cover
Contact Name
Desti Verani, S.Pd
Contact Email
desti@iphorr.com
Phone
-
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
CHI JOURNAL OF Community Health Issues
ISSN : 28092511     EISSN : 28092724     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan komunitas meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, maupun kelompok. Penelitian sesuai tren terbaru dalam kesehatan komunitas ditinjau dari berbagai aspek pada budaya masyarakat yang tinggal di benua Asia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan April dan Desember.
Articles 40 Documents
Hubungan kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir Kristianingsih, Riska; Suryani, Suryani; Salmiyati, Suri
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1453

Abstract

Background: Learning concentration is an individual’s focus in the learning process, which includes abilities, application, and evaluation of knowledge and skills. The negative impact of a lack of learning concentration is a suboptimal learning process. This may result in wasted time, energy, and cost. In addition, it can lead to poor understanding of the learning material, inattention to the delivered content, and neglect of assigned tasks. According to the American Psychiatric Association, the prevalence of learning concentration disorders, with or without hyperactivity, ranges from 1–20%. Furthermore, concentration disorders are more commonly found in men than in women. Purpose: To determine the correlation between sleep quality and learning concentration among final- year nursing student. Method: This study employed a quantitative non-experimental design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 232 nursing students from the 2021 cohort at ‘Aisyiyah University Yogyakarta. Using purposive sampling, a total of 70 respondents were obtained. The instrument used to measure sleep quality was the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), while learning concentration was assessed using the Student Learning Concentration Questionnaire – Indonesia (SLCQ-I). Data were analyzed using the non-parametric Spearman Rank correlation test. Results: The statistical test using Spearman’s Rank correlation indicated a significant correlation between sleep quality and learning concentration (p = 0.015), with a weak negative correlation (r = – 0.290). Conclusion: There is a significant but weak correlation between sleep quality and learning concentration among final-year nursing students at ‘Aisyiyah University Yogyakarta.   Keywords: sleep quality; academic concentration; nursing students   Pendahuluan: Konsentrasi belajar merupakan fokus individu dalam proses pembelajaran yang mencakup kemampuan, penerapan, dan evaluasi pengetahuan serta keterampilan. Dampak negatif dari kurangnya konsentrasi belajar adalah terjadinya proses pembelajaran yang tidak optimal. Hal ini akan mengakibatkan pemborosan waktu, tenaga, dan biaya. Selain itu, dapat menyebabkan pemahaman yang kurang terhadap pembelajaran, ketidakperhatian terhadap materi yang disampaikan, serta pengabaian terhadap tugas yang diberikan. Menurut American Psychiatric Association prevalensi gangguan konsentrasi belajar, baik dengan maupun tanpa hiperaktivitas, berkisar antara 1-20%. Selain itu, masalah gangguan konsentrasi ini lebih umum terjadi pada pria dibandingkan wanita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir Metode: Penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan angkatan 2021 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang berjumlah 232 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling didapatkan 70 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas tidur adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangakan untuk mengukur konsentrasi belajar, digunakan kuesioner Student Learning Concentration Questionnaire – Indonesia (SLCQ-I). Uji analisis data menggunakan uji non-parametrik Spearman Rank. Hasil: Hasil uji statistic menggunakan Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan konsentrasi belajar (p = 0,015) dengan keeratan hubungan lemah dan arah negatif (r = -0,290). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan lemah antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.   Kata Kunci: Kualitas Tidur; Konsentrasi Belajar; Mahasiswa Keperawatan.
Meningkatkan pengetahuan tentang kebersihan diri saat menstruasi melalui edukasi berbasis pondok pesantren Lestari, Juwita; Aryastuti, Nurul
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1296

Abstract

Background: Menstrual hygiene can increase the risk of sexually transmitted infections and reduce the quality of life of adolescent girls in Islamic boarding schools. Purpose: To increase awareness of personal hygiene during menstruation. Method: A knowledge questionnaire was completed to assess female students' knowledge of personal hygiene during menstruation. It was revealed that some students still lacked understanding of proper menstrual hygiene. Education was conducted using posters and interactive discussions on how to maintain hygiene during menstruation and how to properly dispose of sanitary napkins. Results: After the education, students' knowledge began to improve, as evidenced by their increased knowledge and understanding during lengthy discussions. Conclusion: Islamic boarding school-based education is an effective way to increase knowledge about menstruation while preserving the environment and culture of Islamic boarding schools.   Keywords: Islamic Boarding School; Knowledge; Menstruation; Personal Hygiene.   Pendahuluan: Kebersihan menstruasi dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual dan menurunkan kualitas hidup remaja putri di pesantren. Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan diri saat menstruasi. Metode: Diawali dengan pengisian kuesioner pengetahuan untuk melihat pengetahuan santriwati tentang kebersihan diri saat menstruasi, terlihat bahwa masih ada yang belum memahami tentang cara merawat kebersihan diri saat menstruasi yang baik.​ Edukasi dilakukan dengan menggunakan media poster dan diskusi interaktif tentang cara menjaga kebersihan saat menstruasi dan cara membuang sampah pembalut yang baik. Hasil: Setelah dilakukan edukasi Hasil menunjukkan pengetahuan siswa mulai mengalami peningkatan, terlihat dari rasa tahu dan pemahaman siswa saat berdiskusi cukup lama. Simpulan: Edukasi berbasis pondok pesantren merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang menstruasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya pesantren.   Kata Kunci: Kebersihan Diri; Menstruasi; Pengetahuan; Pondok Pesantren.
Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok Fadila, Enggar; Wardiyah, Aryanti; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1352

Abstract

Background: Every year, approximately 225,700 people in Indonesia die due to smoking or other tobacco-related diseases. Smoking leads to a decrease in antibodies and causes lung cancer. Cigarettes pose major threats to various organs in the body, including the brain, mouth, throat, heart, chest, lungs, liver, stomach, kidneys, and bladder. Purpose: To determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescents regarding the dangers of smoking at SMP Negeri 14 Bandar Lampung. Method: This research uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population in this study consists of 8th-grade students, with a sample of 193 respondents, using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: Based on the frequency distribution of knowledge, 56.5% of respondents had good knowledge, while 43.5% had poor knowledge. Based on the frequency distribution of attitudes, 52.3% of respondents had a positive attitude, and 47.7% had a negative attitude. A p-value of 0.001 was obtained with an Odds Ratio of 116.67. Conclusion: There is a relationship between knowledge and adolescents' attitudes toward the dangers of smoking. Keywords: Adolescents; Attitude; Cigarettes; Knowledge. Pendahuluan: Setiap tahun, sekitar 225,700 orang di Indonesia meninggal akibat merokok atau penyakit lain yang terkait dengan tembakau. Merokok menyebabkan antibodi menurun, penyakit kanker paru-paru, ancaman utama rokok terhadap berbagai organ tubuh diantaranya adalah otak, mulut, tenggorokan, jantung, dada, paru-paru, hati, perut, ginjal dan kantung kemih. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8. Sampel 193 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariate dan bivariat dengan Uji Chi- Square. Hasil: Berdasarkan distribusi frekuensi pengetahuan, 56.5% responden memiliki pengetahuan baik dan 43.5% responden memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan distribusi frekuensi sikap, 52.3% responden memiliki sikap positif dan 47.7% responden memiliki sikap negatif. Didapatkan p value 0.001 dengan Odds Ratio (OR) 116.67. Simpulan Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok. Kata Kunci: Pengetahuan; Remaja; Rokok; Sikap.      
Pengaruh edukasi perawatan kaki terhadap pengetahuan cara merawat kaki klien diabetes melitus Salsabilla, Schatzi Fiore; Salmiyati, Suri; Rahmawati, Agustina
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1499

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease of carbohydrate, protein and fat metabolism disorders that can be characterized by increased blood glucose or blood sugar levels. Diabetes mellitus can cause peripheral neuropathy such as diabetic ulcers. Diabetic ulcers can attack the lower extremities (feet) of patients. Purpose: To determine the effect of foot care education on knowledge of how to care for feet in clients with diabetes mellitus. Method: This study was quantitative with an design (pre-experimental) one group pretest -posttest. The sample in this study consisted of 35 diabetes mellitus patients who were selected using random sampling techniques in prolanis activities at Puskesmas 1 Sentolo. Data were collected using a questionnaire on knowledge of how to care for feet. Data analysis was performed using the Wilcoxon test. Results: The study showed the effect of foot care education on knowledge of how to care for the feet of clients with diabetes mellitus, with a p-value of 0.000 (p <0.05). Conclusion: Foot care education can broaden the knowledge of clients with diabetes mellitus after receiving foot care education. It is hoped that clients with diabetes mellitus will practice foot care to prevent potential complications of diabetic ulcers. Keywords: Diabetes Mellitus; Foot Care; Ulcers. Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak yang dapat ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah atau gula darah. Penyakit diabetes melitus dapat menyebabkan neuropati perifer seperti ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum dapat menyerang pada ekstremitas bawah (kaki) pasien Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan kaki terhadap pengetahuan cara merawat kaki pada klien diabetes melitus. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest -posttest. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 35 pasien diabetes melitus yang terpilih menggunakan teknik random sampling dalam kegiatan prolanis di Puskesmas 1 Sentolo. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan cara merawat kaki. Analisis data dilakukan menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Adanya pengaruh edukasi perawatan kaki dengan pengetahuan cara merawat kaki klien diabetes melitus, dengan nilai p-value 0.000 ( p < 0.05). Simpulan: edukasi perawatan kaki dapat menambah luas wawasan pengetahuan klien diabetes melitus setelah diberikan edukasi perawatan kaki. Kata Kunci: Diabetes Melitus; Perawatan Kaki; Ulkus.      
Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada klien diabetes melitus Ghifaudin, Yosahara Ashrivia; Rahmawati, Agustina; Rahmat, Ibrahim
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.2184

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot effectively use the insulin it produces. DM is often called a silent killer because it affects most of the patient's organs, causing several symptoms and complications that impact quality of life. Purpose: To determine the relationship between family support and quality of life in patients with diabetes mellitus. Method: Quantitative research using correlational analytic research methods and cross-sectional data collection techniques. Results: Most DM patients with good family support had a good quality of life (22 people), while most DM patients with adequate family support had a fair quality of life (11 people). Most DM patients with inadequate family support had a poor quality of life (8 people). Conclusion: There is a significant relationship between family support and quality of life in patients with diabetes mellitus (DM) at the Srandakan Bantul Community Health Center. Good family support leads to a good quality of life.   Keywords: Family support; Diabetes Mellitus Clients; Quality of Life.   Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. DM sering disebut pembunuh diam-diam karena penyakit ini menyerang sebagian besar organ tubuh penderita yang dapat menyebabkan beberapa gejala dan komplikasi yang berdampak pada kualitas hidup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada klien diabetes melitus Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik korelasional dan teknik pengambilan data cross sectional. Hasil: Penderita DM dengan dukungan keluarga baik sebagian besar memiliki kualitas hidup baik sebanyak 22 orang, penderita DM dengan dukungan keluarga cukup sebagian besar memiliki kualitas hidup cukup sebanyak 11 orang. Penderita DM dengan dukungan keluarga kurang sebagian besar memiliki kualitas hidup kurang sebanyak 8 orang. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus (DM) di Puskesmas Srandakan Bantul. Terdapat dukungan keluarga yang baik maka kualitas hidupnya baik.   Kata Kunci: Dukungan keluarga; Klien Diabetes Melitus; Kualitas Hidup.
Edukasi Pencegahan hipertensi melalui media poster dengan metode think pair share terhadap pengetahuan dan sikap Happy Aprilia Belkis; Nova Muhani; Dhiny Easter Yanti; Lolita Sary
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.1240

Abstract

Background: Hypertension is now a health problem that is not only experienced by the elderly, but also by adolescents who are at risk of experiencing high blood pressure due to bad habits and unhealthy lifestyles. The prevalnce of hypertension in Lampung Province is 15,10 % of the 6,216,638 population aged 15 years and over. The high cases of hypertension in adolescensts today are caused by one of the low knowledge and attitudes about the risk factors for hypertension. It is necessary to in increase adolescent knowledge and attitudes thourgh poster media with the think pair share method, which is not yet known how effective this method is in increasing knowledge and attitudes in adolescent student. Purpose: To determine the differences in knowledge and attitudes towards preventing hypertension in adolescents through poster media with the think pair share method. Method: The sampling technique wa proposional simple random sampling. Data collection techniques through questionnaire sheets. Data analysis used unvariate (frequency distribution) and bivariate (wilcoxon. Results: There is a difference in knowledge (p-value = 0.001) and attitude (p-value = 0.001) with poster media and the think pair method. Conclusion: There are differences in knowledge and attitudes towards preventing hypertension in adolescents through poster media with the think pair share method.   Keywords: Adolescents; Attitude; Hypertension Prevention; Knowledge.   Pendahuluan: Hipertensi kini menjadi masalah kesehatan yang tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga oleh remaja yang berisiko mengalami tekanan darah tinggi akibat kebiasaan buruk dan gaya hidup tidak sehat. Prevaleni hipertensi di Provinsi Lampung sebesar 15,10% dari 6.216.638 penduduk berusia 15 tahun ke atas. Tingginya kasus hipertensi pada remaja saat ini disebabkan salah satunya pengetahuan dan sikap yang rendah tentang faktor risiko kejadian hipertensi. Perlu meningkatkan pengetahuan remaja dan sikap melalui media poster dengan metode think pair share yang belum diketahui bagaimana efektifitas metode ini dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pada siswa remaja. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan hipertensi pada remaja melalui media poster dengan metode think pair share. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi ekperimen. Populasi dari penelitian dari kelas 10 dan 11, yakni sebanyak 185 siswa. Teknik pengambilan sampel proposional simple random sampling. Teknik pengumpulan data melalui lembar kuesioner. Analisis data menggunakan unvariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (wilcoxon). Hasil: Ada perbedaan pengetahuan (p-value = 0,001) dan Sikap (p-value = 0.001) dengan media poster dan metode think pair. Simpulan: Ada perbedaan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan hipertensi pada remaja melalui media poster dengan metode think pair share.   Kata Kunci: Pencegahan Hipertensi; Pengetahuan; Remaja; Sikap.
Aktivitas fisik sebagai bagian pengelolaan glukosa darah pada lansia Dea Restu Ahmad Fadzilla; Lutfi Nurdian Asnindari; Diyah Candra Anita
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2221

Abstract

Background: Population ageing is accompanied by growing burden of non-communicable diseases, including impaired glucose regulation among older adults. Physical activity may improve insulin sensitivity and skeletal muscle glucose uptake, yet community-based evidence remains limited in some settings. Purpose: To association between physical activity and fasting blood glucose among older adults in a community setting. Method: A quantitative cross-sectional study was conducted among 46 older adults attending an elderly community health post in Plembon Kidul, Gunung Kidul, selected using simple random sampling. Physical activity was assessed with the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and classified into low, moderate, and high categories according to WHO criteria. Fasting blood glucose was measured using an Easy Touch device. The association was tested using Spearman’s rank correlation. Results: Most participants reported moderate physical activity (47.8%) and had normal fasting blood glucose (53.0%). Spearman’s correlation analysis showed a significant association between physical activity and fasting blood glucose (p=0.003; r= -0.429), indicating a moderate negative correlation. Conclusion: Higher physical activity was associated with lower fasting blood glucose in older adults. These findings support strengthening community-based, non-pharmacological approaches-particularly physical activity promotion within elderly health posts-to help maintain glucose control in later life.   Keywords: Fasting Blood Glucose; Older Adults; Physical Activity Level; Primary Health Care.   Pendahuluan: Peningkatan usia harapan hidup diikuti bertambahnya beban penyakit tidak menular pada lansia, termasuk gangguan regulasi glukosa. Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan pemanfaatan glukosa oleh otot, namun bukti pada tingkat komunitas masih perlu diperkaya. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah puasa pada lansia di komunitas Gunung Kidul. Metode: Studi kuantitatif dengan desain potong lintang dilakukan pada 46 lansia di Posyandu Lansia Dusun Plembon Kidul, Gunung Kidul, yang dipilih dengan simpel random sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan diklasifikasikan ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi sesuai kriteria WHO. Kadar gula darah puasa diukur menggunakan glukometer Easy Touch. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas responden memiliki aktivitas fisik sedang (47.8%) dan kadar gula darah puasa normal (53.0%). Uji Spearman menunjukkan hubungan negatif bermakna antara aktivitas fisik dan kadar gula darah puasa (p=0.003; r= -0.429), dengan kekuatan korelasi sedang. Simpulan: Aktivitas yang lebih tinggi berasosiasi dengan kadar gula darah puasa yang lebih rendah pada lansia. Temuan ini mendukung penguatan program promotif-preventif berbasis aktivitas fisik di layanan komunitas, khususnya posyandu lansia, sebagai strategi non-farmakologis untuk membantu menjaga kontrol glukosa.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Kadar Gula Darah Puasa; Lansia; Pelayanan Kesehatan Primer.
Analisis hubungan perilaku sleep hygiene terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir Risma Silviana Agustin; Iwan Ardian; Nutrisia Nu’im Haiya
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2389

Abstract

Background: Students in their final phase of study frequently experienced demands and stress stemming from academic obligations that triggered anxiety and affected their sleep patterns. Poor sleep hygiene was known to elevate anxiety levels, whereas good sleep hygiene behavior could help reduce anxiety levels. Purpose: To analyze the relationship between sleep hygiene behavior and anxiety levels among final-year students. Method: This study employed a quantitative research design with a correlational method using a cross-sectional approach. A total of 140 students in their final study phase participated as respondents, selected through purposive sampling method. Data analysis was conducted using Spearman Rank correlation test at a significance level of α = 0.05. Results: The majority of respondents were 21 years old (54.3%) and female (79.3%). The research findings indicated that 43.6% of respondents demonstrated moderate sleep hygiene behavior, 35.7% poor, and 20.7% good. The respondents' anxiety levels were predominantly in the moderate category (38.6%), followed by mild anxiety (33.6%), and severe anxiety (27.9%). The Spearman Rank test revealed a significant correlation between sleep hygiene behavior and anxiety levels (p = 0.001; r = 0.534), indicating a positive relationship direction with a moderate correlation strength. Conclusion: Data analysis demonstrated a meaningful correlation between sleep hygiene behavior and anxiety levels among students in their final year of study.   Keywords: Anxiety Level; Final Year Students; Sleep Hygiene.   Pendahuluan: Mahasiswa pada fase akhir studi sering merasakan tuntutan dan stres yang bersumber dari kewajiban perkuliahan yang dapat memicu kecemasan dan memberikan dampak terhadap pola tidur. Sleep hygiene yang buruk diketahui dapat meningkatkan kecemasan, sementara perilaku sleep hygiene yang baik dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan perilaku sleep hygiene dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir. Metode: Studi ini menerapkan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional melalui pendekatan potong lintang ( cross-sectional ). Jumlah responden yang terlibat sebanyak 140 mahasiswa pada tahap akhir studi yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data dilaksanakan dengan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi α sebesar 0,05. Hasil: Sebagian besar responden berada pada rentang usia 21 tahun (54.3%) dan berjenis kelamin perempuan (79.3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43.6% responden memiliki perilaku sleep hygiene sedang, 35.7% buruk, dan 20,7% baik. Tingkat kecemasan responden mayoritas berada pada kategori sedang (38,6%), diikuti kecemasan ringan (33.6%), dan kecemasan berat (27.9%). Uji Spearman Rank menunjukkan ditemukan keterkaitan yang signifikan antara perilaku sleep hygiene dan tingkat kecemasan (p = 0.001; r = 0.534) menunjukkan arah hubungan positif dengan derajat kekuatan korelasi sedang. Simpulan: Analisis data menunjukkan keterhubungan yang bermakna antara perilaku sleep hygiene dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di akhir studi.   Kata Kunci: Mahasiswa Tingkat Akhir; Sleep Hygiene; Tingkat Kecemasan.
Laporan kasus gerontik dengan risiko jatuh pada lansia diabetes melitus tipe 2 melalui penerapan latihan jalan tandem Emilia Dani Safitri; Suri Salmiyati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2394

Abstract

Background: The elderly are susceptible to degenerative diseases such as Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM). This long-term condition can impair balance and gait patterns, thereby increasing the risk of falls. Tandem walking exercises serve as an intervention to improve body balance. Purpose: To describe nursing care for an elderly patient with T2DM facing fall risk through the implementation of tandem walking exercises and environmental safety management. Method: A descriptive case study was conducted on Mrs. D (77 years old) using a nursing care process approach. Data were collected through interviews and observations from December 3–12, 2025. The instruments included a gerontic nursing assessment format, featuring the Timed Up and Go (TUG) Test. Results: The assessment revealed that Mrs. D experienced numbness in her feet and instability while walking. Interventions included environmental safety management and tandem walking exercises for 7 days. The final evaluation showed a significant improvement in balance, with a reduction in TUG Test duration by 4.89 seconds (from 21.25 seconds to 16.36 seconds). Conclusion: The implementation of tandem walking exercises and environmental safety management is effective in addressing fall risk in elderly patients with T2DM.     Keywords: Diabetes Mellitus; Balance; Elderly; Fall Risk; Tandem Gait.   Pendahuluan: Lanjut usia (lansia) rentan terhadap penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus (DM) Tipe 2. Kondisi ini jika diderita dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan dan pola jalan, sehingga meningkatkan risiko jatuh. Latihan jalan tandem merupakan salah satu intervensi untuk meningkatkan keseimbangan tubuh. Tujuan: Untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada lansia DM Tipe 2 dengan masalah risiko jatuh melalui penerapan latihan jalan tandem dan manajemen keselamatan lingkungan. Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan pada Ny. D (77 tahun) dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi pada 3–12 Desember 2025. Instrumen penelitian menggunakan format pengkajian gerontik, termasuk Timed Up and Go (TUG) Test. Hasil: Menunjukkan Ny. D mengeluh kesemutan pada kaki dan goyah saat berjalan. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen keselamatan lingkungan dan latihan jalan tandem selama 7 hari. Evaluasi akhir menunjukkan peningkatan keseimbangan yang signifikan dengan penurunan durasi TUG Test sebesar 4.89 detik (dari 21.25 detik menjadi 16.36 detik). Simpulan: Penerapan latihan jalan tandem dan manajemen keselamatan lingkungan efektif dalam mengatasi masalah risiko jatuh pada lansia dengan DM Tipe 2.   Kata Kunci: Diabetes Melitus; Jalan Tandem; Keseimbangan; Lansia; Risiko Jatuh.
Pengaruh pendidikan kesehatan tentang dismenore terhadap tingkat pengetahuan remaja putri Pebiyana Dwiyanti; Iwan Ardian; Nutrisia Nu’im Haiya
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2439

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a common reproductive health problem among adolescent girls and can interfere with learning activities as well as quality of life. Limited knowledge regarding dysmenorrhea often leads to inappropriate management and inadequate preventive efforts. Health education is considered an effective strategy to improve adolescents’ understanding of dysmenorrhea and promote appropriate coping behaviors. Purpose: To examine the effect of health education about dysmenorrhea on the level of knowledge among female adolescents. Methods: This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest method. The population consisted of female students at Sultan Agung 3 Islamic Senior High School, Semarang. A total of 82 respondents were selected using purposive sampling. Health education was delivered through an educational lecture using PowerPoint media in a single session. Data were collected using a knowledge questionnaire on dysmenorrhea and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of α = 0.05. Results: A significant increase in the level of knowledge after the provision of health education. Statistical analysis indicated a significant difference between pretest and posttest scores with a p-value of 0.001 (p < 0.05). Conclusion: Health education about dysmenorrhea has a significant effect on improving the knowledge of female adolescents.   Keywords: Adolescent girls; Dysmenorrhea; Health education; Knowledge level.   Pendahuluan: Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup. Rendahnya tingkat pengetahuan tentang dismenore berpotensi menyebabkan penanganan yang kurang tepat dan minimnya upaya pencegahan. Pendidikan kesehatan menjadi salah satu intervensi yang dapat meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai dismenore. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang dismenore terhadap tingkat pengetahuan remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen melalui rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 82 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pendidikan kesehatan diberikan melalui metode ceramah edukatif menggunakan media PowerPoint dalam satu kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang dismenore, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada taraf signifikansi α = 0.05. Hasil: Adanya peningkatan tingkat pengetahuan remaja putri setelah diberikan pendidikan kesehatan. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara nilai pretest dan posttest dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05). Simpulan: Pendidikan kesehatan tentang dismenore berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan remaja putri.   Kata Kunci: Dismenore; Pendidikan Kesehatan; Remaja Putri; Tingkat Pengetahuan.

Page 3 of 4 | Total Record : 40