cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : -
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ini mencakup berbagai bidang ilmu, meliputi pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, manajemen, keagamaan, ilmu sosial dan humaniora, serta bidang-bidang terapan lainnya.Sebagai wadah akademik yang mengedepankan kualitas dan keberagaman perspektif, Sinergi menerbitkan artikel penelitian asli, tinjauan pustaka, studi kasus, serta pemikiran konseptual yang didasarkan pada metodologi ilmiah yang kuat dan analisis mendalam. Dengan berfokus pada penerapan teori dan riset dalam konteks praktis, jurnal ini tidak hanya menyasar akademisi dan peneliti, tetapi juga para praktisi, pengambil kebijakan, dan pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan temuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan di berbagai sektor. Diterbitkan dua kali setahun, Jurnal Sinergi berkomitmen untuk menjadi platform terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif dari seluruh penjuru dunia. Jurnal ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, memfasilitasi integrasi pengetahuan dalam rangka menghasilkan solusi inovatif, serta mendorong pemecahan masalah kontemporer di tingkat lokal, nasional, dan global. Melalui sinergi antara berbagai ilmu, jurnal ini memberikan ruang bagi ide-ide baru yang dapat memperkaya wacana akademik, memperluas cakupan penelitian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dalam konteks sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi juga menekankan pentingnya keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab.
Articles 346 Documents
Perkembangan Paham Kemuhammadiyahan Di Indonesia: Kajian Historis, Teologis, Dan Sosial Destarina Arghia Lurselina Dewi; Debbi Marisca
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As one of the largest Islamic reform movements in Indonesia, Muhammadiyah emerged in the early 20th century within a socio-religious context characterized by the community's need for the purification of teachings and adaptation to modernity. Throughout its historical journey, Muhammadiyah has not only functioned as a religious propagation and educational organization but also as a pioneer in shaping modern Islamic discourse in the Nusantara. Based on this context, this study conducts a critical literature review on the evolution of Muhammadiyah ideology within the organization's activities, examining theological-epistemological transformations as well as their social implications within the context of the Republic of Indonesia. Using a diachronic approach and conceptual analysis, this study explores three main dimensions: (1) changes in the methodological framework (manhaj) in Muhammadiyah's religious studies; (2) the variety of Islamic understandings that form the socio-historical background of the Muhammadiyah movement; and (3) the synergy between Islamic epistemology. The modernist Islamic epistemology of Muhammadiyah in the context of global and national contemporary challenges. The study results indicate that the Muhammadiyah understanding is not merely an aspect of internal organizational or ideological matters, but also a religious and cultural phenomenon that produces a progressive model of Islam oriented towards collective ijtihad, the integration of knowledge, and responsiveness to social changes. This study recommends that further research delve deeper into the practical-organizational aspects and examine its empirical impact on Indonesian society more broadly. Keywords : Muhammadiyah; Tajdid; Manhaj Tarjih; Progressive Islam; Modernism   AbstrakSebagai salah satu gerakan reformasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah muncul pada awal abad ke-20 dalam konteks sosial-keagamaan yang ditandai oleh kebutuhan masyarakat akan pemurnian ajaran dan adaptasi terhadap modernitas. Sepanjang perjalanan sejarahnya, Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai organisasi dakwah dan pendidikan, tetapi juga sebagai pelopor dalam pembentukan wacana Islam modern di Nusantara. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini melakukan telaah pustaka kritis terhadap perkembangan ideologi Muhammadiyah dalam aktivitas organisasi, dengan menelaah transformasi teologis-epistemologis serta implikasi sosialnya dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan diakronik dan analisis konseptual, penelitian ini mengeksplorasi tiga dimensi utama: (1) perubahan kerangka metodologis (manhaj) dalam kajian keagamaan Muhammadiyah; (2) keragaman pemahaman keislaman yang membentuk latar belakang sosio-historis gerakan Muhammadiyah; dan (3) sinergi epistemologi Islam modernis Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan kontemporer global dan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman Muhammadiyah bukan semata-mata aspek internal organisasi atau ideologis, melainkan juga fenomena keagamaan dan kebudayaan yang melahirkan model Islam progresif yang berorientasi pada ijtihad kolektif, integrasi keilmuan, serta responsivitas terhadap perubahan sosial. Penelitian ini merekomendasikan agar kajian selanjutnya menggali lebih dalam aspek praktis-organisatoris serta menelaah dampak empirisnya terhadap masyarakat Indonesia secara lebih luas. Kata kunci: Muhammadiyah; Tajdid; Manhaj Tarjih; Islam Progresif; Modernisme
Model Pengukuran Kualitas Manajemen Pendanaan Syariah Berbasis Maqashid Shariah Nona Mardianti; Lina Nurul Arifah; Muhammad Wahyu Hidayat; Putri Nuraini
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic financial institutions are mandated to achieve the noble goals of Islamic law, namely Maqashid Shariah, which focuses on achieving social welfare (Falah) and protecting five main pillars, especially the protection of property (Hifzh Al-Mal) and life (Hifzh An-Nafs). Existing Islamic bank performance measurement models, such as the Maqashid Syariah Index (MSI), have focused on three main objectives (Tahzib al-Fardi, Iqamah al-'Adl, and Jalb al-Maslahah). This study aims to formulate and develop a comprehensive and specific Maqashid Shariah-based Islamic Funding Management Quality Measurement Model. This model is proposed to align funding management practices with the ethical and social demands of sharia and global sustainability standards. This study uses a Literature Review approach with Qualitative Descriptive and Systematic Literature Review (SLR) methods. The proposed model, called the Maqasid-Based Funding Management Quality Model (MBFMQM), integrates MSI dimensions with funding management quality indicators. This model explicitly positions GCG and Shariah Governance oversight as prerequisites influencing the success of funding management in achieving Hifzh Al-Mal and Iqamah al-'Adl (justice for depositors).   Keywords: Maqasid al-Shariah, Funding Management, the Maqasid al-Shariah Index (MSI), Good Corporate Governance (GCG), and Model Risk Management (MRM). Abstrak Institusi keuangan syariah diamanahkan untuk mencapai tujuan luhur hukum Islam, yaitu Maqashid Shariah, yang berfokus pada pencapaian kesejahteraan sosial (Falah) dan perlindungan lima pilar utama, terutama perlindungan harta (Hifzh Al-Mal) dan jiwa (Hifzh An-Nafs). Model pengukuran kinerja bank syariah yang ada, seperti Maqashid Syariah Index (MSI), telah berfokus pada tiga tujuan utama (Tahzib al-Fardi, Iqamah al-'Adl, dan Jalb al-Maslahah). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengembangkan Model Pengukuran Kualitas Manajemen Pendanaan Syariah Berbasis Maqashid Shariah yang komprehensif dan spesifik. Model ini diusulkan untuk menyelaraskan praktik manajemen pendanaan dengan tuntutan etis dan sosial syariah serta standar keberlanjutan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kajian Pustaka (Library Research) dengan metode Kualitatif Deskriptif dan Sistematik Review Literatur (SLR). Model yang diusulkan, yang disebut Maqashid-Based Funding Management Quality Model (MBFMQM), mengintegrasikan dimensi MSI dengan indikator kualitas manajemen pendanaan. Model ini secara eksplisit menempatkan GCG dan pengawasan Shariah Governance sebagai prasyarat yang memengaruhi keberhasilan manajemen pendanaan dalam mencapai Hifzh Al-Mal dan Iqamah al-'Adl (keadilan bagi deposan). Kata kunci: Maqashid Shariah, Manajemen Pendanaan, Maqashid Syariah Index (MSI), GCG, Model Risk Management (MRM).
Mengurai Mata Rantai Korupsi: Analisis Hubungan Antara Locus Of Control Internal Dan Kuatnya Karakter Kebangsaan Adek Saputra; Dewi Almira Darmawan; Wika Vertiana; Juli Rogers Sitinjak; Iwan Armawan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corruption as a systemic disease requires preventive approaches that address the psychological and character roots of individuals. This study aims to analyze the relationship between internal locus of control and the strength of national character as a foundation for building individual resilience against corrupt behavior. Using a quantitative correlational approach, data were collected through an online questionnaire from 245 actively professional Indonesian adult respondents. The research instruments consisted of an internal locus of control scale (adapted from Rotter) and a national character scale measuring the internalization of values such as honesty, responsibility, and mutual cooperation. The results show a highly significant positive relationship between the two variables (r = 0.682; p < 0.01). Further regression analysis revealed that internal locus of control contributes 46.5% to the variation in the strength of national character. This finding indicates that individuals who believe they have control over their lives (internal) tend to have stronger national character. This study concludes that corruption prevention efforts require a synergistic dual strategy: not only building collective character through national values but also concurrently strengthening individual psychological capital in the form of internal locus of control through structured education and training programs, supported by the creation of a system that fosters integrity. Keywords: Corruption, Locus of Control, National Character, Corruption Prevention, Moral Psychology   Abstrak Korupsi sebagai penyakit sistemik memerlukan pendekatan pencegahan yang menyentuh akar psikologis dan karakter individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara locus of control internal dan kekuatan karakter kebangsaan sebagai fondasi pembangunan ketahanan individu terhadap perilaku koruptif. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data dikumpulkan melalui kuesioner online dari 245 responden dewasa Indonesia yang aktif secara profesional. Instrumen penelitian terdiri dari skala locus of control internal (adaptasi dari Rotter) dan skala karakter kebangsaan yang mengukur internalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kedua variabel (r = 0,682; p < 0,01). Analisis regresi lebih lanjut mengungkapkan bahwa locus of control internal berkontribusi sebesar 46,5% terhadap variasi kekuatan karakter kebangsaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa individu yang percaya diri mereka memiliki kendali atas hidupnya (internal) cenderung memiliki karakter kebangsaan yang lebih kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya pencegahan korupsi memerlukan strategi ganda yang sinergis: tidak hanya membangun karakter kolektif melalui nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga secara paralel memperkuat psychological capital individu berupa locus of control internal melalui program pendidikan dan pelatihan yang terstruktur, didukung oleh penciptaan sistem yang mendukung integritas. Kata kunci: Korupsi, Locus of Control, Karakter Kebangsaan, Pencegahan Korupsi, Psikologi Moral.
Etika Komunikasi Politik pada pemilihan Umum Terkait Hoax Tahun 2024 Rifqi Andhy Mahardhika; Muhammad Rafli
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The widespread spread of hoaxes and disinformation across various social media platforms has led to polarization, decreased public trust in political institutions, and clouded voter rationality. This study aims to analyze the practice of political communication ethics during the 2024 election campaign, focusing on how political actors, the media, and the public produce and respond to potentially misleading information. A qualitative approach was used with literature review and discourse analysis methods on political communication content in online media. The findings indicate that weak digital literacy, short-term electoral interests, and insufficient enforcement of regulations are key factors exacerbating unethical political communication practices. Therefore, strengthening political communication ethics through media literacy education, transparency of information from election organizing bodies, and moral commitment from political actors is essential to safeguard the integrity of democracy. The impact of unethical political communication is significant, including increased social polarization, decreased public trust in the democratic process, and the erosion of moral values in the public sphere. To address these issues, the strengthening of political communication ethics through media literacy education for the public, the enforcement of strict regulations on the spread of false information, and moral commitment from political actors and the media are necessary to uphold the integrity of democracy. Thus, political communication ethics should not only serve as a moral guideline but also as a crucial instrument in building a healthy, rational, and civilized election.   Keywords: political communication ethics, hoaxes, disinformation, 2024 election, media literacy, polarization, democracy integrity, information regulation, transparency, media literacy education.   Abstrak Fenomena penyebaran hoaks dan disinformasi yang masif di berbagai platform media sosial telah menyebabkan polarisasi, menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi politik, serta mengaburkan rasionalitas pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik etika komunikasi politik selama masa kampanye Pemilu 2024, dengan fokus pada bagaimana aktor politik, media, dan masyarakat memproduksi serta merespons informasi yang berpotensi menyesatkan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi literatur dan analisis wacana terhadap konten komunikasi politik di media daring. Hasil kajian menunjukkan bahwa lemahnya literasi digital, kepentingan elektoral jangka pendek, dan minimnya penegakan regulasi menjadi faktor utama yang memperburuk praktik komunikasi politik yang tidak etis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan etika komunikasi politik melalui pendidikan literasi media, transparansi informasi dari lembaga penyelenggara pemilu, serta komitmen moral dari para pelaku politik untuk menjaga integritas demokrasi. Dampak dari komunikasi politik yang tidak beretika sangat signifikan, meliputi meningkatnya polarisasi sosial, menurunnya kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, dan tergerusnya nilai-nilai moral dalam ruang publik. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penguatan etika komunikasi politik melalui pendidikan literasi media bagi masyarakat, penerapan regulasi yang tegas terhadap penyebaran informasi palsu, serta komitmen moral dari para aktor politik dan media massa untuk menjaga integritas demokrasi. Dengan demikian, etika komunikasi politik bukan hanya menjadi pedoman moral, tetapi juga instrumen penting dalam membangun Pemilu yang sehat, rasional, dan berkeadaban. Kata kunci: etika komunikasi politik, hoaks, disinformasi, Pemilu 2024, literasi media, polarisasi, integritas demokrasi, regulasi informasi, transparansi, pendidikan literasi media.
Optimasi Implementasi Sound Absorption (Insulasi Suara) Pada Bagian Bulkhead Bus Marcello Sintong Bona Parulian Sihaloho
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses noise control in buses through the optimization of sound-absorbing materials used on bulkheads, which are the dividing walls between the driver and passenger compartments. The testing was conducted using various materials such as aluminum foam, glass wool, and polyurethane foam, as well as variations in the thickness of glass wool (2.5 cm and 5 cm) in both open and closed test box conditions. The results showed that glass wool with a thickness of 5 cm had a higher sound absorption effectiveness, with a sound intensity reduction of up to 28.5 dB and an effectiveness of 34.9%. The study also identified the advantages and disadvantages of each material, including aluminum foam, which is lightweight, strong, and corrosion-resistant but expensive, and glass wool and polyurethane foam, which are cost-effective but have durability limitations. In addition to acoustics, the study considered cost factors, environmental resistance, and production processes. In conclusion, the selection of material and bulkhead design must be carefully made to optimize acoustic performance, comfort, and cost efficiency in noise reduction in buses. Keywords: Sound Absorption, Bus Bulkhead, Glass Wool, Acoustics, Polyurethane Foam AbstrakPenelitian ini membahas pengendalian kebisingan pada bus melalui optimasi penggunaan material penyerap suara pada bulkhead, yaitu dinding pemisah antara ruang pengemudi dan penumpang. Pengujian dilakukan dengan menggunakan berbagai material seperti alumunium foam, glass wool, dan polyurethane foam, serta variasi ketebalan glass wool (2,5 cm dan 5 cm) pada kotak uji dengan kondisi terbuka dan tertutup. Hasil pengujian menunjukkan bahwa glass wool dengan ketebalan 5 cm memiliki efektivitas penyerapan suara lebih tinggi, dengan reduksi intensitas bunyi mencapai 28,5 dB dan efektivitas 34,9%. Penelitian juga mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masing-masing material, di antaranya alumunium foam yang ringan, kuat, dan tahan korosi namun berbiaya tinggi, serta glass wool dan polyurethane foam yang ekonomis namun memiliki keterbatasan durabilitas. Selain aspek akustik, penelitian mempertimbangkan faktor biaya, ketahanan lingkungan, dan proses produksi. Kesimpulannya, pemilihan material dan desain bulkhead harus dilakukan secara cermat untuk mengoptimalkan performa akustik, kenyamanan, dan efisiensi biaya dalam pengurangan kebisingan pada bus. Kata Kunci: Sound Absorption, Bulkhead Bus, Glass Wool, Akustik, Polyurethane Foam
Analysis Of Current Account And Deposit Savings On The Total Sources Of Public Funds At Indonesian Sharia Banks Ade Yoelisa; Alia Sari; Putri Nuraini
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of demand deposits and time deposits in total public funding sources at Bank Syariah Indonesia. Sharia banks function as intermediary institutions that collect public funds through sharia-compliant savings products, particularly demand deposits and time deposits. This research employs a qualitative approach using a literature review method, utilizing secondary data obtained from Bank Syariah Indonesia’s annual reports, scientific journals, Islamic banking literature, and official publications from the Financial Services Authority. Data analysis was conducted using descriptive qualitative techniques by comparing the findings of previous studies related to the contribution of each product to fund mobilization. The results indicate that time deposits possess relatively stable and fixed-term characteristics, thereby supporting medium- and long-term financing, although their contribution to fluctuations in total public funding is not always immediate. In contrast, demand deposits are more liquid and closely associated with customers’ transactional activities, enabling them to contribute more actively to the formation of total public funding sources. This study concludes that balanced and integrated management of demand deposits and time deposits is essential to optimize public fund collection and to maintain the stability and performance of Islamic banking in Indonesia. Keywords: Islamic Banks in Indonesia, Demand Deposits, Time Deposits, Third-Party Funds, Public Funding Sources AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran giro dan deposito dalam total sumber dana masyarakat pada Bank Syariah Indonesia. Bank syariah berfungsi sebagai lembaga intermediasi yang menghimpun dana masyarakat melalui produk simpanan berbasis syariah, khususnya giro dan deposito. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, yang memanfaatkan data sekunder berupa laporan tahunan Bank Syariah Indonesia, jurnal ilmiah, literatur perbankan syariah, serta publikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif melalui perbandingan hasil penelitian terdahulu terkait kontribusi masing-masing produk dalam penghimpunan dana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deposito memiliki karakteristik yang relatif stabil dan berjangka waktu tertentu, sehingga berperan dalam mendukung pembiayaan jangka menengah dan panjang, meskipun kontribusinya terhadap perubahan total sumber dana masyarakat tidak selalu bersifat langsung. Sementara itu, giro bersifat likuid dan sangat berkaitan dengan aktivitas transaksi nasabah, sehingga berkontribusi lebih aktif dalam pembentukan total sumber dana masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan giro dan deposito yang seimbang dan terintegrasi diperlukan untuk mengoptimalkan penghimpunan dana masyarakat serta menjaga stabilitas dan kinerja perbankan syariah di Indonesia. Kata kunci: Bank Syariah Indonesia, Giro, Deposito, Dana Pihak Ketiga, Sumber Dana Masyarakat
Analisis Keterkaitan Akses Likuiditas Jangka Pendek (Call Money) Pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Dina Afriyani; Putri Pertika Dewi; Sandiva Cahya Meilanie; Putri Nuraini
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to conduct an in-depth and integrated analysis of the relationship between short-term liquidity access (call money) and foreign multilateral loans on the efficiency of productive assets and the control of non-productive assets at Bank Syariah Indonesia (BSI). This research employs a descriptive quantitative approach using secondary data derived from the annual financial reports of Bank Syariah Indonesia. The analysis examines the influence of short-term liquidity access (call money) and foreign multilateral loans on productive asset efficiency and non-productive asset control, with the objective of providing an overview of the effectiveness of liquidity and asset management in supporting bank performance and stability. The results indicate that the implementation of call money plays a crucial role in maintaining interbank liquidity, both in Islamic and conventional banks, through mechanisms that emphasize trust-based relationships, compliance with reserve requirement obligations, and the smooth execution of daily clearing processes. These mechanisms enable short-term transactions to operate efficiently and contribute to overall banking stability. Keywords: Liquidity, Call Money, Multilateral Loans, Productive Assets, Non-Productive Assets AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan terintegrasi keterkaitan antara akses likuiditas jangka pendek (call money) dan pinjaman multilateral asing terhadap efisiensi aset produktif serta pengendalian aset non-produktif pada Bank Syariah Indonesia (BSI). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan Bank Syariah Indonesia. Analisis dilakukan untuk mengkaji pengaruh akses likuiditas jangka pendek (call money) dan pinjaman multilateral asing terhadap efisiensi aset produktif dan pengendalian aset non-produktif, dengan tujuan memberikan gambaran mengenai efektivitas pengelolaan likuiditas dan aset dalam mendukung kinerja serta stabilitas bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan call money berperan penting dalam menjaga likuiditas antarbank, baik pada bank syariah maupun bank konvensional, melalui mekanisme yang menekankan prinsip kepercayaan, pemenuhan kewajiban Giro Wajib Minimum, serta kelancaran proses kliring harian, sehingga transaksi jangka pendek dapat berjalan secara efisien dan stabil. Kata kunci: Likuiditas, Call Money, Pinjaman Multilateral, Aset Produktif, Aset Non-Produktif
Peran Kebijakan Investasi Dalam Optimalisasi Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Gurisa Adelia; Heny Handayani; Putri Nuraini
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The optimization of Islamic banking financial performance cannot be separated from the effectiveness of regulatory frameworks and government policy support. This study aims to analyze the impact of investment policies on profitability, efficiency, and resilience of Islamic banks, as well as to identify key driving factors and constraints, in order to provide recommendations for strengthening investment strategies in Islamic banking. This research employs a literature review method with descriptive qualitative analysis, examining the role of investment policies in Islamic banking financial performance based on relevant literature published over the last five years. The analysis focuses on indicators of profitability, operational efficiency, and financial stability. The findings indicate that Islamic banking investment policies play a significant role in enhancing financial performance while simultaneously supporting Indonesia’s economic growth through the allocation of public funds to productive sectors in accordance with Sharia principles. Optimal asset management is shown to improve liquidity, efficiency, and returns, as well as to promote MSME empowerment and community welfare. However, Islamic banking investment practices continue to face various risks and challenges, highlighting the need for well-designed, innovative, and sustainable investment strategies. Keywords: Investment Policy, Financial Performance, Islamic Banking, Asset Management, Economic Growth AbstrakOptimalisasi kinerja keuangan bank syariah tidak dapat dilepaskan dari efektivitas regulasi dan dukungan kebijakan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan investasi terhadap profitabilitas, efisiensi, dan ketahanan bank syariah, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan hambatan yang dihadapi, sehingga dapat memberikan rekomendasi dalam memperkuat strategi investasi di perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan analisis deskriptif kualitatif untuk mengkaji peran kebijakan investasi terhadap kinerja keuangan perbankan syariah berdasarkan berbagai sumber literatur relevan dalam lima tahun terakhir, dengan fokus pada indikator profitabilitas, efisiensi operasional, dan stabilitas keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan investasi perbankan syariah berperan penting dalam meningkatkan kinerja keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penyaluran dana masyarakat ke sektor produktif yang sesuai dengan prinsip syariah. Pengelolaan aset yang optimal mampu meningkatkan likuiditas, efisiensi, dan imbal hasil, serta mendorong pemberdayaan UMKM dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, perbankan syariah masih menghadapi berbagai risiko dan tantangan yang memerlukan strategi investasi yang matang, inovatif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Kebijakan Investasi, Kinerja Keuangan, Perbankan Syariah, Pengelolaan Aset, Pertumbuhan Ekonomi
Edukasi Tolak Radikalisme Untuk Anak Baik Cinta Damai ( Studi Kasus : Panti Asuhan Hikmah ) Emanuel Lase; Denisa Natalia Banjarnahor; Adelia Aulia Agustin; Refi Oktariani; Nala Oktaviani Ashari
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radicalism poses a serious threat to children in orphanages, who are often vulnerable to extremist propaganda. This study examines community service at the Hikmah Orphanage through a multilingual approach as a strategy for preventing radicalism. Activities included interactive counseling, multilingual folklore, and tolerance discussions tailored to the age of the foster children. Results showed a 35% reduction in radicalism vulnerability indicators post-intervention, as evidenced by pre-posttests and behavioral observations. This approach has proven effective in strengthening the foundation of religious moderation within the orphanage, offering a model for replication for similar communities. Keywords: Multilingual, Community Service, Radicalism, Radicalism Prevention, Orphanage. Abstrak Radikalisme merupakan ancaman serius bagi anak-anak di panti asuhan, yang seringkali rentan terhadap propaganda ekstrem. Penelitian ini mengkaji pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Hikmah melalui pendekatan ragam bahasa sebagai strategi pencegahan radikalisme. Kegiatan mencakup penyuluhan interaktif, cerita rakyat multibahasa, dan diskusi toleransi yang disesuaikan dengan usia anak asuh. Hasil menunjukkan penurunan 35% indikator kerentanan radikalisme pasca-intervensi, dibuktikan melalui pre-post test dan observasi perilaku. Pendekatan ini terbukti efektif memperkuat fondasi moderasi beragama di lingkungan panti asuhan, menawarkan model replikasi untuk komunitas serupa. Kata kunci: Ragam bahasa, Pengabdian masyarakat, Radikalisme, Pencegahan Radikalisme, Panti Asuhan.
Peran Generasi Muda dalam Membangun Budaya Integritas dan Pemberantasan Korupsi Iwan Armawan; Pamtoro, Dodi Hadi; Edi Saneka; M. Archico Narendra; Muammar Eka Putra
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corruption is an extraordinary crime that has systemic impacts on national life and governance. It not only causes financial losses to the state but also undermines the rule of law, damages democratic processes, and reduces the quality of sustainable development. This article aims to analyze the role of young generations in building a culture of integrity as an early prevention strategy against corruption. This study employs a literature review method by examining laws and regulations related to corruption, official reports from the Corruption Eradication Commission (KPK), and relevant scientific publications. The results indicate that strengthening individual integrity through the internalization of anti-corruption values, supported by systemic improvements and active youth participation, is a key factor in fostering a sustainable anti-corruption culture. Young generations act as agents of change through education, role modeling, social monitoring, and involvement in anti-corruption movements. Therefore, anti-corruption education serves as a crucial foundation in creating a clean and integrity-based society.