cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : https://doi.org/10.66914/sinergi
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, dan Sains Terapan. Diterbitkan secara berkala setiap bulan, Sinergi berkomitmen menjadi wadah akademik global untuk menghasilkan solusi transformatif bagi tantangan kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 572 Documents
Karakteristik Spasial Rumah, Kampus, dan Kafe sebagai Ruang Belajar Mahasiswa dalam Meningkatkan Konsentrasi dan Pengalaman Belajar Angeline Jesica Winartio; Christoper Gunawan; Dev Marvin Anderson
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/j0t4bj46

Abstract

The development of digital technology and changes in student lifestyles have driven a shift in study space preferences from formal spaces to more flexible and adaptive ones. Home, campus, and cafes are three spaces frequently used by students for study, each with distinct spatial characteristics. This study aims to identify and compare the spatial characteristics of home, campus, and cafes and their impact on students' concentration and learning experiences. The method used is descriptive qualitative through literature review and comparative analysis of visual elements, acoustics, spatial flexibility, and supporting facilities. The results indicate that home offers high levels of personal comfort but has significant potential for distraction; campus provides a structured academic atmosphere but tends to lack flexibility; while cafes offer a relaxed atmosphere with high flexibility that can support learning productivity. These findings suggest that the effectiveness of a study space is determined not only by the function of the space but also by the spatial experience experienced by users. Therefore, integrating the best characteristics of these three spaces can be considered in designing more effective study spaces for students. Keywords: third place, study space, students, concentration, learning experience   Abstrak Perkembangan teknologi digital dan perubahan gaya hidup mahasiswa telah mendorong pergeseran preferensi ruang belajar dari ruang formal menuju ruang yang lebih fleksibel dan adaptif. Rumah, kampus, dan kafe menjadi tiga ruang yang sering dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar dengan karakteristik spasial yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan karakteristik spasial pada rumah, kampus, dan kafe serta pengaruhnya terhadap konsentrasi dan pengalaman belajar mahasiswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis komparatif terhadap elemen visual, akustik, fleksibilitas ruang, dan fasilitas pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah menawarkan kenyamanan personal yang tinggi, namun memiliki potensi distraksi yang besar; kampus memberikan suasana akademik yang terstruktur, tetapi cenderung kurang fleksibel; sedangkan kafe menghadirkan suasana santai dengan fleksibilitas tinggi yang dapat mendukung produktivitas belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas ruang belajar tidak hanya ditentukan oleh fungsi ruang, tetapi juga oleh pengalaman spasial yang dirasakan pengguna. Dengan demikian, integrasi karakteristik terbaik dari ketiga ruang tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam perancangan ruang belajar yang lebih efektif bagi mahasiswa. Kata kunci: third place, ruang belajar, mahasiswa, konsentrasi, pengalaman belajar
Persepsi Harga dan Variasi Layanan sebagai Penentu Keputusan Berlangganan Netflix di Kalangan Konsumen Muda Devano Radindra; Wicaksana Herlambang; Charles Eka Ardiansyah M; Deni Zamri; Slamet Erwin Trihandoyo; M. Firdaus Reza Sasongko
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/cgkjdy49

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi harga dan variasi layanan terhadap keputusan berlangganan Netflix pada konsumen di Kota Malang. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 109 responden aktif pengguna Netflix melalui kuesioner berskala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga yang positif, yang ditandai oleh keterjangkauan dan kesesuaian nilai, berpengaruh signifikan terhadap keputusan berlangganan. Variasi layanan yang mencakup keberagaman konten, kelengkapan fitur, kualitas teknis, dan kemudahan antarmuka terbukti menjadi faktor krusial yang mendorong loyalitas pengguna. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan berlangganan, dengan mayoritas responden (71,5%) menyatakan niat berkelanjutan untuk mempertahankan langganan Netflix. Kata Kunci: keputusan berlangganan; layanan streaming; Netflix; persepsi harga; variasi layanan Abstract This study aims to analyze the influence of price perception and service variety on Netflix subscription decisions among consumers in Malang City. Using an associative quantitative approach with a survey method, data were collected from 109 active Netflix users through a Likert-scale questionnaire. The findings indicate that positive price perception, characterized by affordability and value congruence, significantly influences subscription decisions. Service variety encompassing content diversity, feature completeness, technical quality, and interface usability proves to be a crucial driver of user loyalty. Simultaneously, both variables exert significant influence on subscription decisions, with the majority of respondents (71.5%) expressing continuous intention to maintain their Netflix subscription. Keywords: price perception; service variety; streaming service; subscription decision; Netflix
Penentuan Harga Jual Menggunakan Metode Cost Plus Pricing melalui Pendekatan Full Costing pada UMKM Mie Karomi, Kalibata Stanty Aufia Rachmat; Hani Harlan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/nthpwa18

Abstract

Selling price determination is a crucial decision that influences profitability and business sustainability, particularly for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), which often face limitations in cost management and accounting systems. Inaccurate calculation of production costs may result in selling prices that do not reflect the actual costs incurred, thereby reducing business profitability. This study aims to analyze the selling price determination of Mie Karomi MSME in Kalibata using a full costing-based cost-plus pricing method and to compare the calculated selling price with the price currently applied by the business. This research employs a case study approach using a quantitative descriptive method supported by qualitative data. Data were collected through observation, interviews, and documentation of production costs during April 2026. The analysis was conducted by identifying all cost components, including raw materials, direct labor, manufacturing overhead, non-production costs, and depreciation of fixed assets. The results indicate that the actual selling price of IDR 25,000 per bowl is lower than the selling price calculated using the full costing and cost-plus pricing method with a 20% profit margin, amounting to IDR 25,566 per bowl. This difference suggests the existence of underpricing due to the incomplete allocation of all relevant costs. The findings confirm that the application of the full costing method can improve the accuracy of selling price determination and support the long-term sustainability of MSMEs. Keywords: Selling Price Determination; Full Costing; Cost Plus Pricing; Production Cost; MSMEs.   Abstrak Penetapan harga jual merupakan keputusan penting yang menentukan tingkat keuntungan dan keberlanjutan usaha, terutama pada UMKM yang umumnya masih memiliki keterbatasan dalam pengelolaan dan pencatatan biaya. Kesalahan dalam menghitung harga pokok produksi dapat menyebabkan harga jual yang ditetapkan tidak mencerminkan biaya sebenarnya sehingga berpotensi mengurangi profitabilitas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan harga jual pada UMKM Mie Karomi, Kalibata dengan menggunakan metode cost plus pricing berbasis full costing serta membandingkannya dengan harga jual yang diterapkan perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi biaya produksi selama April 2026. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi seluruh komponen biaya, meliputi bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead pabrik, biaya non produksi, dan penyusutan aset tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga jual aktual sebesar Rp25.000 per mangkok lebih rendah dibandingkan harga jual berdasarkan metode full costing dan cost plus pricing dengan margin laba 20%, yaitu Rp25.566 per mangkok. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya underpricing akibat belum diperhitungkannya seluruh biaya secara optimal. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan full costing dapat meningkatkan akurasi penetapan harga jual dan mendukung keberlanjutan usaha UMKM.   Kata Kunci: harga jual, cost plus pricing, full costing, harga pokok produksi, UMKM
Pengaruh Audit Kinerja Dan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Fraud: Studi Empiris Pada Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Selatan Sarah Andini; Mulyati Akib
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/dxgcpe09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh audit kinerja dan sistem pengendalian internal terhadap pencegahan fraud pada instansi pemerintah daerah, dengan fokus studi pada Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Selatan. Fenomena fraud yang marak terjadi di sektor publik menegaskan urgensi penguatan fungsi pengawasan aparat pengawas intern pemerintah (APIP). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif kausal dengan mengumpulkan data primer melalui penyebaran kuesioner terstruktur kepada pegawai Inspektorat Kabupaten Konawe Selatan. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu, menghasilkan total sampel akhir sebanyak 45 responden yang terdiri dari fungsional Auditor dan Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah (PPUPD). Teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda yang diolah berbantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan tingkat pemahaman yang tinggi terhadap tata kelola audit. Hasil pengujian hipotesis secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa audit kinerja dan pengendalian internal secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas pencegahan fraud (p = 0,000). Secara parsial (Uji t), audit kinerja terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud (t = 4,385, p = 0,000). Begitu pula dengan pengendalian internal yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan yang sangat kuat terhadap pencegahan fraud (t = 5,061, p = 0,000). Nilai Koefisien Determinasi (R Square) yang diperoleh sebesar 0,672, menandakan bahwa 67,2% variabilitas variabel pencegahan fraud dapat dijelaskan oleh variasi tindakan audit kinerja dan keandalan sistem pengendalian internal organisasi, sedangkan sisanya sebesar 32,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Hasil riset ini memberikan kontribusi teoretis pada penguatan Agency Theory dan Hexagon Fraud Theory, serta kontribusi praktis bagi pembuat kebijakan daerah dalam merumuskan strategi preventif anti-korupsi.Kata Kunci: Audit Kinerja, Pengendalian Internal, Pencegahan Fraud, Sektor Publik, Kebijakan Preventif. ABSTRACT This study aims to examine and empirically analyze the influence of performance audit and internal control systems on fraud prevention within local government agencies, with a case study on the Regional Inspectorate of South Konawe Regency. The phenomenon of widespread fraud in the public sector underscores the urgency of strengthening the oversight function of the government internal supervisory apparatus (APIP). The research approach used is causal quantitative by collecting primary data through structured questionnaires distributed to employees at the South Konawe Regency Inspectorate. Sample selection was conducted using a purposive sampling technique based on specific criteria, yielding a final sample of 45 respondents comprising functional Auditors and Regional Government Affairs Supervisors (PPUPD). The data analysis technique utilized Multiple Linear Regression Analysis processed using SPSS version 26 software. The results of the simultaneous hypothesis testing (F-test) indicate that performance audit and internal control together exert a significant effect on the effectiveness of fraud prevention (p = 0.000). Partially (t-test), performance audit is proven to have a positive and significant effect on fraud prevention (t = 4.385, p = 0.000). Similarly, internal control demonstrates a very strong positive and significant influence on fraud prevention (t = 5.061, p = 0.000). The Coefficient of Determination (R Square) obtained is 0.672, indicating that 67.2% of the variability in the fraud prevention variable can be explained by variations in performance audit practices and the reliability of the organizational internal control system, while the remaining 32.8% is influenced by other variables not included in this research model. These findings contribute theoretically to strengthening Agency Theory and Hexagon Fraud Theory, as well as practically for local policymakers in formulating preventive anti-corruption strategies.Keywords: Performance Audit, Internal Control, Fraud Prevention, Public Sector, Preventive Policy.
Strategi Pengembangan Agribisnis Sayuran Dalam Menghadapi Konversi Lahan di Kelurahan Talang Keramat Kabupaten Banyuasin Sandra Dwiputriyani; Yulian Junaidi; Indri Januarti
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/r8pjyt68

Abstract

The purpose of this research were (1) Identify internal and external factors influencing the development of vegetable agribusiness in Talang Keramat Urban Village and (2) Formulate effective and sustainable strategies for vegetable agribusiness development to address land conversion in Talang Keramat Urban Village, Banyuasin Regency. The research method used is the survey method by conducting interviews directly to the research location. The sampling method used is census sampling method, the sample of vegetable farmers was determined by 34 samples and there were other samples as informants such as agriculture instructors, the chairman of the joint group farmer, and Indonesian Peasant Union (SPI) member. The data collected in this study are primary data and secondary data. Based on the SWOT analysis on vegetable agribusiness development to facing land conversion in Talang Keramat Urban Village of Banyuasin District is in quadrant II with the application of the ST strategy (Strengths-Threats).  Keywords : Land Conversion, Vegetable, Agribusiness Development, SWOT.   Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan agribisnis sayuran di Kelurahan Talang Keramat dan (2) Merumuskan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk pengembangan agribisnis sayuran dalam mengatasi konversi lahan di Kelurahan Talang Keramat, Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan melakukan wawancara langsung di lokasi penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus sampling, sampel petani sayuran ditentukan sebanyak 34 sampel dan terdapat sampel lain sebagai informan seperti instruktur pertanian, ketua kelompok petani gabungan, dan anggota Serikat Petani Indonesia (SPI). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan analisis SWOT tentang pengembangan agribisnis sayuran dalam menghadapi konversi lahan di Kelurahan Talang Keramat, Kabupaten Banyuasin berada di kuadran II dengan penerapan strategi ST (Kekuatan-Ancaman). Kata Kunci: Konversi Lahan, Sayuran, Pengembangan Agribisnis, SWOT.
Representasi Perempuan dalam Lirik Lagu Tutur Batin Karya Yura Yunita (Analisis Wacana Kritis Sara Mills) Cherry Ervina Marcely; Aisyah Indha Suwandha; Annisa Rahmania Firdausi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/5ek07z40

Abstract

Lirik lagu sebagai bagian dari teks budaya tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi sarana penyampaian pengalaman sosial dan representasi identitas, termasuk representasi perempuan. Salah satu lagu yang menarik untuk dikaji adalah Tutur Batin karya Yura Yunita yang mengangkat tema pergulatan batin, tekanan sosial, dan penerimaan diri perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dalam lirik lagu Tutur Batin melalui posisi subjek, objek, dan pendengar menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Sara Mills. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis model Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam lagu Tutur Batin direpresentasikan sebagai subjek utama yang memiliki otoritas untuk menceritakan pengalaman dan membangun makna atas dirinya sendiri. Posisi objek direpresentasikan melalui hadirnya pihak luar dan konstruksi sosial yang memberikan tekanan serta penilaian terhadap perempuan. Sementara itu, pendengar diposisikan untuk memahami pengalaman emosional perempuan dan membangun empati terhadap proses penerimaan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu Tutur Batin menghadirkan wacana pemberdayaan perempuan melalui pergeseran posisi perempuan dari objek penilaian menjadi subjek yang memiliki kuasa atas identitas dan pengalaman hidupnya. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas kajian pada karya musik populer lainnya menggunakan perspektif analisis wacana dan gender.  
Sosialisasi Aspek Hukum dalam Mengenal Modus Pelecehan Seksual dan Mekanisme Perlindungan Diri Bagi Peserta Didik di Lingkungan Sekolah Erina Sekar M; Eviona Elshadai Margareth; Trissa Lihayati Nur Laila; Viona Muthia Ratu; Della Nurmaylana Dewi; Muhammad Egi Alkausar; Farhan Rizky Aria; Firmansyah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/f6swzk69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelecehan seksual, dasar hukum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), serta tantangan dalam penegakan hukum di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual sering terjadi di media sosial, dengan 50 persen responden mengaku pernah menerima pesan bernada seksual tanpa persetujuan. Namun, hanya 30 persen korban yang melaporkan pelecehan ke pihak berwenang, sementara 50 persen lainnya tidak tahu cara melapor. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi hukum, penyederhanaan prosedur pelaporan, dan penegakan UU TPKS yang lebih efektif. Kata kunci: pelecehan seksual, UU TPKS, kekerasan seksual, penegakan hukum.     Abstract This study aims to analyze the forms of sexual harassment, the legal basis provided by Law Number 12 of 2022 concerning the Crime of Sexual Violence (UU TPKS), and the challenges regarding law enforcement in Indonesia. The findings indicate that sexual harassment frequently occurs on social media, with 50 percent of respondents reporting that they had received unsolicited messages of a sexual nature. However, only 30 percent of victims reported the harassment to the authorities, while 50 percent did not know how to file a report. Consequently, this study recommends strengthening legal education, simplifying reporting procedures, and ensuring more effective enforcement of the UU TPKS. Keywords: sexual harassment, UU TPKS, sexual violence, law enforcement.  
Riba dan Pengaruhnya Terhadap Stabilitas Ekonomi Masyarakat Najla Aisyifa; Nanda Islamiyah; Erwan Setyanoor
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/m10fk214

Abstract

Riba merupakan salah satu praktik ekonomi yang secara tegas dilarang dalam Islam dan terbukti membawa dampak negatif terhadap stabilitas ekonomi masyarakat. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep riba dalam perspektif syariat Islam serta menganalisis pengaruhnya terhadap kestabilan ekonomi masyarakat, baik pada tataran individu, keluarga, maupun sistem ekonomi makro. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitik, mengacu pada Al-Qur'an, hadis, kitab fikih klasik, serta literatur ekonomi kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa riba menimbulkan ketidakadilan distribusi kekayaan, mendorong akumulasi modal pada segelintir pihak, memperparah kemiskinan, dan melemahkan daya beli masyarakat. Pada tingkat makro, riba berkontribusi terhadap inflasi, krisis keuangan berulang, dan ketimpangan sosial yang akut. Penelitian terdahulu juga mengindikasikan bahwa sistem keuangan berbasis bunga (interest-based) memiliki korelasi positif dengan volatilitas ekonomi dan gelembung aset. Sebagai alternatif, sistem ekonomi Islam yang berlandaskan prinsip bagi hasil (musyarakah dan mudharabah) serta instrumen zakat dan wakaf dinilai mampu menciptakan keadilan distributif dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Artikel ini merekomendasikan penguatan regulasi keuangan syariah dan edukasi masyarakat sebagai langkah strategis menuju sistem ekonomi yang bebas riba. Kata Kunci: Riba, Stabilitas Ekonomi, Ekonomi Islam, Sistem Keuangan Syariah, Keadilan Distributif
Mengukur Kompetensi secara Holistik: Optimalisasi Asesmen Autentik dalam Evaluasi Pembelajaran PAI Firda Maghfirotus S; Moh Sahlan; Misbahul Arifin
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/pgkzdm70

Abstract

Perubahan dalam paradigma pendidikan memerlukan adanya sistem penilaian yang tidak hanya terfokus pada penguasaan informasi, tetapi juga dapat mengevaluasi sikap dan keterampilan siswa secara menyeluruh. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), perancangan evaluasi pembelajaran harus dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi siswa secara holistik, sejalan dengan tujuan pembentukan karakter dan penerapan nilai-nilai Islam. Salah satu pendekatan yang dianggap relevan yaitu asesmen autentik, yang merupakan metode penilaian yang mengukur keterampilan siswa melalui kegiatan yang mencerminkan kondisi nyata dan penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi penggunaan asesmen autentik dalam evaluasi pembelajaran PAI sebagai upaya untuk mengukur kompetensi siswa secara utuh. Metode yang diterapkan adalah kajian pustaka dengan meneliti berbagai sumber ilmiah seperti buku, artikel jurnal, hasil penelitian, serta dokumen kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan asesmen autentik dan evaluasi pembelajaran PAI. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, prinsip, implementasi, serta efektivitas asesmen autentik dalam pembelajaran PAI. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa asesmen autentik dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kompetensi siswa karena mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terintegrasi. Penerapan asesmen autentik tersebut dalam pembelajaran PAI berpotensi meningkatkan partisipasi siswa, memperkuat pembentukan karakter religius, serta mendorong pengaplikasian nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, optimalisasi asesmen autentik merupakan langkah strategis untuk mewujudkan evaluasi pembelajaran PAI yang berarti, objektif, dan fokus pada pengembangan kompetensi siswa secara keseluruhan. Kata kunci : Holistik, Asesmen Autentik, Evaluasi pembelajaran, PAI.   Abstrac Shifts in educational paradigms necessitate an assessment system that goes beyond a mere focus on information mastery to comprehensively evaluate students' attitudes and skills. In the context of Islamic Religious Education (PAI), learning evaluations must be designed to assess student competency holistically, aligning with the goals of character building and the application of Islamic values. One relevant approach is authentic assessment—a method that measures student skills through activities reflecting real-world conditions and the application of competencies in daily life. This article aims to examine the optimization of authentic assessment in PAI learning evaluations as a means to comprehensively measure student competency. A literature review method was employed, analyzing various scholarly sources—such as books, journal articles, research findings, and education policy documents—related to authentic assessment and PAI learning evaluation. Data were analyzed using content analysis techniques to identify the concepts, principles, implementation, and effectiveness of authentic assessment within PAI instruction. The study reveals that authentic assessment provides a more comprehensive picture of student competency by integrating cognitive, affective, and psychomotor aspects. Implementing authentic assessment in PAI learning has the potential to enhance student participation, strengthen the formation of religious character, and encourage the application of Islamic values ​​in daily life. Thus, optimizing authentic assessment represents a strategic step toward achieving PAI learning evaluations that are meaningful, objective, and focused on the holistic development of student competency. Keywords : Holistic, Authentic assessment, Learning evaluation, Islamic Religious Education (PAI).
Distribusi Keuangan Sosial Islam dalam Mendorong Kesejahteraan Masyarakat: Kajian Konseptual dan Implementasi di Indonesia Isnan Harahap; Ruli Aulia; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/aekazk62

Abstract

Distribusi keuangan sosial Islam merupakan salah satu instrumen dalam sistem ekonomi Islam yang memiliki peran penting dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, instrumen, implementasi, serta tantangan dan strategi pengembangan distribusi keuangan sosial Islam di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder, seperti artikel jurnal ilmiah, buku, laporan resmi, dan dokumen yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi keuangan sosial Islam tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme penyaluran bantuan sosial, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program produktif, seperti bantuan modal usaha, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan wakaf produktif. Perkembangan teknologi digital turut meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan dana sosial Islam. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi masyarakat, belum optimalnya sinergi antarlembaga, serta keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan literasi keuangan syariah, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, lembaga pengelola, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat agar distribusi keuangan sosial Islam mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.