cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 730 Documents
Pengaruh Prporsi Tepung Beras dan Bubuk Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) Terhadap Hasil Lulur Bubuk Tradisional SEPTA ERLINAWATI, WULAN; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.25216

Abstract

AbstrakPengaruh Prporsi Tepung Beras dan Bubuk Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) Terhadap Hasil Lulur Bubuk TradisionalNama : Wulan Septa ErlinawatiNim : 13050634006Program studi/angkatan : S1 Pendidikan Tata Rias/2013Fakultas : TeknikNama lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Sri Dwiyanti, S.Pd., M.PSDM Lulur merupakan salah satu jenis kosmetika tradisonal yang dapat digunakan sebagai perawatan kulit tubuh untuk mempertahankan kesehatan, mencerahkan dan mengangkat sel kulit mati.Tepung beras dan kunyit putih dapat di manfaatkan sebagai bahan dasar dan bahan aktif lulur tradisional karena kunyit putih mengandung zat antioksidan yang sangat tinggi berfungsi untuk mencerahkan, melembabkan kulit dan dapat memudarkan bekas luka pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung beras dan kunyit putih (Curcuma zedoaria Rosc.) terhadap 1) Sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, terkstur, dan daya lekat. 2) kesukaan panelis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah proporsi tepung beras dan kunyit putih yaitu X1 (3:2), X2 (2:3), X3 (1:4). Variabel terikat adalah sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Data dianalisis dengan menggunakan anova tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program spss versi 16. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh proporsi tepung beras dan kunyit putih terhadap hasil lulur bubuk tradisional. Proporsi X2(2:3) menghasilkan aroma, warna, tekstur, daya lekat paling baik dibandingkan proporsi lainnya, yaitu beraroma khas kunyit putih, berwarna krem, tekstur kasar dan lekat. Proporsi X2 (2:3) paling disukai panelis dibandingkan dengan proporsi lainnya .Kata kunci: Lulur tradisional, kunyit putih, tepung beras AbstractThe Influence Proportion of Rice Flour and White Turmeric (Curcuma zedoaria Rosc.) On the Results of Traditional Powder Scrubs Name : Wulan Septa ErlinawatiRegistration number : 13050634006Study program/year : Graduate of Cosmetology Education /2013Faculty : EngineeringInstitution : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Sri Dwiyanti, S.Pd., M.PSDM Scrubs is one of the traditional types of cosmetics which can be used as a skin care body to maintain health, brighten and lift the dead skin cells. Rice flour and white turmeric flour can take advantage of as the basic ingredients and active ingredients of traditional body scrub because white turmeric contain a very high antioxidant substances serve to brighten, moisturize the skin and can fades scars on the skine. The purpose of this study was to determine the effect of the proportion of rice flour and white turmeric (Curcuma zedoaria Rosc.) On 1) the physical properties of traditional scrubs which include aroma, color, texture, and stickiness. 2) panelist preferences. This research type is experiment. The independent variables in this research are the proportion of rice flour and white turmeric that is X1 (3: 2), X2 (2: 3), X3 (1: 4). Bonded variables are physical properties which include aroma, color, texture, stickiness, and panelist preference. Data collection with observation methods conducted by 30 panelists. Data were analyzed using single anova and continued with Duncans test using the SPSS version 16 program. The results of this study are that there is an effect of the proportion of rice flour and white turmeric on the results of traditional powder scrubs. The proportion of X2 (2: 3) produces the best aroma, color, texture, adhesion compared to other proportions, namely the distinctive scent of white turmeric, cream color, rough and sticky texture. The proportion of X2 (2: 3) is most preferred by panelists compared to other proportions. Key words: traditional powder scrub, white tumeric, rice flour
Pengaruh Proporsi Madu Dan Bahan Pewarna Makanan Terhadap Hasil Jadi Special Effect Darah Luka Sayatan 3 Dimensi NUR DIAHWATI, HILMA; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.25276

Abstract

Spesial efek darah dapat dibuat menggunakan bahan madu dan bahan pewarna makanan sering digunakan dalam make up karakter. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh proporsi madu dalam pembuatan spesial efek darah berbahan pewarna makanan pada make up karakter. Penelitian ini termasuk manipulasi True Experimental Design dengan variabel bebas proporsi madu dan bahan pewarna makanan. Penelitian ini dilakukan pembuatan efek luka madu, bahan pewarna makanan, menggunakan perbandingan A1 (3 ml : 7 ml), A2 (5 ml : 5 ml), A3 (7 ml : 3 ml). Variabel terikat hasil jadi spesial efek darah luka sayatan 3 dimensi meliputi warna, daya lekat pada kulit, tekstur, kesesuaian obyek asli dan pendapat umum observer. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan analisis data menggunakan anava tunggal dilanjutkan uji Duncan. Hasil analisis data terdapat pengaruh proporsi madu dan bahan pewarna makanan terhadap hasil spesial efek darah pada luka sayatan 3 dimensi ditinjau dari warna, daya lekat pada kulit, kesesuaian dengan objek asli pendapat umum observer yang signifikan dan nilai kurang dari 0,05. Hasil penelitian terdapat pengaruh proporsi madu dan bahan pewarna makanan dengan perbandingan A2 madu 5 ml : pewarna makanan 5 ml dengan nilai rata-rata 3,9 dan spesial efek darah paling menyerupai darah sesungguhnya yaitu perbandingan A2 ditinjau dari seluruh aspek. Kata Kunci : make up karakter, efek luka sayatan, madu dan bahan pewarna makanan.
Pengaruh penambahan tepung kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizuz) terhadap sifat fisik masker wajah berbahan dasar tepung kefir susu sapi untuk anti aging RESPURWANING TYAS, DIDIN; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.25357

Abstract

Kefir mempunyai kandungan asam organik (asam laktat dan asam asetat), selain kefir yang baik untuk perawatan kulit wajah dengan kandungan asam laktat, terdapat pula kandungan dari kulit buah naga merah yang kaya akan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit buah naga merah terhadap masker berbahan dasar kefir dinilai dari sifat fisik yang meliputi warna, aroma, tekstur, daya lekat, kekentalan, dan kemudahan pengangkatan masker, 2) untuk mengetahui masa simpan hasil jadi masker yang terbaik, dan 3) untuk mengetahui kandungan asam salisilat dan kadar air pada hasil jadi masker terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penambahan tepung kulit buah naga merah dan tepung kefir yaitu (0gram:5gram), (1,5gram:5gram), (3gram:5gram), (4,5gram:5gram). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi masker yang dilihat dari uji sifat fisik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi melalui 30 orang panelis. Analisis data menggunakan anova tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata makan dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 1) warna masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 2) aroma masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 3) tekstur masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 4) daya lekat masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 5) kekentalan masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 6) kemudahan pengangkatan masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 7) kesukaan panelis terhadap masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), Berdasarkan uji Duncan diketahui hasil yang signifikan, yaitu hasil masker terbaik pada produk masker dengan proporsi 3 gram tepung kulit buah naga merah dan 5 gram tepung kefir. Selanjutnya diketahui hasil uji microbiologi terhadap produk tersebut, dinyatakan bahwa produk masker terbaik dapat disimpan hingga hari ke-7. Hasil analisis kandungan asam salisilat sebesar 0,38% dan kadar air sebesar 2,06%.Kata Kunci: Masker Wajah, Anti Aging, Tepung Kulit Buah Naga Merah, Tepung Kefir.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN PETROLEUM JELLY SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN WAX TERHADAP HASIL JADI RIAS KARAKTER EFEK LUKA ROBEK TIGA DIMENSI KHUTAMI, SHOFI; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.25504

Abstract

Abstrak Rias karakter adalah seni merias menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan peran atau karakter. Rias karakter efek luka robek tiga dimensi adalah rias karakter yang menggunakan campuran tepung terigu dan petroleum jelly sebagai alternatif bahan wax, yang di buat dengan cara di tempelkan dan diratakan pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proporsi tepung terigu dan petroleum jelly sebagai alternatif bahan wax terhadap hasil jadi rias karakter efek luka robek tiga dimensi dan mengetahui hasil yang terbaik.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variable bebas penelitian ini adalah proporsi tepung terigu dan petroleum jelly yaitu 18,5g:11,5g, 16g:14g, 16,5g:13,5g. variable terikatnya yaitu hasil jadi rias karakter efek luka robek tiga dimensi meliputi tekstur, warna, daya lekat, daya tahan, dan kemiripan dengan luka asli. Pengamatan dilakukan oleh 5 dosen tata rias dan 25 mahasiswa tata rias mengunakan metode pengumpulan data berupa observasi kemudian dianalisis menggunakan SPSS 21 dengan teknik anava tunggal dan uji Duncan .Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh proporsi tepung terigu dan petroleum jelly terhadap hasil jadi rias karakter efek luka robek tiga dimensi. Semakin banyak proporsi tepung terigu dibandingkan petroleum jelly akan menghasilkan bahan yang lebih baik. X1 memiliki nilai tertinggi pada setiap aspek yaitu tekstur 3,6, warna 3,6, daya lekat 3,7, daya tahan 3,5, kemiripan dengan luka asli 3,7. Kata kunci: Tepung terigu, petroleum jelly, alternatif bahan wax Abstract Character makeup is the art of makeup using cosmetic ingredients to realize the role or character. The makeup character of the three-dimensional torn wound effect is character makeup that uses a mixture of wheat flour and petroleum jelly as an alternative to wax material, which is made by attaching and flattening to skin. The purpose of this study is to determine the effect of the proportion of wheat flour and petroleum jelly as an alternative wax material on the results of character makeup effect of three-dimensional torn wound and to find out the best results.The type of this research is experimental research. The independent variable of this study is the proportion of wheat flour and petroleum jelly which is 18.5g: 11.5g, 16g: 14g, 16.5g: 13.5g. The dependent variable is the result of the character make-up with three-dimensional torn wound effects including texture, color, adhesion, endurance, resemblance to the original wound. Observations were made by 5 makeup lecturers and 25 makeup students using data collection methods in the form of observations and then analyzed using SPSS 21 with a single anava technique and Duncan test. The results show that there is an effect of the proportion of wheat flour and petroleum jelly on the results of the three-dimensional torn wounds character makeup. The more proportions of flour compared to petroleum jelly will produce better ingredients. X1 has the highest value in each aspect, namely texture 3.6, color 3.6, adhesion 3.7, durability 3.5, resemblance to the original wound 3.7. Keywords: Wheat flour, petroleum jelly, wax ingredients alternative
PENGARUH TEKNIK PENGGUNAAN BULU MATA TERHADAP HASIL RIASAN MATA BULAT UNTUK TATA RIAS WAJAH PESTA AMELIA, NUR; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.25524

Abstract

ABSTRAK PENGARUH TEKNIK PENGGUNAAN BULU MATA TERHADAP HASIL RIASAN MATA BULAT UNTUK TATA RIAS WAJAH PESTA Nama : Nur Amelia NIM : 14050634006 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Rias / 2014 Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Mata adalah jendela hati, salah satu bentuk mata yang perlu dikoreksi adalah mata bulat. Untuk menghasilkan riasan mata bulat yang ideal dan sempurna, dibutuhkan penggunaan bulu mata palsu yang tepat sesuai dengan kebutuhan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untu tata rias wajah pesta. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain penelitian True Experimental (posttest only control design) yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untuk tata rias wajah pesta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan melibatkan 30 observer, yang terdiri dari 5 dosen dan 25 mahasiswa tata rias. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda t-test dengan menggunakan bantuan program spss 16 dengan taraf 5 % (P<0,05). Hasil penelitian ini diperoleh data meliputi teknik penggunaan bulu mata yang berpengaruh pada mata bulat untuk tata rias wajah pesta dilihat dari aspek kehalusan dan kerataan riasan mata, pengaplikasian bulu mata, penyeimbang riasan pada mata bulat, kesesuaian hasil riasan dan ketepatan waktu. Teknik penggunaan bulu mata yang lebih bagus adalah menggunakan teknik secara langsung yang mempunyai nilai pada kehalusan dan kerataan riasan mata 3,25, pengaplikasian bulu mata 3,3, , penyeimbang riasan pada mata bulat 3,52, kesesuaian hasil riasan 3,43, dan ketepatan waktu 3,13. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untuk tata rias wajah pesta dengan kategori nilai baik. Hasil riasan terbaik rias wajah pesta yaitu pada model dengan teknik penggunaan bulu mata secara langsung. Kata Kunci : Bulu mata , tata rias wajah pesta, dan mata bulat.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG RIMPANG KENCUR (Kaempferia Galanga l ) DAN TEPUNG BERAS TERHADAP SIFAT FISIK KOSMETIK BEDAK DINGIN PRATIWI, LILIANA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.25993

Abstract

MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN MADURA PUTRI BANGKALAN MUSLIM JANNAH, FATUL; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.26013

Abstract

PENGARUH PROPORSI TEPUNG BERAS (Oryza Sativa), PATI BENGKOANG (Pachyrhizus Erosus) DAN EKSTRAK MELATI (Jasminum Officinale) TERHADAP SIFAT FISIK LULUR TRADISIONAL AWALIA, ULFI; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.26121

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung beras (Oryza Sativa), pati bengkoang (Pachyrhizus Erosus) dan Ekstrak Melati (Jasmimum Officinale) terhadap sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna , terkstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati dengan masing-masing 2 : 4 : 3 (X1), 3 : 3 : 3 (X2) dan 4 : 2 : 3 (X3). Variabel terikat adalah sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Data dianalisis dengan menggunakan anava tunggal dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian ini dilihat dari anova menunjukkan p<? (0,000<0,05) berarti Ha diterima, yaitu terdapat pengaruh terhadap tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati pada sifat fisik dilihat dari aroma, warna, tekstur, daya lekat dan kesukaan panelis. Meliputi aroma yang dihasilkan semakin banyak tepung beras maka aroma ekstrak melati lebih tajam pada X3, warna yang dihasilkan adalah perbandingan yang sama pada tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati maka warna yang dihaslikan yaitu putih tulang pada lulur X2, tekstur yang dihasilkan adalah perbandingan yang sama pada tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati maka tekstur yang dihasilkan yaitu kasar pada lulur X2, daya lekat yang dihasilkan adalah perbandingan yang sama pada tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati maka daya lekat lebih melekat pada lulur X2. Tingkat kesukaan palenis yang sangat disukai yaitu pada lulur X2.Kata Kunci: Lulur tradisional, tepung beras, pati bengkoang, ekstrak melati dan sifat fisik
PERBANDINGAN PENGGUNAAN FACE PRIMER BERBENTUK CAIR DAN GEL SEBAGAI BASE MAKEUP UNTUK DAYA TAHAN MAKEUP PREWEDDING PADA KULIT WAJAH BERMINYAK ANDRIANA, DEWI; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.26122

Abstract

ABSTRAK PERBANDINGAN PENGGUNAAN FACE PRIMER BERBENTUK CAIR DAN GEL SEBAGAI BASE MAKEUP UNTUK DAYA TAHAN MAKEUP PREWEDDING PADA KULIT WAJAH BERMINYAK Nama : Dewi Andriana NIM : 14050634030 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Fakultas Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra. Arita Puspitorini, M.Pd Kosmetika sudah dikenal dan digunakan oleh manusia sejak berabad-abad lalu. Kosmetik menurut kegunaan bagi kulit dibagi menjadi dua macam yaitu kosmetik perawatan kulit dan kosmetik riasan. Salah satu kosmetik yang termasuk kosmetik dekoratif yaitu face primer. Face primer merupakan kosmetik yang digunakan sebagai base makeup yang digunakan sebelum pengaplikasian foundation.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil ketahanan makeup jika menggunakan face primer berbentuk cair sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit wajah berminyak (2) mengetahui hasil ketahanan makeup jika menggunakan face primer berbentuk gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit wajah berminyak. (3) menggetahui hasil makeup terbaik jika menggunakan menggunakan face primer berbentuk cair dan gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit berminyak (4) mengetahui respon panelis terhadap penggunaan face primer berbentuk cair dan gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit berminyak. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah penggunaan face primer berbentuk cair dan gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit wajah berminyak. Metode pengumpalan data yang digunakan adalah observasi dan angket yang dilakukan oleh 30 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Independent Sample T-Test. Hasil terbaik dalam penelitian ini yaitu penggunaan face primer berbentuk cair. Hasil rata-rata penggunaan face primer berbentuk cair dari 3 aspek yaitu aspek daya lekat makeup memperoleh nilai 4,4, aspek kehalusan makeup memperoleh nilai 4,5, dan aspek kerataan makeup memperoleh nilai 4,6. Kata Kunci : Face Primer, tata rias, kulit wajah berminyak.ABSTRACT COMPARISON OF THE USE OF LIQUID-SHAPED FACE PRIMER AND GEL AS A BASE MAKEUP FOR DURABILITY OF PRE-WEDDING MAKEUP ON OILY SKIN Name : Dewi Andriana NIM : 14050634030 Study Program : S1 Pendidikan Tata Rias Department : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Faculty : Teknik Institution Name : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Dra. Arita Puspitorini, M.Pd Cosmetics have been known and used by humans for centuries. Cosmetics according to the uses for the skin are divided into two types, namely skin care cosmetics and makeup cosmetics. One cosmetic that includes decorative cosmetics is the primary face. Face primer is a cosmetic used as a base makeup used before applying the foundation. This study aims to (1) find out the results of makeup resistance by using a liquid face primer as the makeup base for pre-wedding makeup durability on oily skin; (2) find out the results of makeup resistance by using a gel-shaped face primer as a makeup base for pre-wedding makeup durability on oily skin. (3) know the best makeup results by using a liquid face primer and gel as the makeup base for pre-wedding makeup on oily skin (4) know the panelists response to the use of a liquid face primer and gel as a makeup base for pre-wedding makeup durability oily skin. This type of research is experimental research. The subject in this study is the use of a liquid face primer and gel as a makeup base for the durability of pre-wedding makeup on oily skin. The data collection method used are by observation and questionnaire conducted to 30 peoples. The data analysis technique used is the Independent Sample T-Test. The best result in this study is the use of a liquid face primer. The average results of the use of the primary face are 3 aspects of liquid, namely the makeup attachment aspect obtained a score of 4.4, the makeup fineness aspect by a value of 4.5, and the makeup flatness aspect by a score of 4.6. Keywords: Face Primer, cosmetology, oily skin.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATA PELAJARAN ANATOMI FISIOLOGI KELAS X DI SMK NEGERI 2 JOMBANG WULANDARI, NILA; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.26380

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan sintak, aktivitas siswa, peningkatan hasil belajar dan respon siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran Anatomi Fisiologi kelas X di SMK Negeri 2 Jombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan mengikuti desain penelitian model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas X Tata Kecantikan SMK Negeri 2 Jombang sejumlah 28 siswa dan 3 observer. Data dikumpulkan menggunakan observasi untuk keterlaksanaan sintak dan aktivitas, tes untuk hasil belajar, angket untuk respon dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Siklus I dari hasil observasi keterlaksanaan sintak secara keseluruhan mendapat kategori baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan 3,63. Aktivitas siswa rata-rata persentase keseluruhan sebesar 89% , Hasil belajar siswa secara individual yang memperoleh nilai ? 75 sebanyak 6 siswa (21%), sedangkan 22 siswa (79%) mendapat nilai ?75. Hasil belajar secara klasikal bahwa 21% siswa dinyatakan Tidak Tuntas, Respon siswa termaksud dalam kategori sangat baik dengan persentase yang diperoleh secara keseluruhan 88% . Siklus II dari hasil observasi keterlaksanaan sintaks rata-rata keseluruhan sebesar 3,93 kategori sangat baik. Aktivitas siswa dengan rata-rata persentase keseluruhan 95% kategori sangat baik, hasil belajar siswa mengalami peningkatan, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 84,4 serta nilai secara individual 100% dinyatakan tuntas, respon siswa termaksud dalam kategori sangat baik, dengan persentase yang diperoleh secara keseluruhan 98% pada siklus 2. Kata Kunci: kooperatif, stad, hasil belajar

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue