cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : https://doi.org/10.66914/sinergi
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, dan Sains Terapan. Diterbitkan secara berkala setiap bulan, Sinergi berkomitmen menjadi wadah akademik global untuk menghasilkan solusi transformatif bagi tantangan kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 572 Documents
Pemodelan Proses Pengoptimalan Waktu Pengiriman Sayuran di Koperasi Karya Tani Mandiri Adryansyah Putra Purnama; Putri Tiara Syah; Vanisa Zahira Razan; Muhammad Abiyasa Daniswara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/ab4k9f69

Abstract

Koperasi Karya Tani Mandiri merupakan koperasi pertanian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang mendistribusikan sayuran segar kepada lima gerai ritel AEON di wilayah Jabodetabek. Permasalahan utama adalah keterlambatan pengiriman akibat keterbatasan armada transportasi (satu truk pendingin), pengelolaan rute yang belum optimal, serta kurangnya sumber daya manusia di gudang. Penelitian ini bertujuan memodelkan proses distribusi dan mengoptimalkan waktu pengiriman menggunakan software AnyLogic dengan pendekatan Sistem Dinamis melalui Causal Loop Diagram (CLD) dan Stock Flow Diagram (SFD). Tiga skenario perbaikan dirumuskan dan diuji melalui analisis sensitivitas terhadap empat parameter kunci: waktu harus sampai di retail, jumlah kendaraan, waktu harus tiba gudang, dan kapasitas gudang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Skenario 1 (penambahan armada menjadi dua unit disertai pembagian rute ke dua zona terdekat) dan Skenario 2 (percepatan keberangkatan supplier pukul 05.00 dengan tiba gudang pukul 08.00) merupakan skenario paling efektif mengeliminasi keterlambatan pengiriman. Skenario 3 (penambahan gudang pendingin dengan pengiriman supplier dua hari sekali) efektif menjaga kesegaran produk namun memerlukan investasi lebih besar. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi manajemen koperasi untuk meningkatkan ketepatan waktu pengiriman dan menjaga kualitas produk sayuran. Kata Kunci: Sistem Dinamis; AnyLogic; Causal Loop Diagram; Distribusi Sayuran; Optimasi Waktu Pengiriman Abstract Koperasi Karya Tani Mandiri is an agricultural cooperative in Cianjur Regency, West Java, distributing fresh vegetables to five AEON retail outlets across the Greater Jakarta area. The main challenge is delivery delays caused by limited transportation fleet (one refrigerated truck), suboptimal route management, and insufficient warehouse workforce. This study aims to model the distribution process and optimize delivery time using AnyLogic software with a System Dynamics approach through Causal Loop Diagrams (CLD) and Stock Flow Diagrams (SFD). Three improvement scenarios were formulated and tested via sensitivity analysis of four key parameters: required arrival time at retail, number of vehicles, required warehouse arrival time, and warehouse capacity. Simulation results indicate that Scenario 1 (adding a second truck with route division into two nearest geographic zones) and Scenario 2 (accelerating supplier departure to 05:00 with warehouse arrival by 08:00, providing a three-hour buffer) are the most effective scenarios for eliminating delivery delays. Scenario 3 (adding cold storage with supplier delivery every two days) effectively maintains product freshness but requires greater capital investment. This study provides practical recommendations for cooperative management to improve delivery punctuality and maintain vegetable product quality. Keywords: System Dynamics; AnyLogic; Causal Loop Diagram; Vegetable Distribution; Delivery Time Optimization
Optimalisasi Asupan Protein Hewani Sebagai Strategi Penanggulangan Gizi Buruk Pada Anak: Systematic Literature Review Scherly Hayer; Picauly
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/jhgy4855

Abstract

Masalah gizi buruk pada anak masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada wilayah dengan beban underweight, wasting, dan stunting yang tinggi seperti Nusa Tenggara Timur. Protein hewani dipandang sebagai komponen strategis karena memiliki asam amino esensial lengkap, bioavailabilitas tinggi, serta kandungan zat gizi mikro penting seperti zat besi, seng, kalsium, vitamin B12, dan asam lemak omega-3. Artikel ini bertujuan menelaah peran optimalisasi asupan protein hewani dalam penanggulangan gizi buruk pada anak. Kajian dilakukan menggunakan desain systematic literature review dengan mengacu pada PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar pada artikel berbahasa Indonesia atau Inggris yang terbit tahun 2021–2026. Dari 1.562 artikel yang teridentifikasi, 306 artikel disaring berdasarkan judul dan abstrak, 32 artikel dinilai kelayakannya secara teks lengkap, dan 11 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa konsumsi pangan hewani, terutama susu, telur, ikan, daging, dan pangan lokal berbasis hewani, berhubungan dengan perbaikan indikator antropometri anak. Beberapa intervensi menunjukkan peningkatan WAZ, WLZ, BMI, LAZ, serta penurunan wasting, dengan bukti signifikan pada edukasi gizi, formulasi pangan berbasis putih telur, dan pangan komplementer berbasis protein hewani. Namun, implementasi masih terhambat oleh rendahnya daya beli, akses pangan, budaya makan, kualitas MP-ASI, dan kondisi geografis. Optimalisasi protein hewani perlu dilakukan secara kontekstual melalui edukasi pengasuh, pemanfaatan pangan lokal, penguatan rantai pasok, dan integrasi layanan kesehatan.   Kata kunci: anak; gizi buruk; protein hewani; stunting; tinjauan literatur sistematis.   Abstract   Child malnutrition remains a major public health challenge, particularly in areas with a high burden of underweight, wasting, and stunting, such as East Nusa Tenggara. Animal protein is considered a strategic nutritional component because it provides complete essential amino acids, high bioavailability, and important micronutrients, including iron, zinc, calcium, vitamin B12, and omega-3 fatty acids. This article aims to review the role of optimizing animal protein intake as a strategy for addressing child malnutrition. This study used a systematic literature review design guided by the PRISMA 2020 framework. Literature searches were conducted through PubMed, Scopus, and Google Scholar for articles published in Indonesian or English between 2021 and 2026. Of 1,562 identified articles, 306 were screened by title and abstract, 32 full-text articles were assessed for eligibility, and 11 studies met the inclusion criteria. The findings indicate that consumption of animal-source foods, particularly milk, eggs, fish, meat, and local animal-based foods, is associated with improvements in children’s anthropometric indicators. Several interventions reported improvements in WAZ, WLZ, BMI, and LAZ, as well as reductions in wasting, particularly through nutrition education, egg-white-based food formulations, and animal-protein-based complementary foods. However, implementation remains constrained by low purchasing power, limited food access, cultural food practices, poor complementary feeding quality, and geographical barriers. Optimizing animal protein intake should therefore be implemented contextually through caregiver education, local food utilization, strengthened food supply chains, and integration with health services.   Keywords: animal-source foods; child malnutrition; children; stunting; systematic literature review.
Peran Audit Kinerja dalam Memoderasi Pengaruh Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Fraud pada Pemerintah Kota Kendari Waode Meliati; Nasrullah Dali; Mulyati Akib
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/k3621j08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh pengendalian internal terhadap pencegahan fraud serta peran audit kinerja dalam memoderasi hubungan tersebut pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Kendari. Fenomena masih terjadinya kasus penyimpangan keuangan di lingkungan pemerintah daerah meskipun memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menunjukkan bahwa penerapan pengendalian internal memerlukan dukungan pengawasan yang efektif melalui audit kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada aparatur sipil negara pada 41 OPD Pemerintah Kota Kendari yang terdiri atas Kepala OPD, Sekretaris, dan Bendahara, sehingga diperoleh sebanyak 123 responden dengan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud. Selain itu, audit kinerja terbukti mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh pengendalian internal terhadap pencegahan fraud. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin efektif penerapan pengendalian internal yang didukung oleh audit kinerja yang berkualitas, maka semakin tinggi efektivitas pencegahan fraud pada Pemerintah Kota Kendari. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan Fraud Hexagon Theory serta memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengendalian internal dan fungsi audit kinerja sebagai strategi pencegahan fraud. Kata Kunci: Pengendalian Internal, Audit Kinerja, Pencegahan Fraud, Fraud Hexagon Theory, Pemrintah Daerah ABSTRACT This study aims to empirically examine and analyze the influence of internal control on fraud prevention and the role of performance audits in moderating this relationship within the Regional Government Agencies (OPD) of Kendari City. The phenomenon of financial irregularities persisting in local government—despite the receipt of Unqualified Opinions (WTP)—indicates that the implementation of internal control requires effective supervisory support through performance audits. This study employs a quantitative approach with a causal research design. Primary data were collected via questionnaires distributed to civil servants across 41 Kendari City government agencies—specifically agency heads, secretaries, and treasurers—resulting in a sample of 123 respondents selected through a saturated sampling technique. Data analysis was conducted using Moderated Regression Analysis (MRA) with the aid of SPSS software. The results indicate that internal control has a positive and significant effect on fraud prevention. Furthermore, performance audits were found to moderate and strengthen the influence of internal control on fraud prevention. These findings demonstrate that the more effectively internal control is implemented—supported by high-quality performance audits—the greater the effectiveness of fraud prevention within the Kendari City government. This study contributes theoretically to the development of the Fraud Hexagon Theory and offers practical implications for local governments regarding the strengthening of internal control systems and performance audit functions as fraud prevention strategies. Keywords: Internal Control, Performance Audit, Fraud Prevention, Fraud Hexagon Theory, Local Government.
Pengaruh Audit Kinerja Berbasis Value For Money Terhadap Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Pada Desa Mokupa, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur Larasanti Cahyaningsih; Mulyati Akib; Nur Asni
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/n4nvtg91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh audit kinerja berbasis value for money terhadap kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada Desa Mokupa, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur. Permasalahan yang melatari penelitian ini adalah masih terbatasnya kajian kuantitatif yang menguji secara empiris hubungan antara penerapan prinsip ekonomis, efisiensi, dan efektivitas dengan kinerja BUMDes, khususnya pada level desa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan pendekatan snowball sampling, menghasilkan 102 responden masyarakat Desa Mokupa yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin, yang telah diuji validitas menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit kinerja berbasis value for money berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja BUMDes, dengan persamaan regresi Y = 39,789 + 0,541X, nilai t hitung sebesar 17,452 (signifikansi 0,000), serta koefisien determinasi (R²) sebesar 0,759, yang menunjukkan bahwa variabel audit kinerja berbasis value for money menjelaskan 75,9% variasi kinerja BUMDes. Temuan ini mengonfirmasi relevansi teori Value for Money dan Stewardship Theory dalam konteks akuntabilitas pengelolaan dana desa, serta memberikan implikasi praktis bagi pemerintah desa dan pengelola BUMDes untuk menjadikan audit kinerja sebagai instrumen evaluasi rutin guna meningkatkan kualitas tata kelola dan keberlanjutan usaha desa.   Kata Kunci: Audit Kinerja, Value For Money, Kinerja Bumdes, Akuntabilitas, Sektor Publik Desa
Peran Strategi Msdm dalam Mewujudkan Keunggulan Bersaing dan Kinerja Organisasi yang Berkelanjutan M.Nazril Bakhri; Arya Bachrul Alam; Niel Fransisko Martin MP; M. Indra Ardiansyah; Syahrul Afik; Catur Wahyudi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/3mhvhf55

Abstract

In the era of globalization and rapid technological advancement, organizations are required to enhance their adaptability and competitiveness to sustain long-term success. One of the key factors determining organizational success in responding to dynamic business environments is the effective management of human resources through Human Resource Management (HRM) strategies. Human resources are recognized as strategic assets that play a crucial role in creating competitive advantage and improving organizational performance. This article aimed to analyze the role of HRM strategies in achieving competitive advantage and sustainable organizational performance. The study employed a qualitative approach using a library research method by reviewing relevant scientific journals, books, and academic literature. The findings indicated that HRM strategies, including effective recruitment and selection, employee training and development, performance management, fair compensation systems, organizational culture development, and effective leadership, significantly contributed to improving productivity, motivation, innovation, and the quality of human resources. Furthermore, HRM strategies that are aligned with organizational objectives can create a sustainable competitive advantage that is difficult for competitors to imitate due to the superior competencies, knowledge, and commitment of employees. The implementation of appropriate HRM strategies also enhances an organization’s ability to adapt to environmental changes, thereby supporting long-term organizational sustainability. Therefore, HRM should be positioned as a strategic function that directly contributes to the achievement of organizational goals and sustainable business success. Keywords: Human Resource Management Strategy, Competitive Advantage, Organizational Performance, Human Resources, Organizational Sustainability. Abstrak       Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, organisasi dituntut untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan bersaing secara berkelanjutan. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan organisasi dalam menghadapi dinamika lingkungan bisnis adalah pengelolaan sumber daya manusia yang efektif melalui strategi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Sumber daya manusia merupakan aset strategis yang berperan penting dalam menciptakan keunggulan bersaing serta meningkatkan kinerja organisasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi MSDM dalam mewujudkan keunggulan bersaing dan kinerja organisasi yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui kajian berbagai jurnal ilmiah, buku, dan literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi MSDM yang meliputi rekrutmen dan seleksi yang efektif, pelatihan dan pengembangan karyawan, manajemen kinerja, sistem kompensasi yang adil, pengembangan budaya organisasi, serta kepemimpinan yang efektif memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas, motivasi, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, strategi MSDM yang terintegrasi dengan strategi organisasi mampu menciptakan keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing karena didukung oleh kompetensi, pengetahuan, dan komitmen karyawan yang unggul. Implementasi strategi MSDM yang tepat juga berperan dalam meningkatkan kemampuan organisasi untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis sehingga mendukung keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, MSDM perlu ditempatkan sebagai fungsi strategis yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian tujuan organisasi dan keberhasilan bisnis yang berkelanjutan. Kata kunci: Strategi MSDM, Keunggulan Bersaing, Kinerja Organisasi, Sumber Daya Manusia, Keberlanjutan Organisasi.
Penerapan Etika Bisnis dalam Mewujudkan Manajemen Sumberdaya Manusia (MSDM) yang Berkualitas Fawwaz Dafa B; Muhammad Ibda HR; Alfarizqi Yuniar R; Dikri Fatriya; Catur wahyudi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/ym5jx114

Abstract

Business ethics is a crucial aspect in creating quality human resource management (HRM) within a company. In an era of increasingly fierce business competition, companies are not only required to achieve profits but also to implement ethical values ​​in human resource management. The application of good business ethics can create a professional, honest, disciplined, and responsible work environment, thereby improving the quality of employee performance and organizational culture. This article aims to examine the importance of business ethics in HRM, understand its influence on human resource quality, and analyze its impact on organizational performance and culture.The method used in writing this article is a literature review, compiling various sources from books, journals, and scientific articles related to business ethics and human resource management. The results of the discussion indicate that business ethics has a significant influence on a company's success in managing its human resources. Companies that implement good business ethics tend to have more professional, loyal, disciplined, and productive employees. Furthermore, the application of business ethics can also enhance the company's image and create harmonious working relationships within the organization..Thus, business ethics can be a crucial foundation for creating quality human resources (HRM) and supporting the achievement of company goals effectively and sustainably. Keywords: Business Ethics, Human Resource Management, Quality Human Resources, Employee Performance, Organizational Culture. Abstrak       Etika bisnis merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang berkualitas di dalam perusahaan. Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan tidak hanya dituntut untuk mencapai keuntungan, tetapi juga harus mampu menerapkan nilai-nilai etika dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penerapan etika bisnis yang baik dapat membentuk lingkungan kerja yang profesional, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sehingga mampu meningkatkan kualitas kinerja karyawan maupun budaya organisasi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya etika bisnis dalam MSDM, memahami pengaruhnya terhadap kualitas sumber daya manusia, serta menganalisis dampaknya terhadap kinerja dan budaya organisasi. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi pustaka dengan mengumpulkan berbagai sumber dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan etika bisnis dan manajemen sumber daya manusia. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa etika bisnis memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia. Perusahaan yang menerapkan etika bisnis secara baik cenderung memiliki karyawan yang lebih profesional, loyal, disiplin, dan produktif. Selain itu, penerapan etika bisnis juga dapat meningkatkan citra perusahaan serta menciptakan hubungan kerja yang harmonis dalam organisasi.Dengan demikian, etika bisnis dapat menjadi landasan penting dalam menciptakan MSDM yang berkualitas dan mendukung tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Etika Bisnis, Manajemen Sumber Daya Manusia, SDM Berkualitas, Kinerja Karyawan, Budaya Organisasi
Green Logistics dalam Supply Chain Management Catryn Dwi Lestary Manalu
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/qt617907

Abstract

Green logistics semakin penting dalam Supply Chain Management karena perusahaan menghadapi tekanan untuk menurunkan emisi, limbah, dan konsumsi energi tanpa menurunkan kinerja operasional. Tinjauan ini merangkum perkembangan riset green logistics, mengidentifikasi tema dominan, manfaat, tantangan, dan celah penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik utama mencakup transportasi hijau, optimasi rute, pergudangan hemat energi, pengemasan ramah lingkungan, reverse logistics, dan dukungan teknologi digital. Literatur juga menegaskan bahwa green logistics berpotensi meningkatkan efisiensi biaya jangka panjang, reputasi perusahaan, dan ketahanan rantai pasok. Namun, implementasinya masih dipengaruhi oleh biaya awal yang tinggi, kesiapan teknologi, serta komitmen manajerial yang belum merata. Naskah ini menyimpulkan bahwa green logistics adalah strategi SCM yang menyatukan efisiensi operasional, keberlanjutan, dan keunggulan kompetitif. Kata kunci: Supply Chain Management; Green Logistics; Keberlanjutan; Ketahanan Rantai Pasok; Logistik Hijau Abstract Green logistics has become increasingly important in Supply Chain Management because companies face pressure to reduce emissions, waste, and energy consumption without weakening operational performance. This review summarizes recent research on green logistics, identifies dominant themes, benefits, challenges, and research gaps. The findings show that key practices include green transportation, route optimization, energy-efficient warehousing, environmentally friendly packaging, reverse logistics, and digital technology support. The literature also indicates that green logistics can improve long-term cost efficiency, corporate reputation, and supply chain resilience. However, implementation is still affected by high initial costs, technological readiness, and uneven managerial commitment. This paper concludes that green logistics is an SCM strategy that integrates operational efficiency, sustainability, and competitive advantage. Keywords: Supply Chain Management; Green Logistics; Sustainability; Supply Chain Resilience; Logistics
Peran Motivasi Kerja dalam Memediasi Pengaruh Kompetensi, Pendidikan, Pelaksanaan Work From Home, dan Work-Life Balance terhadap Kinerja Pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banjarmasin Ramadhika Trisnasari; Zakky Zamrudi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/g6e6sh38

Abstract

Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi kerja dalam memediasi pengaruh kompetensi, pendidikan, work from home (WFH), dan work-life balance (WLB) terhadap kinerja pegawai di sektor publik. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database Google Scholar dan Sciencedirect dengan rentang tahun publikasi 2015 hingga 2026, mencakup 12 artikel utama yang dianalisis menggunakan pendekatan Grounded Theory Strauss & Corbin. Temuan analitik menunjukkan bahwa kompetensi (terutama kecerdasan emosional), latar belakang pendidikan, kebijakan WFH, dan WLB bertindak sebagai kondisi kausal yang memicu efektivitas kerja (Maula et al., 2026; Naufariza et al., 2026). Kinerja pegawai diidentifikasi sebagai core category yang paling sentral karena menjadi titik temu seluruh variabel dalam konteks birokrasi Indonesia pasca-pandemi (Syamhudi, 2024; Santosa et al., 2025). Analisis ini juga merangkai storyline di mana motivasi kerja berfungsi sebagai strategi penggerak psikologis utama, meskipun hubungannya dapat diperlemah oleh kondisi intervening seperti stres teknologi (technostress) dan kelelahan emosional (Buzeti et al., 2026). Kesenjangan penelitian (research gap) yang ditemukan menyoroti adanya inkonsistensi pengaruh pendidikan akibat fenomena mismatch atau ketidaksesuaian penempatan kerja, serta terbatasnya studi pada instansi pemerintah yang memiliki karakteristik tugas teknis lapangan yang spesifik.   Kata Kunci: motivasi kerja; kompetensi; pendidikan; work from home; work-life balance; kinerja pegawai
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Balita Usia 36-59 Bulan Di Bimba Star Kids Jakarta Timur Tahun 2025 Samsiyah; Revinel; Meli Deviana
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/fda67q42

Abstract

Background: Delayed toddler growth and development remains a critical public health challenge in Indonesia, with a prevalence rate of approximately 30% in 2022. Risk factors such as history of Low Birth Weight (LBW), nutritional status, and maternal knowledge are suspected to play significant roles. Objective: This study aims to examine the relationship between BBLR history, nutritional status, and maternal knowledge level with the development of children aged 36-59 months. Methods: This quantitative research employed a cross-sectional design involving 80 respondents selected through total sampling at Bimba Star Kids in East Jakarta in 2025. Data were collected using questionnaires and KPSP instruments, then analyzed using Chi-Square test. Results: There was a significant association between LBW history and child development (p=0.008), but no significant correlation was found for nutritional status (p=0.551) or maternal knowledge (p=0.887). Conclusion: BBLR history is a critical risk factor for developmental delays, emphasizing the need for early screening and specific interventions to mitigate its impacts. Keywords: development, nutritional status, knowledge, KPSP.   Abstrak Latar Belakang: Masalah keterlambatan tumbuh kembang balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan angka kejadian sekitar 30% pada tahun 2022. Faktor risiko seperti riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), status gizi, dan pemahaman ibu diduga berperan penting. Tujuan: Studi ini bertujuan mengkaji hubungan antara riwayat BBLR, status gizi, serta tingkat pengetahuan ibu terhadap perkembangan anak usia 36–59 bulan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 80 responden yang dipilih melalui total sampling di Bimba Star Kids Jakarta Timur tahun 2025. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan instrumen KPSP, dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara riwayat BBLR dan perkembangan anak (p value = 0,008), tetapi tidak ditemukan korelasi bermakna pada status gizi (p value = 0,551) maupun pengetahuan ibu (p value = 0,887). Kesimpulan: Riwayat BBLR merupakan faktor risiko kritis bagi keterlambatan perkembangan, sehingga diperlukan skrining dini dan intervensi spesifik untuk mitigasi dampaknya. Kata kunci: perkembangan, BBLR, status gizi, pengetahuan, KPSP.
Dari Konten ke Kemewahan: Komersialisasi Islam dan Fenomena Flexing Kesalehan di Era Media Sosial Nazua Zaskia; Itsna dzakiah; Muhammad Naufal Alghifari; Mukhamad Helmiazri; Abdul Fadhil
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/z1yf4t61

Abstract

Fenomena flexing kesalehan di media sosial, yaitu praktik menampilkan identitas religius secara ostentatif demi kepentingan eksistensi diri maupun komersialisasi, menjadi gejala sosial yang semakin menonjol di kalangan Muslim Indonesia. Perkembangan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube telah mengubah ekspresi keberagamaan dari ruang privat menuju ruang publik digital yang sarat dengan logika kapitalisme media. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komodifikasi agama dalam praktik flexing kesalehan di media sosial serta implikasi sosial dan etis yang ditimbulkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis kritis terhadap fenomena dakwah digital di media sosial. Kerangka teoritis yang digunakan meliputi teori Komodifikasi Agama dari Pattana Kitiarsa, teori Dramaturgi Erving Goffman, dan konsep Hyper-Religiusitas Jean Baudrillard. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial mendorong transformasi dakwah menjadi komoditas ekonomi sekaligus membentuk kesalehan sebagai modal simbolis yang dapat dipertontonkan dan dimonetisasi. Praktik tersebut melahirkan paradoks kesalehan performatif yang mengaburkan batas antara syiar, pencitraan diri, dan kepentingan pasar. Selain itu, komersialisasi Islam di era digital turut membentuk ekosistem religius yang dipengaruhi oleh budaya konsumtif dan logika kapitalisme platform. Dengan demikian, fenomena flexing kesalehan tidak hanya mencerminkan perubahan pola keberagamaan masyarakat Muslim kontemporer, tetapi juga menunjukkan kuatnya pengaruh media digital dalam membentuk makna religiusitas di ruang publik.   Kata Kunci: komodifikasi agama, flexing kesalehan, media sosial Islam, dakwah digital, komersialisasi Islam, identitas religius   Abstract The phenomenon of piety flexing on social media, namely the ostentatious display of religious identity for self-existence and commercial purposes, has become an increasingly prominent social issue among Indonesian Muslims. The development of digital platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube has transformed religious expression from a private sphere into a digital public arena dominated by media capitalism. This article aims to analyze the commodification of religion in the practice of piety flexing on social media and its social and ethical implications. This study employs a qualitative approach using library research and critical analysis of digital da'wah phenomena on social media. The theoretical framework draws on Pattana Kitiarsa’s Religion Commodification theory, Erving Goffman’s Dramaturgy theory, and Jean Baudrillard’s concept of Hyper-Religiosity. The findings reveal that social media has transformed da'wah into an economic commodity while simultaneously constructing piety as symbolic capital that can be displayed and monetized. This condition creates a paradox of performative piety that blurs the boundaries between sincere religious preaching, self-image construction, and market interests. Furthermore, the commercialization of Islam in the digital era contributes to the emergence of a religious ecosystem shaped by consumptive culture and platform capitalism. Therefore, the phenomenon of piety flexing reflects not only changes in contemporary Muslim religiosity but also the growing influence of digital media in shaping religious meaning within the public sphere.   Keywords: religion commodification, piety flexing, Islamic social media, digital da'wah, Islam commercialization, religious identity