cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015): February 2015" : 10 Documents clear
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG PRAKTIK SADARI(PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI RW 03 KELURAHAN BULUSTALAN SEMARANG Wahyu Umiyati; Ratih Sari Wardani; Novita Nining Angraini
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.599 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.65-73

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat menyebabkan kematian terbesar pada kaum wanita di dunia termasuk di Indonesia, namun penyakit kanker payudara merupakan keganasan yang dapat dicegah sedini mungkin dengan berbagai cara, salah satunya yang paling efektif yaitu dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Studi pendahuluan yang dilakukan pada 10 orang wanita usia subur (WUS) di RW 03 Kelurahan Bulustalan ditemukan 6 orang tidak tahu dan 4 orang tahu tentang SADARI. Hal ini dikarenakan belum pernah ada sosialisasi dari tenaga kesehatan, oleh karna itu perlu dilakukan penyuluhan tentang SADARI. Tujuan : Mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap WUS tentang praktik sadari terkait kejadian kanker payudara sebelum dan sesudah penyuluhan RW 03 Kelurahan Bulustalan. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Experiment atau eksperimen semu, dengan rancangan yang digunakan adalah “One Group Pre Test dan Post Test Design”. Populasi dalam penelitian ini wanita usia subur di RW 03 Kelurahan Bulustalan sebanyak 50 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 40 orang. Variabel bebas adalah Penyuluhan tentang praktik SADARI dan Variabel terikat adalah pengetahuan dan sikap WUS tentang praktik SADARI. Analisis Bivariat menggunakan uji (wilcoxon). Hasil : sebelum dilakukan penelitian WUS memiliki pengetahuan tentang SADARI sebanyak (57,5%), dan sikap yang dimiliki WUS sebelum penyuluhan juga tidak mendukung sebanyak (60%), dan setelah dilakukan penyuluhan tentang pengetahuan SADARI pada WUS meningkat menjadi baik yaitu (100%), dan  sikap WUS terhadap SADARI setelah penyuluhan menjadi mendukung sebanyak (52,5%). Ada perbedaan pengetahuan tentang praktik SADARI sebelum dan sesudah penyuluhan p-value 0,000, dan ada perbedaan sikap tentang praktik SADARI sebelum dan sesudah penyuluhan p-value 0,000. Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap WUS tentang Praktik SADARI sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang SADARI. Kata Kunci : pengetahuan, sikap, SADARI, Penyuluhan.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI ORAL PADA WANTIA USIA LEBIH DARI 35 TAHUN DENGAN STADIUM KANKER SERVIK DI RSUD KOTA SEMARANG Dewi, Nova Karya; Rejeki, Sri; Istiana, Siti
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.286 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.31-38

Abstract

Latar belakang: Kanker leher rahim (servik) termasuk dalam kategori tumor ganas yang tumbuh di leher rahim wanita. Sekitar 52 juta perempuan di Indonesia beresiko terkena kanker serviks, sementara 36 persen perempuan dari seluruh penderita kanker serviks adalah pasien kanker serviks. Salah satu  faktor risiko kanker servik yaitu penggunaan kontrasepsi oral yang terlalu lama seperti diatas 5 tahun. Penggunaan kontrasepsi oral pada usia perimenopause (>35 tahun) perlu berhati-hati karena pada usia tersebut mulai muncul penyakit-penyakit seperti hipertensi, kegemukan, yang semua ini merupakan faktor risiko untuk pemberian kontrasepsi oral. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi oral dengan kejadian kanker servik di RSUD Kota Semarang. Metode Penelitian: Desain penelitian retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian  48 responden dengan teknis sampling jenuh. Variabel bebas yaitu lama penggunaan kontrasepsi oral pada wanita usia >35 tahun sedangkan variabel terikat adalah kejadian kanker servik. Alatnya menggunakan lembar observasi. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi oral pada wanita usia >35 tahun dengan kejadian kanker servik dengan p value 25.865. Simpulan: hasil uji korelasi dengan uji chi square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi oral pada wanita usia >35 tahun dengan kejadian kanker servik di RSUD Kota Semarang. Kata kunci : lama penggunaan kontrasepsi oral, wanita usia lebih dari 35 tahun,  stadium kanker servik
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KETIDAKNYAMANAN SELAMA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA DI BPM Ny.A PUNDENARUM DEMAK Damayanti, Diah; Wardani, Ratih Sari; Indrawati, Nuke Devi
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.005 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.74-80

Abstract

Latar Belakang : kehamilan yang sehat, suatu kondisi sehat fisik dan mental ibu dan janin yang di kandungnya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang meliputi pengetahuan tentang kehamilan terdapat pengetahuan kurang (31,03%), gejala ketidaknyamanan kehamilan (34,64%), penyebab ketidaknyamanan kehamilan (28,57%) dan cara mengatasi ketidaknyamanan kehamilan (35,48%). Tujuan : untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang ketidaknyamanan selama kehamilan pada ibu hamil trimester pertama. Metode : yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan metode point time. Jumlah populasinya sebanyak 85 orang pada bulan Juli-Agustus, Besar sampel yang di butuhkan 46 orang. Analisis statistik. Hasil : kuesioner sudah dilakukan uji validitas dengan item pertanyaan 25 (r hitung > 0,361). Kuesioner yang dilakukan uji reliabilitas, dari hasil perhitungan pengetahuan diperoleh Alpha sebesar 0,804 (alpha > 0,6). Reliabel, mayoritas mempunyai pengetahuan baik (80,4%) dan pengetahuan kurang (4,3%). Simpulan : mayoritas responden mempunyai pengetahuan baik tentang ketidaknyamanan kehamilan (80,4%) dan pengetahuan kurang (4,3%) Kata Kunci : Pengetahuan, Kehamilan, Ketidaknyamanan selama kehamilan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG Sutrimah Sutrimah; Mifbakhuddin Mifbakhudin; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.694 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.1-10

Abstract

Latar Belakang:Preeklampsia merupakan sindrom yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria yang muncul di trimester kedua kehamilan yang selalu pulih diperiode postnatal. Preeklampsia merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas ibu dan janin, banyak faktor yang berpengaruh terjadinya preeklampsia. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor resiko terjadinya preeklampsia dengan kejadian preeklampsia di RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan pendekatan retrospektif, menggunakan teknik sampel jenuh yaitu responden yang digunakan pada kasus adalah 32 ibu hamil dengan preeklampsia dan pada kontrol 32 ibu hamil normal pengumpulan data ini dengan cara melihat rekam medik lalu dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan analisis chi square. Hasil: Hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan faktor resiko umur dengan kejadian preeklampsia (p=0,768 ) (OR=1,190), tidak ada hubungan yang signifikan faktor resiko paritas dengan kejadian preeklampsia (p=0,313) (OR= 0,600), ada hubungan yang signifikan antara faktor riwayat preeklampsia sebelumnya dengan kejadian preeklampsia (p=0,01), tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor resiko kehamilan kembar dengan kejadian preeklampsia (p=1,00). Simpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan faktor resiko umur, paritas, kehamilan kembar dengan kejadian preeklampsia, ada hubungan yang signifikan antar riwayat preeklampsia sebelumnya dengan kejadian preeklampsia.
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA PEREMPUAN DIFABEL (TUNA GRAHITA) DI SLB NEGERI 2 YOGYAKARTA Rokhmah, Islamiyatur; Warsiti, Warsiti
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.055 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.39-49

Abstract

Latar belakang: Lingkup kesehatan reproduksi yang ada  masih dominan berpaham pada “normalisme” artinya semuanya didesain untuk individu yang normal. Masih belum ada desain yang diperuntukan untuk difabel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kebutuhan kesehatan reproduksi remaja perempuan difabel di SLB Negeri 2 Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data indept interview. Triangulasi subyek dan metode dilakukan untuk meningkatan kredibilitas penelitian yaitu dengan metode focus group discussion kepada guru dan orang tua. Analisa data dengan mengggunakan pendekatan langkah dari Colaizzi. Kesimpulan Sebagian besar remaja difabel grahita perempuan belum memiliki pemahaman secara kompresensif mengenai Kesehatan Reproduksi. Peran orang tua dan guru masih belum maksimal dalam memberikan pemahaman mengenai Kesehatn reproduksi kepada difabel grahita perempuan. Kebijakan pendidikan belum memprioritaskan Kesehatan Reproduksi masuk dalam kurikulum pendidikan bagi difabel grahita.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTIHAN PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI RT 04 RW 03 KELURAHAN ROWOSARI SEMARANG Rika Puji Rahayu; Fitriani Nur Damayanti; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.764 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.11-16

Abstract

Latar Belakang: Keputihan masih menjadi masalah di Kelurahan Rowosari, kejadian paling banyak di RT 04 RW 03. Salah satu faktor yang ditemukan adalah berkaitan dengan pekerjaan, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan kebersihan alat kelamin (vulva hygiene). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keputihan pada wanita usia subur di RT 04 RW 03 Kelurahan Rowosari Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah wanita usia subur di RT 04 RW 03 Kelurahan Rowosari seabanyak 46 orang dan menggunakan teknik sampling jenuh. Variabel independent yaitu pekerjaan, alat kontrasepsi, dan vulva hygiene. Variabel dependent yaitu keputihan pada WUS. Analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil: Wanita Usia Subur (WUS) bekerja sebagai buruh pabrik (50%), memakai alat kontrasepsi hormonal (65,2%) dan berpengetahuan cukup tentang vulva hygiene (84,8%). Ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan keputihan (p value=0,001 dan OR=10). Ada hubungan yang bermakna antara alat kontrasepsi dengan keputihan (p value=0,001 dan OR=60). Ada hubungan yang bermakna antara vulva hygiene dengan keputihan (p value=0,021 dan OR=9). Kesimpulan: Pekerjaan, alat kotrasepsi, dan vulva hygiene merupakan faktor risiko dari keputihan. Kata kunci :Wanita Usia Subur, pekerjaan, alat kontrasepsi, dan vulva hygiene.
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BERDASARKAN STATUS BEKERJA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 6-11 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGAWEN 1 KABUPATEN DEMAK Marisa Fergie Anggraeni; Susi Herawati; Dian Nintyasari Mustika
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.579 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.50-56

Abstract

Latar Belakang : Cakupan ASI eksklusif masih rendah di Indonesia. Status bekerja merupakan salah satu penyebabnya. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di Puskesmas Karangawen 1 ternyata ada ibu yang tidak bekerja tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pemberian ASI eksklusif berdasarkan status bekerja ibu yang memiliki bayi usia 6-11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karangawen 1. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 70, dengan variabel bebas yaitu status bekerja dan variabel terikatnya adalah pemberian ASI eksklusif. Uji statistik yang dipakai adalah uji chi square. Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan 70 responden. Jumlah pemberian ASI eksklusif 11, ASI eksklusif 59, jumlah ibu bekerja 56 dan jumlah ibu tidak bekerja 14. Setelah dilakukan analisis diperoleh nilai p= 0,001 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak. Kesimpulan: Ada perbedaan pemberian ASI eksklusif berdasarkan status bekerja. Diharapkan untuk semua ibu agar tetap memberikan ASI eksklusif walaupun ibu bekerja. Kata kunci: Pemberian ASI Eksklusif , Status Bekerja
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 9 - 11 BULAN DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN MRANGGEN DEMAK Nur Azizah; Mifbakhuddin Mifbakhudin; Lia Mulyanti
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.461 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.17-24

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi telah terbukti sebagai salah satu upaya kesehatan masyarakat yang sangat penting. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar meliputi beberapa hal seperti pengetahuan, motif, pengalaman, pekerjaan, dukungan keluarga, fasilitas posyandu, lingkungan, sikap, tenaga kesehatan, penghasilan dan pendidikan. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9 - 11 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 9 - 11 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak dengan jumlah 42 orang. Teknik samplingnya adalah total populasi. Hasil : Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan yang antara faktor pendidikan ibu dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya (p=0,714), tidak ada hubungan yang antara faktor pendapatan dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya (p=1,000), ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya, (p=0,000) dan ada hubungan yang bermakna antara faktor sikap dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak (p=0,000). Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan dan pendapatan dengan kelengkapan imunisasi pad anak, ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan kelengkapan imunisasi pada anak. Tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan promosi kesehatan dengan gencar seperti melakukan penyuluhan secara berkala terhadap masyarakat khususnya berkaitan dengan perlunya imunisasi dasar lengkap terhadap bayi. Tenaga kesehatan ini dapat bekerja sama dengan pihak kelurahan setempat dalam memberikan penyuluhan terhadap warga.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP KADER KESEHATAN TENTANG IMUNISASI HPV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG Nurjanah, Siti; Puspitaningrum, Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.239 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.57-64

Abstract

Latar belakang : Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular. Salah satu penyakit paling mematikan yang menghantui kehidupan perempuan adalah kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker ketiga yang dijumpai pada sistem reproduksi wanita (Faizah, 2010). Pengetahuan yang cukup sangat penting untuk mencegah terjadinya kanker serviks sedini mungkin. Pencegahan agar terhindar dari virus HPV adalah dengan imunisasi vaksin. Perlu dilakukan upaya peningkatan tentang pendidikan kesehatan dan pengetahuan kanker serviks serta imunisasi kanker serviks dari kader kepada beberapa wanita usia subur. Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di wilayah kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 41 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Acidental Sampling. Hasil : Pendidikan kesehatan sebagian besar diikuti oleh 33 (80,5%) responden. Sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV sebagian besar yaitu positif sebanyak 38 (92,7%). Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil p value sebesar 0,092, ini menunjukkan hasil yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Sikap, Imunisasi HPV
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI KELAS XI TERHADAP PENCEGAHAN ANEMIA SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI SMA FILIAL NEGERI 1 GUBUG Zela Ubaidillah; Budi Santosa; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.938 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.25-30

Abstract

Latar belakang : Menurut Moore (1997) yang dikutip oleh Tarwito dkk (2009) anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktifitas kerja ataupun kemampuan akademis di sekolah karna tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Menurut hasil penelitian yang dilakukan Nursari (2009) pada remaja putri SMP N 18 Bogor, seluruh informasi mengalami anemia tingkat sedang dengan kadar Hb antara 8,7 gr%  sampai 10,8 gr% memiliki beberapa gejala dan tanda anemia yaitu 5L, pusing, mudah  ngantuk, pucat pada kuku, bibir dan kelopak mata. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pencegahan anemia sebelum dan sesudah penyuluhan pada siswi kelas XI di SMA Filial Negeri 1 Gubug. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif. Variabel yang digunakan adalah pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia sebelum dan sesudah penyuluhan. Populasi dalam penelitian ini remaja putri kelas XI di SMA Filial Negeri 1 Gubug yang berjumlah 49 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil : Tingkat pengetahuan responden yang berpengetahuan kurang sebelum di lakukan penyuluhan sebanyak 32 orang (65,3 %) dan setelah di lakukan penyuluhan yang berpengetahuan baik sebanyak 28 orang (57,1%). Sikap terhadap pencegahan anemia dengan tingkat pengetahuan positif sebanyak 25 orang (51,0%) setelah dilakukan penyuluhan sikap terhadap pencegahan anemia dengan tingkat positif sebanyak 35 orang (71,4%). Simpulan : Jumlah responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 57% dan yang memiliki sikap positif adalah 71,4% setelah dilakukan penyuluhan. Kata Kunci : pengetahuan, sikap dan anemia

Page 1 of 1 | Total Record : 10