cover
Contact Name
Citra Puspa Juwita
Contact Email
helfinjurnal@gmail.com
Phone
+62881010177227
Journal Mail Official
helfinjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Vokasi Gedung AB Kampus Cawang - Jl. Mayjen Sutoyo No.2 Cawang, Jakarta Timur 13630, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
HelFin Journal
ISSN : -     EISSN : 30267374     DOI : https://doi.org/10.33541/helfin.v2i2.6920
HelFin (Health and Financial Journal) is a journal contains appropriate and applied research in the fields of health and finance, which is published twice a year (January and July). This journal is published by the Vocational Faculty of the Indonesian Christian University, which has the aim of producing good and quality publications, carrying out valid and trustworthy journal management and collaborating with national journal associations. The scope/focus of issues covered in the Journal are neuroscience, musculoskeletal, cardiovascular pulmonary, pediatrics, sports health, and exercise therapy, elderly health, medical surgery, maternity, community, mental, critical, emergency, and family, management, accounting, analysis finance and banking, and marketing, tax management, tax litigation, logistics tax, and export & import tax.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 49 Documents
GAMBARAN KUALITAS RJP MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER V UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA BERDASARKAN PARAMETER QCPR: OVERVIEW OF THE QUALITY OF CPR OF FIFTH SEMESTER NURSING STUDENTS OF INDONESIAN CHRISTIAN UNIVERSITY BASED ON QCPR PARAMETERS Donny Mahendra
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.7772

Abstract

Latar Belakang: Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan tindakan kegawatdaruratan yang membutuhkan kualitas pelaksanaan tinggi untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien henti jantung. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki keterampilan RJP yang sesuai standar High-Quality Cardiopulmonary Resuscitation (QCPR). Penggunaan manikin QCPR memungkinkan penilaian kualitas RJP secara objektif berdasarkan parameter terukur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas Resusitasi Jantung Paru (RJP) mahasiswa berdasarkan parameter QCPR. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional, yang dilakukan pada bulan September – Oktober 2025. Teknik Sampling dengan menggunakan total sampling sebanyak 16 responden. Parameter yang diukur meliputi frekuensi kompresi, kedalaman kompresi, dan skor kualitas RJP. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta nilai rerata. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (93,75%). Sebagian besar responden mampu melakukan frekuensi kompresi sesuai standar 100–120 kali per menit (68,75%) dengan rerata 117 kali per menit. Mayoritas responden juga mencapai kedalaman kompresi yang direkomendasikan yaitu 5–6 cm (87,5%) dengan rerata kedalaman 60 mm. Penilaian kualitas RJP menggunakan manikin QCPR menunjukkan sebagian besar responden memperoleh skor 81–100 (87,5%) dengan rerata skor keseluruhan sebesar 92. Kesimpulan: Kualitas Resusitasi Jantung Paru mahasiswa Keperawatan Semester V Universitas Kristen Indonesia berdasarkan parameter QCPR berada pada kategori baik hingga sangat baik.
TERAPI MUSIK NATURAL SOUNDS TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DI PUSKESMAS KECAMATAN KRAMAT JATI: NATURAL SOUNDS MUSIC THERAPY TO REDUCING ANXIETY IN THIRD-TRIMESTER PRIMIGRAVID MOTHERS AT THE KRAMAT JATI DISTRICT HEALTH CENTER Ningsi S.Payon Payon; Anggrayeni Purba
HelFin Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i2.7836

Abstract

Kehamilan pertama pada trimester III sering disertai munculnya kecemasan pada ibu hamil, yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis ibu serta perkembangan janin. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian terapi musik natural sounds terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua responden yang diberikan terapi musik natural sounds selama 30 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta pengisian kuesioner tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian terapi musik natural sounds. Pada pasien pertama, skor kecemasan awal dengan nilai 40 menurun menjadi kategori sedang dengan skor 27. Selain itu, pasien juga melaporkan perbaikan pola tidur serta penurunan nyeri punggung dari skala 5 menjadi skala 3.Pada pasien kedua, skor kecemasan berat sebesar 36 sebelum intervensi. Setelah mendapatkan terapi musik natural sounds selama tiga hari berturut-turut, skor kecemasan pasien kedua menurun menjadi kategori sedang dengan nilai 19. Responden mengungkapkan perasaan lebih tenang, nyaman, dan rileks, serta berkurangnya ketegangan selama menjalani terapi. Terapi musik natural sounds terbukti efektif sebagai alternatif intervensi non-invasif dalam membantu mengurangi kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III.
TERAPI INHALASI DAN CHEST THERAPY UNTUK MENGATASI KETIDAKBERSIHAN JALAN NAFAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RSUD BUDHI ASIH: INHALATION THERAPY AND CHEST THERAPY TO TREAT AIRWAY OBSTRUCTION IN PATIENTS WITH CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE (COPD) IN BUDHI ASIH GENERAL HOSPITAL Yanti Anggraini; Afrianialita Saputri Kembaren
HelFin Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i2.7907

Abstract

Secara dunia, penyakit PPOK menjadi penyebab kematian ketiga dengan jumlah 3,23 juta dan penyebab kematian ketiga tertinggi. Pasien PPPOK mengalami sesak nafas dan batuk produktif. Masalah keperawatan yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif. Terapi inhalasi dan Fisioterapi dada bisa mengatasi sesak nafas dan meningkatkan keluarnya dahak. Untuk melakukan asuhan keperawatan, khususnya penerapan tindakan mandiri dan kolaborasi pada pasien penyakit obstruktif paru kronik dengan melakukan chest therapy dan terapi inhalasi untuk mengatasi ketidakefektifan jalan napas. Studi kasus dengan mengambil 2 pasien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta diberikan intervensi inhalasi dan chest terapi dalam tiga hari. Sebelum intervensi, kedua pasien sesak nafas dan batuk susah mengeluarkan dahak. Pasien 1 RR= 27 kali/menit dan Saturasi 93%. Pasien 2 RR= 30 kali/menit dan Saturasi 95%. Setelah intervensi, kedua pasien tidak sesak nafas lagi dan batuk berkurang serta bisa mengeluarkan dahak dengan konsistensi encer dan berwarna putih kekuningan. Pasien 1 RR= 21 kali/menit dan saturasi 99%. Pasien 2 RR= 20 kali/menit dan saturasi 100%. Kombinasi terapi inhalasi dan chest therapy terbukti efektif dalam mengatasi ketidakbersihan jalan napas pada pasien PPOK. Intervensi yang rutin disertai dukungan keluarga berperan penting dalam keberhasilan perawatan.
KAJIAN DAMPAK URBANISASI TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA DI KOTA SIDOARJO: STUDY OF THE IMPACT OF URBANIZATION ON MENTAL HEALTH OF ADOLESCENTS IN SIDOARJO CITY Satunggale Kurniawan; Chusnul Chabibah Ilhama
HelFin Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i2.8132

Abstract

Urbanisasi yang berkembang pesat di Kota Sidoarjo telah mengubah kondisi sosial, lingkungan, dan pola interaksi masyarakat yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak urbanisasi terhadap kesehatan mental remaja di Kota Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan terdiri atas 12 remaja berusia 13–18 tahun sebagai informan utama dan 4 informan pendukung yang meliputi guru bimbingan konseling, orang tua, dan tenaga kesehatan jiwa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan tahapan transkripsi, pengodean, pengelompokan tema, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urbanisasi meningkatkan tekanan sosial dan akademik, mengurangi ketersediaan ruang terbuka hijau, memperkuat pengaruh media sosial, serta membatasi akses terhadap layanan konseling. Kondisi tersebut memunculkan gejala kecemasan, kesepian, gangguan tidur, penurunan motivasi, dan keterasingan emosional akibat berkurangnya komunikasi dalam keluarga. Temuan menegaskan bahwa urbanisasi berkontribusi terhadap kerentanan kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk memperkuat layanan psikologis, meningkatkan literasi kesehatan mental, serta menyediakan lingkungan yang lebih mendukung kesejahteraan psikososial remaja.
OPTIMALISASI SUMBER PENDAPATAN DAERAH: PENGARUH PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DKI JAKARTA: OPTIMIZING REGIONAL REVENUE SOURCE: THE IMPACT OF MOTOR VEHICLE TAX AND MOTOR VEHICLE TRANSFER FEE ON REGIONAL ORIGINAL REVENUE IN DKI JAKARTA Alen. S. Purba Alen. S. Purba; Tesalonika Tesalonika; Apryana R. Situmorang Apryana R. Situmorang; Petra F.K. Lase Petra F.K. Lase
HelFin Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i2.8303

Abstract

Penelitian ini berupaya memahami dampak yang ditimbulkan oleh Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas pendapatan daerah yang berasal secara langsung dari dalam daerah (PAD) Provinsi DKI Jakarta selama periode tahun 2015 hingga 2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa realisasi penerimaan PKB, BBNKB, dan PAD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial PKB memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap PAD. Sementara itu, BBNKB berpengaruh positif terhadap PAD dan secara simultan, PKB dan BBNKB berpengaruh signifikan terhadap PAD . Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa 72,8 persen PAD dapat dipengaruhi oleh variabel PKB dan BBNKB, sedangkan sisanya oleh variabel lain selain PKB dan BBNKB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor pajak kendaraan bermotor memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan fiskal daerah. Sehingga, optimalisasi pemungutan PKB dan BBNKB melalui digitalisasi layanan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta penguatan pengawasan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan.
LAPAROTOMI EKSPLORASI BENDA ASING DI PILORUS YANG MENYERUPAI OBJEK DI KOLON PADA ANAK: LAPORAN KASUS: EXPLORATORY LAPAROTOMY FOR A PYLORIC FOREIGN BODY MIMICKING A COLONIC OBJECT IN A CHILD: A CASE REPORT Catharina Dian Wahju Utami; Ida Bagus Artha Vijaya Vijaya
HelFin Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i2.8358

Abstract

Menelan benda asing merupakan masalah yang sering terjadi pada anak-anak, dan sebagian besar benda yang tertelan akan melewati saluran pencernaan secara spontan. Namun, lokalisasi yang tidak akurat pada radiografi polos dapat menunda penanganan yang tepat. Kami melaporkan kasus A.R., seorang gadis berusia 8 tahun yang datang dengan riwayat menelan benda asing disertai mual, nyeri perut dan demam. Radiografi abdomen polos awal menunjukkan benda radiopak tidak beraturan yang diproyeksikan di sisi kanan perut dan awalnya diinterpretasikan berada di usus besar. Pasien diobservasi selama empat hari sambil menunggu migrasi distal dan lewatnya benda tersebut secara spontan melalui anus. Penilaian ulang serial menunjukkan tidak ada perkembangan yang sesuai dengan transit usus besar normal. Evaluasi ulang radiografi menunjukkan bahwa benda tersebut masih tertahan di daerah pilorus lambung. Karena retensi yang terus-menerus dan kekhawatiran akan gejala yang berkelanjutan, dilakukan laparotomi eksplorasi. Benda asing tersebut diidentifikasi dan dikeluarkan dengan sukses. Dokumentasi intraoperatif mengkonfirmasi keberadaan benda asing yang tertahan, dan benda yang diekstraksi memiliki kontur seperti bintang yang sesuai dengan tampilan radiografi. Kasus ini menggambarkan bagaimana satu foto rontgen perut anteroposterior dapat menyesatkan karena tumpang tindih dua dimensi struktur perut. Evaluasi serial yang cermat, reinterpretasi pencitraan, dan intervensi tepat waktu sangat penting ketika benda asing yang tertelan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
PENDEKATAN EKSPANSI SEKTOR BATU BATA MERAH DALAM MENINGKAT KEUANGAN KELUARGA: AN EXPANSION APPROACH TO THE RED BRICK SECTOR FOR IMPROVING FAMILY FINANCES Marce Sherly Kase; Egidius Imanuel Laka
HelFin Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i2.8483

Abstract

Riset ini bertujuan untuk memahami metode peningkatan Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Batu Bata Merah dalam upaya peningkatan keuangan keluarga di Desa Oemenu, Kecamatan Aplasi, Kabupaten Timor Tegah Utara. Riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, partisipan dalam riset ini ditentukan dengan pertimbangan tertentu, sehingga responden dalam riset ini terdiri dari pemilik usaha dan pekerja batu bata merah. Informasi dalam riset ini diperoleh melalui wawancara dan kajian dokumen, dianalisis secara kualitatif interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penentuan kesimpulan yang tepat. Riset ini menginformasikan bahwa cara peningkatan penerimaan keluarga pelaku sektor batu bata merah di Desa Oemenu terdiri dari beberapa kategori utama. Pendekatan produk dilakukan guna meningkatkan kualitas bahan baku, pendekatan harga difokuskan pada penyesuaian harga berdasarkan mutu bahan baku yang dikembangkan. Penerapan pendekatan pengiriman melalui ketersediaan jasa kurir, dan pemanfaatan media sosial guna mendukung pendekatan promosi. Beberapa tahapan yang dilakukan oleh para pelaku usaha menghasilkan peningkatan daya saing, perluasan usaha dan peningkatan pendapatan keluarga yang signifikan.
PENERAPAN TEKNIK GUIDED IMAGERY UNTUK MENURUNKAN NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS. RIDWAN MEURAKSA JAKARTA TIMUR: GUIDED IMAGERY TECHNIQUE FOR REDUCING HEADACHE PAIN IN HYPERTENSIVE PATIENTS AT RIDWAN MEURAKSA HOSPITAL, EAST JAKARTA Hasian Leniwita; Ernita Muda
HelFin Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i2.8012

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan yang sering dialami pasien dewasa, prevalensinya terus meningkat serta risiko komplikasi yang ditimbulkannya. Pasien dapat mengalami keluhan nyeri kepala akibat gangguan perfusi serebral dan perubahan pada sistem vaskular otak. Selain terapi farmakologis, intervensi keperawatan nonfarmakologis diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah teknik guided imagery. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan teknik guided imagery dalam membantu menurunkan intensitas nyeri kepala penderita hipertensi. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua pasien hipertensi yang dirawat di RS Ridwan Meuraksa Jakarta Timur pada bulan Mei- Juni 2025. Nyeri di nilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Teknik guided imagery diberikan selama tiap hari selama tiga hari dengan lama waktu sekitar 15 menit pada setiap sesi. Setelah intervensi, pada pasien pertama nilai nyeri berkurang dari tujuh jadi dua, sedangkan pasien kedua dari tujuh turun ke satu. Hasil menyatakan penerapan teknik guided imagery berpotensi membantu menurunkan nyeri kepala dan dapat dipertimbangkan sebagai intervensi asuhan keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan penderita hipertensi.
CONTINUITY OF CARE DALAM LAYANAN KESEHATAN PRIMER TERHADAP PENDERITA KUSTA: A NARRATIVE REVIEW: CONTINUITY OF CARE DALAM LAYANAN KESEHATAN PRIMER TERHADAP PENDERITA KUSTA: A NARRATIVE REVIEW Clausewitz Masala
HelFin Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i2.8496

Abstract

Kusta (Morbus Hansen) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Pada tahun 2024, tercatat 14.698 kasus baru dengan Case Detection Rate sebesar 5,24 per 100.000 penduduk; 5,9% di antaranya disertai disabilitas tingkat 2 (Grade 2 Disability/G2D). Artikel ini bertujuan menelaah relevansi konseptual kerangka Kesinambungan Pelayanan (Continuity of Care/CoC) bagi tata kelola kusta di layanan kesehatan primer, serta merangkum bukti mengenai hambatan deteksi dan penanganan kusta di Indonesia. Artikel ini disusun sebagai narrative review berdasarkan penelusuran literatur pada basis data akademik dan dokumen kebijakan resmi WHO serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dengan prinsip bahwa setiap sumber yang disitasi harus dapat diverifikasi keberadaannya secara langsung, menghasilkan 14 sumber yang memenuhi kriteria inklusi dari 58 rekaman awal. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kerangka CoC, yang terdiri atas tiga dimensi (informasional, manajerial, dan relasional), secara konseptual relevan bagi kusta mengingat sifat kronis penyakit ini. Studi berbasis komunitas di Kabupaten Tegal menemukan rata-rata keterlambatan deteksi kasus sebesar 13,0 bulan, dengan kontribusi terbesar dari keterlambatan pasien (9,7 bulan) dibandingkan keterlambatan sistem kesehatan (3,2 bulan). Pemerintah Indonesia telah menyusun Rencana Aksi Nasional Zero Leprosy (NAP-L) dengan empat strategi utama. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa kerangka CoC relevan secara konseptual, namun bukti empiris spesifik mengenai implementasinya dalam konteks kusta di Indonesia masih sangat terbatas dalam literatur yang dapat diverifikasi. Secara praktis, temuan ini mengarahkan kebutuhan integrasi eksplisit prinsip CoC ke dalam NAP-L dan penelitian primer lanjutan untuk menguji penerapannya pada layanan kusta di Indonesia.