cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014): August 2014" : 10 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL PADA PROGRAM ANTENATAL CARE INTEGRASI TERHADAP PREVENTION OF MOTHER TO CHILD HIV TRANSMISSION (PMTCT) DI PUSKESMAS HALMAHERA KOTA SEMARANG Umi Mujayanah; Mifbakhuddin Mifbakhudin; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.964 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.26-31

Abstract

Latar belakang : Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan retrovirus yang menurunkan kemampuan sistem imun. Jumlah ibu hamil yang terkena HIV di Kota Semarang pada tahun 2011 sejumlah 13 orang dan tahun 2012 meningkat menjadi 28 orang. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Halmahera, sebanyak 5 dari 10 ibu hamil mempunyai pengetahuankurang tentang PMTCT dan 5 dari 10 ibu hamil menyatakan setuju dengan PMTCT. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang PMTCT dengan sikap ibu hamil terhadap PMTCT. Metode : Penelitian analitik survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Halmahera Kota Semarang pada bulan Agustus 2013 sebanyak 150 ibu hamil Besar sampel sebanyak 60 orang. Variabel bebas adalah Pengetahuan ibu hamil tentang PMTCT. Variabel terikat adalah Sikap ibu hamil terhadap PMTCT. Analisa bivariat menggunakan uj korelasi Rank Spearman. Hasil : Pengetahuan ibu hamil yang kurang tentang PMTCT yaitu sebanyak 29 responden(48,3%). Sikap ibu hamil tidak mendukung terhadap PMTCT yaitu sebanyak 27 responden (45,0%), ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang PMTCT dengan sikap terhadap PMTCT (ρ=0,003). Simpulan :ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang PMTCT dengan sikap terhadap PMTCT dengan kekuatan rendah yaitu 0,380.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Prevention of Mother To Child HIV transmission (PMTCT)
PELAKSANAAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU PERAH PADA IBU PEKERJA DI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Dwi Wahyuni; Novita Kumalasari
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.465 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.55-62

Abstract

Latar belakang :Pengetahuan ibu yang memadai tentang pentingnya pemberian ASIP akan membuat ibu berupaya untuk melaksanakan ASI eksklusif selama 6 bulan kemudian dilanjutkan sampai usia anak 2 tahun. Tujuan: Melakukan eksplorasi pelaksanaan pemberian ASIP pada ibu pekerja di FIKKES UNIMUS. Metode :Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan fenemonologi yang bersifat retrospektif. Informan penelitian adalah wanita pekerja di lingkungan FIKKES UNIMUS. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam kemudian dilakukan analisis dengan teknik kualitatif. Hasil :penelitian menunjukkan ibu mendapatkan informasi ASI perah (ASIP) dari teman. Semua informan menganggap bahwa ASI adalah nutrisi yang terbaik bagi bayi dan ASIP menjadi solusi untuk wanita pekerja. Pemerahan ASI dilakukan sejak bayi lahir dan mendekati masa cuti habis. ASI diperah dengan cara dipompa untuk memberikan jumlah lebih optimal. Pemerahan ASIP tidak terjadwalkan sesuai teori setiap 2 jam sekali, tetapi menunggu payudara terasa penuh. Sedangkan pemerahan ASIP di rumah pada malam hari dan pagi hari. Penyimpanan ASIP di kantor diletakkan pada lemari pendingin dan lemari pembeku, sedangkan penyimpanan ASIP di rumah lebih banyak pada lemari pembeku dengan memberikan kode pada tiap botol ASIP. Informan menyiapkan ASIP pada lemari pendingin sebelum berangkat bekerja. Kendala yang dihadapi selama praktik pemberian ASIP adalah bendungan ASI, puting susu lecet, dan produksi ASI yang sedikit. Cara mengatasi kendala yang dihadapi antara lain, menjaga pikiran tetap tenang, menjaga asupan makanan, pijat punggung, minum obat pereda nyeri, minum jamu, dan minum vitamin. Informan menyatakan didukung oleh suami dalam pemberian ASIP dalam bentuk pemberian motivasi, pemberian fasilitas seputar ASIP, menemani pada saat memerah. Kebijakan khusus perusahaan mengenai ASIP belum dirasakan oleh informan. Selama memerah ASIP informan tidak mendapat larangan dari pimpinan, tetapi pemerahan dilakukan di laboratorium atau ruang kerja karenan belum tersedia ruang khusus laktasi. Manfaat yang dirasakan selama memberikan ASIP antara lain hemat, daya tahan tubuh bayi bagus, kedekatan emosional anak dengan ibu baik, serta penurunan berat badan pasca melahirkan menjadi lebih cepat. Simpulan : Informan tidak memiliki persepsi negatif mengenai ASIP, tetapi mengeluhkan perubahan bentuk payudara. Perusahaan sebaiknya memberikan ruangan khusus laktasi untuk memudahkan ibu bekerja dalam memerah ASI. Dan kepada informan untuk memberikan informasi ASIP kepada calon ib menyusui terutama wanita pekerja.Kata Kunci: Praktik ASIP
DESKRIPSI PRAKTIK IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI 7-8 BULAN DI PUSKESMAS TEGOWANU KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN Afifah Umi Kulsum; Heryanto Adi Nugroho; Wening Andarsari
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.111 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.1-7

Abstract

Latar belakang : Di puskesmas Tegowanu tercatattahun 2012 pada bulan Agustus bahwa ibu yang memberikan ASI esklusif pada bayinya sebanyak 55,15%.Tujuan :penelitian ini untuk mendiskripsikan praktik ibu dalam pemberian ASI ekslusif pada bayi 7-8 bulan di Puskesmas Tegowanu Kabupaten Grobogan. Metode : Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Variabel yang digunakan adalah praktik pemberian ASI eksklusif. Populasi dalam penelitian ini ibu yang mempunyai balita umur 7-8 bulan di Kecamatan Tegowanu yang berjumlah 34 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil :Jumlah bayi yang menyusui secara ekslusif di Puskesmas Tegowanu Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan yaitu sebanyak 34 bayi (100%), Sebagian besar ibu menyusuitidak melakukanpratik breast care 34 orang (100%) karena responden tidak pernahmengetaui tentang bagaimana perawatan payudara (breat care), Sebagian Besar ibu menyusui di Puskesmas Tegowanu KecamatanTegowanu kabupaten Grobogan yang melakukan praktik memerah ASI dengan baik hanya sebanyak 8 orang (23,5%) karena responden malas dalam melakukan cuci tangan dan lagsung memerah ASI setelah beraktifitas, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Simpulan : Semua responden di Puskesmas Tegowanu Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan tidak ada yang melakukan penyimpanan ASI perah karena Responden banyak yang tidak bekerja dan kurang tahu tentang infomasi cara penyimpanan ASI perah.Jumlah Responden yang melakukan praktik baik dan kurang adalah sama yaitu sebanyak 17 orang atau sebesar (50%).kata kunci:Praktik, ASI Eksklusif
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PRAKTIK PERAWATAN TALI PUSAT DI WILAYAH PUSKESMAS BANGETAYU KOTA SEMARANG Titik Munjiati; Edy Soesanto; Siti Nurjanah
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.009 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.32-37

Abstract

Latarbelakang: Infeksi tali pusat dan tetanus neonatorum dapat terjadi karena dalam perawatan tali pusat yang tidak bersih dan benar. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah dan mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan infeksi tali pusat dan tetanus neonatorum antara lain adalah setiap kehamilan diberikan toksoid tetanus, pemotongan tali pusat dilakukan dengan benar da terjaga kesterilitasnya serta perawatan tali pusat yang tepat. Dalam hal ini peran serta dukungan keluarga sangat berpengaruh pada saat ibu menjadi orang tua baru karena ibu akan mengambil tanggung jawab terhadap perawatan bayi seperti memandikan bayi, perawatan tali pusat, menggendong dan menyusui bayi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan praktik perawatan tali pusat di Wilayah Puskesmas Bangetayu Kota Semarang.Metode Penelitian Descriptive Correlation dengan menggunakan rancangan Crossectional. Subyek penelitian adalah 52 ibu yang merawat tali pusat bayinya sendiri diambil secara proportional sampling. Variabel bebas adalah dukungan keluarga. Variabel terikat adalah perawatan tali pusat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observsasi.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga emosional dengan praktik perawatan tali pusat dengan p 0,000, ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga informasional dengan praktik perawatan tali pusat dengan p 0,040, ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga instrumental dengan praktik perawatan tali pusat dengan p 0,004, ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga penilaian/penghargaan dengan praktik perawatan tali pusat dengan p 0,034. Simpulan: hasil uji kolerasi dengan uji Chi Square dan Fisher Exact menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan praktik perawatan tali pusat.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Praktik Perawatan Tali Pusat
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR MENGENAI DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN PAP SMEAR DI KELURAHAN MANGUNHARJO KOTA SEMARANG Siti Samrotun; Elisa Ulfiana; Fitriani Nur Damayanti
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.924 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.8-11

Abstract

Latar belakang : Berdasarkan data globacan, International agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2002, menyebutkan bahwa kanker leher rahim menempati urutan kedua terbanyak pada keganasan wanita dan diperkirakan diderita oleh 500000 wanita tiap tahun, sedangkan di Indonesia kanker leher rahim diperkirakan 90-100 diantara 100000 penduduk. Berdasarkan data terakhir deteksi dini kelainan kesehatan reproduksi wanita usia subur (pap smear) dari 37 puskesmas,puskesmas yang memiliki jumlah data pasien yang melakukan pap smear terendah adalah puskesmas Mangkang. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap wanita usia subur mengenai deteksi kanker leher rahim dengan pap smear di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Metode : Jenis penelitian adalah deskriptif dengan populasi wanita usia subur di Wilayah Mangunharjo sebanyak 492 orang , dengan sampel 221 orang diambil dengan teknik proportional rondom sampling.Kemudian data yang dikumpulkan dianalisa secara univariat.. Hasil : Pengetahuan tentang pap smear sebagian besar responden mempunyai pengetahuan kurang 58,8 %, cukup 20,8%, baik 20,4%. Pertanyaanpengetahuan yang banyak di jawab responden salah pada item pertanyaan tempat pemeriksaan dan sasaran pap smear. sikap negatif 56,1%, positif 43,9%. Simpulan : Pertanyaan sikap responden yang masih negatif pada item pertanyaan unfavourable Tujuan pap smear.Sebagian responden mempunyai pengetahuan kurang tentang pap smear 58,8% dan pengetahuan baik 20,4%.dan sebagian besar mempunyai sikap yang negative sebesar 53,1%, dan sikap positif sebesar 43,9%.Diharapkan tenaga kesehatan (bidan) memberikan penyuluhan tentang pap smear, khususnya pada tujuan pap smear, sasaran pap smear, dan tempat pelayanan pap smear, bukan hanya melalui kader-kader.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Pap Smear
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ULANG NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS PURWOYOSO KOTA SEMARANG Uswatun Hasanah; Dewi Puspitaningrum; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.25 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.38-42

Abstract

Latar belakang : Pada masa nifas merupakan masa yang paling rawan bagi ibu. Hal ini dapat dilihat dari kejadian maternal paling banyak adalah pada waktu nifas sebesar (48,65%). kunjungan nifas merupakan kunjungan yang dilakukan oleh ibu setelah melahirkan dengan jumlah 4x kunjungan. Kunjungan nifas menurut data hasil jumlah grafik puskesmas di kota semarang, Puskesmas purwoyoso memiliki angka kunjungan nifas tertinggi pada tahun 2011 dengan jumlah kunjungan lengkap yaitu (104,8%). Dalam hal ini peran serta dukungan suami sangat berpengaruh terhadap frekuensi kunjungan ulang ibu nifas. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ulang nifas di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 79 ibu nifas dengan sampel 44 responden di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang dengan menggunakan kuesioner wawancara. Teknik sampling yang di gunakan berupa Simple Random Sampling menggunakan metode teknik undian. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil : Berdasarkan hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai fisher exact dengan p value sebesar (0,002) < α (0,05). Simpulan : Ada hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ulang nifas di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWI SD TENTANG MENSTRUASI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN DI SDN SAMPANGAN 01 SEMARANG Ita Afriliana; Dewi Puspitaningrum; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.327 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.12-19

Abstract

Latar belakang: Menarche merupakan tanda awal masuknya seorang perempuan dalam masa reproduksi. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada siswi kelas IV, V, VI SDN Sampangan 01Semarangdidapatkan hasil bahwa13dari15responden memilikitingkat pengetahuan yang kurang tentang menstruasi. Pendidikan kesehatan di sekolah penting dilakukan, terutama yang menyangkut kesehatan reproduksi, dan sebagainya. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan siswi sekolah dasar tentang menstruasi melalui penyuluhan di SDN Sampangan 01 Semarang. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan "One Group Pre Test Post Test". Populasi pada penelitian adalah seluruh siswi kelas IV, V, dan VI di SDN Sampangan 01 Semarang sebanyak 87 siswi, besar sampel adalah 46 siswi. Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah proporsional random sampling. Hasil: Pengetahuan sebelum penyuluhan memiliki skor rata-rata 9,04, rata-rata pengetahuan setelah penyuluhan mengalami peningkatan menjadi 18,07. Pengetahuan tentang menstruasi sebelum penyuluhan mayoritas dalam kategori kurang yaitu sebanyak 89,1 %, setelah penyuluhan mayoritas dalam kategori baik 84,8%. Simpulan: pengetahuan siswi tentang menstruasi mengalami peningkatan setelah penyuluhan.Kata kunci: Pengetahuan, Menstruasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK BALITA USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH RW V DESA KALIPRAU KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG Jayanti Megasari; Ratih Sari Wardani; Nuke Devi Indrawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.65 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.43-47

Abstract

Latar Belakang: Setiap tahun di dunia, 1 juta bayi dan anak balita meninggal karena diare, hal ini menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh dan malnutrisi atau kekurangan gizi. Hal ini sering terjadi akibat kurangnya pengetahuan dalam pemanfaatan jamban, kebersihan perorangan dan lingkungan serta tidak diberikannya Air Susu Ibu. Tujuan : Berdasarkan hal tersebut di atas, maka diangkat penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan ibu tentang diare dengan perilaku ibu tentang diare dengan perilaku terhadap pencegahan diare pada anak balita. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang diambil adalah total populasi yaitu seluruh ibu yang mempunyai anak balita usia 1-5tahun yaitu sebanyak 48 responden.Hasil : Penelitian yang diperoleh pengetahuan ibu baik 29 responden (60,4%), pengetahuan cukup 19 responden (39,6%), pengetahuan kurang 0 responden (0,0%).Perilaku ibu baik terhadap pencegahan diare 35 responden (72,92%), perilaku ibu kurang tehadap pencegahan diare 13 responden (27,08%).Simpulan: Jadi dapat disimpulkan ada hubungan signifikan pengetahuan ibu tentang diare dengan perilaku ibu dalam pencegahan diare pada anak balita usia 1-5 tahun di wilayah RW V Desa Kaliprau Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.Kata Kunci:Pengetahuan, Perilaku, Diare
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN, PEKERJAAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI DESA LETEH KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG Azzade Ellyn Dardiana; Mifbakhudin Mifbakhudin; Dian Nintyasari Mustika
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.868 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.20-25

Abstract

Latar Belakang :Teknik menyusui merupakan salah satu factor yang mempengaruhi produksi ASI dimana bila teknik menyusui tidak benar maka akan terjadi kegagalan dalam proses menyusui dan kegagalan tersebut sering disebabkan karena beberapa masalahpada ibu maupun bayinya. Masalah dari ibu disebabkan dari beberapa factor yaitu pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. Tujuan :Penelitian untuk mengetahui adanya hubungan pendidikan pekerjaan dan pengetahuan ibu dengan teknik menyusui yang benar di Desa Leteh Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Metode : Jenis Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian analitik explanatory study dengan pendekatan cross sectional. Variable independen pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dan variable dependen: teknik menyusui yang benar. Uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ch- square.Jumlah populasi 37 ibu menyusui (0-6) bln, dengan kuesioner dan cheklist sebagai instrumen. Hasil : Penelitian yang diperoleh dari 37 responden, didapatkan 22 responden (62,2%) dengan pendidikan menengah yang dimiliki oleh ibu menyusui yang mempunyai teknik menyusui yang benar, ibu menyusui yang bekerja sebagian besar mempunyai teknik menyusui yang benar sebanyak 19 responden (51,4%), dan ibu menyusui yang mempunyai pengetahuan baik sebesar 17 (45,9%). Uji statistik yang digunakan Chi squaredi peroleh p value sebesar 0,000(p value< 0,05). Simpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan ibu dengan teknik menyusui yang benar, Ada hubungan yang bermmakna antara pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan dengan teknik menyusui yang benar.Kata Kunci: Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan dan Teknik Menyusui yang Benar
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KARTU KEMBANG ANAK (KKA) DENGAN PRAKTEK STIMULASI PERKEMBANGAN PADA BALITA 1-3 TAHUN DI KELOMPOK BINA KELUARGA BALITA (BKB) PUJI LESTARI RW I KELURAHAN NGIJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG Rustantina Rustantina; Dewi Elliana
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.174 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.48-54

Abstract

Latar Belakang :Untuk mencapai tumbuh kembang optimal pada balita, harus dicukupi kebutuhan dasarnya yang meliputi kebutuhan biofisik dan psikososial. Pengetahuan ibu mengenai stimulasi perkembangan anak sangat diperlukan, sehingga ibu dapat melakukan praktik pemberian stimulasi perkembangan secara dini dengan menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA) pada anak – anaknya. Tujuan :untuk mengetahui Hubungan pengetahuan ibu tentang Kartu Kembang Anak (KKA) dengan praktek sitmulasi perkembangan pada balita 1-3 tahun. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi dengan menggunakan metode penelitian crosectional Tehnik sampling yang digunakan adalah Random sampling yaitu berjumlah 44 responden, ibu yang mempunyai anak umur 1-3 tahun yang berada di wilayah kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Puji Lestari RW I Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Semarang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil : penelitian dari 44 responden kelompok Bina Keluarga dan Balita (BKB) Puji Lestari RW I Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Semarang. Distribusi frekuensi responden berdasarkan umurantara 25 – 30 tahun sebanyak 15 (48,4%); responden tamatSLTP sebanyak 15 (48,4%); responden dengan pengetahuan yang baik tentang Kartu Kembang Anak (KKA) sebanyak 28 (90,3%) dan respondendengan praktek simulasi perkembangan yang termasuk kategori melakukan sebanyak27 (87,1%). Dari uji alternatif untuk uji chi square yaitu uji fisher exact table diperoleh nilai p value sebesar0,01. Nilai p value lebih kecil dari 0,05 (0,002 < 0,05). Simpulan : ada Hubungan pengetahuan ibu tentang Kartu Kembang Anak (KKA) dengan praktek Simulasi Perkembangan pada balita 1 – 3 tahun di kelompok Bina Keluarga dan Balita (BKB) Puji Lestari RW I Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Semarang.Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Praktik Stimulasi Perkembangan

Page 1 of 1 | Total Record : 10