cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 730 Documents
PENGARUH PERBANDINGAN MINYAK DAN AMPAS BIJI KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANA L. WILLD) TERHADAP HASIL JADI KOSMETIK EYEBROW POMADE ULFAH, TSATYANA; SULANDJARI, SITI
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n2.24651

Abstract

Eyebrow pomade merupakan kosmetik untuk membentuk dan memberi warna pada alis. Minyak biji kemiri dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar eyebrow pomade karena mengandung trigliserida, asam lemak, protein dan triterpenoid yang dibutuhkan dalam membuat kosmetik eyebrow pomade. Ampas biji kemiri merupakan sisa dari proses ekstraksi minyak biji kemiri yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna pada eyebrow pomade. Tujuan penelitian ini antara lain: 1) Untuk mengetahui pengaruh perbandingan minyak dan ampas biji kemiri terhadap hasil jadi kosmetik eyebrow pomade yang meliputi sifat organoleptik (warna, tekstur, bentuk, daya oles) dan tingkat kesukaan panelis. 2) Untuk mengetahui hasil jadi kosmetik eyebrow pomade yang paling baik ditinjau dari warna, tekstur, bentuk dan daya oles. 3) Untuk mengetahui hasil jadi eyebrow pomade yang paling disukai panelis. 4) Untuk mengetahui kandungan kimia pada hasil jadi eyebrow pomade yang paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah perbandingan minyak dan ampas biji kemiri yaitu X1 (1,5 : 4,5), X2 (2 : 4), X3 (2,5 : 3,5) dan X4 (3 : 3). Variabel terikat penelitian ini yaitu hasil kosmetik eyebrow pomade meilputi warna, tekstur, bentuk, daya oles, tingkat kesukaan panelis dan kandungan kimia. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Terdapat pengaruh perbandingan minyak dan ampas biji kemiri (Aleurites Moluccana L. Willd) terhadap hasil jadi kosmetik eyebrow pomade yang dinilai sifat fisiknya secara organoleptik (warna, tekstur, bentuk, daya oles) dan kesukaan panelis. 2) Sampel X4 memiliki perbandingan yang paling baik dengan kriteria eyebrow pomade yang dihasilkan adalah berwarna cokelat tua, tekstur lembut, berbentuk semi padat dan mudah dioleskan. 3) Sampel X4 adalah sampel yang paling disukai oleh panelis. 4) Kandungan pada sampel X4 yaitu asam lemak linoleat, asam lemak oleat, asam amino, karamel, pinocembrin, dan triterpenoid. Kata Kunci: Eyebrow pomade, minyak biji kemiri, ampas biji kemiri.
PENINGKATAN KETERAMPILAN RIAS KARAKTER 3 DIMENSI DI KECAMATAN KAMAL DAN KOTA BANGKALAN MADURA MELALUI PELATIHAN AJENG TYAS UTAMI, TRI; SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n2.24653

Abstract

Peningkatan keterampilan rias karakter 3 dimensi melalui pelatihan dengan materi efek luka bakar derajat dua dengan media gelatin crystal gel bagi para pemerhati seni teater dikecamatan Kamal dan kota Bangkalan Madura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan pelatihan, 2) peningkatan keterampilan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan 3) respon peserta pada keterlaksanaan pelatihan keterampilan rias karakter 3 dimensi. Jenis penelitian ini adalah pre experimental dengan rancangan penelitian pre-test and post-test group design. Subyek penelitian dengan total populasi berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test dan angket. Analisis data digunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pelatihan diperoleh rata-rata keseluruhan 3,9 (sangat baik), keterampilan rias karakter 3 dimensi pada prestest rata-rata 4,2 (kurang), sedangkan hasil posttest rata-rata 7,6 (baik), sedangkan hasil uji-t berpasangan 37,027 taraf signifikasi 0,000<0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan sebesaar 3,4. Serta respon peserta diperoleh rata-rata 100% dengan kriteria sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan rias karakter 3 dimensi dapat meningkatkan keterampilan para pemerhati seni di kecamatan kamal dan kota bangkalan madura. Kata Kunci: Pelatihan tata rias wajah karakter 3 dimensi, efek luka bakar derajat dua.
PENGARUH PENGAPLIKASIAN LEM BULU MATA SEBAGAI PENGGANTI CUKUR ALIS TERHADAP HASIL TATA RIAS MATA RATNASARI, ULFI; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n2.24721

Abstract

Abstrak: Lem bulu mata dari bahan lateks alami dan dari bahan lateks sintetis merupakan salah satu perkembangan dalam dunia industri kosmetik. Hal tersebut dapat membantu terciptanya sebuah inovasi dalam bidang tata rias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh pengaplikasian lem bulu mata dengan bahan lateks dan lateks sintetis sebagai pembentukan alis tanpa cukur; 2) hasil yang lebih diminati antara pengaplikasian lem bulu mata dengan bahan lateks dan lateks sintetis. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen. Variabel bebasnya adalah jenis lem bulu mata yang berbahan dasar lateks dan lateks sintetis. Variabel terikatnya yaitu hasil jadi tata rias mata dengan 6 aspek penilaian, yaitu kerapian bentuk alis; ketegasan karakter mata; kehalusan pada bagian highlight mata; proporsi dan keseimbangan dengan bentuk wajah; keseluruhan hasil riasan wajah; tingkat kesukaan observer. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dengan melibatkan 30 observer. Metode analisis data menggunakan uji statistik t dua sampel bebas (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh pengaplikasian dua jenis lem bulu mata terhadap hasil jadi pembentukan alis tanpa cukur pada tata rias mata. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil data yang diolah menunjukkan bahwa dari keenam aspek menunjukkan pengaruh yang signifikan. 2) pengaplikasian lem bulu mata sebagai pembentukan alis tanpa cukur memperoleh nilai t hitung 5,257 dengan signifikansi 0,000 pada aspek tingkat kesukaan observer. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil pengaplikasian jenis lem bulu mata dengan bahan lateks lebih diminati dibanding hasil pengaplikasian jenis lem bulu mata dengan bahan lateks sintetis. Kata kunci : lateks, lateks sintetis, lem bulumata, pengganti cukur alis Abstact: Eyelash glue from natural latex and synthetic latex is one of the developments in cosmetics industry. This can help create an innovation in the field of cosmetology. The purpose of this research is to know 1) effect of eyelash glue application with latex material and synthetic latex as shapeless eyebrow formation; 2) the more desirable results between applying eyelash glue to latex and synthetic latex. This type of research is experiment. The free variable is a type of latex eyelash glue and synthetic latex. The dependent variable is the result of eye makeup with 6 aspects of assessment, including neat eyebrow shape; assertiveness of eye characters; smoothness at the highlighted eye; proportion and balance with face shape; overall facial makeup; observers favorite level. Methods of data collection using observations involving 30 observers. Methods of data analysis using t test statistics two independent samples (independent sample t-test). The results showed that 1) there is influence of applying two types of glue eyelashes to the finished result of formation of eyebrow without shaving on eye makeup. This can be seen from the results of the data processed showed that of the six aspects showed significant influence. 2) application of glue of eyelashes as shapeless eyebrow formation obtained t value of 5,257 with significance 0.000 on observers favorite level aspect. So it can be concluded that the application of eyelash glue type with latex material is more desirable than the application of eyelash glue type with synthetic latex material. Keywords: latex, synthetic latex, eyelash glue, eyebrow shaver alternate
Pengaruh Proporsi Tepung Pati Singkong Dan Bubuk Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Terhadap Sifat Fisik dan Masa Simpan Masker Wajah Tradisional GEO UTARID, RYNDIKA
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n2.24887

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung pati singkong dan kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap 1) Sifat fisik masker wajah tradisional yang meliputi aroma, warna ,terkstur, dan daya lekat. 2) kesukaan panelis. 3) masa simpan masker wajah tradisional dengan uji mikrobiologi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen . Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah proporsi tepung pati singkong dan kayu manis yaitu X1 (3:7), X2 (4:6), X3 (5:5), X4 (6:4) dan X5 (7:3). Variabel terikat adalah sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan kesukaan panelis serta masa simpan. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis dan uji mikrobiologi untuk mengetahui masa simpan. Data dianalisis dengan menggunakan anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program spss versi 16. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh proporsi tepung pati singkong dan kayu manis terhadap sifat fisik masker wajah tradisional. Proporsi X4 (6:4) menghasilkan aroma, warna, tekstur dan daya lekat paling baik dibandingkan proporsi lainnya, yaitu beraroma khas kayu manis, berwarna coklat, tekstur sangat halus dan sangat lekat. Proporsi X4(6:4) paling disukai panelis dibandingkan dengan proporsi lainnya dan masa simpan masker wajah selama 7 hari. Kata kunci: masker wajah tradisional, tepung pati singkong, bubuk kayu manis, sifat fisik dan masa simpan masker wajah Abstract The purpose of this research is to know the influence of proportion Cassava starch flour and cinnamon powder (Cinnamomum burmannii) to 1) The physical properties of traditional face mask include aroma, color, texture, and stickiness. 2) panelist preferences. 3) shelf life of traditional face mask with microbiological test. The type of this rlesearch is experiment. The independent variables in this research are the proportion of cassava strach and cinnamon powder that is X1 (3: 7), X2 (4: 6), X3 (5: 5), X4 (6: 4) and X5 (7: 3). The dependent variable is the physical properties that include aroma, color, texture, adhesion, and panelist preferences and shelf life. Data collection with observation method which was conducted by 30 panelists and microbiology test to know the shelf life. Data analysis used is a single anava and continued with Duncan test using spss program version 16. The result of this research is the influence of proportion of cassava starch flour and cinnamon powder to the physical properties of traditional face mask. The proportion of X4 (6: 4) produces the best aroma, color, texture and adhesion compared to other proportions, which is typical of cinnamon, brown, very fine texture and very sticky. The proportion of X4 (6: 4) is most preferred by panelists compared to others and the shelf life of the face mask for 7 days. Key words: traditional face mask, cassava starch flour, cinnamon powder, physical properties and shelf life of face mask.
Perencanaan Tata Laksana Dekorasi Pelaminan di Aris Decoration dan Rias Pengantin Surabaya PUTRI WIJAYANTI, FIFI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n2.24888

Abstract

Abstrak: Aris Decoration dan Rias Pengantin menjalankan usaha yang bergerak pada bidang jasa yang melayani berbagai macam keperluan pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan tata laksana dekorasi pelaminan yang ada di Aris Decoration dan Rias Pengantin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui empat tahap yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji kesahihan data menggunakan trianggulasi sumber. Informan dalam penelitian ini adalah owner, karyawan dan konsumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori manajemen dari James A.F Stoner yang menjelaskan bahwa perencanaan merupakan tujuan organisasi dan penentuan prosedur terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil Penelitian ini diketahui perencanaan tata laksana dekorasi pelaminan di Aris Decoration dan Rias Pengantin meliputi pemesanan layanan dan paket dekorasi, persiapan dan pembagian tugas karyawan, pemesanan bahan, rapat persiapan pernikahan, perencanaan perlengkapan dekorasi, dan pemasangan dekorasi pernikahan pada saat pernikahan diselenggarakan. Pada tahap perencanaan tata laksana ini melibatkan owner, koordinator rias pengantin,koordinator dekorasi pelaminan, karyawan, dan konsumen. Kata kunci : Perencanaan, Tata Laksana Dekorasi, Dekorasi Pelaminan, Jasa Abstract : Aris Decoration and Bridal Makeup are a business engaged in services that serve a variety of wedding needs. The purpose of this research is to describe the planning of the decoration of wedding in Aris Decoration and Bridal Makeup. The type of this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were conducted using interviews, observation and documentation. Data analysis techniques through four stages of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Test the validity of data using source triangulation. Informants in this study are the owner, employees and consumers. The theory used in this study refers to the management theory of James A. F Stoner explaining that planning is the goal of the organization and the determination of the best procedures to achieve that goal. The result of this research is to know the planning of decoration of wedding in Aris Decoration and Rias Pengantin include ordering service and decoration package, preparation and division of employees job, material ordering, wedding preparation meeting, decoration equipment planning, and wedding decoration installation at wedding time. At this stage of management planning involves the owner, bridal makeup coordinator, decorator coordinator pelemanan, employees, and consumers. Key Word : Planning, Decoration Management, Wedding Decoration, services
PENGARUH PROPORSI PATI BENGKUANG (Pachyrhizus erosus ) DAN EKSTRAK OKRA (Abelmoschus esculentus) TERHADAP HASIL JADI MASKER UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH BERMINYAK DAN BERJERAWAT ADRESHINA, PRISCILLA; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n2.25016

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PROPORSI PATI BENGKUANG (Pachyrhizuserosus) DAN EKSTRAK OKRA (Abelmoschusesculentus) TERHADAP HASIL JADI MASKER UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH BERMINYAK DAN BERJERAWAT Nama : Priscilla Adreshina NIM : 13050634044 Program Studi : S1- Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas : Teknik Instansi : Universitas Negeri Surabaya Salah satu masalah pada kulit wajah adalah berminyak dan berjerawat. Salah satu perawatan kulit wajah untuk masalah tersebut adalah dengan menggunakan masker pati bengkuang dan ekstrak okra. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh dan proporsi terbaik pati bengkuang dan ekstrak okra dilihat dari uji organoleptic (aroma, warna, tekstur, dandayalekat). Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variable bebasnya yaitu perbandingan pati bengkuang dan ekstrak okra XI = 35 gram pati bengkuang dan 15 gram ekstrak okra, X2 = 25 gram pati bengkuang dan 25 gram ekstrak okra, X3 = 15 gram pati bengkuang dan 35 gram ekstrak okra. Variable terikatnya yaitu hasil uji organoleptic. Uji coba dilakukan pada 5 orang dosen dan 25 mahasiswa Unesa dengan metode pengambilan data dengan cara observasi. Analisis data aroma, warna, tekstur, dayalekat, dan kesukaan panelis menggunakan uji anava tunggal kemudian melakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh perbandingan proporsi pati bengkuang dan ekstrak okra dilihat dari segi hasil warna, tekstur, aroma, dayalekat, dan kesukaan panelis terhadap hasil jadi masker untuk perawatan kulit wajah berminyak dan berjerawat dengan perbandingan terbaik yaitu X1 (35 gram pati bengkuang dan 15 gram ekstrak okra) dengan skor rata-rata secara berurutan 3.57; 3.50; 3.43; 3.60; 3.73. Kata Kunci: Pati bengkuang, Ekstrak Okra, Kulit Wajah Berminyak dan berjerawat. ABSTRACT THE INFLUENCE OF YAM STARCH (Pachyrhizuserosus)AND OKRA EXTRACT (Abelmoschusesculentus) TOWARD FINISHED RESULT OF MASK FOR OILY AND ACNE FACIAL TREATMENT Name : Priscilla Adreshina NIM : 13050634044 Study Program : S1-Cosmetology Education Department : PKK Faculty : Engineering Institute : UniversitasNegeri Surabaya One of the problems on facial skin is oily and acne. One facial skin care for the problem is to use a starchy yam and okra extractmask. The purpose of this research is to know the influence and proportion of the best ratio proportion of Yam starch and okra extract seen from organoleptic test (aroma, color, texture, and stickiness). The type of research is experiment. The independent variables are the ratio of yam starch and okra extract XI = 35 gram of yam starch and 15 gram of okra extract, X2 = 25 gram of yam starch and 25 gram okra extract, X3 = 15 grams starch and 35 gram okra extract. The dependent variable is organoleptic test result. The test was conducted on 5 lecturers and 25 students of Unesa with data collection method by observation. Analysis of aroma data, color, texture, adhesion, and panelist preferences using single anava test then perform Duncan test The results showed that there was an influence of proportion of yam starch and okra extract in terms of color, texture, aroma, adhesive, and panelist preference to mask result for oily and acne facial skin care with best comparison X1 (35 gram yam starch and 15 grams of okra extract) with a consecutive average score of 3.57; 3.50; 3.43; 3.60; 3.73. Keywords: Yam Starch, Okra Extract, Oily and acne face skin.
PENGARUH PROPORSI EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe Vera) DAN MADU SEBAGAI BAHAN AKTIF HAIR TONIC RUSDIANA, IVANA; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n2.25020

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui pengaruh proporsi ekstrak lidah buaya (aloe vera) dan madu sebagai bahan aktif hair tonic yang dilihat dari sifat organoleptik (warna, aroma, daya serap), dan 2) Mengetahui tingkat kesukaan panelis dan kandungan kimia pada hasil jadi hair tonic yang disukai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perbandingan jumlah ekstrak lidah buaya (aloe vera) dan madu dengan formula hair tonic yang akan digunakan dengan perbandingan sebagai berikut : 1 ml : 5 ml, 3 ml : 3 ml, dan 5 ml : 1 ml. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah warna, aroma, daya serap, dan kesukaan panelis, serta uji kimia untuk mengetahui kandungan pada hair tonic ekstrak lidah buaya (aloe vera) dan madu. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian adalah 1) Terdapat pengaruh proporsi ekstrak lidah buaya (aloe vera) dan madu sebagai bahan aktif hair tonic yang dinilai sifat fisiknya secara organoleptik (warna, aroma, daya serap) dan kesukaan panelis. 2) Sampel X3 memiliki proporsi yang paling baik dengan kriteria hair tonic yang dihasilkan adalah berwarna putih jernih dan homogen. 3) Sampel X3 adalah sampel yang paling disukai panelis. 4) Kandungan pada sampel X3 yaitu vitamin A, asam amino, zinc, vitamin B5, vitamin C, dan pinocembrin. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh proporsi ekstrak lidah buaya dan madu pada X3 (5 ml : 1 ml) terhadap hasil jadi hair tonic dan hasil uji kimia terhadap hair tonic X3 memiliki kandungan vitamin A sebesar 11,81 mg/100 ml, asam amino sebesar 9,50 mg/100 ml, vitamin B5 sebesar 2,45 mg/100 ml, dan vitamin C sebesar 4,80 mg/100 ml. Kata kunci : hair tonic, ekstrak lidah buaya, madu
PENGARUH PROPORSI TEPUNG SINGKONG (MANIHOT ESCULENTA) DAN TEPUNG BIJI RAMBUTAN TERHADAP HASIL JADI LULUR TRADISIONAL SAYEKTI SUSANTO, NURITA; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n2.25026

Abstract

Abstrak Lulur merupakan salah satu kosmetik perawatan kulit yang berfungsi membersihkan pori-pori serta mengangkat sel-sel kulit mati. Singkong mempunyai kandungan anti inflamasi yang dapat mendinginkan kulit serta melindungi kulit dari kekeringan. Biji rambutan mengandung lemak dan polifenol (flavonoid, resveratrol, dan isoflavon) dan vitamin C. Kandungan biji rambutan berfungsi berfungsi untuk meningkatkan kemampuan anti-inflamasi dan kekebalan tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh, mampu memperlambat proses penuaan, dan sebagai antioksidan kuat. Sehingga kedua bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan lulur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung singkong dan tepung biji rambutan terhadap hasil lulur tradisional yang meliputi sifat organoleptik yaitu (aroma, warna, tekstur, dan daya lekat), tingkat kesukaan panelis serta masa simpan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah perbandingan tepung singkong dan tepung biji rambutan yaitu X1 (2 : 7), X2 (4 : 5), dan X3 (6 : 3). Variabel terikatnya yaitu hasil lulur tradisional meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat, tingkat kesukaan panelis dan masa simpan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh perbandingan tepung singkong dan tepung biji rambutan terhadap hasil jadi lulur tradisional dilihat dari aroma, warna, tekstur dan daya lekat yang mana sampel X2 memiliki proporsi lulur yang paling baik dan disukai oleh panelis dengan kriteria lulur yang dihasilkan adalah beraroma khas singkong dan biji rambutan yang mirip kacang, berwarna coklat susu, tekstur cukup kasar dan berbentuk bubuk dan mempunyai daya lekat yaitu lekat. 2) berdasarkan uji mikrobiologi pada ketiga lulur bubuk tradisional memiliki masa simpan lebih dari hari ke-7 dengan jumlah cemaran jamur dibawah 105 kol/gr. Kata Kunci : Lulur tradisional, tepung singkong, tepung biji rambutan.
MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN MUSLIM PUTRI JENGGOLO SIDOARJO Edo Shamsidar, Afzalur; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.25116

Abstract

PERBANDINGAN PEWARNA BUATAN DAN PEWARNA ALAMI SARI BUAH MURBEI TERHADAP KEALAMIAN LUKA (LUKA SAYAT TIGA DIMENSI PADA TANGAN) NIDYA AUDRY N, DARA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.25165

Abstract

ABSTRAK PERBANDINGAN PEWARNA BUATAN DAN PEWARNA ALAMI SARI BUAH MURBEI TERHADAP KEALAMIAN LUKA (LUKA SAYAT TIGA DIMENSI PADA TANGAN) Nama : Dara Nidya Audry Neyza NIM : 13050634035 Program studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejateraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga: Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Sri Dwi Yanti S.Pd., MPDS Makeup luka sayat tiga dimensi pada tangan umumnya diterapkan untuk menciptakan karakter dalam pengambaran film action dan thriller. Dalam penelitian ini, pewarna dari buah murbei yang diambil sarinya sebagai alternatif untuk menghasilkan makeup luka sayat, yang bertujuan untuk (1) membandingkan pewarna buatan dan pewarna alami sari buah murbei dalam menciptakan realistis makeup, aman bagi kulit dan untuk (2) menentukan pewarna mana yang paling disukai observer. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental, data yang dikumpulkan mengunakan lembar observasi dan kuesioner dengan melibatkan 30 observer. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa warna yang paling menguntungkan dari pewarna merah tua dengan rata-rata skor (4 dari 4), adalah pewarna sari buah murbei. Tekstur kulit luka (4 dari 4) dan tetes darah (3,86 dari 4) dihasilkan dari makeup luka sayat menggunakan pewarna alami sari buah murbei juga lebih baik dibandingkan dengan pewarna buatan. Tidak hanya pembengkakan di kulit (3,86 dari 4) dari makeup luka sayat yang dilakukan oleh pewarna alami sari buah murbei tetapi juga kulit pucat (3,93 dari 4) tampak lebih diinginkan daripada pewarna buatan. Sebagian besar observer (81-100%) setuju bahwa penggunaan sari buah murbei adalah memuaskan, (0-40%) tidak menyukai penerapan pewarna buatan untuk menghasilkan luka sayat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pewarna sari buah murbei berlaku untuk digunakan sebagai pewarna alami alternatif dalam menciptakan efek luka sayat. Kata kunci: Makeup efek luka sayat, Pewarna buatan, Pewarna alami /organik, murbei. ABSTRACT COMPARING SYNTHETIC SKIN DYE AND MULBERRY NATURAL SKIN DYE TO CREATE REALISTIC SCAR MAKEUP (THREE DIMENSION CUTS ON HANDS) Name : Dara Nidya Audry Neyza Registration number : 13050634035 Program of Study : Graduate of Cosmetology Education Department : Home Economics Faculty : Faculty of Engineering Name of Institution : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Sri DwiYantiS.Pd., MPDS Cuts or scrapes makeup three dimention is commonly applied for creating characters in action and thriller movies. In this study, an alternative skin dye extracted from mulberries was proposed to generate scar makeup. The purpose of this study were to (1) compare synthetic dye and mulberry natural skin dye in creating a safe, realistic scar makeup and to 2) tdetermine which skin dye mostly liked by the observers. This study used experimental approach. Data was collected using observation sheet and questionnaire involving 30 observers, and subsequently analyzed descriptively. Result showed that the most favorable color of the skin dye dark red, with the average score 4 (out of 4), was mulberry natural skin dye. Wound texture (4 out of 4) and blood drops (3.86 out of 4) resulted from scar makeup using mulberry skin dye were also better compared to synthetic skin dye. Not only wound swelling (3.86 out of 4) from the scar makeup performed by mulberry skin dye but also skin paleness (3.93 out of 4) looked were more desirable rather than the synthetic one. Most of the observers (81-100%) agreed that the use of mulberry natural skin dye was satisfying, (0-40%) disliked the application of synthetic dye to generate scar makeup. Taken together, this study concluded that mulberry skin dye was promising and applicable to be used as alternative skin dye in creating scar makeups. Keywords: scar makeup, synthetic dye, natural/organic dye, mulberry.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue