cover
Contact Name
Abdul Rahman Ramadhan
Contact Email
abdulrahmanramadhan95@gmail.com
Phone
+6285162544800
Journal Mail Official
maktabahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Basuki Rahmat, Perum. Griya Permata Buana B-03 Kec. Kaliwates, Kab. Jember, Jawa Timur, 68132
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin
ISSN : 31091113     EISSN : 3108978X     DOI : -
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Intersidiplin (E-ISSN 3108-978X | P-ISSN 3109-1113) merupakan jurnal ilmiah nasional yang terbit secara berkala 3 (tiga) kali dalam setahun pada bulan April, Agustus dan Desember sejak tahun 2024. Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Intersidiplin diterbitkan dan dikelola secara independen oleh Syamilah Publishing yang berada di bawah naungan PT Syamilah Literasi Islami dan didedikasikan sebagai media publikasi karya akademik terbaik para peneliti dari kalangan akademisi dan praktisi. Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Intersidiplin menempatkan isu-isu seputar ilmu-ilmu Keislaman secara umum sebagai fokus kajian akademis. Artikel yang dipublikasikan Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Intersidiplin ditulis menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab. Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Intersidiplin berkomitmen menjunjung tinggi etika publikasi dan intergtitas penelitian melalui proses peer review pada setiap artikel untuk menerbitkan artikel-artikel dalam berbagai dimensi dan pendekatan yang berkualitas serta terbebas dari faktor subjektifitas dan konflik kepentingan. Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Intersidiplin memiliki visi menjadi salah satu jurnal rujukan utama dan terdepan dalam bidang kajian Ilmu-ilmu Keislaman serta memiliki misi memfasilitasi kebutuhan media publikasi berbagai jenis penelitian sehingga dapat menampung dan menyebarluaskan gagasan-gagasan orisinil dan otentik yang berkaitan dengan pengembangan wawasan keilmuan khususnya di bidang Ilmu Keislaman. Penerbitan Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Intersidiplin merupakan perwujudan komitmen Syamilah Publishing Terhadap pengembangan ilmu keislaman sekaligus sebagai upaya dan langkah konkrit dalam penyebaran dakwah Islam melalui publikasi ilmiah. Sebagai jurnal baru, artikel yang dipublikasikan Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Intersidiplin telah terindeks di berbagai platform indeks artikel ilmiah seperti Google Scholar, dan lain-lain.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2024): December" : 5 Documents clear
Privacy Ethics and Islamic Morals in the Era of Digital Surveillance: Etika Privasi dan Akhlak Islam dalam Era Digital Surveillance Abdul Rahman Ramadhan
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara privasi dan etika Islam dalam era digital surveillance dan mengidentifikasi isu-isu yang berkaitan dengan privasi dalam Islam, dan mengeksplorasi solusi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam untuk menjaga privasi dalam dunia digital. Pada era digital, teknologi informasi telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kehidupan setiap muslim, termasuk dalam hal penyimpanan, pengumpulan, dan pertukaran data pribadi. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi tersebut, muncul kekhawatiran mengenai privasi dan etika dalam Islam. Privasi merupakan nilai yang penting dalam Islam, karena melibatkan penghormatan terhadap integritas individu, pengendalian informasi pribadi, dan perlindungan terhadap intervensi yang tidak sah. Maka, penting untuk memahami implikasi etika privasi dalam konteks Islam dalam menghadapi tantangan digital surveillance. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka dan analisis konten sebagai teknik analisis data. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder seperti buku, jurnal penelitian, artikel ilmiah, dan situs web resmi yang berisi informasi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang privasi dan etika Islam dalam konteks digital surveillance, serta memberikan arahan praktis bagi individu Muslim dalam menjaga privasi dan menghadapi tantangan privasi dalam dunia digital.
Review of the Fiqh rule of  Al-‘Adah Muhakkamah on the Sebambangan Tradition of Lampung People: Tinjauan Kaidah Fikih Al-‘Adah Muhakkamah terhadap Tradisi Sebambangan Masyarakat Lampung Rahmatullah Ramdani; Muhammad Nadzif Zaky El Farabi; Kemal Lutfi; Akhmad Husaini
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaidah fikih adalah salah satu cabang dari ilmu syariat yang mempunyai kedudukan penting dalam menentukan hukum Islam, karena kaidah-kaidah tersebut bertujuan untuk menjaga agama Islam dalam menentukan hukum. Al-’adah muhakkamah merupakan salah satu kaidah dari 5 kaidah-kaidah fikih kulliah kubro yang memiliki kedudukan yang penting dalam penetapan hukum Islam. Lampung merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masih memiliki kawasan adat yang kuat. Walaupun lampung menjadi daerah transmigran namun masyarakat lampung masih melestarikan adat dan budaya lampung. Sebambangan merupakan salah satu adat yang digunakan dalam pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat suku Lampung. Tradisi Sebambangan juga merupakan tradisi atau adat yang sudah turun temurun dari zaman dahulu dan masih ada sampai sekarang. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun jenis penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library reaserch) dan teknik pengumpulan data dengan membaca literatur yang relevan yang dicari dari berbagai sumber seperti artikel jurnal, skripsi, tesis, dan website. Hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui prosesi adat sebambangan pada masyarakat lampung dan mengkaji kaidah fikih al-‘adah muhakkamah terhadap prosesi sebambangan.
Human Essence and Spiritual Need: A Comparative Analysis of Religious Doctrine and Human Nature Afiralda, Iffa; Hasibuan, Renni
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The exploration of human essence and the intrinsic spiritual need has become increasingly crucial in understanding how religious doctrines shape and reflect the fundamental nature of humanity, highlighting the ongoing interplay between belief systems and human identity across different cultures and philosophies. This research utilizes library research methods by analyzing primary data such as research books and theses, and secondary data including relevant books, articles, and journals. The data is analyzed using both deductive and inductive approaches.  The result research shows that humans, with all their unique capacities and abilities, have a fundamental need for religion and religious doctrine. From the perspective of religion and philosophy, humans are recognized as multifaceted beings capable of rational thought, speech, cooperation in society, and the pursuit of spiritual meaning. Religion provides moral, psychological, and social guidance that helps humans achieve physical and mental well-being in this life and the next. These findings imply that a deep understanding of human essence and spiritual needs, through religious doctrine, can provide valuable guidance for the development of educational policies and social interventions that support human physical and mental well-being in a religious and philosophical context.
Obligation to Submit Collateral in Banking Law No. 10 of 1998 from the Maqashid Syariah: Kewajiban Penyerahan Jaminan dalam Undang-undang Perbankan No. 10 Tahun 1998 Perspektif Maqashid Syariah M. Safri Machfudin; Indonesia, Indonesia
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui implementasi maqashid syariah dalam penyerahan jaminan menurut undang-undang nomor 10 tahun 1998. Bahwa agunan merupakan jaminan yang diserahkan nasabah kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan dengan menggunakan prinsip Syariah. Adanya sebuah penyerahan jaminan dikarenakan akad tersebut mengandung risiko, oleh karena itu undang-undang perbankan mengatur tentang penyaluran kredit dan pembiayaan Syariah. Perlunya implementasi maqashid syariah dalam penyerahan jaminan untuk memastikan bahwa nasabah dan bank saling berkomitmen untuk saling menjaga jiwa dan harta demi keberlangsungan sebuah akad. Upaya implementasi maqashid Syariah dalam penyerahan jaminan juga dapat dilakukan dengan memperhatikan manajemen risiko dari penyaluran kredit atau pembiayaan Syariah. Selain itu pihak bank dan nasabah juga memperhatikan aspek-aspek maqashid syariah seperti: dilarang mencuri dan sanksi atasnya, dilarang curang dan berkhianat di dalam berbisnis, dilarang riba, dilarang memakan harta orang lain dengan cara yang bathil dan berkewajiban untuk mengganti barang yang telah rusak. Dengan adanya hal itu semua pihak nasabah dan bank merasa terjamin harta dan jiwanya dalam penyerahan jaminan.
Challenges of Information Technology from an Islamic Law Perspective: Tantangan Teknologi Informasi Perspektif Hukum Islam Muhammad Akbar Herman; Qadir Gassing; Abdul Rahman R
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui dampak teknologi informasi bagi kehidupan manusia, tantangan ilmu-ilmu islam terhadap perkembangan teknologi dan penggunaan teknologi informasi perspektif hukum islam. Hasil penelitian ini menunjukkan: Dampak positif teknologi informasi dan komunikasi adalah mudahnya melakukan aktivitas jual-beli melalui e-commerce atau perdagangan online berkat adanya internet. Salah satu contoh dampak negatif teknologi informasi dan komunikasi terlihat dari makin sulitnya melindungi anak-anak dari pengaruh buruk konten di internet, Faktor yang menjadi tantangan ilmu-ilmu keIslaman di tengah perkembangan sains modern, di antaranya adalah ambivalensi teknologi, kalangan umat Islam masih banyak yang hanya menekankan pada studi pustaka daripada studi terhadap realitas sosiokultur dan belum ada paradikma yang jelas tentang posisi nilai normatif, eksistensi dan struktur keilmuan Islam, Islam tidak mengenal adanya pembagian bidang-bidang kehidupan manusia, sehingga bidang pengembangan teknologi informasi pun juga merupakan bagian integral kehidupan seorang muslim secara utuh yang harus diorientasikan kepada paradigma kehidupan tauhid. Penguasaan terhadap teknologi informasi dan pemanfaatannya seoptimal mungkin menjadi penting bagi setiap muslim sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Dengan demikian aplikasi teknologi selayaknya sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai Islam serta diabadikan kepada nilai-nilai kemanusiaan

Page 1 of 1 | Total Record : 5