cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : -
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ini mencakup berbagai bidang ilmu, meliputi pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, manajemen, keagamaan, ilmu sosial dan humaniora, serta bidang-bidang terapan lainnya.Sebagai wadah akademik yang mengedepankan kualitas dan keberagaman perspektif, Sinergi menerbitkan artikel penelitian asli, tinjauan pustaka, studi kasus, serta pemikiran konseptual yang didasarkan pada metodologi ilmiah yang kuat dan analisis mendalam. Dengan berfokus pada penerapan teori dan riset dalam konteks praktis, jurnal ini tidak hanya menyasar akademisi dan peneliti, tetapi juga para praktisi, pengambil kebijakan, dan pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan temuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan di berbagai sektor. Diterbitkan dua kali setahun, Jurnal Sinergi berkomitmen untuk menjadi platform terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif dari seluruh penjuru dunia. Jurnal ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, memfasilitasi integrasi pengetahuan dalam rangka menghasilkan solusi inovatif, serta mendorong pemecahan masalah kontemporer di tingkat lokal, nasional, dan global. Melalui sinergi antara berbagai ilmu, jurnal ini memberikan ruang bagi ide-ide baru yang dapat memperkaya wacana akademik, memperluas cakupan penelitian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dalam konteks sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi juga menekankan pentingnya keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab.
Articles 384 Documents
Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Penyalahguna Narkoba Oleh Anak Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Putri Wulandari; Rr. Dijan Widijowati; Subhan Zein Sgn
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narcotics abuse involving children is a serious problem that has an impact on children’s development and the sustainability of the nation’s generation. Children who are entangled in narcotics abuse are generally in a vulnerable condition, so the legal handling must prioritize protection and guidance This research aims to examine the form of criminal responsibility of children as narcotics abusers by referring to Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System, as well as examining rehabilitation as an instrument of legal protection. The research method used is normative juridical research through the study of laws and regulations and analysis of court decisions. The results of the study show that the juvenile criminal justice system emphasizes the application of restorative justice and rehabilitation as a priority for handling. However, in practice, there are still court decisions that focus more on punishment, so that the goal of child recovery has not been fully achieved. Therefore, consistent application of the law is needed so that the protection and future of children can be guaranteed.   Keywords: Children, Narcotics Abuse, Criminal Liability, Rehabilitation, Juvenile Criminal Justice System. Abstrak Penyalahgunaan narkotika yang melibatkan anak merupakan persoalan serius yang berdampak pada perkembangan anak dan berkelangsungan generasi bangsa. Anak yang terjerat penyalahgunaan narkotika umumnya berada dalam kondisi rentan, sehingga penanganan hukumnya harus mengedepankan perlindungan dan pembinaan dan penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pertanggungjawaban pidana anak sebagai penyalahguna narkotika dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, serta menelaah rehabilitas sebagai instrumen perlindungan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif melalui kajian peraturan perundang-undangan dan analisis putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem peradilan pidana anak menekankan penerapan keadilan restoratif dan rehabilitasi sebagai prioritas penanganan. Namun, dalam praktik masih ditemukan putusan pengadilan yang lebih meneliti beratkan pada pemidanaan,sehingga tujuan pemulihaan anak belum sepenuhnya tercapai. Oleh karena itu, diperlukan penerapan hukum yang konsisten agar perlindungan dan masa depan anak dapat terjamin.   Kata kunci : Anak, Penyalahgunaan Narkotika, Pertanggungjawaban Pidana, Rehabilitas, Sistem Peradilan Pidana Anak.
Kualitas Layanan dan Niat Menggunakan Kembali: Studi Empiris pada Pengguna Platform E-Wallet Rihad Alfiansyah; Umi Widyastuti; Diena Noviariani
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

f use and e-service quality on intention to continue use among e-wallet platform users in Indonesia, with customer satisfaction as a mediating variable. This research employs a quantitative approach using a survey method by distributing questionnaires to e-wallet users in Indonesia. The collected data were analyzed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The results indicate that perceived ease of use and e-service quality have a positive and significant effect on intention to continue use. In addition, perceived ease of use and e-service quality are also proven to have a positive and significant effect on customer satisfaction. Furthermore, customer satisfaction has a positive and significant effect on intention to continue use and acts as a mediating variable in the relationship between perceived ease of use and e-service quality on intention to continue use. These findings emphasize that customer satisfaction is a key factor in encouraging the continued use of e-wallet services. This study contributes theoretically by extending the application of the Technology Acceptance Model (TAM) through the integration of e-service quality and customer satisfaction variables. Practically, the results of this study can serve as a basis for e-wallet service providers to improve ease of use and digital service quality in order to maintain long-term user loyalty. Keyword: Perceived Ease of Use, E-Service Quality, Customer Satisfaction, Intention to Continue Use, E-Wallet Abstrak Perkembangan pesat industri financial technology (fintech), khususnya layanan e-wallet, menuntut penyedia layanan untuk tidak hanya fokus pada tingkat adopsi, tetapi juga pada keberlanjutan penggunaan oleh pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived ease of use dan e-service quality terhadap intention to continue use pada pengguna platform e-wallet di Indonesia, dengan customer satisfaction sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna e-wallet di Indonesia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived ease of use dan e-service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to continue use. Selain itu, perceived ease of use dan e-service quality juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction. Selanjutnya, customer satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to continue use, serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara perceived ease of use dan e-service quality terhadap intention to continue use. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan pelanggan merupakan faktor kunci dalam mendorong keberlanjutan penggunaan e-wallet. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas penerapan Technology Acceptance Model (TAM) melalui integrasi variabel e-service quality dan customer satisfaction. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penyedia layanan e-wallet untuk meningkatkan kemudahan penggunaan dan kualitas layanan digital guna mempertahankan loyalitas pengguna dalam jangka panjang.   Kata kunci: Perceived Ease of Use, E-Service Quality, Customer Satisfaction, Intention to Continue Use, E-Wallet
Implikasi Hukum Tanggung Jawab Negara dalam Kejahatan Perang dalam Kerangka Hukum Humaniter dan Hukum Hak Asasi Manusia Internasional Tasya Salsabilla; Syifa Nadiyah Putri; Zaenuddin
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

War crimes are serious violations of international humanitarian law. An act is considered a war crime if it violates the laws of war, making the perpetrator punishable by criminal penalties. This typically occurs during armed conflict, and its existence has been proven through various cases that have been finally decided or are still being processed in international courts. This research aims to further explore the criteria for war crimes from an international legal perspective. This will be done using qualitative analysis with a normative juridical approach, encompassing legislative, conceptual, and comparative perspectives. Humanitarian law is not intended to prohibit war at all, but rather to limit human suffering and regulate the use of force in armed conflict, all for the sake of humanitarian values. Therefore, this law is often referred to as a set of rules for the conduct of war based on humanitarian principles. From all of this, it can be concluded that humanitarian law strives to ensure that war prioritizes humanitarian values. The legal basis used in this study is the 1907 Hague Convention, the 1949 Geneva Convention, and Article 8 of the 1998 Rome Statute. Keywords: War Crimes, International Humanitarian Law, Armed Conflict, International Criminal Responsibility, Rome Statute, Geneva Conventions, Hague Conventions Abstrak Kejahatan perang itu adalah pelanggaran serius terhadap aturan hukum humaniter internasional. Sesuatu tindakan disebut kejahatan perang kalau melanggar ketentuan hukum perang, yang bikin pelakunya bisa dihukum secara pidana. Hal ini biasanya terjadi saat ada konflik bersenjata, dan keberadaannya sudah dibuktikan lewat berbagai kasus yang sudah diputusin secara final atau masih dalam proses di pengadilan internasional. Penelitian ini mau ngebahas lebih dalam lagi tentang kriteria kejahatan perang dari sudut pandang hukum internasional. Caranya pakai analisis kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, yang mencakup cara pandang perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hukum humaniter ini bukan buat ngeban perang sama sekali, tapi lebih ke membatasi penderitaan manusia dan atur gimana pakai kekuatan dalam perang bersenjata, semuanya demi nilai kemanusiaan. Makanya, hukum ini sering disebut sebagai kumpulan aturan buat jalannya perang yang berdasarkan prinsip kemanusiaan. Dari semua itu, bisa disimpulin kalau hukum humaniter berusaha bikin perang tetap ngutamain nilai-nilai kemanusiaan. Dasar hukum yang dipake di kajian ini adalah Konvensi Den Haag tahun 1907, Konvensi Jenewa 1949, dan Pasal 8 dari Statuta Roma 1998. Kata kunci: Kejahatan Perang, Hukum Humaniter Internasional, Konflik Bersenjata, Pertanggungjawaban Pidana Internasional, Statuta Roma, Konvensi Jenewa, Konvensi Den Haag
Prilaku Konsumen Digital Dalam Memilih  Pembayaran Belanja Online Pakai PAYLATER Marlis Chafri
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With the rapid development of online lending in the era of digitalization, PayLater platforms have emerged as financial products that are closely connected to consumers. Carrying the service motto “buy now, pay later,” PayLater allows consumers to conduct transactions (purchasing goods or services) without making immediate payments, with settlement carried out later—either in the following month or through installments—based on agreed tenors and interest rates. This mechanism differs from conventional online loans, which directly disburse cash to users’ bank accounts. PayLater services are generally integrated into e-commerce applications (such as Shopee PayLater and Akulaku) or travel platforms (such as Traveloka PayLater), and are now also offered by banks (including BCA PayLater and Livin’ PayLater). These services provide varying limits, interest rates, and tenors, and are regulated by the Financial Services Authority (OJK) to ensure consumer protection and transaction security. Through PayLater, shopping transactions are considered safer from misuse or fraud by merchants or producers, as payments will be refunded to the consumer’s PayLater balance if purchased goods are not delivered. PayLater users are predominantly from the Millennial and Generation Z cohorts. Keywords: digital consumer behavior, PayLater, literature study, payment decision   Abstrak Dengan adanya perkembangan pinjaman Online di era digitalisasi platform  Paylater hadir menawarkan prodak yang sangat dekat dengan konsumen dengan moto layanan "beli sekarang, bayar nanti" yang memungkinkan konsumen bertransaksi (beli barang/jasa) tanpa bayar langsung, lalu melunasinya kemudian (bayar bulan depan atau cicil) dengan tenor dan bunga tertentu, berbeda dengan pinjaman online (pinjol) biasa yang memberikan uang tunai langsung ke rekening. Paylater biasanya terintegrasi di aplikasi e-commerce (Shopee PayLater, Akulaku) atau travel (Traveloka PayLater) dan kini juga ada dari bank (BCA PayLater, Livin' PayLater), dengan limit, bunga, dan tenor bervariasi, serta diatur OJK untuk memastikan keamanan. Dengan Paylater belanja di jamin aman dari penyalahgunaan/penyelewengan dari toko/Produsen, apa bila barang yang dibeli tidak di kirim uang akan kembali masuk ke saldo Payleter konsumen yang memakai. Pengguna Payleter didominasi oleh generasi Melenial dan gen Z Kata kunci : prilaku konsumen digital, Payleter, study literatur dan keputusan penbayaran
Riset Hadis Multimedia Ali Mukta Siregar; Rahmi Syahriza; Tonang Lubis
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the development and implementation of multimedia-based hadith research in the context of contemporary Islamic studies. The advancement of digital technology has transformed traditional hadith studies, which were previously text-centered, into a more integrative approach involving audio, visual, and interactive media. This research aims to analyze how multimedia tools contribute to the preservation, interpretation, and dissemination of hadith knowledge while maintaining methodological rigor in sanad and matn analysis. Using a qualitative descriptive method through literature review and content analysis, this study explores various multimedia platforms such as digital hadith databases, visual narration, and interactive learning media. The findings indicate that multimedia-based hadith research enhances accessibility, learning engagement, and public understanding, especially among younger generations, without diminishing the authenticity principles of hadith scholarship. Therefore, multimedia integration represents a strategic innovation for strengthening Islamic knowledge transmission in the digital era. Keywords: hadith studies, multimedia research, digital islamic studies, religious communication Abstrak Penelitian ini mengkaji perkembangan dan penerapan riset hadis berbasis multimedia dalam konteks studi Islam kontemporer. Kemajuan teknologi digital telah menggeser kajian hadis yang sebelumnya berfokus pada teks menjadi pendekatan yang lebih integratif melalui pemanfaatan media audio, visual, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi multimedia dalam pelestarian, pemahaman, dan penyebaran ilmu hadis tanpa mengabaikan ketelitian metodologis dalam kajian sanad dan matan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis konten terhadap berbagai platform multimedia, seperti basis data hadis digital, visualisasi narasi hadis, dan media pembelajaran interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riset hadis berbasis multimedia mampu meningkatkan aksesibilitas, keterlibatan pembelajaran, serta pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, dengan tetap menjaga prinsip autentisitas keilmuan hadis. Dengan demikian, integrasi multimedia menjadi inovasi strategis dalam penguatan transmisi pengetahuan Islam di era digital. Kata Kunci: kajian hadis, riset multimedia, studi Islam digital, komunikasi keagamaan
Riba Dan Bunga Bank Dalam Perspektif Fikih Kontemporer Noor Mutia Husna; Zulfa Rahmaniah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riba is one of the fundamental concepts in fiqh muamalah that is strictly prohibited in Islam. In modern economic practices, bank interest is often equated with riba, which has led to prolonged debates among scholars and economic practitioners. This article aims to analyze the concept of riba and bank interest from the perspective of contemporary Islamic jurisprudence by examining their definitions, legal foundations, types of riba, and scholarly views on bank interest practices. The research method employed is a literature study using a descriptive-analytical approach toward classical and contemporary fiqh sources. The findings indicate that the majority of contemporary scholars consider bank interest to be equivalent to prohibited riba, while a small number of scholars offer differing views under specific conditions and contexts. Therefore, the existence of Islamic financial institutions serves as an alternative solution to avoid riba-based practices within the modern banking system. Keywords: riba, bank interest, contemporary fiqh, Islamic economics.   Abstrak Riba merupakan salah satu konsep fundamental dalam fikih muamalah yang secara tegas dilarang dalam Islam. Dalam praktik ekonomi modern, keberadaan bunga bank sering kali dipersamakan dengan riba sehingga menimbulkan perdebatan panjang di kalangan ulama dan praktisi ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep riba dan bunga bank dalam perspektif fikih kontemporer dengan menelaah pengertian, dasar hukum, jenis-jenis riba, serta pandangan ulama terhadap praktik bunga bank. Metode penulisan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber fikih klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas ulama kontemporer menyamakan bunga bank dengan riba yang diharamkan, sementara sebagian kecil lainnya memberikan pandangan berbeda dengan syarat dan konteks tertentu. Oleh karena itu, kehadiran lembaga keuangan syariah menjadi solusi alternatif untuk menghindari praktik riba dalam sistem perbankan modern. Kata Kunci: riba, bunga bank, fikih kontemporer, ekonomi syariah
KH. Ihsan Jampes sebagai Ulama Nusantara: Analisis Pemikiran Fikih tentang Kopi dan Rokok dalam Irsyād al-Ikhwān Sirojudin
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The book "Irshad al-Ikhwān li Bayān Syurb al-Qahwah wa al-Dukhān" by K.H. Ihsan Jampes of Kediri is an important work in the treasury of Islamic scholarship, examining issues of Islamic jurisprudence and socio-religious ethics contextually. This book was written in response to prevailing social practices, particularly the habit of consuming coffee and cigarettes, which gave rise to differing legal views among scholars. Through an argumentative approach based on naqli and aqli evidence, K.H. Ihsan not only outlines legal classifications—such as halal (permissible), haram (forbidden), makruh (rejected), and mubah (permissible)—but also emphasizes considerations of benefits and harms for individuals and society. The book's uniqueness lies in its discussion, which is not merely legalistic but also includes explanations of the wisdom, ethical impact, and spiritual dimensions of an action. Thus, "Irshad al-Ikhwān" serves not only as a legal reference but also as a means of fostering the moral and spiritual awareness of the community. This study aims to examine the background, characteristics of thought, and significance of the book Irshād al-Ikhwān in enriching the discourse of moderate, contextual, and relevant Islamic jurisprudence (fiqh) to the social dynamics of society. Keywords: Irshād al-Ikhwān, K.H. Ihsan Jampes, social jurisprudence, coffee and cigarettes, religious ethics. AbstrakKitab Irsyād al-Ikhwān li Bayān Syurb al-Qahwah wa al-Dukhān karya K.H. Ihsan Jampes Kediri merupakan salah satu karya penting dalam khazanah keilmuan Islam yang mengkaji persoalan fikih dan etika sosial keagamaan secara kontekstual. Kitab ini disusun sebagai respons atas praktik sosial yang berkembang di masyarakat, khususnya kebiasaan mengonsumsi kopi dan rokok, yang memunculkan perbedaan pandangan hukum di kalangan ulama. Melalui pendekatan argumentatif berbasis dalil naqli dan aqli, K.H. Ihsan tidak hanya memaparkan klasifikasi hukum—seperti halal, haram, makruh, dan mubah—tetapi juga menekankan pertimbangan maslahat dan mafsadat bagi individu dan masyarakat. Keistimewaan kitab ini terletak pada corak pembahasannya yang tidak semata-mata legalistik, melainkan disertai penjelasan hikmah, dampak etis, serta dimensi spiritual dari suatu perbuatan. Dengan demikian, Irshād al-Ikhwān tidak hanya berfungsi sebagai rujukan hukum, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kesadaran moral dan spiritual umat. Kajian ini bertujuan untuk menelaah latar belakang penulisan, karakteristik pemikiran, serta signifikansi kitab Irshād al-Ikhwān dalam memperkaya wacana fikih yang moderat, kontekstual, dan relevan dengan dinamika sosial masyarakat. Kata kunci: Irshād al-Ikhwān, K.H. Ihsan Jampes, fikih sosial, kopi dan rokok, etika keagamaan.
Sustainable Human Resource Management (HRM) Development in Higher Education Environments Nuryadi; Achmad Nur Amin; Abdul Rahman
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of sustainable Human Resource Management (HRM) is a strategic aspect in enhancing the quality and competitiveness of higher education institutions. Universities are required to manage human resources in a professional, adaptive, and long-term-oriented manner in order to respond to technological advancements, labor market demands, and changes in the higher education system. Higher education institutions, particularly those in the fields of economics and business, need to implement sustainable HRM practices to create human resources that are competent, productive, and committed to institutional development. This article aims to examine the concept of sustainable HRM development, formulate applicable human resource development strategies, and provide policy recommendations for HRM management in higher education institutions. The method used in this study is a qualitative descriptive approach through a literature review and conceptual analysis of HRM management practices in higher education institutions. The results of the discussion indicate that sustainable HRM development can be achieved through improving the competencies of lecturers and educational staff, implementing objective performance appraisal systems, developing transparent career paths, and utilizing digital technology in human resource management. The implementation of sustainable HRM in higher education institutions is expected to enhance the performance of the academic community, improve the quality of educational services, and support the sustainable achievement of the institution’s vision and mission. Keywords: human resource management, sustainable HRM, higher education, higher education institutions
Kerja Sama Indonesia dan Malaysia dalam Menangani Penyelundupan Narkotika melalui Operasi Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia-Malaysia (Patkor Kastima) Tahun 2022–2024 Swastika, Shellia; Sutantri, Sintia Catur
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines bilateral cooperation between Indonesia and Malaysia in combating narcotics smuggling through the Indonesia-Malaysia Customs Coordinated Patrol Operation (Patkor Kastima) for the 2022–2024 period. The background of the study is the increasing number of narcotics smuggling cases in the Malacca Strait, which threaten maritime security, economic stability, and diplomatic relations between the two countries. The study used a qualitative method with a case study approach, integrating primary data through interviews with officials from the Directorate General of Customs and Excise (DJBC) and secondary data from official reports, academic articles, and online sources. The results indicate that Operation Patkor Kastima is effective in enhancing maritime surveillance through joint patrols, intelligence exchange, and coordinated action against transnational smuggling networks. However, obstacles remain, including limited resources, regulatory differences, and the adaptation of increasingly sophisticated smuggling modus operandi. Using the theories of Neorealism, International Cooperation, and the Security Complex, this study concludes that Patkor Kastima functions not only as a law enforcement instrument but also as a form of maritime security diplomacy that strengthens regional trust and stability. Keywords: International Cooperation; Patkor Kastima; Malacca Strait; Drug Distribution; Security Complex   Abstrak Penelitian ini membahas kerja sama bilateral Indonesia dan Malaysia dalam menanggulangi penyelundupan narkotika melalui Operasi Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia-Malaysia (Patkor Kastima) pada periode 2022–2024. Latar belakang penelitian adalah meningkatnya kasus penyelundupan narkotika di Selat Malaka yang mengancam keamanan maritim, stabilitas ekonomi, dan hubungan diplomatik kedua negara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang mengintegrasikan data primer melalui wawancara dengan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta data sekunder dari laporan resmi, artikel akademik, dan sumber daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Operasi Patkor Kastima efektif dalam meningkatkan pengawasan laut melalui patroli bersama, pertukaran informasi intelijen, dan penindakan terkoordinasi terhadap jaringan penyelundupan lintas negara. Kendati demikian, masih terdapat hambatan berupa keterbatasan sumber daya, perbedaan regulasi, serta adaptasi modus operandi penyelundupan yang semakin canggih. Dengan menggunakan teori Neorealisme, Kerja Sama Internasional, dan Security Complex, penelitian ini menyimpulkan bahwa Patkor Kastima tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penegakan hukum, tetapi juga sebagai bentuk diplomasi keamanan maritim yang memperkuat kepercayaan dan stabilitas kawasan. Kata Kunci: Kerja Sama Internasional; Patkor Kastima; Selat Malaka; Penyebaran Narkotika; Security Complex
Penipuan dalam Ekosistem Digital Finance: Kajian Teoritis dan Strategi Mitigasi di Indonesia Hani Harlan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapidly developing digital finance sector in Indonesia has brought both positive and negative impacts. While it has enhanced the accessibility of financial services, it has also led to an increase in digital financial fraud. This study aims to develop specific preventive techniques tailored to Indonesia's context by investigating the phenomenon of digital financial fraud through the lenses of behavioral theory, technology, and legislation. The methodology employed is a descriptive-analytical systematic literature review covering the period from 2022 to 2025, incorporating a variety of textual sources. The findings highlight three main reasons behind the occurrence of digital fraud: a lack of public knowledge about technology and finance, vulnerabilities in digital security systems, and outdated legislation that fails to keep pace with new innovations. Case studies conducted by the Financial Services Authority (OJK) and the Investment Alert Task Force emphasize recurring issues, such as illegal online lending, fraudulent investment schemes using mobile apps, and data breaches involving personal identity information. A successful prevention strategy requires strong and enforceable regulations, advanced technologies like blockchain and Artificial Intelligence (AI), and comprehensive literacy programs.Keywords: fintech, fraud detection, digital fraud, mitigation strategy, OJK, Indonesia   Abstrak Baik hal baik maupun buruk telah muncul dari sektor keuangan digital Indonesia yang berkembang Sektor ini telah meningkatkan penipuan keuangan digital tetapi juga membuat layanan keuangan lebih mudah diakses. Dengan tujuan mengembangkan teknik pencegahan yang spesifik untuk kondisi Indonesia penelitian ini berupaya menyelidiki fenomena penipuan sistem keuangan digital dari sudut pandang teori perilaku, teknologi, dan legislasi. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur sistematis deskriptif-analitis yang mencakup tahun 2022–2025 dan meliputi berbagai sumber tekstual. Menurut temuan ada tiga alasan utama mengapa penipuan digital terjadi: kurangnya pengetahuan masyarakat tentang teknologi dan uang, kerentanan dalam sistem keamanan digital, dan undang-undang yang belum diperbarui cukup cepat untuk mengakomodasi inovasi baru. Studi kasus yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satuan Tugas Siaga Investasi menyoroti kesamaan termasuk contoh pinjaman internet ilegal skema investasi curang menggunakan aplikasi seluler dan pelanggaran data yang melibatkan informasi identitas pribadi Peraturan perundang-undangan yang kuat dan dapat diterapkan teknologi mutakhir seperti blockchain dan Kecerdasan Buatan (AI) serta program literasi yang komprehensif merupakan komponen penting dari strategi pencegahan yang sukses. Kata Kunci: fintech, deteksi penipuan, digital fraud, strategi migitasi, OJK, Indonesia