cover
Contact Name
Safri Ishmayana
Contact Email
ishmayana@unpad.ac.id
Phone
+817617136
Journal Mail Official
kimiapadjadjaran@gmail.com
Editorial Address
Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran Jln. Raya Bandung-Sumedang km. 21, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kimia Padjadjaran
ISSN : -     EISSN : 30261619     DOI : -
Kimia Padjadjaran merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Divisi Ilmiah Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaka) dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Kimia (Himatologika) Universitas Padjadjaran yang bekerja sama dengan Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran. Makalah yang diterbitkan berkaitan dengan sintesis senyawa kimia, kimia organik, kimia bahan alam, biokimia, kimia pangan, bioteknologi dan biomolekuler, kimia analisis dan pemisahan, kimia anorganik, kimia fisik, kimia lingkungan dan aplikasi kimia dalam berbagai bidang. Diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, diutamakan untuk menampung makalah yang dipresentasikan pada kegiatan rutin tahunan Seminar Nasional Chemistry Fun Days yang diselenggarakan oleh Himaka dan Seminar Nasional Vokasi yang diselenggarakan oleh Himatologika.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022)" : 6 Documents clear
Studi Reaksi Reduksi Metil Propanoat Menggunakan Logam Natrium Dalam Pelarut Metanol Salmahaminati, Salmahaminati
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan reaksi reduksi senyawa ester terhadap metil propanoat menggunakan logam natrium dalam pelarut metanol. Senyawa 1-propanol diperoleh melalui reduksi metil propanoat dengan logam natrium menggunakan pelarut metanol, serta rasio mol metil propanoat dengan logam natrium. Konfirmasi struktur dari senyawa yang dihasilkan dilakukan dengan spektrometer kromatografi gas. Produk reaksi reduksi dari metil propanoat dengan logam Na dalam pelarut metanol diperoleh 1-propanol yang memiliki yield 7%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelarut metanol kurang baik digunakan dalam reaksi ini dikarenakan pemisahan senyawa yang tidak maksimal pada distilasi produk berupa campuran antara metanol dan 1-propanol.
Aktivitas Antimalaria Ekstrak Air dan Etanol Tanaman Obat Berdasarkan Penghambatan Pembentukan β-Hematin Hapsari, Yatri; Kusharyoto, Wien; Simanjuntak, Partomuan
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp. melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. betina. Salah satu mekanisme parasit yang dijadikan target pencarian obat antimalaria adalah mekanisme penghambatan pembentukan hemozoin. Plasmodium dalam siklusnya akan mendegradasi hemoglobin menjadi heme bebas yang toksik untuk dirinya sendiri. Untuk melindungi dirinya parasit akan mengubah heme bebas menjadi hemozoin. Senyawa β-hematin merupakan analog senyawa hemozoin. Pada penelitian ini diuji aktivitas antimalaria terhadap 13 ekstrak etanol metode maserasi (dingin) dan 13 ekstrak air metode dekok (panas). Tanaman yang digunakan adalah salam koja (Murraya koenigii), akar kuning (Arcangelisia flava), jung rahab (Baeckea frutescens), pule (Alstonia scholaris), buah makassar (Brucea javanica), bidara (Ziziphus mauritiana), mimba (Azadirachta indica), murbei (Morus alba), tabat barito (Ficus deltoidea jack), ceplikan (Solidago virgaurea), srigunggu (Clerodendron serratum [L.] Sp r), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), bawang dayak (Eleutherine palmifolia). Pengujian menggunakan air panas dikarenakan cara masyarakat lokal dalam memanfaatkan tanaman obat akan dibandingkan dengan pelarut organik yang umum digunakan dalam penelitian. Ekstrak yang memiliki aktivitas terbaik diukur nilai IC50 dan dilanjutkan dengan skrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antimalaria lebih baik menggunakan pelarut air dengan metode dekok dibandingkan pelarut etanol dengan metode maserasi. Ekstrak yang aktivitasnya paling tinggi adalah ekstrak air daun jung rahab sebesar 58,48% dengan nilai IC50 sebesar 51,5 ppm. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak air daun jung rahab mengandung golongan senyawa flavonoid, saponin dan tanin.
Sediaan Kayu Manis (Cinnamomum Sp.) Sebagai Minuman Fungsional Antidiabetes: Kajian Literatur Ilmi, Inta Nur; Filianty, Fitry; Yarlina, Vira Putri
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu manis merupakan jenis rempah yang kaya akan senyawa bioaktif dan telah diketahui mampu menurunkan kadar glukosa darah. Aplikasi kayu manis sebagai minuman fungsional dapat dijadikan sebagai pengobatan alternatif diabetes melitus dengan berbagai sediaan kayu manis dalam formulasinya, namun proses produksi sediaan dalam memberikan efek antidiabetes perlu dikaji. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji proses produksi sediaan kayu manis bubuk, ekstrak, dan mikroenkapsulasi serta membandingkan pengaruhnya terhadap organoleptik, stabilitas, dan bioaktivitas antidiabetes dalam minuman fungsional dari hasil penelitian yang telah dipublikasi. Metode yang digunakan yaitu kajian literatur dari jurnal dan artikel ilmiah yang diakses dalam berbagai situs jurnal yang kredibel, terpercaya, dan valid serta memuat materi yang sesuai dengan topik yang dibahas. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa sinamaldehid (71,50%-82,85%) dan senyawa fenolik (682,17 mg GAE/g) dalam kayu manis menjadi senyawa bioaktif utama yang memiliki peran sebagai inhibitor enzim α- glukosidase dan amilase, meningkatkan sensitivitas insulin, dan aktivitas hipoglikemik. Minuman fungsional dengan sediaan bubuk terbukti memiliki aktivitas antidiabetes, menghasilkan sifat organoleptik warna dan aroma yang baik, namun rasa pedas lebih terasa. Sediaan ekstrak dapat diproduksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, warna dan aroma minuman lebih pekat serta memiliki aktivitas inhibitor α- glukosidase. Sediaan mikroenkapsulasi dengan metode koaservasi kompleks direkomendasikan sebagai bahan dalam minuman fungsional, meski warna dan aroma dalam produk menurun namun rasa pedas dari kayu manis berkurang dan memiliki stabilitas serta bioaktivitas yang lebih baik dalam mencapai target dan berpotensi untuk dijadikan sebagai pencegahan serta pengobatan alternatif penyakit diabetes melitus.
Senyawa Minyak Atsiri Pada Kulit Jeruk (Citrus Sinensis) yang Berpotensi Sebagai Tabir Surya Melalui Analisis TD-DFT (Time-Dependent Density Functional Theory) Salmahaminati, Salmahaminati
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan studi kimia komputasi menggunakan metode TD-DFT pada senyawa limonen dan antranilat yang diketahui sebagai sebagian besar senyawa yang terkandung pada kulit jeruk. Kajian dilakukan dengan membuat model molekul limonen dan antranilat yang dioptimasi geometri menggunakan metode Density Functional Theory (DFT) dan dilanjutkan analisis spektrum menggunakan TD-DFT. Hasil kajian menunjukkan analisis spektrum antranilat dapat dimanfaatkan sebagai perisai alami UV B.
Pengaruh Rasio Reaktan Terhadap Karakteristik Fenol Formaldehida Jenis Resol Yang Tidak Berbahaya Bagi Lingkungan Purnavita, Sari; Sutanti, Sri
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenol formaldehida jenis resol adalah polimer hasil reaksi polimerisasi antara fenol dan formaldehida dengan katalis basa. Fenol formaldehida jenis resol memiliki peran penting sebagai bahan perekat dan bahan pelapis pada industri kayu. Reaksi pembentukan fenol formaldehida dilakukan secara kondensasi polimerisasi. Berdasarkan fungsionalitas fenol dan formaldehid maka satu mol fenol dapat berikatan dengan tiga mol formaldehida, namun untuk menghasilkan produk yang tidak berbahaya bagi lingkungan maka pada penelitian ini dilakukan dengan perbandingan mol formaldehida kurang dari tiga Dengan perbandingan mol formaldehida yang kurang dari tiga, jika reaksi sempurna maka kandungan formaldehida pada produk fenol formaldehida jenis resol akan 0 mg/L, batas ambang kadar formaldehida yang diperbolehkan adalah 3 mg/L. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh rasio reaktan terhadap karakteristik fenol formaldehida jenis resol. Variabel bebas pada penelitian ini adalah rasio reaktan dengan perbandingan mol fenol:formaldehida sebesar 1:1,5 ; 1:1,75 ; 1:2. Variabel terikat pada penelitian ini adalah viskositas, daya rekat, waktu kering. Pembuatan fenol formaldehida dilakukan dengan mencampurkan fenol, formalin kadar 37%, dan katalis NaOH 2,5 N hingga diperoleh pH 10, selanjutnya memanaskan larutan di dalam labu leher tiga dengan pengadukan menggunakan pengaduk mekanis pada suhu 90°C selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio reaktan berpengaruh sangat nyata terhadap viskositas, daya rekat, dan waktu kering fenol formaldehida yang diperoleh. Semakin besar rasio mol formaldehida, nilai viskositas dan daya rekat meningkat, serta waktu kering semakin cepat.
Perbedaan Metode Ekstraksi terhadap Kadar Sisa Pelarut dan Rendemen Total Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Fauziyah, Rizka; Widyasanti, Asri; Rosalinda, S
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah tanaman merambat dengan bunga berwarna ungu sebagai ciri utamanya. Warna bunga telang disebabkan adanya kandungan senyawa antosianin. Selain antosianin, bunga telang juga mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antibakteri. Cara untuk memperoleh kandungan senyawa bunga telang yaitu dengan ekstraksi. Ekstraksi adalah proses pemisahan komponen menggunakan suatu pelarut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar sisa pelarut dan rendemen total dari proses ekstraksi menggunakan metode maserasi, microwave assisted extraction (MAE) dan ultrasonic assisted extraction (UAE) dengan pelarut etanol 96%. Bahan yang digunakan yaitu bunga telang berjenis double petal yang berasal dari lahan pertanian Ciparanje Unpad, Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium. Hasil dari penelitian ini yaitu kadar sisa pelarut 44,000% dan rendemen total 43,176% untuk maserasi, kadar sisa pelarut 47,000% dan rendemen total 69,218% untuk MAE serta kadar sisa pelarut 51,000% dan rendemen total 69,286% untuk UAE. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu metode ekstraksi dengan maserasi menghasilkan ekstrak bunga telang dengan kadar sisa pelarut terendah dan metode ekstraksi dengan UAE menghasilkan ekstrak bunga telang dengan rendemen total tertinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6