Background: Digital transformation has penetrated various health sectors, giving rise to digital health applications that offer access to health services and information. A deep understanding of user perceptions and acceptance, particularly in urban communities exposed to technology, is crucial for optimizing the implementation of these applications. This study seeks to fill the knowledge gap regarding subjective factors influencing the adoption of digital health technology from a user perspective: Purpose: To explore in-depth the perceptions, experiences, and factors influencing user acceptance of digital health applications among urban communities.The research focuses on identifying perceived benefits, challenges faced, and user expectations regarding the features and services of digital health applications. Method: This research employed a qualitative approach with a case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews with participants who are active users of digital health applications in urban areas, selected purposively. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns, themes, and categories emerging from participant narratives, providing a rich and contextual understanding. Results: The research findings indicate that perceived usefulness and perceived ease of use are key drivers of digital health application acceptance. However, concerns about data privacy and the need for personal interaction with healthcare professionals present significant barriers. Digital health applications are perceived as supporting tools that complement conventional services, not as a complete replacement. Conclusion: This study concludes that the acceptance of digital health applications in urban communities is selective, influenced by the balance between perceived benefits, ease of use, and guaranteed data security and privacy. Keywords: Digital Health Applications, Qualitative Research; Technology Acceptance; Urban Communities; User Perception. Pendahuluan: Transformasi digital telah merambah berbagai sektor kesehatan, menghadirkan aplikasi kesehatan digital yang menawarkan akses layanan dan informasi kesehatan. Pemahaman mendalam mengenai persepsi dan penerimaan pengguna, khususnya di masyarakat perkotaan yang terpapar teknologi, menjadi krusial untuk optimalisasi implementasi aplikasi tersebut. Studi ini berupaya mengisi kesenjangan pengetahuan mengenai faktor-faktor subjektif yang memengaruhi adopsi teknologi kesehatan digital dari perspektif pengguna. Tujuan: Untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi, pengalaman, dan faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna terhadap aplikasi kesehatan digital di kalangan masyarakat perkotaan. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi manfaat yang dirasakan, tantangan yang dihadapi, serta harapan pengguna terhadap fitur dan layanan aplikasi kesehatan digital. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan partisipan yang merupakan pengguna aktif aplikasi kesehatan digital di wilayah perkotaan, dipilih secara purposif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tema, dan kategori yang muncul dari narasi partisipan, sehingga memberikan pemahaman yang kaya dan kontekstual. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan (perceived ease of use) merupakan pendorong utama penerimaan aplikasi kesehatan digital. Namun, kekhawatiran mengenai privasi data dan kebutuhan akan interaksi personal dengan tenaga medis menjadi hambatan signifikan. Aplikasi kesehatan digital diterima sebagai alat pendukung yang melengkapi layanan konvensional, bukan pengganti total. Simpulan: Penerimaan aplikasi kesehatan digital di masyarakat perkotaan bersifat selektif, dipengaruhi oleh keseimbangan antara manfaat yang dirasakan, kemudahan penggunaan, serta jaminan keamanan dan privasi data. Kata Kunci: Aplikasi Kesehatan Digital; Masyarakat Perkotaan; Penelitian Kualitatif; Penerimaan Teknologi; Persepsi Pengguna. Background: Digital transformation has penetrated various health sectors, giving rise to digital health applications that offer access to health services and information. A deep understanding of user perceptions and acceptance, particularly in urban communities exposed to technology, is crucial for optimizing the implementation of these applications. This study seeks to fill the knowledge gap regarding subjective factors influencing the adoption of digital health technology from a user perspective: Purpose: To explore in-depth the perceptions, experiences, and factors influencing user acceptance of digital health applications among urban communities.The research focuses on identifying perceived benefits, challenges faced, and user expectations regarding the features and services of digital health applications. Method: This research employed a qualitative approach with a case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews with participants who are active users of digital health applications in urban areas, selected purposively. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns, themes, and categories emerging from participant narratives, providing a rich and contextual understanding. Results: The research findings indicate that perceived usefulness and perceived ease of use are key drivers of digital health application acceptance. However, concerns about data privacy and the need for personal interaction with healthcare professionals present significant barriers. Digital health applications are perceived as supporting tools that complement conventional services, not as a complete replacement. Conclusion: This study concludes that the acceptance of digital health applications in urban communities is selective, influenced by the balance between perceived benefits, ease of use, and guaranteed data security and privacy. Keywords: Digital Health Applications, Qualitative Research; Technology Acceptance; Urban Communities; User Perception. Pendahuluan: Transformasi digital telah merambah berbagai sektor kesehatan, menghadirkan aplikasi kesehatan digital yang menawarkan akses layanan dan informasi kesehatan. Pemahaman mendalam mengenai persepsi dan penerimaan pengguna, khususnya di masyarakat perkotaan yang terpapar teknologi, menjadi krusial untuk optimalisasi implementasi aplikasi tersebut. Studi ini berupaya mengisi kesenjangan pengetahuan mengenai faktor-faktor subjektif yang memengaruhi adopsi teknologi kesehatan digital dari perspektif pengguna. Tujuan: Untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi, pengalaman, dan faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna terhadap aplikasi kesehatan digital di kalangan masyarakat perkotaan. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi manfaat yang dirasakan, tantangan yang dihadapi, serta harapan pengguna terhadap fitur dan layanan aplikasi kesehatan digital. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan partisipan yang merupakan pengguna aktif aplikasi kesehatan digital di wilayah perkotaan, dipilih secara purposif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tema, dan kategori yang muncul dari narasi partisipan, sehingga memberikan pemahaman yang kaya dan kontekstual. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan (perceived ease of use) merupakan pendorong utama penerimaan aplikasi kesehatan digital. Namun, kekhawatiran mengenai privasi data dan kebutuhan akan interaksi personal dengan tenaga medis menjadi hambatan signifikan. Aplikasi kesehatan digital diterima sebagai alat pendukung yang melengkapi layanan konvensional, bukan pengganti total. Simpulan: Penerimaan aplikasi kesehatan digital di masyarakat perkotaan bersifat selektif, dipengaruhi oleh keseimbangan antara manfaat yang dirasakan, kemudahan penggunaan, serta jaminan keamanan dan privasi data. Kata Kunci: Aplikasi Kesehatan Digital; Masyarakat Perkotaan; Penelitian Kualitatif; Penerimaan Teknologi; Persepsi Pengguna. Background: Digital transformation has penetrated various health sectors, giving rise to digital health applications that offer access to health services and information. A deep understanding of user perceptions and acceptance, particularly in urban communities exposed to technology, is crucial for optimizing the implementation of these applications. This study seeks to fill the knowledge gap regarding subjective factors influencing the adoption of digital health technology from a user perspective: Purpose: To explore in-depth the perceptions, experiences, and factors influencing user acceptance of digital health applications among urban communities.The research focuses on identifying perceived benefits, challenges faced, and user expectations regarding the features and services of digital health applications. Method: This research employed a qualitative approach with a case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews with participants who are active users of digital health applications in urban areas, selected purposively. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns, themes, and categories emerging from participant narratives, providing a rich and contextual understanding. Results: The research findings indicate that perceived usefulness and perceived ease of use are key drivers of digital health application acceptance. However, concerns about data privacy and the need for personal interaction with healthcare professionals present significant barriers. Digital health applications are perceived as supporting tools that complement conventional services, not as a complete replacement. Conclusion: This study concludes that the acceptance of digital health applications in urban communities is selective, influenced by the balance between perceived benefits, ease of use, and guaranteed data security and privacy. Keywords: Digital Health Applications, Qualitative Research; Technology Acceptance; Urban Communities; User Perception. Pendahuluan: Transformasi digital telah merambah berbagai sektor kesehatan, menghadirkan aplikasi kesehatan digital yang menawarkan akses layanan dan informasi kesehatan. Pemahaman mendalam mengenai persepsi dan penerimaan pengguna, khususnya di masyarakat perkotaan yang terpapar teknologi, menjadi krusial untuk optimalisasi implementasi aplikasi tersebut. Studi ini berupaya mengisi kesenjangan pengetahuan mengenai faktor-faktor subjektif yang memengaruhi adopsi teknologi kesehatan digital dari perspektif pengguna. Tujuan: Untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi, pengalaman, dan faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna terhadap aplikasi kesehatan digital di kalangan masyarakat perkotaan. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi manfaat yang dirasakan, tantangan yang dihadapi, serta harapan pengguna terhadap fitur dan layanan aplikasi kesehatan digital. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan partisipan yang merupakan pengguna aktif aplikasi kesehatan digital di wilayah perkotaan, dipilih secara purposif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tema, dan kategori yang muncul dari narasi partisipan, sehingga memberikan pemahaman yang kaya dan kontekstual. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan (perceived ease of use) merupakan pendorong utama penerimaan aplikasi kesehatan digital. Namun, kekhawatiran mengenai privasi data dan kebutuhan akan interaksi personal dengan tenaga medis menjadi hambatan signifikan. Aplikasi kesehatan digital diterima sebagai alat pendukung yang melengkapi layanan konvensional, bukan pengganti total. Simpulan: Penerimaan aplikasi kesehatan digital di masyarakat perkotaan bersifat selektif, dipengaruhi oleh keseimbangan antara manfaat yang dirasakan, kemudahan penggunaan, serta jaminan keamanan dan privasi data. Kata Kunci: Aplikasi Kesehatan Digital; Masyarakat Perkotaan; Penelitian Kualitatif; Penerimaan Teknologi; Persepsi Pengguna. Background: Digital transformation has penetrated various health sectors, giving rise to digital health applications that offer access to health services and information. A deep understanding of user perceptions and acceptance, particularly in urban communities exposed to technology, is crucial for optimizing the implementation of these applications. This study seeks to fill the knowledge gap regarding subjective factors influencing the adoption of digital health technology from a user perspective: Purpose: To explore in-depth the perceptions, experiences, and factors influencing user acceptance of digital health applications among urban communities.The research focuses on identifying perceived benefits, challenges faced, and user expectations regarding the features and services of digital health applications. Method: This research employed a qualitative approach with a case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews with participants who are active users of digital health applications in urban areas, selected purposively. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns, themes, and categories emerging from participant narratives, providing a rich and contextual understanding. Results: The research findings indicate that perceived usefulness and perceived ease of use are key drivers of digital health application acceptance. However, concerns about data privacy and the need for personal interaction with healthcare professionals present significant barriers. Digital health applications are perceived as supporting tools that complement conventional services, not as a complete replacement. Conclusion: This study concludes that the acceptance of digital health applications in urban communities is selective, influenced by the balance between perceived benefits, ease of use, and guaranteed data security and privacy. Keywords: Digital Health Applications, Qualitative Research; Technology Acceptance; Urban Communities; User Perception. Pendahuluan: Transformasi digital telah merambah berbagai sektor kesehatan, menghadirkan aplikasi kesehatan digital yang menawarkan akses layanan dan informasi kesehatan. Pemahaman mendalam mengenai persepsi dan penerimaan pengguna, khususnya di masyarakat perkotaan yang terpapar teknologi, menjadi krusial untuk optimalisasi implementasi aplikasi tersebut. Studi ini berupaya mengisi kesenjangan pengetahuan mengenai faktor-faktor subjektif yang memengaruhi adopsi teknologi kesehatan digital dari perspektif pengguna. Tujuan: Untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi, pengalaman, dan faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna terhadap aplikasi kesehatan digital di kalangan masyarakat perkotaan. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi manfaat yang dirasakan, tantangan yang dihadapi, serta harapan pengguna terhadap fitur dan layanan aplikasi kesehatan digital. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan partisipan yang merupakan pengguna aktif aplikasi kesehatan digital di wilayah perkotaan, dipilih secara purposif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tema, dan kategori yang muncul dari narasi partisipan, sehingga memberikan pemahaman yang kaya dan kontekstual. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan (perceived ease of use) merupakan pendorong utama penerimaan aplikasi kesehatan digital. Namun, kekhawatiran mengenai privasi data dan kebutuhan akan interaksi personal dengan tenaga medis menjadi hambatan signifikan. Aplikasi kesehatan digital diterima sebagai alat pendukung yang melengkapi layanan konvensional, bukan pengganti total. Simpulan: Penerimaan aplikasi kesehatan digital di masyarakat perkotaan bersifat selektif, dipengaruhi oleh keseimbangan antara manfaat yang dirasakan, kemudahan penggunaan, serta jaminan keamanan dan privasi data. Kata Kunci: Aplikasi Kesehatan Digital; Masyarakat Perkotaan; Penelitian Kualitatif; Penerimaan Teknologi; Persepsi Pengguna.VVV