: To determine the relationship between family knowledge and attitudes and the care of family members suffering from gout. Method: Quantitative research with analytical survey research design and cross sectional approach. The object of the research is the knowledge and attitudes of families regarding the care of family members who suffer from gout. The research subjects were families of gout patients in the working area of ​​the Waylima Inner City Health Center. The number of samples in the research was 95 respondents. The method used for sampling was the random sampling method. This research uses the chi square statistical test. Results: The research obtained results from 95 respondents, it was found that the highest knowledge was 41 respondents (43.2%) in the sufficient category, the highest attitude was 60 respondents (63.2%) in the positive category and the highest care for family members was 48 respondents (50.5%) in the sufficient category and the statistical results of the Chi square test Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and caring for family members with a p-value of 0.003 and family attitudes and caring for family members suffering from gout with a p-value = 0.001. Keywords: Attitude; Family Member Care; Gout Atritis; Knowledge Pendahuluan: Arthritis gout merupakan suatu zat hasil metabolisme purin yang normalnya dibuang melalui urin. Menurut WHO Prevalensi gout arthritis di dunia sebanyak 34,2% dan prevelansi Provinsi Lampung 23.352. Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan nyeri sendi hebat. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi kadar asam urat tinggi yaitu pengetahuan dan sikap keluarga yang dimana dapat mempengaruhi respon seseorang tentang penyebab serta penanganan terhadap sakit dan penyakit yang diderita serta mempengaruhi dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan pendekatan cross sectional. Objek penelitiannya adalah pengetahuan dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat. Subyek penelitiannya adalah keluarga pasien asam urat di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam Waylima. Jumlah sampel dalam penelitian adalah sebanyak 95 responden. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dengan menggunakan metode random sampling. Penelitian ini menggunakan uji stastitik chi square. Hasil: Penelitian memperoleh hasil dari 95 responden didapatkan pengetahuan tertinggi sebanyak 41 responden (43.2%) pada kategori cukup, sikap tertinggi sebanyak 60 responden (63.2%) pada kategori positif dan perawatan anggota keluarga tertinggi sebanyak 48 responden (50.5%) pada kategori cukup dan hasil statistik uji Chi square Simpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perawatan anggota keluarga dengan nilai p-value 0,003 dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat dengan nilai p-value = 0,001. Kata Kunci : Gout Atritis; Pengetahuan; Sikap; Perawatan Anggota Keluarga
Hubungan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia Nusaibah, Nusaibah; Suryani, Suratini
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1149

Abstract

Backgorund: Hypertension is known as the "silent killer" because it often presents without symptoms but can lead to fatal complications such as stroke, heart attack, and kidney failure. According to data from the Indonesian Ministry of Health in 2023, hypertension is the fourth leading cause of death in Indonesia, accounting for 10.2% of total deaths. The elderly are the most vulnerable group to hypertension, especially in rural areas. One contributing factor to the increasing incidence of hypertension among the elderly is a low level of physical activity, which negatively affects cardiovascular and metabolic function. Purpose: To determine the relationship between physical activity and the incidence of hypertension among the elderly in Dadapbong Village, Sendangsari, Pajangan, Bantul. Method: This was a quantitative study using a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of elderly individuals in Dadapbong Village, with a sample of 81 people selected through random sampling. Data were collected using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and a sphygmomanometer to measure respondents' blood pressure. Data analysis was conducted using the non-parametric Kendall Tau test. Results: The statistical analysis showed a p-value < 0.05, specifically 0.000 for the relationship between physical activity and hypertension. Conclusion: indicating a significant relationship between physical activity and the incidence of hypertension among the elderly in Dadapbong Village, Sendangsari, Pajangan, Bantul. It is recommended that the elderly maintain regular physical activity, and those who are less active are encouraged to gradually increase their activity levels according to their ability to reduce the risk of hypertension and improve overall health. Keywords: Physical Activity; Hypertension Incidence; Elderly Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak bergejala namun dapat menimbulkan komplikasi fatal seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menunjukkan bahwa hipertensi merupakan penyebab kematian keempat tertinggi di Indonesia, menyumbang 10,2% dari total kematian. Lansia merupakan kelompok yang paling rentan terhadap hipertensi, khususnya di daerah pedesaan. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian hipertensi pada lansia adalah rendahnya tingkat aktivitas fisik, yang berdampak negatif terhadap fungsi kardiovaskular dan metabolisme tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Dadapbong Sendangsari Pajangan Bantul. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Deskriptif Kolerasi menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian lansia di Desa Dadapbong Sendangsari Pajangan Bantul, sampel di ambil dengan Teknik sampel random sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 81 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner aktivitas fisik (GPAQ) Global Physical Activity Questionnaire dan juga sphygmomanometer untuk mengetahui tekanan darah resonden. Uji analisis data menggunakan uji non-parametrik Kendall Tau. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Kendall Tau menunjukan p-value < 0,05, yaitu 0,000 untuk uji aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi. Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Dadapbong Sendangsari Pajangan Bantul. Disarankan lansia untuk menjaga rutinitas aktivitas fisik, dan bagi yang kurang aktif, dianjurkan meningkatkan aktivitas secara bertahap sesuai kemampuan untuk menurunkan risiko hipertensi dan meningkatkan kesehatan. Kata kunci: Aktivitas Fisik; Kejadian Hipertensi; Lansia
Hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia Utami, Endang Sri; Suratini, Suratini; Isnaeni, Yuli
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1150

Abstract

Background: Sleep disturbance is a common problem in the elderly and can be influenced by psychological factors such as anxiety. Poor sleep quality in the elderly has an impact on functional, physical, mental and social decline. Purpose: This study aims to determine the relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly at the panuntun elderly posyandu Kwarasan Nogotirto Gamping Sleman. Method: This study used quantitative methods with descriptive correlation design and cross-sectional approach. The sample was 70 elderly people selected by total sampling technique. The instruments used were the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire to measure anxiety levels and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to measure sleep quality. Data analysis using Kendall's Tau test_b Results: The results showed that most respondents experienced anxiety in the moderate category as many as 43 respondents (61.4%) and had poor sleep quality as many as 45 respondents (64.3%). The results of Kendall's Tau_b test showed that there was no significant relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly with a p-value of 0.961 (p> 0.05) and a correlation coefficient of -0.006. Conclusion: There is no significant relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly. This shows that sleep quality in the elderly is more influenced by other factors such as physical condition, comorbidities, environment, and other psychosocial factors. Keywords: Anxiety, Sleep Quality, Elderly. Pendahuluan: Gangguan tidur merupakan masalah umum pada lansia dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kecemasan. Kualitas tidur yang buruk pada lansia berdampak pada penurunan fungsi, fisik, mental dan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Posyandu Lansia Panuntun Kwarasan Nogotirto Gamping Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 70 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan uji Kendall’s Tau_b Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kecemasan pada kategori sedang sebanyak 43 responden (61,4%) dan memiliki kualitas tidur cukup buruk sebanyak 45 responden (64,3%). Hasil uji Kendall’s Tau_b menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia dengan nilai p-value sebesar 0,961 (p > 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,006. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas tidur pada lansia lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi fisik, penyakit penyerta, lingkungan, dan faktor psikososial lainnya. Kata Kunci : Kecemasan, Kualitas Tidur, Lansia
Surveilans Status Gizi Balita Usia 0-59 Bulan Di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Handayani, Dwi
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i2.1217

Abstract

Background: The health of children under five years of age is a crucial factor for the survival of future generations. Therefore, continuous assessment of the nutritional status of toddlers is crucial to determine their nutritional status. Purpose: To determine the nutritional status of toddlers aged 0-59 months in Magetan Regency, East Java Province. Method: This study was a quantitative descriptive study. The population was all 28,239 toddlers in Magetan Regency. The sampling technique used was accidental sampling. The sample size was 584 toddlers. Data were taken from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). Data were collected using questionnaires and anthropometric measurements. Data were analyzed using univariate and bivariate chi-square tests. Results: The nutritional status of toddlers aged 0-59 months was assessed based on age/weight and age/height. The majority had normal weight and height. Conclusion: There is a relationship between weight and height in the nutritional status of toddlers in Magetan Regency. Suggestion: Maintaining the health, growth, and development of toddlers is expected to always involve Posyandu cadres, namely by increasing the role of Posyandu cadres in monitoring the nutritional status of toddlers and in providing nutritional education to the community, and actively involving the community in health and nutrition programs and forming mother support groups to share information and experiences regarding child nutrition. Keywords: Maternal Support; Nutritional Status; Toddler Pendahuluan: Kesehatan anak di bawah usia lima tahun adalah faktor penting untuk kelangsungan hidup generasi mendatang, sehingga penilaian status gizi balita penting dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui status gizi balita. Tujuan: untuk mengetahui gambaran status gizi balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua balita yang berada di kabupaten Magetan bejumlah 28.239 balita. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan Accidental Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 584 balita.data diambil dari hasil Survei Kesehatan Indonesia(SKI) tahun 2023. Data diambil dengan mengumpulkan menggunakan kuesioner dan hasil pengukuran antopometri. Data di analisis dengan univarat dan bivariate Chi-Square. Hasil: Status gizi pada balita usia 0-59 ditinjau berdasarkan umur/berat serta umur/tinggi badan badan mayoritas memiliki berat badan dan tinggi badan normal. Simpulan: Ada hubungan berat badan dengan tinggi badan pada status gizi balita di Kabupaten Magetan. Saran: Mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan balita maka diharapkan dapat selalu melibatan kader posyandu, yaitu dengan meningkatkan peran kader posyandu dalam pemantauan status gizi balita dan dalam memberikan edukasi gizi kepada masyarakat, dan libatkan masyarakat secara aktif dalam program-program kesehatan dan gizi serta membentuk kelompok-kelompok dukungan ibu untuk saling berbagi informasi dan pengalaman mengenai nutrisi anak. Kata Kunci: Balita; Dukungan Ibu; Status Gizi
Analisa status imunisasi, umur dan jenis kelamin terhadap suspek penyakit campak Puspita, Luluk Dwinanda
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i2.1220

Abstract

Background: Measles is a highly contagious disease and a leading cause of child mortality in developing countries, including Indonesia. The incidence of measles remains high in some regions. Purpose: To analyze data on immunization status, age, and gender of measles suspects. Method: This study used secondary data with a descriptive research design to analyze data on immunization status, age, and gender of measles suspects in Madiun Regency in 2024. Results: Based on recapitulation data from the Madiun Regency Health Office, suspected measles cases were predominantly female, accounting for 55%, with the highest prevalence in the 0-10 age group (58.7%). Meanwhile, the highest prevalence of measles rubella (MR) immunization status was complete, accounting for 79.3%. Conclusion: Based on the frequency distribution of suspected measles cases based on measles-rubella symptoms, suspected measles cases in Madiun Regency had fever in 100%, red rash in 100%, cough in 25.3%, runny nose in 21.8%, and red eyes in 13.8%. Keywords: Immunization; Measles; Suspected Cases. Pendahuluan: Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan sebagai penyebab utama kematian anak di negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kejadian pada penyakit campak masih tinggi dibeberapa daerah. Tujuan: Untuk melakukan analisia data status imunisasi, umur dan jenis kelamin terhadap suspek penyakit campak Metode: Penelitian menggunakan data sekunder dengan desain penelitian deskriptif guna mengetahui analisia data status imunisasi, umur dan jenis kelamin terhadap suspek penyakit campak tahun 2024 di Kabupaten Madiun. Hasil: Data rekapitulasi kasus suspek campak Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun diketahui kasus suspek campak paling banyak berjenis kelamin perempuan yaitu 55% dengan kelompok umur paling banyak 0-10 tahun sebesar 58,7%. Sedangkan status imunisasi MR (Measles Rubbela) paling banyak adalah lengkap sebesar 79,3%. Simpulan: Berdasarkan hasil distribusi frekuensi kasus suspek campak berdasarkan gejala sakit campak rubella menunjukan bahwa kasus suspek campak yang ada di Kabupaten Madiun memiliki gejala demam 100%, ruam merah 100%, batuk 25.3%, pilek 21.8%, dan mata merah 13,8%. Kata Kunci: Campak; Imunisasi; Kasus Suspek.
Kejadian diare akut di puskesmas saradan madiun tahun 2024 Alvian, Rohmat
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i2.1221

Abstract

Background: Diarrheal disease remains a global health problem, including in Indonesia. Diarrhea is a dangerous disease that can cause death due to poor environmental sanitation, inadequate water supplies, and limited education. Poor sanitation negatively impacts lives, including a decline in the quality of the community's living environment, contamination of drinking water sources, and the emergence of several diseases. Prolonged diarrhea can weaken the sufferer's body due to the loss of energy, fluids, and electrolytes. Purpose To identify risk factors for identifying acute diarrhea at the Saradan Community Health Center in Madiun in 2024. Methods: This study used a quantitative method with a descriptive quantitative approach. The research subjects were sanitation clinic records for diarrhea patients collected by environmental health workers at the Saradan Community Health Center. Four informants participated in this study: the Head of the Saradan Community Health Center, one person in charge of the Public Health Unit, one person in charge of the Individual Health Unit, and an environmental health program implementer. Results: This study found that diarrhea sufferers were distributed across all ages, with children under 10 years of age being the most prevalent. The distribution of diarrhea sufferers at the Saradan Community Health Center was predominantly among those using dug wells as their clean water source, at 42%. Conclusion: Handwashing with Soap (CTPS) practice is not yet 100%. This is evidenced by data showing that 69% of patients habitually wash their hands with soap, while 31% are not. Despite handwashing with soap, patients still contract diarrhea. Suggest: Preventive and promotive efforts should be emphasized in households, food handlers, schools, and community groups such as integrated health posts (Posyandu) to raise public awareness of clean and healthy lifestyles. Rotavirus immunization coverage for toddlers needs to be increased. Regarding clean water, household water testing activities by community health center staff should continue to be expanded. At the food vendor or producer level, food safety training and outreach activities need to be increased to minimize food contamination, including ingredient selection, food handlers, processing, and storage. Keywords: Handwashing with Soap; Diarrhea; Environment. Pendahuluan: Penyakit diare hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia termasuk di Indonesia. Diare adalah salah satu penyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian yang disebabkan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, persediaan air yang tidak memadai, dan pendidikan terbatas. Buruknya kondisi sanitasi akan berdampak negatif di kehidupan, mulai dari turunnya kualitas lingkungan hidup masyarakat, tercemarnya sumber air minum bagi masyarakat sehingga meningkatnya jumlah kejadian diare dan munculnya beberapa penyakit. Diare yang berkepanjangan dapat melemahkan tubuh penderitanya karena kehilangan banyak energi, cairan dan elektrolit tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui faktor resiko untuk mendentifikasi kejadian diare akut di Puskesmas Saradan Madiun Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Obyek penelitian adalah catatan klinik sanitasi pada penderita diare yang dikumpulkan oleh petugas Kesehatan lingkungan Puskesmas Saradan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang terdiri dari Kepala Puskesmas Saradan, 1 orang penanggung jawab Unit Kesehatan Masyarakat, 1 orang penanggung jawab Unit Kesehatan Perorangan dan pelaksana program Kesehatan lingkungan. Hasil : Penelitian ini didapatkan hasil bahwa penderita diare menyebar di semua usia dengan usia di bawa 10 tahun yang paling banyak menderita diare. Distribusi penderita diare di Puskesmas Saradan terbanyak merupakan pengguna sumber air bersih dari sumur gali sebesar 42%. Simpulan: Pembiasaan diri untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) belum 100%. Hal ini dibuktikan dengan data bahwa penderita yang terbiasa cuci tangan pakai sabun sebanyak 69% sedangkan penderita yang tidak terbiasa cuci tangan pakai sabun ada 31%. Meskipun sudah mencuci tangan pakai sabun, penderita masih terjangkit diare. Saran: Upaya promotif preventif hendaknya lebih ditekankan di lingkungan rumah tangga, penjamah makanan, sekolah maupun kelompok masyarakat seperti posyandu agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Peningkatan cakupan imunisasi rotavirus bagi balita perlu ditingkatkan. Dari segi air bersih, kegiatan pemeriksaan air bersih rumah tangga oleh petugas puskesmas sebaiknya terus ditingkatkan cakupannya. Di level penjual atau produsen makanan, perlu ditingkatkan kegiatan pelatihan dan sosialisasi keamanan pangan agar konytaminasi makanan dapat diminimalkan, baik dari pemilihan bahan makanan, penjamah, proses pengolahan hiingga penyimpanan makanan. Kata Kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun; Diare; Lingkungan.
Prevalensi keluarga perokok pada pelajar dengan perilaku merokok Nurhayati, Nurhayati; Suharti, Sri
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i2.1236

Abstract

Pendahuluan: Merokok dapat merusak jantung, merokok dapat mengakibatkan batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Prevalensi lingkungan keluarga terhadap perilaku perokok pada pelajar dengan perilaku merokok. Desain karya tulis ilmiah ini adalah menggunakan total sampling. Responden yang digunakan adalah semua dari total populasi yaitu 72. Hasil: Terdapat sebanyak 54 lingkungan keluarga yang merokok dengan jumlah presentase sebanyak 75%, sedangkan pada keluarga yang tidak merokok terdapat 18 orang dengan jumlah presentase sebanyak 25%. Hasil tersebut faktor lingkungan keluarga yang merokok lebih banyak di bandingkan yang tidak merokok. Simpulan: Adanya lingkungan keluarga terhadap perilaku merokok pada remaja di sekolah menengah kejuruan Krida Wacana Lampung Tengah. Saran: Karya tulis ilmiah untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan pendidikan kesehatan terkait pentingnya lingkungan keluarga terhadap prilaku merokok pada remaja. Kata kunci : Lingkungan; Keluarga; Remaja Merokok. Background: Smoking can damage the heart, smoking can cause a chronic cough, narrowing blood flow which causes blood flow and ends with sudden death. Purpose: of this scientific paper is to determine the influence of the family environment on smoking behavior in adolescents at the Krida Wacana Vocational High School, Central Lampung. Method:The design of this scientific paper is to use total sampling. Respondents used were all of the total population, namely 72. The results of this scientific paper there were smoking. The results showed that there were 54 families who smoked with a percentage of 75%, while in families who did not smoke there were 18 people with a percentage of 25%. Results: The results showed that there were more family environmental factors that smoked than non-smokers. Conclusion: Of the scientific writing of the respondents was 72 respondents, with the sampling technique, namely the total sample technique. The influence of the family environment on smoking behavior in adolescents at the Krida Wacana vocational high school, Central Lampung. Suggestions: For scientific writing for further research is to conduct health education related to the importance of the family environment on smoking behavior in adolescents. Keywords : Influence; Family Environment; Smoking Adolescents.

Page 2 of 3 | Total Record : 21