cover
Contact Name
Widodo Dwi Ismail Azis
Contact Email
widodo.dia@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
widodo.dia@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Jl. A.H. Nasution No.105, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40611, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
ISSN : -     EISSN : 30635349     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
JASH (Jurnal Agama dan Sosial Humaniora) is a scientific journal that publishes research findings and theoretical studies that focus on the interaction between religion and social humanities. This journal aims to provide a forum for academics, researchers and practitioners to share discoveries and innovations that support the development of science from an Islamic perspective.
Articles 30 Documents
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika di Sekolah Menengah Pertama : Systematic Literature Review Neng Syifa Nurul Hikmah; Ade Hilda Zaini Aditya; Sugilar, Hamdan
Science, Tecnology, Religious, Economic, and Social Humanitis (STREAS) Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jash.v3i1.3142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika di sekolah menengah pertama (SMP). Metode yang digunakan ialah systematic literature review (SLR). Populasinya mencakup seluruh studi primer mengenai kemampuan representasi matematis dengan sampelnya yaitu studi primer yang berada di Indonesia dengan rentang dari tahun 2017-2023 terdapat pada google scholar melalui publish or perish serta memenuhi kriteria inklusi. Hasil dari penelitian ini adalah secara umum kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika di sekolah menengah pertama tergolong baik. Kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika tergantung pada jenis representasi yang digunakan dan materi yang dihadapi. Kemudian, secara keseluruhan kemampuan representasi matematis siswa lebih baik pada elemen aljabar, analisis data dan peluang dibandingkan elemen geometri. Oleh karena itu, diperlukan adanya peningkatan khususnya dalam representasi simbolik dan verbal, untuk mendukung pemahaman yang lebih mendalam dan fleksibilitas dalam menghadapi beragam jenis masalah matematika di kehidupan nyata
Strategi Generasi Z dalam Mendukung Peningkatan Sertifikasi Halal UMKM di Indonesia Andani, Listia; Nurul Fitriyani, Gina; Mauli Anwar, Gilang; Pratiwi Hakim, Leni; Alba Wahyudi, Araya Ghifary
Science, Tecnology, Religious, Economic, and Social Humanitis (STREAS) Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jash.v3i1.3165

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia dengan jumlah yang mencapai lebih dari 64 juta unit usaha. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, salah satunya melalui peningkatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Dalam konteks demografi, Generasi Z merupakan salah satu kelompok usia produktif yang tumbuh di era digital dan memiliki karakter adaptif terhadap teknologi serta informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan strategi Generasi Z dalam mendukung peningkatan sertifikasi halal pada UMKM di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi literatur, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z berperan dalam mendorong sertifikasi halal melalui peningkatan literasi dan diseminasi informasi digital, edukasi serta sosialisasi kepada pelaku usaha, pendampingan proses pengajuan sertifikasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia halal, termasuk penyelia halal. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan Generasi Z dapat menjadi faktor pendukung dalam penguatan ekosistem halal nasional.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dan Disposisi Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas Nur Arafah, Arini; Sri Wahyuni, Ani; Solehudin, Solehudin
Science, Tecnology, Religious, Economic, and Social Humanitis (STREAS) Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jash.v3i1.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis dan disposisi matematis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan data diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah dan angket disposisi matematis. Analisis menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa secara umum berada pada kategori sedang, dengan siswa yang memiliki kemampuan tinggi menunjukkan penguasaan yang baik terhadap semua indikator. Sementara itu, siswa dengan disposisi matematis positif menunjukkan kepercayaan diri, ketekunan, dan refleksi diri yang cukup baik, meskipun masih terdapat aspek yang perlu diperbaiki seperti keberanian menghadapi soal sulit dan mencoba strategi baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa disposisi matematis siswa sudah berkembang dengan baik, namun kemampuan pemecahan masalah matematis masih memerlukan penguatan melalui strategi pembelajaran yang lebih terarah dan kontekstual
English Language Teaching in Islamic Education: A Bibliometric Analysis Nurfazri, Muhammad; Sulaeman, Dedi; Ali, Hapid
Science, Tecnology, Religious, Economic, and Social Humanitis (STREAS) Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jash.v3i1.3168

Abstract

The integration of English language teaching into Islamic education has expanded in response to global academic demands. However, comprehensive quantitative mapping of this field remains limited. This study aims to examine publication trends, intellectual structure, and thematic gaps in ELT within Islamic education. Using the Scopus database, the study analyzed 98 journal articles published between 2004 and 2026. Bibliometric analysis was performed with VOSviewer to explore keyword co occurrence, author collaboration networks, and citation patterns. The findings indicate a marked increase in research output after 2018. Indonesia appears as the leading contributor and an important center of international collaboration. Keyword co occurrence analysis shows a dominant focus on “English language teaching” and “Islamic education,” with increased attention to teachers’ roles and blended learning during the COVID 19 period. Citation analysis highlights key foundational studies and leading journals, including the Asian EFL Journal and Studies in English Language and Education, as central to the development of the field. The study also reveals thematic gaps in bilingualism, cultural schemas, teacher roles, competency-based curricula, technology integration, and the development of specialized instructional materials suited to the sociocultural context of Islamic institutions. These gaps provide clear directions for future research.
Budaya Kerja dan Implikasinya terhadap Pola Interaksi Serta Etos Kerja Pegawai Ismail Aziz, Widodo Dwi; Seto Prawira, Ario
Science, Tecnology, Religious, Economic, and Social Humanitis (STREAS) Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jash.v3i1.3169

Abstract

This research aims to examine how work culture influences employe interaction patterns and work ethic in creating a productive and sustainable work environment. The research uses a descriptive qualitative approach thru literature review from journals, books, and academic publications related to work culture, work ethic, and work life balance. Analysis was conducted thru data reduction, presentation, and qualitative conclusion drawing. The results show that a positive work culture characterized by openness, cooperation, and mutual respect encourages harmonious interactions and enhances work ethic. Work life balance also plays a role in maintaining performance consistency and employe well being. Additionally, management support thru policies and supportive leadership becomes a key factor in building a healthy and sustainable work culture.
Islamic Financing Quality: Perspektif Halal Integrity dan Sharia Compliance Shofura Auliya; Riyan Hafiz; Listia Andani; Hilmi Zaki Ibrahim
Science, Tecnology, Religious, Economic, and Social Humanitis (STREAS) Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jash.v3i2.3743

Abstract

Perkembangan industri halal dan sektor pembiayaan syariah mendorong perlunya sistem penjaminan mutu yang mampu memastikan konsistensi penerapan prinsip-prinsip syariah dalam seluruh proses pembiayaan. Meskipun konsep Halal Quality Assurance (HQA) telah banyak diterapkan pada industri halal, kajian yang mengintegrasikan konsep tersebut ke dalam konteks pembiayaan syariah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen utama Halal Quality Assurance pada pembiayaan syariah serta mengembangkan Halal Quality Assurance Framework (HQAF) berdasarkan sintesis literatur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumentasi terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional, buku, serta regulasi yang berkaitan dengan pembiayaan syariah dan sistem penjaminan halal. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan literatur, reduksi data, kategorisasi tema, sintesis konsep, dan penyusunan framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HQAF pada pembiayaan syariah dibangun oleh empat komponen utama, yaitu Sharia Governance, Sharia Compliance, Halal Integrity, serta Monitoring and Evaluation. Keempat komponen tersebut membentuk suatu sistem yang saling terintegrasi dalam mendukung penerapan Halal Quality Assurance, sehingga mampu memperkuat kepercayaan nasabah dan mendukung keberlanjutan ekosistem industri halal. Framework yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan konseptual bagi institusi keuangan syariah serta menjadi dasar bagi penelitian empiris pada masa mendatang.
Unveiling Women's Language Patterns in Barbie in the 12 Dancing Princesses Ayang Winda; Nurfithri Nurfithri; Eva Meidi Kulsum; Hudzwah Alifah Muzhaffarah
Science, Tecnology, Religious, Economic, and Social Humanitis (STREAS) Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jash.v3i2.3776

Abstract

Women’s language refers to a sociolinguistic structure that encompasses various unique and distinctive linguistic features predominantly used by female speakers, including hedges, intensifiers, tag questions, polite forms, empty adjectives, and emotional expressions.This study aims to analyze the linguistic features used by women as revealed in the dialogues of female characters in the animated film Barbie in the 12 Dancing Princesses (2006).Using a descriptive qualitative approach, data were collected through an analysis of the film’s transcript, focusing on the dialogue spoken by ten female characters: Genevieve, Lacy, Fallon, Blair, Courtney, Dia, Edeline, Janessa, Kathleen, and Duchess Rowena.Robin Lakoff's (2004) theoretical framework, enriched and reinforced by Holmes (2013), Coates (2015), and Tannen (1991), served as a reference for identifying and classifying linguistic features in the dialogues.The findings indicate that hedging emerged as the most dominant feature, followed by emotional expressiveness, relational language, superpolite forms, intensifiers, and apologies.Genevieve, as the main character, exhibits the broadest and most complex range of feminine language features.This reflects Genevieve’s crucial role in relational negotiation and emotional mediation.
Komparasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis: Studi Eksperimen antara Hasil Tes Formatif dan Tes Sumatif pada Materi Transformasi Fungsi Ditinjau dari Self-Efficacy Siswa Reza Maulana; Hamdan Sugilar; Rafan Aghna Kaysan
Science, Tecnology, Religious, Economic, and Social Humanitis (STREAS) Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jash.v3i2.3791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan pemecahan masalah matematis antara Hasil tes formatif dan sumatif pada materi transformasi fungsi ditinjau dari self-efficacy. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data mengenai self-efficacy, nilai hasil tes formatif dan sumatif pembelajaran siswa untuk dianalisis secara deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa kelas 12 di sebuah SMA Negeri yang ada di Bandung pada tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket self-efficacy dengan skala Likert, yang mencakup 18 pernyataan (9 pernyataan positif dan 9 pernyataan negatif) terkait dengan keyakinan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, baik yang mudah maupun yang sulit, serta dalam mencapai tujuan akademik mereka. Data nilai pembelajaran diperoleh dari hasil ulangan harian pada materi persamaan garis lurus. Teknik analisis data melibatkan kategorisasi tingkat self-efficacy siswa ke dalam tiga kategori (rendah, sedang, tinggi) berdasarkan rumus statistik, kemudian mengamati perbandingan kemampuan pemecahan masalah antara Hasil tes formatif dan sumatif dan self-efficacy secara deskriptif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang perbandingan kemampuan pemecahan masalah antara hasil tes formatif dan sumatif pada materi transformasi fungsi ditinjau dari self-efficacy.
Relevansi Konsep Hak Dalam Fiqh Islam Terhadap Isu-Isu Ekonomi Digital Dan Ekonomi Berbagi Muhammad Afif Sholahudin; Mega Silvia
Science, Tecnology, Religious, Economic, and Social Humanitis (STREAS) Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jash.v3i2.3792

Abstract

Perkembangan pesat ekonomi digital dan ekonomi berbagi telah melahirkan model transaksi baru yang mendisrupsi konsep hak dan kepemilikan konvensional, menimbulkan persoalan yuridis-etis terkait status aset digital, hak akses, dan alokasi tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan aplikabilitas konsep hak (al-haqq) dalam yurisprudensi Islam (fiqh) sebagai kerangka normatif untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan yang mengintegrasikan pendekatan normatif-yuridis, komparatif, dan deskriptif-analitis, penelitian ini membedah isu-isu kunci dalam kedua ranah ekonomi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep harta (al-māl) dalam fiqh cukup fleksibel untuk mengakui aset digital sebagai objek properti, namun dengan klasifikasi hak yang berbeda: haqq al-milk (hak milik) untuk aset terdesentralisasi dan haqq al-manfa'ah (hak manfaat) untuk layanan berbasis platform. Transaksi ekonomi berbagi dapat dikonstruksikan melalui akad ijārah, namun memerlukan pemetaan ulang relasi tripartit (platform-mitra-pengguna) melalui kombinasi akad lain seperti wakālah atau ju'alah. Lebih lanjut, prinsip-prinsip fiqh seperti larangan gharar (ketidakpastian), penegakan dhamān (jaminan ganti rugi), dan kewajiban mewujudkan keadilan ('adl) menyediakan landasan etis yang kuat untuk mengkritik dan mereformasi praktik platform yang tidak transparan dan tidak adil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fiqh Islam, melalui ijtihad kontemporer yang berorientasi pada maqāṣid al-sharī'ah, memiliki kapasitas untuk memberikan solusi hukum yang adil dan maslahat bagi ekosistem ekonomi modern.
Transformasi Rehabilitasi Sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial: Peran Dinas Sosial Kabupaten Tangerang dalam Layanan Terintegrasi Maemunah Indah Sari; Muhammad Haikal As-Shidqi
Science, Tecnology, Religious, Economic, and Social Humanitis (STREAS) Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jash.v3i2.3812

Abstract

Rehabilitasi sosial di Indonesia mengalami pergeseran penting dari pendekatan berbasis kategori masalah menuju layanan yang menempatkan keberfungsian sosial, kebutuhan individual, keluarga, komunitas, dan jejaring layanan sebagai pusat intervensi. Artikel ini menganalisis transformasi peran Dinas Sosial Kabupaten Tangerang dalam penyelenggaraan rehabilitasi sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), sekaligus menilai kesesuaiannya dengan perkembangan kebijakan nasional mutakhir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus berbasis analisis dokumen. Korpus data mencakup regulasi nasional, dokumen dan laman layanan resmi Pemerintah Kabupaten Tangerang, publikasi statistik, serta literatur ilmiah relevan periode 2019–2026. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengodean tematik, perbandingan kebijakan, dan triangulasi antar-sumber. Hasil menunjukkan tiga transformasi utama. Pertama, orientasi layanan bergeser dari penertiban dan penampungan menuju asesmen, perlindungan, pemulihan fungsi sosial, rujukan, reunifikasi, dan pemberdayaan. Kedua, peran Dinas Sosial berkembang menjadi pengelola kasus dan penghubung lintas sektor melalui UPTD, fasilitas kesehatan, pemerintah kecamatan/desa, Dukcapil, dan lembaga sosial. Ketiga, kualitas layanan semakin ditentukan oleh integrasi data, kontinuitas case record, kapasitas pekerja sosial, evaluasi berbasis outcome, serta mekanisme pengaduan dan kepuasan masyarakat. Namun, penggunaan nomenklatur PMKS yang masih bertahan secara kelembagaan dan dominasi indikator output menunjukkan adanya masa transisi kebijakan. Artikel ini menawarkan model penguatan rehabilitasi sosial daerah berbasis empat pilar: asesmen komprehensif, case management terintegrasi, intervensi biopsikososial-spiritual yang proporsional, dan evaluasi outcome keberfungsian sosial. Temuan menegaskan bahwa peningkatan mutu rehabilitasi sosial tidak cukup melalui bantuan atau layanan residensial, tetapi memerlukan tata kelola kasus yang berkesinambungan dan berpusat pada penerima layanan.

Page 3 of 3 | Total Record : 30