cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : https://doi.org/10.66914/sinergi
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, dan Sains Terapan. Diterbitkan secara berkala setiap bulan, Sinergi berkomitmen menjadi wadah akademik global untuk menghasilkan solusi transformatif bagi tantangan kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 639 Documents
Gothic Style Terinspirasi Dari Kartu Bridge Karollina Warits; Desi Trisnawati; Mega Kencana; Fadri Rahmat
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/gk714v88

Abstract

Perkembangan dunia fesyen modern mendorong lahirnya karya busana yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menghadirkan karakter dan identitas visual yang kuat. Gothic style merupakan gaya busana yang identik dengan kesan gelap, elegan, misterius, dan dramatis melalui penggunaan siluet tegas serta detail dekoratif yang unik. Karya yang berjudul “Gothic Style Terinspirasi dari Kartu Bridge” ini bertujuan untuk mengimplementasikan unsur visual kartu bridge ke dalam perancangan busana pesta dengan sentuhan gothic modern. Inspirasi kartu bridge diwujudkan melalui penerapan motif bentuk kartu dengan simbol seperti sekop, hati, wajik, dan keriting pada detail busana, aksen bordir, layer, serta bentuk siluet yang artistik. Busana yang diwujudkan terdiri dari tiga tingkatan busana yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Warna yang digunakan didominasi hitam, merah, putih, dan silver untuk memperkuat karakter gothic yang mewah dan berani. Bahan yang digunakan meliputi satin bridal, tulle, yamaha silk, drill, dan tenunan balai panjang. Proses perwujudan busana menggunakan teknik semi butik, lipit, layering, serta teknik aplikasi payet dan bordir yang digunakan untuk memperjelas bentuk kartu bridge. Karya yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi inovasi dalam pengembangan busana gothic dengan mengangkat inspirasi visual dari permainan kartu bridge menjadi karya fesyen yang artistik, unik, dan memiliki nilai estetika tinggi, serta dapat digunakan untuk fashion show. Kata Kunci : Gothic style, kartu bridge. Abstract The development of modren fashion has encouraged the creation of  clothing that not only follows trends but also presents a strong character and visual identity. Gothic style is a style of clothing synonymous with darkness, elegance, mystery, and drama through the use of bold silhouettes and unique decorative details. This work, entitled "Gothic Style Inspired by Bridge Cards," aims to implement the visual elements of bridge cards into party wear designs with a modern gothic touch. The bridge card inspiration is realized through the application of card symbol motifs such as spades, hearts, diamonds, and clubs on clothing details, embroidered accents, layers, and artistic silhouette shapes. The clothing consists of three levels ready to wear, ready to wear deluxe, and haute couture. The colors used are predominantly black, red, white, and silver to reinforce the luxurious and bold gothic character. Materials used include bridal satin, tulle, organza, drill, and long balai weave. The clothing creation process uses semi-boutique techniques, draping, layering, as well as sequin and embroidery applications. The resulting work is expected to be an innovation in the development of Gothic fashion, drawing visual inspiration from the card game of bridge into artistic, unique, and aesthetically pleasing fashion pieces that can be used for fashion shows. Keywords : Gothic style, bridge cards.
Analisis Organizatinal Behavior dalam Membangun Teamwork dan Collaboration pada Merger Gojek dan Tokopedia Menjadi Goto Aurora Vallery Brisandy; Yohannes Don Bosco Doho
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/fjnx8g43

Abstract

The establishment of GoTo Group in 2021 through the merger of Gojek and Tokopedia represents one of the most significant organizational changes in Indonesia’s technology industry. The integration of these two major companies created various challenges because each company had different business characteristics, organizational cultures, structures, and work systems. The main challenges in the integration process included human resource management, team development, organizational communication, and cross-functional collaboration. Therefore, the implementation of organizational behavior principles was essential to support the success of the post-merger integration. This study aims to analyze the role of organizational behavior in developing teamwork and collaboration during the merger of Gojek and Tokopedia into GoTo Group. The study employed a qualitative method with a case study approach. Secondary data were collected through a literature review of books, scientific articles, academic journals, corporate reports, and other sources relevant to the GoTo merger and organizational behavior. The findings indicate that the success of GoTo’s integration was influenced by the organization’s ability to manage team formation, develop effective teams, and promote cross-functional collaboration. Adaptive leadership, open communication, clear role distribution, and alignment of organizational objectives played important roles in reducing conflict and strengthening organizational integration. This study concludes that teamwork and collaboration are strategic factors in supporting the success of a merger. The consistent implementation of organizational behavior principles is therefore essential for maintaining organizational sustainability, effectiveness, and performance amid the dynamic development of the digital industry. Keywords: organizational behavior, teamwork, collaboration, merger, GoTo Group Abstrak Pembentukan GoTo Group pada tahun 2021 melalui merger antara Gojek dan Tokopedia merupakan salah satu perubahan organisasi yang signifikan dalam perkembangan industri teknologi di Indonesia. Penggabungan dua perusahaan besar tersebut menghadirkan berbagai tantangan karena masing-masing memiliki karakteristik bisnis, budaya organisasi, struktur, dan sistem kerja yang berbeda. Tantangan utama dalam proses integrasi meliputi pengelolaan sumber daya manusia, pembentukan kerja sama tim, komunikasi organisasi, dan kolaborasi lintas fungsi. Oleh karena itu, penerapan prinsip-prinsip perilaku organisasi menjadi penting dalam mendukung keberhasilan integrasi perusahaan setelah merger. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perilaku organisasi dalam membangun kerja sama tim dan kolaborasi selama proses penggabungan Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo Group. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap buku, artikel ilmiah, jurnal, laporan perusahaan, dan sumber lain yang relevan dengan merger GoTo serta perilaku organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi GoTo dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam mengelola proses pembentukan tim, mengembangkan tim yang efektif, dan menciptakan kolaborasi antarfungsi. Kepemimpinan adaptif, komunikasi terbuka, kejelasan pembagian peran, dan keselarasan tujuan organisasi berperan penting dalam mengurangi konflik serta memperkuat integrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja sama tim dan kolaborasi merupakan faktor strategis dalam mendukung keberhasilan merger. Penerapan prinsip perilaku organisasi secara konsisten menjadi komponen penting dalam menjaga keberlanjutan, efektivitas, dan kinerja organisasi di tengah dinamika industri digital. Kata kunci: perilaku organisasi, kerja sama tim, kolaborasi, merger, GoTo Group  
Kepemimpinan Pendidikan dalam Perubahan Dinamis: Telaah Konseptual antara Kepemimpinan dan Manajemen Lembaga Pendidikan Kontemporer Ai Asiah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/nbkf2k22

Abstract

Abstract Educational leadership has become a critical issue during periods of dynamic change, as educational institutions face policy shifts, digital transformation, accountability demands, quality expectations, and increasingly complex governance. Previous studies have examined transformational, instructional, adaptive, and distributed leadership. However, these discussions often remain fragmented and do not sufficiently integrate the fundamental concepts of educational leadership and management. This study analyzes how these concepts explain the role of educational leadership in responding to dynamic change and how the integration of leadership and management can strengthen institutional effectiveness. It employed a qualitative conceptual design through a literature review of relevant academic sources. Data were collected through literature searching, selection, critical reading, concept mapping, thematic classification, and reference organization. The data were analyzed using conceptual content analysis by identifying key concepts, grouping themes, comparing theoretical perspectives, and synthesizing relationships among concepts. The findings show that educational leadership should be understood as an adaptive and systemic practice that integrates vision, values, strategy, governance, communication, collaboration, data-informed decision-making, teacher development, and continuous evaluation. This study recommends strengthening an integrative educational leadership and management framework and conducting further empirical research across different types of educational institutions.
Representasi konten bertema LGBT pada platform game online Roblox: analisis perspektif komunikasi Islam Ahmad Sultoni Matondang; Mohd. Rafiq; Pahri Siregar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/ygjf0957

Abstract

Perkembangan platform game online telah mengubah fungsi permainan digital menjadi ruang komunikasi sosial yang memungkinkan pengguna membangun identitas, berinteraksi, serta memproduksi berbagai bentuk konten. Salah satu fenomena yang berkembang adalah munculnya representasi konten bertema LGBT pada platform Roblox. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk representasi konten bertema LGBT, pola interaksi digital pengguna terhadap konten tersebut, serta menganalisisnya berdasarkan perspektif komunikasi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Qualitative Content Analysis (QCA). Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan terhadap konten publik di Roblox, dokumentasi berupa tangkapan layar avatar, percakapan publik, deskripsi permainan, simbol visual, dan ruang komunitas virtual, serta studi pustaka yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi konten bertema LGBT pada Roblox diwujudkan melalui avatar, simbol visual, narasi permainan, dan komunitas virtual yang membentuk konstruksi identitas digital. Pola interaksi pengguna berlangsung melalui komunikasi verbal, komunikasi nonverbal berbasis avatar dan simbol, interaksi komunitas, serta partisipasi aktif dalam produksi konten digital. Dari perspektif komunikasi Islam, representasi dan interaksi tersebut perlu dipahami berdasarkan prinsip qaulan sadidan, qaulan ma'rufan, qaulan layyinan, qaulan balighan, qaulan kariman, dan qaulan maysuran yang menekankan nilai kebenaran, kesantunan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama dalam komunikasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital berbasis nilai-nilai komunikasi Islam memiliki peran penting dalam membangun ruang komunikasi virtual yang etis dan bertanggung jawab.
Analisis Klustering Dataset Kampanye Pemasaran Menggunakan Algoritma K-Means pada Rapidminer Rifqi Aditya Wilalung
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/v6wrp514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data kampanye pemasaran dengan menerapkan algoritma K-Means melalui platform RapidMiner. K-Means dipilih karena efisiensinya dalam mengelola dataset besar dan kemampuannya menghasilkan klaster yang bermakna. Dataset yang dianalisis mencakup informasi mengenai pelanggan, status perkawinan, dan tingkat pendidikan. Sebelum melakukan analisis, langkah preprocessing dilakukan untuk memastikan kualitas data yang optimal. Dalam studi ini, evaluasi Davies-Bouldin digunakan untuk menentukan jumlah klaster yang paling tepat, dengan eksplorasi varians jumlah klaster antara (2,3,4,5). Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah klaster yang optimal adalah 2, di mana masing-masing klaster memperlihatkan karakteristik unik hasil klasterisasi. Proses ini memberikan wawasan berharga tentang perilaku pelanggan yang dapat digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa algoritma K-Means dapat mengelompokkan data secara akurat, memberikan fondasi yang kuat untuk pengambilan keputusan strategis di bidang pemasaran. Kata Kunci : klasterisasi, algoritma K-Means, RapidMiner, Davies-Bouldin Index. Abstract This study aims to analyze marketing campaign data by applying the K-Means algorithm through the RapidMiner platform. K-Means was chosen due to its efficiency in managing large datasets and its ability to generate meaningful clusters. The dataset includes information on customers, marital status, and education level. Prior to analysis, preprocessing was performed to ensure optimal data quality. In this study, the Davies-Bouldin evaluation was used to determine the most appropriate number of clusters, exploring the variance of cluster numbers between (2, 3, 4, or 5). The analysis results indicated that the optimal number of clusters was 2, with each cluster displaying unique characteristics resulting from the clustering process. This process provides valuable insights into customer behavior that can be used to design more effective and efficient marketing strategies. The findings of this study confirm that the K-Means algorithm can accurately cluster data, providing a strong foundation for strategic decision-making in the marketing field. Keywords: clustering, K-Means algorithm, RapidMiner, Davies-Bouldin Index.
Busana Fantasi Terinspirasi dari Busana Elf dalam Film The Lord Of The Rings Rani Aprilianita; Nofi Rahmanita; Novina Yeni Fatrina; Dini Yanuarmi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/rbxang60

Abstract

  This final project was developed based on an interest in the visual aesthetics of elf costumes portrayed in The Lord of the Rings, which are characterized by elegance, harmony, and a close association with nature. These visual characteristics were adopted as the primary source of inspiration for designing a fantasy fashion collection integrated with Balai Panjang Payakumbuh woven fabric as a representation of local cultural identity. The aim of this project is to design, produce, and present a collection of fantasy garments inspired by the costumes of elf characters featured in The Lord of the Rings. The creative process was conducted through three main stages: exploration, design development, and realization. The exploration stage involved visual observation of the film and a review of relevant literature concerning elf costumes, fantasy fashion, and the fundamental elements and principles of design. The design development stage comprised the preparation of a mood board, the creation of several design alternatives, the selection of the most appropriate concept, and the refinement of the chosen design. The realization stage included pattern drafting, fabric cutting, garment construction, and the application of decorative techniques, including embroidery, fabric appliqué, and beading. The outcome of this project consists of three fantasy fashion ensembles representing the categories of ready-to-wear, ready-to-wear deluxe, and haute couture, inspired by the characters Legolas, Arwen, and Galadriel. The designs emphasize refined silhouettes, soft pastel hues with natural tonal qualities, and the incorporation of Balai Panjang woven fabric to reinforce local identity while preserving the distinctive visual characteristics of elf costumes. Overall, this project demonstrates that the integration of fantasy aesthetics with traditional textile heritage can generate fashion works of aesthetic and creative significance while contributing to the preservation and contemporary development of local cultural identity through fashion design. Keywords : Fantasy Fashion, Elf Clothing, The Lord of the Rings, Weaving.   Abstrak Proyek akhir ini dikembangkan berdasarkan ketertarikan pada estetika visual kostum elf yang digambarkan dalam The Lord of the Rings, yang dicirikan oleh keanggunan, harmoni, dan hubungan erat dengan alam. Karakteristik visual ini diadopsi sebagai sumber inspirasi utama untuk mendesain koleksi busana fantasi yang terintegrasi dengan kain tenun Balai Panjang Payakumbuh sebagai representasi identitas budaya lokal. Tujuan proyek ini adalah untuk mendesain, memproduksi, dan mempresentasikan koleksi pakaian fantasi yang terinspirasi oleh kostum karakter elf yang ditampilkan dalam The Lord of the Rings. Proses kreatif dilakukan melalui tiga tahap utama: eksplorasi, pengembangan desain, dan realisasi. Tahap eksplorasi melibatkan pengamatan visual film dan peninjauan literatur yang relevan mengenai kostum elf, busana fantasi, dan elemen serta prinsip dasar desain. Tahap pengembangan desain meliputi persiapan mood board, pembuatan beberapa alternatif desain, pemilihan konsep yang paling tepat, dan penyempurnaan desain yang dipilih. Tahap realisasi meliputi pembuatan pola, pemotongan kain, konstruksi pakaian, dan penerapan teknik dekoratif, termasuk bordir, aplikasi kain, dan manik-manik. Hasil dari proyek ini terdiri dari tiga ansambel mode fantasi yang mewakili kategori pakaian siap pakai, pakaian siap pakai mewah, dan haute couture, yang terinspirasi oleh karakter Legolas, Arwen, dan Galadriel. Desain-desain tersebut menekankan siluet yang anggun, warna pastel lembut dengan kualitas tonal alami, dan penggabungan kain tenun Balai Panjang untuk memperkuat identitas lokal sambil melestarikan karakteristik visual khas kostum elf. Secara keseluruhan, proyek ini menunjukkan bahwa integrasi estetika fantasi dengan warisan tekstil tradisional dapat menghasilkan karya mode yang memiliki nilai estetika dan kreatif sekaligus berkontribusi pada pelestarian dan pengembangan kontemporer identitas budaya lokal melalui desain mode. Kata kunci: Mode Fantasi, Pakaian Elf, The Lord of the Rings, Tenun.
Pengaruh Manajemen Konflik dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Loyalitas Pegawai pada Kementerian Sosial UPT Sentra Wirajaya Makassar Andi Jaya Langkara; A. Saharuddin; Hasiah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/3eem2b65

Abstract

This study aims to determine the effect of conflict management and leadership style, both partially and simultaneously, on employee loyalty at the Ministry of Social Affairs UPT Sentra Wirajaya Makassar. This study uses a quantitative approach with a causal associative method. The population in this study was all 115 active employees, and the sample was determined using the Slovin formula, resulting in 89 respondents. Data collection techniques used questionnaires with a Likert scale, while data analysis techniques included validity test, reliability test, multiple linear regression analysis, determination test (R²), F test (simultaneous), and t test (partial). The results showed that: (1) conflict management has a positive and significant effect on employee loyalty with a regression coefficient of 0.419 and significance of 0.000; (2) leadership style has a positive and significant effect on employee loyalty with a regression coefficient of 0.399 and significance of 0.000; (3) conflict management and leadership style simultaneously have a positive and significant effect on employee loyalty with an F value of 86.580 and significance of 0.000. The coefficient of determination (R²) of 0.668 indicates that the two independent variables are able to explain the variation in employee loyalty by 66.8%, while the remaining 33.2% is explained by other factors outside this study. Keywords: Conflict Management, Leadership Style, Employee Loyalty, Ministry of Social Affairs.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen konflik dan gaya kepemimpinan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap loyalitas pegawai pada Kementerian Sosial UPT Sentra Wirajaya Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai aktif yang berjumlah 115 orang, dan sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sebanyak 89 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert, sedangkan teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji determinasi (R²), uji F (simultan), dan uji t (parsial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) manajemen konflik berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,419 dan signifikansi 0,000; (2) gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,399 dan signifikansi 0,000; (3) manajemen konflik dan gaya kepemimpinan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai dengan nilai F hitung 86,580 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,668 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan variasi loyalitas pegawai sebesar 66,8%, sedangkan sisanya sebesar 33,2% dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian ini.. Kata Kunci: Manajemen Konflik, Gaya Kepemimpinan, Loyalitas Pegawai, Kementerian Sosial.  
Systematic Literature Review: Intervensi pada Anak Berkebutuhan Khusus dengan Intellectual Disability  Putri Yohana Pongantung
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/zbfgmp04

Abstract

Intellectual disability is a neurodevelopmental disorder characterized by limitations in intellectual functioning and adaptive behavior, requiring educational interventions that are systematic, individualized, and evidence-based. This review aimed to identify intervention types, describe their implementation characteristics, examine their effectiveness in improving academic skills, communication, social skills, adaptive behavior, and independence, and formulate implications for Individualized Education Programs. A Systematic Literature Review was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Articles published between 2019 and 2025 were searched in Scopus, Web of Science, ERIC, PubMed, and ScienceDirect. Of the 512 records identified, 87 duplicates were removed, 425 records were screened, 56 full-text reports were assessed for eligibility, and 10 intervention studies met the inclusion criteria. Data were analyzed through narrative synthesis based on participant characteristics, research design, intervention type, duration, measured variables, outcomes, and educational implications. The findings showed that Headsprout® Early Reading, phonics-based instruction, Augmentative and Alternative Communication, video modeling, systematic instruction, task analysis and prompting, peer-mediated instruction, technology-based instruction, and functional academic instruction produced positive outcomes in reading, communication, social participation, functional academic skills, daily living activities, and independence. Intervention effectiveness was influenced by learning objectives, individual characteristics, implementation intensity, instructional media, and support from teachers and the learning environment. No single intervention was found to be universally superior for all learners with intellectual disability. Based on the synthesis, the review proposed the I-SMART Program as an integrative conceptual framework to support the development of Individualized Education Programs. However, because the program was derived from literature synthesis and has not yet been empirically tested, its implementation should be adapted to learners’ needs, school resources, and continuous evaluation. Keywords: intellectual disability, evidence-based intervention, individualized education program, special education, systematic literature review. Abstrak Intellectual disability merupakan gangguan perkembangan saraf yang ditandai oleh keterbatasan fungsi intelektual dan perilaku adaptif, sehingga peserta didik memerlukan intervensi pendidikan yang sistematis, individual, terstruktur, dan berbasis bukti. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi jenis intervensi, mendeskripsikan karakteristik pelaksanaannya, menganalisis efektivitasnya terhadap kemampuan akademik, komunikasi, keterampilan sosial, perilaku adaptif, dan kemandirian, serta merumuskan implikasinya bagi penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI). Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, ERIC, PubMed, dan ScienceDirect dengan rentang publikasi 2019–2025. Dari 512 artikel yang teridentifikasi, 87 artikel duplikat dihapus, 425 artikel disaring, 56 artikel dinilai kelayakannya, dan 10 penelitian intervensi memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan sintesis naratif berdasarkan karakteristik peserta, desain penelitian, jenis intervensi, durasi pelaksanaan, variabel yang diukur, hasil penelitian, dan implikasi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi Headsprout® Early Reading, phonics-based instruction, Augmentative and Alternative Communication, video modeling, systematic instruction, task analysis and prompting, peer-mediated instruction, technology-based instruction, serta functional academic instruction memberikan dampak positif terhadap kemampuan membaca, komunikasi, partisipasi sosial, keterampilan akademik fungsional, aktivitas kehidupan sehari-hari, dan kemandirian. Intervensi membaca menjadi pendekatan yang paling dominan, sedangkan strategi visual, teknologi, pembelajaran teman sebaya, dan pengajaran sistematis memperkuat keterampilan adaptif dan sosial. Efektivitas intervensi dipengaruhi oleh tujuan pembelajaran, karakteristik individu, intensitas pelaksanaan, media, serta dukungan guru dan lingkungan belajar. Tidak ditemukan satu intervensi yang paling unggul untuk seluruh peserta didik. Berdasarkan sintesis tersebut, kajian merekomendasikan Program I-SMART sebagai kerangka konseptual integratif untuk mendukung penyusunan PPI, meskipun program ini masih memerlukan pengujian empiris dan penyesuaian terhadap kebutuhan peserta didik serta sumber daya sekolah. Kata kunci: intellectual disability, intervensi berbasis bukti, pendidikan khusus, Program Pembelajaran Individual, systematic literature review.
Korsase Bunga Lili pada Busana Pesta Malam Desilfa Rosta Syahrul; Fadri Rahmat; Novina Yetni Fatrin; Fendi Nofrian
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/axzzb567

Abstract

Penciptaan karya ini di latarbelakangi oleh ketertarikan terhadap keindahan visual bunga lili casablanca yang memiliki karakter anggun, elegan, dan mewah. Karakteristik tersebut kemudian dijadikan sumber ide dalam perancangan busana pesta malam melalui penerapan teknik korsase sebagai elemen dekoratif utama. Teknik korsase dipilih karena mampu menghadirkan bentuk tiga dimensi yang memberikan kesan timbul, dramatis, dan menjadi pusat perhatian pada busana. Tujuan penciptaan karya ini adalah merancang, mewujudkan, dan menyelenggarakan fashion show busana pesta malam dengan penerapan korsase bunga lili. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap eksplorasi, observasi, perancangan desain, eksperimen material, dan perwujudan karya. Sumber ide berasal dari bunga lili casablanca yang kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk korsase dengan penekanan pada bentuk kelopak dan putik bunga. Karya diwujudkan dalam tiga tingkatan busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Material utama yang digunakan adalah kain satin, tille, organza dan wastra tenun bulu baron. Warna yang diterapkan terdiri atas merah marun, hitam, dan magenta yang mendukung karakter busana pesta malam. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa penerapan korsase bunga lili mampu memperkuat nilai estetis, menghadirkan kesan glamor, elegan, dan eksklusif, serta menjadi identitas visual utama pada keseluruhan rancangan busana pesta malam. Kata kunci: Korsase, bunga lili Casablanca, busana pesta malam   Abstract  This work was inspired by an interest in the visual beauty of the Casablanca lily, which is characterized by its graceful, elegant, and luxurious appearance. These characteristics were used as the main source of inspiration in designing evening gowns through the application of the corsage technique as the primary decorative element. The corsage technique was selected because it creates a three-dimensional effect that enhances the garment with a raised, dramatic appearance and serves as the focal point of the design. The objectives of this creation are to design, produce, and present an evening wear fashion show featuring Casablanca lily corsages. The creative process consisted of the stages of exploration, observation, design development, material experimentation, and realization of the final works. The source of inspiration was the Casablanca lily, which was transformed into corsage elements with emphasis on the flower’s petals and stamens. The collection consists of three categories of garments: ready-to-wear, ready-to-wear deluxe, and haute couture. The main materials used include satin, tulle, organza, and Baron feather woven fabric (wastra tenun bulu Baron). The color palette consists of maroon, black, and magenta to reinforce the luxurious character of evening wear. The results demonstrate that the application of Casablanca lily corsages enhances the aesthetic value of the garments, creating a glamorous, elegant, and exclusive impression while serving as the primary visual identity throughout the evening wear collection Keywords: Corsage, Casablanca Lily, Evening Wear
Analisa Penyebab dan Pencegahan Cacat Coran Pada Produk Bonet Dengan Menggunakan Metode Cetakan Pasir Aldila Kurniawan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/7cwzpj68

Abstract

This research aims to analyze the causes and prevention of casting defects. Casting is a metal-forming process by melting the metal and then pouring it into a mold with a cavity that conforms to the desired shape. After the molten metal cools and solidifies, the mold is opened or destroyed to remove the casting. Casting defects are imperfections or abnormalities that occur in a casting product due to errors in the casting process, materials, or design. These defects can affect the strength, durability, and final quality of the product. The materials used include scrap steel, molding sand, catalyst, and phenolic. The tools used include a casting furnace, hot furnace, casting pan, molds, grinders, drills, and welding machines. The casting process includes metal selection, pattern making, mold making, metal melting, pouring, cooling, mold disassembly, cleaning and finishing, and quality control to identify casting defects. The results of the metal casting observations revealed six metal casting defects: microporosity, parting line fins, cold liquid, shrinkage, rat tails, and rough surfaces. Keywords: metal casting defects, types of casting defects.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  penyebab dan  cara pencegahan cacat coran. Pengecoran adalah proses pembentukan logam dengan cara mencairkan logam, kemudian menuangkannya ke dalam cetakan (mold) yang memiliki rongga sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah logam cair mendingin dan membeku, cetakan dibuka atau dihancurkan untuk mengeluarkan produk cor (casting). Cacat cor adalah ketidaksempurnaan atau ketidaknormalan yang terjadi pada produk cor (casting) akibat kesalahan dalam proses pengecoran, material, atau desain. Cacat ini dapat memengaruhi kekuatan, keawetan, dan kualitas akhir produk. Bahan yang digunakan adalah baja rongsok, pasir cetak, catalis, penolyc. Alat yang digunakan tungku pengecoran, dapur panas, panci tuang, cetakan, gerinda, bor, mesin las. Cara pengecoran yaitu pemilihan logam, pembuatan pola, pembuatan cetakan (mold) , peleburan logam, penuangan, pendinginan, pembongkaran cetakan, pembersihan & finishing, kontrol kualitas untuk melihat cacat coran. hasil dari pengecoran logam selama observasi mendapatkan enam cacat pengecoran logam, yaitu : porositas mikro, sirip parting line, cairan dingin, shrinkage, ekor tikus, permukaan kasar  Kata Kunci: cacat pengecoran logam, jenis cacat pengecoran.