cover
Contact Name
Wahid Tuftazani Rizqi
Contact Email
wahidtr@isi-ska.ac.id
Phone
+6287845710354
Journal Mail Official
wahidtr@isi-ska.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah. Kode Pos 57127.
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pariwisata dan Budaya (RANATAYA)
ISSN : -     EISSN : 31094635     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Ranataya adalah jurnal yang menerima berbagai tulisan ilmiah berkaitan dengan pariwisata dan budaya. Jurnal ini menyediakan wahana untuk meningkatkan kesadaran, pertimbangan dan analisis serta kritik isu-isu di bidang pariwisata dan budaya. Jurnal ini ditujukan terutama untuk berbagai kalangan yang peduli dengan kemajuan pariwisata, budaya dan isu-isu terkait, sehingga tidak menutup kemungkinan pada berbagai sudut pandang keilmuan lain yang menjadikan pariwisata dan budaya sebagai obyek kajian.
Articles 18 Documents
Penguatan Identitas Budaya Lokal Melalui Perancangan Buku Saku “Bumi Sebiduk Semare” di Kota Lubuklinggau Puspita, Angel Maharani; Pebrianti, Yulia; Alfitriani
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2025): Ranataya: Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ranataya.v1i2.7678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang buku saku budaya yang mendokumentasikan dan mempromosikan filosofi serta tradisi Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dengan fokus pada filosofi lokal “Bumi Sebiduk Semare.” Filosofi ini menekankan nilai kebersamaan dan keharmonisan sosial, namun kian terabaikan akibat minimnya media edukasi yang menarik dan mudah diakses. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode perancangan siklik, melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% siswa belum memahami budaya lokal, sehingga diperlukan media pembelajaran yang ringkas dan komunikatif. Buku saku yang dirancang berisi filosofi budaya, adat istiadat, kuliner khas, cerita rakyat, serta destinasi wisata berbasis budaya. Desain visual berupa ilustrasi, tipografi, warna, dan tata letak digunakan untuk meningkatkan daya tarik dan keterbacaan. Buku saku ini berfungsi ganda, yakni sebagai media edukasi bagi generasi muda dan sekolah, serta sebagai sarana promosi bagi sektor pariwisata. Desain yang sederhana namun menarik membuat informasi budaya lebih mudah dipahami oleh masyarakat, wisatawan, dan pemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku saku efektif dalam melestarikan identitas budaya, memperkuat kesadaran masyarakat, serta mendukung promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif di Lubuklinggau. Penelitian lanjutan dapat mengembangkan media ini ke dalam format digital agar menjangkau audiens yang lebih luas.
Peran Pariwisata dalam Pelestarian Budaya Lokal Wisata Jopuro Banyuwangi Anggraeni, Adelia; Febriandita Tedjomurti; Arief Sudrajat
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2025): Ranataya: Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ranataya.v1i2.7859

Abstract

Pariwisata tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal. Penelitian ini berfokus pada peran wisata Jopuro di Dusun Rejopuro, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dalam pelestarian tradisi dan seni masyarakat setempat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan kehadiran wisata Jopuro mendorong Masyarakat untuk lebih aktif menampilkan budaya lokal, seperti musik Gedogan, sebagai bagian dari atraksi wisata. Tradisi yang semula hanya dipentaskan pada acara tertentu kini mendapat ruang baru untuk diperkenalkan kepada wisatawan. Selain itu, partisipasi warga dalam kegiatan gotong royong dan penyediaan atraksi budaya memperkuat identitas komunitas serta meningkatkan kebanggaan terhadap warisan budaya. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait risiko komersialisasi budaya dan keterbatasan dukungan fasilitas. Oleh karena itu, pengembangan wisata Jopuro perlu diarahkan pada strategi yang tidak hanya mengutamakan aspek ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan pelestarian budaya lokal
Rimpu: Makna Simbolis dan Warisan Budaya Religius Suku Bima Tuflih, Muhammad Alfian
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2025): Ranataya: Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ranataya.v1i2.7862

Abstract

Rimpu merupakan tradisi busana khas masyarakat Bima yang mengandung makna simbolis dan nilai religius yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolis, nilai keagamaan, serta bentuk transformasi Rimpu dalam konteks sosial masyarakat Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rimpu berfungsi sebagai simbol moralitas, kesantunan, dan identitas sosial perempuan Bima. Nilai religius yang melekat pada Rimpu merupakan hasil internalisasi ajaran Islam sejak masa Kesultanan Bima, menjadikannya bentuk harmonisasi antara tradisi lokal dan nilai keagamaan. Pada era modern, Rimpu mengalami pergeseran makna dari busana religius sehari-hari menjadi simbol budaya yang ditampilkan dalam festival dan kegiatan seremonial. Meskipun terjadi transformasi, Rimpu tetap bertahan sebagai warisan budaya melalui pewarisan keluarga, pendidikan budaya lokal, dan penguatan identitas kolektif masyarakat Bima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Rimpu merupakan tradisi hidup yang terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai inti yang membentuknya.
Peran Wisata Kuliner Halal Terhadap Minat Wisatawan Muslim Indonesia ke Tokyo Jepang Jovita, Syarla; Azahra, Nazwa Dhea; Febrian, Rozan Ammar; Iman, Hakim Gunawan; Hariani, Dina
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2025): Ranataya: Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ranataya.v1i2.7885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wisata kuliner halal terhadap minat wisatawan Muslim Indonesia untuk berkunjung ke Tokyo, Jepang. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya tren pariwisata halal secara global dan kebutuhan wisatawan Muslim terhadap makanan halal, fasilitas ibadah, serta layanan yang sesuai syariat. Tokyo sebagai kota internasional menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan layanan ramah Muslim melalui penyediaan restoran halal, sertifikasi halal, kemudahan akses, dan informasi kuliner halal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, melibatkan responden wisatawan Muslim Indonesia yang belum pernah mengunjungi Jepang namun memiliki ketertarikan untuk berkunjung. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata kuliner halal berpengaruh signifikan terhadap minat wisatawan Muslim Indonesia, terutama melalui indikator ketersediaan restoran halal, kejelasan informasi halal, kemudahan akses, kenyamanan fasilitas ramah Muslim, serta variasi menu halal khas Jepang. Temuan ini menegaskan bahwa ketersediaan kuliner halal merupakan faktor penting dalam keputusan wisatawan Muslim Indonesia memilih Tokyo sebagai destinasi wisata. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah Jepang dan pelaku industri kuliner untuk terus meningkatkan layanan halal sebagai strategi menarik wisatawan Muslim.  
Hubungan Antara Popularitas K-Pop Idol dengan Minat Berwisata Masyarakat Indonesia Ke Korea Selatan Mantiri, Anneke Febrina; Arjuno, Satya; Azzahra, Shafa Nabilah; Affianti, Maritza Fadhila; Hariani, Dina
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2025): Ranataya: Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ranataya.v1i2.7888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara popularitas K-Pop Idol dengan minat berwisata masyarakat Indonesia ke Korea Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner online kepada 109 responden yang merupakan penggemar K-Pop di Indonesia. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linear sederhana melalui SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa popularitas K-Pop Idol berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwisata masyarakat Indonesia yang dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai thitung 9,893 yang lebih besar dari ttabel. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,478 menunjukkan bahwa 47,8% variasi minat berwisata dapat dijelaskan oleh popularitas K-Pop Idol. Temuan ini menegaskan bahwa budaya populer, khususnya K-Pop, menjadi faktor psikologis yang kuat dalam mendorong motivasi wisata, dan memiliki implikasi penting bagi pengembangan strategi promosi pariwisata berbasis budaya populer.
Konstruksi Sosial Pemerintahan Desa Terhadap Pengembangan Ekonomi Kampung Turis Desa Licin, Kabupaten Banyuwangi Juliana Bulan Pertiwi; Rizky Trisna Putri; Dewien Nabielah Agustin
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of a tourist village in Licin Village demonstrates interesting social dynamics, as tourism growth is influenced not only by the potential of the Ijen Crater but also by how the community interprets and collectively builds an economic system. The minimal formal role of the village government in homestay management has led residents to build their own economic structure based on cooperation, equity, and solidarity. This social understanding is a crucial factor in the success of the tourism economy in Licin Village. This research used a qualitative method with Berger & Luckmann's social construction approach. Data analysis was conducted through three stages of social construction: externalization, objectivation, and internalization. The results indicate the formation of a social reality that develops through the community's social processes. First, the community constructs the tourism system as a joint venture that must be managed fairly and equitably. Second, work structures such as the homestay rotation system, role allocation, and village supervision become objective rules accepted as normal. Third, the values ​​of solidarity, income distribution, and service ethics are ultimately internalized as the identity of the tourism village residents. Thus, the social construction of the Licin Village community forms a community-based tourism management model capable of maintaining social harmony and village economic sustainability.  
Optimalisasi Jembatan Lama Kediri sebagai Wisata Edukatif melalui Perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial Arifia Ayu Pradina Suci; Ulfi Aminatuz Zahroh
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Old Kediri Bridge is a historic colonial infrastructure that has undergone a shift in function from a main transportation route to an urban public space. This change in function opens up opportunities for utilizing the bridge as a cultural heritage-based educational tourism destination, but also presents challenges in maintaining a balance between recreational functions and heritage educational values. This study aims to analyze the optimization of the Old Kediri Bridge as an educational tourism destination from a Social Sciences perspective. The study employed a qualitative, descriptive-analytical design with data collection techniques including observation, interviews, questionnaires, and documentation studies. The results indicate that the Old Bridge holds strong historical, symbolic, social, and economic value, yet its use is still dominated by recreational purposes. This study concludes that optimizing educational tourism requires strengthening its interpretive function and sustainable management.
Dinamika Pengelolaan Dewi Kajii sebagai Desa Mandiri Budaya Berbasis Community-Based Tourism Abimanyu Putra Pratama; Surya Adiwijaya; Dahayu Kirana; Muh Nur Khusen; Nurani Indah Pertiwi; Brusheila Devi
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wisata Dewi Kajii muncul sebagai upaya rekonsiliasi sosial untuk mengatasi gesekan antarmasyarakat di Gilangharjo dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai pemersatu kolektif. Penelitian ini mengkaji dinamika pengelolaan dan strategi penguatan identitas lokal menuju status Desa Mandiri Budaya. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus eksploratif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dewi Kajii saat ini sedang bertransisi dari tahap pengembangan menuju tahap konsolidasi dalam Tourism Area Life Cycle. Keberhasilan tersebut didorong oleh strategi “pengemasan potensi lokal yang autentik” melalui integrasi budidaya ikan hias dengan praktik budaya tradisional seperti pande gamelan ke dalam satu ekosistem pariwisata yang terpadu. Formalisasi kelembagaan melalui pemisahan peran antara Pokdarwis dan unit ekonomi mendukung tata kelola yang transparan tanpa menghilangkan karakter lokal. Namun demikian, keberlanjutan pengelolaan masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada tokoh kunci dan belum meratanya partisipasi masyarakat dalam pengembangan homestay. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju Desa Mandiri Budaya bergantung pada kemampuan menyeimbangkan pelestarian budaya dan inovasi melalui penguatan storytelling, dokumentasi, serta regenerasi kepemimpinan. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian Community-Based Tourism dan Desa Mandiri Budaya dengan menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal dapat ditransformasikan menjadi identitas budaya kolektif yang berfungsi sebagai landasan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Page 2 of 2 | Total Record : 18