cover
Contact Name
Syarifah
Contact Email
syarifahunaim@gmail.com
Phone
+6282248378113
Journal Mail Official
syarifahunaim@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNAIM YAPIS WAMENA Jl. Hom-Hom Wamena Kab. Jayawijaya Papua 99511 Phone: 0822-4837-8113 email: honai.unaim@gmail.com / lppmunaim@gmail.com
Location
Kab. jayawijaya,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Honai
Published by UNAIM YAPIS WAMENA
ISSN : 28279468     EISSN : 28278607     DOI : https://doi.org/10.61578/honai
Core Subject : Social,
Jurnal ini menerima naskah penelitian dan literatur review pada bidang ilmu sebagai berikut: Pendidikan Administrasi Sains Ekonomi Pemerintahan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2024): Desember" : 6 Documents clear
STRATEGI PEMENANGAN CALON ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN PADA PEMILU 2024 DI DAPIL 1 KABUPATEN BANTUL Adi Putra, Qaqa; Aos Kuswandi
Jurnal Honai Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol4.no2.art5

Abstract

Keterwakilan perempuan dalam politik sudah dijamin dalam Undang-Undang. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menyebutkan bahwa bakal calon anggota DPRD kabupaten/kota yang ditetapkan oleh pengurus partai politik peserta pemilihan umum tingkat kabupaten/kota memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30%. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus permasalahan adalah bagaimana strategi calon anggota legislatif perempuan dalam memenangkan pemilihan anggota DPRD di Kabupaten Bantul dan apa saja hambatan yang dihadapi calon legislatif perempuan dalam pemilihan anggota DPRD di Kabupaten Bantul maupun upaya dalam mengatasi hambatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan metadata. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemenangan caleg perempuan terpilih dari partai demokrat di dapil 1 dalam pemilihan anggota DPRD di Kabupaten Bantul menggunakan strategi politik menurut Peter Schorder. Strategi offensif yang  pertama, Membentuk Tim Pemenangan dan Menarik Kader yang dikenal Masyarakat. Kedua, Sosialisasi dengan cara pendekatan terhadap masyarakat. Ketiga, mengusung program yang realistis. Strategi deffensif yang pertama, meyakinkan masyarakat dengan pendekatan yang intens. Kedua, memanfaatkan komunitas Sahabat Yuliana. Faktor-faktor yang menghambat pemenangan calon anggota legislatif perempuan dalam pemilihan anggota DPRD Kabupaten Bantul adalah faktor terbatas nya sumber daya, jaringan dan fasilitas yang ada serta adanya fitnah. Upaya dalam mengatasi hambatan yang dilakukan kandidat perempuan pertama, menekankan kepada tim pemenangan untuk komitmen dan kompak. Kedua, melakukan hal yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.
COLLABORATIVE GOVERNANCE IN EFFORTS TO IMPROVE FOOD SECURITY THROUGH URBAN FARMING IN BANDUNG CITY Cellindita, Switsa; Fitrianti, Anisa; kamil, muhammad
Jurnal Honai Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol4.no2.art1

Abstract

Kajian ini dimaksud untuk menjelaskan bagaimana pengaruh pandemi covid-19 terhadap sektor pertanian yang berpengaruh pada ketahanan pangan nasional. Maka dari itu fokus kajian ini adalah untuk mengetahui collaborative government antara pemerintah, masyarakat, ataupun pihak terkait dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi seluruh penduduk di Indonesia melalui arahan dari Kementerian Pertanian melalui peningkatan produksi pertanian di dalam negeri sehingga mampu menekan harga pangan menjadi stabil, terlebih lagi pada penduduk perkotaan yang jarang terdapat lahan pertanian melalui program Urban Farming. Penelitian ini berfokus pada Kota Bandung sebab  Kota Bandung telah menerapkan konsep  Kampung Berkebun  melalui kegiatan bercocok tanam masal. Hal tersebut terjadi karena adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman, sehingga mengakibatkan semakin sempitnya lahan untuk bercocok tanam. Penelitian ini menggunakan metode Studi Literature dengan menganalisis berbagai hasil dan informasi dari penelitian terdahulu. Analisis berbagai informasi dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber tertulis dengan beberapa dokumen yang relevan. Hasil dari penelitian ini adalah collaborative governance yang terjalin dalam upaya meningkatkan  ketahanan pangan di masa pandemic, khususnya di Kota Bandung melalui implementasi dari kebijakan urban farming, lebih dominan dilakukan oleh masyarakat. Melalui kebijakan program urban farming berdampak positif bagi Kota Bandung sendiri. Maka dari itu dengan berhasilnya kebijakan urban farming di Kota Bandung mencerminkan collaborative government yang berjalan secara efektiv dan efisien.
STRATEGI DINAS KESEHATAN DALAM MENEKAN LAJU PENDERITA STUNTING DI KABUPATEN ENREKANG Muhammadiah; Adys, Abdul; bahri, samsul
Jurnal Honai Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol4.no2.art2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi organisasi, starategi program, dan strategi pendukung sumber daya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Dalam Menekan Laju Penderita Stunting di Kabupaten Enrekang. Jenis Penelitian Ini menggunakan deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini  yaitu 7 orang. Teknik analisis datayaitu reduksi kata, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Dinas Kesehatan dalam menekan laju penderit stunting telah mengalami penurunan di tahun 2019 dibandingkang tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2018 dengan harapan kedepannya akan menurun lagi. Dengan adanya program gerakan masyarakat sehat, gerakan masyarakat peduli stunting dan gerakan masyarakat mencegah stunting dan Dinas Kesehatan mengaktifkan sosialisasi dengan melibatkan organisasi perangkat daerah(ODP). Hal ini dipengaruhi oleh strategi organisasi, strategi program dan strategi pendukung sumber daya yang diupayakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang.
MEMBERANTAS KORUPSI BIROKRASI MELALUI COLLABORATIVE GOVERNANCE harsono, jusuf; azhar, insyira
Jurnal Honai Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/anpt9p94

Abstract

Agenda pemberantasan korupsi mampu meminjam pendekatan collaborative governance melalui salah satunya keseimbangan peran masyarakat terhadap aktor dominan pemerintah dan diberlakukannya beberapa skema utama dalam mengawasi aset publik. Masyarakat selama ini tidak mengetahui berbagai kecurangan meskipun mereka terlibat didalamnya. Tidak hanya masyarakat, pegawai yang berada pada level bawah juga tidak berkutik bahkan ketika mereka kehilangan hak atas apa yang seharusnya mereka pertahankan untuk publik. Sehingga penelitian ini telah melihat lebih jauh bagaimana korupsi terjadi salah satunya karena ketimpangan peran antar aktor yang berakibat pada dominasi aktor tertentu dan ketidakseimbangan antar aktor. Penelitian dilakukan di salah satu kabupaten di Jawa Timur dengan menggunakan teknik observasi dalam penggalian data. Kegiatan observasi berlangsung selama 11 bulan yang dilakukan di instansi terkait. Penelitian ini mencoba merancang skema pencegahan dan mengentaskan kasus korupsi pada level birokrasi melalui tiga skema utama: mekanisme internal, perlindungan identitas pelapor, dan pemberian insentif sebagai penguatan aspek collaborative governance dalam menghadapi kasus korupsi birokrasi.
ANALISIS PERAN PENEGAKAN HUKUM TERPADU (GAKKUMDU) DALAM PEMILIHAN UMUM DI KABUPATEN WONOGIRI firdaus, royan; mukminin, amir; sanusi, makhda; wahyuni, ruslina
Jurnal Honai Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/0dfyb287

Abstract

Tulisan ini ingin mengkaji peran penegakkan hukum terpadu yaitu kepolisian, kejaksaan dan Bawaslu dalam pemilihan umum di Kabupaten Wonogiri. Implementasi dari metode demokrasi suatu negara, salah satunya dengan terselenggaranya pemilihan umum atau pemilu, seperti yang sudah dilaksanakan bangsa Indonesia. Akan tetapi seringkali dalam proses penyelenggaraan pesta demokrasi ini, dijumpai banyak kekurangan bahkan ada beberapa kasus pelanggaran. Adapun pelanggaran pemilu ini seperti money politik yang telah terjadi dari tingkat paling bawah yaitu pemilihan kepala desa sampai pemilihan presiden. Berkenaan mengenai persoalan money politik ini aspek utama terjadinya karena tingkat kesadaran publik akan pentingnya pemilu bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia masih terbilang rendah, sehingga masyarakat khususnya yang skala pendidikan dan ekonomi menengah kebawah akan mudah untuk dihasut. Maka dari itu negara berupaya agar didalam pelaksanaan pemilu ini bisa sesuai dengan asasnya yaitu langsung, umum, bebas, rahasia dan adil, dengan cara membentuk Gakkumdu sebagai badan pokok didalam menangani pelanggaran atau kecurangan penyelenggaraan pemilu. Gakkumdu sendiri merupakan gabungan dari Bawaslu, Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Riset ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui tindak lanjut dari Gakkumdu didalam menangani kasus kecurangan atau pelanggaran pelaksanaan pemilu, serta mencari perbandingan tingkat efektivitas Gakkumdu pada Pemilu serempak 2024 dengan pemilu serempak 2019, sehingga kinerja tiga instrumen pemerintah ini dapat dilihat dan seumpama ada kekurangan dapat dievaluasi bersama yang harapannya setiap kegiatan Pemilu bisa berjalan dengan aman dan damai.
TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI DALAM PENGABDIAN MASYARAKATDI TANAH PAPUA misrah, irmayani; adi, tiomy
Jurnal Honai Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/v68sd912

Abstract

Pendidikan tinggi di Indonesia memegang peranan strategis dalam membangun sumber daya manusia yang bermutu dan berdaya saing, khususnya melalui penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, penyelenggaraan Tridharma di daerah terpencil seperti Pegunungan Papua menghadapi tantangan yang kompleks, antara lain keterbatasan infrastruktur, kesenjangan pendidikan, perbedaan budaya, dan dampak perubahan iklim. Tantangan geografis, seperti medan yang sulit dan aksesibilitas yang terbatas, serta tuntutan hidup yang tinggi bagi para akademisi, menjadi kendala utama dalam penyelenggaraan program pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Pegunungan Papua untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi penyelenggaraan Tridharma. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan FGD, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menjadi kunci untuk mengatasi tantangan tersebut. Beberapa solusi yang diusulkan antara lain peningkatan infrastruktur dan teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendekatan berbasis kearifan lokal, pemberian insentif bagi para akademisi, dan program berkelanjutan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di Papua Pegunungan memerlukan pendekatan holistik dan kolaboratif untuk menciptakan dampak yang signifikan terhadap masyarakat setempat. Rekomendasi strategis meliputi peningkatan pendidikan, evaluasi berkelanjutan, dan pembentukan platform kolaboratif yang inklusif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6