cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
ilmubersamacenter@gmail.com
Phone
+6282364271891
Journal Mail Official
togajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batang Kuis - Lubuk Pakam Gg. Cempaka Dusun III No. 3, Tanjung Sari, Batang Kuis, Kab. Deli Serdang Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 30482240     DOI : https://doi.org/10.56211/toga
Core Subject : Education,
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan merupakan jurnal yang membahas ilmu dibidang Keguruan dan Pendidikan, jurnal ini sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan terbit 3 kali dalam setahun yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember. terbitan pertama adalah bulan April 2024. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan menerima naskah dengan topik Curriculums, Teaching, and Learning, Islamic Education, Educational Technology, Psychology and Counseling, dan topik lainnya yang relevan dengan Ilmu Keguruan dan Pendidikan, dan yang semisal.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
Penguatan Karakter Islami melalui Integrasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Pembelajaran Sejarah Daulay, Mawarda; Amalsyah Saragih, Ridho Gilang
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i1.1615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan karakter Islami melalui integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan dengan mengintegrasikan nilai aqidah, syariah, dan akhlak dalam tujuan, materi, serta metode pembelajaran sejarah. Implementasi pembelajaran dilakukan melalui penyisipan ayat Al-Qur’an, keteladanan tokoh Islam, diskusi reflektif berbasis nilai, serta pembiasaan budaya kelas Islami. Pemahaman nilai-nilai keislaman terlihat dari perubahan sikap peserta didik, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, dan kesadaran religius. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan variasi latar belakang pemahaman siswa, sementara upaya yang dilakukan guru mencakup kolaborasi dengan guru PAI, penguatan budaya sekolah Islami, dan penggunaan metode pembelajaran variatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran sejarah efektif dalam memperkuat karakter Islami peserta didik secara kognitif, afektif, dan sosial..
Implementasi Strategi Guru dalam Mengintegrasikan Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Ardila Lubis, Mira; Chariston Simanungkalit, Josua
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i1.1616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru sejarah dan peserta didik kelas XI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dilakukan melalui perencanaan pembelajaran berbasis penguatan pendidikan karakter dengan memasukkan indikator nilai nasionalisme dalam RPP. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui metode diskusi, studi kasus sejarah, pemanfaatan media audio visual, serta kegiatan refleksi di akhir pembelajaran. Manfaat yang diperoleh peserta didik meliputi meningkatnya kesadaran sejarah, rasa bangga terhadap bangsa, serta sikap toleransi dan tanggung jawab sebagai warga negara. Hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya minat sebagian peserta didik, dan pengaruh globalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sejarah memiliki peran strategis dalam penguatan nilai nasionalisme apabila didukung oleh strategi guru yang inovatif dan kontekstual.
Optimalisasi Metode Diskusi dalam Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Yunita, Vira; Nur Lubis, Muhammad
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i1.1623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi metode diskusi dalam pembelajaran sejarah guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran sejarah yang menyebabkan rendahnya partisipasi dan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di MAN 1 Medan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran serta membantu siswa dalam memahami materi sejarah secara lebih mendalam melalui pertukaran ide dan pendapat. Selain itu, metode diskusi juga terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui proses analisis, evaluasi, dan refleksi terhadap peristiwa sejarah yang dipelajari. Optimalisasi metode diskusi dapat dilakukan melalui perencanaan pembelajaran yang matang, pengelolaan kelas yang efektif, serta peran guru sebagai fasilitator yang mampu mengarahkan jalannya diskusi secara terstruktur. Dengan demikian, metode diskusi dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta menciptakan pembelajaran sejarah yang lebih interaktif dan bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran sejarah serta menjadi referensi bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS untuk Mengatasi Krisis Moral Peserta Didik Selviana, Anita
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i1.1625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS materi sejarah untuk mengatasi krisis moral peserta didik kelas IX di SMP Negeri 2 Timang Gajah, serta menganalisis proses perencanaan, pelaksanaan, kendala, dan upaya yang dilakukan dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter telah dilakukan melalui integrasi nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan toleransi dalam proses pembelajaran sejarah melalui metode diskusi, refleksi, dan keteladanan guru. Perencanaan pembelajaran dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran yang memuat nilai karakter, sedangkan pelaksanaannya dilakukan melalui pembiasaan sikap positif dan pembelajaran kontekstual. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan latar belakang peserta didik, pengaruh lingkungan sosial, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi krisis moral antara lain melalui pendekatan persuasif, pembinaan karakter, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua. Dengan demikian, pembelajaran IPS materi sejarah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik dan mengatasi krisis moral secara efektif.
Implementasi dan Efektivitas Media Pembelajaran Sejarah Berbasis Digital dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Wulandari, Silvi; Batubara, Taslim
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i1.1626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi media pembelajaran sejarah berbasis digital, faktor pendukung dan penghambat, persepsi guru dan siswa, serta efektivitas penggunaannya dalam meningkatkan minat belajar siswa di MAN 1 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru sejarah dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media pembelajaran sejarah berbasis digital telah berjalan dengan baik melalui penggunaan video pembelajaran, presentasi interaktif, dan platform digital yang membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Faktor pendukung meliputi ketersediaan fasilitas teknologi, dukungan sekolah, dan kompetensi guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan jaringan internet dan perbedaan literasi digital siswa. Persepsi guru dan siswa menunjukkan respon positif terhadap penggunaan media digital karena mampu meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar. Secara keseluruhan, penggunaan media pembelajaran digital terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa serta kualitas pembelajaran sejarah di sekolah.
Analisis Pemanfaatan Film Dokumenter Apocalypse: The Second World War sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran Sejarah Hati Tafonao, Wendi
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i1.1627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan film dokumenter Apocalypse: The Second World War sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah di kelas XI SMA Negeri 11 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai implementasi pembelajaran melalui penayangan film dokumenter, respon peserta didik, serta dampaknya terhadap proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru sejarah dan peserta didik kelas XI. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan film dokumenter mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah karena membantu guru menyampaikan materi secara lebih kontekstual dan menarik. Respon peserta didik terhadap penggunaan film dokumenter menunjukkan tanggapan yang positif karena pembelajaran menjadi lebih interaktif, tidak monoton, serta mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Selain itu, penggunaan film dokumenter juga berdampak pada peningkatan pemahaman konsep sejarah dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Secara keseluruhan, pemanfaatan film dokumenter Apocalypse: The Second World War sebagai sumber belajar terbukti mampu menciptakan pembelajaran sejarah yang lebih efektif, menarik, dan bermakna. Oleh karena itu, penggunaan film dokumenter dapat dijadikan sebagai salah satu inovasi media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di sekolah.
Analisis Penerapan Metode Ceramah dan Diskusi dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 11 Medan Wendi Hati Tafonao; Ridho Gilang Amalsyah
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i2.1940

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode ceramah dan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 11 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu guru sejarah dan dua belas siswa kelas XI yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran, karakteristik materi, media pembelajaran, dan kondisi peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran memadukan metode ceramah untuk membangun pemahaman dasar dan metode diskusi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta partisipasi peserta didik. Persepsi peserta didik terhadap kedua metode bervariasi sesuai karakteristik belajar masing-masing. Keberhasilan pembelajaran didukung oleh kesiapan guru, penggunaan media yang beragam, serta fasilitas sekolah, sedangkan hambatan meliputi penurunan konsentrasi saat ceramah, keterbatasan waktu diskusi, dan belum meratanya partisipasi peserta didik. Penerapan kedua metode secara terpadu menjadikan pembelajaran sejarah lebih efektif, interaktif, dan bermakna.
Pemanfaatan Media Visual dalam Pendekatan Kontekstual pada Pembelajaran Sejarah Pendudukan Jepang di SMA Negeri 11 Medan Tifany Azriel Hasyim Purba
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i2.1946

Abstract

Pemanfaatan media visual dalam pembelajaran sejarah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, khususnya pada materi sejarah pendudukan Jepang yang memiliki karakteristik kompleks dan abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, serta hambatan dan solusi dalam pemanfaatan media visual melalui pendekatan kontekstual pada pembelajaran sejarah pendudukan Jepang di SMA Negeri 11 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru sejarah serta siswa kelas XI yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merencanakan penggunaan media visual berupa peta, gambar, infografis, dan video secara sistematis sesuai capaian pembelajaran, karakteristik materi, dan kebutuhan peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, media visual mampu meningkatkan perhatian, partisipasi, pemahaman konsep, serta kemampuan berpikir historis siswa melalui pengaitan materi dengan pengalaman nyata dalam pendekatan kontekstual. Adapun hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas, gangguan teknis, serta kompetensi guru dalam menyiapkan media pembelajaran. Hambatan tersebut diatasi melalui penggunaan media alternatif, pengunduhan video sebelum pembelajaran, pemanfaatan ruang multimedia, dan peningkatan kompetensi guru secara mandiri. Dengan demikian, pemanfaatan media visual dalam pendekatan kontekstual berkontribusi terhadap terciptanya pembelajaran sejarah yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
Tantangan dan Kendala Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran Sejarah: Studi Kasus di MAN 1 Medan Muhammad Nur Lubis; annisa Vira
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i2.1947

Abstract

Implementasi pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka menjadi salah satu kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif peserta didik. Namun, penerapannya dalam pembelajaran sejarah masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan kendala implementasi Deep Learning dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, dua guru sejarah, dan lima belas siswa kelas X yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning menghadapi lima tantangan utama, yaitu keberagaman karakteristik dan minat belajar siswa, keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep Deep Learning, keterbatasan akses terhadap sumber sejarah autentik, kendala manajemen waktu dan pengelolaan kelas, serta kemampuan berpikir kritis dan literasi sejarah siswa yang masih beragam. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan pembelajaran kolaboratif, membentuk kelompok belajar heterogen, memvariasikan metode pembelajaran, memanfaatkan media pembelajaran yang relevan, serta mengembangkan kreativitas dalam merancang aktivitas belajar. Keberhasilan implementasi Deep Learning memerlukan sinergi antara kompetensi guru, kesiapan peserta didik, serta dukungan kebijakan dan lingkungan sekolah agar pembelajaran sejarah mampu menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik.
Penerapan Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Sejarah di MAN 1 Medan annisa Vira
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i2.1948

Abstract

Pendekatan Deep Learning menjadi salah satu strategi pembelajaran yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Di madrasah, implementasinya dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya memperkuat karakter dan nilai-nilai spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Medan, mengidentifikasi pengaruhnya terhadap pemahaman belajar peserta didik, serta mendeskripsikan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, dua guru sejarah, dan peserta didik kelas X, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning melalui Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan minat dan kemampuan peserta didik, keterbatasan sarana pembelajaran autentik, serta belum meratanya pemahaman guru terhadap konsep Deep Learning. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam memerlukan dukungan kompetensi guru, kesiapan peserta didik, dan kebijakan madrasah yang berkelanjutan.