cover
Contact Name
Alwendi
Contact Email
alwendi60@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
alwendi60@gmail.com
Editorial Address
Journal Editorial Address: Jln. Kolonel Hamzah Lubis, No 30 Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara Contact : 081270214014
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Statika
ISSN : 2541027X     EISSN : 27749509     DOI : https://doi.org/10.64168/statika.v6i1
Core Subject :
Statika adalah jurnal teknik Sipil, dengan Nomor ISSN 2541-027X (Media Cetak) dan ISSN 2774-9509 (Media Online) terbit dalam setahun dua kali yaitu bulan April dan September. Artikel dapat berupa hasil penelitian, pemikiran ilmiah, atau studi kasus dengan ruang lingkup rekayasa struktur, pengembangan sumber daya air, rekayasa transportasi, geoteknik dan manajemen rekayasa konstruksi. Penulis dapat menulis artikel dengan template dan mengirimkan artikel secara online dengan menggunakan sistem OJS. Segala hal yang berkaitan dengan penggunaan software, kutipan dan izin hak cipta yang dibuat oleh penulis artikel, dan konsekuensi hukum yang ditimbulkannya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis artikel.
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN RANGKA ATAP KAYU DENGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU KELAS JAUH SD NEGERI 200503 Aris Hanafi Harahap; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1794

Abstract

Material kuda-kuda yang sering dijumpai di kalangan masyarakat di Kota Padangsidimpuan adalah kayu. Kayu sudah menjadi material kuda-kuda sejak lama, dikarenakan kayu mempunyai daya dukung yang kuat, tahan lama dan juga tahan terhadap cuaca selama kayu tetap dijaga dalam kondisi kering. Kontruksi kuda-kuda yang terpasang di lapangan yaitu kontruksi kuda-kuda kayu karena material kayu masih ada di sekitar lokasi pekerjaan mengingat kualitas kayu yang ada pada spesifikasi pekerjaan adalah kayu sembarang keras. Akan tetapi kayu yang berkualitas sudah mulai langka diperoleh sehingga perlu alternatif kuda-kuda kayu salah satunya adalah baja ringan. Pemilihan bahan kuda-kuda kayu atau baja ringan jelas mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan kuda-kuda kayu dan baja ringan pada atap Pembangunan Ruang Kelas Baru Kelas Jauh SD Negeri 200503. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pelaksanaan pada konstruksi kuda-kuda baja ringan dan kayu adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan tahun 2022. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kuda-kuda kayu sebesar 50.106.748,34, sedangkan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan adalah Rp. 126.250.610,36 sehingga diperoleh perbandingan biaya keduanya sebesar Rp.76.143.862,02. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan kuda-kuda kayu selama 33 hari sedangkan kuda-kuda baja ringan selama 19 hari, waktu pelaksanaan dengan jumlah tukang antara keduanya sama sebanyak 12 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara kuda-kuda baja ringan dengan kuda-kuda kayu yaitu sebesar 14 hari, dimana waktu pekerjaan kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan
PENGARUH PENGGUNAAN BATU CADAS DI DAERAH PARANGINAN KAB. PADANG LAWAS UTARA SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON Arip Muda Harahap; Suryanti Suraja Pulungan; Nurhasanah Siregar
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas beton dapat diketahui melalui perencanaan dan pengawasan yang lebih baik dan teliti terhadap bahan-bahan yang akan dipakai. Batu cadas (batu trass) adalah batuan yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang disebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Batu cadas (batu trass) banyak terdapat di Daerah Paranginan Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai perbandingan kuat tekan beton dan sifat - sifat (kekuatan, berat isi, dan nilai slump) beton berbahan batu cadas (batu trass) sebagai pengganti agregat kasar terhadap beton normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan memanfaatkan batu cadas (batu trass) sebagai pengganti sebagian kerikil pada beton dengan variasi normal, 10%, dan 20%. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan maka didapat nilai kuat tekan beton rata-rata pada setiap umur pengujian seperti diketahui pada saat umur 7 hari kuat tekan beton terbesar adalah kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 5,56 N/mm2 dan nilai kuat tekan terendah adalah kuat tekan beton variasi 20% dengan nilai sebesar 4,71 N/mm2. Sedangkan pada umur pengujian 14 hari kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 6.41 N/mm2 dan nilai kuat tekan beton terrendah adalah variasi 20% dengan nilai sebesar 5,18 N/mm2, pada umur pengujian 28 hari kuat tekan beton terbesar adalah beton normal dengan nilai sebesar 8,58 N/mm2 dan nilai kuat tekan beton terrendah adalah variasi 20% sebesar 6,13 N/mm2.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN TERHADAP PENGGUNA JALAN DI JL. OMPU RAJA SORI KOTA PADANGSIDIMPUAN DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA Riski Lubis; Noni Paisah; Ferawati artauli Hasibuan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1798

Abstract

Pertumbuhan kendaraan yang pesat berdampak pada meningkatnya beban lalu lintas yang berakibat pada penurunan kualitas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan tingkat kerusakan jalan serta dampaknya terhadap pengguna jalan dan lingkungan di Jl. Ompu Raja Sori Kota Padangsidimpuan, serta menentukan upaya penanggulangannya. Metode yang digunakan adalah metode Bina Marga dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui survei lapangan sepanjang 1 km dengan lebar jalan 3 meter.Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luas kerusakan jalan sebesar 777,85 m² dari total luas jalan 3000 m² dengan nilai persentase kerusakan sebesar 25,93% yang termasuk kategori kerusakan sedang. Jenis kerusakan yang dominan adalah lubang, retak menengah, retak pinggir, dan pelepasan butiran. Dampak yang ditimbulkan meliputi peningkatan risiko kecelakaan, ketidaknyamanan pengguna jalan, serta penurunan kualitas lingkungan. Upaya penanggulangan yang direkomendasikan adalah pemeliharaan rutin, perbaikan drainase, serta peningkatan struktur perkerasan jalan.
ANALISIS PENINGKATAN RUAS JALAN DESA TATENGGER KECAMATAN ANGKOLA MUARA TAIS KABUPATEN TAPANULI SELATAN Alfiansyah Harahap; Julianto Lubis; Ferawati Artauli Hasibuan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1802

Abstract

Roads are one of the most important land transportation infrastructures; therefore, a good pavement design is essential. In addition to connecting one place to another, a well-designed road pavement is also expected to provide safety and comfort for drivers, especially in supporting smooth traffic flow. The high growth of traffic resulting from economic development can create serious problems if it is not balanced with improvements in the quality of existing road facilities and infrastructure. Therefore, road conditions greatly affect the comfort and safety of every road user. The objective of this thesis is to identify the types of damage found on the Tatengger Village Road section in Angkola Muara Tais and to determine the appropriate maintenance treatment and the required thickness of flexible pavement for future road improvement or rehabilitation. The methods used in this research are the Indonesian Highway Capacity Manual Method and the component analysis method. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that the types of damage found on the Tatengger Village Road section in Angkola Muara Tais include hairline cracks, potholes, patches, alligator cracks, waves, depressions, and longitudinal cracks, with a total damage percentage of 6.11%. The appropriate maintenance treatment is routine maintenance. Meanwhile, the required flexible pavement thickness for future improvement or rehabilitation consists of a 5 cm surface layer, a 20 cm base course layer, and a 10 cm subbase layer, with a planned service life of 20 years.
ANALISA PENGEMBANGAN KAPASITAS LAHAN PARKIR PASAR AEK GODANG KEC. HULU SIHAPAS KAB. PADANG LAWAS UTARA Uddin Hasibuan; Ahmad Rafii; Afniria Pakpahan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1803

Abstract

Parking is a stationary state of a vehicle that is temporary in nature because it is left by the driver at certain places, whether indicated by traffic signs or not, and is not solely for the purpose of boarding and/or alighting passengers and/or loading goods. Parking facilities are an inseparable element of the overall highway transportation system. Many vehicles park on the roadway, which is caused by the available parking capacity being unable to accommodate the volume of vehicles, particularly regarding parking facilities. This study aims to determine the volume, duration, capacity, and development of parking spaces for two-wheeled and four-wheeled vehicles at Aek Godang Market. From the research results, it was found that the parking volume for motorcycles was 321 units and for cars was 60 units, with an average parking duration of 1 hour 28 minutes per vehicle for motorcycles and 135 minutes per vehicle for cars. The parking turnover rate for motorcycles was higher compared to cars. The existing parking capacity at Aek Godang Market for motorcycles is 162 SRP (Parking Space Units), while the parking demand is 250 SRP. Meanwhile, the existing car parking capacity is 30 SRP, while the demand is 54 SRP. Based on the parking volume at Aek Godang Market, it indicates that the parking space requirements for motorcycles and passenger cars cannot be met by the existing capacity. To add 88 SRP of parking spaces for motorcycles, a land area of 355 m² is required, while passenger cars urgently need an additional land area of approximately 180 m². The available potential land for parking development is located in front of the Aek Godang Market shophouses, which offers sufficient area. Keywords: volume, capacity, duration, development
ANALISA KEBUTUHAN LAHAN PARKIR DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Romi Syahputra Daulay; Sahrul Harahap; Wirna Arifitriana
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1804

Abstract

Analisis kebutuhan lahan parkir di Dinas Pendidikan Padang Lawas Utara sebagai upaya meningkatkan efektivitas pemanfaatan ruang serta kelancaran aktivitas pegawai dan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan ruang parkir dan pola parkir pada Dinas Pendidikan Padang Lawas Utara Dan menganalisis karakteristik lahan parkir Dinas Pendidikan Padang Lawas Utara.Penelitian ini telah dilaksanakan di Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas Utara pada bulan Agustus tahun 2025. Hasil survei menunjukkan bahwa kapasitas parkir yang tersedia, yaitu 15 SRP untuk kendaraan roda empat dan 28 SRP untuk roda dua, tidak mampu menampung kebutuhan maksimum masing-masing sebesar 19 SRP dan 58 SRP. Indeks parkir yang melebihi 100% menandakan terjadinya kelebihan daya tampung, terutama pada kendaraan roda dua. Durasi rata-rata parkir sekitar satu jam per kendaraan menunjukkan tingginya tingkat perputaran kendaraan pada jam kerja. Berdasarkan analisis, diperlukan penambahan empat SRP untuk roda empat dan dua puluh SRP untuk roda dua, disertai penataan ulang marka, rambu, dan pola parkir agar pemanfaatan ruang menjadi lebih optimal. Penelitian ini merekomendasikan perluasan lahan, penataan kembali pola parkir, serta penyediaan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan area parkir.
ANALISIS BIAYA SERTA WAKTU PELAKSANAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN DENGAN RANGKA ATAP KAYU PADA GEDUNG LABKESDA KOTA PADANGSIDIMPUAN M. Syahrizal Nasution; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1805

Abstract

Atap adalah salah satu bagian yang penting pada suatu bangunan. Salah satu bagian dari konstruksi atap adalah kuda-kuda. Material kuda-kuda yang sering dijumpai di kalangan masyarakat Kota Padangsidimpuan adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian yang di butuhkan oleh masyarakat, maka kebutuhan terhadap kayu akan semakin meningkat, sehingga perlu alternatif lain untuk bahan rangka atap salah satu adalah baja ringan. Baja ringan merupakan baja profil yang dibentuk dalam keadaan dingin yang materialnya berupa lembaran pelat baja dengan ketebalan antara 0,4 mm sampai 1,0 mm. Pemilihan bahan antara kayu atau baja ringan, jelas mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan kuda-kuda baja ringan dan kuda-kuda kayu. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pelaksanaan pada konstruksi kuda-kuda baja ringan dan kayu adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2016. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan sebesar Rp.335.995.162,61, sedangkan untuk pekerjaan kuda-kuda kayu adalah Rp.201.198.379,31 sehingga diperoleh persetase perbandingan biaya kuda-kuda baja ringan dengan kayu sebesar 40 %. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan dibutuhkan selama 42 hari, sedangkan waktu pelaksanaan kuda-kuda kayu selama 97 hari dengan jumlah tukang antara keduanya sama sebanyak 12 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara kuda-kuda baja ringan dengan kuda-kuda kayu yaitu sebesar 55 hari, dimana waktu pekerjaan kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.
ANALISIS KERUSAKAN RUAS JALAN BM. MUDA KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN KOTA PADANGSIDIMPUAN Randa Bahreyn Lubis; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1806

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Perkerasan jalan yang baik juga diharapkan dapat memberi rasa aman dan nyaman dalam mengemudi terutama berpengaruh terhadap kelancaran arus lalu lintas. Salah satu penyebab kerusakan jalan yaitu minimnya biaya pemeliharaan yang menyebabkan berkurannya kualitas dari pada pelaksanaan. Tingginya pertumbuhan lalu lintas akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persentase kerusakan apa saja yang terjadi ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan penanganan pemeliharaannya serta mengetahui tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Kerusakan jalan dianalisa dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia sedangkan Perencanaan tebal perkerasan lentur disesuaikan dengan Metode Analisa Komponen dengan umur rencana 20 tahun. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan, yaitu: jenis kerusakan yang terjadi diruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan terdiri dari 5 jenis yaitu : pelepasan lapisan permukaan, lubang, amblas, retak kulit buaya dan tambalan. Nilai persentasi kerusakan sebesar 20.70 % maka kategori kerusakan termasuk kategori rusak sedang serta penaganan pemeliharaannya yaitu Pemeliharaan Berkala. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, yaitu : lapisan permukaan 15 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm.
ANALISIS PELAT LANTAI II PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERPADU SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MANDAILING NATAL Makmur Gedek; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1807

Abstract

Pada dasarnya bangunan yang ditinjau adalah pembangunan gedung kuliah terpadu Sekolah Tinggi Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina). Gedung ini dibangun untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mengimbangi jumlah mahasiswa untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, moderat dan inovatif sesuai dengan visi STAIN Madina. Pembangunan gedung ini dibangun secara permanen dengan jumlah struktur tiga lantai sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan gedung yang sudah ditetapkan. Prinsip dari perencanaan struktur gedung ini adalah menghasilkan suatu bangunan yang aman, nyaman, kuat, efisien dan ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal pelat serta jarak penulangan pelat lantai sesuai pembebanan dan gambar kerja yang ada dilapangan. Metode yang digunakan berdasarkan Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang dan Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung serta pembebanan disesuaikan peraturan pembebanan untuk rumah dan gedung. Berdasarkan hasil analisa yang di lakukan diambil kesimpulan yaitu tebal pelat lantai berdasarkan analisis dan kondisi dilapangan sebesar 12.5 cm dengan panjang 4,20 m dan lebar 3,60 m. Bentang balok terpanjang 8,40 m dan 7,20 m. Tebal pelat lantai berkurang akibat penambahan balok anak sehingga bentang pelat lebih pendek untuk mengurangi lendutan dan pembebanan. Jarak tulangan pelat lantai berdasarkan analisis yaitu untuk lapangan arah-x dan arah y yaitu Ø 10-100 sedangkan dilapangan untuk posisi tumpuan arah-x dan arah y yaitu Ø 10-200. Jika kita lihat posisi lapangan arah-x dan arah y analisa Ø 10-100 sedangkan yang di pasangan dilpangan untuk posisi lapangann arah-x dan arah y yaitu Ø 10-100. Jarak yang dianalisis lebih ekonomis dibandingkan dengan jarak yang ada dilapangan.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN PERANCAH KAYU BULAT DENGAN SCAFFOLDING UNTUK PELAT LANTAI DAN BALOK PADA BANGUNAN BERTINGKAT Rafea Husni; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1808

Abstract

Perancah adalah konstruksi sementara yang menyangga beban dan memberi kekuatan serta kestabilan pada bekisting. Perancah memiliki peranan penting terhadap hasil akhir pekerjaan konstruksi bangunan. Berdasarkan sifatnya, perancah terbagi dua, yaitu perancah kayu bulat dan scaffolding. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui besar perbandingan biaya dan waktu penggunaan perancah kayu bulat dengan scaffolding untuk pelat lantai dan balok pada bangunan bertingkat. Metode yang digunakan dalam menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan perancah kayu bulat dan scaffolding adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2016. Lokasi dan tempat pengambilan data untuk kebutuhan penelitian ini dilakukan di Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Padangsidimpuan, dengan data yang dikumpulkan berupa gambar kerja, daftar upah, dan daftar harga bahan. Dari hasil analisa data yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa biaya yang diperlukan untuk pemasangan perancah kayu bulat sebesar Rp. 324.707.832,00 dan scaffolding sebesar Rp. 315.019.128,00. Sedangkan selisih perbandingan biaya antara perancah kayu bulat dengan scaffolding yaitu 3% sebesar Rp. 9.688.704,00. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan perancah kayu bulat selama 105 hari dan scaffolding selama 105 hari dengan jumlah tukang antara kedua perancah sama yaitu 10 orang. Waktu pengerjaan perancah kayu bulat dan scaffolding dihitung dengan menggunakan AHSP dengan satuan OH

Page 11 of 11 | Total Record : 110