cover
Contact Name
Alhusni
Contact Email
illat.j@uinjambi.ac.id
Phone
+628117447789
Journal Mail Official
illat.j@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Jln. Jambi-Ma. Bulian KM. 16 Sei. Duren Jaluko Muaro Jambi 363636
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
ILLAT-J
ISSN : ""     EISSN : 30892333     DOI : https://doi.org/10.30631/illat-j.1
This Journal focuses studying on the theories and practices of Islamic law thougth and Islamic law in Islamic countries and intends to express original research and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics; Islamic Law Thought Islamic Comparative Law Customary Law Sharia Economic Law Islamic Constitutional Law History of Islamic Law Social Sciences (Miscellaneous)
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): May 2025" : 5 Documents clear
Combined Prayer for Surgeons During Medical Operations: A Maqasid al-Shari'ah Perspective Muhammad Ridwan; Rahmadi; Mustajab, Muhammad; Shaukat, Muhammad Awais; Qadarsih.B, Fitri
Journal of Islamic Legal Thought and Jurisprudence Vol. 2 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Program Studi Perbandingan Mazhab Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/21.57-72

Abstract

This research is motivated by the importance of maqasid al-shari'ah as a foundation in establishing Islamic law, particularly in responding to social dynamics such as the implementation of combined prayer (salat jamak) by surgeons during operations. The research problem addressed is how the implementation of combined prayer for surgeons during operations is viewed from a maqasid al-shari'ah perspective. This study employs a qualitative methodology with a library research approach examining relevant literature. The research findings indicate that combining prayers is permissible for physicians in surgical conditions requiring extended time, emergency situations, or intensive preparation, in accordance with Islamic jurisprudential provisions such as jam' taqdim and jam' ta'khir. The application of combined prayer is valid as long as legitimate legal excuses ('udhr shar'i) exist, however, a casual attitude must be avoided as scholars unanimously prohibit combining prayers without religiously justified reasons.
Contemporary Fiqh Perspective on Cryptocurrency: A Comparative Study of the Indonesian Ulema Council and Perlis State Fatwas Irfan Affandi, Nik Fakhrul Hafiz bin; Sulistio, Dody; Rafikah; Abubakar, Ismail Yau; Muhtar, Amin
Journal of Islamic Legal Thought and Jurisprudence Vol. 2 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Program Studi Perbandingan Mazhab Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/21.35-56

Abstract

This study aims to analyze cryptocurrency fatwas issued in two countries: Malaysia and Indonesia. The objectives include identifying the fatwas related to cryptocurrency, examining the similarities and differences between the two, and understanding the reasoning behind them. The research employs a qualitative approach using library research and document analysis as data collection methods. The findings reveal two main points: First, scholars hold differing opinions on cryptocurrency some deem it impermissible (haram), while others consider it permissible (halal). Second, both Malaysia and Indonesia share a common stance in their fatwas by not recognizing cryptocurrency as legal tender or a valid means of payment, as it contradicts national regulations and monetary laws.
Talfiq Mazhab dalam Praktik Zakat Fitrah: Studi atas Keputusan MUI Muaro Jambi Doni, Pitrian; Islami, Hayatul; Idris; Muhammad Romli Samae, Syarif bin
Journal of Islamic Legal Thought and Jurisprudence Vol. 2 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Program Studi Perbandingan Mazhab Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/21.23-34

Abstract

Penelitian ini mengkaji implikasi hukum serta penerapan praktis dari pendekatan talfiq (menggabungkan pendapat dari berbagai mazhab) dalam konteks pembayaran zakat fitrah di Indonesia. Perbedaan pendapat antar mazhab di mana mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali mewajibkan pembayaran dalam bentuk makanan pokok, sementara mazhab Hanafi membolehkan uang tunai telah menimbulkan kebingungan hukum di tengah masyarakat Muslim. Sebagai respons, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muaro Jambi mengeluarkan Surat Edaran Bersama tahun 2023 yang memperbolehkan pembayaran dalam bentuk beras maupun uang. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-komparatif, penelitian ini melakukan studi lapangan di Masjid Jami’ Miftahur Rahman, Desa Simpang Sungai Duren. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen resmi. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan zakat ganda ini sah secara fikih, karena didasarkan pada kombinasi pendapat mazhab yang valid serta dilaksanakan secara kolaboratif oleh MUI, Kementerian Agama, dan BAZNAS. Mayoritas masyarakat memilih bentuk uang karena alasan kemudahan dan maslahat penerima. Studi ini menyimpulkan bahwa talfiq diperbolehkan selama tetap dalam koridor maqashid syariah, serta mampu menjadi solusi adaptif dan inklusif bagi kebutuhan sosial-hukum umat Islam di Indonesia masa kini.
Pembiayaan Mudharabah pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) UMS Safinatunnajah Kecamatan Sungai Gelam Isrok; Madjid, Nazori; Habriyanto
Journal of Islamic Legal Thought and Jurisprudence Vol. 2 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Program Studi Perbandingan Mazhab Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/21.13-22

Abstract

penelitian ini mengkaji untuk memberikan gambaran beserta informasi yang konkrit kepada masyarakat mengenai pembiayaan Mudharabah yang terjadi di BMT UMS Safinatunnajah melalui penelusuran data serta penggalian informasi yang diperoleh dilapangan. Dilatar belakangi oleh perbedaan mekanisme penerapan pada pembiayaan Mudharabah sebagaimana yang telah ditetapkan garis-garis besarnya oleh fatwa MUI no7 tahun 2000 tentang pelaksanaan pembiayaan Mudharabah. Pendekatan penelitian digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mengunakan metode deskriftif, jenis data yang di gunakan  adalah data primer dan skunder, sumber data digunakan adalah dari orang dan nasumber. Sedangkan metode pegumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa BMT UMS Safinatunnajah di Kecamatan Sungai Gelam memberikan pembiayaan Mudharabah sebagai alternatif untuk berbagai kebutuhan finansial masyarakat. Prinsip tolong-menolong dan saling menguntungkan menjadi dasar pembiayaan. Pembiayaan menjadi bervariasi, setelah BMT mengganti metodenya menjadi mudharabah perkelompok, yang mencakup usaha non produktif, sehingga dalam penerapannya bergeser dari ketentuan Fatwa MUI No 7 Tahun 2000 tersebut.
Berjabat Tangan dengan Guru Lawan Jenis karena Ihtiram menurut Kyai Pesantren di Kota Jambi Lestari, Anggita Fitri; Sulaeman; Andriadi, Rian
Journal of Islamic Legal Thought and Jurisprudence Vol. 2 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Program Studi Perbandingan Mazhab Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/21.1-12

Abstract

Penelitian ini mengkaji hukum berjabat tangan dengan guru lawan jenis karena ihtiram (penghormatan) dalam perspektif pondok pesantren di Kota Jambi dengan metode lapangan dan pendekatan normatif-yuridis. Data diperoleh melalui wawancara dengan Kyai Pondok Pesantren Al-Hidayah dan As’ad serta studi literatur kitab klasik dan buku-buku fiqh. Hasil penelitian menunjukkan Kyai Al-Hidayah melarang bersalaman dengan lawan jenis meskipun untuk penghormatan, berdasarkan pendapat Imam Nawawi dan hadis riwayat Nasa’i, Thabrani, Baihaqi, dan Ma’qil bin Yassar, karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Mereka menegaskan penghormatan dapat dilakukan melalui sikap hormat lain. Sementara itu, Kyai Pondok Pesantren As’ad membolehkan berjabat tangan dengan syarat tertentu, seperti murid belum baligh atau guru sudah lanjut usia tanpa hasrat syahwat, merujuk pendapat Yusuf Qardhawi, Al-Qur’an surah An-Nur ayat 31, dan hadis riwayat Ibnu Hibban dari Ummu ‘Athiah. Penelitian ini menunjukkan perbedaan pandangan fiqh dan etika interaksi di pesantren.

Page 1 of 1 | Total Record : 5