cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
info@makwafoundation.org
Phone
-
Journal Mail Official
info@makwafoundation.org
Editorial Address
Jl. Dusun Pandam Jorong Aro Kandikir Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Education and Science (EDUSAINS)
ISSN : -     EISSN : 30308267     DOI : 10.57255/edusains
Core Subject : Education,
Journal EDUSAINS : Journal of Education and Science publishes high-quality and innovative research on the frontier of all sciences with emphasis on mathematics education, mathematical sciences, nature science and Education; which include the fields of education and science : 1. Mathematics Education 2. Science Education 3. Pure Mathematics 4. Curriculum Development in Education 5. Psychology and Counseling 6. Educational Research Methods 7. Nature Education 8. Mathematics Education 9. Science Education 10. Pure Mathematics 11. Nature Science
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024" : 7 Documents clear
Penerapan Model Snowball Throwing Pada Materi Penyajian Data Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Elmida Yenti; Charles; Gema Hista Medika
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh, Pembelajaran lebih terpusat kepada guru, sehingga proses belajar berlangsung satu arah siswa masih ragu, takut untuk menyampaikan pendapat maupun pertanyaan kepada guru. Rata-rata hasil belajar matematika siswa kurang dari 50 % yang berada diatas KKM yaitu 75 dalam hal ini dilihat dari nilai Ulangan Harian 1 di kelas VII Pondok Pesantren MTI Kapau. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII Pondok Pesantren MTI Kapau. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi siswa kelas VII2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII1 sebagai kelas kontrol. Data penelitian ini diperoleh dari tes akhir. Berdasarkan analisis data hasil belajar matematika dengan menggunakan uji-t, diperoleh hasil thitung = 3,68 dan ttabel = 1.70 Karena thitung > ttabel berarti H0 ditolak pada taraf nyata α = 0.05, serta dengan menggunakan Minitab diperoleh Pvalue= 0.000 yang artinya Pvalue< α, α = 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing lebih baik daripada pembelajaran ekspositori di kelas VII Pondok Pesantren MTI Kapau Tahun Pelajaran 2018/2019.”
Analisis Distribusi Domain Kognitif Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) Pada Buku Ajar Matematika SMP Kelas VIII Kurikulum 2013 Semester Genap Supriana
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah rendahnya prestasi siswa Indonesia dalam studi internasional seperti TIMSS mengindikasikan adanya ketidakselarasan antara tuntutan kurikulum global dan materi pembelajaran lokal, khususnya pada kualitas soal yang disajikan dalam buku ajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi proporsional domain kognitif TIMSS (Knowing, Applying, dan Reasoning) yang termuat dalam soal-soal uji kompetensi pada buku ajar Matematika SMP Kelas VIII Kurikulum 2013 Semester II. Metode yang digunakan adalah analisis konten (content analysis) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana 100 butir soal uji kompetensi dari lima bab dianalisis berdasarkan kerangka penilaian TIMSS 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi domain kognitif masih timpang, dengan dominasi domain Knowing sebesar 55%, diikuti oleh Applying 26%, dan Reasoning hanya 19%. Kesimpulan utama adalah bahwa buku ajar tersebut cenderung melatih siswa pada level pengetahuan dasar (Knowing) dan kurang memadai dalam mengembangkan kemampuan penerapan dan penalaran tingkat tinggi (Applying dan Reasoning), sehingga diperlukan revisi soal untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi standar asesmen internasional.
Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Endang Mayora; Junaidi; Rusdi
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v2i1.1483

Abstract

Motivasi merupakan dorongan internal yang menimbulkan perilaku terarah menuju pencapaian suatu tujuan tertentu. Dalam konteks pembelajaran matematika, motivasi berperan penting dalam menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar matematika peserta didik kelas X IPS MAN I Agam tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah korelasional ex post facto, yaitu penelitian yang bertujuan mengungkap hubungan antara variabel tanpa memberikan perlakuan terhadap subjek. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X IPS MAN I Agam di Maninjau, dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar dan tes hasil belajar matematika. Analisis data meliputi uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis melalui analisis korelasi linear. Hasil analisis menunjukkan bahwa ????0=2,8390 lebih besar dari ????????????????????????=1,960 pada taraf signifikansi ????=0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, terdapat hubungan signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajar matematika peserta didik kelas X IPS MAN I Agam. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan motivasi belajar sebagai faktor pendukung keberhasilan akademik siswa.
Hubungan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Irma Yulia; Aniswita; Gema Hista Medika
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v2i1.1484

Abstract

Motivasi belajar merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas belajar secara optimal. Semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki peserta didik, semakin tinggi pula kecenderungan peningkatan hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajar matematika peserta didik kelas X IPS MAN I Agam Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X IPS MAN I Agam yang berjumlah 41 orang, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Data diperoleh melalui angket motivasi belajar dan tes hasil belajar matematika. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Product Moment Pearson, serta pengujian signifikansi dengan uji t pada taraf nyata α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung = 3,11 lebih besar dari ttabel = 2,02, dengan koefisien korelasi r = 0,4488 dan koefisien determinasi 20,15%. Hal ini berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajar matematika peserta didik. Dengan demikian, peningkatan motivasi belajar peserta didik diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar matematika di madrasah.
Pengaruh Model Pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Eva Gustina
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v2i1.1485

Abstract

Pemahaman konsep matematika siswa teridentifikasi masih rendah, di mana persentase ketuntasan harian matematika siswa kelas VIII rata-rata di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70. Permasalahan ini disebabkan oleh dominasi pembelajaran konvensional yang terpusat pada guru, yang mengakibatkan siswa pasif, kurang terlibat aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan, dan cenderung menghafal rumus. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas Model Pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimen dengan jenis The Static Group Comparison Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII, dan sampel diambil secara acak dengan Teknik Simple random sampling. Hasil analisis uji-t menunjukkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar menggunakan Model CORE secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional.
Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Daring Matematika: Tinjauan Struktur dan Implikasi Febby Fema Putri
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v2i1.1486

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan dan wawancara peneliti dengan siswa tentang ragamnya pandangan siswa terhadap pembelajaran matematika secara online. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi siswa terhadap pembelajaran online pada mata pelajaran matematika. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran online pada mata pelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Banuhampu. Pengambilan sampel dilakukan secara Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase persepsi siswa terhadap pembelajaran online pada mata pelajaran matematika adalah 54,49% dengan kriteria cukup positif. Persepsi siswa per-indikator untuk indikator penyerapan terhadap rangsangan 58,56% dengan kriteria cukup positif, indikator pengertian atau pemahaman 52,29% dengan kriteria cukup positif, indikator penilaian atau evaluasi 51,54% dengan kriteria cukup positif, dan untuk distribusi persepsi siswa positif 19,23%, cukup positif 69,23%, cukup 11,54%
Efektivitas Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dita Anggraini; Hidayati Rais
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMKN 10 Merangin Tahun Pelajaran 2023/2024. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen, menggunakan desain Posttest Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas X SMKN 10 Merangin yang berjumlah 151 orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik simple random sampling, yang terdiri dari kelas X DKV (27 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas X TBSM 1 (22 siswa) sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes esai kemampuan pemecahan masalah matematis berjumlah lima butir soal yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data meliputi uji normalitas menggunakan Kolmogorov–Smirnov dan uji homogenitas menggunakan uji Hartley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas eksperimen sebesar 33,41, sedangkan kelas kontrol sebesar 28,86. Tingkat penguasaan kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelas eksperimen mencapai 97,13% (kategori sangat tinggi), sedangkan pada kelas kontrol sebesar 89,75% (kategori tinggi). Berdasarkan hasil uji t diperoleh t<sub>hitung</sub> ≥ t<sub>tabel</sub> atau 2,3921 ≥ 1,6779, sehingga H₁ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dibandingkan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas X SMKN 10 Merangin.

Page 1 of 1 | Total Record : 7