cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
PERKEMBANGAN MUSIK IRINGAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH Fharina, Reny; Fitri, Aida; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13135

Abstract

Tari Guel merupakan, tari yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah. Sedangkan musik iringan adalah musik pengiring sebagai pengendali keselarasan sebuah prosesi tari. Penelitian mengangkat masalah bagaimana perkembangan alat musik iringan Tari Guel di Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah S. Kobat, Mukhlis Gayo, Ibrahim Kadir dan Teuku Aga. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah perkembangan alat musik iringan Tari Guel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, dokumentasi, wawancara, dan observasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan alat musik iringan Tari Guel yang dipentaskan di Kabupaten Aceh Tengah mengalami perkembangan dalam beberapa periode, periode pertama 1972-1980 menggunakan gegedem, canang, gong dan vokal dengan dinamik lembut, dengan tempo bervariasi, irama dinamis dan terdengar harmoni. Kemudian berkembang pada periode kedua yaitu pada tahun 1980-2000 ada penambahan alat musik pendukung seperti teganing, bantal didong, bensi dan syair untuk membuat bunyi musik lebih beragam dan tidak mengubah unsur musik pada periode sebelumnya. Selanjutnya periode tahun 2000-2012 terdapat penambahan syair internal, penambahan alat musik suling untuk menggantikan vokal dan mengurangi alat musik pendukung sebelumnya, alasannya karena sulitnya mencari pelantun tradisi saat itu dan sebagai bentuk kreativitas seniman , dinamik menjadi agak cepat dan tempo tidak banyak variasi dan menjadi cepat juga, alat musik pada periode adalah gegedem, canang, gong, dan suling. Perkembangan terakhir tahun 2012-2018 yaitu, pergantian alat musik gegedem menjadi rapai karena sulitnya mencari gegedem dan rapai dianggap lebih sesuai kebutuhan pentas, unsur musik dinamik dalam periode terakhir ini menjadi lebih cepat dan juga tempo yang lebih cepat dari tempo periode sebelumnya, alat musik yang digunakan pada periode ini diantaranya adalah rapai, gong, canang, suling, dan bantal didong.Kata Kunci: perkembangan alat musik iringan, tari Guel.
GARAPAN ILUSTRASI MUSIKAL PERTUNJUKAN TONEL DALAM LAKON NOSOH GADONG KARYA M. ABBAS Sandika, Edi; Palawi, Ari; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13131

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana proses penggarapan musik, komposisi musik, dan alat musik yang digunakan dalam pertunjukan Tonel Nosoh Gadong karya M. Abbas. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan tentang proses penggarapan musik, komposisi musik, dan alat musik yang digunakan dalam pertunjukan tersebut. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian bersumber dari wawancara dan observasi langsung ke lapangan. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah penulis, pemeran dan penggarap musik dalam Tonel Nosoh Gadong karya M. Abbas, sedangkan objek dalam penelitian adalah garapan ilustrasi musik dalam pertunjukan tersebut. Berdasarkan analisis data temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, proses penggarapan musik dalam pertunjukan Tonel Nosoh Gadong karya M. Abbas berjalan dengan lancar. Baik pemusik dan pemain Tonel, masing-masing telah mampu menyesuaikan diri sehingga pertunjukan menjadi selaras dan menarik. Kedua, komposisi musik dalam pertunjukan Tonel Nosoh Gadong karya M. Abbas ini terbagi ke dalam tiga yaitu musik pembuka, musik peralihan adegan, dan musik penutup. Adapun alat musik yang digunakan terdiri dari dua, yakni alat musik tradisional seperti suling, canang, teganing, gegedem, dan tepukan didong; dan alat musik modern seperti gitar, bass, drum, dan keyboard. Garapan musik dalam pertunjukan Tonel Nosoh Gadong karya M. Abbas sudah memenuhi standar. Selain itu, pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk melestarikan dan memajukan pertunjukan tradisional tersebut agar lebih baik dan tidak terlupakan.Kata kunci: garapan musikal, Tonel, Nosoh Gadong.
PEMBELAJARAN ALAT MUSIK ANGKLUNG PADA SISWA TUNARUNGU DI SMPLB KOTA LANGSA Melina, Nurfi; Palawi, Ari; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13132

Abstract

Penelitian yang berjudul Pembelajaran Alat Musik Angklung pada Siswa Tunarungu di SMPLB Kota Langsa mengangkat masalah bagaimanakah pembelajaran alat musik angklung pada siswa tunarungu di SMPLB Kota Langsa, dan kendala apa saja yang dialami oleh guru dan siswa dalam pembelajaran alat musik angklung pada siswa tunarungu di SMPLB Kota langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrispsikan pembelajaran alat musik angklung pada siswa tunarungu di SMPLB Kota Langsa dan mendeskripsikan kendala apa saja yang dialami oleh guru dan siswa/siswi dalam pembelajaran alat musik angklung pada siswa tunarungu di SMPLB Kota Langsa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru di SMPLB Kota Langsa. Objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran alat musik angklung pada siswa tunarungu di SMPLB Kota Langsa. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumetasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan pendekatan induktif yang meliputi 3 langkah, yaitu: Reduksi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses pembelajaran alat musik angklung pada siswa tunarungu terdiri dari 5 tahap, yaitu: Pengenalan struktur orgonologi angklung, teknik dasar Angklung, dan pengenalan lagu, pengenalan notasi angka, memainkan alat musik angklung. Kendala yang didapat adalah peserta didik yang tidak konsentrasi dan serius dalam proses pembelajaran, dan juga dalam segi metode pembelajaran sulit diterapkan secara optimal disebabkan oleh kondisi peserta didik.Kata Kunci: pembelajaran alat musik angklung, tunarungu.
BENTUK PENYAJIAN PERTUNJUKAN MUSIK KOMUNITAS PERKUSI BARANG BEKAS (KOPER B'KAS) FAKULTAS TEKNIK UNSYIAH Syarif, Cut Anzar; Ismawan, Ismawan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13129

Abstract

Penelitian yang berjudul Bentuk Penyajian Pertunjukan Musik Perkusi Barang Bekas (Koper Bkas) Fakultas Teknik Unsyiah. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian pertunjukan musik Koper Bkas Fakultas Teknik Unsyiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian pertunjukan musik Koper Bkas Fakultas Teknik Unsyiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penedekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah ketua Koper Bkas, objek penelitian ini yaitu Bascamp Koper Bkas Fakultas Teknik Unsyiah. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gamabaran yang jelas mengenai hal yang di teliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa Koper Bkas merupakan suatu komunitas musik perkusi yang menggunakan alat musik perkusi dari barang bekas. Dalam hal pertunjukannya, Koper Bkas tidak hanya menampilkan pertunjukan musik perkusi saja, namun ada penambahan aksi-aksi gerakan seperti gerakan melingkar, gerakan perubahan formasi dan ada juga ditambah dengan aksi seperti pantonim yang sudah disesuaikan dengan tema pertunjukannya. Koper Bkas sering juga berkolaborasi dengan group band yang menggunakan alat musik modern dan selain itu Koper Bkas juga pernah menjadi musik pengiring dari sebuah pertunjukan tari.Kata Kunci: bentuk penyajian, Komunitas Perkusi Barang Bekas (Koper Bkas)
KERAJINAN GERABAH DI DESA ATEUK JAWO KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Safda, Deslima; Ismawan, Ismawan; Palawi, Ari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13130

Abstract

Penelitian berjudul Upaya Pengrajin Gerabah dalam Mempertahankan Eksistensi Kerajinan di Gampong Ateuk Jawo kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh, ini mengangkat masalah bagaimana upaya pengrajin gerabah dalam mempertahankan eksistensi dilihat dari proses, bahan bakunya, teknik pembuatan, alat yang digunakan serta bentuk yang dihasilkan serta apa saja kendala yang dihadapi pengrajin gerabah dalam mempertahankan eksistensi kerajinannya di Gampong Ateuk Jawo, Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi dan proses pembuatan Gerabah di desa Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh serta mendeskripsikan apa saja kendala yang dihadapi pengrajin gerabah dalam mempertahankan eksistensi kerajinannya di desa Ateuk Jawo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non-partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan, yaitu mereduksi data, menyajikan (display) dan verivikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa beberapa masyarakat masih ada yang memproduksikan kerajinan Gerabah, kerajinan yang dihasilkan berbentuk periuk nasi (kanot bu), belanga (beulangong), piring nasi (pinee), asbak rokok dan cobek (capah) sehingga Gerabah di Ateuk Jawo masih exist. Proses pembuatan kerajinan Gerabah di desa Ateuk Jawo melalui beberapa langkah yaitu: pengolahan tanah, pembentukan Gerabah, pengeringan Gerabah, dan proses pembakaran. Upaya yang dilakukan oleh pengrajin Gerabah di desa Ateuk Jawo dalam mempertahankan eksistensi kerajinannya adalah berbentuk pemasaran secara rutin yang dilakukan oleh masyarakat setempat dan proses pembuatan gerabah masih menggunakan cara tradisional. Kendala yang dihadapi pengrajin yaitu faktor pengrajin yang melakoni pekerjaan ini sudah semakin sedikit, dikarenakan pengrajin berasal dari ibu rumah tangga yang berusia lanjut. Kemudian bahan baku yang digunakan sulit ditemukan serta keberadaan gerabah dipengaruhi dengan adanya perkakas rumah tangga yang yang memiliki fungsi sama. Maka dari itu mereka mengadakan kerjasama dan gotong royong yang bertujuan untuk memajukan industri gerabah dan juga pariwisata yang ada di Gampong Ateuk Jawo, mereka saling memberi semangat dalam hal membuat gerabah.Kata kunci: eksistensi, kerajinan gerabah, kendala dan upaya
MOTIF UNTUK PUKULAN RAPAI PASEE PADA PERTUNJUKAN UROEH DI DESA GLUMPANG VII KECAMATAN MATANGKULI KABUPATEN ACEH UTARA Amarlia, Cut; Fitri, Aida; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13128

Abstract

Penelitian berjudul Motif untuk pukulan Rapai Pasee pada pertunjukan Uroeh di Desa Glumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Mengangkat masalah (1) Bagaimana motif untuk pukulan Rapai Pasee pada pertunjukan Uroeh dan aturan-aturan yang terkandung pada pertunjukan Uroeh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif untuk pukulan Rapai Pasee dan aturan-aturan pada pertunjukan Uroeh di Desa Glumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian menganalisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam penyajian pertunjukan Uroeh Rapai Pasee terdapat motif pukulan yang berbeda diantara motif satu dan lainnya yang disebut dengan istilah lagu (gaya) yang terdiri dari lagu sa, lagu dua, lagu lhee, lagu limong, laagu tujoh, lagu sikureung dan lagu duablah. Motif pukulan (lagu) juga dapat divariasikan dan dikembangkan oleh syeh (petua) yang konteksnya lebih bersifat hiburan atau untuk menambah variasi lagu-lagu yang dibawakan pada saat pertunjukan Uroeh seperti pukulan ekstra (hot) yang ikuti oleh awak rapai dan dimainkan secara berulang-ulang oleh para awak rapai dalam jangka waktu yang lama menurut kesepakatan yang telah dibuat bersama diantara dua kelompok (kuru). Dalam pertunjukan Uroeh Rapai Pasee ada 10 turan-aturan yang ditetapkan pada pertunjukan Uroeh merupakan kesepakatan diantara kedua kelompok (kuru) sebelum pertunjukan berlangsung atau pada saat proses latihan.Kata Kunci: motif Rapai Pasee, Uroeh dan Kuru.
PEWARISAN TRADISI MEURAPAI DESA GLA MEUNASAH BAROE KABUPATEN ACEH BESAR Syafriruddin, Syafriruddin; Ismawan, Ismawan; Supadmi, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13124

Abstract

Penelitian ini berjudul Pewarisan Tradisi Meurapai Desa Gla Meunasah Baroe Kabupaten Aceh Besar. Mengangkat tentang bagaimana sistem pewarisan Tradisi Meurapai yang dilakukan di Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pewarisan tradisi Meurapai yang dilakukan oleh para pelatih dari generasi ke generasi serta untuk mengetahui mengapa Meurapai masih diterima di tengah-tengah masyarakat Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah para pelatih, ketua sanggar, anggota sanggar dan masyarakat Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah Pewarisan Tradisi Meurapai di Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pewarisan yang di lakukan di Sanggar Rapai Tuha Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar secara turun temurun dari kakek ke ayah dan dari ayah diturunkan ke anak. Mengapa tradisi Meurapai masih diterima sampai hari ini di Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar adalah karena keinginan meneruskan tradisi Meurapai.Kata Kunci: pewarisan, tradisi, Meurapai.
NOTASI LABAN TARI RATEB MEUSEUKAT DI SANGGAR SENI CUT NYAK DHIEN BANDA ACEH Wilyuza, Wilyuza; Supadmi, Tri; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13126

Abstract

Penelitian tentang Notasi Laban Tari Rateb Meuseukat di Sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh ini mengangkat masalah bagaimana bentuk Notasi Laban Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh, yang bertujuan untuk mendeskripsikan Notasi Laban sebagai sarana pemahaman gerak tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Subjek penelitian adalah pemimpin sanggar beserta penari sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah Tari Rateb Meuseukat. Data diperoleh dengan tehnik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan tehnik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Rateb Meuseukat ini biasanya didominasi oleh gerakan tangan para penari. Selain itu diselingi juga dengan gerakan kepala, dan bahu saat menoleh ke kanan dan ke kiri. Dalam bentuk pencatatan Notasi Laban tari Rateb Meuseukat, Penari juga melakukan gerakan secara berselang-seling yaitu atas dan bawah, Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh memiliki 12 macam ragam gerak dengan tempo yang berbeda.Kata Kunci: tari Rateb Meuseukat, notasi laban
HIPHOP PADA KOMUNITAS SACH DI TAPAKTUAN Ulumuddin, Taufiq Ihya; Syai, Ahmad; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13127

Abstract

Penelitian yang berjudul Hiphop pada Komunitas SACH di Tapaktuan ini mengangkat masalah bagaimana perkembangan komunitas SACH di Tapaktuan dan bagaimana pembelajaran Hiphop pada komunitas SACH di Tapaktuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang komunitas SACH di Tapaktuan dan pembelajaran Hiphop pada komunitas SACH di Tapaktuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Subjek penelitian ini adalah ketua serta anggota dari komunitas SACH, dan objek dalam penelitian ini adalah tentang perkembangan komunitas SACH di Tapaktuan serta pembelajaran Hiphop pada komunitas SACH di Tapaktuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas SACH adalah komunitas Hiphop yang dibentuk oleh Aminullah pada tahun 2011 di Tapaktuan yang awalnya terdiri dari 5 orang anggota saja, namun seiring berjalannya waktu komunitas SACH mampu berkembang dengan terus bertambahnya jumlah anggota. Awalnya komunitas SACH dibentuk hanya untuk hiburan pemuda di Tapktuan namun sekarang komunitas SACH memfokuskan karyanya dalam memperkenalkan daerah dan didukung dengan keterlibatan komunitas SACH dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah. Komunitas SACH juga mampu mendapatkan prestasi dalam perlombaan-pelombaan Hiphop yang diselenggarakan di Daerah maupun luar daerah. Demi mencapai tujuan untuk terus menjadi komunitas yang besar, komunitas SACH sangat disiplin dalam pembelajarannya dikarenakan di dalam komunitas SACH memiliki kelompok-kelompok Hiphop seperti musik Beatbox, musik Rap dan tari Breakdance. Namun pada awal tahun 2014 komunitas SACH melakukan perubahan dengan menambah kelompok seni ke dalam komunitas SACH yaitu tari tradisi dan musik tradisi. Demi terwujudnya pembelajaran yang baik, komunitas SACH memiliki guru atau pelatih yang disebut senior yang sudah ahli di dalam kelompoknya untuk mengajarkan teknik-teknik Hiphop tersebut kepada para anggota atau anggota baru yang masuk ke dalam komunitas SACH. Metode yang digunakan adalah demonstrasi dimana pelatih tersebut mempraktekkan teknik-teknik yang akan diajarkan lalu diikuti oleh anggota.Kata Kunci: Hiphop, komunitas SACH,
SENI TUTUR NANGA-NANGA DI DESA KAMPUNG AIE KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE Trianov, Rilky; Ramdiana, Ramdiana; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13123

Abstract

Penelitian yang berjudul Seni Tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue ini mengangkat masalah bagaimana fungsi dan makna yang terkandung dalam seni tutur Nanga-nanga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna seni tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang seni tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Subjek penelitian ini adalah Tokoh masyarakat Desa Kampung Aie dan organisasi PKK, sedangkan objek yang akan diteliti yaitu fungsi dan makna dari Nanga-nanga itu sendiri. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwasanya seni tutur Nanga-nanga adalah salah satu kesenian tradisional yang telah lama mengakar di Simeulue yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang, pada setiap lirik-lirik yang disampaikan mengandung nilai-nilai estetika antara perpaduan irama dengan makna syairnya yang mendayu-dayu. Selain itu Nanga-nanga juga memiliki makna pada setiap liriknya disesuaikan dengan fungsinya, fungsi Nanga-nanga ada beberapa, yaitu fungsi religi, pendidikan, sosial, nasehat dan hiburan.Kata Kunci: seni tutur, Nanga-nanga