cover
Contact Name
IPUNG DWIANSYAH
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tijhs@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Jember - Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Journal of Health Science
ISSN : 20875053     EISSN : 24769614     DOI : https://doi.org/10.32528/tijhs
Core Subject : Health,
Fokus dan ruang lingkup The Indonesian Journal of Health Science meliputi: Topik tentang keperawatan, baik tentang keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, dan keperawatan palliatif, topik tentang ilmu kesehatan masyarakat, serta topik tentang kebidanan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2025): Juni" : 9 Documents clear
Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Widada, Wahyudi
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3172

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang membutuhkan penanganan yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin, dan minum air dingin terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Peneliti menggunakan desain quasi experimental pretest-posttest dengan kelompok kontrol, sebanyak 35 peserta dibagi menjadi lima kelompok dan diberikan intervensi satu kali. Pengukuran dilakukan 10menit sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diobservasi adalah tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, nadi, MAP (Mean Arterial Presure), dan satuurasi oksigen. Analisis data menggunakan Anova, paired samples test,  dan post hoc test . Hasil penelitian menunjukkan : 1). Ada pengaruh antara kelompok perlakuan hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin dibanding kelompok kontrol. 2). Pengaruh terbesar perlakuan hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin adalah terhadap tekanan darah sistolik dan nadi. Temuan ini patut ditindaklanjuti dengan penelitian lain yang menggunakan metodologi yang lebih ketat khususnya variabel  perancu.  Penelitian ini sangat menarik karena belum ada penelitan serupa sebelumnya. Penelitian ini sudah memiiki uji lolos etik NO. 0022/KEPK/FIKES/III/2025 yang dikeluarkan Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fikes Unmuh Jember.
Hubungan Karakteristik SDM dan Lingkungan Kerja dengan Komitmen Kerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Asmuji, Asmuji
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3201

Abstract

ABSTRAK Sumberdaya manusia keperawatan merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan, utamanya di rumah sakit. Kontribusi pelayanan keperawatan yang sangat besar dalam menciptakan mutu pelayanan kesehatan diperlukan komitmen kerja. Terwujudnya komitmen kerja juga dapat dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja) dan lingkungan kerja dengan komitmen perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan populasi seluruh perawat ruang rawat inap di rumah sakit daerah di Jember. Sampel sebanyak 125 orang diambil secara purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dengan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji regresi linier ganda. Hasil penelitian: jenis kelamin dan pendidikan terakhir tidak berhubungan dengan komitmen kerja dengan masing-masing nilai p= 0,843 dan 0,258, nilai tersebut lebih besar dari nilai a= 0,05. Sedangkan usia dan masa kerja perawat berhubungan dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan dengan masing-masing nilai p= 0,001 dan 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Variabel lingkungan kerja menunjukkan berhubungn dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan, dengan nilai p= 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Model regresi linier ganda yang diperoleh adalah komitmen kerja= 40,347 - 0,404 Usia + 0,629 Masker + 0,426 Lingker. Kesimpulannya usia, masa kerja, dan lingkungan kerja mempunyai peran penting dalam menciptakan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit.  
Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial Zaini, Mad; Komarudin
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3202

Abstract

Masalah psikososial merupakan suatu perubahan psikologi, fisik atau sosial dalam kehidupan seseorang yang berpotensi mengakibatkan gangguan jiwa. Peran keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan gangguan jiwa di Masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Peran keluarga merupakan bagian dari model family centered care, dimana model ini menjelaskan bahwa peran kelaurga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran keluarga dalam pencegahan masalah psikososial di wilayah pedesaan dan perkotaan Kabupaten Jember dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan multistage random sampling dengan jumlah sampel 216 responden. Kriteria inklusi yaitu keluarga dengan masalah psikososial, tinggal di wilayah kerja Puskesmas Panti, Sukorambi, Kaliwates dan Sumbersari serta mampu membaca dan menulis. Analisis data menggunakan uji statistic Mann Withney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di wilayah pedesaan termasuk dalam kategori sangat baik dalam mencegah masalah psikososial (528%). Sedangkan keluarga di wilayah perkotaan, sebagian besar termasuk dalam kategori baik dalam mencegah masalah psikososial (50.9%). Analisis bivariat antara keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.27 (p value >0.05). Nilai signifikansi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan peran keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam melakukan pencegahan terhadap masalah psikososial. Kesamaan peran keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam mencegah masalah psikososial cukup signifikan meskipun terdapat perbedaan kondisi sosial dan lingkungan seperti kesamaan nilai dan norma serta dukungan emosional.
Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak di Kecamatan Panti Kabupaten Jember Eka Yullis A, Zuhrotul; Ayesie Natasa Zulka
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3276

Abstract

Masalah gangguan gizi tidak hanya kekurangan gizi, kelebihan berat badan (overweight) pada balita juga menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai. prevalensi overweight pada balita mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu sekitar 8% dari populasi balita. Pentingnya upaya pencegahan diberbagai aspek. Pada penelitian ini berfokus pada analisis factor factor yang berpengaruh pada kelebihan gizi pada anak di kecamatan Panti. Jenis penelitian ini adalah kuntitatif dengan desain cross sectional. Setting area studi di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Populasi dalam penelitian ini adalah Balita yang berada dikecamatan panti. Besar sampel diperhitungkan dengan menggunakan rumus slovin dengan convidence level 95% dan margin error 5% sehingga dibutuhkan 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan   Claster Random sampling. Variabel penelitian adalah determinan determinan penyebab ternjadinya overwight pada anak diantaranya adalah Pengetahuan orang tua, Pola makan anak, Pendidikan orang tua, Pendapatan orang tua, Penggunaan antibiotic anak dan pola aktifitas pada anak.  Data penelitian diperoleh melalui kuesioner. Pengolahan data melalui regresi logistik. Hasil Penelitian menunjukan bahwa sig < dari 0.05 yaitu 0.006 dan 0.27 pada variabel Pola makan dan pola aktifitas dengan Exp (B) 18.5 dan 3,5.  faktor dominan pada kejadian obesitas adalah pola makan dan aktifitas dengan OR 18,5 yang artinya seorang kan mengalami 18 lebih besar menjadi obesitas jika pola kan tidak seimbang. Obesitas 3,5 kali lebih besar pada anak jika anak tersebut memiliki pola aktifitas yang rendah 
Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir kusuma, erik; Widianto, Eko Prasetya; Astuti, Anggia; Sugiono, Atik Tri Pratiwi; Fitriyah, Ainul
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3284

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap keterbatasan akses pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor sosial dan perilaku yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir. Faktor sosial yang diteliti meliputi tingkat pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, dan jumlah anak. Faktor perilaku yang diteliti meliputi praktik pemberian ASI eksklusif, pemberian MPASI, dan inisiasi menyusui dini. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 240 ibu dengan balita dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil analisis chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan ibu (p=0,0001), pekerjaan orang tua (p=0,0004), jumlah anak (p=0,0000), praktik pemberian ASI eksklusif (p=0,0000), pemberian MPASI (p=0,0000), dan inisiasi menyusui dini (p=0,0335) dengan kejadian stunting. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa jumlah anak >3 (OR=4,26) dan pemberian MPASI yang tidak adekuat (OR=3,97) merupakan prediktor paling kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa stunting pada balita tidak hanya disebabkan oleh kondisi biologis, tetapi sangat dipengaruhi oleh faktor sosial dan perilaku pengasuhan. Kurangnya pengetahuan gizi, beban ekonomi keluarga, serta praktik pemberian makan yang tidak sesuai usia memperburuk kondisi gizi anak. Intervensi stunting di wilayah pesisir perlu difokuskan pada edukasi ibu tentang praktik pemberian makan yang tepat dan penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas.
Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember Sofiana, Kristianningrum Dian; Pratama, Armando Hayden Maghriza; Purwandhono , Azham; Prasetyo , Aris; Adji , Novan Krisno; Hamzah, Zahreni
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3330

Abstract

 Penurunan memori jangka pendek lebih sering terjadi pada lansia. Salat Tahajud menyebabkan gelombang otak berada pada fase gelombang alfa, fase ini berhubungan dengan kondisi relaksasi yang dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengaruh shalat tahajud terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger. Jenis penelitian yang digunakan merupakan analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Total sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 40 lansia. Penelitian ini melakukan analisis data secara univariat dan bivariat. Uji bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis karena data tidak normal. Data tentang salat tahajud didapatkan dari kuisioner sedangkan memori jangka pendek lansia dari Digit Span Test. Penelitian ini menunjukkan bahwa lansia laki-laki yang melakukan salat tahajud sebanyak 8 orang (72,73%) dan yang tidak melakukan sebanyak 3 orang (27,27%) sedangkan lansia perempuan yang melakukan sebanyak 23 orang (79,31%) dan yang tidak melakukan sebanyak 6 orang (20,69%). Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis, penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara salat tahajud terhadap memori jangka pendek lansia dengan nilai p-value < 0,05 baik dari segi frekuensi (p<0,00) dan jumlah rakaat (p<0,001). Uji Post Hoc menunjukkan bahwa kelompok yang dibandingkan dengan frekuensi 6-7 kali seminggu memiliki perbedaan yang signifikan dan minimal 2 rakaat saat tahajud menunjukkan perbedaan yang signifikan. Salat tahajud memiliki pengaruh terhadap memori jangka pendek lansia.
Hubungan Workload dengan Occupational Stress Level Perawat ICU dan ICCI di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Fitria, Novalda Dwi Gita
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i2.3413

Abstract

Latar Belakang: Workload ialah sebuah tuntutan kerja yang meliputi aspek fisik, mental, dan emosional yang dapat memengaruhi kinerja tenaga kerja. Occupational stress level merupakan keadaan ketegangan yang menimbulkan disfungsi fisik, mental, dan psikologis. Beban kerja yang tinggi akibat kompleksitas tugas dan sumber daya yang tidak memadai berpotensi meningkatkan stres kerja pada perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Populasi berjumlah 41 perawat ICU dan ICCU RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dengan sampel sebanyak 37 perawat yang ditentukan menggunakan rumus slovin. Instrumen pengumpulan data adalah Job Content Questionnaire untuk variabel independen dan New Job Stress Scale untuk variabel dependen. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan bahwa p value = 0,001 < 0,05 dengan koefisien korelasi (r) = 0,503 yang menunjukkan hubungan yang positif dalam kategori sedang. Diskusi: Temuan ini mengindikasikan tingginya tuntutan kerja di ICU dan ICCU berkontribusi terhadap meningkatnya stres kerja perawat. Manajemen rumah sakit perlu mengoptimalkan distribusi tugas, meningkatkan dukungan psikososial, serta menyediakan sumber daya yang memadai untuk menjaga kesejahteraan mental perawat.  
Hubungan Antara Infeksi Menular Seksual dengan Kanker Reproduksi pada Wanita Usia Subur feriani, pipit; Rini Ernawati
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3499

Abstract

Kanker reproduksi pada wanita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan infeksi menular seksual (IMS) sebagai faktor risiko utama. Hubungan antara Infeksi Menular Seksual (IMS) dan kanker reproduksi melalui Human Papilloma Virus (HPV) telah banyak diteliti, namun penelitian pada populasi tertentu masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Tujuan: Menganalisis hubungan antara riwayat infeksi menular seksual dengan kejadian kanker reproduksi pada wanita. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 82 penderita kanker reproduksi di RSUD AWS Samarinda periode Januari-Juni 2024. Teknik purposive sampling dalam penelitian ini menggunakan kriteria inklusi penderita kanker payudara atau reproduksi yang dikonfirmasi histopatologi dan berusia ≥18 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner tervalidasi (Cronbach's alpha 0,85). Analisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Mayoritas responden berusia 46-55 tahun (40,2%) dengan pendidikan SMA (40,2%). Sebanyak 46 responden (56,1%) mengalami kanker reproduksi dan 36 responden (43,9%) kanker payudara. Riwayat IMS ditemukan pada 17 responden (20,7%), dengan 14 orang (82,4%) mengalami kanker reproduksi. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat IMS dengan jenis kanker (p-value = 0,014; OR = 0,208; 95% CI: 0,054-0,792), yang menunjukkan bahwa riwayat IMS lebih sering ditemukan pada penderita kanker reproduksi dibandingkan dengan kanker payudara. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat infeksi menular seksual (IMS) dengan jenis kanker pada penderita kanker reproduksi. Mayoritas responden dengan riwayat IMS mengalami kanker reproduksi, mengkonfirmasi hubungan etiologis yang kuat. Temuan ini memperkuat pentingnya program skrining kanker serviks, edukasi kesehatan reproduksi, dan vaksinasi HPV
Pengaruh Hot Stone Massage Terhadap Tingkat Nyeri pada Petani yang Mengalami Low Back Pain (LBP) di Puskesmas Lojejer, Wuluhan, Jember Wardhani, Annisa; Widada, Wahyudi; Sasmiyanto
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3629

Abstract

Nyeri punggung bawah yang sering dialami petani merupakan masalah global yang mempengaruhi produktivitas. Nyeri punggung bawah merupakan diagnosa lain dari low back pain (LBP) yang ditegakkan oleh dokter dengan memperhatikan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kelompok perlakuan dengan hot stone massage dan kelompok kontrol dengan cold stone massage dalam menurunkan tingkat LBP pada petani di Puskesmas Lojejer, Wuluhan, Jember. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan dua kelompok (kelompok hot stone massage dan cold stone massage). Tiga puluh petani pada setiap kelompok dipilih melalui stratified random sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis dengan Uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-intervensi, terdapat perbedaan signifikan tingkat nyeri antara kedua kelompok (p < 0,001). Post-intervensi, kelompok hot stone massage menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan (p < 0,001) dengan median posttest yang lebih rendah. Sementara itu, kelompok cold stone massage juga mengalami penurunan, namun perbandingannya menunjukkan kelompok hot stone massage memiliki rata-rata peringkat nyeri post-intervensi yang lebih rendah secara signifikan (Mean Rank hot stone = 20,98; cold stone = 40,02; p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan nyeri punggung bawah pada petani lebih efektif menggunakan hot stone massage dibanding cold stone massage. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif non-farmakologis untuk manajemen nyeri pada populasi petani karena dapat dengan mudah dilakukan sendiri dan aman untuk tubuh.

Page 1 of 1 | Total Record : 9