cover
Contact Name
Murtiyana Sari
Contact Email
murtiyana.sari@universitasmulia.ac.id
Phone
+6285247539679
Journal Mail Official
farmasi@universitasmulia.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi Universitas Mulia Jl. Letjend Z.A. Maulani No. 9 Kel. Damai Bahagia Kota Balikpapan
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Pharmacia
Published by Universitas Mulia
ISSN : 30896142     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacia Jurnal merupakan Jurnal farmasi yang berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi bidang-bidang: farmasi klinis, manajemen farmasi, teknologi farmasi, dan bahan alam, serta penelitian-penelitian lain yang terkait dengan bidang-bidang tersebut. Terbit dua kali dalam setahun bulan Maret dan September. Pharmacia Jurnal pertama kali publikasi untuk Volume 1 No 1 Tahun 2023 oleh Program Studi Farmasi Universitas Mulia. Jurnal PHARMACIA adalah jurnal Program Studi Farmasi yang berfokus pada: Analisis Farmasi Farmakologi dan Toksikologi Farmasi Klinik Farmakognosi Fitokimia Bioteknologi Farmasi Formulasi dan Teknologi sediaan Manajemen Farmasi Undang - Undang dan Etika Kefarmasian
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Pharmacy" : 5 Documents clear
PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID DARI EKSTRAK DAUN KELOR DAN DAUN KENIKIR DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Pujiastuti, Yunita Ali; Sapri
PHARMACIA Vol. 2 No. 1 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kelor dan daun kenikir yang biasa hanya digunakan sebagai bahan sayuran dapur, padahal memiliki segudang manfaat lain, untuk itu Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah total kandungan flavonoid pada tanaman daun kelor dan daun kenikir dengan menggunakan spektrofotmetri UV-VIS. Daun kelor dan daun kenikir yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari wilayah Balikpapan Timur. Hasil yang diperoleh menunjukkan total kandungan flavonoid pada daun kenikir yaitu 10,24% ± 1,224 atau 102,4 mgQE/g ekstrak lebih besar jika dibandingkan dengan total kandungan flavonoid pada daun kelor yaitu 9,08% ± 1,532 atau 90,8 mgQE/g ekstrak. Dimana sejalan dengan hasil rendemen kedua sampel Dimana rendemen ekstrak daun kenikir yaitu 7,17% lebih besar dibanding dengan ekstrak daun kelor yaitu 6,83% dengan metode pengeringan yang sama yaitu pada suhu 50 0C dengan menggunakan oven yang selanjutnya dilakukan proses ekstrasi dengan menggunakan metode maserasi. Dimana metode ekstrasi ini dipilih karena terbilang lebih efektif untuk mengikat senyawa fitokimia dan juga murah.
Analisis Efektivitas dan Biaya Penggunaan Obat Antikoagulan di Indonesia: Kajian Artikel Sagita, Vina Anasthasia; Sukmadryani, Yunilah
PHARMACIA Vol. 2 No. 1 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antikoagulan adalah salah satu terapi obat yang digunakan pada pasien yang menderita penyakit dengan sumbatan atau gumpalan. Berdasarkan hasil penelusuran awal harga obat-obat ini terbilang cukup tinggi dan efek samping yang terjadi pada setiap pasien bervariasi di Indonesia. Analisis Efektivitas Biaya (AEB) adalah salah satu analisis yang dapat menilai manfaat yang dikorelasikan dengan biaya sehingga pasien dapat mengoptimalkan efektivitas obat sesuai biaya yang dikeluarkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi hasil AEB penggunaan obat antikoagulan dan antiplatelet pada pasien di Indonesia. Penelitian menggunakan studi literatur terkait dan menghasilkan data deskriptif. Hasil penelusuran di dapatkan 5 artikel yang relevan. Hasil kajian lima artikel ini menunjukkan bahwa obat antikoagulan digunakan sesuai kondisi pasien dan penyakitnya, tiga dari lima artikel menyampaikan fondaparinux memiliki nilai tertinggi baik dari segi efektivitas maupun efektivitas-biaya di banding yang lain.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) DARI FERMENTASI STATER (Lactobacillus casei) PADA CUKA MANDAI CEMPEDEK (Artocarpus champeden) Rezia Elok Canrika; Utami, Indah Woro; Retno, Eka Kumala
PHARMACIA Vol. 2 No. 1 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mandai merupakan salah satu olahan makanan fermentasi dari kulit cempedak (Artocarpus champeden). Namun bagian dari mandai yang belum dimanfaatkan yakni cuka mandai yang dapat dibuat menjadi bahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan isolat dan mengetahui karakteristik dari bakteri asam laktat dari hasil fermentasi stater (Lactobacillus casei) pada cuka mandai cempedak. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan analisis data berupa analisis data dekskriptif. Fermentasi mandai ditambahkan stater 4% kemudian diambil sampel cuka pada hari ke-14 untuk di isolasi dengan Media MRS Agar dan dikarakterisasi. Dari hasil isolasi diperoleh empat koloni yang dapat dikatakan sebagai isolat dari bakteri asam laktat cuka mandai cempedak atau BAL CM dengan kode BAL CM1, BAL CM2, BAL CM3 dan BAL CM4. Keempat isolat tersebut memiliki karakteristik morfologi yang sama yakni berwarna putih dan tepi utuh dengan bentuk isolat yakni dua isolat bulat dan dua isolat tidak beraturan. Pada empat isolat tersebut menunjukan hasil berupa gram positif, berbetuk batang, uji katalase negatif tidak terbentuknya gelembung atau gas dan uji indol negatif tidak terbentuknya warna merah atau cincin merah. Keempat isolat tersebut diduga sebagai bakteri asam laktat genus Lactobacillus.
FORMULASI EKSTRAK ETANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN KOMBINASI HPMC (Hidroxypropyl methylcellulosa) DAN KARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT Rizqa, Rizqa Fadhila Suchita Putri; Sapri; Murtiyana, Sari
PHARMACIA Vol. 2 No. 1 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak kulit bawang merah banyak mengandung senyawa antioksidan diantaranya flavonoid dan antosianin. Untuk memaksimalkan manfaatnya, sediaan Emulgel diformulasikan dengan variasi kombinasi gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kombinasi optimum HPMC dan karbopol dalam sediaan emulgel kulit bawang merah (Allium cepa L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 7 formula emulgel dibuat dengan variasi perbandingan konsentrasi basis HPMC dan karbopol, yaitu F1 (5:1,5); F2 (4,5:1); F3 (5:0,25); F4 (3,5:1,5); F5 (3,5:0,25); F6 (5:0); F7 (0:1,5). Kemudian dilakukan 2 tahap yang pertama pembuatan basis gel dan sediaan emulsi serta tahap terakhir, yaitu inkorporasi gel ke dalam emulsi untuk membuat sediaan emulgel. Tahap kedua dilakukan pengujian stabilitas fisik sediaan, yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas. Hasil dari penelitian didapatkan stabilitas fisik F4 emulgel ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) menunjukkan hasil uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas yang memenuhi syarat selama 3 siklus. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa F4 dengan konsentrasi HPMC dan karbopol sebesar 3,5 gr dan 1,5 gr menghasilkan formula yang optimum.
FORMULASI NANOEMULSI EKSTRAK PROPOLIS TRIGONA SP. ASAL BALIKPAPAN DENGAN KOMBINASI MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL) DAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) SEBAGAI FASE MINYAK Nela Trianita, Trianita; Sapri; Rofidah Nur Umar
PHARMACIA Vol. 2 No. 1 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Propolis Trigona sp. diketahui memiliki manfaat sebagai antioksidan, antivirus, dan antibiotik, namun keterbatasan kelarutan dan bioavailabilitasnya menghambat aplikasinya. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan formulasi nanoemulsi propolis menggunakan kombinasi Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak zaitun sebagai fase minyak, dengan tujuan meningkatkan stabilitas dan karakteristik fisik nanoemulsi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium Farmasi Universitas Mulia Balikpapan, dengan proses ekstraksi propolis secara maserasi menggunakan etanol 95% dan formulasi nanoemulsi melalui metode emulsifikasi panas. Evaluasi dilakukan terhadap organoleptis, homogenitas, stabilitas, pH, viskositas, dan persen transmitan. Hasil penelitian menunjukkan semua formula menghasilkan nanoemulsi homogen, stabil secara fisik, dengan nilai pH dalam rentang 5–7 yang aman untuk penggunaan oral, serta nilai transmitan di atas 90% yang menunjukkan kejernihan dan ukuran droplet kecil. Kesimpulannya, ekstrak propolis Trigona sp. berhasil diformulasikan menjadi nanoemulsi yang memenuhi parameter karakteristik fisik nanoemulsi, serta berpotensi meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5