cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
BENTUK PENYAJIAN TARI MALIKUSSALEH PADA SANGGAR SENI AL-IKHLAS KABUPATEN ACEH UTARA Amalia, Rifkah; Zuriana, Cut; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i4.15295

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Bentuk Penyajian Tari Malikussaleh pada Sanggar Seni Al-Ikhlas Desa Paloh Lada Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Latar belakang penelitian ini adalah Tari Malikussaleh masih kurang dikenal oleh masyarakat setempat, selain itu karena bukti fisik seperti foto dan video tentang Tari Malikussaleh tidak banyak karena pernah terjadi kebakaran di sanggar Seni Al-Ikhlas. Metode Penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah Tari Malikussaleh yang berasal dari Sanggar Seni Al-Ikhlas Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini difokuskan pada bentuk penyajian Tari Malikussaleh. Subjek dalam penelitian ini ialah pencipta Tari Malikusslah yaitu, Tarmizi yang sekaligus pengurus sanggar, dan para penari Reza, Sarah, dan lain-lain. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penarika kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Malikussaleh termasuk tari kreasi yang menjadi tarian yang berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat setempat maupun luar daerah.Tari Malikussaleh terdiri dari 38 ragam gerak dan 21 ragam pola lantai. Tari Malikussaleh disajikan dengan penyajian yang terdiri dari: 1) iringan tari menggunakan rapai, gitar gambus, kendang, biola juga puisi dan syair, 2) lirik dari puisi dan syair berisi tentang gambaran Sultan Malikussaleh 3) kostum dari tari ini, penari wanita menggunakan celana dan baju motif Aceh, songket, dan tali pinggang, sedangkan penari pria menggunakan jubah arab polos, celana panjang hitam polos, dan sorban arab polos, 4) riasan yang digunakan untuk penari wanita adalah rias cantik dan penari pria tidak menggunakan riasan apa-apa, 5) panggung pertunjukannya adalah panggung proscenium, dan 6) properti yang digunakan adalah payung dan rencong.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH PADA MATERI TARI KREASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION Septina, Phuja Tawilla; Zuriana, Cut; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15292

Abstract

Penelitian yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 11 Banda Aceh pada Materi Tari Kreasi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Direct Instruction. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction dan yang tidak menggunakan model pembelajaran Direct Instruction di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IA 3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IA 4 sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IA 3 dan XI IA 4 dengan tingkat kemampuan siswa yang hampir sama. Menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi dan tes praktik. Metode analisis data uji-t dan uji dua pihak. Berdasarkan hasil yang telah diperolehdimanapadatarafsignifikan denganderajatkebebasan makasesuaidengan hipotesis yang diajukan dengan ketentuan. kriteria pengujian yang berlaku adalah terima H0 jika dan dalam hal ini H0 ditolak. Berarti tolak H0 dengan demikian perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Direct Instruction lebih baik dengan hasil belajar tanpa menggunakan model pembelajaran Direct Instruction.Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, tari kreasi, Direct Instruction
TATA TEKNIK SUARA MUSIK GARAPAN ETNIK DALAM SEREMONIAL PEMBUKAAN PKA 7 Oskandar, Dahri; Palawi, Ari; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15289

Abstract

Penelitian ini berjudul Tata Suara Musik Garapan Etnik dalam Seremonial Pembukaan PKA 7 mengangkat masalah Bagaimanakah teknik tata suara musik garapan teknik dalam seremonial pembukaan PKA 7 . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik tata suara musik garapan teknik dalam seremonial pembukaan PKA 7. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah penata musik pekan kebudayaan Aceh ke 7 2018, sound enginer/sound man fam studio, orang yang dituakan di Aceh. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) adalah sebuah acara yang dilakukan 4 tahun sekali. Pekan kebudayaan Aceh ini dilakukan untuk memperkenalkan ke anekaragaman budaya dan tradisi Aceh ke seluruh masyarakat Aceh. Di dalam pembukaan PKA ke 7 2018 terdapat sebuah penampilan yaitu gabungan musik tradisi Aceh yang dikolaborasikan dengan musik kreasi dan menjadi sebuah penampilan yang ditampilkan pada saat seremonial pembukaan PKA yang ke 7. Untuk menyukseskan acara dan agar informasi suara bisa terdengar oleh banyak orang, maka dibutuhkan pengeras suara berupa sound system begitu juga dalam musik garapan etnik PKA. Dalam beberapa perangkat yang harus diperhatikan guna menghasilkan suara dan kualitas maksimal.Kata Kunci: tata suara, musik garapan etnik, PKA 7
PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN KUDA KEPANG DI SANGGAR SETIA BUDAYA DESA BLANG PAKU KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2012-2018 Viliani, Devi; Palawi, Ari; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15290

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana Perkembangan Seni Pertunjukan Kuda Kepang di Sanggar Setia Budaya Desa Blang Paku Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah Tahun 2012-2018. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bagaimana perkembangan seni pertunjukan Kuda Kepang di Sanggar Setia Budaya Desa Blang Paku Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah dari Tahun 2012-2018. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan Kulitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Ketua sanggar Setia Budaya, Gamboh (Pawang), serta anggota Penari yang mengerti tentang perkembangan seni pertunjukan Kuda Kepang. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah perkembangan seni pertunjukan Kuda Kepang tahun 2012-2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data; mereduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perkembangan pada seni pertunjukan Kuda Kepang dari tahun 2012-2018 secara bertahap seperti iringan musik yang semakin lengkap, Gending tarian, Gending atraksi, kostum yang di pakai lebih seragam, tata rias lebih modern, serta pada unsur magic yang lebih ramah terhadap masyarakat tidak seekstrim pada tahun 2012. Dan adanya faktor-faktor yang memberikan pengaruh terhadap perkembangan kesenian Kuda Kepang seperti: Interaksi sosial budaya, adanya kontak dengan kebudayaan lain dan arus teknologi informasi.Kata Kunci: perkembangan, seni pertunjukan, Kuda Kepang
PROSES PEMBELAJARAN GITAR AKUSTIK PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 1 BANDA ACEH Lestari, Faralita; Syai, Ahmad; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15291

Abstract

Judul penelitian ini adalah proses kegiatan ekstrakurikuler Gitar di Sekolah SMP Negeri 1 Banda Aceh. Rumusan permasalahannya terkait tentang bagaimana pembelajaran gitar akustik pada kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Banda Aceh dan apa saja kendala yang dialami guru pada kegiatan ekstrakurikuler gitar di sekolah tersebut. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler gitar yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Banda Aceh dan untuk mendeskripsikan kendala apa saja yang dialami guru pada ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis pendekatannya adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 1 Banda Aceh, sedangkan objek penelitiannya adalah proses pembelajaran ekstrakurikuler gitar disekolah tersebut. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengembangan kepribadian siswa termasuk dalam katagori baik dalam proses pembelajaran gitar yang dilaksanakan selama 2-3 bulan dari bulan Agustus sampai November. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah mula-mula siswa dan siswi mengenal tali/senar pada senar gitar 1 sampai 6 dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Bungong Jeumpa, sampai mereka hafal terhadap irama lagu tersebut, kemudian guru mulai memberikan akord lagu bungong jeumpa. Sambil siswi belajar akord tersebut guru ikut membimbing pada saat proses latihan. Tahap selanjutnya yang dilakukan guru adalah dengan mengajar satu perasatu. Untuk latihan pada lagu Bungoeng Jeumpa dibutuhkan latihan dan pengulangan terus menerus sampai mereka bisa bermain gitar dengan baik dan benar, diantaranya dengan menggunakan teknik penjarian. Untuk latihan selanjutnya proses latihan yang dilakukan selanjutnya proses latihan yang dilakukan masih sama ketercapaiannya terkait dengan teknik serta menstabilkan tempo agar tempo lagu yang dimainkan tidak lari.Kata kunci: Proses, Latihan, Ekstrakurikuler, Gitar
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PADA SENTRA SENI TARI KREASI MEUKONDROE DI TK ANGKASA KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR Pristia, Armaya; Supadmi, Tri; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15288

Abstract

Penelitian yang berjudul Pelaksanaan Pembelajaran pada Sentra Tari Kreasi Meukondroe di TK Angkasa Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar mengangkat masalah bagaimanakah proses pelaksanaan pembelajaran sentra seni tari kreasi Meukondroe TK Angkasa Blang Bintang Aceh Besar, dan kendala apa saja yang dialami guru pada proses pelaksanaan pembelajaran sentra seni tari kreasi Meukondroe di TK Angkasa Blang Bintang Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Angkasa dan mendeskripsikan kendala-kendala apa saja yang dialami guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Angkasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa pada TK Angkasa, objek penelitian ini adalah sentra seni tari kreasi Meukondroe di TK Angkasa Blang Bintang Aceh Besar. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran seni tari kreasi Meukondroe pada TK Angkasa dilalukan dalam empat pertemuan. Metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran seni tari kreasi Meukondroe adalah metode demonstrasi yaitu guru lebih mengarahkan siswa pada kegiatan praktek dibandingkan dengan teori. Kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran seni tari kreasi Meukondroe pada TK Angkasa yaitu siswa tidak fokus pada saat latihan, guru tidak bisa mengajar secara maksimal dikarenakan guru yang mengajarkan tari bukan guru lulusan di bidang seni tari, selanjutnya kehadiran peserta didik yang tidak tepat waktu dan terdapat anak yang mudah bosan dalam latihan. Namun demikian, dengan adanya pembelajaran seni tari siswa dapat menyalurkan dan mengembangkan bakat yang dimilikinya.Kata Kunci: pembelajaran, sentra seni, taman Kanak-kanak
KAJIAN KOREOGRAFI TARI KREASI PANEN LAWANG DI SANGGAR DANCE KILOMETER NOL KOTA SABANG Syahdanir, Yulia; Palawi, Ari; Supadmi, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13148

Abstract

Penelitian yang berjudul Kajian Koreografi Tari Kreasi Panen Lawang di sanggar Dance Kilometer Nol Kota Sabang Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana koreografi tari kreasi Panen Lawang di sanggar Dance Kilometer Nol, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi tari kreasi Panen Lawang di sanggar Dance Kilometer Nol. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah koreografer atau pencipta tari Panen Lawang, yang menjadi objek penelitian yaitu koreografi tari Panen Lawang. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan gambar-gambar untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Panen Lawang adalah tari kreasi baru yang diciptakan oleh M. Deni Gunawan, gerak pada tari Panen Lawang ini merupakan gerak pada kebiasaan masyarakat dalam aktivitas memanen cengkeh, pada awal penciptaan tari Panen Lawang koreografer terlebih dahulu menentukan tema dasar sebelum melakukan proses penggarapan sehingga terciptalah sebuah karya yang baik. Sebuah karya tari yang diciptakan harus melalui beberapa tahap yang dimulai dari tahap eksplorasi gerak/pencarian gerak, improvisasi dan komposisi tari yang akan digarap. Tari Panen Lawang memiliki pola lantai pada setiap pertunjukkannya, iringan musik pada tari Panen Lawang sangat berperan penting sebagai musik pengiring dan penuntun gerak lainnya. Tata busana tari Panen Lawang disesuaikan dengan tema tari, dalam hal ini koreografer menggunakan baju yang telah dikreasikan dengan nuansa coklat seperti cengkeh itu sendiri. Tata rias tari Panen Lawang sendiri merupakan rias cantik namun tetap sederhana, sehingga sesuai dengan tema dan karakter seorang petani cengkeh.Kata Kunci: tari Panen Lawang, kajian koreografi
KERAJINAN TAS ACEH DITINJAU DARI PERSPEKTIF INTRA ESTETIK DI ACEH UTARA Nurhaliza, Siti; Selian, Rida Safuan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13147

Abstract

Penelitian ini berjudul Kerajinan Tas Aceh Ditinjau dari Perspektif Intra Estetik di Aceh Utara. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kerajinan tas Aceh ditinjau dari perspektif intra estetik di Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerajinan tas Aceh ditinjau dari perspektif intra estetik. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini di rumah produksi kerajinan tas Aceh yang ada di Gampong Meunasah Aron Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, subjek penelitian adalah pemilik dan beberapa pengrajin rumah produksi kerajinan tas Aceh dan objek penelitian adalah bentuk, motif dan warna pada kerajinan tas Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan data reduction, data display dan kesimpulan serta mengecek keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kerajinan tas memiliki 4 bentuk diantaranya yaitu kotak, persegi panjang, bulat dan oval. Bentuk kotak terdiri dari tas tiara, tas hantaran, tas golf kulit, tas golf, tas luna, tas ransel cewek dan tas eumpang. Bentuk persegi panjang terdiri dari tas guci, dan tas dompet. Pada bentuk bulat terdiri dari tas rotan serta bentuk oval terdiri dari tas ransel. Pada tas ransel, tas selempang dan tas jinjing terdapat 11 motif yaitu Pinto Aceh, Bungong Meucanek, Pucok Bungong, Angka Lapan, Angka Nam, Kacang Goreng, Angka siploh, Taloe Ie, Awan Bungong, Bungong Ek Leuk, Bungong Lawang. Pada tas ransel terdapat motif Pinto Aceh, Bungong Meucanek, Pucok Bungong, Angka Lapan, Angka Nam, Kacang Goreng, Bungong Lawang, Taloe Ie, dan Angka Siploh. Warna yang terdapat pada kerajinan tas Aceh yaitu kuning, merah, hijau, hitam dan biru.Kata Kunci: kerajinan, perspektif, intra estetik
TANTANGAN POPULARITAS MUSIK ACEH DALAM INDUSTRI MUSIK NASIONAL Iswanda, Odi; Palawi, Ari; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13144

Abstract

Penelitian ini berjudul Tantangan Popularitas Musik Aceh dalam Industri Musik Nasional. Penelitian ini mengangkat masalah tentang apa saja hambatan musik populer Aceh menuju industri musik nasional, bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja hambatan musik populer Aceh menuju industri musik nasional. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik dan produser Kasga Record, produser IMM Production, band-band terkenal di Aceh dan seniman-seniman Aceh. Penelitian ini dilakukan di Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa musik industri pertama kali berkembang di Aceh yaitu pada tahun 80-an yaitu dimana pada era itu Abu Bakar AR mengeluarkan album Jen Jen Jok setelah album itu beredar dan diterima di pasar Aceh, selanjutnya lahirlah musik-musik sejenis yang diindustrikan. Namun pada era (90-an) mulai masuklah musik etnis kolaborasi moderan yang mana musik Aceh ini memperkuat tradisi sehingga masyarakat juga tidak kehilangan musik tradisi. Kemudian masuk kembali musik moderen, namun tidak meninggalkan musik tradisi. Banyak band yang beraliran moderen namun banyak juga band etnis kolaborasi moderen. Band-band/musisi setelah terkenal di daerah, mereka pun ingin lebih populer dan ingin beranjak menuju nasional. Kebdala-kendala dan hambatan-hambatan menuju kesuksesan pun harus mereka lalui dan mereka jalani, untuk menjadi sukses harus mempunyai kualitas yang terbaik dan mempunyai karakter musik yang kuat sehingga tidak kalah bagus dibandingkan band-band ternama Indonesia. Kualitas musik mereka pun harus ditingkatkan sehingga lebel-lebel ternama nasional tertarik. Terdapat 2 tahapan kendala yang harus dilalui yaitu 1) Hambatan non musikal yaitu hambatan kerja sama, hambatan dalam bidang produksi, hambatan dalam bidang persaingan, hambatan dalam bidang artistik dan hambatan dalam bidang fasilitas. 2) Hambatan musikal dimana menunjukan kualitas dan kuantitas yang musik telah diciptakan.Kata kunci: tantangan, popularitas musik Aceh, industri musik
ANALISIS STRUKTUR TARI ZAPIN TAMIANG DI SANGGAR LENGGANG MUDE COMMUNITY KECAMATAN KARANG BARU KABUPATEN ACEH TAMIANG Fatanah, Rosy Dea; Supadmi, Tri; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13145

Abstract

Penelitian Tentang Analisis Struktur Gerak Tari Zapin Tamiang di Sanggar Lenggang Mude Community Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Penellitian ini Mengangkat masalah tentang bagaimana tata hubungan gerak tari Zapin dan apa saja elemen-elemen dasar gerak tari Zapin. Tujuan penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan tata hubungan gerak tari Zapin dan mendeskripsikan elemen-elemen dasar gerak tari Zapin. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan subjek penelitian adalah analisis Struktur tari Zapin Tamiang dan objek penelitian Tari Zapin Tamiang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan Reduksi data, Penyajian data, dan Verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin ditarikan secara berkelompok yang menggambarkan kelincahan dan keramahan muda-mudi Aceh Tamiang yang memiliki sifat saling bekerja sama dan kompak dalam melakukan hal apapun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis struktur gerak tari Zapin dapat ditinjau dari 2 aspek yaitu unsur sikap dan unsur gerak yang berdasarkan gerak kepala, gerak tangan, gerak Badan, dan gerak kaki dan meliputi berdasarkan unsur gerak meluputi gugus gerak, kalimat gerak, frase gerak dan motif gerak. Tari Zapin Tamiang terdiri dari 7 ragam gerak yaitu salam pembuka, songket melenggang, lenggang putar, gerak ukel, Tepuk serong kanan, lenggang angkat kaki, tepuk atas bawah. Tata hubungan yang terdapat di dalam tarian ini yaitu tata hubungan sintagmatis, dan memiliki elemen-elemen seperti sikap kepala, sikap badan, sikap tangan dan sikap kaki.Kata Kunci: tari, Zapin Tamiang, analisis, struktur