cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
info@makwafoundation.org
Phone
-
Journal Mail Official
info@makwafoundation.org
Editorial Address
Jl. Dusun Pandam Jorong Aro Kandikir Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Education and Science (EDUSAINS)
ISSN : -     EISSN : 30308267     DOI : 10.57255/edusains
Core Subject : Education,
Journal EDUSAINS : Journal of Education and Science publishes high-quality and innovative research on the frontier of all sciences with emphasis on mathematics education, mathematical sciences, nature science and Education; which include the fields of education and science : 1. Mathematics Education 2. Science Education 3. Pure Mathematics 4. Curriculum Development in Education 5. Psychology and Counseling 6. Educational Research Methods 7. Nature Education 8. Mathematics Education 9. Science Education 10. Pure Mathematics 11. Nature Science
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024" : 7 Documents clear
Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII Desi Ratnasari; Aniswita2; Gema Hista Medika
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya agar mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan Model Pembelajaran Blended Learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tilatang Kamang Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tilatang Kamang, dengan sampel dua kelas yaitu kelas VII.4 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.3 sebagai kelas kontrol yang diambil secara acak (random sampling). Teknik analisis data meliputi uji normalitas menggunakan uji Liliefors, uji homogenitas varians menggunakan uji F, serta uji hipotesis menggunakan uji-t untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan Model Pembelajaran Blended Learning terhadap hasil belajar matematika siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Blended Learning dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa di tingkat SMP.
Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) di Kelas VII Feni Pratiwi; Wedra Aprison; Gema Hista Medika
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v2i1.1496

Abstract

Pendidikan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia karena berperan dalam mengembangkan potensi diri serta memberdayakan sumber daya alam dan lingkungan untuk kesejahteraan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dengan pembelajaran konvensional di MTsN 8 Agam. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan The Static Group Comparison: Randomized Control Group Only Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTsN 8 Agam, dan sampel diambil secara acak (random sampling) yang terdiri atas dua kelas, yaitu kelas VII.5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar berbentuk uraian. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe TAI lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penerapan model kooperatif tipe TAI dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada jenjang SMP/MTs.
Pengaruh Pendekatan STEAM Terhadap Kemampuan Computational Thinking Peserta Didik Pada Pembelajaran Matematika Kelas VII Dega Afriani; Kurnia Rahmi Yuberta
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v2i2.1497

Abstract

Penelitiani ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan computational Thinking peserta diidk kelas VII di SMPN 3 Pariangan dalam pembelajaran matematika. Hal ini terlihat dari kesulitan peserta didik dalam Menyusun algoritma penyelesaian, menganalisis informasi, serta mengenali pola dalam menyelesaikan soal non rutin. Pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dianggap sebagai salah satu solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21, khususnya kemampuan computational thinking yang meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan computational thinking peserta didik yang menggunakan pendekatan STEAM lebih baik daripada menggunakan pembelajaran konvensional dikelas VII SMPN 3 Pariangan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan penelitian Randomized Control Grup Only Design. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik kelas VII SMPN 3 Pariangan tahun ajaran 2024/2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari hasil pemberian soal tes kemampuan computational thinking peserta didik dan dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan computational thinking peserta didik yang menggunakan pendekatan STEAM lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran konvensional hal ini ditandai dengan thitung>ttabel atau 2,45449 > 2,00855 maka H0 ditolak, artinya pada taraf signifikan 5% dapat disimpulkan bahwa kemampuan computational thinking peserta didik dengan menggunakan pendekatan STEAM lebih baik dari pada kemampuan computational thinking pembelajaran konvensional dikelas VII SMPN 3 Pariangan.
Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Daring Matematika: Tinjauan Struktur dan Implikasi Febby Fema Putri
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan wawancara dengan siswa yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan terhadap pembelajaran matematika secara daring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Banuhampu. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika berada pada kategori cukup positif dengan persentase rata-rata 54,49%. Secara rinci, indikator penyerapan terhadap rangsangan memperoleh 58,56%, indikator pengertian atau pemahaman 52,29%, dan indikator penilaian atau evaluasi 51,54%. Distribusi kategori persepsi siswa menunjukkan bahwa 19,23% siswa memiliki persepsi positif, 69,23% cukup positif, dan 11,54% cukup. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum siswa memiliki persepsi cukup positif terhadap pembelajaran daring matematika, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam pemahaman dan interaksi selama proses belajar.
Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Fera Sri Wahyuni Nst
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v2i1.1499

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan saat observasi dan wawancara yang telah dilakukan yaitu siswa masih kesulitan dalam mengkomunikasikan ide matematika secara jelas dan benar, salah satu penyebabnya yaitu kemampuan komunikasi matematis siswa kurang dikembangkan. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan penelitian dengan menerapkan model Pembelajaran Kooperatif Tipe CORE dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah komunikasi matematik yang melalui model Pembelajaran Kooperatif Tipe CORE lebih baik daripada siswa yang mengikuti Pembelajaran Konvensional Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Bakrie Utama Pasaman Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah populasi dari kelas VIII SMP Bakrie Utama, dikarenakan di SMP Bakrie Utama hanya terdapat 2 kelas untuk kelas VIII, Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Data yang dikumpulkan berupa data nilai kemampuan komunikasi matematik Ulangan Harian 2 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematika. Data yang terkumpul di analisis dengan uji t. Dari hasil analisis tes akhir dengan menggunakan uji-t pada taraf nyata α = 0.05, diperoleh harga thitung > ttabel yaitu 1,782 > 1,7 dan dibandingkan dengan SPSS 16 dengan Uji-t yaitu 1,782, dan α = 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematik siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe CORE lebih baik daripada siswa yang mengikuti Pembelajaran Konvensional.
Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Fitri Emeliadi
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v2i2.1500

Abstract

Hasil belajar matematika siswa yang disebabkan oleh beberapa factor intrinsic dan ekstrinsik diantaranya, minat dan lingkungan belajar. Rendahnya minat belajar matematika siswa dan lingkungan keluarga siswa bisa menjadi penyebab rendahnya hasil belajar siswa. Rumusan masalah penelitian ini adalah: apakah terdapat pengaruh signifikan lingkungan keluarga dan minat belajar secara simultan terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas SMPN 4 Lubuk Basung sebanyak 2 kelas yang berjumlah 54 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel populasi karena kurang dari 100. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket lingkungan keluarga dan minat belajar serta menggunakan soal tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi. Hasil penelitian ini diperoleh persamaan regresi lingkungan keluarga terhadap hasil belajar yaitu Y = + X1 dengan nilai koefisien korelasinya 0,478 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup dan koefisien determinan sebesar KD = 22,801%. Uji kebermaknaan regresi diperoleh > disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Persamaan regresi minat belajar terhadap hasil belajar diperoleh Y = +X2 dengan nilai koefisien korelasinya 0,523 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup dan koefisien determinan sebesar KD = 27,334%. Uji kebermaknaan regresi diperoleh dan disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Persamaan regresi berganda diperoleh Y= +X1 + X2 dengan nilai koefisien korelasi yang didapat sebesar 0,562 ini menunjukkan kekuatan hubungan cukup dan koefisien determinan sebesar KD = 31,615%. Uji kebermaknaan regresi diperoleh t hihtung > t tabel disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan lingkungan keluarga dan minat belajar secara simultan terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
Hubungan Kemandirian Belajar dan Persepsi Siswa terhadap Mata Pelajaran Matematika dengan Hasil Belajar Matematika Titi Ariyanti
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya ketuntasan hasil belajar matematika diindikasikan karena rendahnya hasil belajar siswa. Adanya persoalan non-kognitif yang perlu ditelaah, khususnya Kemandirian belajar dan persepsi siswa terhadap matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Kemandirian belajar dan persepsi siswa terhadap hasil belajar matematika, baik secara parsial maupun simultan. Desain penelitian korelasional dengan teknik sampling acak sederhana, data Kemandirian belajar dan persepsi diperoleh melalui angket tervalidasi, sedangkan hasil belajar diambil dari dokumen nilai ulangan/rapor. Analisis meliputi uji asumsi (normalitas, linearitas), korelasi Pearson, dan korelasi ganda. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa uji hipotesis pertama menunjukkan t hitung > t tabel atau 7, 13 > 1, 72 , ini berarti ada hubungan yang signifikan antara Kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika, uji hipotesisi kedua menunjukkan t hitung > t tabel atau 9, 17 > 1, 72, ini berarti ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap mata pelajaran matematika dengan hasil belajar matematika,dan uji korelasi Ganda didapat F hitung > F tabel atau 44 > 3, 44 ini berarti ada hubungan yang signifikan secara bersamaantara Kemandirian belajar dan persepsi siswa terhadap mata pelajaran matematika dengan hasil belajar. Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara Kemandirian belajar dengan hasil belajar serta antara persepsi terhadap matematika dengan hasil belajar; secara simultan kedua variabel juga berkorelasi signifikan dengan hasil belajar. Implikasi praktis menekankan strategi penguatan self-regulated learning dan intervensi persepsi positif terhadap matematika di kelas menengah atas.

Page 1 of 1 | Total Record : 7