cover
Contact Name
IPUNG DWIANSYAH
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j-proteksion@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Jember - Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
J-Proteksion : Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin
ISSN : 25286382     EISSN : 25413562     DOI : https://doi.org/10.32528/jp
Core Subject : Engineering,
J-Proteksion provides writings that are published periodically, and have a purpose as a place to accommodate ideas, studies, as well as an information channel, for the development of knowledge in mechanical engineering field that include energy conversion, energy management, manufacture, failure analysis, control system, corrosion analysis, renewable energy, and material science.
Articles 86 Documents
Hubungan Kecepatan Pemajuan dengan Jumlah Potongan Saw Blade pada Mesin Cold Saw di PT XYZ Sahrul Tamam; Sulaeman Deni Ramdani
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2026): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v11i1.5878

Abstract

Proses pemotongan menggunakan mesin cold saw memegang peranan penting dalam industri fabrikasi baja karena memengaruhi produktivitas dan efisiensi penggunaan alat potong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecepatan pemajuan (advance speed) dan jumlah potongan yang dihasilkan oleh saw blade pada mesin cold saw di PT XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode studi pustaka, observasi lapangan, wawancara, dan analisis data logbook operasional mesin selama 40 hari kerja. Data yang dianalisis meliputi variasi advance speed dan jumlah potongan yang dihasilkan oleh saw blade pada kecepatan potong konstan sebesar 107 m/min. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan advance speed berkaitan dengan penurunan jumlah potongan yang dapat dihasilkan oleh saw blade. Pada advance speed 0,05 m/s diperoleh jumlah potongan tertinggi sebesar 1200 unit diperoleh jumlah potongan tertinggi sebesar 1200 unit, sedangkan pada advance speed 0,40 m/s jumlah potongan menurun menjadi 300 unit. Rentang advance speed 0,10–0,20 m/s menunjukkan jumlah potongan yang relatif tinggi, yaitu antara 750–1000 potongan per blade, dibandingkan dengan advance speed 0,30–0,40 m/s yang menghasilkan 300–500 potongan per blade. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan advance speed yang tepat dapat meningkatkan efisiensi penggunaan saw blade serta mendukung penerapan sistem penggantian blade yang lebih terukur berdasarkan data operasional.
Evaluasi Implementasi Pemeliharaan Wire Rope pada Sistem Gantry Luffing Crane Berdasarkan Prinsip Preventive Maintenance Naufal Hafizh Arifin; Hamid Abdillah
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2026): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v11i1.5883

Abstract

Wire Rope merupakan komponen kritis pada sistem Gantry Luffing Crane (GLC) yang memerlukan pemeliharaan untuk menjaga keandalan operasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi pemeliharaan Wire Rope berdasarkan prinsip Preventive Maintenance. Penelitian menggunakan metode evaluatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus pada lima unit GLC dengan dua sistem Wire Rope (hoist dan luffing). Data dikumpulkan selama Juli–Agustus 2025 melalui observasi, wawancara terhadap satu supervisor dan dua teknisi, serta dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi pemeliharaan meliputi inspeksi harian, inspeksi bulanan, riksa uji tahunan, pelumasan setiap 150–200 jam operasi, serta penggantian Wire Rope berdasarkan hasil inspeksi dan discard criteria. Indikator evaluasi mencakup korosi, broken Wire, deformasi, keausan, dan penyusutan diameter. Faktor yang memengaruhi implementasi pemeliharaan meliputi intensitas operasi, pembebanan, kondisi lingkungan, dan sistem dokumentasi pemeliharaan. Hasil penelitian mengindikasikan penerapan karakteristik Preventive Maintenance dalam praktik pemeliharaan.
Pengaruh Jenis Filter Udara Terhadap Torsi, Daya, dan Konsumsi Bahan Bakar Putu Agus Hendrawan; Nyoman Arya Wigraha; Ida Bagus Putu Putra Mahartana
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2026): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v11i1.5920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan torsi, daya, dan laju aliran massa bahan bakar akibat variasi bahan filter udara pada sepeda motor Honda Beat 110 cc sistem injeksi. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pengujian filter berbahan kertas, spons, katun, dan kawat pada putaran mesin 2000–3500 RPM. Torsi dan daya diukur menggunakan dynamometer, sedangkan laju aliran massa bahan bakar dihitung berdasarkan volume bahan bakar yang digunakan selama pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter udara berbahan kawat menghasilkan torsi maksimum sebesar 20,30 Nm dan daya maksimum sebesar 7,2 HP pada 2500 RPM, tetapi juga menghasilkan laju aliran massa bahan bakar yang lebih tinggi dibandingkan filter lainnya. Berdasarkan hasil pengujian, variasi bahan filter udara menunjukkan perbedaan nilai torsi, daya, dan laju aliran massa bahan bakar pada kondisi penelitian ini.
Pengujian Jumlah Lubang Injector terhadap Torsi, Daya, dan Laju Konsumsi Bahan Bakar Oka Suarartawan; Nyoman Arya Wigraha; Ida Bagus Putu Putra Mahartana
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2026): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v11i1.5954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah lubang injector  terhadap daya, torsi, dan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Yamaha NMAX 155 CC dengan bahan bakar Pertamax RON 92. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan variasi injector  4 hole, 6 hole (standar), 8 hole, dan 10 hole. Pengujian dilakukan menggunakan dynotest untuk memperoleh data performa mesin serta pengukuran konsumsi bahan bakar pada berbagai putaran mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah lubang injector  memengaruhi daya, torsi, dan konsumsi bahan bakar mesin. Peningkatan jumlah lubang injector  cenderung meningkatkan daya dan torsi mesin, namun di sisi lain konsumsi bahan bakar juga cenderung meningkat. Dengan demikian, variasi jumlah lubang injector  terbukti memengaruhi karakteristik performa mesin dan konsumsi bahan bakar, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, apakah lebih mengutamakan peningkatan performa atau efisiensi bahan bakar.
Analisis Eksperimental Performa Panel Surya 50 Wp menggunakan Solar tracker dual-axis dan Panel Tetap dengan Berbagai Sudut Kemiringan Nurlaila Rajabiah; Asroni; Tino Aldi Kusuma
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2026): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v11i1.6051

Abstract

Kebutuhan energi dan isu lingkungan mendorong pemanfaatan energi surya, namun kinerjanya dipengaruhi posisi matahari dan sudut kemiringan, sementara studi komparatif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa panel surya 50 Wp menggunakan solar tracker dual-axis dan panel tetap dengan berbagai sudut kemiringan berdasarkan parameter tegangan, arus, daya keluaran, energi listrik, dan efisiensi konversi energi. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan selama lima hari pengujian dengan pengukuran parameter listrik secara berkala pada kedua sistem. Efisiensi panel (µ) dihitung menggunakan persamaan µ=(P/(GxA))x100%, dengan (P) sebagai daya keluaran, (G) sebagai intensitas radiasi matahari yang diukur pada waktu yang sama, dan (A) sebagai luas permukaan panel surya monokristalin 50 Wp sebesar 0,27 m². Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya dengan solar tracker dual-axis menghasilkan daya rata-rata sebesar 9,46 W, lebih tinggi dibandingkan panel tetap sebesar 5,34 W. Efisiensi sistem solar tracker mencapai 3,79%, sedangkan panel tetap sebesar 1,90%, dengan peningkatan efisiensi sekitar 1,89%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan solar tracker dual-axis lebih efektif dalam meningkatkan performa dan efisiensi panel surya dibandingkan panel tetap dengan variasi sudut kemiringan, sehingga berpotensi mendukung pengembangan teknologi green energy secara berkelanjutan
Analisis Preventive Maintenance Menggunakan Reliability Centered Maintenance Pada Mesin Bagging PT Pupuk Kujang Cikampek Alma Gemala Ramadhania; Hady Sofyan; Yayan Heru Haerudin
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2026): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v11i1.6188

Abstract

Industri pupuk memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sehingga kelancaran proses produksi harus dijaga melalui keandalan mesin dan peralatan produksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan preventive maintenance untuk meminimalkan terjadinya kerusakan dan downtime. Namun, tingginya downtime pada Mesin Bagging Line C2805-LB di Bagging System PT Pupuk Kujang menunjukkan bahwa program pemeliharaan yang diterapkan masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Reliability Centered Maintenance (RCM) pada Mesin Bagging Line C2805-LB serta menyusun usulan strategi pemeliharaan yang tepat. Metode yang digunakan meliputi identifikasi fungsi sistem, functional Failure, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Logic Tree Analysis (LTA), dan task selection  berdasarkan data kerusakan serta downtime periode Februari–Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mesin Bagging Line C2805-LB memiliki downtime tertinggi sebesar 805 menit (13,42 jam) dengan sub sistem kritis yaitu Bucket Scale, Bagging Line, serta Clamp Bag & Bag Holder. Hasil FMEA menunjukkan bahwa mode kegagalan sistem timbangan tidak akurat memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi, sedangkan hasil LTA mengelompokkannya ke dalam Kategori B (Outage Problem), sehingga menjadi prioritas dalam penentuan tindakan pemeliharaan. Berdasarkan hasil analisis RCM, rekomendasi pemeliharaan yang diusulkan meliputi Time Directed (TD) dan Condition Directed (CD). Penerapan rekomendasi tersebut diharapkan dapat mengurangi downtime serta meningkatkan efektivitas program preventive maintenance pada Mesin Bagging Line C2805-LB.