cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : https://doi.org/10.66914/sinergi
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, dan Sains Terapan. Diterbitkan secara berkala setiap bulan, Sinergi berkomitmen menjadi wadah akademik global untuk menghasilkan solusi transformatif bagi tantangan kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 572 Documents
Perencanaan Sistem Plambing Air Bersih dan Air Buangan dengan Penerapan Reuse & Recycle Grey Water pada Gedung Poli Rawat Jalan RSUD dr Iskak Tulungagung Harista Ramadhania; Feriza Nadiar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/7tmzyx38

Abstract

Rumah sakit merupakan bangunan dengan tingkat konsumsi air yang tinggi, termasuk RSUD dr. Iskak Tulungagung. Rumah sakit ini menjadi rujukan nasional, memiliki fasilitas yang semakin lengkap serta memiliki intensitas penggunaan air yang tinggi, salah satunya pada gedung poli rawat. Di sisi lain, kondisi ketersediaan air di Kabupaten Tulungagung dan Provinsi Jawa Timur selama dekade terakhir menunjukkan keterbatasan sumber daya air. Oleh karena itu, penerapan sistem plambing berbasis konservasi air berupa reuse & recycle grey water untuk flushing toilet pada gedung ini diharapkan dapat menghemat penggunaan air bersih. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui debit air bersih yang dapat dihemat serta skema jalur distribusi sistem plambing dengan penerapan reuse & recycle grey water. Penelitian ini menggunakan metode research and development dengan tahapan research and information collecting, planning, dan develop. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem reuse & recycle grey water untuk flushing toilet mampu mengurangi penggunaan air bersih sebesar 3816 liter/hari atau sekitar 44,02 % dari total kebutuhan air awal. Selain itu, jalur distribusi menunjukkan adanya pemisahan sistem distribusi, yaitu antara distribusi air bersih utama dan distribusi air hasil olahan (reuse). Sistem plambing air buangan juga menjadi lebih kompleks dengan adanya pemisahan bak penampungan antara black water dan grey water sehingga tidak tercampur. Selain itu, tambahan komponen lainnya yaitu roof tank sekunder dan jalur distribusi khusus untuk flushing toilet yang tetap memenuhi aspek teknis dan fungsional.   Kata Kunci: Sistem plambing, Konservasi air, Reuse & recycle, Grey water, Rumah sakit   Abstract Hospitals are buildings with high water consumption, including Dr. Iskak Tulungagung Regional Hospital. As a national referral hospital, it continues to expand its facilities, resulting in high water demand, particularly in the outpatient clinic building. On the other hand, water availability in Tulungagung Regency and East Java Province has shown increasing limitations over the past decade. Therefore, the implementation of a water conservation-based plumbing system through greywater reuse and recycling for toilet flushing in this building is expected to reduce potable water consumption. This study aims to determine the amount of potable water that can be conserved and to develop the distribution scheme of a plumbing system incorporating greywater reuse and recycling. The study employed the Research and Development (R&D) method, consisting of the stages of research and information collecting, planning, and development. The results show that the implementation of the greywater reuse and recycling system for toilet flushing can reduce potable water consumption by 3,816 L/day, equivalent to 44.02% of the initial total water demand. Furthermore, the proposed distribution scheme separates the main potable water distribution system from the reclaimed water distribution system. The wastewater plumbing system also becomes more complex through the separation of blackwater and greywater storage tanks, preventing the two streams from mixing. In addition, secondary roof tanks and dedicated reclaimed-water pipelines for toilet flushing are incorporated while maintaining the required technical and functional performance.   Keywords: Plumbing system, Water conservation, Reuse & recycle, Grey water, Hospital
Pengujian Tum (Tangki Ukur Mobil) dengan Menggunakan Metode Penakaran Masuk Kapasitas 24.000 Liter di Uptd Metrologi Legal Kota Tegal Muhamad Khoerul Anam
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/399hk227

Abstract

Pengujian Tangki Ukur Mobil (TUM) merupakan salah satu upaya untuk memastikan keakuratan alat ukur dalam pengangkutan cairan, khususnya bahan bakar, yang digunakan dalam transaksi perdagangan. Penelitian ini dilakukan di UPTD Metrologi Legal Kota Tegal dengan tujuan mengevaluasi deviasi volume TUM berkapasitas 24.000 liter menggunakan metode penakaran masuk (volumetrik). Prosedur pengujian melibatkan pengisian air ke dalam tiga kompartemen TUM menggunakan bejana ukur standar dan dilakukan pengukuran terhadap volume aktual yang diterima tangki. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa seluruh deviasi pengukuran berada di bawah batas maksimum kesalahan yang ditetapkan, yaitu ±0,2% volume nominal sesuai regulasi metrologi legal. Dengan demikian, TUM yang diuji dinyatakan layak dan memenuhi standar ketelitian yang berlaku. Pengujian ini membuktikan bahwa metode penakaran masuk efektif dalam menjamin akurasi pengukuran volume TUM.
Manajemen Dana dan Permodalan Bank Syariah: Konsep, Ruang Lingkup, dan Prinsip Pengelolaannya Nuraifa Umaya Santi; Andi Fauziah M; Muhammad Tedy Gunawan; Bustan Ramli
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/mnn58s97

Abstract

Fund and capital management are fundamental aspects in Islamic banking operations that support financial stability, liquidity, and business sustainability. This study aims to analyze the concepts, scope, and principles of fund and capital management in Islamic banks. The research uses a qualitative approach through library research by examining books, scientific journals, and other relevant references related to Islamic banking. The findings indicate that fund and capital management in Islamic banks encompasses fund collection, fund distribution, liquidity management, risk management, and capital management. These activities must be carried out in accordance with Islamic principles, including the prohibition of riba, justice, transparency, trustworthiness, prudence, efficiency, and public welfare. However, Islamic banks still face several challenges, such as limited Islamic financial instruments and the dominance of murabahah financing over profit-sharing schemes. Therefore, strengthening management systems and developing innovative Islamic financial products are necessary to improve the effectiveness and competitiveness of Islamic banking institutions. Keywords: Capital Management; Fund Management; Islamic Banking; Liquidity; Sharia Principles   ABSTRAK Manajemen dana dan permodalan merupakan aspek fundamental dalam operasional perbankan syariah yang berperan dalam menjaga stabilitas keuangan, likuiditas, dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, ruang lingkup, serta prinsip-prinsip manajemen dana dan permodalan pada bank syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber referensi yang relevan mengenai perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dana dan modal dalam bank syariah meliputi penghimpunan dana, penyaluran dana, manajemen likuiditas, manajemen risiko, dan manajemen permodalan. Seluruh aktivitas tersebut harus dilaksanakan sesuai prinsip syariah yang mencakup larangan riba, keadilan, transparansi, amanah, kehati-hatian, efisiensi, dan kemaslahatan. Namun demikian, bank syariah masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan instrumen keuangan syariah dan dominasi pembiayaan murabahah dibandingkan sistem bagi hasil. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengelolaan serta inovasi produk keuangan syariah guna meningkatkan efektivitas dan daya saing perbankan syariah. Kata Kunci: Bank Syariah; Likuiditas; Manajemen Dana; Permodalan; Prinsip Syariah
AI-Based Human Resource Management Information System Design To Improve Organization Agility Presenting Society 5.0 M. Refky Ramadan; Syahrial Shaddiq; Khuzaini; Zakky Zamrudi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/b6c3qt66

Abstract

This study aims to design an Artificial Intelligence (AI)-based Human Resource Management Information System (HRMIS) to enhance organizational agility in supporting the implementation of Society 5.0. The study employed a library research method with a descriptive qualitative approach by analyzing relevant books, scientific journals, and academic publications related to human resource management, management information systems, artificial intelligence, and Society 5.0. The findings indicate that integrating AI into an HRMIS can optimize recruitment processes, employee data management, performance evaluation, competency mapping, training recommendations, and real-time decision support. Furthermore, the proposed system enhances the efficiency and effectiveness of human resource management while enabling organizations to respond more quickly and adaptively to dynamic environmental changes. Consequently, an AI-based HRMIS serves as a strategic solution for fostering organizational agility and supporting the realization of a human-centered, innovative, and sustainable Society 5.0.  
Komunikasi Krisis Dan Kontestasi Data Dalam Isu Dugaan Pencemaran Lingkungan Pt Iwip Di Halmahera Tengah M. Zulfikar Ismail; Sukendi; Tria Patrianti
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/6knt2d72

Abstract

Penelitian ini menganalisis komunikasi krisis PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dalam isu dugaan pencemaran lingkungan, krisis air bersih, ISPA, konflik lahan, dan menurunnya kepercayaan publik di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Kasus ini penting dikaji karena krisis yang muncul tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis lingkungan, tetapi juga menyangkut reputasi organisasi, legitimasi industri nikel, dan relasi antara perusahaan, pemerintah, media, organisasi masyarakat sipil, serta masyarakat terdampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui media monitoring terhadap korpus pemberitaan online periode 2022–2026, dokumen resmi perusahaan, laporan organisasi masyarakat sipil, artikel ilmiah, serta wawancara dengan Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Tengah. Analisis dilakukan menggunakan Situational Crisis Communication Theory, Image Repair Theory, Crisis and Emergency Risk Communication, Framing Theory, Social Amplification of Risk Framework, Stakeholder Salience Theory, dan Legitimacy Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis IWIP berkembang sebagai krisis reputasi ekologis yang ditandai oleh pertarungan narasi antara pemberitaan media, laporan NGO, klarifikasi pemerintah daerah, dan respons perusahaan melalui bantahan, CSR, ESG, serta program lingkungan. Strategi komunikasi IWIP cenderung menggunakan pola denial, diminish, bolstering, dan corrective action. Efektivitas komunikasi tersebut masih menghadapi tantangan karena terdapat kesenjangan antara data teknis, persepsi risiko warga, dan kepercayaan publik. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi krisis dalam industri ekstraktif memerlukan transparansi data, dialog partisipatif, empati terhadap warga terdampak, audit independen, serta media monitoring berkelanjutan. Kata kunci: komunikasi krisis, komunikasi risiko, IWIP, Sungai Sagea, reputasi organisasi, ESG, media monitoring. Abstract This study analyzes the crisis communication of PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) in relation to alleged environmental pollution, clean water crisis, acute respiratory infections, land conflicts, and declining public trust in Central Halmahera, North Maluku. This case is important because the crisis is not merely a technical environmental issue but also concerns organizational reputation, legitimacy of the nickel industry, and relations among corporations, government, media, civil society organizations, and affected communities. This research uses a qualitative case study approach. Data were collected through media monitoring of online news coverage from 2022 to 2026, corporate documents, civil society reports, scientific articles, and an interview with the Environmental Agency of Central Halmahera. The analysis applies Situational Crisis Communication Theory, Image Repair Theory, Crisis and Emergency Risk Communication, Framing Theory, Social Amplification of Risk Framework, Stakeholder Salience Theory, and Legitimacy Theory. The findings indicate that IWIP’s crisis has developed into an ecological reputation crisis marked by contested narratives among media reports, NGO findings, government clarification, and corporate responses through denial, CSR, ESG narratives, and environmental programs. IWIP’s communication strategies tend to involve denial, diminish, bolstering, and corrective action. Their effectiveness remains challenged by gaps between technical data, community risk perception, and public trust. This study argues that crisis communication in extractive industries requires data transparency, participatory dialogue, empathy toward affected communities, independent audits, and continuous media monitoring. Keywords: crisis communication, risk communication, IWIP, Sagea River, organizational reputation, ESG, media monitoring.
Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Naga Sebagai Pewarna Alami pada Produk Kosmetik Lipbalm (Pelembab Bibir) Adrian Dipa Wijaya Purnomo; Anissa Angelica Patricia; Sunami
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/pt039a31

Abstract

Lipbalm merupakan salah satu produk kosmetik pelembab bibir yang banyak digunakan masyarakat, namun sebagian produk di pasaran masih menggunakan pewarna sintetis yang berpotensi membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui warna yang dihasilkan oleh ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) serta pengaruhnya sebagai pewarna alami pada sediaan Lipbalm. Kulit buah naga dipilih karena mengandung senyawa antosianin dan betasianin yang berpotensi menghasilkan warna merah alami sekaligus bermanfaat sebagai antioksidan bagi bibir. Metode penelitian yang digunakan meliputi pembuatan simplisia kulit buah naga, ekstraksi dengan metode sokletasi menggunakan pelarut etanol 70%, dan formulasi sediaan Lipbalm dengan penambahan ekstrak kulit buah naga sebagai pewarna. Sediaan yang dihasilkan kemudian diuji melalui uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya lekat, uji titik lebur, uji iritasi, dan uji kesukaan terhadap 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga menghasilkan warna merah muda yang dapat diaplikasikan sebagai pewarna alami pada Lipbalm dengan pH 4-5, titik lebur 54-59°C, tidak menimbulkan iritasi, serta memperoleh tingkat kesukaan sebesar 67% pada formulasi 20 ml dan 60% pada formulasi 10 ml. Dengan demikian, limbah kulit buah naga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami yang aman pada produk kosmetik Lipbalm. Kata Kunci: kulit buah naga, antosianin, pewarna alami, lipbalm, kosmetik Abstract Lip balm is a widely used lip-moisturizing cosmetic product; however, many products on the market still use synthetic dyes that may pose health risks. This study aims to determine the color produced by red dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) and its effect when used as a natural coloring agent in lip balm preparations. Dragon fruit peel was selected because it contains anthocyanin and betacyanin compounds that can produce a natural red color while also functioning as an antioxidant for the lips. The research method included preparing dragon fruit peel simplicia, extracting it using the Soxhlet method with 70% ethanol solvent, and formulating a lip balm with the addition of the extract as a colorant. The resulting preparation was evaluated through organoleptic, pH, homogeneity, adhesion, melting point, irritation, and preference tests involving 20 respondents. The results showed that the dragon fruit peel extract produced a pink color suitable for use as a natural dye in lip balm, with a pH of 4-5, a melting point of 54-59°C, no signs of irritation, and preference levels of 67% for the 20 ml formulation and 60% for the 10 ml formulation. These findings indicate that dragon fruit peel waste has the potential to be utilized as a safe, natural coloring agent in lip balm cosmetic products. Keywords: dragon fruit peel, anthocyanin, natural dye, lip balm, cosmetics
Otonomi Khusus: Evaluasi Aceh dan Papua Andy Surya; Nia Zahra Puspita; Saiwaa Ghynaa Dhya Syifa
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/8qwv1w85

Abstract

Special autonomy is a policy granted by the central government to certain regions with unique historical, political, social, cultural, and economic characteristics. This policy aims to grant regions broader authority to regulate and manage their own interests in order to improve public welfare. This study examines the implementation of special autonomy in the provinces of Aceh and Papua and evaluates its effectiveness. The issues examined include various obstacles to the implementation of special autonomy, particularly releted to the management of special autonomy funds, development inequality, low public welfare, and ongoing social and political conflicts. The results indicate that although Aceh and Papua have received its intended goals. Problems with fund management, development gaps, and suboptimal community empowerment remain key challenges. Therefore, more effective oversight, transparency in fund management, and ongoing evaluation are meeded to optimally achieve the goals of special autonomy, which aim to improve public welfare. Keywords : Special Autonomy, Aceh, Papua, Decentralization, Special Autonomy Fund. Abstrak : Otonomi khusus merupakan kebijakan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah tertentu yang memiliki karakteristik khusus dalam aspek sejarah, politik, social, budaya, dan ekonomi. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kewenangan yang lebih luas kepada daerah dalam mengatur dan mengurus kepentingannya sendiri guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini membahas pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Aceh dan Papua serta ngevaluasi efektifitas penerapannya. Permasalahan yang dikaji meliputi berbagai kendala dalam pelaksanaan otonomi khusus, terutama terkait pengelolaan dana otonomi khusus, ketimpangan pembangunan, rendahnya kesejahteraan masyarakat, serta masih adanya konflik sosial dan politik. Hasil penelitian menunjukan bahwa meskipun Aceh dan Papua telah memperoleh kewenangan khusus serta alokasi dana yang besar, implementasi otonomi khusus belum sepenuhnya mencapai tujuan yang diharapkan. Permasalahan pengelolaan dana, kesenjangan pembangunan, serta kurang optimalnya pemberdayaan masyarakat masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih efektif, transparansi pengelolaan dana, serta evaluasi berkelanjutan agar tujuan otonomi khusus dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal. Kata kunci : Otonomi khusus, Aceh, Papua, Desentralisasi, Dana Otonomi Khusus
Pilkada Serentak dan Stabilitas Pemerintahan Daerah Tiara Khairunnisa; Andarista Putri Pertiwi; Wulandari Muazizah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/j4kvta80

Abstract

Abstrak Pilkada serentak merupakan salah satu bentuk pembaharuan sistem demokrasi lokal di Indonesia yang bertujuan menciptakan pemerintahan daerah yang efektif, demokratis, serta mampu menjaga stabilitas politik nasional. Kebijakan ini mulai diterapkan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 sebagai upaya meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemilihan kepala daerah sekaligus memperkuat legitimasi pemerintahan daerah. Namun demikian, implementasi pilkada serentak masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidaksinkronan antara pemilihan kepala daerah dan anggota DPRD, pengisian jabatan penjabat kepala daerah, serta munculnya polarisasi politik di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika politik hukum pemilihan kepala daerah di Indonesia, mengkaji prospek pembaharuan sistem pilkada serentak, serta menelaah pengaruh pelaksanaannya terhadap stabilitas pemerintahan daerah. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilkada serentak memberikan dampak positif berupa efisiensi anggaran, peningkatan legitimasi kepala daerah, serta penguatan demokrasi lokal. Di sisi lain, masih terdapat kelemahan berupa potensi disharmoni antara kepala daerah dan DPRD, meningkatnya politik identitas, serta lemahnya legitimasi penjabat kepala daerah selama masa transisi. Oleh karena itu diperlukan pembaharuan sistem melalui penyerentakan pemilihan kepala daerah dengan DPRD, peningkatan kualitas pendidikan politik masyarakat, serta penguatan regulasi mengenai mekanisme pengisian jabatan kepala daerah agar tercipta pemerintahan daerah yang lebih efektif, demokratis, dan akuntabel.   Kata Kunci: Pilkada Serentak, Politik Hukum, Demokrasi Lokal, Pemerintahan Daerah, Stabilitas Politik.   Abstract Simultaneous regional head elections (Pilkada) represent a reform of Indonesia's local democratic system aimed at creating effective, democratic, and politically stable regional governments. This policy was introduced through Law Number 1 of 2015 to improve the efficiency of regional elections while strengthening the legitimacy of local governments. Nevertheless, the implementation of simultaneous regional elections continues to face several challenges, including the lack of synchronization between regional head elections and regional legislative elections, the appointment of acting regional heads, and increasing political polarization within society. This study aims to analyze the legal politics of regional head elections in Indonesia, examine the prospects for reforming the simultaneous election system, and evaluate its impact on regional governmental stability. This research employs normative legal research using statutory and conceptual approaches supported by literature studies. The findings indicate that simultaneous regional elections have improved budget efficiency, strengthened the legitimacy of regional leaders, and enhanced local democracy. However, several weaknesses remain, including the potential for conflict between regional heads and regional legislatures, the rise of identity politics, and the weak legitimacy of acting regional heads during transitional periods. Therefore, reforms are required by synchronizing regional head elections with regional legislative elections, strengthening political education for citizens, and improving legal regulations concerning the appointment of acting regional heads to establish more effective, democratic, and accountable regional governance. Keywords: Simultaneous Regional Elections, Legal Politics, Local Democracy, Regional Government, Political Stability.
Peran Manajemen Pendidikan dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Sekolah: Studi Kepustakaan di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi Sarbaini Sarbaini; Dedi Saputra
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/5qnp3876

Abstract

Manajemen pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di suatu daerah, termasuk dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya sekolah. Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, hingga saat ini masih menghadapi tantangan berupa rata-rata lama sekolah yang berada di bawah rata-rata provinsi, Indeks Pembangunan Manusia yang menempati peringkat sembilan dari sebelas kabupaten/kota, serta status akreditasi sekolah yang masih didominasi peringkat B dan C, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana fungsi-fungsi manajemen pendidikan telah dijalankan secara efektif di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya sekolah di Kabupaten Tebo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research), dengan menelaah literatur teoretis mengenai manajemen pendidikan serta data sekunder kondisi pendidikan Kabupaten Tebo, yang dianalisis secara interpretatif menggunakan kerangka fungsi manajemen POAC. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Perencanaan Berbasis Data melalui Rapor Pendidikan, praktik Manajemen Berbasis Sekolah di tingkat satuan pendidikan, serta kolaborasi lintas lembaga dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan dan Tanoto Foundation berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan, meskipun tantangan geografis, kesenjangan akreditasi, dan keterbatasan sarana prasarana masih menjadi hambatan. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya penguatan kapasitas manajerial kepala sekolah dan perluasan kolaborasi lintas lembaga sebagai strategi percepatan peningkatan mutu pendidikan di daerah dengan karakteristik geografis serupa.
Intregasi Graphisoft Archicad Dengan EPTAR Reinforcement untuk Pemodelan Struktur Gedung Parkir Universitas Brawijaya Berdasarkan SNI 2847:2019 Anastasia Nafis Izzulhaq Zen; Feriza Nadiar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/482j8k31

Abstract

Dunia konstruksi mengalami perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat proses pembangunan semakin mudah, sehingga muncul konsep Building Information Modelling (BIM). BIM dapat membuat model 2D hingga 7D bangunan, sementara di Indonesia ditemukan manfaat paling banyak pada pemodelan 3D kolaboratif. Salah satu software BIM yang dapat membuat gambar kerja 2D dan 3D yaitu Graphisoft Archicad. Archicad memiliki kekurangan dalam pemodelan pembesian tulangan yang dapat dibantu dengan plug-in EPTAR Reinforcement. Perencanaan struktur bangunan harus sesuai standar yang berlaku, namun kenyataan di lapangan masih banyak bangunan yang tidak mematuhi standar yang berlaku, yaitu SNI 2847:2019.  Penelitian memiliki tujuan untuk mendapatkan hasil evaluasi struktur Gedung Parkir Area Poliklinik Universitas Brawijaya berdasarkan SNI 2847:2019 dan hasil pemodelan struktur bangunan dalam 2D dan 3D menggunakan Archicad dan plug-in EPTAR Reinforcement. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan yang mengacu pada model Gall & Borg (1983). Penelitian ini menghasilkan bahwa perencanaan struktur Gedung Parkir Area Poliklinik Universitas Brawijaya belum memenuhi standar SNI 2847:2019, pemodelan penulangan pada Archicad dengan plug-in EPTAR Reinforcement lebih mudah daripada Autocad, namun tidak memiliki fitur khusus untuk gambar detail tulangan.   Kata Kunci: BIM, Archicad, EPTAR Reinforcement, Evaluasi, SNI 2847:2019 Abstract The construction industry is experiencing rapid technological advancements that are making the construction process easier, leading to the emergence of the concept of Building Information Modeling (BIM). BIM can create 2D to 7D models of buildings, while in Indonesia, the greatest benefits are found in collaborative 3D modeling. One BIM software capable of creating 2D and 3D working drawings is Graphisoft Archicad. Archicad has limitations in reinforcing steel modeling, which can be addressed using the EPTAR Reinforcement plug-in. Building structural design must comply with applicable standards; however, in practice, many buildings still do not adhere to the current standard, SNI 2847:2019. The objective of this study is to evaluate the structure of the University of Brawijaya Polyclinic Area Parking Building based on SNI 2847:2019 and to present the results of 2D and 3D structural modeling using Archicad and the EPTAR Reinforcement plug-in. The research method used in this study was the research and development method, based on the model proposed by Gall & Borg (1983). This study found that the structural design of the Brawijaya University Polyclinic Area Parking Building does not yet meet the SNI 2847:2019 standard; modeling reinforcement in Archicad with the EPTAR Reinforcement plug-in is easier than in AutoCAD, but it lacks specific features for detailed reinforcement drawings.   Keywords: BIM, Archicad, EPTAR Reinforcement, Evaluation, SNI 2847:2019