cover
Contact Name
Muhammad Ansarullah S. Tabbu
Contact Email
ijfag@lontara.com
Phone
-
Journal Mail Official
lontara.digitechidn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Abdullah Dg. Sirua, Kompleks BTN CV. Dewi Blok B6 No. 12, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography
ISSN : 30266270     EISSN : 30256399     DOI : -
The journal publishes research articles on various matters related to fundamental and applied geography. Our scope of publications include physical geography, human geography, regional planning and development, cartography, remote sensing, geographic information systems and environmental sciences. The journal publishes articles on interdisciplinary content and cross-cutting dimensions related to Geography from various perspectives. Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography (IJFAG) welcomes high-quality original and well-written manuscripts on any of the following topics: Geography Education Social Geography Tourism Geography Political Geography Population Geography Soil Geography Environmental Science Hydrology and Oceanography Meteorology and Climatology Geomorphology Geology Biogeography Geographic Information Systems Remote Sensing Cartography Regional Planning and Development Climate Change
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024)" : 6 Documents clear
Analysis of Pangkep Regency Groundwater Potential Through the Use of the Overlay Method Geographic Information System Nasrul; Nuryadin, Muhammad Taufan; Mulianti; Hasrin, Sri Wahyuni; Rasul, Mat; Hakiki, Ferigo Taufani Tri
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v2i1.20250

Abstract

The increase in population results in an increase in the amount of water supply needed to carry out all activities of the population.  Groundwater is a very important alternative source, especially during the dry season. This research aims to determine the distribution of groundwater potential in Pangkajene Regency and the islands which can be used as a reference and information regarding areas that have groundwater potential. By using the overlay method through the use of geographic information systems. This method is carried out by scoring each parameter used, namely giving a value and weighting according to the classification of each parameter. The analysis process was carried out with the help of the ArcGIS 10.8 mapping application. Based on the results of the analysis carried out in this research, it was found that Pangkep Regency as a whole has a moderate level of groundwater potential, this can be seen from the percentage of 60.26% of the total area of ​​Pangkajene Regency or around 476.4302954 km2 has groundwater potential. which is being. In this case, the government needs to carry out regular monitoring and evaluation of groundwater conditions in areas with medium potential including Tondong Talassa, Minasa Tene, Pangkajene, and Bungoro sub-districts to ensure that the quality and quantity of groundwater do not decline to low or very low. As well as carrying out detailed exploration and inventory of groundwater potential in areas with high levels such as in the Mandalle, Marang, and Labakkang subdistricts.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Sebaran Potensi Air Tanah di Kabupaten Soppeng Mat Rasul; Rifaldi R; Siti Nurviana; Rini Kausarani; Syuura Annisa Faizin; Agustina; Nadiyah; Serah Watngil; Muhammad Rais Abidin
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v2i1.20248

Abstract

Air tanah adalah air yang terakumulasi di dalam lapisan tanah dan batuan di bawah permukaan tanah. Kabupaten Soppeng merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan yang sering mengalami kekeringan. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran potensi air tanah yang dapat berfungsi sebagai referensi bagi masyarakat maupun bagi pihak pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan sistem informasi geografis yakni analisis overlay dan skoring pada peta penggunaan lahan, kemiringan lereng, curah hujan, topografi dan kerapatan vegetasi. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Soppeng memiliki potensi air tanah yang rendah dengan persentase 48,69% sedangkan kategori sangat tinggi hanya 2,44%. Persebaran potensi air tanah sangat tinggi tersebar di beberapa kecamatan seperti kecamatan Donri-Donri, Lalabata, Marioriawa Marioriwawo, Liliraja serta Kecamatan Citta. Sedangkan untuk kecamatan lainnya seperti Kecamatan Ganra dan Lilirilau didominasi oleh potensi air tanah dengan kategori rendah dan sedang.
Efektivitas Penyuluhan Pertanian Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Tompong Patu Kecamatan Kahu Kabupaten Bone Yunus, Zahrani Paradiba; Muhammad Yusuf; Jeddah Yanti; Dinil Qaiyimah; Haris
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v2i1.20247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifan penyuluhan pertanian petani pada dalam pembutan pupuk organik cair serta untuk mengetahui peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan sikap petani setelah penyuluhan di Desa Tompong Patu Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kuantitatif serta data lapangan dikumpulkan melalui pretest dan posttest kepada petani sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup efektif dengan nilai efektivitas penyuluhan sebesar 55,39%. Setelah penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan petani sebesar 21,7% yang berada pada kategori sangat mengetahui, keterampilan petani mengalami peningkatan sebanyak 26,2% yang berada pada kategori sangat terampil dan peningkatan sikap petani sebanyak 8,5% berada pada kategori sangat setuju.  
ANCAMAN GEMPA MEGATHRUST : STRATEGI PERLINDUNGAN DAN MITIGASI BAGI MASYARAKAT PADA DAERAH PESISIR BARAT PULAU SUMATERA Muh. Azriel Putra Rizal; Nurul Afdal Haris
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v2i1.20246

Abstract

Wilayah Indonesia, terutama Pulau Sumatera, terletak di sekitar Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga rentan terhadap bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami, dan aktivitas vulkanik. Di wilayah ini terjadi tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang bergerak secara konvergen, menghasilkan zona subduksi sebagai sumber utama aktivitas seismik gempa bumi dan tsunami. Gempa megathrust adalah fenomena yang pernah terjadi akibat dari aktivitas ini, yang memberikan dampak besar pada lingkungan dan kehidupan masyarakat. Salah satu faktor yang memperparah dampak adalah kesulitan dalam memprediksi kejadian gempa sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan elemen-elemen penting dari gempa megathrust dan struktur geologi Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera, sebagai informasi awal untuk upaya mitigasi bencana. Beberapa strategi mitigasi yang diusulkan dalam penelitian ini meliputi pembangunan infrastruktur tahan gempa, peta rawan tsunami, dan pengoptimalan sistem InaTEWS (Indonesian Tsunami Early Warning System). Diharapkan, upaya mitigasi ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mengurangi dampak negatif, seperti kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memahami gempa megathrust serta strategi untuk menghadapinya.
Utilization of GIS Technology for Mapping Flood-prone Areas in Ambon Island, Indonesia Rakuasa, Heinrich; Viktor Vladimirovich Budnikov
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v2i1.20249

Abstract

Flooding is one of the most common natural disasters in Indonesia, including on Ambon Island, which can cause significant economic and social losses. This research aims to map flood-prone areas on Ambon Island using Geographic Information System (GIS) technology to map flood hazards and affected residential areas. This research uses variables of elevation, slope, rainfall, land cover, distance from rivers, and soil type. The weighted overlay method was used to produce maps of flood hazards and affected areas. The results showed that the low class flood had an area of 58,114.44 ha, the medium class had an area of 14,066.44 ha, and the high class had an area of 4,733.31 ha, while the built-up land area affected by flooding in the low class had an area of 907.92 ha, the medium class had an area of 3,445.92 ha, and the high class had an area of 1,681.40. The results of this study are expected to make a meaningful contribution to disaster risk management policies on Ambon Island and other areas with similar characteristics.
Pemetaan Tingkat Kekeringan Menggunakan Metode Thornthwaite untuk Penentuan Jenis Tanaman Pertanian di Kecamatan Enrekang Santriyani; Nasiah; Muhammad Yusuf; Rais Abidin; Rosmini Maru
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/7299de73

Abstract

Kekeringan merupakan fenomena yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama pada wilayah yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama pengairan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kekeringan di Kecamatan Enrekang dengan menggunakan metode Thornthwaite dengan pendekatan neraca air dan indeks kekeringan serta menentukan jenis tanaman pertanian yang sesuai berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan meliputi curah hujan, suhu, tekstur tanah, dan penggunaan lahan yang dianalisis secara spasial untuk mengetahui distribusi tingkat kekeringan di wilayah penelitian. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa indeks kekeringan di Kecamatan Enrekang cukup bervariasi, berkisar antara nol (0) sampai 126,4 %. Nilai indeks kekeringan tertinggi terdapat pada bulan November stasiun Sulengka. Sementara pada stasiun-stasiun dengan nilai indeks kekeringan sama dengan nol (0) tersebar di seluruh stasiun pada bulan-bulan tertentu yang diperkirakan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Nilai indeks kekeringan sama dengan nol (0) menunjukkan bahwa di daerah tersebut tidak mengalami kekeringan. Rekomendasi tanam tanaman pertanian lahan kering yang di budidayakan menurut indeks kekeringannya yakni padi, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, kacang hijau, dan cabai rawit.

Page 1 of 1 | Total Record : 6